Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

…Gurumu adalah Guruku Juga… (Selesai)

Mursyid itu SATU.

20130501-013103.jpgPada hakikatnya Guru Mursyid itu SATU, karena memang “isi” nya adalah sama yaitu Kalimah Allah Yang Maha Esa. Setiap Guru Mursyid membawa kebenaran dari Rasulullah SAW, menyebarkan Tauhid yang murni agar manusia tidak hanyut dalam kemusyrikan, inilah inti utama dakwah dari Guru Mursyid.

Saya tidak pernah menulis nama Guru dalam setiap tulisan dan hanya menyingkat dengan “Guru Sufi” karena saya ingin sahabat semua menganggap Guru saya adalah guru anda juga dan Guru anda adalah Guru saya juga, kita menyebut Beliau sebagai Guru Sufi. Kalau kebetulan sifat-sifat Guru Sufi yang saya ceritakan mendekati dengan Guru anda, bisa jadi kita satu Guru dan kalaupun secara fisik Guru kita berbeda tapi pada hakikatnya adalah sama karena karena isi dada dari Guru Mursyid adalah Nur Allah.

Seorang murid harus fokus kepada Gurunya agar bisa mendapat pelajaran-pelajaran hakikat yang berharga, mendapat kelimpahan ilmu yang menuntun murid kepada kebenaran. Walaupun pada akhirnya tujuan dari berguru bukanlah mencari ilmu, mencari kehebatan atau kekeramatan, tujuan semata hanyalah mencari Ridho-Nya.

Suatu hari saya menceritakan mimpi kepada Guru saya. Dalam mimpi tersebut Guru dari Guru saya berpesan bahwa segala ilmu telah ditumpahkan kepada Guru saya dan Guru saya adalah gudang segala ilmu. Ketika saya selesai cerita, Guru saya berkata, “Bagus mimpimu itu, dan satu hal yang harus kau ingat bahwa berguru itu bukan untuk mencari ilmu, tapi mencari Tilik kasih-Nya”.

Saya bertanya, “Apa itu tilik kasih-Nya itu Guru?

Kasih sayang dan Rahmat Allah yang tercurahkan lewat Seorang Guru, itulah bekal yang hakiki dan paling berharga bagi seorang murid” jawab Guru.

Kamu tahu kenapa Guru saya mengatakan semua ilmu ada pada Gurumu ini?

Tidak tahu Guru”.

Karena selama saya berguru sampai Beliau berlindung kehadirat Allah, saya tidak pernah mencari ilmu, tidak pernah mengharapkan harta dan tidak pernah mengharapkan kekeramatan, yang saya inginkan hanyalah Guru semata” Kata Guru.

Kemudian Beliau melanjutkan, “Kalau Guru sakit, saya berharap Tuhan mau memindahkan penyakit tersebut kepada saya, biarlah saya yang sakit dan Guru tetap sehat. Kalau Guru susah saya berdoa agar Tuhan memindahkan kesusahan tersebut kepada saya, biarlah saya yang menanggung kesusahan dan Guru tetap bahagia”. Saya melihat Guru menangis ketika mengucapkan kata-kata tersebut.

Para Sahabat Nabi itu orang-orang pilihan, mereka mengorbankan apapun untuk Nabi bahkan nyawapun diberikan andai itu diperlukan” kata Guru.

Maka…dalam berguru kamu jangan pernah mencari ilmu, mengharapkan kehebatan, kalau kamu benar-benar mencintai Gurumu maka Allah akan mencintai kamu dan seluruh alam akan mencintaimu”.

Nasehat-nasehat yang sudah lama sekali saya dengar dari Guru rasanya seperti baru saja Beliau ucapkan, hangatnya masih terasa. Begitulah seorang Guru Mursyid salah satu ciri khas nya adalah apabila memberikan pengajaran akan berbekas di hati murid dan murid akan berubah menjadi baik.

Seorang Guru pasti memberikan pelajaran yang baik, tidak terkecuali Guru saya dan Guru anda. Para Guru adalah orang-orang yang dikirim oleh Allah SWT untuk meneruskan dakwah Rasulullah saw menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh Alam. Tentu setiap Guru mempunyai kapasitas yang berbeda antara satu sama lain. Ada Guru yang mempunyai murid banyak ada yang sedikit, ada yang khusus untuk satu daerah ada yang tersebar di seluruh dunia.

Ibarat matahari, dia adalah tunggal, tapi bisa dilhat dan dirasakan diseluruh dunia sesuai dengan kapasitas masing-masing. Ada yang melihat matahari lewat atap rumah yang bocor berbentuk persegi empat, maka matahari itu berbentuk per segi empat, ada yang melihat dari lubang segitiga maka cahaya matahari itu berbentuk segitiga juga, sesuai dengan wadah yang dilewatinya. Begitu juga dengan Cahaya Allah, dia akan melewati wadah yang berbeda untuk bisa menerangi seluruh alam tapi pada hakikatnya adalah satu.

Ibarat listrik, untuk bisa menerima arus listrik harus melewati kabel, dengan bentuk dan ukuran yang berbeda. Ada yang berukuran besar, ada pula yang kecil bahkan ada yang sangat kecil, tapi semuanya mempunyai isi yang sama yaitu listrik. Kabel besar akan bisa menyambung dan membagi listrik kepada kabel kecil, dan dengan bantuan lampu bisa menerangi jumlah yang banyak sedangkan kabel kecil hanya bisa dipakai beberapa bola lampu saja. Walau pun kawatnya banyak, kebalnya ribuan kilometer tapi tidak menghilangkan isi nya selagi kabel terebut masih tersambung dengan pembangkit listrik. Begitulah hakikat dari Mursyid yang wadahnya berbeda tapi isinya sama, karena itu hakikat dari Mursyid adalah SATU.

Guru Mursyid yang mana paling hebat? Pertanyaan itu tidak akan pernah bisa terjawab, tergantung kepada siapa anda bertanya. Para murid akan menganggap Gurunya paling hebat. Dari pada sibuk mempertandingkan Guru Mursyid lebih baik kita bertanya dalam hati, sudahkah kita menjadi murid yang baik? Bukankah Guru Mursyid itu adalah murid yang shiddiq dari Gurunya? Lalu kenapa kita fokus kepada pertandingan Guru Mursyid yang bukan wilayah kita, kenapa kita tidak fokus bagaimana menjadi murid yang baik saja. Kalau engkau mengatakan Guru mu hebat maka engkau harus bisa membuktikan dengan kehebatan dirimu agar orang lain bisa yakin. Tapi kalau engkau mengatakan Guru mu hebat disaat yang sama engkau rendahkan guru orang lain maka itu sama dengan engkau merendahkan guru mu sendiri.

Dari pada mempermasalahkan siapa Guru Mursyid yang hebat dan itu adalah hak perogatif Allah, Dia yang mengetahui siapa Wali-Nya yang utama, lebih baik kita belajar menjadi murid yang baik dan menjadi hamba yang baik. Seperti ucapan dari Syekh Muda Wali di awal tulisan ini, “Guru mu itu adalah Guruku juga” sangat bagus dijadikan dasar untuk menguatkan persaudaraan diantara sesame pengamal tarekat khususnya dan ummat Islam pada umumnya. Bagi saya Guru anda adalah Guru saya juga karena Guru Sejati itu bukanlah manusia, Guru Sejati adalah Allah Ta’ala yang menjadi Maha Guru dari Segala Maha Guru.

Mengakhiri tulisan ini, kita semua berharap di bulan penuh berkah ini Allah berkenan melimpahkan karunia-Nya kepada kita semua, menerangi hati kita, menjadikan kita murid yang baik da Semoga Allah senantiasa menuntun kita kepada jalan-Nya yang lurus dan benar, Amin ya Rabbal ‘Alamin

Single Post Navigation

34 thoughts on “…Gurumu adalah Guruku Juga… (Selesai)

  1. Assalamualikum, makasih pencerahannya mas sufimuda, maaf artinya klo saya ikut tarekhat ditempat saya (bontang) yang bermursyid pada YM ABU (putra Syekh kadirun yahya) itu tetap nyambungkan dan saya jelas akan berada di jalur yg benar pula……karena dilokasi saya tinggal juga adanya yang ini.

  2. Assalamu Alaikum, apa yg kami belum ketahui selalu saja terjawab oleh Abang, tulisan abang sangat memberi pemahaman kpd kami bgmna seorang murid belajar dengan baik kepada gurunya. Terima kasih yg tak terhingga. kami tidak mempermasalahkan Guru Mursyid siapa yang hebat karena yang namanya hebat tidak yang hebat yang hebat hanya ALLAH. Kami hanya ingin tahu seperti apa sebenarnya tali silsilah yang benar agar kami tidak salah dalam belajar dan bermursyid itu saja Bang, Salam…

    • Wa’alaikum salam wr. wb.
      Menurujuk kepada cara Ulama menilai apakah sebuah tarekat itu benar atau tidak hanya dua hal yang dilihat :
      1. Silsilah ata jalur keguruan, apakah bersambung sampai kepada Rasulullah SAW, kalau bersambung maka tarekat itu sah.
      2. Amalan, Apakah amalan dalam tarekat tersebut sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist, seusia dengan amalan Rasulullah SAW. Kalau Amalannya sesuai maka tarekat tersebut sah.

      Tali Silsilah, sebagian menyebutnya sebagai Rantai Emas adalah susunan Guru dalam tarekat, mula dari Guru terakhir sampai kepada Rasulullah tanpa terputus. Silsilah adalah hal yang sangat pokok dan utama. Sebuah Tarekat tanpa silsilah maka tarekat itu tidak sah.
      Sama seperti periwayatan sebuah hadist yang harus bersambung dan perawi nya terpercaya.
      Tarekat dalam hal penyampaian ilmu terjamin keshahihannya karena antara Guru satu dengan Guru lain saling bertemu, akrab dan dekat, terus bersambung sampai kepada Nabi Muhammad, sehingga ilmu-ilmu yang kita terima tidak ada keraguan di dalamnya.
      Dalam tarekat, Adab adalah hal yang pokok, inilah yang menyebabkan amalan tarekat itu lestari sejak zaman Rasulullah karena tidak ada yang berani mengubahnya sedikit pun.
      Demikian

  3. Makasih banyak mas sufi muda, tulisan yang sangat berharga 🙂

  4. iman fhatoni on said:

    asalamualaikum wr wb,,alkhamdulillah,atas segala nikmat yg telah di berikan ALLAH swt,hingga pgi ini bs membaca tulisan dari saudara sufi muda,yg begitu dalam, hingga tak terasa meneteskan air mata.tentang kisah cerita GURU panjenengan,sya mnjdi mrasa,malu,hina,yang belum bsa membaktikan diri saya kepda BELIAU.terima kasih sufi muda atas tulisan yg berharga ini,mdh2an bermanfaat,bagi semua pembaca di blog ini.
    nb”izin untk share,,
    oh iya,,,,buku perjalanan sufi muda,menemukan tuhan dalam keseharian,,sudah sampai ke korea..terima kasih sufi muda.
    salam seduluran,,dri sesama pengamal tarekat…

    • Wa’alaikum salam wr. wb.
      Saya juga mengucapkan terimakasih mas atas kesediaannya membaca buku saya, mudah2an bermanfaat hendaknya.
      Satu hal yang luar biasa dalam berguru Tarekat adalah jarak tidak menghalangi antara kita dengan Guru.
      Walaupun berada di Korea, Guru tetap memberikan bimbingan dalam hati sanubari.

      salam..

  5. Abdul Malik on said:

    Assalamualaikum, Mas sufimuda saya berada di daerah gresik Jawa Timur, mohon bantuan mursyid yang terdekat dikota saya

  6. Ruslianto on said:

    Jika sekiranya engkau “Menghadirkan” 36 atawa 37-mu ku yakin melewati 35-ku,… ‘kan kita masih sodara bro !

  7. warga baru on said:

    terima kasih … tulisan yang sangat luar biasa.. kalau boleh usul … semoga tulisan mengenai guru ini diangkat menjadi sebuah buku khusus .. buku sufi muda berikutnya… sehingga dengan adanya buku khusus ini pengamal tarekat lebih bisa bersatu dan tidak saling mencela… ribuan terima kasih atas tulisan yang luar biasa ini.

  8. Tri Rahmat Waluyo on said:

    Saya jadi merinding baca ini… matur nuwun bang sufi muda

  9. Aldhy Abitama on said:

    Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh… Salam Hormat saya,.dan Trima Kasih yg teramat sangat atas ke pedulian Sodara(sy pakai istilah sodara yg menandakan lebih dekat lg dari saudara) Mengirimi saya Tulisan Ini,smoga Allah MembalasNya sbg Amal Bakti Sodara Kepada Sesama Muslim Dalam Menapaki Dunia yg Fana ini.. Smoga Allah Menghimpun Kita di  Di RidhoNya….. Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

    ________________________________

  10. Subhanallah… Semoga semakin banyak murid2 sufi spt abgda terlahir kedunia ini utk memberikan pencerahan kpd orang2 yg mau terus belajar.. Salam sejahtera Abgda…

  11. eeezzy on said:

    maaf mas sufi saya frezi dari bengkulu mau tanya?? dibulan ramadhan tahun ini saya memiliki niat pergi bersuluk, namun nampaknya niat tersebut batal karena ortu saya tidak ridho begitu juga dengan keluarga2 yg lain…. jadi apa yang harus saya lakukan mohon dibalas ke email saya ……???? trims wassalaam ^_^

  12. Ya allah gusti kang moho agung… Selama ini ibadah jungkar jungkir ra ngerti parane, puluhan tahun belum mengenal zat yg maha kuasa, sudikah kiranya ada yg bantu cara mengenal-NYA..

  13. Cah_@nom on said:

    Assalamualaikum..
    Ya sufi muda
    terima kasih n slamat atas dri anda
    hamb cah anom dr riau
    tepat nya didumai
    sudi kira sufi muda
    membantu saya utk memberitahukan keberadaan tarekat di daerah hambah ne
    karna sdh lama merindukan guru yg slama ne yg hamba dambakan…
    Atas perhatiannya
    hamba atur kn trima kasih . . . .

  14. mantap… pemahaman seperti ini wajib dimiliki bagi yang mengaku pengamal tarikat….semoga tidak ada lagi jarak diantara kita…

  15. Terima Kasih tulisannya. Banyak membantu saya memahami, Hanya Allah yang dapat membalas budi baik Bang Sufi muda

  16. Assalamualaikum, bang sufimuda
    saya berada di daerah Tangerang, mohon bantuan mursyid yang terdekat dikota saya, sya msih sngat awam.

  17. David Chandra Septianto on said:

    Assalamualaikum bang,
    saya ingin menanyakan apakah anda sekiranya tahu mursyid sejati di daerah gresik (jawa timur) dan sekitarnya ?
    kalau sekiranya tahu mohon dijawab langsung atau bisa via email di kabelxp@yahoo.com
    sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya 🙂

    • Wa’alaikum salam mas david
      Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada anda…
      Saya sudah kirim dua referensi ke emailnya, orang yang bisa membimbing anda di daerah jawa timur
      Keduanya sangat dalam pengetahuan tentang tasawuf dan juga seorang pengamal tarekat dan bisa mengajarkan dan membimbing anda dalam menekuni tarekat.
      Silahkan di baca emailnnya.
      Salam

  18. Riko Masri on said:

    Assalmu’alaikum Abangnda..

    Tulisan ini sungguh sangat menggetarkan hati saya. Semoga kita selalu mendapatkan Syafaat dr YM Ayahanda Guru, YM Buya dan YM Abu. Dan kita kirimkan 1 3 untuk guru abangnda dan sungguh guru abangnda adalah guru saya juga.

  19. Assallam Syeikh sufi muda sy mau tanya adakah buku perjalanan sufi muda menemu tuhan dlm keseharian boleh didapati kat malaysia.

  20. mukhamadin on said:

    Assalamualaikum wr.wb.
    saya juga ingin sowan ke guru didaerah gresik dan sekitarnya.
    m401n4@gmail.com

    matur nuwun

  21. Ping-balik: MURSYID « binggomarjinalsite

  22. Gilang Moes on said:

    Assalamualaikum wr.wb
    Mungkin saya terlambat membaca tulisan ini. Mohon sekiranya kakak sufimuda berkenan menunjukkan kepada siapa saya harus berguru.
    Saya ingin kembali ke jalan yg baik, krn telah tersesat terlalu lama. Alhamdulillah, saya membaca tulisan ini.
    Mohon sekiranya kakak sudi memberi info kepada saya, mursyid dijakarta yang berkenan menerima saya yg hina ini. Mohon di email kak ke dahlan.ginta@yahoo.com
    Wss

  23. Pencerahan yang menggetarkan kalbu,,semoga tercopy kedalam qolbu

  24. Muhammad Zainal Arifin on said:

    Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
    Bangda, salam untuk guru sampean bang, kepada pean dan keluarga serta sahabat-sahabat semua.
    Bang, saya minta tolong mohon direferensikan tentang seseorang di daerah bangkalan, Madura untuk saya berguru belajar tarikat.
    Terimakasih bangsa.

  25. Assalamualaikum ya akhi Yang terpenting bljr melebur di ayah guru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: