Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

KETIDAKPASTIAN…

tanya1Ada sebuah ungkapan bahwa hidup di dunia ini ibarat roda pedati, kadang di atas kadang dibawah dan terus silih berganti sampai ajal menjemput. Setiap manusia pasti mengalami sukses, gagal, bahagia, kecewa, silih berganti antara positif dan negatif sebagaimana alamiah kondisi alam, pergantian siang dan malam, panas dan dingin kesemuanya merupakan proses alam untuk menuju kepada kesempurnaan.

Di sadari atau tidak, salah satu kebutuhan penting manusia adalah KETIDAKPASTIAN. Atas alasan itulah Tuhan menyembunyikan beberapa hal kepada manusia agar kebutuhan KETIDAKPASTIAN tersebut bisa terpenuhi. Manusia tidak mengetahui kapan ajal menjemput, Ketidakpastian ini melahirkan sikap hati-hati dalam bertindak, selalu menghiasi kehidupan sehari-hari nya dengan berbuat baik, sebagai persiapan atas Ketidakpastian akan kematian.

Tuhan juga merahasiakan jodoh, manusia tidak mengetahui dengan pasti siapa jodohnya sampai dia bertemu dan menikah. Dengan tidak mengetahui jodoh ini akan memotivasi manusia untuk memperbanyak silaturahmi, memperbanyak kawan, mempersiapkan diri menjadi lebih menarik agar mudah mendapatkan pasangan yang diinginkannya. Bisa dibayangkan kalau sejak lahir Tuhan langsung memberikan jodoh, misalnya nama pasangan tertulis di badannya, akibat nya manusia tidak lagi berusaha untuk silaturahmi dengan banyak orang. Akibat lain akan stres setelah mengetahui ternyata jodoh nya orang yang tidak sesuai keinginannya atau nama yang tertera ternyata sudah meninggal dunia sebelum mereka menikah.

Tuhan merahasiakan tentang kapan datang kiamat memberikan efek positif kepada manusia, seluruh ummat manusia yang hidup dimuka bumi akan selalu hati-hati, berusaha berbuat kebaikan agar dalam kehidupan setelah kematian nanti mendapat tempat yang layak.

Dalam mencari rizki, berbisnis peran penting KETIKDAPASTIAN ini sangat baik, menimbulkan kreatifitas manusia, melahirkan ide-ide baru sebagai respon terhadap hal-hal tidak pasti di dunia ini. Anda bisa membuat rencana sebaik mungkin, sesempurna mungkin, tapi anda juga harus siap dengan KETIDAKPASTIAN, faktor-faktor diluar yang anda prediksi.

Takdir atau misteri nasib dirancang oleh Tuhan untuk memenuhi kebutuhan penting manusia yaitu KETIDAKPASTIAN. Coba anda bayangkan jika di dunia ini semua yang anda inginkan tersedia, anda ingin membeli apapun ada, apa yang anda fikirkan bisa diwujudkan, lalu apa yang terjadi? Anda akan mengalami penyakit berbahaya yaitu BOSAN atau JENUH. Di dunia ini banyak orang bunuh diri bukan hanya karena banyak masalah akan tetapi karena hidup mereka sudah JENUH. Jenuh bisa disebabkan karena semua terpenuhi atau karena semua yang mereka inginkan tidak terwujud. Terlalu banyak KETIDAKPASTIAN juga berbahaya, karena itu manusia juga memerlukan yang namanya KEPASTIAN.

Bagi orang-orang yang ingin merasakan kehadiran Allah, ingin bermakrifat kepada-Nya, apakah setelah berguru langsung berjumpa? Langsung kenal? TIDAK! Memerlukan proses panjang, pengorbanan dan keseriusan tingkat tinggi sampai menuju kehadirat Allah SWT. Andai hari ini berzikir langsung bermakrifat maka alam bawa sadar manusia memberikan respon keraguan, ragu terhadap apa yang disaksikannya.

Jadi, bersyukurlah selalu kepada Allah karena Dia telah berkenan menyembunyikan beberapa hal kepada manusia, dengan demikian kebutuhan sangat penting manusia akan KETIDAKPASTIAN bisa terpenuhi!.

Single Post Navigation

14 thoughts on “KETIDAKPASTIAN…

  1. Terima kasih

  2. Alhamdulillah wa syukurillah….terjawablah sudah bahwa KETIDAKPASTIAN itu adalah KEPASTIAN

  3. Sukses,gagal,bahagia bagi yang mengenal Tuhan-Nya adalah kebahagian

  4. Syofyan Riau on said:

    Salam … SM … Saya coba mengkritisi beberapa hal … Pertama, bahasa “KETIDAKPASTIAN”yang anda gunakan pada tulisan diatas. Apakah … Perspektif Tasauf, Hakekat, Ma’rifat atau Sosiologis. Mohon penjelasan …
    Kedua … Contoh yang anda berikan pada paragraf 6 ” … Takdir atau misteri … dst ” … Jika sesorang mengetahui “Rahasia” maka akan timbul Jenuh dan bunuh diri …. Kemudian bagaimana dengan Para Nabi, Rasul, Wali Allah dan para sholihen lainnya … Mereka sudah mengetahui tentang taqdir yang akan mereka jalani. Tetapi mereka tetap saja Ridha. Wassalam.

  5. Senang mendengar judulnya KETIDAKPASTIAN, kalimat yang selalu muncul tiba-tiba ketika persoalan maupun problem besar, kecil menyeruak begitu saja dan menjelma menjadi kalimat keputus asaan dalam qalbu kita yang eksekusinya bergantung sampai seberapa jauh keimanan kita padaNYA. Dari yang mencurahkan dalam bentuk tulisan puisi hingga air mata membasahi kertasnya hingga tulisan selamat tinggal kehidupan, sementara si penulisnya terbentang dengan seutas tali di lehernya. 🙂

    Senang membaca kembali ‘roda pedati’ dalam tulisan ini, mengingatkan dongeng ibu di masa kecil. Namun, hikmah dibalik roda pedati bagi saya ada sebuah rahasia keagungan Sang Pencipta untuk memperkecil ketidakpastian yang hinggap dalam hati kita. Jika, kita gambar roda pedati tak ubahnya seperti angka nol (0). Angka ini tidak tersebut atau terbilang seperti angka lainnya satu hingga sembilan. Tapi hakikatnya tidak terhingga! Coba saja berapapun angka dan digitnya lalu dikalikan nol hasilnya…Subhanallah, banyak sekali rahasia alam semesta di depan mata yang belum tersingkap dan tidak akan tersingkap oleh diri kita sepanjang hidup bila kita tidak sesegera mungkin mendekatkan diri padaNYA.

    Ada keterkaitan antara ketidakpastian dengan nol. Ketidakpastian biasanya dilandasi adanya harapan, keinginan, nafsu, ego dalam diri kita yang tidak ‘terkoordinir’ dan ‘terkontrol’ dengan Allah SWT. Bila kita mau sudah tentu akan ‘nrimo’, ikhlas dengan qodar baik maupun buruk, melihat dan mempelajari dari umat terdahulu hingga kini. Karena nol identik dengan kosong, hampa, fakir -bukan berarti kita harus hidup miskin ya. 

    Wahai nafsu mutmainah (jiwa yang tenang), kembalilah kepada Tuhan-mu dengan suka cita dan diridhoi-Nya, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-KU  (AL FAJR 89 : 27 : 30).

    Jadi, nol kan sajalah (tenang)  jika ujian ketidakpastian menghampiri, minimal mampir ke sufi muda biar dapat pencerahan dan adem hatinya…

    Bravo, terus menulis!

  6. sufi bodoh on said:

    sufi binggung,?????????????????????!!!!!!!!!!!!!!!!

    g ngerti setelah saya teliti cukup lama akan tulisan senior selalu bekisaran pd hal 2 yg univesal bukan pd bimbingan atau pencearahan yg dominan pd yunior muda\ sufi binggung. lebih di tekan kan pd info kaum asbab dan syariat aja, mohon lebih ke arah pencerahan bagi yunior/sufi binggung…

    thanks, senior,,,, damai

  7. Ping-balik: KEPASTIAN | Sufi Muda

  8. Assalamualaikum .. wr.wb.. sufimuda
    Saya sangat tertarik akan ajaran tasawuf … tetapi Saya jg sangat berhati2 untuk mempelajari nya … mohon bantuan ciri mursyid yg benar … takut salah langkah , Saya tinggal d karawang apakah ad rekomendasi ?

    • Ananda Bumi on said:

      Abang Firman:

      Mursyid itu bukan dicarikan, melaikan dicari sendiri dg sungguh sungguh, jika sungguh sungguh maka akan di tunjukkan.

      “Berhampirlah ke Allah..jika tidak bisa berhampir ke Allah secara langsung, berhampirlah kepada siapa yang sudah berhampir kepada Allah”.

      SMoga abang Firman menemukan Mursyid yang khalis mukhlisin..kamil mukamil.

      Jika ada salah penjelasan mohon dimaafkan.
      Salam.

      • Ananda bumi ;

        Amien … ya rabb , Terima kasih sebelumnya salam knal jg , justru saya blm tahu /knal sama org yg sdh Pernah berhampir kpd Allah … ???

        Ada Saran ?

  9. Ping-balik: KETIDAKPASTIAN (2) | Sufi Muda

  10. Anak Tarekat on said:

    alhamdulillah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: