• Tasauf

    …ke TUHAN juga perlu duit!

    Oleh : Abu Hafidzh Al Faruq Saya tidak mengerti mengapa orang menjadi phobia dengan tasauf atau dunia kesufian. Sebagian informasi yang saya dapat bahwa ketakutan itu disebabkan oleh seolah olah sufi meninggalkan keduniawian untuk mencapai akhirat.   Dari literatur yang saya baca secara harfiah sufi itu sendiri berarti kulit kambing atau pakaian dari kulit kambing (kalo salah mohon dikoreksi), yang dipakai oleh orang orang atau pengikut ajaran tasauf tempo dulu. Hal ini lebih disebabkan oleh kemiskinan mereka, karena hanya itu yang mereka punya lalu hanya itulah yang mereka pakai, bukan karena mempelajari tasauf harus miskin atau menjadi miskin sehingga mereka lebih tawadhu atau dianggap tawadhu. Image yang terbentuk oleh kondisi…

  • Pemikiran

    Apakah “Allah” itu hanya milik Umat Islam

    Oleh : Ulil Abshar Abdalla SEORANG perempuan beragama Kristen saat ini sedang menggugat pemerintah Malaysia dengan alasan telah melanggar haknya atas kebebasan beragama (baca International Herald Tribune, 29/11/2008). Mei lalu, saat balik dari kunjungan ke Jakarta, Jill Ireland, nama perempuan itu, membawa sejumlah keping DVD yang berisi bahan pengajaran Kristen dari Jakarta. Keping-keping itu disita oleh pihak imigrasi, dengan alasan yang agak janggal: sebab dalam sampulnya terdapat kata “Allah”. Sejak tahun lalu, pemerintah Malaysia melarang penerbitan Kristen untuk memakai kata “Allah”, sebab kata itu adalah khusus milik umat Islam. Umat lain di luar Islam dilarang untuk menggunakan kata “Allah” sebagai sebutan untuk Tuhan mereka. Pemakaian kata itu oleh pihak non-Muslim…

  • Wawancara

    Menyongsong Perdamaian Dunia Dengan Sufisme Islam

    Dunia sufi, sebagai inti sari Islam, sebenarnya berpotensi besar untuk berkontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia. Dengan menyelami sufisme, umat Islam diharapkan tidak lagi mencerna suatu masalah dari apa yang tampak di permukaan, tetapi dapat memandang segala sesuatunya dari sisi hakikat. “Melalui sufisme, manusia diajak untuk berserah diri secara total kepada Allah, Tuhan yang Maha Esa,” ujar KH Luqman Hakim (46), pembimbing dan pengajar dunia sufi di Jakarta.

  • Pemikiran

    ULAMA YANG MEMPERDAGANGKAN AGAMA

    Kita sering dibuat bingung melihat agama dan keberagamaan. Ketika terjadi peperangan, terorisme dan lain-lain, kita sering menuduh agama sebagai penyebabnya. Padahal agama hanyalah kumpulan doktrin-doktrin tentang kebenaran yang bersifat mutlak karena diturunkan oleh Yang Maha Sempurna. Karena agama diturunkan oleh Yang Maha Sempurna, maka agama pun sempurna dan paripurna. Agama tidak pernah salah.

  • Pemikiran

    TESIS-TESIS TENTANG AGAMA, TUHAN DAN NEGARA

    Sebuah Analisa Mendalam Oleh : T. Arif Hidayat Malik**   Pengantar Siapa tidak risau melihat kenyataan yang terjadi di Indonesia. Ada berbagai agama besar dengan umatnya yang besar (terutama Islam), namun kasih sayang, ketentraman, kesejahteraan, kebenaran dan keadilan malah nyaris tidak ada. Atau justru sebaliknya, kekerasan, kerusuhan, pembunuhan, ketidak adilan, kriminalitas, keterbelakangan, kemiskinan, ketidak jujuran, kemunafikan, korupsi, kolusi, dan berbagai pelanggaran HAM justru marak terjadi di Indonesia; dan barangkali mencapai index prestasi nomor wahid didunia. Apalagi Insiden Monas yang terjadi hari Minggu, 1 Juni 2008 (bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila), dimana Massa Kelompok Laskar Islam (KLI) dan Front Pembela Islam melakukan serangan secara membabi buta terhadap aktifis Aliansi Kebangaan untuk…

  • Berita

    Islam Radikal Mengancam

    Islam Radikal Mengancam Iskandar Siahaan** Ketika perbedaan diselesaikan dengan kekerasan dan polisi tidak bertindak tegas terhadap aktornya, maka demokrasi sebenarnya sudah mati. Kekerasan akan berbalas kekerasan. Korban akan berjatuhan, luka atau tewas. Dan, masyarakat akhirnya ada dalam kekacauan. Kekacauan adalah pertanda demokrasi sudah mati.

  • Pemikiran

    TUHAN

    TUHAN Soe Tjen Marching** ”Kalau Tuhan benar-benar ada, maka sudah seharusnya dia dimusnahkan,” kata seorang filsuf Rusia Mikhail Bakunin. Tuhan yang menyerang Jemaah Ahmadiyah dan Tuhan yang saya pelajari di bangku sekolah membuat saya mengamini Bakunin. Tuhan, yang harus ditulis dengan huruf besar sebagai tanda keagungan-Nya. Tuhan yang lelaki, atau paling tidak yang mempunyai kekuasaan patriarki, dan yang membuat mulut bocah saya terbungkam ketika hendak melontarkan pertanyaan “mengapa perempuan tidak bisa menjadi pastor?”