MURAQABAH; SINYAL DARI ALLAH

Saidi Syekh Sulaiman Zuhdi Al-Khalidi Ahli Silsilah ke-32 dalam kitabnya Ar Risalah Majemu’atul Khalidiyah An Naqsyabandiyah mengatakan : “Zikir Muraqabah ialah berkekalannya seoang hamba ingat pada dirinya senantiasa dimonitor oleh Tuhannya dalam seluruh keadaan tingkah lakunya”.

Muraqabah artinya saling mengawasi, saling mengintai atau saling memperhatikan. Dalam kajian Tasawuf/Tarekat, muraqabah dalam pengertian bahasa tersebut, terjadi antara hamba dengan Tuhan nya. Muraqabah bisa juga digambarkan sebagai intai mengintai antara hamba dengan Tuhan nya. Sebagian Syekh menggambarkan Muraqabah itu adalah saat dimana ucapan salam seorang hamba dijawab oleh Tuhan.

Firman Allah SWT :

  1. Dan Allah Maha Mengawasi segala sesuatu (Q.S. Al Ahzab 33:52)
  2. Adakah Zat yang Maha Menjaga tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya (Q.S. Ar Ra’da 13:33).
  3. Apakah Manusia tidak mengerti bahwa Allah itu Maha Melihat? (Q.S. Al Alaq 96:14).
  4. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu (Q.S. An Nisa 4:1).
  5. Allah meridhai mereka dan mereka pun ridha kepada Nya. Yang demikian itu adalah balasan bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya (Q.S Bayyinah 98:8).

Sabda Rasulullah SAW :

Hendaknya engkau menyembah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, dan jikalau engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia itu melihat engkau” (H.R. Muslim)

Dari ayat-ayat dan hadist tersebut dapat diambil kesimpulan, bahwa muraqabah berarti mawas diri seorang hamba terhadap khalik nya bahwa Allah mengawasi, mengintai dan memperhatikan kita, niat dan amal-amal hambanya. Sebaliknya seorang hamba harus mawas diri terhadap hati, niat dan amal yang telah dikerjakan untuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan Nya.

Al Qusyairi menyatakan, “Orang yang belum mengukuhkan rasa takutnya kepada Allah dan mawas dirinya terhadap-Nya, tidak akan mencapai kasyaf (terbuka tabir antara si hamba dengan Allah) dan syahadah (menyaksikan Allah”.

Saidi Syekh Der Moga Barita Raja Muhammad Syukur Al-Khalidi mengutip hadist Nabi mengatakan bahwa di akhir zaman nanti ilmu akan di cabut oleh Allah dan banyak ulama yang meninggal. Makna Ilmu dicabut tersebut menurut Beliau adalah hilangnya Muraqabah dalam diri seseorang sehingga sinyal-sinyal yang dikirim oleh Allah SWT kepada manusia tidak dapat ditangkap lagi dikarenakan hati manusia telah kotor oleh dosa-dosa.

Muraqabah menurut Beliau adalah suatu karunia yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya yang selalu berubudiyah kepada-Nya, selalu mengekalkan zikir dimanapun dia berada dan terus menerus menjaga hatinya agar tidak dikotori dengan sifat-sifat tercela. Lebih lanjut Beliau mengatakan bahwa muraqabah adalah bersifat teknis dan seorang hamba akan selalu bisa merasakan keinginan Tuhan. “Tidak wara’ kalau tidak menunggu” begitulah Beliau selalu berfatwa kepada murid-muridnya. Apa yang ditunggu? Yang ditunggu adalah sebuah gerak yang merupakan Kudrah dan iradah Allah sebagai bentuk persetujuan Allah atas apa yang akan kita lakukan. Ketika kita hendak melangkah keluar dari rumah, terlebih dahulu kita mohonkan izin kepada Allah. Oleh karena itu ucapan Insya Allah merupakan ucapan yang sangat tinggi nilainya. Insya Allah berarti “kalau Allah mengizinkan”. Pertanyaannya kapan kita meminta izin kepada Allah? dan bagaimana kita tahu Allah telah memberikan izin kepada kita?. Kebanyakan dari kita ucapan Insya Allah itu  tidak lebih dari ucapan basa-basi saja karena kita belum memiliki ilmu Muraqabah yaitu ilmu meminta izin dan persetujuan dari Allah.

Saidi Syekh Der Moga Barita Raja Muhammad Syukur Al-Khalidi yang bertempat tinggal di kota Batam mengatakan, “Apabila air tidak mengalir coba periksa ke hulu, barangkali ada sampah dan kotoran lain yang menyumbat sehingga air tidak sampai ke hilir. Singkirkan sampah itu barulah nanti air akan mengalir”. Jika muraqabah tidak datang dalam sehari, kita selaku murid sudah harus waspada, mengoreksi diri kesalahan apa yang kita perbuat sehingga sinyal Allah tidak bisa ditangkap oleh hati kita. Mungkin ubudiyah kita masih kurang, atau shadaqah kita masih belum ikhlas, mungkin juga zikir kita masih ada kurangnya. Berulangkali Beliau mengingatkan murid-muridnya bahwa, “Barang siapa yang tidak menjaga amalan zikirnya maka lambat laun akan hilang semua karunia Allah walau dia ahli Kasyaf (orang yang telah terbuka hijab) sekalipun

Muraqabah dalam pengertian teoritis berupa sikap mawas diri, tetap waspada terhadap ibadah yang dilakukan terhadap Allah bisa didapat lewat pelatihan, akan tetapi Muraqabah dalam pengertian praktek itu hanya bisa didapat atas karunia Allah tentu atas bimbingan dan syafaat dari  Guru Mursyid yang terus menerus mendo’akan murid nya agar selalu berada dalam karunia Allah SWT.

Ibnu Qayyim menjelaskan kronologi tentang proses turun nya wahyu dari Allah kepada Nabi salah satunya berupa bunyi gemerincing lonceng yang datang kepada beliau; peristiwa ini merupakan pengalaman yang paling berat bagi beliau dimana malaikat memakai cara ini hingga membuat keningnya mengerut bersimbah peluh. Ini terjadi di hari yang amat dingin. Demikian pula, mengakibatkan onta beliau duduk bersimpuh ke bumi bila beliau menungganginya. Dan pernah juga wahyu datang seperti kondisi tersebut dan saat itu paha beliau ditaruh diatas paha Zaid bin Tsabit yang seketika dirasakan olehnya (Zaid) demikian berat sehingga hampir saja remuk.

Bagaimana bunyi gemerincing lonceng tersebut? Apakah malaikat memukul lonceng seperti kode morse kemudian Nabi menterjemahkan dalam kata-kata? Atau kah sebuah kiasan tentang petunjuk atau sinyal yang dikirim oleh Allah SWT yang dikenal dengan muraqabah kemudian nabi menterjemahkan kehendak Allah tersebut kedalam kata-kata sehingga menjadi petunjuk kepada ummatnya.

Saya berandai-andai, misalnya bunyi gemerincing lonceng tersebut suaranya lebih besar di daerah perut kanan berarti tidak lama lagi akan ada yang mengantar makanan enak kepada Nabi, atau kalau suatu saat bunyi gemerincing lonceng tersebut dekat telinga kiri berarti musuh-musuh Nabi mempunyai rencana akan mencelakankan Nabi dengan demikian Beliau telah terlebih dahulu siap siaga.

Saya kan hanya berandai-andai dan tentu saja hanya Nabi sendiri yang mengetahui bagaimana bentuk bunyi gemerincing lonceng tersebut yang sangat berat bagi Beliau. Bisa jadi gemerincing lonceng yang saya maksudkan di atas salah namun bisa jadi benar juga.

Satu hal yang saya tahu bahwa orang-orang yang telah sampai kepada tahap Muraqabah seakan-akan mengetahui apa yang akan terjadi ke depan dan itulah karunia Allah yang diberikan kepada orang-orang yang dipilih-Nya. Bahkan musuh akan datang pun akan bisa terbaca lewat muraqabah.

Apakah Muraqabah itu maqam tertinggi? Tentu saja tidak karena di atas muraqabah itu adalah lagi maqam yang lebih tinggi. Muraqabah itu hanya bisa merasakan tanda-tanda yang dikirim oleh Allah sedangkan maqam di atas nya adalah maqam dimana kita bisa berdialog langsung dengan Allah tanpa hijab.

Kalau Muraqabah merupakan aplikasi dari firman Allah Wa nahnu aqrabu Ilahi min hablil warrid (dan kami hampir kepadanya daripada urat lehernya) Surat Qaf ayat 16, maka maqam selanjutnya adalah Muqabalah dimana seseorang hamba dalam berzikir dalam tahap rohaninya berhadap-hadapan dengan zat Allah yang wajibul wujud sebagaimana firman Allah Dalam surat Al-Baqarah ayat 115, “Dan kepunyaan Allah-lah Timur dan Barat, maka kemanapun kamu menghadap disitu wajah Allah”.

Dan tentu saja maqam tertinggi adalah Maqam Baqabillah sebagaimana firman Allah dalam surat Ar Rahman ayat 27, “Dan akan tetap akan kekal Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemulyaan”. Para sufi mengatakan : “Fana dalam kebakaan Allah dan lenyap dalam kehadiran Allah”. Lalu bagaimana kita bisa sampai ke maqam baqabillah? Tentu harus melewati maqam fana fillah dimana seorang hamba berzikir dalam taraf lenyap/lebur rasa keinsanannya ke dalam rasa ketuhanan, ia telah fana dalam kebakaan Allah. Sebelum mencapai maqam fana fillah terlebih dahulu kita harus melewati maqam dimana hati kita selalu disertai oleh Allah dimanapun kita berada sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hadid ayat 4 “ Wa huwa ma’akum aina maa kuntum artinya Dia beserta kamu di mana pun kamu berada”.

Maqam Baqa Billah itu adalah maqam para wali dan maqam para Guru Mursyid yang setiap geraknya adalah gerak Allah sebagai firman Allah dalam hadist qudsi : “Mata-KU ada dimatanya kalau ia melihat, Tangan-KU ada ditangan-Nya kalau dia memegang…. Kalau dia berdoa niscaya AKU kabulkan

Selaku penempuh salik (penempuh jalan kebenaran) tidak layak rasanya kita bertanya kapan maqam kita dinaikkan? Kapan rohani kita diangkat oleh Guru, yang harus kita kerjakan hanyalah berbuat dan berbuat. Kalau ingin nomor 1 maka kerjakan perkerjaan nomor 1. Tujuan kita berguru hanyalah mengharapkan ridha-Nya semata-mata bukan untuk mendapatkan maqam yang mulia dan tinggi. Kalau pun maqam kita dinaikkan itu tidak lain karena kehendak Dia semata-mata bukan karena usaha kita.

Semoga Allah SWT berkenan menuntun kita agar bisa sampai kehadirat-Nya. Tanpa kekuatan dari-Nya kita tidak berdaya apa-apa. Kita hanyalah si daif yang tidak berdaya apa-apa yang selalu mengharapkan belas kasih-Nya. Kita hanyalah seorang pendosa yang terkadang sering kali angkuh dan merasa suci dihadapan-Nya. Semoga kita bisa menjadi hamba yang hina, daif dan papa dihadapan Zat Yang Maha Segala-gala nya. Amien Ya Rabbal ‘Alamin

Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad!

Allahumma shalli ‘alaa sayyidina wa maulana Muhammad!

Allahumma shalli ‘alaa sayyidina wa nabiyina wa habiibina wa syafii’na wa zukhrina wa maulana Muhammad!

55 Tanggapan

  1. @ jasmin
    Lebih baik jadi orang dungu tapi sudah bertemu WUJUD NYA dari pada orang pintar yang sekedar merasa diawasi Nya.
    Muraqabah itu pasti dan jelas, salah satu karunia besar dari Allah kepada orang2 yang dikehendakiNya. Baru kita Haqqul yaqin bahwa Hakeakt Alquran itu sebagai PEMBEDA antara yang HAQ dan yang BATHIL.
    Bukan:
    - daging ini halal atau haram ya?
    - lewat sana berbahaya gak ya?
    - Si anu bohong gak ya?
    - Tugas kantorku ini ada yang salah gak ya?
    - dan ketidakpastian/keragu2an lainnya.

    Berbahagialah yang sudah mendapat karunia ini, dan peliharalah/ kembangkanlah dengan terus istiqomah berzikir dan berubudiyah. Sambangi Guru Mursyid sesering mungkin agar sering pula ilmu dan karunia Allah tercurah pada kita lahir-bathin. Sebab bukan Mursyid yang butuh kita, tapi kitalah yang lahir-bathin butuh bimbingan Guru Mursyid.

    Tapi seperti kata bang sufimuda, bukan wara’ / muraqabah/ karomah/ syurg yang kita cari. Ridho-Nya lah yang paling berarti.

  2. Mau download Ebook Sufi dan buku Ulama Klasik, silahkan kunjungi http://www.pustaka-sufi.blogspot.com semoga menjadikan kita menyadari khazanah islam Klasik yang sudah dilupakan kebanyakan umat manusia. Trims untuk admin Sufi Muda.

  3. slam kenal dengan abangda sufi muda…bahagia rasanya setelah jumpa dgn situs ini…jauh 2 mencari “guru” eh ternyata
    ada di daerah sendiri…memang allah maha kuasa dia akan memberikan jalan kepada orang yang ingin jumpa denganNya..

  4. Salam Kenal kembali…
    Trimakasih atas kunjungan dan komentarnya, kalau memang betah silahkan sering2 mampir kemari :-)

  5. wah kang asep salah tanggap lagi neh…udah punya marqobah belum…kalau nggak ada nggak usah komentar ttg marqobah segala…ngerti juga kagak ..

    Dalam alquran dikatakan : barang siapa yang membicarakan sesuatu yang tidak dia mengerti adalah orang yang kurang akalnya..( silakan cari sendiri ayatnya)

    apalagi ngomentari masalah sholawat….ah masih jauh maknanya….makanya buruan masuk tasawuf..
    biar ngerti semua ayat yang tersirat dalam alquran itu.
    jangan hanya pandai baca doang….ya!!!

  6. @Sufibaru

    Saya hanya ingin menambahkan bahwa shalawat kepada Nabi Saw dan Ahlulbaitnya yg suci merupakan zikir khusus. Sebab mereka memiliki maqam yang tinggi disisi Allah Swt.

    Nabi saw bersabda : “Sesungguhnya bershalawat kepada kami termasuk zikir kepada Allah, sedangkan zikir musuh kami termasuk zikir kepada syetan” (’Ilalusy Syara’i hlm 43, al-Adab was Sunan hlm 131)

    Allah Swt berfirman : “Bahwa orang-orang yang berjanji setia kepada kamu, sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka” (QS Al Fath:10)

    Adakah maqam kemuliaan dan keluhuran serta keagungan yang lebih tinggi dari pada itu? Yakni Allah Swt menyerupakan tangan-Nya dan kekuasaan-Nya dengan tangan kekasih-Nya Muhammad Saw. Oleh karena itu kehendak Rasulullah Saw adalah berasal dari kehendak Allah Swt.

    Wasalam

  7. Muraqobah adalah ilmu sangat tinggi dan hanya bisa dicapai oleh orang-orang yang telah mempraktekkan Tasawuf.

    Hal-hal yang dibahas disini menurut kami adalah ilmu-ilmu tinggi yang luar biasa. Tentu saja pikiran tidak akan dengan mudah memahaminya.

    kami telah membaca beberapa tulisan disini dan kami kagum kepada sufi muda karena berhasil membahas hal-hal rahasia menjadi suatu yang mudah dipahami.

  8. @abang padimuda
    (^_^)makasih ya..

  9. @ asep

    kayak saya dulu…sebelum mengamalkan tasauf…merasa sudah banyak tahu..bahkan banyak hapal ayat2 dan hadist segala macam…tapi ternyata nggak pernah paham dengan makna sebenarnya..hanya hapal doang he he he …dan di dalam tasauf lah kita bisa mengkaji islam itu dari “dalam”

    itulah bodohnya saya…karna setan telah menguasai saya sejak saya lahir..alhamdulilah saya bisa jumpa dengan seorang “guru”..dan dari SANG GURU lah saya jadi bisa memahami makna sebenarya…

    maka merujuk fatwa syech yazid al-bustami…:
    ” mallam yakullahu syaikul yursiiduhu fa mursiduhusyaithon” (barang siapa yang tidak memiliki syech maka syechnya adalah setan}

    barang siapa yang tidak memiliki syech mursyid selama hidupnya maka sesungguhnya ia tidak mendapat petunjuk dalam hidupnya..(alkahfi17)

    berarti kalau tidak ada yang yang menunjukinya maka setanlah yang jadi penunjuk jalan baginya di dunia sampai ke akhirat (an-naml)

    karena diakhirat akan di bangkitkan dalam dalam keadaan buta (az zuhrur)

    bersegeralah untuk mendatangi seorang syech mursid..walau pun ia berada di atas gunung salju sana dan walaupun harus merangkak untuk mendatangi nya maka kita harus tetap ke sana dan berbaiat kepadanya…….
    {hadist riwayat muslim)

    inilah yang di perintahkan oleh nabi muhammad kepada kita setelah beliau “berlindung” agar kita mencari “pewarisnya”

    maaf kang asep komentar ini hanya untuk sekedar berbagi saja…tidak ada maksud apa2..kalau ngerti ya sukur kalau tidak ya nggak po po…..he he…

    Ampun tuhan……
    jadikan ini sarana ubuddiyah hamba kepadamu ya allah…

  10. salam kenal dengan abangda habib khalil….

  11. @Sufibaru

    Alhamdulillah…Saya mengerti apa yg anda katakan bahwa kita harus mempunyai musyid spt fatwa syech yazid al-bustami tsb diatas..

    Akan tetapi yang saya pahami sekarang adalah bahwa setiap muslim harus bertaqlid kepada Mujtahid yg membawa risalah ajaran Ahlulbait Nabi saw dalam Al Qur’an dan hadist Nabi saw.

    Seorang Mujtahid adalah para perawi hadist yg luas ilmu pengetahuannya diberbagai bidang ilmu agama, diantaranya: Tauhid, Fiqih, Akhlak, Kemasyarakatan, Pemerintahan dll. Tasawuf adalah bagian dari ilmu Tauhid. Seorang Mujtahid tentu saja bisa dikatakan sebagai Mursyid.

    Terimakasih anda telah berbagi ilmu dan meluangkan waktunya untuk saya. Semoga Allah swt melipatgandakan amal dan ibadah anda. Amin ya Allah yaa Rabbal’alamin.

    Wassalam

  12. Mujtahid bisa dikatakan Mursyid..?????

    Hmmmm…ada yang bisa men-describe it clearly??

  13. Perawi hadist kan hanya pada tataran hapalan via Otak/akal, sedangkan seorang Mursyid tidak hanya memahami lewat akal akan tetapi juga lewat hati/qalbu.
    Imam Bukhari yang hapal ribuan hadist bukanlah seorang Mursyid yang membimbing rohani manusia menuju Tuhan, dia hanya menyampaikan hadist yang pernah di hapal orang2 sebelumnya.

    Silahkan baca lagi tentang Mursyid disini agar kita semua bisa lebih paham.

    Salah satu kekeliruan kebanyakan orang adalah menganggap seorang Mursyid itu hanya paham tentang Tasawuf, berulang kali saya menyampaikan disini baik dalam tulisan maupun lewat komentar bahwa seorang Mursyid itu adalah pembimbing spiritual, dan tentu saja bimbingannya secara jasmani rohani. Maka tidak heran kalau seorang Guru Mursyid berdakwah dengan mendirikan pasantren agar murid2 nya paham syariat, tarikat, hakikat dan makrifat.

    Di Beberapa pasantren tradisional, untuk bisa belajar Tarekat harus 7 tahun belajar syariat, namun ada juga Mursyid yang khusus mengajarkan tarekat saja sedangkan masalah syariat bebas belajar dimana saja.

    Belajar Tarekat adalah proses taubat Nasuha, jadi bisa saja seorang pemabuk, penjahat dll langsung masuk Tarekat tanpa harus mahir dengan ilmu syariat terlebih dahulu, bukan kah Taubat itu wajib?

  14. Seorang Mursyid bisa jadi seorang yang sangat ahli fiqih seperti Imam Jakfar Shaddiq, Syekh Junaidi Al-baghdadi dll…

    Zaman dulu tidak dipisahkan antara syariat dan hakikat, antara Tasawuf dan Fiqih karena itu merupakan satu paket.

    Para Imam Mazhab semuanya pernah belajar Tasawuf.
    Syekh Abu Yazid sebelum menekuni Tasawuf lebih dahulu belajar ilmu fiqih, dan hapal al qur’an dalam usia sangat muda.

    Ilmu Tauhid adalah salah satu cara kita memahami Tuhan dan penghubung antara ilmu fiqih dan Tasawuf. Tentu saja sedalam apapun kita belajar Tauhid tanpa bimbingan seorang Guru Mursyid maka kita hanya mengetahui nama dan sifat Tuhan namun tidak pernah sampai kepada Zat-Nya,
    Salam untuk semua

  15. Sistem inti sudah dimasuki globalisasi hanya orang-orang yang mengenal Allah SWT yang bisa selamat,
    Asalamualaykumwarahmatullahi wabarakatu bagi saudaraku bagi pengamal, penjaga, pejuang, penegak kalimahtulah Tharekat naksyabandyah khalidi, dimanapun kalian berada

  16. Salam kenal buat semuanya

    Alhamdulillah mulai ketemu dan mengarah yang lebih spesifik . Lambat laun ilmu itu bisa hilang begitu saja bila hanya dibahas tanpa diamalkannya.
    ternyata benar adanya.., bahwa ilmu itu ketemunya bila diamalkan. Pengamalannya musti menggunakan cara yang benar. Sebab kebenaran membuat kekuatan bathin.
    Jadi Ilmu tarekat adalah ilmu bagaimana caranya melaksanakan tasawuf. Orang yang belajar tasawuf belum mengamalkan tasawuf . Orang yang belajar Tarekat awal menuju tasawuf.
    Seseoarang pengamal tarekat tentu berjalan menuju tasawuf. maknanya dalam melaksanakan nya musti ada Guru pembimbingnya tanpa ada guru pembimbing ilegal namanya.
    Contoh yang nyata saja.
    Ada seseorang menemukan sumber alam bumi ini dari hasil tidak sengaja> misal Menggali tanah eee dalam tanah tersebut terdapat sumber minyak. Pasti orang tersebut tidalk bisa dibilang penemu sumber minyak yang sah karena dalam menemukan tanpa didasari ilmu yang benar alias ketepatan ( kebetulan ). Beda dengan seseorang yang berilmu mencari sumber Minyak walaupun itu berada ditengah laut pasti keberadaanya tidak diragukan lagi oleh siapa saja. Betul??
    Begitu juga Manusia dalam mengamalkan ilmu Allah
    Mengamalkan sekali lagi mengamalkan. bila tidak sesuai ajaran Allah itu sendiri ilmu itu namanya Ilegal atau dengan bahasa lain merujuk Surat Al lhkahfi ..17 Sesat pengamal itu.
    Karena manusia itu didalam mengamalkannya tanpa bimbingan Guru yang mursyid kalau jaman Rasullulah jelas Mursyid kita Nabi SAW.
    Jaman Nabi Kita tak perlu belajar Fiqih, Hadis, Hafal Alquran, Cukup kau fahami apa mau Nabi !!! Rubah semua perbuatan yang tak benar, rubah perbuatan yang merusak, rubah perbuatan tercela, rubah perbuatan merugi, rubah perbuatan riya , rubah perbuatan sombong, semena-mena . dan banyak semua perbuatan yang tidak sesuai dengan akidah Ajaran Allah lewat nabi. putar 360 derajat. walaupun dia hafal alquran hafal hadis. tapi masih diliputi perbuatan dan pemikiran Syetan doanya tak akan diterima Allah apalagi sampai kepada Dzat yang amat suci adanya.
    Kalau manusia itu ingin mengmalkan Ilmunya yang dianggap benar amalkanlah itu wajib hukumnya. tapi Bila ilmu yang benar itu bila tak diamalkan dokma namanya.
    kalau ilmu itu diamalkan tanpa bimbingan Guru Yang Mursyid sesat namanya.
    Pengamal yang ikhlas tidak pernah bertanya ilmu yang dimilikinya.
    ” Merujuk hadis nabi ” Pelacur Memberi minum kepada seekor anjing. Dia ( Sipelacur ) Ahli surga Sabda nabi SAW.
    Penjelasan yang lain jangan Sampai kelak kau dilempar oleh sholatmu sendiri. Cari di Al-Quran Pasti Ketemu
    Coba dicermati Orang sudah Sholat kok masih dilempar karena sholatnya ??? Sedangkan Pelacur Malah Ahli surga
    Kalau seseorang tak mau mencermati kalimat ini semua perempuan akan jadi pelacur dan memberi minum pada anjing ditengah jalan.
    Tolong para Ahli kitab pencerahannya.. yang penting jangan mengutib pengalaman antara KY dan BK. Terima kasih. Wass. Salam sekalis kalisnya dan sejahtera selalu tuk semua nya dan mohon maaf anak yang sontoloyo ini.

  17. ajib ajib…..haturnuhun ka sadayana sing janten elmu kanggo Abi khususna Amiin…

  18. klo sy pngin punya mursyid n baiat kemana ya?

  19. Mohon ampun beribu ampun Guru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 13.021 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: