-
Tasawuf, Mencari Cinta Yang Hilang
Tasawuf di Indonesia masih merupakan usaha pencarian pencerahan diri yang bersifat individual. Tasawuf di Indonesia masih merupakan usaha pencarian pencerahan diri yang bersifat individual. Padahal, dalam sejarahnya dahulu tidak seperti itu. Tasawuf pada masa kemunculannya dahulu merupakan gerakan sosial untuk melakukan koreksi sekaligus pemberdayaan umat. Kalau begitu, masih perlukah tasawuf dimunculkan kembali?
-
Pentingnya Ilmu Tarekat
Dalam tulisan Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat itu SATU telah saya uraikan tentang begitu pentingnya ilmu Tarekat sebagai metodologi pelaksanaan teknis dari syariat, aturan-aturan baku yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Sejak kecil kita semua sudah mengetahui bagaimana cara shalat, jumlah raka’at dan bacaan yang wajib serta sunnat dibaca, dari sejak kecil sampai dewasa kita telah mahir melaksanakannya, lalu dimana bedanya?
-
Tasawuf Tanpa Thariqah Sama Dengan Nol
Sebagian orang sering tumpang-tindih dalam memahami tasawuf dan tarekat (thariqah). Kadang, keduanya juga dianggap berdiri sendiri dan terpisah. KH Luqman Hakim yang dikenal sebagai pakar sekaligus pelaku thariqah membeberkan mengenai tasawuf, thariqah, mursyid, mu’tabaroh dan ghoiru mu’tabaroh, dan beberapa hal mengenai thariqah. Berikut petikan wawancara Abdullah Alawi dari NU Online bersama KH Luqman Hakim beberapa waktu lalu dalam sebuah acara pertemuan para sufi dunia di Jakarta yang diselenggarakan oleh PBNU.
-
Rahasia Tetaplah Rahasia
Ketika saya membuat membuat blog ini menulis tentang tasawuf/tarekat tidak sedikit orang menentang baik dikalangan pengamal tarekat maupun orang yang memang menentang tarekat. Orang yang menentang tarekat dan tasawuf menyerang lewat dalil-dalil dengan begitu yakinnya mengklaim bahwa tasawuf adalah ilmu bid’ah yang tidak pernah diajarkan Rasulullah saw. Perdebatan panjangpun terjadi lewat komentar, email, YM dan ketika saya membuat akun Facebook, perdebatan itu berlangsung. Itulah awal-awal saya memulai blog ini dan pada akhirnya secara perlahan perdebatan itupun berkurang dan mulai terbangun sikap saling menghargai walaupun mereka tidak tetap tidak menyukai tarekat.
-
Pengaruh Thareqat Naqsyabandi Di Dunia Islam
Tasawuf merupakan suatu tradisi spiritual yang paling luas dikenal dalam sejarah agama islam. Berpijak pada sumber utamanya, yakni al-Qur’an dan Hadis Nabi. Kecenderungan mistik atau tasawuf kaum muslimin telah memainkan peranan penting dalam sejarah keyakinan umat islam, baik dalam perkembangan pribadi maupun kolektif. Thareqat pada awalnya merupakan ilmu yang diajarkan khusus oleh Rasulullah adalah “thareqatussirriyah”, suatu amalan rahasia di kalangan para sahabat. Selanjutnya berkembang menjadi lembaga / organisasi peramalan dzikir. Perilaku Nabi Muhammad SAW merupakan cikal bakal dari pengamalan tasawuf / thareqat yang kemudian diteruskan oleh ‘Ahlul Bait’, Khulafaur Rasyidin, para sahabat yang lain, para Ahlus shufah, dan para salafus saleh dari zaman Tabi’in, Tabi’it tabi’in sampai dengan zaman sekarang…
-
Tasawuf Tanpa Tarekat (3)
Tasawuf Tanpa Tarekat = Teori Tasawuf dari sekian banyak definisi bisa kita persingkat menjadi akhlak yang baik, dengan melaksanakan tasawuf maka akhlak manusia ikut menjadi baik. Rasulullah SAW sebagai teladan kita semua memberikan contoh akhlak yang baik dalam kehidupan Beliau, “Sungguh pada diri Rasulullah terdapat Akhlakul Karimah (akhlak yang baik)”. Dengan membaca karya-karya Tasawuf yang ditulis baik oleh Guru Sufi maupun orang-orang yang ahli tentang tasawuf secara teori mungkin bisa saja membuat perilaku kita berubah, suka menolong orang, rajin beribadah dan sabar dalam segala hal, akan tetapi perubahan itu tidak bersifat permanen tapi hanya sementara, selagi kita membaca dan mengingat apa yang ditulis dalam buku tasawuf saat itu kita menjadi…
-
Tasawuf Tanpa Tarekat (1)
Tulisan yang terbagi menjadi 4 bagian ini saya tulis untuk menjawab pertanyaan dari beberapa orang pembaca baik yang dikirim melalui email saya (sufimuda@gmail.com) maupun lewat komentar di blog. Pertanyaanya apakah tasawuf harus mengamalkan tarekat bagaimana kalau ilmu tasawuf tanpa terekat? Disudut kanan blog ini saya membuat sebuah poling tentang ini dengan pertanyaan yang sama, “Apakah Belajar Tasawuf Harus Dibimbing Guru Mursyid?”. Hasilnya (17 Maret 2012) dari 6.898 orang yang ikut poling sebanyak 6.286 atau 91,13% memberikan jawaban YA, 353 orang atau 5,12 % memberikan jawaban TIDAK dan sisanya 259 orang atau 3,75% memberikan jawaban TIDAK TAHU.