Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

KESABARAN VS KESADARAN

berdoa1Apa yang ada dibenak Pemuda Qurasy ketika melempar Nabi dengan kotoran onta, menutupi tubuh Nabi dengan kulit onta sehingga Beliau sulit bernafas. Keisengan kah? Bukan, mereka sedang melepaskan amarah membara kepada sosok yang diyakini telah merusak agama leluhur mereka. Kehadiran Muhammad merupakan ancaman nyata bagi kelangsungan budaya dan agama leluhur yang telah berlangsung ratusan disana.

Respon Nabi terhadap perlakuan itu yang menarik kita bahas, apakah Nabi marah dan membalas perlakuan mereka? Menyuruh orang lain membalasnya? Mendoakan mereka agar celaka? TIDAK, Muhammad tidak melakukan hal tersebut, Beliau tidak merespon sama sekali tindakan tindakan tidak terpuji dari kaum qurasy. Kita semua menyebut tindakan Beliau sebagai KESABARAN.

Kalau anda ketik kata SABAR di mesin pencari, ada begitu banyak definisi diberikan, salah satu di Wikipedia Sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. Sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya. Semakin tinggi kesabaran yang seseorang miliki maka semakin kokoh juga ia dalam menghadapi segala macam masalah yang terjadi dalam kehidupan.

Apakah Nabi ketika di caci atau dilempar kotoran onta berada pada posisi menahan emosi? Apakah Beliau menekan perasaan marah? Menurut saya Beliau tidak pada kondisi itu, tapi lebih tinggi lagi Beliau tidak terpengaruh sedikitpun dengan apa yang Beliau alami. Dalam pandangan Beliau, masyarakat jahiliyah adalah orang-orang yang belum mendapat cahaya, berada dalam kegelapan, sehingga wajar bertindak seperti itu. Ibarat kita melihat anak kecil yang terkadang berlaku tidak sopan, kencing sembarangan, tentu tidak keluar emosi apa-apa dari diri kita, karena kita menyadari kondisi mereka.

KESADARAN akan kondisi orang lain yang berbeda dengan kondisi kita ini sangat bagus untuk dipahami, karena akan mempengaruhi respon kita terhadap orang tersebut. Coba anda bayangkan, ditengah terik panas anda naik sepeda motor menuju rumah sakit karena ada berita Ibu atau saudara anda sakit keras, uang dalam kantong tidak ada dan kondisi anda saat itu kurang sehat. Dalam perjalanan, anda berhenti di lampu merah, kemudian dibelakang anda ada mobil yang membunyikan klakson terus menerus meminta anda untuk lebih pinggir agar dia bisa lewat. Bagaimana perasaan anda? Sebagian besar umumnya akan marah, termasuk saya, ada yang merespon kemarahan itu dengan turun dari motor dan menegur pemilik mobil, ada juga yang duduk sabar di atas motor dengan menahan emosi dalam hati.

Dengan kondisi yang sama, di panas terik matahari, tapi anda membawa tas berisi uang 1 milyar hadiah dari seseorang kepada anda. Suasana hati anda sangat bahagia karena seumur hidup baru sekarang mendapatkan uang sebanyak itu. Dalam pikiran anda, uang tersebut akan mengubah hidup anda, membuat usaha dan membeli mobil agar anda nyaman. Di lampu merah, dibelakang anda ada mobil membunyikan klakson berulang ulang, meminta anda minggir? Apakah anda akan marah? Tentu saja tidak, bahkan anda mungkin menikmati suara klakson tersebut. Anda dengan senyum mempersilahkan mobil tidak tahu sopan santun itu melewati anda.

Dua kondisi ini, saya yakin bahwa Nabi Muhammad SAW selalu berada di kondisi kedua, hati Beliau sangat senang dan bahagia setiap saat, tidak ada hal yang dikhawatirkan karena Allah selalu bersama Beliau. Perlakuan orang-orang di dunia ini tidak mempengaruhi apapun emosi Beliau, karena Allah telah memberikan kebahagiaan berlimpah kepada Beliau. Beliau sangat SADAR bahwa sebagai utusan Allah harus mengalami cacian dan hinaan, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan, sebagaimana petani SADAR bahwa lumpur, kotor dan panas adalah sesuatu yang wajib di rasakan agar mendapat hasil yang di inginkan.

Idealnya manusia tidak hanya berada pada level KESABARAN tapi bisa meningkat kepada level KESADARAN, sehingga apapun terjadi pada dirinya, terutama hal-hal negatif tidak di izinkan untuk masuk bahkan sampai merusak dirinya dari dalam.

Bersambung…

Single Post Navigation

9 thoughts on “KESABARAN VS KESADARAN

  1. Uus uswatun hasanah on said:

    Subhanallah…,alhamdulillah kiriman2 d sufi muda ini sangat2 bermanfa’at bagi ku,terima kasih banyak sufi muda,ku tunggu kiriman2 berikutnya,,,

  2. Alhamdulillah anda masih menulis bangda.semoga rahmat allah menyertaimu selalu.entah mengapa ada rindu pada anda walau kita tak pernah berjumpa
    Semoga allah mau mempertemukan kita pd satu saat.semoga kesehatan slalu menyertaimu.dan saya mohon doa anda agar kesehatan dan kebahagiaan selalu tercurah kpd yang mulia guru saya.guru yg setia membimbing kami tanpa pamrih.karna guru saya dlm proses pemulihan kesehatan.
    Sekian dr saya.
    Wassalaam
    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    • Syukur Alhamdulillah
      Terimakasih atas doa untuk saya dan semoga Allah melipatgandakan untuk anda.
      Terkhusus doa saya mohonkan kepada Allah Yang Maha Menyembuhkan agar memberikan kesehatan dan umur panjang serta kesejahteraan kepada Guru anda.
      Salam hormat dan takzim saya kepada Beliau.
      sMoga Allah senantiasa membimbing kita ke jalan-Nya yang lurus dan benar, Amin 3x ya Rabbal ‘Alamin

  3. Mulyadi Ic on said:

    Ayo bang sambungannya dilanjutkan. Sudah ga sabar pengen bacanya. Maaf bang, padahal kan tema nya sabar, tp saya ngga sabar. Agtagfirulloh. Ampun Yaa Alloh.

  4. Subhanallah.. salam buat abang sufimuda..

  5. ibrahim elserui on said:

    syukron y akhi,artikel2 kirimnya sngat brmnfaat,nambah wwsan n mncerahkan…

  6. Terima kasih saya sangat senang membaca artikel sufi muda menambah wawasan saya untuk kedepan semoga barokah selalu aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: