Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Pengaruh Thareqat Naqsyabandi Di Dunia Islam

Tasawuf merupakan suatu tradisi spiritual yang paling luas dikenal dalam sejarah agama islam. Berpijak pada sumber utamanya, yakni al-Qur’an dan Hadis Nabi. Kecenderungan mistik atau tasawuf kaum muslimin telah memainkan peranan penting dalam sejarah keyakinan umat islam, baik dalam perkembangan pribadi maupun kolektif. Thareqat pada awalnya merupakan ilmu yang diajarkan khusus oleh Rasulullah adalah “thareqatussirriyah”, suatu amalan rahasia di kalangan para sahabat. Selanjutnya berkembang menjadi lembaga / organisasi peramalan dzikir. Perilaku Nabi Muhammad SAW merupakan cikal bakal dari pengamalan tasawuf / thareqat yang kemudian diteruskan oleh ‘Ahlul Bait’, Khulafaur Rasyidin, para sahabat yang lain, para Ahlus shufah, dan para salafus saleh dari zaman Tabi’in, Tabi’it tabi’in sampai dengan zaman sekarang ini.

Para sufi dan guru mursyid meneruskan seluruh tradisi spiritual atau thareqat yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW sehingga tetap terjaga kemurniannya. Para wali, sepanjang hidupnya melakukan perbuatan taat pada perintah Allah SWT, menjaga sunnah dari pada Nabi. Merekalah yang disebut oleh Rasulullah sebagai Ulama Pewaris Nabi. Mereka mempunyai hubungan secara ruhani dan ada pula mempunyai hubungan nasab (jasmani) dengan Nabi. Hubungan itu dari orang yang bersangkutan secara turun-temurun bersambung sampai kepada Rasulullah SAW. Hubungan demikian itu kemudian dikenal dengan “Tali Silsilah.”

Agama Islam tidak mungkin menyebar luas dan begitu tahan lama di wilayah-wilayah penjuru dunia Islam kalau tidak ada ahli thareqat yang menyebarkan ajaran Islam. Begitu pula Islam tidak akan mampu mengakar begitu kuat dalam masyarakat khususnya di Indonesia, kalau tanpa mereka.

Pada masa lampau, beberapa tokoh sufi amat berpengaruh di Indonesia, seperti Hamzah Fansuri, ia adalah seorang ahli tasawuf asli Melayu, yang selalu mengembara dan menyebarkan dakwah islam. Demikian pula muridnya, yang bernama Syaikh Abdul Ra’uf as-Singkily yang pernah belajar di Mekkah dan Madinah, telah berjasa besar dalam dakwah islam. Kemudian diteruskan oleh murid as-Singkily, yaitu Syaikh Burhanuddin Ulakan di daerah Pariaman, Sumatra Barat. Sederetan nama-nama seperti Syamsuddin as-Sumatrany, Syaikh Yusuf Makasar dan Wali Songo adalah tokoh-tokoh sufi yang berpengaruh dan mempunyai andil dalam dakwah penyiaran dan pembinaan islam di persada tanah air kita.

Thareqat Naqsyabandi sebagai salah satu dari thareqat Mu’tabarah, merupakan thareqat yang mempunyai pengikut lebih banyak yang tersebar di seluruh dunia, mulai dari jazirah Arab, Afrika, Eropa, Asia tengah, India, China, Asia Tenggara dan tentunya Indonesia. Syekh Baha’uddin Naqsabandi sebagai tokoh Thareqat Naqsyabandi sampai sekarang masih mendapat penghormatan dengan luas dan makamnya banyak dikunjungi orang. Makam itu terletak di Distrik Kagan, 10 km dari kota Bukhara (Uzbekistan), merupakan makam terbesar dan termegah di Asia Tengah. Kekeramatannya diakui oleh seluruh dunia karena beliau adalah seorang wali utama dan pelindung kota Bukhara. Dari dulu sampai sekarang penduduk Bukhara betul-betul percaya bahwa dengan satu kali mengucapkan ‘Bahauddin bala gardam’, yang artinya Baha’uddin menjauhkan umat dari kemalangan. Mereka dapat terlindungi dari malapetaka. Bukan hanya itu, seluruh Duta besar atau penasihat dari kesultanan Turki Usmani dan kerajaan Bukhara selalu berasal dari guru-guru atau tokoh-tokoh thareqat Naqsyabandi.

Para ahli silsilah thareqat Naqsyabandiah berasal dari berbagai belahan dunia. Di antara mereka ada yang menguasai bermacam-macam disiplin ilmu, dan telah ikut ambil bagian dalam menata kehidupan masyarakat islam secara keseluruhan. Seperti sayyidina Abu Bakar as-shiddiq RA. adalah sahabat utama Nabi, yang merupakan simbol kezuhudan bagi para sufi, karena keikhlasannya dalam membantu perjuangan nabi.

Sayyidina Imam Ja’far as-Shiddiq terkenal sebagai peletak dasar empat mazhab besar. Dia adalah imam keenam orang-orang syi’ah. Syaikh Abu Yazid al-Busthami terkenal sebagai pelopor paham “Wahdatul Wujud.” Syaikh Baha’uddin Naqsyabandi berhasil meletakkan dasar-dasar kesempurnaan dzikir yang sampai saat ini masih digunakan. Thareqat Naqsyabandi tidak akan bisa duduk bersanding dengan ilmu-ilmu pengetahuan eksakta yang begitu modern dan ilmiah, kalau tidak ada Sayyidi Syaikh Prof. DR. Kadirun Yahya Muhammad Amin al-Khalidiah, sebagai syaikh thareqat Naqsyabandi terbesar di dunia, dengan jumlah pengikut belasan juta orang.

Pengaruh tasawuf dan thareqat (termasuk thareqat naqsyabandi) amat besar sekali di seluruh dunia islam, ini dapat dibuktikan dengan banyaknya tempat dzikir, ziarah ke makam para wali, yang sampai sekarang masih terpelihara dengan baik. Tidak kecuali dengan di Indonesia. Tasawuf dan thareqat telah mempengaruhi aktivitas keagamaan dan kebudayaan masyarakat seperti Maulidan (memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad atau Guru Mursyid), tahlilan, marhabanan (asyraqalan), membaca kitab al-Baronzanji, Diba’, ziarah kepada kuburan wali sanga di Jawa (sembilan penyebar agama Islam di Jawa) yang dikenal dengan para sunan, yaitu Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Gersik, Sunan Derajat, Sunan Bonang, Sunan Qudus, Sunan Demak, Sunan Jepara, dan Sunan Gunung Jati. Ziarah guru thareqat yang masih hidup atau yang telah meninggal dunia, dan menghormati alim ulama dengan membawa persembahan dan lain-lain.

Sumber : Makalah “Sejarah Tarekat Naqsyabandi” Karangan Ahmad Risdianto, disampaikan pada acara Rapat YKAD se-Indonesia di Jakarta, 2006

Single Post Navigation

7 thoughts on “Pengaruh Thareqat Naqsyabandi Di Dunia Islam

  1. Sufi Ganteng on said:

    mursyid Naqshabandy Haqqani/ golden Chain yg ke 40 adalah Mawlana Syaikh Nazhim.
    visit: http://www.sufilive.com

  2. Ruslianto on said:

    TANYA JAWAB Prof.Dr.Harun Nasution TENTANG THAREKAT :

    Media : Saat ini banyak orang melakukan Tharekat, apa hakekat Tharekat sebenarnya ?
    Prof : Tharekat berkaitan dengan Tasauf, tasauf sendiri berkaitan dengan sufi. Sufi adalah orang yg mendekatkan diri pd Tuhan melalui dzikir,do’a shalat, maupun puasa, hingga mereka dgn hati nuraninya mampu melihat Tuhan.Bahkan bersatu atau manunggal. Inilah tujuan sufi, tiap-tiap sufi mempunyai cara sendiri untuk mencapai Tuhan.

    Media : Berarti untuk mencapai tingkatan Sufi, sulit ?
    Prof : Sulit, memang. Tapi bukan berarti tidak bisa dicapai. hanya orang tekun saja dan tak terikat materi yg bisa mencapai tingkatan mampu melihat Tuhan ini, Kebanyakan orang kan cukup hanya sam pai tingkatan bisa berdzikir saja, untuk kebutuhan rohani.

    Media : Dalam Islam, hukum Tharekat bagaimana ?
    Prof : Boleh, Nabi Muhammad SAW sendiri sebenarnya melakukan Tharekat. Ia mengasingkan diri, berhari-hari hingga akhirnya mempe- roleh wahyu. Jadi, apa-apa yang diikuti sufi-sufi ini, adalah mengikuti Nabi Muhammad. Sufi terbesar adalah Nabi Muhammad.

    Media : Bagaimana sejarah Tharekat masuk Indonesia ?
    Prof : Lewat mereka yang naik haji, Di Mekkah ada tharekat – tharekat, sekitar abad 17-18 ; Ketika pulang ke Indonesia, mereka pun menyebarkan tharekat , Ada Kadiriyah, Naqsabandiyah, Tijaniah, Sadiriah

    Media : Tharekat kerap dikaitkan dengan ibadah, Ada sementara kelompok yang menganggap penambahan dalam ibadah adalah bid’ah, Menurut Anda ?
    Prof : Itu biasanya yg mengatakan orang fanatik. Ada yg bilang Islam yg benar adalah Islam yg mengikuti kondisi zaman Nabi Muhammad. Selain itu, Islam sudah tidak benar. Ada yang mengatakan, tahun 1930-an, ada ulama bilang tak boleh memakai listrik. Tak boleh memakai mobil, harus unta karena waktu zaman Muhammad tak ada mobil. Telepon itu setan, karena ada suara tapi tak ada orangnya. Pendirian seperti itu tak bisa kita jadikan pedoman.

    Media : Tharekat sepertinya berkembang dikalangan ulama dibanding kaum cendikia.
    Prof : Cendikia seperti Muhammadiyah itu intelektual. Sementara NU kaum ulama. Kaum cendikia ini sepertinya sedikit sekali yg melakukan tharekat. Bahkan mereka cenderung anti.

    Media : Mengapa
    Prof : Karena mereka menyadari untuk berdo’a mesti langsung pada Tuhan.Sedangkan tharekat, melalui guru-guru, wasilah. Inilah yg ditentang kaum cendikia,Muhammad Abdul Wahab, tokoh Muhammadiyah menganggap apa yang dilakukan oleh tharekat adalah sirik.

    Media : Menurut Anda sendiri ?
    Prof : Semua tharekat melakukan itu, Tak ada salahnya. Dalam Al Qur’an disebutkan carilah jalan untuk bertemu Tuhan. Saya sendiri tak ikut Tharekat. Tidak harus, Saya melakukan tarekat saya sendiri.Jalan saya sendiri, tak punya aliran.Saya menentukan sendiri apa yg saya baca.Tak ada wasilah.Artinya tiap diri kita bisa melakukan tarekat sendiri tanpa perlu masuk tarekat tertentu.

    Media : Ini ada kaitannya dengan rasionalitas ?
    Prof : Kalau bicara soal tharekat, yang dikembangkan bukan lagi pikiran, tapi kalbu, hati nurani.

    Media : Anda percaya tharekat adalah terapi untuk memenuhi kebutuhan rohani ?
    Prof : Ya, hubungan tubuh dan jiwa erat sekali, Dengan dzikir, jiwa bisa mempengaruhi tubuh. Hasilnya kita akan jauh lebih baik.

    Media Minggu (16 Februari 1997) mengutip wawancara Hendriko L.Wiremmer dan Ade Alawi dengan Prof.Dr.Harun Nasution,
    seorang Tokoh sbg Peletak dasar rasionalisme Islam, dan Guru Besar Falsafat Islam ini dikenal peranannya dalam mengembang kan tradisi intelektual di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

    • abunawas on said:

      wau wau pada akhirnya prof Dr. harun Nasution ikut tarekat, ya memang harusnya begitu, krn blm kenal siapa2 di kehidupan kemudian….

  3. pitrueno on said:

    assalamualikum wbt..
    ada sekelompok naqshabandiah yg jarang dikenali iaitu dari yayasan jabal turkey.saya pernah melalui 3 perjalanan..
    naqshabandiah mujadidi,
    jabal qubais
    dan terakhirnya,jabal turkey..
    setiap satunya berbeza..

    • Ruslianto on said:

      Assallamua’laikum wbt,…pitrueno
      Dari yg tiga, tu yg top markotop,..yaa jabal qubais,…menurut sejarahnya “melahirkan” Para wali-wali Qutub seperti :
      # Saidi Syech Muhammad Hasyim Alkhalidi QS
      # Saidi Syech Ali Ridha QS
      # Saidi Syech Sulaiman Azzuhdi QS

      Al Qur’an :
      Dan bersabarlah bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di waktu pagi dan senja hari mengharapkan keredhaanNya. “Dan janganlah engkau berpaling dari pandangan engkau dari mereka”, karena mengharap perhiasan (kemewahan) hidup di dunia. Dan jangan lah kamu turuti orang-orang yang hatinya telah lalai (kosong) dari dzikir kepada Allah dan mereka mengikuti hawa nafsunya dan tingkah lakunya sudah melanggar batas.
      Suraah Al Kahfi-28.
      Wass: buat pitrueno, Salam hangat,…apakah ada info “lebih” untuk jabal Turkey ?.

  4. Ping-balik: …Gurumu itu adalah Guruku Juga…(2) | SUFI MUDA

  5. Apakah tharekat itu sama dengan terekat yang artinya lengket/ menempel ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: