Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Pentingnya Ilmu Tasawuf

IMG-20160309-WA0164Inti dari Tasawuf adalah akhlak terpuji sebagaimana tujuan utama Rasulullah SAW di utus ke dunia untuk memperbaiki akhlak manusia menjadi akhlak yang mulia (Akhlakul Karimah). Seorang yang mengamalkan tasawuf secara otomatis menjaga sikap dan tingkah laku agar selaras dengan apa yang diperintahkan Allah SWT. Mengubah akhlak manusia dalam jangka pendek bisa dilakukan dengan memberian nasehat serta pendidikan-pendidikan secara zahir baik pendidikan agama maupun pendidikan lain yang menekankan kepada moral. Akan tetapi untuk bisa mengubah akhlak manusia jangka panjang secara permanen harus dari dalam dimana hati manusia disinari dengan Kalimah Allah maka dengan itu pula hati dan seluruh badannya akan bersinar dan tunduk kepada hukum-hukum yang telah ditetapkan Allah SWT.

Nasehat yang keluar dari zahir Guru akan ditangkap oleh zahir murid, disimpan dalam akal fikiran dan suatu saat akan hilang di telan zaman. Sebagaimana kita ketahui bahwa akal fikiran manusia memiliki keterbatasan dimana dalam kondisi tidak sadar atau tidur akal tidak berfungsi sama sekali. Pelajaran yang diterima secara zahir oleh akal ini tidak akan bisa menjawab persoalan-persoalan berhubungan dengan gaib, alam kubur apalagi alam akhirat. Bagaimana mungkin manusia bisa menjawab pertanyaan malaikat tentang “Siapa Rabb mu?” sementara akal sudah hilang bersama hancurnya jasad bersama tanah.

Maka diperlukan Guru yang bisa mentransfer ilmu dari rohani kepada rohani murid, sehingga rohani murid memahami agama secara zahir dan bathin. Disinilah letak pentingnya ilmu Tasawuf/Tarekat lewat metodologi dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW kepada para sahabat, kepada genarasi setelah sahabat hingga sampai kepada kita hari ini. Mengajarkan rohani harus dengan rohani sebagaimana mengarjakan yang zahir harus dengan zahir, ini hukum yang berlaku di alam dan sangat ilmiah.

Pada hakikatnya Guru Mursyid yang berfungsi sebagai pembimbing para murid tidak mengajarkan dengan akal fikiran Beliau saja akan tetapi rohani Beliau tersambung kepada Arwahul Muqadasah Rasulullah SAW, bersambung kepada Nur Muhammad, Nur itulah yang mengajarkan sekalian ummat tentang hakikat Agama sehingga segala kegelapan menjadi terang benderang.

Nabi Muhammad SAW junjungan kita bukan hanya mendapat pengajaran zahir dan Beliau tidak bisa menulis dan membaca, akan tetapi Jibril AS mentransfer pengetahuan murni dari sisi Allah langsung kepada Qalbu Nabi sehingga dengan itu pula Beliau memahami segala sesuatu yang tidak dipahami manusia biasa. Proses transfer pengetahuan dari Allah SWT kepada Nabi Adam AS di surga sebagaimana yang digambarkan dalam al-Qur’an juga bukan sekedar transfer zahir tapi transfer rohani sehingga Adam yang berasal dari tanah naik derajat menjadi Khalifah dan seluruh malaikat diperintahkan sujud kepada Adam. Proses transfer ini yang kemudian kita kenal sebagai “Telah Ku tiupkan sebagian Ruh-KU”.

Siapapun manusia tanpa kecuali memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu, mencari Guru yang bisa menuntun dan membimbing dia agar bisa sampai dengan selamat kehadirat Allah SWT. Kesempatan yang diberikan Allah kepada kita hidup di dunia ini bukan untuk menumpuk harta, bukan untuk mengejar pangkat dan jabatan tetapi mencari dan menemukan jalan untuk bisa kembali kehadirat-Nya. Mengenal Allah dengan sebenar kenal dari dunia agar kelak ketika di akhirat kita juga mengenal Allah SWT karena Allah di dunia dan Allah di akhirat itu sama, Dia adalah Maha Raja di Hari Pembalasan.

Tasawuf dengan metodologi Tareqatullah warisan para Nabi tidak lain adalah agar manusia bisa mengamalkan syariat Islam dengan benar, sesuai dengan sunnah Nabi, sesuai dengan kehendak Allah bukan mengikuti akal pikiran dan hawa nafsu manusia yang lebih banyak salah dari benarnya. Tasawuf adalah proses secara perlahan masuknya cahaya Allah kedalam hati yang telah bersih dengan dzikrullah, hati yang bersih inilah yang bisa menerima pancaran cahaya Ilahi. Ketika cahaya Ilahi masuk ke dalam hati manusia maka segala kegelapan yang menutup hati dan jiwa akan hilang dan ruhani manusia akan senantiasa berhampiran dengan Allah SWT.

Sangat penting bagi kita semua tanpa terkecuali untuk mengambil warisan berharga Islam ini yang sangat ditakuti oleh musuh-musuh diluar sana yang setiap saat menghembuskan keraguan dan adu domba dari dalam agar ummat jauh dari tasawuf, jauh dari Api Islam. Ketika api itu dibuang maka hilanglah gairah dalam beragama dan beragama hanya bersifat rutinitas keseharian semata.

Semoga tulisan singkat ini memberikan semangat kepada kita semua untuk terus belajar menyempurnakan diri sebelum dipanggil kembali oleh Allah SWT dan kembali dalam kondisi jiwa yang tenang, kembali lewat jalan yang telah kita lewati berulang kali semasa hidup di dunia.

Semoga Bermanfaat…

Single Post Navigation

48 thoughts on “Pentingnya Ilmu Tasawuf

  1. belajar sufi on said:

    Setiap membaca tulisan SM…terasa ada depan mt…terasa tenang d ht…Ty SM…smg sehat n bahagia

  2. assalamualaikum bangda.
    bagaimana kalo abang juga uraikan cara membedakan tarekat yang murni dgn tarekat palsu agar orang yg ingin menekuni tarekat bisa membedakan.
    sekedar request bang…!!!.krna sangat banyak aliran2 sesat yg berkembang di indonesia.cuma skedar permintaan dari saya bang,kalo kurang berkenan dicuekin aj y bang..!!
    sy tak ingin membuat hati bangda terlukaa.hehe.
    teruslah berkarya abangku SUFIMUDA.
    WASSALAAM

    • wa’alaikum salam..
      Saran yang sangat baik..
      Insya Allah nanti saya tulis dgn lengkap.
      Standar paling mudah bagi kita adalah keputusan ulama tentang tarekat2 mukhtabarah, dari sana kita tahu mana tarekat yg boleh diikuti.
      Di Indonesia ada 40 lebih tarekat yang mukhtabarah.
      Demikian
      Salam

      • Assalamu’alaikum.
        Maaf pak SM,
        Kalau boleh tahu aliran Tareqat apa yang ada di Dayah Sufi Muda.?

        Saya tinggal di Medan – Sumatera Utara.
        Alhamdulillah..,
        walaupun tidak rutin, saya masih mengikuti Pengajian Tareqat Samaniyah di daerah Tanjung Selamat – Medan.
        Saya pernah di Bai’ah oleh seorang Mursyid Syekh Parjan (almrhm).
        Dan sekarang diteruskan oleh muridnya seorang khalifah muda bernama Hambali.
        Kalau tidak silap saya,, pendiri Tareqat Samaniyah di Medan ialah Syekh Haji Ibrahim Bonjol.

        Terimakasih.

        Salam santun 🙏

  3. Helmi ardial on said:

    Assalamualaikum wr wb,

    Sungguh semakin membukakan hati setiap membaca tulisan SM. Semoga Allah melimpahkan Rahmat dan Hidayah Nya bagi kita semua.

  4. dwi budi stiono on said:

    Terima kasih SM semoga saya dapat dipertemuka dg guru tasawuf

  5. YadiAnakAyah on said:

    Astaghfirullah hal adzim, Alhamdulillah, Assalamualaikum Wr Wb bang SM, Selamat mengemban tugas menyelamatkan umat dengan cara mengajak bertasawuf, mendirikan Dayah SUFIMUDA, semoga lancar dan dimudahkan urusannya ya bang, sehingga bertambah banyak lagi yang bisa mengenal Allah dengan sebenar benarnya kenal,,, Mohon maaf ya bang saya mau tanya sama bang SM, ikhwan ukhti yang di Dayah SUFIMUDA abang arahkan bermursyid kepada siapa bang,, Mohon beri pencerahan ya bang… (Nabi Ibrahim mempunyai keturunan yang keduanya juga Nabi yaitu Nabi Ismail dan Nabi Ishak, tetapi yang sudah banyak menerima pengalaman kebatinan sama Nabi Ibrahim, dan seterusnya, lalu bagaimana…) Astaghfirullah hal adzim..

  6. Astaghfirullah hal adzim, Alhamdulillah, Assalamualaikum Wr Wb bang SM, Selamat mengemban tugas menyelamatkan umat dengan cara mengajak bertasawuf, mendirikan Dayah SUFIMUDA, semoga lancar dan dimudahkan urusannya ya bang, sehingga bertambah banyak lagi yang bisa mengenal Allah dengan sebenar benarnya kenal,,, Mohon maaf ya bang saya mau tanya sama bang SM, ikhwan ukhti yang di Dayah SUFIMUDA abang arahkan bermursyid kepada siapa bang,, Mohon beri pencerahan ya bang… (Nabi Ibrahim mempunyai keturunan yang keduanya juga Nabi yaitu Nabi Ismail dan Nabi Ishak, tetapi yang sudah banyak menerima pengalaman kebatinan sama Nabi Ibrahim, dan seterusnya, lalu bagaimana…) Astaghfirullah hal adzim.

  7. Hasanuddin on said:

    Assalamualaikum…

    Saya ingin bertanya, bagaima jika sampai akhir hayat seseorang tdk brtemu dengan guru mursyidnya? Apakah mmg dia sdh dtakdirkan utk tdk mengenal Allah SWT…?

    • Hasanuddin

      Saya ingin bertanya, bagaima jika sampai akhir hayat seseorang tdk brtemu dengan guru mursyidnya? Apakah mmg dia sdh dtakdirkan utk tdk mengenal Allah SWT…?
      ================================================
      jawabannya di Al-Kahfi 17 …. cari sendiri artinyanya ya 🙂 jangan tafsirnya karena kalau tafsir tergantung aliran apa yang mereka ikuti, terjemahannya saja dan tafsirkan sendiri biar hati nuranimu sendiri yang melihat

      • @Jiraya sennin;

        saya kira maksud dari Al Kahfi 17 adalah jawaban dari seseorang yg tidak mendapatkan/ bertemu seorang waliyyan mursyidaan karena memang disesatkan oleh Allah….

        saya yakin seharusnya ada sebab nya mengapa seseorang sampai mengalami nasib demikian… disesatkan oleh Sang Maha Kuasa.
        dan berakibat diakhir masa hidupnya seseorang itu tidak dapat mengenal kembali Tuhan nya.

        jika ini tanpa alasan, tentu tidak adil, karena Allah telah mentakdirkan seluruh manusia dapat mengenal dan kembali kepada Nya…

        jadi dengan kata lain, surat Al Kahfi 17 ini menjawab 1 pertanyaan saja dari sekian banyak kemungkinan seorang tidak dapat mengenal kembali Tuhan nya.

        • saya dulu juga pernah berfikir seperti itu…..

          Allah Maha ADIL!!!

          Jangan dikira Iblis itu tidak diberi kesempatan untuk bertaubat.
          sudah 3 X Iblis diberi kesempatan taubat, tapi karena EGOnya dan Penyakit Iri dengkinya kepada anak kemarin sore (Nabi Adam) dia (iblis) tetap tidak mau tobat.

          sampai Tuhan MEMUTUSKAN!!

          QS. Al-Hijr Ayat 39
          Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena ENGKAU telah MEMUTUSKAN aku SESAT, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya.

          Begitu juga dengan KITA!!!!
          mungkin banyak dari kita meremehkan yang namanya NASEHAT!

          Apapun itu dan darimanapun itu jika NASIHAT ITU BAIK maka AMBILAH! apalagi ini dari Tuhan semesta alam sendiri (ALLAH). jika ini diabaikan lalu siapa lagi yang kalian mau dengar!?

          ‎Firman Allah SWT:
          “Ingatkanlah olehmu, sesungguhnya peringatan itu sangat bermanfaat bagi orang-orang yang beriman” (Adzdzaariyaat: 55)

          mungkin banyak dari kita menolak itu NASIHAT yang BAIK makanya Tuhan memutuskan SESAT/Di SESATKAN!!!

          sekarang yang sudah dapat info dari Tuhan sendiri di Al-Kahfi 17, silahkan mengambil Keputusan!

          Kami hanya menyampaikan, keputusan disesatkan apa tidak ditangan anda sendiri.

          Apa apa yang menimpau adalah dari perbuatan tanganmu sendiri

          • @Jiraya… mohon maaf, untuk komentar anda ini:

            “…saya dulu juga pernah berfikir seperti itu…..”

            apa maksud nya, dulu anda sepaham dg pendapat saya, lalu sekarang tidak lagi, karena mendapat pencerahan baru, atau bagaimana?

            jika saya simak tulisan anda di atas, sptnya kita masih sepaham yaa…

            saya percaya Allah itu maha adil.
            seluruh manusia diciptakan Nya dalam kondisi equal. yaitu mengenal Nya dan kemudian takdir pilihan manusia lah yg menentukan nasib nya sendiri.

            begitu kah?

    • @Hasanudin;
      pertanyaan yg sama pernah saya ajukan ke Bang SM…
      ada tulisan Beliau yg relevan dg pertanyaan anda, mungkin bisa menjawab pertanyaan tsb…silakan anda baca:

      “Nasib mu ditentukan oleh Variable”
      “Menciptakan Takdir”
      “Ketidakpastian 1 & 2”

      selamat menyimak….

  8. Ruslianto on said:

    Dialog menyeramkan di Kamar mandi Fir’aun

    FIR’AUN ; He,…. Siapa anda, mengapa ada di kamar mandi ini ,….

    IBLIS ; Apakah engkau tidak kenal aku,….. Bukankah aku makhluk yang engkau ciptakan,…

    FIR’AUN ; Tidak,..Tidak,… aku ta’ pernah menciptakan makhluk,

    IBLIS ; Bukankah ‘kau mengaku sebagai tuhan,…. Sungguh luar biasa-nya engkau Fir’aun Aku saja yang selama mengabdi jutaan tahun kepada Tuhan. Hanya karena membantah sedikit saja tentang kejadian Adam,…. Dilaknat Tuhan, Sedang ‘kau Fir’aun ‘baru jadi raja saja – berani betul mengaku menjadi Tuhan,……..
    sungguh hebat ‘kau Fir’aun.

    Kejadian atas dialog dua makhluk ini ‘menggambar’ bahwa keduanya tidak kenal Tuhan, Mangka nya kenal dulu baru timbul sayang,…… Karena ta’ kenal – lah maka ta’ sayang.

    Demikian,…..SMOGA bermanfa’at.

    Wass,

    • tobirama on said:

      Kejadian atas dialog dua makhluk ini ‘menggambar’ bahwa keduanya tidak kenal Tuhan,…

      maaf anda salah bang justru yang paling kenal (malrifat) dengan Tuhan adalah Iblis sendiri, dia jauh lebih mengenal-Nya ketimbang kita2 ini.

      masalah si iblis cuma 1, gengsi doang ga mau merendahkan dirinya kepada adam, itu tok. jadi benar kalau Nabi dlm haditsnya “tidak akan masuk syurga kalau ada kesombongan sedikit saja dalam hati”, walau kita suluk/ibadah tiap hari seumur hidup.

  9. Ruslianto on said:

    Ass. Bg.Arkana

    Kisah disebaliknya itu, bermakna bahwa dialog antara iblis dengan fir’aun di sebuah kamar mandi megah yg berada diistana kerajaan mesir kala itu, berkaitan juga dengan ‘takdir’ – dan dialog tsb, dirilis dari footnote Imam ibn Katsir dalam penafsirannya pada surah An Nazi’at ayat 15 s/d Sembilan belas ; ‘ Sudahkah sampai kepadamu [ya Muhammad] kisah Musa-Tatkala Tuhannya memanggilnya dilembah Tuwa’-‘Pergilah kamu kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas-dan katakana kepada fir’aun ; ‘Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri, – Dan kamu [Fir’aun] akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar kamu takut kepada-NYA..’

    Dalam kisah diatas dan Tentu dengan Kasih Sayang Allah SWT, Yang Maha Mengetahui,…. Bahwa Fir’aun mengaku dirinya Tuhan, masih diberi kesempatan dan Allah SWT mengirim Nabi Musa a.s agar fir’aun ‘mau membersihkan diri [jiwa] yang akan menimbul kan rasa takut kepada Allah. Karena Allah Maha Mengetahui diakhir kehidupan fir’aun [dipinggir Laut Mati dan setelah melihat Laut terbelah] Fir’aun dalam TAKDIR mengakui Kebesaran Tuhannya Nabi Musa a.s

    Kejadian inilah yang membuat iblis mendatangi Fir’aun, di kamar mandinya, ‘Kau ini bodoh apa nekat,…kata iblis, dan aku ini memang membantah tentang kejadian Adam, tetapi tetap mengakui adanya Tuhan, ‘kau malah mengaku sebagai tuhan. Oke-lah sampai jumpa di neraka.

    Sesungguhnya Allah Maha Kuasa dan Mengetahui Sesuatu, Disini ada takdir ‘DUA PENANGGUHAN’ iblis ditangguhkan karena berhasrat mengajak bani adam ikut terseret keneraka- Penangguhan kedua Fir’aun dikirim Mursyid sekaligus Nabi dan satu paket kerasulan, yang dapat membersihkan jiwa dan ‘yang penting ‘ada timbul rasa takut’ kepada Allah SWT DAN Pengakuan ADANYA ALLAH SWT.
    Kisah dalam sejarah manusia itu sebagai I’tibar bagi kita, dan ta’ Lepas dari yang ditakdirkan sudah.

    Demikian, Smoga-bermanfa’at,
    Wass.

  10. pengembara on said:

    Dari ilmunNyalah manusia mndapatkN takdirnya…

  11. Ruslianto on said:

    TAKDIR DI-UJUNG MAUT

    Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib ra. pernah meriwayatkan sebuah hadis berikut ini, ‚Ketika kami mengantar jenazah seorang sahabat di pekuburan Baqi’ al-Gharqad, tiba-tiba Rasulullah Saw. datang kepada kami, kemudian beliau duduk dan kami pun duduk bersama beliau.
    Pada saat itu, beliau memegang sebuah kayu (tongkat), kemudian beliau menggali tanah dengan kayu tersebut, seraya berkata, ‘Tidak seorang pun di antara kalian yang bernafas, kecuali telah ditetapkan kedudukannya di dalam surga atau neraka, dan telah ditetapkan baginya sebagai orang yang celaka atau sebagai orang yang selamat.’ Mendengar ucapan Nabi tersebut, seorang sahabat mengajukan pertanyaan, ‘Ya Rasulullah, apakah sebaiknya kami menyerah kepada ketetapan takdir yang telah digariskan bagi kami, tanpa beramal sedikit pun?’ Beliau Saw. menjawab, ‘Siapa pun yang telah ditetapkan sebagai seorang yang akan mendapatkan Kebahagiaan, maka ia akan beramal menurut amalan orang-orang yang ditetapkan akan mendapatkan kebahagiaan. Dan siapa saja yang ditetapkan sebagai seorang yang akan mendapat kesengsaraan, maka ia akan beramal menurut amalan orang-orang yang akan mendapat kesengsaraan. Oleh karena itu, beramalah kalian masing-masing, karena setiap orang akan diberi kemudahan menurut takdirnya masing-masing. Jika ia telah ditetapkan sebagai orang yang bahagia, maka ia akan memperbanyak amal kebajikan yang akan mengantarnya menuju kebahagiaan.

    Sebaliknya, jika ia telah ditetapkan sebagai orang yang celaka, maka ia akan memperbanyak amal-amal keburukan yang mengantarnya menuju kesengsaraan.’ Kemudian beliau membacakan firman Allah Swt.,
    ‘Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa, serta membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil, serta merasa dirinya cukup, juga mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sulit,’ (QS Al-Laîl [92]: AYAT 5-10).”

    ‘]Yang dimaksud ‘merasa cukup’ yaitu tidak perlu lagi pertolongan Allah SWT-dan tidak bertaqwa kepada-NYA.

    Siapa pun yang telah ditetapkan sebagai calon penghuni surga oleh Allah SWT, maka qalbunya akan giat untuk Selalu dalam kecendrungan beramal shaleh [dzikir] dan beribadah [menegakkan sholat,zakat, puasa,haji dll], serta ia akan menjauhi segala larangan Allah. Ia akan selalu menuju kepada kebaikan, dan tidak mau menuju ke tempat-tempat maksiat.
    “Ya Allah, jadikanlah segala urusanku berakhir dengan kebaikan, dan lindungilah aku dari kesengsaraan di dunia maupun siksa di akhirat kelak.” [Terangkum dalam Musnad Imam Ahmad ibn Hambal].

    Demikian. Smoga bermanfa’at
    Wass.

    • Bang Rusli;
      tulisan Abang Takdir Diujung Maut ini sebenarnya semakin meyakinkan pemahaman saya mengenai takdir.

      Ketentuan Allah mengenai garis kebahagiaan, yakni seseorang yang ditetapkan sebagai orang yg berbahagia dan seluruh amalannya akan membawanya menuju pada kebahagiaan,
      Atau sebaliknya, garis kesengsaraan, yaitu seseorang yg ditetapkan celaka, sehingga dia akan memperbanyak amal-amal keburukan yang mengantarnya menuju kesengsaraan.

      Saya memahami dua hal di atas itu sebagai sebuah takdir atau ketentuan yg memang diprogram oleh Yang Maha Kuasa, sama seperti ketetapan Allah atas gravitasi planet di alam semesta ini

      bahwa seseorang yang berada di bumi akan jatuh ke tanah jika dia tidak memiliki pijakan yang kuat.
      Maaf ya, Abang… bukan bermaksud berolok-olok… 🙂

      Tapi saya tetap yakin dengan keadilan Tuhan… pasti ada alasan nya mengapa seseorang ditetapkan bahagia atau dijerumuskan sengsara.

      Bila seseorang memilih pijakan yang kuat, Allah akan menetapkan jalan bahagia kepada nya… begitu pula sebaliknya.

      • Ruslianto on said:

        AYAHANDA GURU, pernah berfatwa 33 thn, yg lalu ; ‘Jika batu dilempar keatas pasti atau tidak, jatuh ke bumi…….. Jawabannya PASTI, dan itu dalam kadar kepastian, bukan BAHAN OLOK-OLOK.
        Dan begitu juga Ilmu thareqat itu bukan bahan olok-olok.

        • Bang Rusli….

          dalam beberapa kesempatan berdiskusi, banyak pihak yg tidak sepaham dg saya mengenai hukum gravitasi yang saya sebut sebagai bagian dari takdir Allah.

          bisa juga saya yg keliru, tapi itu bagian dari pemahaman saya mengenai firman afaqi dan firman kitabi.

          cuma sayangnya, banyak orang yg anggap saya mengada-ada (berolok-olok)…. karena membandingkan firman Allah dalam ayat-ayat suci Alquran dengan hukum gravitasi….

          mungkin karena hukum gravitasi ditemukan oleh seorang kafir yg bernama Newton… 🙂

  12. alexwandi on said:

    Assalamualaikum abang sufi muda , mohon jawabannya apa mashab ali bin abitalib dan di populerkan oleh syaik abdulqadir al jaelani hingga ke abang.,
    trimakasih.

  13. Ruslianto on said:

    Ass. Bg.Sufi Muda dan Bg.Arkana di peraduan dzikir dalam rahmat allah.

    Sebenarnya tersirat juga perlunya ditayang ulang bahwa apa apa yang saya alami kala itu yaitu, Ayahanda Guru belum lagi berlindung saya rajin sholat jum’at di surau karena seperti biasanya Ayahanda Guru akan memberikan fatwanya kepada yg hadir,…seperti persangkaan orang syari’at tentu istilah fatwa atau wejangan-lah katakan begitu, bernuansa pelajaran-pelajaran yg erat berkaitan yg pada waktu itu populernya teknologi al qur’an, tapi apa-apa saya dengar masya allah,… suara batin saya terbimbing dari pertanyaan yg timbul bukan BERASAL dari angan-angan saya atau konsep sebuah pemikiran dan anehnya pertanyaan tsb, dijawab dengan gamblangnya oleh Beliau,… [Sepertinya Beliau yg bertanya dan Beliau pula yg menjawab], Andaikan waktu itu kita [sudah] akrab, ingin rasanya menggandeng tangan bg.Arkana dan bg.Sufi Muda, untuk kita sama sama merasakan nikmat bernuansa syorgawi itu,.. ekstase seperti ini terus terhunjam dalam qolbu terutama pada hari jum’at kala itu.

    Saya kurang tau juga jika Bg.Arkana berpikir hampir kepada mereka yg kurang sepaham berhasrat agar menjadi mengerti, tentu ini tidak serta merta kita kaitkan penemuan newton [kapir] itu sendiri, bahwa ketetapan ttg dari hasil penemuan tsb, dipandang dari kaca mata orang beriman adalah sungguh luasnya ilmu Allah itu. Bagaimana pula jika ada pemikiran yg melenceng yaitu ttg kepastian dan jaminan syurga dari Rasulullah kepada Umar r.a [misalnya] ternyata diakhir hidupnya dibunuh pada waktu sholat pula lagi. Karena bagi saya pribadi fenomena ‘kepastian’ itu terbimbing begitu saja, ada kalimat pasti dan bukan mudah-mudahan.

    Smoga Allah menyingsingkan hijab bagi kita atas keilmuan Allah yang Maha Luas itu,… Dan kala itu pd hari jum.at Thn.sribusembilan ratus sembilantiga disurau QA yg menjadi khatib Prof.Jamaan Nur, diantara khutbahnya mengatakan bahwa; ada nilai plus atau kelebihan pengamal thareqat dari orang beriman lainnya yaitu ‘mendapatkan mursyid’, begitu banyak orang beriman tapi tidak bermursyid,… dan begitu pula orang yg paham tentang kemursyidan namun belum juga menemukan sang mursyid,.. bahkan adapula yg kapasitasnya setingkat guru mengaji, sudah mengaku ngaku pula menjadi mursyid.

    Dan tentu tidaklah sama pereguk tetesan air syurga yang berasal dari sumber mata air yang asli dengan air yang mengalir dari celah-celah batu yg ada di lembah, walaupun mungkin dari sumber yang sama.

    Smoga menjadi bahan renungan.
    Wass.

  14. Ruslianto on said:

    FATWA AYAHANDA GURU BERLANJUT KALI INI TENTANG FIRMAN AFAQI.

    Fatwa Ayahanda Guru tentang Firman Afaqi berrlanjut; ‘Apa kata Edward Teller [Penemu bom Hidrogen],… Berikan padaku satu ember air , engkau akan lihat gedung tsb, hancur berkeping-keping. Semula orang tak percaya, ‘mosok, dengan satu ember air bisa meledakkan sebuah gedung, dan setelah diuji memang benar dan orang yang tak percaya menjadi percaya, lalu rame-rame tepuk tangan. [bom hydrogen siihh]

    ‘Apa pula kata Thomas Alva Eddison [Seorang Penemu Bola Lampu],… ‘Letakkan bukuku ini ditempat gelap gulita, kalian lihat menjadi terang menderang’…Pada awal orang ‘bebal’ tak mengakuinya ‘Apa mungkin, malam yang gelap ini bisa menjadi terang karena hasil pemikiran si Thomas,…. dan setelah diuji memang terbukti dan memang si Thomas itu seorang penemu bola lampu. Orang banyakpun berjingkrak-jingkrak tanda gembira. Dan Thomas Alva Eddison serta Edward Teller pun dipuji oleh masyarakat dunia.

    ‘Apa pula kata Tuhan,… ‘Letakkan Qur’an Ku ini diatas gunung, Engkau akan lihat gunung itu akan hancur berkeping-keping dan Letakkan Qur’an KU ini kepada orang mati, Engkau akan lihat nanti orang tersebut hidup kembali…………….. Tapi anehnya banyak orang tak’ percaya, yg kafir ya kafir juga.. apa benar Qur’an diletakkan diatas gunung, maka gunung akan hancur,… dan Qur’an juga bisa membangkitkan orang yg sudah mati.

    PADAHAL kedua hal itu telah Kami buktikan, Nah itulah diantara Firman Afaqi , Jika Qur’an-mu yang terdiri dari dawat dan kertas engkau letakkan diatas gunung, yah…. QUR’AN MU itu yang hancur.

    [Smoga tak disensor] Insya Allah berlanjut tentang ada kisah nyata menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal dunia, dan orang tersebut [Seorang Pengacara/Notaris bernama Bg.Rusli,SH] bercerita bagaimana keadaan dialam baqa Setelah kematian, dan bagaimana Sang Wali Akbar menghimpun murid murid yang istiqomah dialam baqa.

    Jangan kemana-mana Bg.Arkana ,… tetap disini saja, pasti seru dan kisah ini bukan dongeng belaka hal ini pernah terjadi pula di zaman Nabi Isa a.s, ………. tentu setelah yang satu ini.

    Sebab itu-lah ada kata pasti dan bukan mudah-mudahan,.. dan saya pribadi merasa bersyukur tentang kepastian itu karena doeloe itu dihadapan saya diberi kesempatan tergambar jelas fenomena akbar teknologi al Qur’an itu.

    Wass. Smoga bermanfaat.

  15. Gan sufi muda ane kepingin banget belajar ilmu tasauf ini..
    Ane benar benar penasaran banget apa maksud dr manunggaling yg kata syeh siti jenar itu?
    Ane bingung mesti nyari kemana mursyidnya? Gimana cara ngebedain mursyid palsu sama mursyid asli? Ane bingung, Soalnya ane pernah ketemu sama oranh yg kata temen deketnya dia tuh sufi.. ane diajarin dzikir sama sidoi, bener2 yg diajarin tuh dzikir mulu.. tapi anehnya si doi tuh ane perhatiin jarang solat 5 waktu…

    • Ruslianto on said:

      Istilah,..’manunggaling’ boleh-boleh aja tapi nik’mat-nya kalau-lah boleh diperumpamakan seperti apa yaa, nik’mat sorga dunia, atau maaf lebih nik’mat dari ‘malam pertama’ nya pengantin baru. apa engga kepincut lu.
      Dan perlu anda ketahui bahwa wali kembali lagi ke dunia [bumi] setelah ekstase nya, itu lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya menurut Sang Mujahid Sayyidi Syech Ahmad Al-Faruqi Sir Hindi [Silsilah ke-23 TN ].
      he he he he jangan-jangan do’i mu he he he he

    • Abi Rohidin Hami on said:

      Salam Kenal saudara-saudaraku, izin nimbrung, sebetulnya yang disebut manunggaling kawula gusti itu cuma bahasa simbol dalam dunia tasawuf yang artinya hampir mirip dengan wihdatul wujudnya Ibnu Taimiyah, tapi arti yang sebenarnya dari manunggalung kawula gusti bukan seprti wihdatul wujudnya Ibnu Taimiyah, beda persepsi, di dunia tasawuf tidak dikenal istilah wihdatul wujud atau bersatunya dua benda karena tidak mungkin manusia bersatu dengan Allah meskipun di dalam diri manusia terdapat Asma, Af,al dan Sifatnya Allah tapi bukan zat Allah, yang dimaksud dengan Manunggaling Kawula Gusti (Istilah Jawa) di dalam tasawuf disebut Wihdatus Syuhud kesatuan Penyaksian yaitu, seseorang yang sudah sangat tinngi maqomnya didalam tasawuf/Thoriqot maka yang dilihat hanya Allah bukan yang lainnya, adapun Wihdatul Wujud disampaikan oleh Ibnu Taimiyah pada saat beliau belum “memahami” tasawuf/Thoriqoh, meskipun di akhir hayatnya Ibnu Taimiyah mengakui Tsawauf setau saya beliau belum sempat menulis buku soal Tasawuf hingga beliau wafat, yang banyak menulis soal ilmu tasawuf adalah murid beliau yaitu Ibnul Qoyim Aljauziyah ( mohon ma,af jika saya salah) adapun pendapat saudaraku ada pengamal tarekat/Thoriqoh itu tidak sholat 5 waktu itu bukan lah ajaran tarekat, karena ajaran tarekat biasanya tidak bertentangan dengan syariat, salah satunya ya menjalankan perintah sholat 5 waktu,

  16. Assalamualaikum wr.wb,
    Proses transfer pengetahuan dari Allah SWT kepada Nabi Adam AS di surga sebagaimana yang digambarkan dalam al-Qur’an juga bukan sekedar transfer zahir tapi transfer rohani sehingga Adam yang berasal dari tanah naik derajat menjadi Khalifah dan seluruh malaikat diperintahkan sujud kepada Adam. Proses transfer ini yang kemudian kita kenal sebagai “Telah Ku tiupkan sebagian Ruh-KU”.

    Allah tidak pernah berfirman bahwa , telah Ku tiupkan sebagian ruh-KU saat penciptaan Adam, melainkan : Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” (QS. Al Hijr (15) : 28-29).

    jika ¨ Telah Ku tiupkan sebagian ruh-KU¨. difirmankan oleh Allah saat penciptaan adam, sangat mustahil, karena adam tidak punya ibu dan arti ayat tersebut akan berbeda.

    wassalamualaikum wr.wb,
    sayyid

    • Ruslianto on said:

      Assalamualaikum wr.wb,

      Nah,. itu ber-arti 100 PERSEN dan bukan 99 PERSEN, JIKA ada pertanyaan apakah Bani Adam juga sama ruh-nya Nabi Adam a,s, jika jawab -nya ‘yes’ Maka ruh-nya si Ahok pun si iblis wajib tunduk, ‘kan gitu ya bang Sayyid.

      wassalamualaikum wr.wb

      • Assalamualaikum wr.wb,
        anda sangat lucu bang Ruslianto.
        maksud saya sebenarnya begini:
        jika kita tidak paham awal penciptaan manusia dari adam,hawa,nabi isa dan anak cucu adam,kita mustahil tau asal mula diri kita sendiri.
        kalimat yg tertera di atas : Telah Ku tiupkan sebagian ruh-KU¨
        hanya terjadi pada penciptaan nabi isa a.s saja dan tidak pada nabi adam,siti hawa dan anak cucu adam.
        jika bang Ruslianto ingin penjelasan akan saya inshaAllah jelaskan.

        wassalamualaikum wr.wb,
        sayyid

        • Ruslianto on said:

          Assalamualaikum wr.wb,
          yth.sodaraku bang Sayyid yang slalu dalam peraduan dzikir.
          Saya pribadi sangat ingin diberikan penjelasan-nya tapi Lebih menarik jika penafsiran Qur’ an-nya disandarkan pada ilmu tasauf sperti ibnu ‘Ajibah. misalnya.
          Trimakasih atas perhatian.

          wassalamualaikum wr.wb,

          • Assalamualaikum wr.wb,
            yth.sdrku bang Ruslianto,
            Allah S.W.T telah berfirman pada surat al-fatihah ayat 6 dan7 : Tunjukilah kami jalan yang lurus,Yaitu jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat, bukan jalan yang dimurkai, bukan pula jalan orang-orang yang sesat.

            saya uraikan pendapat saya soal penciptaan adam terlebih dahulu.
            -Allah telah berfirman :Dan ingatlah tatkala Tuhanmu berkata kepada para Malaikat:’Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi . Mereka bekata:’Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman:”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui ” (QS.Al-Baqarah: 30).

            Allah telah menjadikan adam di surga dari tanah dari bumi.
            seperti abang Ruslianto juga tau segala sesuatu ciptaan melalui proses begitu juga apa yg terjadi dengan tanah permukaan bumi ini sehingga menjadi mani.Adam tidak diciptakan Allah dibumi, apabila terjadi penciptaan dibumi sudah tentu adam mempunyai seorang ibu.jelas bahwa Allah telah menciptakan adam di surga tepat dengan firmanNYA yg berbunyi:“Maka opabila Aku telah menyempurnakan kejadianya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduk kamu kepadanya dengan bersujud” (QS. al-Hijr 15:29).
            kenapa di surga? arti surga adalah kenikmatan yg kekal tidak ada kesusahan dan sesuatu yg bersifat jerih payah seperti buang air besar/kecil,bekerja, melahirkan dan sebagainya ,saya berikan contoh satu, firman Allah :Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim.(al baqarah ayat 35)jadi jelaslah bahwa adam juga dijadikan oleh Allah dari mani yg bercampur walaupun tidak melalui seorang ayah dan ibu seperti firman Allah yg berbunyi:Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.(al insaan ayat 2).

            Baiklah saya teruskan pendapat saya mengenai penciptaan siti hawa menurut alquran inshaAllah dengan bimbingan Allah.

            menurut Bible dan hadis,bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam, mengingat firman Allah yg berbunyi pada Alquran surat an nisa ayat 1 :
            4:1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
            dan beberapa ayat lainnya dari Alquran memberikan pandangan bahwa ada kemungkinan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam.

            Hanya tiga manusia yg pernah Allah ciptakan tanpa bersetubuh yaitu :
            Adam,Hawa dan Isa almasih tetapi( dengan mani yg bercampur ) dan seluruh manusia yaitu keturunan adam dan hawa terjadi dari setetes mani yg bercampur ( bersetubuhan antara suami dan isteri) tertera pada surat al insan ayat 2, Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

            jadi seluruh manusia dari adam sampai sekarang ini Allah S.W.T ciptakan dengan mani yg bercampur (tanpa bersetubuh maupun dengan bersetubuh).
            Allah telah jelas berfirman pada surat yassiin ayat 77.
            Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani) ,maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!
            siapakah yg Allah sebutkan sebagai manusia?
            apakah keturunan Adam dan Hawa saja?sudah tentu tidak ,karena adam dan hawa juga manusia.

            -siapakah penantang yg nyata?
            apakah keturunan adam dan hawa saja?sudah tentu tidak ,karena adam dan hawa telah keluar dari surga karena menantang Allah.

            jika siti hawa diciptakan dari tulang rusuk adam sudah tentu wanita lebih tinggi kedudukannya dari pada pria karena mani adalah air yg hina dibandingkan dari tulang rusuk tetapi ini di bantah dengan firman Allah yg berbunyi :
            “Bagi laki-laki (suami) terhadap mereka (wanita/istri) satu derajat lebih tinggi.”(Q.S. Al-Baqarah : 228)

            Kita manusia adalah hina dan sebagai makhluk yg hina adalah hamba di hadapan Allah.

            penciptaan siti hawa menurut bible dan hadis dari tulang rusuk nabi adam adalah tidak benar karena ini adalah ulah bangsa yahudi saja yg membodohkan umat Muhammad s.a.w.

            saya lanjutkan pendapat saya soal penciptaan nabi isa a.s.
            Allah berfirman :Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (Q.S. Ali ‘Imran : 59)

            dari tanah bumi menjadi mani melalui proces penciptaan.
            kita lihat bagaimana nabi isa a.s diciptkan oleh Allah menurut firman Allah yg berikutnya.
            Allah berfirman surat At Tahrim ayat 12
            Qs 66:12 “Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya , dan dia adalah termasuk orang-orang yang ta’at.”

            arti ayat ini inshaAllah sbb,

            Ditiupkan kedalam rahimnya (maryam) SEBAGIAN dari ruh (ciptaan) kami.
            kita menyadari bahwa ruh tidak dapat terbagi (dua) yaitu dari Allah dan maryam.
            kata ruh dari ayat ini adalah sesuatu yg bercampur dari Allah dan dari maryam sehingga menjadi sesuatu yg hidup.
            kita juga menyadari bahwa segala sesuatu yg dijadikan oleh Allah melalui proses dan proses ini juga terjadi pada diri maryam.
            kata (sebagian) dari ruh ciptaan kami adalah (mani) yg telah dibawa oleh malaikat jibril kepada (sebagian) dari diri maryam(cel telur).

            kita lihat lagi firman Allah soal penciptaan isa a.s yg mirip dengan ayat di atas tetapi yg artinya berbeda.
            surat Al Anbiya ayat 91: Qs 21:91 “Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.”

            dalam ayat diatas ini, isa a.s sudah sempurna atas kejadiannya lalu ditiupkan ruh ke dalamnya sama seperti kejadian adam a.s, firman Allah :
            Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” (QS. Al Hijr (15) : 28-29),

            pendapat saya mengenai: ruh
            1.pendapat saya mengenai surat at-Tahrim ayat 12.
            kata ruh dalam ayat ini adalah sesuatu yg hidup melalui proses yaitu mani.
            sebagian dari Allah dan sebagiannya lagi sudah tentu dari maryam.

            2.pendapat saya mengenai surat al-Anbiya ayat 91.
            kata ruh adalah sesuatu yg hidup setelah sempurnanya kejadian.setelah isa sempurna dalam tubuh ibunya ditiupkanlah ruh padanya seperti penciptaan Adam.

            InshaAllah dengan pendapat saya ini dengan tuntunan alquran telah menjelaskan ketidakfahaman atas penciptaan manusia.
            penciptaan adam dan hawa adalah di surga tidak melalui tempat yg kokoh yaitu rahim karena di surga tidak ada jerih payah.

            jika ada kesalahan atau pertanyaan,inshaAllah dapat kita bahas bersama.

            wassalamualaikum wr.wb,

            sayyid

            • Ruslianto on said:

              Ass, Soudaraku Abangda Sayyid di Peraduan Dzikir Yang dirahmati Allah SWT

              Sungguh, LUAR BIASA, daya nalar Sdr.Sayyid, Terima kasih dan bermanfaat bagi kami. Saran saya Sdr, bisa sudah bisa buat ‘buku’. Sekali lagi terima kasih dan saya perlu membacanya ber-ulang2 agar kecipratan rahmatNYA juga.
              Wass.

  17. amir karyo on said:

    Termasuk buta iman:

    1. Membayangkan Alloh ada di atas/langit, padahal di luar angkasa tidak ada atas maupun bawah.

    2. Membayangkan Alloh sebagai sosok yang maha besar yang melingkupi jagad raya, padahal Alloh bukan sosok.

    3. Membayangkan Alloh menduduki singahsana yang maha besar, padahal Alloh tidak bertempat. Mana mungkin Alloh bertempat sedangkan Alloh Ada sebelum ruang dan tempat diciptakan.

    4. Membayangkan Baitullah/Ka’bah sebagai rumah Alloh. Berarti sebelum Ka’bah dibangun, Alloh adalah tunawisma alias gelandangan.

    5. Membayangkan Alloh sebagai sebuah cahaya/sinar, padahal Alloh tidak serupa dengan apapun.

    6. Membayangkan Alloh sebagai tulisan Arab, Padahal tulisan adalah buatan manusia.

    7. Membayangkan Alloh itu gaib, padahal Alloh itu Widhatul Wujud. Yang gaib itu alam.

    8. Membayangkan Alloh tersembunyi atau terhijab, padahal mana mungkin ada sesuatu apapun yang dapat menutupi Alloh.

    9. Membayangkan Alloh itu sebuah kehampaan atau kosong atau sebuah misteri, padahal tidak ada yang lebih nyata kecuali Alloh.

    10. Membayangkan Alloh itu nun jauh di sana atau di antah berantah, padahal Alloh maha dekat terhadap apapun atau siapapun.

  18. izin bg Sufi minta copynya

  19. Ilahi anta ma’sudi wa ridho kamatlubi.
    terima kasih Kd. SufiMuda untuk tulisannya

  20. Budak baonk on said:

    Slm kenal buat smuanya,,slamat menempuh jln ma’ripat & mencari mursid ny

  21. ass. terima kasih atas pencerahan yang diberikan

  22. Abi Rohidin Hami on said:

    salam kenal bang Sufi Muda saya Rohidin dari Cilandak, terima kasih atas tulisannya sangat bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: