WASILAH, Cara Berjumpa Dengan Allah
Semua manusia di dunia ini meyakini bahwa Tuhan adalah sosok yang Agung, Mulia, Sempurna dan segala gelar hebat di sandang oleh-Nya. Kalau di dunia ada Raja maka Tuhan adalah Maha Raja Diraja. Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia tersebut, sebegitu tingginya sehingga hampir semua manusia merasa mustahil untuk berjumpa denga-Nya. Hanya golongan tertentu saja seperti Nabi yang diizinkan untuk menjumpai-Nya. Bahkan dalam pandangan kelompok tertentu dalam Islam, bahkan Nabi sendiri tidak pernah berjumpa dengan Allah di dunia, dalil tentang pengalaman Musa ingin melihat Tuhan dijadikan dalil untuk membenarkan pendapat mereka. Kelompok Mu’tazilah bahkan lebih ekstrim lagi, mereka berpendapat bahwa Tuhan tidak bisa dilihat atau dijumpai baik di dunia maupun di akhirat.
Kelompok yang paling banyak adalah yang berpendapat bahwa Allah tidak bisa dilihat atau dijumpai didunia namun Dia bisa dijumpai di akhirat setelah manusia meninggal dunia. Karena banyak bahkan sangat banyak, pada umumnya kita juga meyakini atau dipaksa meyakini bahwa Tuhan tidak mungkin dilihat di dunia dengan alasan Dia Maha Tinggi dan Maha Segalanya.
Disisi lain, kaum Sufi meyakini dan memang mengalami hal yang mustahil bagi kaum awam, yaitu berjumpa, melihat dan berdialog dengan Allah sebagaimana yang diceritakan para Tokoh Sufi dalam berbagai karyanya, salah satu Imam al-Ghazali yang melihat dan berdialog dengan Tuhan di dalam mimpi Beliau.
Pertanyaan yang paling menggoda kita adalah, kenapa ketiga kelompok ini yang sama-sama mengambil sumber ilmu dari Al-Qur’an dan Hadist bisa begitu jauh berselisih paham dan ini telah terjadi dari zaman dulu sampai sekarang. Jawaban normative karena pikiran manusia berbeda-beda dan kemampuan untuk menyerap ilmu dari sumber yang Agung (Al-Qur’an juga berbeda.
Bagi kelompok yang tidak meyakini bahwa Allah bisa di lihat di akhirat, dengan segala dalil menyerang kelompok yang meyakini bahwa Allah bisa dilihat di akhirat. Kaum Mu’tazilah menganggap keliru pemahaman Ahlu Sunnah Wal Jamaah yang meyakini Allah bisa dilihat di akhirat. Kemudian, orang yang meyakini bahwa Allah hanya bisa dilihat di akhirat menganggap keliru atau aneh bagi orang yang meyakini bahwa Allah bisa dilihat di dunia dan akhirat. Kalau kita terus menerus terjebak kepaa perdebatan tentang Tuhan, maka secara tidak sadar kita tidak pernah mau berusaha untuk menemukan kebenaran lain selain yang kita yakini.
Tuhan Maha Tinggi dan tidak seorangpun yang bisa menjangkat Zat Allah yang Maha tinggi tersebut, dan dalam hal ini kaum sufi yang meyakini bahwa Tuhan bisa dilihat juga berpendapat seperti ini. Tidak berarti bahwa ketika kaum sufi berkesempatan memandang Allah, lalu kedudukan Allah menjadi rendah. Semua manusia memposisikan Tuhan sesuai kadarnya masing-masing makanya dengan segala keyakinannya menampatkan TUhan ditempat yang tdak terjangkau agar kedudukan Tuhan tetap tinggi. Lalu, kalau Tuhan sudah sangat tinggi tidak dapat dijangkau, untuk apa adanya Tuhan?
Tuhan tidak sekedar sesuatu yang disembah, tapi Dia adalah sosok yang akrab dengan kita, tempat kita berkeluh kesah dan sahabat yang paling setia. Nabi Ibrahim menjadi “Khalilullah” Sabahat Allah karena kedekatan Beliau dengan Allah, lalu apakah hanya Ibrahim satu-satunya manusia yang layak menjadi Sahabat Allah? Nabi Muhammad terkenal sebagai “Habibullah” lalu apakah hanya Muhammad satu-satunya manusia yang layak menjadi kekasih Allah? Nabi Musa dikenal dengan “Kalamullah” orang yang diajak berbicara oleh Allah, apakah hanya Nabi Musa yang mengalami seperti itu. Bagaimana dengan kita yang awam, orang-orang yang bukan Nabi, apakah tidak boleh berhubungan dengan Allah dengan akrab?
Kaum sufi yang akrab dengan Tuhan juga tidak merasa dirinya hebat, tidak merasa dirinya suci dan mulia bahkan disetiap saat dengan kesadaran penuh dia merasa sebagai hamba yang hina, dhoif, papa tidak bisa apa, hanya karena kemuarahan hati TUhan saja yang membuat mereka bisa melakukan banyak hal di dunia ini. Kaum Sufi tidak pernah meyakini bahwa TUhan bisa menjadi manusi dan manusia karena kesuciannya bisa menjadi Tuhan, bahwa manusia itu bisa mencapai kedudukan mulia TUhan adalah pendapat diluarorang lain terhadap pemahaman Sufi. Kesalahan dalam memahami Wahdatul Wujud inilah kemudian yang membuat kaum sufi mendapat tuduhdan sebagai kelompok sesat dari orang-orang yang tidak memahaminya.
Kaum Sufi, dari manapun dia berasal dalam berhubungan dengan Allah tetap memakai meode yang diajarkan oleh Rassulullah yaitu lewat Wasilah. Karena tidak mungkin manusia bisa berhubungan dengan Allah tanpa ada unsur atau alat yang diberikan Allah. Dia yang Maha tinggi tidak mungkin dijangkau oleh manusia yang penuh dengan dosa dan kekurangan. Dalam hal ini seluruh manusia mempunyai kayakinan yang sama, termasuk Sufi. Allah yang Maha Pemurah memberikan “Alat Komunikasi” antara manusia dengan Dia yaitu berupa Nur Allah yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Nur tersebut setelah Nabi Muhammad wafat diberikan kepada para ulama pewaris Nabi, dengan itulah manusia bisa berhubungan dengan TUhan. Sebagai alat komunikasi, Wasilah bukanlah ciptaan manusia, bukan pula manusia, tapi dia adalah sesuatu yang berasal dari sisi Allah. Inilah yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai Tali Allah, yang pangkalnya ada pada Allah dan ujungnya ada pada kekasih-Nya. Jangankan Allah yang merupakan Cahaya Maha Tinggi, berhubungan dengan cahaya yang nampak saja harus ada alatnya. Gelombang radio atau televisi ciptaan manusia tidak bisa diterima tanpa adanya alat penerimanya apalagi Cahaya Allah yang begitu Tinggi.
Nabi bukanlah sekedar penyampai wahyu, tapi Beliau adalah pembawa Wasilah yang berasal dari sisi Allah sebagai media penyambug manusia dengan Allah. Hubungan manusia dengan Allah adalah hubungan langsung, tanpa perantara. Hubungan langsung yang dimaksud tentu saja hubungan dengan menggunakan metode yag tepat, metode yang telah disampaikan dan digunakan oleh Rasulullah SAW. Umumnya hubungan langsung yang diyakini oleh manusia secara umum, dia merasa yakin aja bahwa Tuhan yang disembah itu benar. Mulai dari dia bisa beribadah, dia meyakini yang disembah dalah Allah. Apkah memang demikian? Dari mana dia bisa tahu kalau yang berdiri didepannya itu sosok Iblis yang juga terdiri dari cahaya. Berpuluh-puluh tahun dia meyakini telah menyembah Allah lewat Shalat dan ibadah lainnya, ternyata yang disembah Iblis karena dia tidak bisa membedakan antara Allah dan Iblis. Ibadahnya berupa shalat itu diberi ganjaran Neraka oleh Allah karena yang disembah bukan Allah.
Apakah Iblis tidak bisa masuk kedalam Mesjid? Jangankan dalam mesjid atau rumah kita, kedalam surga pun dia bisa bolak balik, bebas keluar masuk. Jadi, kesmbongan kita menolak wasilah, menyembah Allah dengan metode Rasulullah ini yang menyembabkan kita mudah disusupi setan yang sangat Halus. Ingat, Nabi Adam digoda oleh Iblis bukan di Pasar Malam atau di Mall, tapi di dalam Surga yang dipagari oleh para Malaikat.
Kaum Sufi tidak ragu sedikitpun dia dalam beribadah karena dia sudah bisa membedakan antara Allah dan yang bukan Allah karena dia telah berjumpa dengan Allah. Bagi mereka Allah bukan hanya Maha Gaib (Al-Ghaibi) namun juga Maha Nyata (AD-Dzahir) seperti yang tertulis dalam Asmaul Husna. Bagi orang yang baru menempuh jalan kepada Allah (Thariqatullah), paling tidak dia telah mempunyai pembimbing (Mursyid) yang setiap saat akan menuntun dan membimbing dia kepada Allah secara zahir dan bathin. Godaan dan gangguan secara bathin dengan izin Allah akan mendapat Syafaat ( Bantuan) dari Guru Mursyid yang rohaninya selalu bersama rohani Rasulullah dan otomatis selalu bersama Allah.
Jadi, belum terlambat bagi siapapun kita yang belum menggunakan metode berhubungan dengan Allah berupa Wasilah untuk segera mencari Guru Pembimbing agar ibadahnya menjadi sempurna dan diterima oleh Allah SWT.
232 Comments
abdul haris
terima kasih sufi muda ,atas penjabaranya yg sangat bermanfaat bagi kami semua yg senantiasa rindu akan siraman ruhani tentang pengetahuan bathiniah yg sdh tdk dpt di jangkau lagi oleh akal jasmani, karna penjelasan tentang ilmu seseorang yg dapat berjumpa dgn Tuhan, hanya dapat di fahami oleh orang orang yang akal ruhaninya telah aktif, dihidupkan oleh NUR SIRRULLAH ,hanya atas rahmat dan kehendak ALLAH ,sehingga yg di katakan FUAD atau hati bagi QALBI, telah mampu memancarkan cahayanya, yg pada ahirnya, LUBB atau hati bagi FUAD , telah terbangun dan hidup, menghidupkan akal ruhaninya, yg hanya di terangi oleh cahaya Tuhan
wasalam
SufiMuda
Sama2
Mudah2an kita selalu dibimbing oleh-Nya, amin
SUPRATMAN
Ilahi antamaqsudi waridhoka mathlubi, salam satu tiga bang.
SufiMuda
Salam
suroso1990afandi Cipto Suroso
Terimakasih Bang SM….
Telah datang kembali ke dunia maya.
Teriamakasih…terimakasih.
Salam sukses selalu….
SufiMuda
Sama2 Mas,
Terimakasih atas kunjungannya
BLACK
Pada akhirnya smua akan sampai pd batasnya,”penyaksian” atas kebesaran dan kesucian Nya-lah jawaban atas semua “pertanyaan” ttg hidup dan kehidupan…..Ma’af mas SM, ada sdkt pertanyaan dibenak saya; bila kt sdh “berjumpa” Alloh, lantas mau apa…???Apakah kt akan “muntahkan” semua keinginan2 kt ????Bukankah berserah diri sepenuhnya kpd ALLOH adalah merupakan bentuk “penyaksian” yg haq ???
SufiMuda
Jika masih ada keinginan yg tidak lain adalah nafsu maka Tuhan tidak akan terlihat, itu yg di alami nabi Musa ketika “memaksakan” diri untuk melihat-Nya.
Berserah diri mempunyai tingkatan dan tingkat yg tertinggi adalah berserah diri kepada Tuhan yang telah disaksikan sehingga tanpa ragu dan was was.
Salam
irwan
ma’af bang SM….
saya yg lebih muda ikut comment..
tanyakan apa tugas ku di dunia,…….
wasalam……
adauputra
Doa dibawah ini yang diajarkan rasulullah setiap habis adzan :
“Allaahumma rabba haadzihid da’watid taammati, wash shalaatil qaa imati, Aati Muhammadanil wassilata wal fadhilah Wasy syarafa waddarajatal’Aaliyatar rafii’ata. Wab’abtsul maqaamal mahmuudalladzii wa’adtahu innaka laa tukhliful mii-aada.”
Rasullulah adalah wasilah yang paling utama, setelah rasullulah tidak ada kepada siapa kita berwasilah ?
SEMUA SEPAKAT MENJAWAB “Alulama warasatul ambiya”, ulama yang mana dikatakan pewaris para nabi? jawabannya sudah pasti ulama yang diwarisi dan mewarisi dari generasi ke generasi illa yaumil qiamah yang sanat ilmunya tidak terputus sampai kepada Rasullulah SAW, siapa mereka itu ? JAWABNYA GURU/Mursyid.
salah satu ucapakan ulama yang bisa dipertanggungjawabkan “LEBIH BAIK SALAH ADA GURU KETIMBANG BENAR TIDAK ADA GURU”
Fahmi Vanquish
sampe sekarang dalam hati saya kpingin ada yg bimbing ke jalan allaah swt,tlg bantu saya, sya pingin punya guru yg benar2 ngerti dan benar faham,sya tinggal di daerah batam, mohon di bantu..
Zenny
Subhanallah.. Matur nuwun utk penjabarannya yg mencerahkan.. Ijin share njih.. Jazakallah..
SufiMuda
Silahkan.
Pingback:
julkifly
saya bkn seorang sufi, tapi saya berpendapat bahwa apa yang dikemukakan diatas mank benar sebab dalam perjalanan batin saya pernah bertemu Allah. itu merupakan suatu kenikmatan yang luar biasa..cuma saya mau sharing menurut sufi tingkatan kematian yang tertinggi itu yang bagaimana?cara mencapainya gimana?
Saifuddin
Wow, Hebat, saudara Julkifli bilang pernah berjumpa Allah, di simpang mana jumpanya, waktu kamu jumpa Allah, kamu lihatnya pake apa? pake mata kepala atau apa? sedangkan orang yang bertarekat aja belum tentu dapat jumpa Allah, apalagi orang yang tidak bertarekat, itu namanya mustahil
irfan hady
kira2 siapa saja yg d katakan guru mursyid itu? terutama di jawa timur khususx di madura ini? mohon d jawab karena kami ingin berguru, supaya tidak cuma lafadzx saja yg kami ketahui,
SufiMuda
Ada yang bisa bantu?
adi suranto
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakhaatuh,,,,Sufi Muda,,,
Maaf sufimuda,,,,saya adalah murid yang ada di Pontianak dan pernah dibaiat,,,waktu itu oleh Bp. KH. Zarkasie pada tahun 1995,,,dan pada saat itu saya mejumpai pengalaman ruhani yang sangat luar biasa,,,,tapi karena kekhilafan,,,,amalan dzikir yang pernah diberikan ,,,,sudah tidak saya amalkan hingga saat ini.
Dan saat ini saya rindu untuk mengamalkannya kembali.
Pertanyaan saya : apakah saya masih bisa menghidupkan rabitoh saya kepada mursid,,,,,atau saya harus ikut di baiat lagi ??? mohon petunjuk,,,,karena saya belum pernah suluk. demikian atas jawabannya diucapkan terimakasih.
Billahi taufik wal hidaiyah,,,wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarhokaatuh.
SufiMuda
Wa’alaikum salam wr. Wb.
Masuk Tarekat (dibaiat) hanya sekali seumur hidup. Walaupun sudah lama tidak mengamalkan zikir namun tetap dikatagorikan sebagai murid.
Kalau anda sudah lupa tentang tata cara zikir Saya menganjurkan anda untuk mengunjungi surau terdekat untuk menanyakan tentang kaifiyat dan tata cara zikir.
Saya senang anda teringat kembali kepada Guru. Silahkan melanjutkan dan bagus sekali bisa mengikuti suluk/iktikaf.
Demikian, salam
adi suranto
Alhamdulillah,,,trimakasih Sufi Muda
Fahmi Vanquish
asalamualaikum,wr,wb..
sufi muda tlg kasi tau saya dimana sya harus berjumpa dgn guru yg bisa ajarin saya, saya berada di wilayah batam..
tlg di bantu..
irfan hady
assalamualkm,,,,wr,wb. bagaimana cara shalat supaya hkusu’ dan amalan apa yang di baca ketika ingin berjumpa dgn allah,,,,mohon d jawab, karena kami orang yg betul2 awam,,,,,,terima kasih
laksa satriya
Ass Wr Wb, kita sama2 belajar bang irfan untuk awal2 dengan mengartikan bacaan dalam sholat bagi akal, dan bagi bathin dengan ihsan (seperti penjelasan rasulullah Muhammad SAW), itu kalau belum bertemu dengan guru pembimbing (Mursyid), maka carilah, kalau sudah bertemu ambilah barokahnya dan insya alloh akan diajarkan apa keinginan bang irfan tersebut..
imam subagio
Assalamu’alaikum WrWb… Bang SM.
Saya murid baru (th 2011) dari kota Kediri, Jatim.
Terima kasih informasi pencerahan nya, mengenai Mursid ini.
Maaf Bang, mau tanya ni,… apa ada bedanya antara Mursid yg kita
ikuti (Tarekat Naqsabandiah Al Kholidiah) dibandingkan dgn
Tarekat lainnya ?…. mohon penjelasan.
SufiMuda
Wa’alaikum salam wr. wb!
Salam kenal dari saya untuk mas Imam…
Dalam belajar Tarekat tidak ada istilah lama dan baru. Saya sudah hampir 20 tahun berguru tapi terasa baru kemaren saya belajar, saya merasa baru dan saya merasa selalu masih muda di tarekat karena itu nama saya sufi muda 🙂
Tentang Mursyid…
Setiap Tarekat mempunyai Guru Mursyid masing-masing, di dalam Tarekat Naqsyabandi Al-Khalidi pun mempunyai cabang dan Mursyidnya juga berbeda intinya semua Guru Mursyid membimbing Muridnya agar dekat dengan Allah SWT.
Akan tetapi bagi murid dia hanya bisa mempunyai SATU GURU MURSYID. Kenapa demikian, karena itu memang hadap dan aturan dalam terekat, dilarang menduakan Guru.
Di dalam Al-Qur’an disebutkan, “bila kamu tidak mengetahui tentang sesuatu maka tanyakan kepada AHLI ZIKIR”. Disini pengertian Ahli Zikir itu artinya satu orang. Bagi saya menganggap Guru saya adalah satu-satu nya Mursyid dan Ahli Zikir dan bagi orang lain diapun menganggap Gurunya seperti itu.
Walau demikian diantara pengamal Tasawuf tetap bisa saling silaturahmi tanpa memandang rendah satu sama lain.
Demikian
imam subagio
Terima kasih Bang…. atas penjelasannya.
laksa satriya
ass Wr Wb sekedar mengingatkan dan mari sama2 kita belajar mendekatkan diri kepada alloh swt
1. Untuk yg pernah di talqin (dibaiat) setelah ingat betul dan dijalankan melalui bimbingan Mursyid (Kamil Mukamil) maaf banyak yang mengaku mursid tapi kalau belum kamil mukamil maka ibaratnya berjalan ditempat, kalau talqinnya (baiatnya) lupa maka hendaknya talqin (baiat) lagi, dan harus ke Guru Mursyid atau wakil talqin, jangan ke orang lain yang bukan ahlinya.
2. Untuk Guru Mursyid memang adabnya hanya satu guru Mursyid karena beliau adalah guru Tarekat akan tetapi murid tersebut diperbolehkan mencari guru-guru yang lain seperti ilmu fiqih, adab, nahwu dan sharaf atau ilmu dunia seperti teknologi dsb
3. Musuh kita (Iblis) memang dulunya pernah bolak-balik disurga akan tetapi setelah diusir oleh alloh karena tidak mau tunduk (sujud) akan nabi Adam As maka Iblis tidak bisa lagi ke Surga, jangankan ke surga ke langit ke 3 sudah dibakar / disambar petir oleh Malaikat, termasuk syetan dan jin yang ingin mengintai informasi dari langit.
4. Nabi Musa As ingin melihat tuhannya (Alloh) dan berdialog,di Tursina menurut ahli dzikir, itu selendang Alloh turun ke bumi, klo berwujud aslinya turun tidak bermaujud api maka dunia akan hancur, sekali lagi marilah kita sama2 berzdikir karena selama ini kita masih membaca kalimat zdikir sehingga masih buta dan tuli cuma merasa dekat tapi itu merupakan proses perjalanan menuju alloh awalnya merasa dekat sampai puncak rasa adalah Fana Rasa dan jangan berhenti sampai disitu masih jauh perjalanannya…mudah2an bermanfaat
imam subagio
Assalamu’alaikum. WrWb… salam kenal untuk Bang Laksa Satriya..
Terima kasih, atas tambahan penjelasannya…
haqqul yaqin
Tolong berikan saya dalil dari Al-Quran & Hadist, yg menyatakan kalo kita mesti mencari wasilah/guru biar ibadah kita diterima Allah, SWT
a h h h
coba baca http://sufimuda.net/2008/04/22/ber-wasilah-kepada-mursyid/
ainnur arridha
assalamualaikum wr.wb.
sya mau tanya msal sama2 thariqat namun berbeda pembimbing apakah tingkat kesempurnaan ibadahnya sama??
therry
Ass. Allah berfirman. Langit n bumipun tidak dpat menggapai Ku,, Aku hannya dpat digapai oleh hati2 hamba Ku yg mukmin. berangkat hatimu dgan (Asholatul Mi’ratulmukminin)
Ari Lukman
tuan sufi ,,,dimana ana bisa menemukan guru sufi,,yg bisa membimbing sy dalam hal ini.trm
PSBB
Insya Allah bermanfaat,.
smp7ppukaltim
Assalamualaikum bang
SufiMuda
Wa’alaikum salam wr. Wb
ingsun
Salamlekom om, ikut nimbrung gpp yaa om… 😀
Saya baca tulisan om Sufi Muda, kok katanya Tuhan dapat dilihat… Ini maksudnya gimana om…
1. Biasanya sperti apa ritualnya?
2. Pembimbing/tali nya siapa?
3. Berada di alam apa kita hingga bisa menyaksikan Tuan?
4. Contoh penyaksianya sperti apa, melihat dzat Nya dengan mata batin? Nampak jelas atau gimana?
Terimakasih perhatianya, mohon ma’af sbelumnya ya oom. 🙂
Ruslianto
Sepertinya diantara orang membuka blog SM ini, bertanya tanpa lebih doeloe membaca artikel-artikel yang ada, sehingga tergambar pengulangan-pengulangan yang sepertinya tak perlu,… namun yach gitu dech,… Ananda ingsun (lebih doeloe) kiranya baca Al Qur’an Suuraah Al Baqarah 208 :
Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, (Syariat-Thareqat-Hakekat-Ma’rifat) dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
Dan banyak lagi ayat Al Qur’an maupun Hadist yang membuktikan dan menjawab pertanyaan Ananda ingsun diatas, tertuang dalam teks dengan penuh makna atau baca daftar isinya, Lalu baca artikelnya satu persatu, insya Allah, Anda manggut-manggut tanda ngerti. (oopo iyo ? ora mudeng aku ? capek dech)
Wass.
sahabelmantab
alhamdulilah ats penjelasanya smga jd aml sholeh…smga kt dpt mnyembh ALLAH scr nyta bkan skdar nama…
ALLAHU ISMUN LI DZATIN WAJIBUL WUJUD..
sahabelmantab
alhamdulilah ats penjelasanya smga jd aml sholeh…smga kt dpt mnyembh ALLAH scr nyta bkan skdar nama…
ALLAHU ISMUN LI DZATIN WAJIBUL WUJUD…….
Wiro Sableng
Buat saudaraku semua > Inginkah saudara sekalian berjumpa dengan Allah yang setiap detik memberikan kenikmatan2 terhadapmu tanpa lengah sedikitpun ?
sahabelmantab
kang wiro@emang kg wro seorang mursyd…?
ahmad yan
asslm,
mhn pak ustadz ,bimbingan dan pengarahannya agar sy dlm beribadah tidak sesat,hanya benar-benar menyembah ALLAH’
Krna selama ini,sy shalat tidak pernah khusu dan hanya menggugurkan kewajiban sja.
dn selalu berbuat maksiat
Ruslianto
Al Qur’an Suuraah Thaaha ayat 14 :
Innani anllahu laila hailla ana fabud’fi wa aqimi sholata li dzikri.
Sesunguhnya Aku adalah Allah, Tidak ada Tuhan selain Aku, sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk dzikir kepada Aku.
Al Qur’an Suuraah Al – A’laa ayat 14,15 :
Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri, dan dia berdzikir menyebut nama Allah lalu dia sembahyang.
Al Qur’an Suuraah Thaaha ayat 124 :
Waman a’rodha an dzikri fainnalahu mai ‘shatan dhokauwwa nah shuruhu yaumal kiamah a’ma
Dan barang siapa berpaling dari dzikir kepada Aku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta.
Al Qur’an Suuraah An Nahl ayat 43 :
…Lantaran itu tanyalah kepada Ahli dzikir jika kamu tidak tahu.
sahabelmantab
dlm sebuah hadits kanjeng nabi prnah brsbd: aku kotany ilmu dan ali adlh pntnya..brg siapa mau msuk kota hrs lwt pntnya..
rahasia knjeng nbi jg rhsia ali dst….
Titik Husna
mantap sekali artikelnya. 13 tahun sy berthariqah…tdk mengamalkan karena tidak faham dan menjadi tdk yakin. dibaiat hya krna 1 keluarga jg sdh masuk.skrg saya baru memahami,,krna smkin byk belajar,,smpailah pd pemahaman ini. apa lagi membaca artikel ini.
terima kasih bang sm
Dede Punya Ungu Section II
ingatkah kisah nabi musa ketika ingin melihat zdat allah ???
nabi musa tidak bisa melihat allah padahal beliau seorang nabi , ( INGAT seorang nabi ) saja tidak bisa,,
Musa as berkata: Ya Tuhan, tampakkan diriMu padaKu, aku ingin memandangMu (melihat).,, Allah menjawab, “Kamu tidak bisa melihatKu.” (al-A’raf)
,,jadilah sufi yg benar,,
( Dan Allah Maha mengetahui )
SufiMuda
Ayat jangan di potong2, nanti gk dapat kebenaran. Coba sampaikan Ayat itu secarah utuh, makan anda akan medapatkan dalil kalau musa memandang Wajah Tuhannya yang maha Agung.
jepretstyle
Coba dibaca Surat Al Kahfi Ayat 110
Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam bebibadah kepada Tuhannya
Ilyass Milanisty
Assalamu alaikum bang SM. sy msuk tarekat Naqsyabandiah Pimpinan YM SS.Kadirun Yahya thun 2004 lalu tpi blum terlalu memahami posisi mursyid di sisi Allah, ada sebuah kalimat dalam kaifiyat yang ingin sy tanyakan maknanya. mohon no.hpnya bang atau beri aku alamat dimana aku bisa chat dg abang u/ bertanya langsung..trima kasih
SufiMuda
Wa’alaikum salam
Lewat sufimuda@gmail.com aja ya
Ruslianto
Ass. Maaf, Bang Ilyass Milanisty (sobatnya Balotelly), diingatkan tentang Al Qur’an Suraah Al Mujadillah-12 :
Yaa ayyuhallaziina aamanuu izaa naajaitummur-rasuula faqaddimmuu baina yadainajwaakum sadaqah, zaalika khairul lakum wa athar, fa il lam tajiduu fa innallaha ghafurur rahiimm.
Wahai orang-orang yang beriman ! Apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus (Berbisik) dengan Rasul, hendaklah kamu mengeluarkan sedekah, sebelum (melakukan) pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih. Tetapi jika kamu tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Wass: Dan menjadi sebuah renungan.
Pingback:
cing N chep
Mohon izin share
SofwerPenghasilUang
Semoga Kita bisa lebih bijak dalam menyikapinya
baydzat
ASSALAMUALIKUM…MENuRUT SAYA ALLAH BISA DILIHAT DIDUNIA DAN AKHIRAT….SETIAP YANG ADA BISA DILIHAT……APA LAGI ALLAH YANG MAHA NYATA ,,aruftu robbii birobbi…….bisir wa nur…….afwan ya akhii…..wasilah adalah kewjiban mutlak bagi setiap insan…