Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Islam Radikal Mengancam

Islam Radikal Mengancam
Iskandar Siahaan**

Ketika perbedaan diselesaikan dengan kekerasan dan polisi tidak bertindak tegas terhadap aktornya, maka demokrasi sebenarnya sudah mati. Kekerasan akan berbalas kekerasan. Korban akan berjatuhan, luka atau tewas. Dan, masyarakat akhirnya ada dalam kekacauan. Kekacauan adalah pertanda demokrasi sudah mati.


Demokrasi kita tentu belum mati. Ia justru baru hidup setelah lama mati di masa rezim Orde Baru lebih 30 tahun. Tapi tanda-tanda kematian demokrasi kita yang baru saja hidup itu mulai nyata. Tindak kekerasan yang dilakukan segerombolan orang dengan berteriak mengagungkan nama Tuhan (“Allahu Akbar”) terhadap sejumlah orang yang tengah mengekspresikan pendapat dan sikapnya di Lapangan Monas, Jakarta, adalah contohnya.


Gerombolan penyerang itu memakai baju berwarna putih (berarti suci). Pada sebagian anggota gerombolan itu tertera lambang dan nama sebuah organisasi kemasyarakatan Islam. FPI, begitu tertulis: Front Pembela Islam. Ini bukan tindak kekerasan kali pertama yang dilakukan organisasi itu. Hari-hari dan waktu-waktu sebelumnya, anggota organisasi ini juga gemar melakukan tindak kekerasan terhadap fasilitas umum dan milik pribadi dengan dalih memberantas judi dan maksiat.

Di Monas kemarin, selain sebuah mobil yang mereka rusak, puluhan orang mereka hajar hingga memar dan berdarah di wajah. Sebagian terpaksa harus dirawat di rumah sakit. Para korban ini adalah mereka yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. Anggota Aliansi berkumpul di Monas untuk melanjutkan perjalanan ke Bundaran Hotel Indonesia guna mengadakan apel peringatan hari lahir Pancasila, 1 Juni.


Masih belum jelas kenapa FPI menyerang. Besar dugaan karena sikap Aliansi yang hendak membela dan mempertahankan keberadaan Ahmadiyah, yang sejak 1925 sudah eksis di Indonesia. Beberapa hari sebelumnya di beberapa media memang Aliansi memasang iklan dengan judul “Mari Pertahankan Indonesia Kita!” Ditanda-tangani sekitar 300  tokoh dan aktivis dari berbagai kalangan, isi iklan itu antara lain menyinggung soal penganut Ahmadiyah yang mengalami teror oleh sekelompok orang.


FPI bersama organisasi kemasyarakatan Islam lainnya, seperti Majelis Mujahiddin dan Hizbut Tahrir bersikap berbeda dengan Aliansi dalam memandang Ahmadiyah. FPI mengikuti fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak kehadiran Ahmadiyah. Tindak kekerasan bahkan sempat mereka timpakan pada sebagian penganut Ahmadiyah. Sekarang mereka menyerang orang yang membela Ahmadiyah.


Benar-benar mencekam dan menakutkan. Para pembela Ahmadiyah, keragaman, dan Pancasila kini bisa merasakan secara jelas dan langsung betapa derita yang kini dialami pengikut Ahmadiyah: kekerasan dan ancaman. Sekitar 300 orang yang ikut menerakan namanya dalam iklan Aliansi di media cetak itu pun sekarang merasa terancam dan bisa menjadi sasaran FPI dan kelompok Islam radikal lain.


Pengamat dan akademisi di Indonesia sebaiknya mengubah tesis. Tidak benar Islam radikal di Indonesia bukan ancaman. Argumen yang menyatakan mereka hanya minoritas, jumlahnya kecil, dan tidak punya akses politik formal — dan mayoritas Islam di Indonesia adalah moderat dan itu ditandai dengan kehadiran Muhammadiyah dan NU yang beranggotakan jutaan – tak bisa lagi dipertahankan. Kekerasan yang mereka lakukan dan polisi yang tidak berkemampuan bertindak tegas menjadi bukti nyata bahwa gerakan Islam radikal sudah sampai pada tingkat membahayakan kehidupan bersama dan demokrasi.

Islam radikal tidak mengenal penyelesaian perbedaan secara damai dan dialogis yang justru menjadi esensi demokrasi. Mereka memanipulasi ajaran Islam yang begitu murni dan anggun serta kaya dengan tradisi dan sejarah pemikiran yang berisikan rahmatan lil-alamin. Di tangan kaum radikal, Islam tampil cemar, penuh darah dan kekerasan, serta mendiskriminasikan kaum perempuan.


Indonesia bukan negara Islam, apalagi negara Islam radikal. Indonesia adalah negara republik. Didirikan hasil perjuangan banyak suku, ras, dan agama, republik ini juga berdiri di atas hukum. Polisi harus menangkap dan memproses kaum radikal yang mengobrak-abrik prinsip demokrasi ini, lalu ajukan ke jaksa untuk dibuatkan tuntutan agar cepat diadili dan dijatuhi hukuman.

** Kepala Litbang Liputan 6

Sumber : http://www.liputan6.com/producer/?id=77

Single Post Navigation

25 thoughts on “Islam Radikal Mengancam

  1. BANDITJAHIL on said:

    Mengharap polisi??? lainkali aja dah
    atau …. 🙂

  2. yudistira on said:

    kayaknya FPI itu cocoknya diganti namanya dengan PPI (persatuan Preman Indonesia).
    katanya FPI itu organisasi untuk membela islam, pertanyaannya islam yang mana yang dibela?
    kalau ingin membela islam kayaknya lebih baik memperlihatkan jati diri islam yang sebenarnya, bukan malah buat malu orang islam aja.

    heeeeeeeee

    hallo FPI jaman sekarang ini kalau mau membela islam pake otak jangan pake otot. yang pake otot itu jaman pra sejarah. 😦

  3. BANDITJAHIL on said:

    😀 sepertinya yudistira pernah di ganyang FPI juga ya 🙂
    saya juga jadi malu ni sebagai orang islam..
    atau yang beragama islam hanya FPI ???
    gimana sih
    gimana ya caranya untuk beri tahu pimpinan FPI untuk baca sufimuda, banyak artikel bagus ni disini 🙂

  4. ‘Akar Masalahnya Ahmadiyah’

    Pemerintah dinilai tidak tegas terhadap Ahmadiyah.
    Ketua DPR, Agung Laksono, meminta aparat tak hanya bertindak tegas dalam kasus bentrokan massa antara Front Pembela Islam (FPI) dan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monumen Nasional (Monas), tapi juga berlaku adil.

    Para pelaku kerusuhan Monas harus dihukum, tapi masyarakat jangan melupakan akar masalah, yakni Ahmadiyah yang hingga kini belum dibubarkan. ”Ini penyebab utamanya menyangkut Ahmadiyah. Harus segera diselesaikan Ahmadiyahnya, sementara pelaku kriminal diproses menurut hukum,” kata Agung, Selasa (3/6).

    Masyarakat maupun politisi diingatkan agar tak emosional menyikapi bentrokan pada Ahad (1/6) lalu itu. Agung meminta politisi jangan hanya bisa berkomentar, tapi juga aksi nyata menyelesaikan masalah. Sedangkan masyarakat diminta tidak membalas teror dengan teror.

    Akar masalah insiden Monas, diakui Ketua FPDIP, Tjahjo Kumolo, adalah ketidaktegaskan pemerintah menyikapi keberadaan Ahmadiyah. Pembiaran Ahmadiyah memicu keresahan karena surat keputusan bersama (SKB) soal Ahmadiyah terus diulur-ulur.

    ”Sayangnya, komitmen itu tak pernah muncul. Harusnya pemerintah tegas dan tidak ragu-ragu,” katanya. Ketua Umum PBNU, Hasyim Muzadi, menilai baik FPI maupun AKKBB salah. FPI salah karena melakukan kekerasan di luar prosedur hukum. AKKBB salah karena menempatkan Ahmadiyah sebagai kebebasan berkeyakinan dan beragama.

    ”Sebenarnya, masalah Ahmadiyah bukan soal kebebasan beragama dan berkeyakinan, tapi penodaan agama tertentu, dalam hal ini Islam,” katanya. Hasyim menyesalkan sikap pemerintah yang tak tegas terhadap Ahmadiyah. ”Pemerintah lebih banyak berwacana daripada melakukan tindakan preventif dan represif.”

    Menanggapi beberapa pihak yang berupaya menggiring NU terlibat dalam kasus Monas, Hasyim mengimbau agar tidak menyeret NU dengan melakukan aksi unjuk kekuatan, bahkan bentrok fisik dengan massa FPI. Seluruh warga NU diminta tetap tenang dan tak terprovokasi adu domba. ”Ini tidak boleh terjadi dan harus dicegah. Kita ingin menyelesaikan masalah Monas, bukan memperluas,” katanya.

    Di beberapa daerah, sejumlah massa yang tergabung dalam badan otonom NU, seperti GP Anshor, mengancam membubarkan paksa FPI. Usai demo di Mapolwiltabes Surabaya, Ketua GP Anshor Surabaya, Ali Suparto, meminta polisi membubarkan FPI.

    ”Kalau tidak, kami akan bergerak sendiri,” ancam Ali, kemarin. Di Tulungagung, Jatim, massa Barisan Anshor Serbaguna (Banser) siap dikerahkan membubarkan FPI. Di Majalengka, Jabar, ratusan massa dari sejumlah ormas, di antaranya GP Anshor dan Ikatan Pemuda NU, menuntut hal serupa.

    Menyikapi memanasnya situasi, pimpinan pondok pesantren Al-Mizan, Jatiwangi, Majalengka, Maman Imanulhaq Faqieh, meminta semua pihak meredam emosi. Menurut Maman yang menjadi salah satu korban kasus Monas, pesantren mengajarkan damai dan menghargai rasionalitas serta perbedaan.

    ”Kami akan meredam massa di bawah,” kata Maman. Kekerasan, tegasnya, harus dihentikan kepada siapa pun dan atas nama siapa saja.

    Kedubes AS
    Kedubes AS di Indonesia mengeluarkan siaran pers yang mengutuk aksi kekerasan oleh FPI. AS menilai, aksi itu berdampak serius bagi kebebasan beragama dan dapat menimbulkan masalah keamanan. Namun, pernyataan Kedubes AS itu dinilai anggota Fraksi PKS di DPR, Soeripto, sebagai bentuk campur tangan AS dalam masalah dalam negeri. ”Itu tidak etis. Bahasa kasarnya intervensi. Seakan-akan pemerintah kita yang lemah,” katanya..(Republika)

  5. sufimuda on said:

    Semua harus kita lihat secara Arif…
    Mudah-mudahan2an kerukunan antar ummat beragama bisa terjaga.
    Kita semua berharap perbedaan dikalangan ummat Islam menjadi Rahmat sebagaimana sabda nabi, “PERBEDAAN DIANTARA UMMATKU ADALAH RAHMAT”
    Jangan kita ubah RAHMAT itu menjadi BENCANA/BALA.
    Salam damai selalu

  6. assalamu’alaikum saudaraku

    SUNGGUH suatu pertanda yang sangat mengecewakan bagi negara indonesia, dimana demokrasi dan reformasi sedang dikembangkan akan tetapi indonesia juga di selimuti dengan kekerasan bagai HUKUM RIMBA

    dengan membawa agama kekerasan di tegakkan, dimana sebenarnya semua AGAMA melarang tindak KEKERASAN
    apalagi islam yang dulu dikenal dengan penuh kesopanan dan kelembutan

    ini menjadi pertanyaan besar apakah FPI itu benar-benar orang ISLAM ???
    apakah MUI benar-benar untuk ISLAM ???
    atau apakah sekarang ini ISLAM berbeda dengan ISLAM masa RASULULLAH S.A.W…???

    mari kita mengkaji dan melihat,
    pandangan kami ISLAM sekarang hanya menjadi sebuah lambang yang akan terus dipermainkan oleh orang-orang yang telah dikenal sebagai tokoh atau yang menokohkan dirinya pembela ISLAM

    mari kita bangun ISLAM dari yang sebenarnya ISLAM (tauhid) yang sebenarnya dengan pimpinan penerus RASULULLAH, sebelum ISLAM itu terus dibawa ke dalam kancah kekerasan dan kebrutalan

    FPI memanfaatkan ISLAM untuk massa dan kekuatan merekan dalam kebrutalan

    Habib Rizieq hanya ingin menjadi tokoh sebagai pembela islam secara tampak dipermukaan

    belum tentu bersorban itu ISLAM

    saya malu dengan Habib Rizieq sebagai ketua FPI dengan memakai nama HABIB yang sebenarnya orang yang bijaksana……..

    mari saudara ku, kita tegakkan ISLAM nya masa Rasulullah di era kemajuan ini dengan mengikuti zaman yang berkembang, bukan dengan naik unta, bukan dengan pedang, tapi dengan hati dan pikiran umat islam yang tauhidnya telah BENAR…….

    salam saudaraku…

  7. islam penuh perdamaian, dan rahmat bagi semesta alam

    mari semua kita lihat dengan perdamaian dan keindahan dalam islam

    PEACE…!!!

  8. alexander on said:

    Gila ni FPI, merusak citra islam aja dimata dunia

  9. t.arif hidayat malik on said:

    Akhirnya Islam Radikal memang harus bubar. inilah jalan cerita Islam radikal harus musnah dinegeri yang umatnya saling mencintai dan menyayangi satu sama lain atas nama TUHAN, bukan saling hancur menghancurkan atas nama TUHAN, seperti yang dipraktekkan serdadu-serdadu FPI.

    hakim yang jitu dan ampuh untuk memvonis dan berbicara adalah waktu. dan hari ini waktu telah memvonis dan berbicara bahwa tindakan-tindakan Islam radikal, seperti FPI, KLI dll sudah ketinggalan zaman dan tidak cocok untuk dipertahankan lagi. tindakan penyerangan monas dilakukan oleh FPI karena putu asa, FPI teralienasi dari umat Islam lain, dia sendiri, stress, ketika orang stress, maka dia akan cenderung anarkhis. wajar aja FPI teralienasi, toh apa yang mereka praktekkan pun tidak edikitpun diukai umat Islam, apalagi umat lain.

    kepercayaan seseorang itu adalah hak azai manusia, yang sudah ada sejak lahir, yang harus dihormati dan tidak bisa diganggu gugat. oleh negara saja tidak boleh, apalagi oleh FPI. Mau ahmadiyah, ahmadiyun, ahmadidun, ahma dinejad, agama eling, kaharingan, mau apa FPI, itu kepercayaan orang. apakah semua umat didunia ini mau anda jadikan Islam wahai FPI rahimakumullah ? wahai MUI ?. apakah diindonesia ini setiap 2 meter mau anda dirikan masjid semua, terus semua tempat-tempat ibadah agama dan kepercayaan lain mau anda hancurkan ?.

    jangan anda pikir setiap teriakkan alllahu akbar ketika aksi anda itu membuat ALLAH bangga dan tersenyum, tidak, jangan berandai-andai dan sok yakin. saya yakin kalau anda orang-orang FPI itu kenal ALLAH, maka ALLAH akan mendamprat anda orang-orang FPI habis2an. ALLAH akan berkata : ” BUAT MALU ISLAM AJA KALIAN INI, JANGAN KO PIKIR AKU SENANG SAMA TINDAKAN KALIAN ITU, JANGANKAN SORGA, BAU SORGAPUN KALIAN TIDAK DAPAT”.
    cuman masalahnya kenal ALLAH pun tidak anda semua wahai FPIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!!!!!!!.

  10. Weh, sebaiknya dipahami dulu kenapa FPI mau membubarkan ahmadiah.. karena ahmadiah mengatas namakan islam tetapi memiliki penyimpangan antara lain:
    1. Aliran Ahmadiyah-Qadiyani itu berkeyakinan
    bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi dan Rasul, kemudian barang siapa yang tidak mempercayainya adalah kafir murtad.
    2. Ahmadiyah-Qadiyani memang mempunyai Nabi dan Rasul sendiri yaitu Mirza Ghulam Ahmad dari India.
    3. Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci “Tadzkirah”

    Kepercayaan seseorang itu adalah hak azazi manusia, emang tapi kudu pada tempat-nya dunk. Aliran islam diindonesia yang masih memiliki pemahaman yang sama aja masih berselisih apa lagi yang beda. Kalo dibiarin entar banyak muncul aliran-aliran baru alias new comers, atas dasar hak azazi .

  11. biarlah di indonesia ini ada yang disebut islam radikal, sebab jika tidak ada islam radikal yang beramal maruf nahi mungkar ….. berani merubah dengan tangan .. bukan hanya dengan doa dihati (selemah lemahnya iman).

    begitu banyak orang yang mengaku islam tp pengecut, dijaman rasullulah tegas ! … (haram dan halal) tegas (tidak ada nabi lain setelah Nabi Muhammad)

    jaman sekarang .. saya tanya siapa yang tegas untuk menutup tempat maksiat (rumah bordil, arena judi, tempat miras)

    … apakah polisi ? (jangan berharap dengan hukum indo)
    … apakah kalian yang mengaku islam liberal ? (mana bukti nyata ?)
    … apakah kalian yang mengaku islam cinta damai ? (pengecut – tidak berani – masa bodoh)

    yang eksis itu adalah islam yang kalian anggap radikal.
    … mereka berani menghancurkan bibit2 maksiat bukan hanya dengan doa .. bukan hanya dengan lisan (teguran) tapi dengan tangan mereka.

    buktikan saja apakah kalian semua lebih baik dari mereka dihadapan Allah S.W.T dipadang mashar.

  12. Rindu Damai on said:

    seandainya pemerintah kita tidak lemah, tidak perlu ada FPI, Laskar Jihad de el el..
    Di negara2 maju, Negara tidak mengurus persoalan agama, negara menjamin warganya untuk menjalankan agama dengan tenang…
    Dalam kristen juga ada Radikal, nama kristen Radikal, tapi di negara2 maju yang mayoritas penduduknya kristen tidak ada tempat bagi kristen radikal.

    Islam radikal bisa eksis ditengah-tengah masyarakat yang pemahaman agamanya sempit…

    hidup ini pilihan, kalau mo yang kasar2 en keras ya monggo..
    yang lemah lembut silahkan, tidak perlu merasa paling benar.

    ayook kita gontok2an biar musuh Islam jadi senang, bersorak gembira..

  13. BANDITJAHIL on said:

    salam kenal mas ardi 🙂

    saya islam tapi saya sendiri bukan orang yang taat beragama, mungkin karena saya gak taat ya..atau agama yang saya anut salah ???
    tapi semua ummat beragama ingin ketenangan.terserah dia dari aliran mana..

    semua orang islam mungkin merasa dialah yang paling benar dimuka bumi….. :-p mungkin !!!!???

    kalau boleh saya bertanya, apakah islam kalian sudah kaffah??? saya belum

    kalau iya… kenapa masih ada pertentangan dlm tubuh islam…
    Tolong sebutkan instansi yang terkorup di indonesia..
    Apa agama mayoritas oknumnya?

    ide 🙂
    legalkan saja gambling
    prostitusi atau sejenisnyalah
    mengapa harus ditutup???

    apa agama diindonesia islam aja?? T I D A K
    yaaaaaaa biarkan saja.. 😉

  14. PECINTA RASUL on said:

    buat FPI dan pendukungnya

    belajarlah lebih dalam lagi tentang Islam,pelajari bagaimana Rasulullah hidup ber-sosial, baca lagi surat Al Kafiruun, baca lagi sejarah akhlaknya Rasul,amar makruf nahi munkar itu wajib, tapi pake otak bukan pake kelakuan yang diyakininya paleng bener, ajari saya bagaimana menghancurkan kemaksiatan di dunia ini? dengan menghancurkan fisik kemaksiatan?operasi PSK? operasi diskotik? dakwahi dulu dirimu dahulu, isterimu, anakmu, keluargamu,,,,,bentengi dengan akidah yang kuat, tanamkan sifat sosial yang tinggi kepada siapapun,kalian yang merasa sebagai penegak kebenaran, belum tentu kalian diterima kelakuan dan ibadahmu, INGAT,,,,,nilai ibadah dan hidup kita tidak hanya muamalah dengan ALLAH saja tapi juga dengan MANUSIA, ingatlah ketika Rasul Agung kita berdiri ketika ada orang yahudi yang akan dimakamkan sebagai bentuk penghormatan,,,,,OLEH KARENANYA,,,,,,kembalilah kepada akhlaknya Rasulullah Muhammad SAW,,,JENGGOT PANJANGMU, TANDA HITAM DI KENINGMU, BAJU GAMISMU bukanlah jaminan dirimu selamat di Akhirat,,,berdoalah kalian, semoga tidak menjadi orang yang BANGKRUT di AKHIRAT, yaitu orang yang merasa banyak amal shalehnya, ibadahnya dsb, ternyata tidak ada penilaian sama sekali dihadapan ALLAH SWT,idiiiiih,,kasiaann, semoga keyakinan kalian dapat di luruskan lagi,amien,

  15. FPI memang kagak perlu ada…. bahkan bubarkan aja….. aku jagi ingat aceh….. GAM dan beberapa tokoh aceh menolak FPI dan habib riziq datang ke aceh sekitar tahun 2002 dulu…. FPI dianggap banyak mudharonya dari baiknya…..
    jadi pengen tinggal di aceh aku….. jadi aman dari ancaman FPI yang suka main hakim sendiri

    maya
    jawa timur

  16. musafir on said:

    FPI……….
    pembubaranmu menuai kontroversi
    kiprahmu banyak yang sakit hati
    suka memaksa kehendak sendiri
    atas nama menghalangi kemaksiatan

    FPI…… FPI…….
    kenapa masi mau menang sendiri….
    padahal…………………………………………….
    yang kamu anggap benar belum tentu benar sama orang
    dan juga belum tentu benar menurut ajaran ALLAH SWT

    FPI….. FPI….. FPI……
    kekuatan fisik juga harus pakai OTAK
    “cegahlah dengan tanganmu” juga pakai strategi
    ingat…….
    “perang” tidak selalu dengan kekerasan
    “perang” bisa juga dengan CINTA
    “perang” juga pakai “aturan”

    wassalam
    musafir tua

  17. ehm….kenapa sih harus buat kelompok2, apalagi kalo akhirnya malah ‘memalukan’ umat islam lain..(termasuk saya, jadi ikut malu hehehe…), kenapa sih gak pake cara yang indah…..

  18. sanggardewa on said:

    hehehe… islam kok dibela,dibela dari sapa? emang Tuhan nya g mampu belain agama nya?jangan-2 kalian yg haus darah. kecian dech lo….
    INTROSPEKSI…!
    INTROSPEKSI…!
    INTROSPEKSI…!
    INTROSPEKSI…!

  19. sufimuda on said:

    Sekarang FPI waktunya membela diri sendiri …

  20. Crescent on said:

    Semua agama dimuka bumi ini mengajari kedamaian dan keharmonisan, karena didalam kedamaian dan keharmonisan ada Tuhan disana, orang yang ga suka ketentraman dan keharmonisan berarti jauh banget dari Tuhan…kacian deh lu…FPI…
    Perangi dulu setan-setan dalam hatimu, baru perangi setan-setan diluar… Gitchyu lho…hehehe…

  21. sufimuda on said:

    ya, jihad yang paling besar itu bukan perang badar atau perang2 yang lain apalagi perang2an yang diciptakan untuk mengacaukan ummat.
    Jihad paling besar adalah melawan syetan yang bersemayam dalam diri kita, begitulah Rasulullah bersabda.

    Nabi mengubah akhlak orang zahiliyah itu dengan Nur Allah yang beliau peroleh dari zikir intensif di gua hira’.

    Kalau kita menyatakan mengobarkan perang kepada orang lain sementara hati kita masih ber syetan…
    ya..
    syetan berperang dengan syetan lah namanya 🙂

  22. QA management on said:

    hahahaha…jeruk minum jeruk dunks 😉

  23. —————————-
    ya, jihad yang paling besar itu bukan perang badar atau perang2 yang lain apalagi perang2an yang diciptakan untuk mengacaukan ummat.
    Jihad paling besar adalah melawan syetan yang bersemayam dalam diri kita, begitulah Rasulullah bersabda.
    —————————

    mana haditsnya boss! yang lengkap dong…

  24. ahmad alhasani on said:

    lihat sumbernya… liputan 6 sctv punya masyaaallahh kafir punya … cckckckc terlalu percaya ama yang dibaca terlalu yakin apa yang ada di berita.yang diubah sedemikian rupa…wahai umat islam beragama… di dalam otak antum itu udah di tanam tenta siapa itu fpi klo inget fpi pasti di fikiran antum kekerasan dan kekerasan… jadi pokok pikirannya gak bisa di ubah lagi.coba semuanya berfikir…kenapa klo fpi itu salah mutlak banyak pengikutnya banyak pendukungnya ulama ulama banyak menyokongnya.bahkan KH Arifin Ilham yang terkenal begitu lembut orangnya ikut mendukung FPI. klo mau memfonis jangan kata orang liat baik baik telaah baru fonis… Waktu itu pernah terjadi kasus penggerebekan tempat pelacuran oleh laskar fpi yang du instruksikan langsung oleh Habib Rizieq yang sebelumnya telah menulis surat ajuan untuk pembubaran tempat tersebut tapi beberapa bulan polisi gak bertindak jadi laskar fpi langsung turun ke lokasi.dan waktu kejadian banyak wartawan dan reporter merekam kejadian bahkan saat jadi bentrokkk setelah selesai keluar di TV .AKSI ANGGOTA FPI MENGHANCURKAN TEMPAT MAKSIAT. yang ditayangin di videonya anak laskar FPI pas lagi memukul preman… besoknya Habib Rizieq mengumpulkan Semua reporter dan nanya kenapa beritanya itu mengundang fitnah kenapa gak di tayangin semuanya waktu preman mukul dan waktu laskar mukulbkli ginikan seolah2 FPI ANARKI… jawab reporter kompak KLO PREMAN MUKULUN ORANG ITU BIASA BIB…TAPI KLO LASKAR FPI MUKULIN ORANG BARU ITU BERITA MENARIK. #NDASMU MENARIKK…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: