Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

SUFI; Agama Masa Depan

Oleh : T. Muhammad Jafar**

Agama yang cocok untuk masa depan adalah model keberagamaan kaum sufi, demikian ungkap Arnold dalam bukunya The Corrupted Science, The Challenging of Myth, menurut Arnold model keberagamaan kaum sufi sangat inklusif (terbuka), humanis, plural dan yg paling penting, model keberagamaan kaum sufi sangat sesuai dengan hukum-hukum antropis dan juga hukum alam.

Sepíntas pernyataan tersebut sangat menarik dan menantang. Apa yg dikemukakan arnold ini menimbulkan berbagai macam  pertanyaan, benarkah pernyataan tersebut ? Apa bukti-bukti pendukungnya ? Dan bagaimana hal itu bisa terjadi ?. Terlepas dari pergumulan diantara pertanyaan-pertanyaan tersebut, yang jelas dan perlu disikapi bahwa ada gejala dan fenomena baru yaitu posisi kaum sufi didunia modern semakin penting.

Kehidupan saat ini adalah kehidupan yang serba kompleks , banyak sekali nilai-nilai agama yang dipertaruhkan demi kekuasaan, arogansi mayoritas, dan kepentingan-kepentingan kelompok yang sempit, disamping itu, agama juga punya sebuah tantangan hebat dari realitas yang terjadi saat ini, mampukah agama menjadi solusi terhadap berbagai persoalan umat manusia saat ini ?.

Persoalan memudarnya kasih sayang diantara sesama manusia , pertikaian, merebaknya kekerasan, merebaknya intoleransi antar agama dan antar mayoritas dan minoritas, bencana alam yg terjadi dimana-mana, pembantaian umat manusia secara sadis, hanya demi kekuasaan sesaat dan kepentingan kelompok, bahkan demi kepentingan pemilik modal seperti  suriah, afganistan,rohingnya,thailand selatan,dsb. Dan ketika agama tidak bisa menyelesaikan persoalan-persoalan ini, salahkah ketika  agama harus ditinggalkan?

Dan apa juga guna dan fungsi agama kalau tidak bisa menyelesaikan persoalan-persoalan ini ?. satu kesimpulan awam segera muncul, masa depan agama akan suram, kelam dan menyedihkan, karena agama hanya akan jadi sekedar pajangan dikitab suci, pengantar do’a-do’a, protokoler-protokoler acara. Kalau agama tak berdaya, maka kita harus mengimani “imagine of the people”nya John Lenon, untuk apa agama kalau hanya untuk menciptakan peperangan, pembunuhan, untuk apa surga dan neraka kalau hanya untuk saling membantai, lebih baik diatas kita hanya ada langit, dan dibawah kita hanya ada bumi, tak perlu agama itu.

Agama masa depan hanya akan ada dan survive ketika cinta dan kasih sayang kepada sesama mànusia tanpa membedakan agama, aqidah dan keyakinan  menjadi rukun iman, agama masa depan hanya akan ada pada sikap menghargai keberagaman dan perbedaan agama, aqidah dan budaya, agama masa depan hanya akan ada ketika kita dengan tulus dan ikhlas memberi tanpa pamrih kepada sesama, sekalipun dia berbeda agama dengan kita yang Islam, agama masa depan hanya ada ketika kita yang muslim dengan ikhlas dan kasih membiarkan penganut agama lain beribadah dengan tenang tanpa harus menyegel, membakar rumah-rumah ibadah mereka dan mengusir, membunuh mereka.

Lantas, siapakah figur yang tepat dan bisa membawa pencerahan dan membawa agama kepada masa depan yang cerah, jawabanya adalah mereka-mereka yang tidak pernah menentang hukum alam,  mereka yang selalu membawa cinta dan kasih sayang dibumi, mereka yang hanya tahu merasa (selalu mawas diri),   bukan merasa serba tahu (sehingga dengan keserbatahuan mereka, sering mengkafirkan dan menyesatkan sesama muslim). Mereka adalah para sufi.

Para sufi ini adalah awan, menaungi siapa saja, baik dia jahat, baik, rajin, malas, muslim, non muslim, tanpa pamrih. Para sufi juga adalah bumi, yang boleh diinjak siapa saja, baik yahudi, kristen, budha, hindu, konghucu, zoroaster, konfusians, shinto, dan lain lain. Para sufi hanya punya nafas dan nafas yang mereka hembuskan hanyalah cinta, jangan coba-coba menyesatkan, mengkafirkan para sufi, karena Sufi punya sembilan nyawa yang kesemuanya selalu memancarkan  cinta dan kasih sayang terhadap siapapun dan  apapun agama yang ada alam semesta. Cinta dan Kasih sayang para sufi adalah ibarat lapar, lapar ada pada semua agama, tanpa pandang dia Islam, kristen, hindu atau Budha.

Demikian  cinta yang ada pada  Para sufi, untuk semua, untuk semesta apapun kepercayaannya.  Sufi tidak lagi memperdebatkan Tuhan, karena memperdebatkan Tuhan hanya akan menciptakan neraka dan nestapa disemesta, saling membenarkan sendiri dan menyalahkan yang lain.  Para sufi sudah pada tahap selalu mencintai Tuhan dan selalu bersama Tuhan. Lantas bagaimana jadinya semesta kalau penuh dengan Cinta dan Kasih sayang yang dibawa para sufi ?.

**Pemerhati Tasawuf, Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh Konsentrasi Pemikiran Islam, email : jafarnovina@yahoo.com

Single Post Navigation

75 thoughts on “SUFI; Agama Masa Depan

Comment navigation

  1. Artikel yang sangat bagus… Pemahaman islam yang membumi, penuh kearifan dalam mensikapi kompleksitas permasalahan dan pemahaman keagamaan islam maupun diluar islam.. sipp..lamjutkan mas… i like its

  2. Ayah abil on said:

    Wadoh…..tatanan agama islam yg sudah sempurna dibuat amburadul, ,,ama mas SUFI MUDA dengan teori cinta sufinya…lha dikemanakan ayat “inna dinna indhallah hil islam”sesungguhnya agama yg sah disisiALLAH hanyalah islam…dan dikemanakan juga ayat dalam injil “jadikanlah seluruh bangsa muridku”…..sampean iki ojo sembrono(gegabah)!!! Saya sebagai muslim ndak setuju, islam dilihat dari sisi sufi.mungkin umat kristen juga ngak setuju dng kesufianmu..tau kenapa??…mereka ndak bisa memurtadkan umat islam,kalo setuju ama teori kesufian anda.

  3. Kalau tidak membuka hati memang sulit memahaminya. Mungkin lebih mudahnya pelajarilah dan pahamilah teladan dari Nabi Muhamad SAW, karena beliau semulia-mulianya manusia.

  4. one_dsannen on said:

    Sebenarnya Ayah Abil ini orang ISLAM atau orang Kristian…
    kalau orang kristian tidak setuju dengan kesufian ya biarkan saja. jangankan orang kristian orang ISLAM sendiri banyak yang tak setuju dengan kesufian. contohnya Ayah Abil sendiri. artikel diatas adalah sangat bagus, kalau kita menanggapi atau mengomentari dari sudut pandang yang sempit kita tidak akan kemana. dan kita tidak akan mendapat manfaat. apalagi kita hanya membaca judulnya saja, koment kita langsung negatif.
    Ilmu ISLAM adalah sangat luas. seandainya semua daun di dunia dijadikan kertas semua pokok dahan dan ranting dijadikan pena, dan semua lautan dijadikan tinta, maka sesungguhnya tak akan cukup untuk menulis dan melukiskan betapa luasnya ilmu ALLOH. ISLAM sangat ILMIAH DAN ALAMIAH. itu ABSOLUTE dan tak perlu di debatkan.
    “sesungguhnya agama yang sah disisi ALLOH hanyalah ISLAM” dan itu tetap tak akan berubah.

  5. maha suci engkau ya allah ‘kasih sayang antar sesama ‘menciptakan kedamaian inilah inti sari islam seperti di katakan rasul SAW ‘ISLAM itu rahmatan lil alamin’baru masuk kalimat INNA DINNA INDALLAH HIL ISLAM ‘jadi buat ayah abil ‘inti beragama itu kasih sayang rahmat bagi alam ‘universal siapapun dia muslim or non muslim ‘we are created by allah swt

  6. hadi rawit on said:

    yoi…

  7. hadi rawit on said:

    waspadalah2…ingat2.h..ting…

  8. mantab gan ….

  9. ritho zero on said:

    Assalamualaikum..wr.wb..
    Saudara” semua semoga perbedaan” kita tidak menjadi perdebatan yg memicu amarah…
    Kita ambil contoh dari pertemuan Nabi Musa as dan Khidir as..
    Mereka bisa saling memahami padahal masing” diberi Allah dg ilmu yg berbeda..

    “Engkau diberi ilmu yg tdk aku dapatkan begitu jg engkau,aku mendapat ilmu yang tidak engkau dapatkan”

    “Ilmu yg kita dapat hanya bagai setetes air lautan yg diminum burung”

  10. Assalamualaikum..Kalau mau mengikuti nabi Muhammad Kerjakan saja apa yg di ajarkan nabi sesuai sunnah nya.. Maaf nabi tak pernah bersabda jika Sufi adalah Agama masa depan.. Agama masa depan itu Islam nabi telah ajarkan semudah2nya.. kita beribadah.. termasuk dalam sunnah nya.. kami orang awam.. yang ilmu nya kurang.. tapi saya berusaha sebagai umat nabi muhammad.. mengikuti apa yg nabi ajarkan kepada umatnya.. tak ingin melebih2kan.. kenapa sekarang banyak perdebatan antar kalangan ulama.. jadi intinya pemikiran orang awam seperti saya.. jika semua umat nabi mengikuti Apa yg nabi ajarkan.. tidak akan ada perbedaan.. saya tidak membenci hanya saja.. ini femikiran saya..

Comment navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: