Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

KESABARAN VS KESADARAN (2)

kiayiMarah merupakan kondisi wajar dialami oleh setiap orang apabila dia berada di kondisi tidak menyenangkan atau mendapat perlakuan semena-mena. Marah adalah respon terhadap hal yang terjadi disekitarnya. Karena marah adalah “akibat” maka setiap orang tentu berbeda-beda “sebab” dari kemarahan tersebut. Pada masyarakat tertentu, memegang kepala diartikan sebagai wujud dari sayang, dengan demikian apabila kepala dipegang tanda dia sayang dengan kita. Namun di masyarakat timur, kepala adalah sesuatu yang sakral, memagang kepala dianggap sebagai penghinaan. Mungkin itu juga sebabnya ibadah di masyarakat timur dilakukan dengan menundukan kepala, tanda sebagai wujud penghambaan.

Di Afrika ada suku mempunyai aturan unik, wujud kasih sayang dilakukan dengan cara meludah muka, hal yang sangat tabu di masyarakat lain. Disana jika berpisah dengan sahabat mereka saling meludah. Bisa anda bayangkan orang yang tinggal di Indonesia, kenalan kemudian anda ludah mukanya, maka saat itu juga persahabatan itu akan berakhir, syukur kalau anda tidak dipukuli.

Setiap orang mempunyai level marah berbeda, dan penyebab kemarahan juga berbeda. Artinya semakin tinggi Kesadaran seseorang maka semakin mudah anda pengendalikan emosi anda. Marah bisa muncul tiba-tiba, hal terpenting adalah anda harus sadar kalau anda sedang marah. Kebanyakan kemarahan yang berujung kepada tindakan-tindakan buruk adalah orang yang tidak sadar kalau dia sedang marah. Hanya karena tidak dibayar utang Rp. 20.000 kadang ada orang nekat membunuh orang, akibat kemaran tidak terkendali. Orang yang membunuh karena hal sepele ini diakibatkan KESADARAN nya sangat rendah.

Agama dalam hal ini membantu manusia agar lebih mudah mencapai level KESADARAN lewat janji pahala dan surga kepada orang yang berbuat kebaikan dan Manahan amarah. Nabi mengatakan orang kuat bukanlah orang yang mampu mengalahkan musuh secara fisik tapi orang yang bisa mengendalikan emosinya. Orang yang bisa menahan marah akan diberi ganjaran pahala dari Allah. Ganjaran pahala ini akan sangat membantu orang awam mencapai kesadaran tinggi. Awalnya mengejar pahala, lama-lama terbiasa dan akhirnya menjadi karakternya, karakter yang dibentuk oleh aturan agama ini lah kemudian menjadi manusia yang sempurna.

Jadi anda harus mengalami berulang kali menahan emosi, berulang kali sabar terhadap hal-hal buruk menimpa anda, sampai anda mendapat pelajaran dari pengalaman yang anda alami. Kalau anda sering dimusuhi orang, maka awalnya anda bersabar, anda menyebutnya sebagai ujian dari Allah. Tapi kalau sepanjang hidup anda dimusuhi orang banyak, apakah anda tidak mau merenung, kenapa anda dimusuhi?

Kalau di musuhi orang anda anggap sebagai cobaan dan pelajaran dari Allah, pertanyaan menarik adalah kapan anda menyelesaikan pelajaran atau cobaan itu? Dalam jangka waktu tertentu atau seumur hidup anda mendapat pelajaran yang sama?

Ibarat sekolah, tentu ada pelajaran yang berbeda setiap semester, menandakan si murid berkembang dan bertumbuh. Ada orang yang tidak naik kelas sampai 3 kali di kelas yang sama, sementara ada orang melompati kelas karena dia jenius. Pelajaran di alam ini diberikan Allah ada persamaan dengan sekolah, anda kalau belum selesai belajar dari apa yang anda alami maka pelajaran tersebut akan datang terus menerus.

Anda dimusuhi orang, apa pelajaran bisa diambil dan dipelajari? Ilmu komunikasi dan ilmu bermasyaraat, atau mungkin anda harus belajar ilmu tentang bahasa tubuh sehingga anda bisa disenangi oleh banyak orang. Setelah anda belajar dari kesalahan-keselahan tersebut maka Allah menaikkan anda kepada kelas berikutnya dengan pelajaran yang berbeda pula.

Nabi Muhammad SAW ketika awal berdakwah banyak di musuhi orang, apa yang Beliau lakukan? Beliau melakukan hijrah, berpindah dari Mekkah ke Madinah, ditempat baru dengan suasana baru Beliau disambut dengan lebih hangat oleh orang-orang yang telah masuk Islam. Kondisi masyarakat Madinah yang lebih majemuk memudahkan Nabi dalam berdakwah. Beberapa tahun kemudian maka Islam berkembang dengan pesat dan banyak orang yang mencintai Nabi.

Apakah pada periode Madinah tersebut tidak ada orang yang membenci Nabi? Tentap ada tapi persentasenya sudah sangat sedikit dan ummat Islam semakin kuat. Andai Nabi tidak belajar dari kondisi di Mekkah maka Islam tidak akan mengalami seperti sekarang.

Belajar dari kisah hidup Nabi, maka kita juga sebagai ummat pandai-pandai belajar bukan hanya dari Firman Kitabi, tapi juga dari firman Afaqi, Ayat-ayat Tuhan yang tersebar di alam ini. Pelajaran di alam berdasarkan pengalaman ini kemudian membuat kita bisa mencapai puncak yang kita inginkan.

Tentu pelajaran ini hanya bisa diambil apabila kita telah SADAR bahwa Allah memberikan kita pelajaran terus menerus di dunia ini sampai kita menjadi mahir, hanya manusia SADAR bisa mengambil pelajaran tersebut. KESABARAN diperlukan sebagai awal kita belajar banyak hal di dunia ini, KESADARAN adalah langkah selanjutnya agar kita bisa naik ke level-level berikutnya atau dalam dunia sufi populer sebagai naik kepada Maqam yang lain.

Tulisan ini hendaknya bisa memberikan semangat kepada kita semua untuk belajar tentang pelajaran hidup yang langsung diberikan oleh Allah, sMoga bermanfaat…

Single Post Navigation

15 thoughts on “KESABARAN VS KESADARAN (2)

  1. Alhamdulillaah.. Maha Suci Allah yang memperkenalkan kita..

  2. Uswatun hasanah on said:

    Aamiin yaa mujibassailin…

  3. yawan sahadi on said:

    tks..,atas kiriman ilmu yang sangat indah ini..

  4. Kesabaran adalah proses untuk mencapai Kesadaran – Amiiin – Terima kasih Bang SM atas pencerahannya.

  5. semuga allah mempertemukan kita…

  6. abangda guru… maaf klw saya gk sopan bilang abangda guru… tapi itulah kenyataan nya… saya bnyak belajar dari tulisan abangda guru…

  7. anaianai on said:

    Hmm.. ya ya ya..

    Berarti pahala adalah ‘stimulan’ untuk mengubah karakter seseorang agar karakternya menjadi sesuai dengan keinginan Tuhan.
    Orang dimasukkan ke surga bukan karena ‘stimulan’ tetapi karena rahmatNya yg dianugerahkan kepada orang yg berhasil mengubah karakter yg telah sesuai dengan keinginanNya.
    Surga dan neraka diciptakan oleh Yg Maha Penyayang agar manusia yg belum sadar mau mengambil stimulan itu dalam proses pengubahan karakternya.

    Apakah demikian, bang Sufimuda?

  8. soni may on said:

    trimakasih bang Sm

  9. Lagi-2 ijin copas bang SM utk share ke teman2

  10. assalaamu’alaikum warahmatulohi wabarakatuh..Sulit sekali mengendalikan emosi,,karena sy dkeroyok tukang sihir dengan melancarkan gendam yg tujuannya spy sy bubar dengan laki2 yg sy cintai yg juga seorang guru mursyid,,yg mengirim gendam adalah juga ustadz yg telah nyantri di pesantren salaf/kyai di madiun-ponorogo-banten. Berat sekali dapat musuh yg tidak terlihat mata,mending musuhya kelihatan,jadi bisa saya sembelih,,hehehe..
    Mohon maaf jika sy curhat tidak pada tempatnya,,curhat kepada tokoh sufi/ustadz/kyai dengan harapan dapat barokah do’a/syafaat,,
    Wassalam,,,

  11. abbas abdullah on said:

    shohibah yg kami cintai……kisah ttg seorang sufi wanita Rabiatul Adawiyah dgn Mahabbahnya, bahwa jgn pernah ada dlm hatimu kecurigaan, menuduh, memfitnah atau sejenisnya kpd orang lain….maka untuk mencapai derajat yg tinggi disisi Allah adalah menghilangkan itu semua dlm hati dan pikiranmu….! Rabiatul adawiyah pernah ditanya….apakah engkau benci terhadap Iblis..? beliau menjawab: ingatlah mana mungkin aku bisa benci terhadap makhluk ciptaan Tuhan walaupun itu musuh……karena kecintaanku pada sang Khalik telah melenyapkanku akan kebencian kpd makhluk ciptaannya.

  12. AHMAD DALYONO on said:

    MOHON SHARE TADZ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: