Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the tag “Tarekat”

Di Level Spiritual Anda Jangan Bertanya

Allah SWT menciptakan alam ini sedemikian sempurna dan teratur tanpa pernah bertabrakan satu sama lain. Siang dan malam, bumi dan langit, planet-planet yang beredar pada orbitnya dengan tepat juga susunan sel manusia dan makhluk hidup lainnya, sedemikian teratur, tuntuk pada hukum yang diciptakanNya yang kita sebut sebagai Sunatullah. Semakin kita renungkan dan teliti terhadap kesempurnaan alam maka akan semakin kagum kita kepada Sang Pecipta dan manusia mau atau tidak mau akan mengakui adanya kekuatan diatasnya yang mengatur semua dengan begitu sempurna.

Baca selengkapnya…

Memandang Dari Dalam

Kalau anda ke Jakarta dan menyempatkan diri lewat di depan Istana Negara, tempat kediaman Presiden Republik Indonesia maka anda akan melihat bangunan putih dengan pilar tersusun rapi di depannya. Dari dulu sampai sekarang bangunan tersebut tidak berubah, jika anda memandang dari luar. Jika anda berkesempatan untuk masuk di dalamnya maka pandangan luar itu akan hilang, berubah total karena isi dalam istana sangat berbeda dengan diluar. Pandangan dinding putih dengan pilar itu akan hilang sama sekali, anda akan melihat karpet merah, ada kursi cantik perpaduan china dan jepara, tidak lupa pula akan lukisan-lukisan bagus terpampang di dinding istana bagian dalam.

Baca selengkapnya…

KALIMAH ALLAH

Pesan Guru yang selalu saya ingat adalah tentang dahsyatnya bala bencana di kurun ke 15 dan kita sekarang sedang menjalani kehidupan kurun 15 Hijriah, sudah berjalan 41 tahu. Bala bencana, huru hara dan fitnah silih berganti datang dan sudah menjadi ketetapan Allah yang harus diterima oleh segenap manusia di dunia ini. Sebagai orang beriman tentu saja Allah telah memberikan senjata tak terkalahkan untuk membentengi diri dari segala macam huru hara dan bencana tersebut.

Baca selengkapnya…

ARGUMENTASI MEMERLUKAN EKSPERIMENTASI

Islam sebagaimana sunatullah yang berlaku di alam ini memiliki lapisan-lapisan mulai dari syariat, tarikat, hakikat dan makrifat. Sebagian kecil orang terutama paham yang baru muncul 100 tahun lalu menolak lapisan Islam yang 4 ini dan sebagian lain umat Islam tidak mengetahui ada lapisan ini. Terbanyak adalah orang yang mengetahui namun tidak tahu cara mengamalkan, menggabungkan ke 4 lapisan ini sehingga menjadi satu kesatuan yang sempurna sebagaimana pertama kali Islam ini dibawa dan diperkenalkan oleh Rasulullah SAW.

Baca selengkapnya…

Salah Paham Tentang Tarekat.

Kalau anda memahami tarekat itu sebuah perkumpulan zikir maka anda boleh ikut atau tidak di dalamnya karena di dunia ini banyak perkumpulan-perkumpulan sejenis yang berbasis agama dan kalau anda memahami tarekat adalah kumpulan bacaan zikir yang dibacakan disaat tertentu maka anda boleh tidak bergabung di dalamnya karena anda bisa mengambil bacaan zikir yang lain tidak harus sama dengan apa yang diamalkan oleh orang-orang tarekat. Begitu pun kalau anda memahami tarekat sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah anda pun bisa berdalih bahwa dengan ibadah-ibadah yang ada anda bisa dekat dengan Allah. Lalu bagaimana kita memahami tarekat?

Baca selengkapnya…

Kenapa Harus Ber-Tarekat?

Pertanyaan ini sering dilontarkan oleh orang yang belum menekuni tarekat, bukankah Allah dan Rasul telah mewajibkan kita ibadah dalam rukun Islam, kenapa harus ditambah dengan tarekat?. Lebih ekstrem lagi mereka seperti protes, “Kalau kami tidak bertarekat, apa kami tidak masuk surga?”. Bukan hanya itu, orang yang terlanjur membenci tarekat karena ketidaktahuannya kemudian mencari-cari salah. “Orang tarekat tidak bersyariat”, “Pengkultusan kepada manusia”, “amalan mereka bid’ah” dan berbagai tuduhan lain yang tidak pernah bisa dibuktikan, karena memang tidak demikian. Baca selengkapnya…

QADIM

Tarekat tidak lain adalah metodologi warisan Nabi untuk melaksanakan hukum-hukum Allah (syariat) agar sesuai dengan standar yang di inginkan oleh Allah terutama dalam hal ibadah. Segala sesuatu yang dihasilkan oleh manusia akan berada pada dimensi manusia tidak mungkin sampai pada dimensi Allah yang Maha Gaib dan Maha Tak Terjangkau. Memakai bahasa tasawuf, “Segala yang keluar dari baharu tetap menjadi Baharu tidak mungkin menjadi Qadim, hanya yang berasal dari Qadim lah apapun menjadi Qadim”. Ketika Allah SWT berkata-kata maka itu menjadi firman dan bersifat qadim karena berasal dari qadim sedangkan firman Allah yang di ucapkan oleh mulut manusia tetap menjadi baharu, tidak menjadi qadim.

Baca selengkapnya…

Post Navigation