Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Bahaya di Balik slogan “Kembali ke al-Qur’an dan Sunnah”

alquranAnda mungkin sering mendengar kata-kata seperti judul di atas, anda di nasehati untuk kembali ke Al-Qur’an dan Hadist. Sekilas nasehat tersebut baik, tentu saja baik karena kita dianjurkan untuk menjadikan al-qur’an dan sunnah sebagai pedoman hidup, tapi kalau direnung lebih dalam kita juga wajib bertanya, apakah semua orang diberi kebebasan untuk menafsirkan al-Qur’an? Kalau anda ada persoalan kemudian buka al-Qur’an dan Hadist kemudian memahami sendiri? Lalu dimana anda mau letakkan pendapat para ulama yang telah menyusun tafsir dan penjelasan lengkap selama 1400 tahun?

Ciri khas aliran yang muncul 100 tahun lalu di tanah arab tidak lain menjauhkan ummat dengan Ulama dengan berbagai cara, mulai dengan menghancurkan kuburan ulama dengan dalih syirik, melarang menghormati ulama dengan alasan dalam ajaran Islam dilarang mengkultuskan manusia, termasuk slogan di atas, “Kembali ke al-Qur’an dan Hadist” dengan slogan itu ummat tidak lagi perlu bertanya ke ulama, setiap manusia diberi kedudukan yang sama di hadapan Allah termasuk dalam menafsirkan al-Qur’an.

Slogan ini kemudian melahirkan orang-orang yang “sok tahu” tentang al-qur’an, kemudian dengan mudah menvonis orang dengan ayat-ayat yang dipahami dengan keterbatasan ilmunya. Saya sendiri sudah kenyang melihat jenis ulama gadungan, baru rajin shalat 3 bulan dan membaca al-Qur’an terjemahan, kemudian dengan mudah mengeluarkan “fatwa”, yang ini sesat, ini bid’ah, ini tidak sesuai al-Qur’an dan Hadist dst.

Lahirnya orang-orang yang dangkal memahami agama ini memang dirancang oleh kelompok tertentu, saya tidak berani menuduh mereka Yahudi atau orientalis, anda bisa menyebut mereka dengan sebutan yang anda sukai, dengan tujuan agar ummat ini mudah di ombang ambing seperti buih di lautan. Terputusnya ummat dengan Ulama Pewaris Nabi akan mudah bagi mereka kemudian menyodorkan ulama versi mereka, andai pun memahami al-Qur’an hanya sebatas tekstual, yang tertulis semata.

Selama 100 tahun ummat Islam telah berhasil di perdaya, coba anda lihat hasilnya, ayat-ayat tentang jihad dimaknai apa adanya, maka lahirnya al-Qaida, kemudian ISIS dan lain-lain, diantara sesama muslim jadi saling mencurigai, ini hasil unggul produk “Kembali ke al-Qur’an dan Hadist” yang di dengungkan 100 tahun lalu, slogan yang tidak pernah ada sebelumnya.

Tulisan ini tolong dipahami dengan kepala dingin, saya tidak sedang mengkritik al-Qur’an dan Sunnah dan tidak pula melarang orang berpedoman kepada keduanya, yang saya kritik adalah cara orang memahami keduanya, memahami tanpa dengan bimbingan. Menafsirkan al-Qur’an dengan akal pikiran akan membuat manusia tersesat, Nabi memberikan nasehat :

“Barang siapa yang menafsirkan al-Qur’an menurut pendapatnya sendiri, hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya dari api neraka” (HR. Muslim)

Dari awal Nabi sudah khawatir akan muncul suatu generasi yang dengan sekehendak hatinya menafsirkan ayat al-Qur’an. Siapa yang paling paham dengan firman Allah? Tentu saja Nabi dan siapa orang paling paham dengan Nabi? Tentu sahabat, dan siapa yang paling paham dengan sahabat? Tentu saja orang yang pernah hidup dengan sahabat Nabi, hubungan berantai itu yang menyebabkan Islam lestari hingga hari ini.

Paham yang di usung 100 tahun lalu tersebut kemudian menafikan mazhab, dengan alasan karena mazhab ummat ini terpecah, kemudian dengan alasan ini pula slogan “Kembali ke al-Qur’an dan Sunnah” terasa sangat masuk akal, akhirnya seluruh orang dengan gaya masing-masing menartikan al-Qur’an menurut akal pikirannya, hasilnya TERSESAT!.

Pemikiran paham yang muncul 100 tahun lalu tersebut memang rancu, satu sisi anda di suruh mengikuti al-Qur’an dan Sunnah, mengikuti ulama salaf, tapi sisi lain anda dilarang mengikuti mazhab, bukankah Imam Mazhab tersebut termasuk ulama salaf?

Imam Mazhab menurut saya ibarat ahli masak, Koki terkenal yang mempunyai resep masak, kemudian resep itu diwariskan dan dipakai sekian lama dan terbukti memang sangat enak. Ibarat masak kambing, ada berbagai jenis seperti: kari, rendang, sop dan sate, ke empat jenis ini mempunyai keungulan dan kelemahan masing-masing, silahkan anda mengikuti menurut kebutuhan masing-masing. Bagi sebagian orang kari kambing adalah makanan yang sangat cocok untuk mereka, bahan-bahan pendukung seperti kelapa dan rempah-rempah kebetulan banyak di daerahnya, sebagian yang tinggal didaerah tanpa buah kelapa, sate atau sop adalah pilihan paling bagus. Semua jenis masakan berdasarkan resep warisan koki terkenal tersebut sangat baik, karena telah diteliti oleh mereka.

Kemudian muncul satu golongan (100 tahun lalu) yang menolak bahkan membuang resep-resep bagus ahli masak yang telah terbukti selama 1000 tahun ampuh dan hebat, mereka membuang semua resep, bagi mereka gara-gara resep masakan kita jadi tidak kompak, semua orang harus kembali ke alamiah, tidak perlu bumbu-bumbu, itu semua bid’ah. Akhirnya orang disuruh makan daging mentah, hasilnya: hambar dan sakit perut!

Cara terbaik agar kita selalu mendapat bimbingan dari Allah adalah berguru kepada orang yang mempunyai hubungan baik dan dekat dengan Allah, orang-orang yang memahami firman Allah dengan hati yang disinari oleh cahaya-Nya. Menutup tulisan ini saya kutip firman Allah dalam surat an-Nahl 43 :

“…Bertanyalah kepada Ahli Zikir (Ulama) jika kamu tidak mengetahui” [An Nahl 43]

Single Post Navigation

82 thoughts on “Bahaya di Balik slogan “Kembali ke al-Qur’an dan Sunnah”

Comment navigation

  1. Kebenaran akan terwujud
    Bila melalui tulisan sudah terajud
    Apalagi penulis ahli sujud

    Salam kenal akhii

  2. Akatsuki pein on said:

    Mnurut saya yg anda katakan tentang isis dan al qaida itu bukan lah islam mereka hanya merusak islam
    memang benar semua itu kembali ke alquran dan hadist.. Krna itu sudah jelas smuanya

  3. wong_prakosa@ on said:

    Mengingat sejarah umat2 terdahulu di mana agama rusak karena ulama/ pendeta oleh sebab itu Allah memerintahkan hal demikian di dalam Al Qur’an, yakni Firman Allah di atas segala ucapan manusia.
    Agama2 sebelumnya rusak melalui tangan manusia, mustahil oleh orang awam yg tidak dipercaya kebanyakan orang.
    Lalu siapa kira2 yg paling potensial mendistorsi Kitab Suci? Para pemegang otoritas keagamaan yg dipercaya oleh orang2 awam.
    Kalaupun ada org awam yg berani menafsirkan sendiri paling cuma satu dua, dan itupun tidak akan menyebar luas karena faktor reputasi.
    Perintah2 Allah yg mendasar dan pokok sbg induknya Kitab (muhkamat) pada umumnya mudah dipahami dan terang. Masak riba itu haram sulit dimengerti?
    Al Qur’an adalah haq, kalau sampai ada aliran yg tidak dapat direkonsiliasi sudah pasti karena hawa nafsu masing2 yg menghalangi untuk saling berwasiat mencari kebenaran.
    Sekali lagi pelajari kenapa umat2 terdahulu, kenapa agamanya menjadi rusak? Karena orang awam atau karena para ulama?
    Yahudi dan nasrani telah mengambil para pendetanya sebagai ilah2 mereka selain Allah….(Qur’an) ….artinya umat lebih memilih apa kata pendeta daripada kata Allah meskipun mereka tahu ada pertentangan keduanya.

    • Beginilah cara berfikir kaum wahabi. Ketika ummat menghormati ulama mereka bilang, “Jangan seperti yahudi dan nasrani, mereka menjadikan rabi/pendeta sebagai ilah”.
      Pemikiran ini muncul karena wahabi tidak utuh memahami agama, membaca kitab hanya karangan ulama wahabi saja.
      Kita diberi akal oleh Allah, dgn akal itu pula kita bisa bedakan mana benar mana salah. Kalau ada ulama berpendapat keliru tentu ada ulama lain yg memperbaiki dan trandisi ini terus menerus terpelihara sejak zaman sahabat sampai muncul wahabi yang menafikan pemikiran2 ulama terdahulu.
      Ijmak ulama atau kesepakatan ulama menjadi salah satu dari 4 hukum dalam Islam disamping Al Quran dan Hadist, ini disepakati oleh seluruh Ahlul Sunnah, kecuali wahabi.
      Mereka melarang orang ikut ulama, bahasa keren nya jangan fanatik kepada ulama, tapi ketika ulama mereka dikritik langsung ngamuk2. Inilah yang disebut anti pengkultusan menciptakan pengkultusan yang baru.
      Silahkan dibaca utuh tulisan saya di atas sebelum memberikan komentar.

  4. Belajar itu kepada ulama – ulama yang masih hidup, bukan belajar di kuburan –
    kuburan ulama – ulama yang sudah mati. Orang mati itu sudah terputus ilmu dan amalannya. Berdoa dan beribadah hanya kepada Allah, bukannya ada larangan duduk-duduk di atas kuburan dan larangan shalat di kuburan? Dan satulagi, belajar agama itu hadir dalam suatu majelis ilmu, bukan melalui mimpi. Karena mimpi itu hadir karena beberapa sebab, salah satunya adalah hadirnya syaitan dalam mimpi.
    Jadi, selamat mimpi indah ya…
    wallahu alam

  5. Sekarang ini banyak terjadi kesesatan dan disesatkan terjadi pada umat islam.
    Kembalilah kepada alqur’an sebagai pedoman utama karena alqur’an adalah petunjuk yang lurus dan tidak dapat dibengkokkan.
    jadikan hadits-hadits (banyak hadits) yang shahih sebagai tafsir pembanding jangan jadikan pedoman utama karena para ulama mahzab juga manusia biasa dan tidak ada jaminan bahwa tafsiran para ulama mahzab tidak dirubah-rubah sampai sekarang.
    Ada baiknya cari buku-buku lama dipondok pesantren atau perpustakaan (paling tidak 100 kebawah), karena akurat keasliannya lebih tinggi.
    Tidak sanggup ? carilah ulama garis lurus dan berilmu (memiliki referensi banyak hadits dari berbagai mahzab), ikutilah kata hati serta banyak berdo’a minta tunjukan jalan yang lurus.

  6. menurut saya apa yang anda sampaikan melalui tulisan inilah yang menyesatkan…
    Allah ta’ala berfirman:
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
    “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan pemerintah/penguaa di kalangan kalian, jika kalian berselisih dalam sesuatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kalian beriman kegada Allah dan hari akhir. Yang demikiun lebih baik dan lebih bagus akibatnya. ” (An-Nisa’: 59)
    para ulama tidak selamanya benar karena mereka bukanlah rasul….
    tidaklah cukup kita beribadah hanya dengan apa yang dikatakan ulama.
    sebelum mererima dan meyakini kebenaran apa yang dikatakan para ulama, hendaknya kita menanyakan kepadanya dari mana sumbernya? apakah dari al-Quran atau dari Hadits?
    sekian saya ingin membenarkan pemikiran kalian yang keliru…

    • Anda ini sudah di racuni paham wahabi yang anti ulama (kecuali ulama mereka), jadi memang gk paham dgn apa yang saya tulis.

      Memang anda pahan siapa Ulil Amri yg dimaksud ayat di atas? Anda artikan penguasa??
      Trus kalau Rasul udah 1400 tahun wafat, tau anda cara komunikasi dgn Rasul?

  7. Allah ta’ala berfirman:
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
    “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan pemerintah/penguaa di kalangan kalian, jika kalian berselisih dalam sesuatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kalian beriman kegada Allah dan hari akhir. Yang demikiun lebih baik dan lebih bagus akibatnya. ” (An-Nisa’: 59)
    saya akan meluskan pemikiran antum semua…berdasarkan dalil di atas dapat dimaknai bahwa ketaatan kepada ulil amri atau ulama tidaklah mutlak.
    jika apa yang disampaikan oleh para ulama tidak sesuai dengan al Quran ya jangan diterima….
    Al Quran dan Hadits merupakan pengangan umat islam… siapapun yang mengatakan kalau slogan “Kembali kepada Al Quran dan As Sunnah” membawa kepada kesesatan… maka dialah yang sebenarnya berada dalam kesesatan…
    adapun tentang ISIS, mereka sebenarnya bukanlah islam, mereka terlahir bukan karena slogan “Kembali kepada al quran dan as sunnah”, justru mereka menjadi sesat karena tidak memahami Al Quran dan As Sunnah..
    saya mohon sebelum memposting kiriman berfikirlah dahulu dengan akal yang sehat…
    terima kasih…..
    wassalamu alaikum wr. wb.

    • Amtsal, akal.anda seperti nya blm cukup untuk memahami apa yang saya tulis..

      • di maklumi saja, kan itu anak anak “Just a Kids”

      • Diediet on said:

        Dari tulisan @Amtsal, disimpulkan akal yang bersangkutan masih belum sampai mengerti tulisan SufiMuda….harap maklum….jalan masih panjang untuk memahami ilmu-Nya. Jangan jauh-jauh dari ulama, teruslah belajar.

    • memang benar kita harus kembali kepada Qur’an n Sunnah, coba baca lagi tulisan diatas, ada prasyarat untuk bisa memahami apa yg tertuang di Qur’an n Sunnah, ga menafsirkan menurut hawa nafsu sendiri, harus menguasai berbagai cabang ilmu untuk mengurai isi Qur’an n sunnah, klu mu lebih jelasnya coba tonton ini yg jelas ke Ilmuannya silsilahnya di jalur Syari’at

      (Ustadz Somad) intinya tulisan diatas hanya untuk mewaspadai slogan yg sering di lontarkan kaum pengikut Abdul Wahab (Wahabi bin Salahfi) yang dikit dikit memfonis orang lain TBC (Tahayul Bid’ah Churafat).

  8. adalah suatu kesesatan bila seorang ahli sosial mendebat perkara teknologi kepada seorang pakar teknologi, apakah lagi teknologi Alquran yang sangat dalam dan halus. tetap semangat Bang SM lanjutkan perjuangan ….

  9. quransunnah@gmail.com on said:

    Lha… kembali ke Qur’an dan Sunnah kan perintah Allah dan Rosulnya, broh…

  10. Ping-balik: Kembali Kepada Ulama | Sufi Muda

  11. Para Ulama dalam menyikapi ayat-ayat/hadits-hadits shifat mempunyai beberapa tiga pendapat/aliran:
    a). Ada golongan ulama mentafwidh artinya tidak berkomentar apapun, tidak memberikan arti apapun tentangnya. Mereka menyerahkan pe-makna-annya kepada Allah swt.. Artinya para ulama golongan ini tidak mau melibat kan diri dalam menafsirkannya, tafsirnya adalah bacaannya itu! Jadi gologan ulama ini tidak memiliki aliran tapi mereka ini tidak berarti menjadi menta’thil (menafikan) dari pensifatan! Itu hanya khayalan kaum mujassimah dan musyabbihah belaka!
    b). Ada golongan ulama yang menakwilkannya, dengan penakwilan tertentu yaitu memberikan penafsiran yang sesuai dengan ke Mahasucian dan ke-Maha-agungan Allah swt., ini dibolehkan.
    c). Golongan lainnya lagi mengartikan kata-kata shifat itu dengan arti yang hakiki/sesungguhnya seperti kata: Yanzilu diartikan turun secara hakiki, Yadun diartikan tangan secara hakiki, dhohika diartikan tertawa secara hakiki dan begitu seterusnya, yang semuanya ini tidak lain menjurus kepada tajsim dan tasybih Allah swt. kepada Makhluk-Nya. Karena secara bahasa dhahika itu tertawa, dan tertawa itu artinya jelas dalam kamus-kamus bahasa Indonesia maupun bahasa Arab. Katayanzilu secara bahasa artinya turun, dan turun itu meniscayakan adanya perpindahan dan perpindahan itu meniscayakan adanya gerak, dan gerak itu adalah konsekuensi dari sifat benda, itu jelas sekali ! Kalau kata yanzilu tanpa perpindahan dan gerak ya namanya bukan yanzilu! Itu berarti memaknai kata itu bukan dengan makna bahasa sesungguhnya! Wallahu a’lam.
    Marilah kita baca dibawah ini sebagian isi khotbah Amirul Mukminin Imam Ali Bin Abi Thalib k.w. yang sangat bagus sekali mengenai sifat Allah swt. dari kitab Nahjul Balaqhoh terjemahan O.Hashem, Syarah oleh M.Hashem, Yapi 1990, Khotbah Pertama halaman 108-109 sebagai berikut:
    “Segala puji bagi Allah yang nilai-Nya tidak terlukiskan oleh pembicara. Tidak terhitung nikmat-Nya oleh para penghitung. Hak-Nya akan pengabdian tidak akan terpenuhi oleh para pengupaya. Tidak dapat dicapai Dia oleh ketinggian intelek dan tidak pula terselami oleh pemahaman yang bagaimanapun dalamnya. Ia, yang sifat-Nya tiada terbatasi lukisan, pujian yang tepat tidaklah maujud (Maha ada). Sang waktu tidaklah dapat memberi batas, dan tidak kurun yang mengikat-Nya.
    Pangkal agama adalah ma’rifat-Nya, dan kesempurnaan ma’rifat-Nya adalah membenarkan-Nya dan kesempurnaan iman kepada keesaan-Nya adalah ikhlas kepada-Nya, dan kesempurnaan ikhlas kepada-Nya, adalah menafikan sifat yang diberikan kepada-Nya, karena setiap sifat membuktikan bahwa ia bukanlah yang disifati dan setiap yang disifati membuktikan bahwa Ia bukanlah sifat.
    Dan barangsiapa menyifatkan Allah yang Maha Suci, maka ia telah memberikan pasangan kepada-Nya. Dan barangsiapa memberi pasangan kepada-Nya maka ia telah menggandakan-Nya. Dan barangsiapa mengganda kan-Nya, maka ia telah membagi-bagi-Nya. Dan barangsiapa membagi-Nya, maka ia telah berlaku jahil kepada-Nya. Dan barangsiapa berlaku jahil kepada-Nya berarti ia telah menunjuk-Nya. Dan barangsiapa menunjukkan-Nya, berarti telah memberi batas kepada-Nya.
    Dan barangsiapa membatasi-Nya, berarti memberi jumlah kepada-Nya.Dan barangsiapa berkata; ‘Di dalam apa Dia berada’ maka ia telah menyisipkan-Nya, dan barangsiapa berkata; ‘Di atas apa Dia berada’ maka sungguh Ia lepas dari hal tersebut.
    Dia maujud, Maha ada, tetapi tidak muncul dari proses kejadian. Ia ada, tetapi tidak dari tiada. Ia bersama segala sesuatu, tapi tidak berdampingan. Dan Ia tidak bersama segala sesuatu, tanpa saling berpisahan. Ia bertindak, tetapi tidak berarti ia bergerak dan menggunakan alat. Ia Maha Melihat tapi tidak tergantung makhluk untuk dilihat. Ia Maha Esa dan tiada sesuatupun yang menemaninya, dan tidak merasa sepi karena ketiadaan”. Wallahu a’lam.
    Semoga kita semua diberi ampunan dan hidayah dari Allah swt. Amin

  12. purnomo on said:

    Aqidah SUFI sesat…
    bukannya memberantas kesyirikan, bid’ah, churafat justru kalian menolak.
    kalian melegalkan penyembahan kekuburan dg alasan kuburan orang sholeh, kalian sebarkan bid’ah, churafat dg alasan yg penting KAN BAIK.
    kalo ngomong sok paling sunnah, tapi ketika diajak menegakkan Al-Qur’an dan sunnah sesuai pemahaman sahabat, JUSTRU kalian menentangnya.

    • Orang bodoh yang mengetahui dia bodoh masih bisa diajar agar menjadi pandai tapi orang dungu yang merasa pandai ini gk ada obatnya

      Wahabi rata2 gagal paham belum bisa membedakan antara takzim dengan penyembahan sehingga dengan mudah menuduh orang berziarah kubur dgn menyembah kubur.
      20 tahun lebih saya menekuni tarekat secara istiqamah tidak sedetik pun sy menyembah kubur karena saya bisa membedakan mana Allah dan mana makhluk apalagi kuburan.

      Sunnah dalam versi wahabi beda dengan sunnah dalam versi kami para ahlusunnah, disini gk nyambung.

      Bid’ah, kufur, syirik, cuma 3 kata ini yang diajarin kaum.orientalis kepada wahabi, selebih nya mereka gk paham.

      Mas purnomo, silahkan cari Guru yang bisa membimbing, jangan hanya belajar dari buku

      Disamping belajar ke ustad nyunnah mbok ya belajar juga ke ustad wajib 😊

      Salam samai selalu

  13. Judul : Iron man dan Superman
    alkisah ada 2 anak laki-laki usia sekitar 10 tahun sedang asik bermain dan pura2 berkelahi.
    anak yg pertama menggunakan kostum iron man dan anak yg kedua menggunakan kostum Superman. ilmu mereka tentang superman dan iron man “seakan akan” sudah sempurna, dan “perangai” nya (makom) nya seakan sudah sempurna.
    dan pada akhirnya mereka berdua bertengkar dan berkelahi sampai berguling2 karena mereka merasa pahlawan yg paling hebat.
    dan disaat yg sama ada seorang anak sebaya mereka yg baru selesai mengikuti ujian kenaikan tingkat dalam ilmu bela diri dan kebetulan melewati lokasi dimana kedua anak tadi berkelahi.
    dan akhirnya sang anak yg ke tiga ini, dengan mudah memisahkan kedua temanya yg sedang berkelahi tadi.
    Nah dari sekilas cerita di atas silahkan di tafsirkan sendiri makna yg tersirat didalamnya hehehe….

  14. Bustomi Ar rasyid on said:

    Lanjutkan bang SM artikel dan karyanya,
    Ternyata memang ada bahaya di balik slogan kembali ke Al Qur’an dan Sunnah, jika melihat tanggapan negatif dari karya Abang yg satu ini. Malah tambah tercerahkan saya 🙂

  15. Diediet on said:

    Assalamualaikum wr wb…
    Salam…Sufi Muda yang selalu Istiqomah, semoga Allah Swt merahmatimu dengan Karunia ilmu dan kesabaran. Ingat awal pertama saya mulai membaca tulisan SufiMuda, saat itu masih suka nongkrong didepan kampus IAIN, diam dan mendengarkan celotehan anak-anak kampus yang masih belum memahami Tasawuf….disitulah awal saya belajar dan belajar mengenai Tasawuf, waktu berjalan …kemudian perkenalan PengembaraJiwa dengan SufiMuda lewat surat pertama yg ditulis Pengembara Jiwa kepada SufiMuda….juga teman-teman blog PengembaraJiwa. Tahukah Bang SufiMuda ?, kalau kerinduan itu sampai hari ini masih ada, masih terasa dekat dan semangat itu masih ada walaupun belum pernah bertemu wajah.
    #curhatankangen

Comment navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: