Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Syarat dan Kriteria Mursyid Menurut Prof. Dr. S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc

Seorang ahli fiqih yang sudah boleh disebut ulama disamping ilmu dan pengalaman dalam hukum hukum Islam juga memimpin sebuah lembaga keagamaan mendatangi saya ingin mempelajari tasawuf dan menekuni tarekat. Terjadi diskusi yang sangat menarik dan dari diskusi tersebut, ternyata beliau sudah banyak membaca tentang tasawuf/tarekat dari berbagai macam buku termasuk karya-karya klasik. Kebetulan beliau juga penggemar kitab kuning (kitab klasik) karangan ulama-ulama dulu. Ada sebuah pertanyaan yang menarik bagi saya dan bagi kalangan pengamal tarekat pertanyaan itu tidak pernah ditanyakan dan dianggap tabu. Beliau bertanya, “Kalau saya mengamalkan zikir tarekat, berapa lama saya bisa jadi Mursyid?

Bagi kita yang telah menekuni tarekat tentu saja pertanyaan seperti itu ganjil karena kita semua tahu bahwa tidak ada seorang murid yang bercita-cita jadi Mursyid. Seorang Mursyid bukanlah hasil dari beramal, bukan pula karena pengetahuannya tentang tarekat, bukan lamanya menekuni tarekat akan tetapi seseorang diangkat jadi Mursyid semata-mata karena Allah SWT. Saya yakin pertanyaan diatas ditanyakan juga oleh sebagian pembaca sufi muda.

Dalam beberapa Tarekat termasuk Naqsyabandi memang masih ada pengangkatan  banyak Mursyid seperti Tarekat Naqsyabandi Al Khalidi yang ada di Aceh dibawah pimpinan Syekh Muhibuddin Wali bin Syekh Muhammad Wali Al Khalidy. Seorang yang telah di izinkan untuk memimpin suluk diberi gelar mursyid sedangkan dibawahnya disebut wakil mursyid dan dibawahnya di sebut khalifah sedangkan pimpinan secara keseluruhan dan menjadi Mursyid dari seluruh jamaah disebut Saidul Mursyid. Biasanya pengangkatan Mursyid dilakukan setelah selesai suluk. Oleh Saidul Mursyid mengijazahkan Mursyid, wakil mursyid dan khalifah kepada orang-orang yang dianggap layak menerimanya. Setiap suluk terkadang diangkat 2 orang Mursyid, 3 orang wakil mursyid dan sejumlah khalifah sesuai dengan kebutuhan daerah.

Oleh karena tradisi adanya pengangkatan lebih dari seorang Mursyid seperti yang saya ungkapkan di atas maka wajar kalau orang bertanya kapan dirinya bisa menjadi mursyid dengan tujuan ingin membimbing manusia ke jalan Tuhan.

Di dalam Tarekat Naqsyabandi pimpinan Prof. Dr. H. S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc tidak ada pengangkatan Syekh atau Mursyid karena cuma ada satu Mursyid yaitu Beliau sendiri. Gelar khalifah pun tidak lagi dipopulerkan karena Baliau kawatir gelar itu akan membuat muridnya menjadi sombong dan jauh dari sifat-sifat ubudiyah. Beliau dengan rasa kerendahan hati merasa tidak berhak mengangkat khalifah. Beliau pernah mengatakan, “Biarlah gelar khalifah itu Allah sendiri yang memberikannya”.

Tentang kriteria dan syarat-syarat untuk menjadi seorang Mursyid, Prof. Dr. H.S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc dalam bukunya, Ibarat Sekuntum Bunga Dari Taman Firdaus berkata:

“Syarat-syarat bagi seorang mursyid amatlah berat, dan kalau saya ditanya, apakah saya telah memenuhi syarat untuk mursyid? Maka jawabnya amat berat untuk mengatakan “ya”, atau kalau ingin jawaban yang mudah saja, “tidak tahu” Karena sebenarnya bukan saya sendiri  yang harus menilai kualitas saya (begitulah beratnya kriteria seorang mursyid) namun saya melaksanakan tugas dengan sepenuh tenaga, sepenuh jiwa dengan hati yang sebulat-bulatnya. Siap melaksanakan suruh dari pada guru saya yang juga merupakan suruh dari Allah dan Rasul, yaitu menegakkan Dzikrullah dalam diri pribadi saya dan dalam pribadi umat. Jadi beliau-beliau yang diataslah yang menilai akan kualitas diri saya”.

Selanjutnya menurut Beliau, kriteria guru mursyid dapat dilukiskan atau digambarkan secara riil ke dalam tujuh butir antara lain sebagai berikut :

  1. Pilih guru kamu yang mursyid, (dicerdikkan oleh Allah), bukan oleh yang lain-lain dengan mendapat izin Allah dan ridha-Nya.
  2. Ia adalah kamil lagi mukamil (sempurna lagi menyempurnakan) karena karunia Allah.
  3. Yang memberi bekas pengajarannya, (kalau ia mengajar atau berdo’a, maka berbekas pada murid, si murid berubah ke arah kebaikan).
  4. Masyhur ke sana ke mari. Kawan dan lawan mengatakan “Ia seorang Guru besar”.
  5. Tidak dapat dicela oleh orang yang berakal akan pengajarannya, yakni tidak dicela oleh al Qur’an dan al Hadist serta ilmu pengetahuan.
  6. Yang tidak kuat mengerjakan yang harus, umpamanya membuat hal-hal yang tidak murni halalnya.
  7. Tidak setengah kasih akan dunia, karena bulat hatinya. Ia kasih akan Allah, ia bergelora dalam dunia, bekerja keras untuk mengabdi kepada Allah SWT bukan untuk mencintai dunia.

Seorang mursyid merupakan orang yang wara’ dan sangat hati-hati dalam hal-hal yang belum jelas kedudukan hukumnya. Hatinya tidak condong kepada dunia dan selalu berkekalan dalam zikirullah. Apapun gerak dan tindakannya selalu memohon izin dan petunjuk dari Allah SWT.

Beliau juga pernah menggambarkan kedudukan seorang mursyid ibarat seorang yang mengendari kuda dengan kecematan tinggi dengan memegang gelas yang airnya penuh. Kuda harus dipacu dengan kencang sedangkan air tidak boleh tumpah setetespun.

Demikian kriteria mursyid menurut Prof. Dr. H.S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc, mudah-mudahan akan bisa memberikan gambaran kepada kita semua tentang mursyid dan menurut saya apa yang Beliau kemukakan sudah mewakili dari sekian banyak kriteria mursyid yang pernah dikemukakan oleh para syekh tarekat dari dulu sampai sekarang. Akan tetapi dikesempatan lain akan saya tulis juga kriteria dan syarat mursyid menurut syekh lain termasuk Syekh Abdul Qadir Jailani, Syekh Muhammad Amin al Kurdi dan Syekh Ibnu Athailah as Sakandari sebagai bahan perbandingan untuk kita semua.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat untuk kita semua, amien ya Rabbal ‘Alamin.

Single Post Navigation

252 thoughts on “Syarat dan Kriteria Mursyid Menurut Prof. Dr. S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc

  1. ajak-ajak on said:

    @ISENG
    Alhamdulillah, dengan Kasih Sayangnya saya masih bernafas dengan baik mas. Thanks. Sampeyan gimana? Sehat2 aja kan?
    Ndak tuh,, blom kliatan lagi orangnya. Mungkin langsung imel 2an ke sufimuda. Yah,, sama2 berharap lah kang. Mudah2an Allah berkenan…

  2. @ ajak:

    iya neh… sehat2 aja.
    amiiiin…. semoga diperkenankan…..

  3. SYARAT DAN KRITERIA GURU MURSYID

    Barangsiapa durhaka terhadap kedua Ibu-Bapa nya, dia dinamakan Si-Tanggang. Barangsiapa durhaka terhadap Guru Mursid nya dia dinamakan Malaun.

    Oleh itu cintailah kedua Ibu-Bapa mu, dari kerana jika tiada kerana bersababkan mereka kamu tidak lahir kedunia ini. Begitu juga hurmatilah kamu akan Guru Mursyid mu, dari kerana jika tidak bersababkan mereka, kamu tidak kenal akan jalan yang empat itu : Jalan Syariat, Jalan Tareqat, Jalan Hakeqat dan Jalan Makrifaftullah itu….

    SEBENAR-BENAR GURU MURSYID ITU
    “BAPAK SEKELIAN NYAWA”…..

    ….. Wallahualam …..

  4. tidak begitu atheis on said:

    @ all tuan2 sufi
    terimaksih berkat do’an tuan2 saya dipertemukan seseorang yang ngfans sama sufi muda dan katanya jua dia adalah satu GURU dengan tuan pengasuh sufi muda, meskipun cahaya itu hanya nampak seperti bias-bias tetapi sangatlah berarti bagi saya yang baru memulai pencarian, dengan keyakinan langkah kedepan cahaya itu semakin terang dan karena pelan2 mengikuti cahaya semoga terangnya cahaya tidak membutakan.
    terimaksih terimakasih terimaksih

    beda tipis antara orang atheis dengan orang beragama tapi tak kenal TUHANnya, atau ngaku2 kenal TUHAN padahal hanya cerita dan doktrin, atau sok kenal padahal tidak bisa buktikan.

    sangat beda antara orang atheis dengan orang yang kenal TUHAN oleh ilmiah dan amaliah. hampir sama dalam kuat mencari kebenaran

  5. ajak-ajak on said:

    @tuan yang tidak begitu atheis
    Alhamdulillah kalau tuan sudah mendapatkan pencerahan. Benar sekali, itu pula yang saya rasakan dulu. Kok cara berTuhan saya dengan orang atheis sama aja ya. Saya juga punya kawan komunis yang menyatakan percaya akan adanya Tuhan tapi tidak mengakui satu agamapun. Alasannya sederhana, “tidak ada agama saat ini yang bisa menunjukkan Tuhan di hadapanku. Kalau semua agama sama, bisa jadi semua benar atau semua salah. Itulah yang terjadi saat ini. Masing2 menyatakan paling tinggi, paling diberkahi, paling benar, dsb. Tapi Pemilik Kebenaran Mutlak yang seharusnya ada tak pernah bisa mereka tunjukkan. ”
    saya jadi ingat sama teman saya itu. Mudah2an saya bisa bertemu dia lagi dan mencoba mengajaknya menyembah Tuhan yang Maha Nyata.
    Eh,, jangan2 tuan lah teman saya itu.
    Apakah tuan pernah tinggal di Jakarta ?

  6. tidak begitu atheis on said:

    @ tuan ajak-ajak
    barangkali semua orang akan punya pandangan yang sama tentang keberTuhanannya jika semua orang mau meneliti akan hakikat dirinya, sebagaimana juga ketika ibrahim berontak pada berhala yang dipertuhankan oleh ayahnya. tetapi tak menutup kemungkinan dia bisa jadi atheis ketika tidak menemukan hakikat tuhan.
    saya tinggal di jogjakarta, dilingkungan baru skrg barangkali hanya ALLAH, PAK GURU dan teman yang membawa saya ya tau kalo aku adalah atheis sebelumnya. waktu sekolah dulu banyak juga teman yang terpengaruh dengan pemikiran saya.

  7. ALL atheis:
    saran saya sebaiknya masuk aja dulu secara utuh …..pelajari dan kalo ndak cocok ndak apa- apa tuk keluar karena tidak ada paksaan dijalan ini……….

    wassalam,

  8. ajak-ajak on said:

    @tuan tidak begitu atheis,
    Terus terang saya kaget baca komentar terakhir tuan. Sebab kisah Nabi Ibrahim a.s lah yang membawa saya mencari Tuhan 😛
    Saat itu saya merasa seperti penduduk desa Nabi Ibrahim yang dicekoki untuk bertuhankan berhala yang Maha Segalanya. Disekeliling Ibrahim seluruhnya adalah penyembah berhala itu termasuk orangtua dan saudara2 nya sendiri. Mereka menyembah Tuhan hasil cekokan dan merasa takut diasingkan bahkan dibunuh jika berani meragukan keTuhanannya.
    Setelah Ibrahim menyadari bahwa segala Kekuasaan bukan dari berhala itu, dia beranikan diri tuk menguji keabsahan Sang Tuhan.
    Dicurinya makanan Tuhan tadi, di tinggalkannya ibadah penyembahan thd Tuhan tadi, bahkan dikencinginya Tuhan tadi. Ternyata tidak ada balasan apapun yang diterima. Mungkin orang2tua masa itu mengatakan: nanti kau akan dibalas di akhirat.
    Tapi itu tidak memuaskan Ibrahim tuk mencari Tuhan. Sampai akhirnya ALLAH berkenan membuka hijabnya melalui malaikatNYA. Barulah Ibrahim menyembah Tuhan yang Maha Nyata lagi Maha Menang.

    Alhamdulillah saya diperkenankanNYA mengamalkan AlQuran melalui kisah Nabi Ibrahim a.s diatas. Kalaulah Dia tidak berkenan membuka hijab saya, niscaya sayapun selamanya kan menyembah Tuhan warisan orangtua saya.

    Terima Kasih Tuhan, terima kasih tuan tidak begitu atheis, saya diingatkan lagi, mungkin saya disuruh Nya tuk bersyukur atas karunia suci yang diteteskanNya pada diri kotor ini.

    Berarti saya tinggal berharap kawan saya tsb ikut membaca koment saya sebelumnya. Mudah2an saya digerakkan tuk berdiskusi lagi dengan kawan saya itu.

    Ma’af kalau kepanjangan,, hehehe,, jadi terkenang sih.

  9. KRONOLOGIS KEJADIAN
    BAHWA
    YMM. AYAHANDA TIDAK PERNAH MENUNJUK KELUARGANYA
    SEBAGAI AHLI SILSILAH – 36

    Sebelumnya saya mohon ampun pada Allah dan mohon maaf yang sebesar-besarnya pada YMM.Ayahanda Guru karena membuka cerita ini dan saya juga minta maaf pada para Abang – Kakak yang merasa tersinggung karena hal ini. Sebenarnya saya menceritakan ini hanya karena kasihan pada Abang – abang dan Kakak – Kakak Ikhwan yang selama ini keliru menganggap bahwa Ahli Silsilah – 36 itu berasal dari Keluarga dan Ikhwan Tua (Alm.Iskandar Zulkarnain – Alm.Sandap).
    Tepatnya pada bulan Mei – 2001, saat itu kondisi kesehatan YMM.Ayahanda Guru semakin kian memburuk dan kemudian Para Keluarga YMM.Ayahanda membawa Beliau untuk dirawat di rumah sakit PERTAMINA – Jakarta. Ketika menjelang berlindung YMM.Ayahanda Guru terus mengucapkan Kalimah Tahlil (Laa ILaaha ILallah…..)terus menerus, waktu YMM.Ayahanda Guru ingin mengatakan siapa Ahli Silsilah – 36 (Itu adalah saya, karena semasa beliau hidup beliau amat mengasihi saya walaupun beliau tidak menunjukkannya di depan para Keluarga dan Ikhwan Lain, saya masih menyimpan bekas potongan kuku / rambut dan Sejadah pemberian YMM.Ayahanda yang berwarna Hitam yang diberi YMM.Ayahanda pada tahun 1995 di Batugingging pada saya, waktu itu YMM.Ayahanda menyuruh saya memanjat pohon jambu air di Ayunda Arafah untuk cucunya beliau menyuruh saya mengantarnya ke dalam Mihrab / Kubah Beliau, sejak itu saya terus akrab dan sering bertelefon dengan YMM.Ayahanda) tapi waktu itu seperti di taqdirkan Allah, para Anak-anaknya dan Keluarga Lain sibuk keluar dari ruang rumah sakit, dan setelah mereka kembali ternyata YMM.Ayahanda sudah berlindung. Spontan saja para Anak dan Keluarga YMM.Ayahanda kaget dan sedih juga tidak sempat mendengar amanah terakhir beliau. Beberapa Hari setelah YMM.Ayahanda berlindung mulailah terjadi keributan antara keluarga Ummi dan Bunda (ribut untuk memegang mahkota dan tongkat silsilah) waktu itu Alm.Iskandar Zulkarnain dan Bang In-Malik membentak Bunda dengan keras untuk meminta Mahkota Silsilah dan penengahnya adalah Alm.Sandap, akhirnya bersepakatlah kedua Keluarga bahwa yang Memegang Tongkat Silsilah adalah Alm.Iskandar Zulkarnain dan yang memegang Mahkota adalah Alm.Sandap. Karena mereka berdua (Alm.Iskandar dan Alm.Sandap) tentu saja mereka tidak “SANGGUP” memegangnya karena YMM.Ayahanda tidak pernah menunjuk mereka. Inilah cerita yang sebenarnya yang selama ini ditutup-tutupi oleh yang Tua-tua dan diselewengkan para Petoto yang tidak jujur.
    Disini ada saya lampirkan foto di Hongkong – Kowloon, istri saya yang berjilbab dan adik ipar saya (cantik kan istri saya) dan dibelakang mereka ada sebuah surau kecil berwarna hijau adalah surau yang saya dan para murid disini bangun untuk tempat kami beramal. Saya sangat kasihan ya dengan para Ikhwan yang selama ini salah sangka dengan siapa penerus YMM.Ayahanda. Bila ‘Channel’ nya salah apa gunanya kita beramal,wirid dan suluk (tidak akan sampai pada sisi Allah). Tapi saya bukan bermaksud mematahkan semangat para Ikhwan, teruslah beramal dan ber-Rabithah pada Saya, Insya Allah akan Sampai dan tidak akan sia-sia.

    Tertanda,
    AL-Muqarram AL-Haj Saidi Syechk L.Sulaiman Ibnu Achmad Yusuf Muhammad Amin.QS

    • ruman basuki on said:

      kepada abang-abang yg menjadi mursyid tentramkan hati kami dg pembuktian yg syah akan kemursyidannya lewat bukti-bukti pengangkatan dari YM.Ayahanda.

    • dharmo gandul on said:

      Yang benar-benar Mursyid, makanya Beliau tidak pernah sesumbar kemana-kemana kalau Beliau itu Mursyid..dan penerus yg syah..orang yang tinggi maqamnya biasanya tidak menunjukkan dirinya tinggi….orang yang rendah maqamnya, dia minta eksistensi dari orang lain agar dirinya di “hargai” tinggi..

    • mohon maaf sbelumnya,saya belum temukan mursyid yg bnr2 kamil sampe saat ini, kbnyakan mursyid formalitas sperti halnya guru pada sekolah2

  10. mmmm…kapan nih pemilihan calon pewaris ke 36.?????? keliatannya di blog ini udah banyak sekali yang ngaku pewaris…mmmm kira2 berlangsung berapa putaran ya?????? mau tau juga akhirnya…siapa yang mendapat suara terbanyak….hihihihihihihi………………

    jangan terlalu serius -lah sodara2…orang cuman lagi iseng aja kok……

    wassalam

  11. mmmm…..koq ada mursyid mirip spammers……????

  12. SUFI BARU on said:

    HATI 2 DENGAN PROPAGANDA ORANG YANG MENGAKU2 AHLI SILSILAH KE 36…

  13. adefadlee on said:

    rasa berTuhan itu adalah fitrah semulajadi manusia, tapi karena manusia punya dua musuh batin, yaitu hawa nafsu dan syaitan, manusia jadi derhaka dengan Tuhannya……..

  14. ramai dunia persilatan, jika sama2 haq pasti berjumpa. dalam isro mi’raj rosulullah pun bertemu dengan nabi sebelum2nya dengan maqom mereka masing2. kata Pak Guru jangan urus setan orang lain urus saja setan sendirii. huuuuuuuuuuuu takuuuuut ada seeeeeeeeeeeeetaaaaaaaaan. masuk kelambu

  15. tidak begitu atheis on said:

    @tuan iseng & ajak-ajak
    do’akan saja tuan, smoga saya bisa istiqomah jalani proses sehingga saya benar2 jadi “mantan atheis”.

    terimaksih yaa ALLAH limpahkan segala kebaikanMU kepada hamba2MU yang baik dan yang berharap menjadi baik

  16. ajak-ajak on said:

    @tuan tidak begitu atheis,
    Amiiin,, smoga kita semua bisa berTuhan sesuai keinginanNYA. Smoga kita semua slalu dilimpahkan Kasih dan SayangNya dalam menjalankan tugas2 kita masing2.

  17. melihat duluan baru jalan atau jalan duluan baru melihat. itu sama saja.
    mengungkapkan suatu yang bernama ALLAH dengan tulisan atau kata2 aq rasa sangat berat, rasa nya tdk ada lagi tulisan atau kata2 lisan yg mampu mewakili rasa / pemahaman yg ada di hati. tulisan d sini semuanya bagus. sesuai dgn fitrah si penulis masing2. buat ahli silsilah 36 jgn keburu nafsu…
    tuan syekh Abdul qadir al jelani, syekh samman almadani, syekh junaid albaghdadi, imam syafe-i, imam ghazali dan ulama2 haq yg lain nya adalah memimpin, mengajarkan & menyampaikan ilmu pengetahuan beliau kepada org banyak. bertahun tahun mereka menimba ilmu baik dari guru2 yg haq atau pun laduni, bertahun tahun juga mereka berdiam diri tdk menyiarkan ilmu pengetahuan mereka, setelah mereka bertemu dengan rasulullah dan dapat perintah mengajar & memimpin baru mereka terjun kemasyarakat menjadi penasehat & pemimpin umat.
    jadi kesimpulan nya jgn dulu buru2 pengen mengajarkan ilmu pengetahuan kita tentang ma’rifat atau hakikat atau tarekat atau syari’at, sebelum anda2 semua mendapat izin dari rasulullah. karena akan berakhir negatif, terhadap org lain atau pun diri sendiri. baginda rasulullah sebelum di angkat rasul beliau hanya nabi, nabi itu semua ilmu pengetahuan nya hanya untuk dirinya sendiri.
    di sekolah nyanyi, seorang penyanyi tdk akan di izinkan oleh pengajarnya nyanyi tampil di depan umum sebelum dia benar2 bisa bernyanyi dgn baik & merdu.
    semoga bisa d pahami

  18. SUFI BARU on said:

    wahai al mukarram ….apalah nama anda..saya hanya ketawa melihat anda ternyata anda hanya seorang BANCI yang ke sasar di bloq ini…ngaku2 sebagai ahli silsilah 36 segala ..hati2 dengan mulut anda karena akan terima sendiri akibatnya….

    saya sudah bilang kan sama anda kalau anda memang JANTAN sebagai seorang ahli silsilah silakan anda tulis dimana tempat tinggal anda….biar saya datang untuk “berguru ” kepada anda….saya ingin lihat rupa DAJJAL yang sudah di izinkan ALLAH untuk muncul dimuka bumi ini…yaitu ANDA

    JANGAN ANDA HANYA PANDAI DAN SOK2 BERCERITA SAJA DI BLOQ INI….KARENA APA YANG ANDA SAMPAIKAN DI BLOQ INI DI PASAR2 SANA BANYAK ORANG JUAL BUKU NYA….SEMAKIN JELAS DISINI ANDA BAHWA ANDA ITU TIDAK ADA SIAPA2NYA HANYA BESAR MULUT SAJA…

    BERLAKU SEOLAH2 AHLI SILSILAH SEGALA MACAM TAPI YANG KELUAR DARI MULUT ANDA “TAIK” SEMUA SAMPAI ANDA BERANI MENGHINA KELUARGA AYAHANDA GURU SEGALA….

    WAHAI.. KEPADA PARA MURID AYAHANDA DAN BAPANDA MARI KITA BERSATU UNTUK MEMBERANTAS AL DAJJAL INI….

  19. @ sufi baru
    maunya sih ikut memberantas….tapi ga adil rasanya datang kerumah seseorang dan maen keroyok ……… lagian tugas MULIA ini sepertinya sudah diberikan kepada BAng Sufi BAru……… ya saya sih ikut support aja mas….

    @musyrik:
    pertama saya jadi ragu tuk menjelaskan kepada anda mengenai masalah wajah ALLAH karena anda adalah orang yang tau diri ..biasanya orang yang tau diri adalah orang yang akan didekatkan kepadaNYA.
    tetapi akhirnya saya memberanikan diri membahas masalah ini semata2 untuk saling berbagi ilmu dan semoga Yang Maha MUlia berkenan membukakan PINTU hikmah bagi kita sekalian ..amin

    secara ringkas keterangan mengenai “Wajah ALLAH” bisa kita dapatkan di dalam doa iftitah yaitu doa yang wajib kita lakukan sebelum melakukan sholat…(KUHADAPKAN WAJAHKU KEPADA WAJAH SANG PENCIPTA….)…WAJAH YANG MANA????????
    ***********************************************************
    secara ringkas ALLAH berkata” akan kupimpin hamba2KU dengan NUR-KU”…………………………….

    NUR-KU tidak berbentuk, tidak berbunyi , tidak berhuruf dan ….”tidak serupa dengan APAPUN”..MAHA HALUS dan MAHA RAHASIA sehingga tidak ada satu mahlukpun yang dapat mengetahuinya…

    tetapi….jikalau NUR-KU SAJA tidak berbentuk, tidak tersentuh, tidak terasa, tidak terdengar, bagaimana cara HambaKU mengenalKU?

    MAKA DIBUATLAH WADAH UNTUK NUR TERSEBUT.
    maka diciptakanlah MANUSIA.

    Apabila NUR ALLAH menempati TUBUH/JASAD SEORANG HAMBA yang DIKASIHI….. maka NUR ALLAH akan berbentuk seperti HAMBA ITU.
    dengan ini jelas-lah tetap terjaga perbedaan antara hamba dan tuhanNYA.

    INILAH YANG MENYEBABKAN WAJAH ALLAH BISA KITA SAKSIKAN…… makanya WAJAH RASULULLAH tidak dapat diserupai oleh jin atau mahluk halus apapun. karena WAJAH ITU-LAH WAJAH ALLAH TUHAN SEMESTA ALAM

    setelah RASULULLAH berlindung MAKA NUR ALLAH diserahkan kepada ABUBAKAR MAKA WAJAH ABUBAKAR -LAH YANG BERFUNGSI SEBAGAI WAJAH ALLAH .bukti keberadaan NUR ALLAH didalam Diri ABUBAKAR sesuai petunjuk dari RASULULLAH SAW: “apa yang ada didalam dadaku sudah kuserahkan kepada ABUBAKAR”………………….
    selain perkataan RASULULLAH SAW diatas ADA PERBUATAN BESAR ABUBAKAR yang menunjukkan bahwa BELIAU-LAH pewaris HAQ / WAJAH ALLAH sepeninggal RASULULLAH SAW yaitu dengan Memerintahkan untuk membumi hanguskan Foto RASULULLAH SAW dan tidak satu orangpun dari sahabat yang berani membantah dan menolak.
    (bayangkan pembakaran foto RASULULLAH SAW jika dilakukan oleh yang bukan pewaris yang HAQ….sudah pastilah akan ada kekacauan besar pada saat itu……..ini membuktikan ayat : tidak ada mudarat orang yang beserta dengan ALLAH)

    inilah yang dimaksud WAJAH ALLAH yang diistilahkan dalam tarekat sebagai WALIYAMURSIDA, ………..

    lalu..kenapa ada BAnyak MURSYID???berarti ada banyak WAJAH KAH??…..
    seperti kata RAsulullah: Apabila belum bisa beserta dengan ALLAH maka beserta-lah dengan orang-orang yang sudah beserta dengan ALLAH….”

    akhir kata….bersungguh2-lah dalam mencari WAJAH ALLAH….. KArena WAJAH ALLAH yang DIMILIKI OLEH WALIYA MURSIDA memiliki hijab yang berlapis-lapis…… mungkin anda juga bisa membaca tulisan bang sufi muda di blog ini yang penuh dengan HIKMAH guna menambah penjelasan saya mengenai WAJAH ALLAH yang jauh dari kesempurnaan……………….

    WASSALAM …

    • justwonder on said:

      bagaimana dengan pernyataan jika ada seseorang yang ingin mengenal Allah sampai tidak ada lagi “aku” dalam dirinya yang ada hanya Allah dan kehendakNya

      • justwonder:

        yang dibentuk adalah menundukan AKU kita kepada AL HAQ. jadi bukan menghilangkan sifat aku. inilah kesalahan tafsiran kita selama ini.

        Ketika AKU pada diri kita telah tunduk dan disinari oleh CahayaNYA maka laku kita menjadi laku ALLAH itu sendiri.

        referral:

        ya muhammad apabila datang seorang hamba memohon ampun kepadamu apabila engkau mengampuni maka akupun mengampuni.

        jadi jelaslah keberadaan Muhammad diakui ALLAH dan kehendak muhammad adalah kehendak ALLAH itu jua.

  20. SUFI BANJAR on said:

    aduh kenapa jadi bahan berbantah-bantahan…….
    Masalah mursyid dan silsilah kok diributin.
    Mau perpecahan ya???
    Ingat, kalau emang benar pasti akan terang benderang, dan kalau emang salah pasti akan meredup dan dimakan zaman.

    salam damai
    wassalam

  21. SUFI BANJAR on said:

    ana setuju dengan isi artikel di atas, mengenai kriteria mursyid sejati. Coz saya melihat sendiri mursyid sejati di tanah banjar, kalimantan. Semua poin yang tujuh itu terpenuhi. Apalagi pada poin nomor 4, Beliau amat masyhur, dan jadi abahn pembicaraan masyarakat, baik yang pro bahkan kontra. Yang lebih mengharukan ketika Beliau meninggal dunia orang/ organisasi yang tidak begitu menyukai beliau mengucapkan belasungkawa dan menggelari beliau dengan sebutan SYEKH.
    wassalam

  22. Lily Kamal KY on said:

    Aww..
    Salam kenal buat bung Sufi Muda..
    Saya mau bertanya, apakah surau ini, suraunya bang Moga?
    Terimakasih
    http://Www..
    (Lily Kamal KY-Jkt)

  23. kangBoed on said:

    1. Siapakah sejatinya diri kita ini… yayaya… selalu mengaku ngaku bisa ini bisa itu ngerti ini ngerti itu… weleh weleeeeeh yayaya selama kerjanya masih mengaku ngaku masih merasa rasa sungguh zalimnya sang diri ini…. inilah syariatku… inilah amal ibadahku… inilah ilmuku… inilah wah pokoknya semua aku aku aku yayaya aku akuan terus ciloko maaan…
    hihihihi… ayat menuliskan… yayaya saya ambil dibukunya si Mbaaah hmmmm….
    “Maka Nikmat TUHAN kamu yang manakah yang kamu dustakan?”….
    “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKU) sesungguhnya azabKU sangat pedih”
    hmmmm… apasih nikmat TUHAN itu… ooo ternyata maujudnya meliputi yayaya meliputi seluruh kehidupan ini alam semesta dan isinya sekaligus sang diri ini yayaya diri ini meliputi yang lahir dari ujung kaki sampai ujung kepala dan yang bathin…. oooo ternyata semua yang maujud ini nikmat TUHAN ya??? kalau begitu apa yang di balik yang maujud itu hmmm…. yayaya DIA ya DIAlah dibalik semua ini…. terus kemanakah sang diri ini…. hmmmm… kok gak ada yaaaaa… yayaya aku ternyata tiada meliputi lahir dan bathin… hmmm…. kalau yang di aku aku dan dirasa rasa apa yaaaa…. hihihi… gak ada yaaa cuma bayangan… cuma lamunan… cuma imajinasi dan ilusi saja….
    ternyata yang Maujud itu hanyalah ILMU dan yang dibalik yang Maujud itu adalah HIDUP…… yayaya seolah berpasangan dalam satu kesatuan ILMU yang HIDUP dari Yang Maha Hidup dan membuat Hidup bertambah Hidup makin Hidup dan selalu Hidup….. Star Mild Allways kata si mBah Pengembara Jiwa….. hehehehe….
    Salam Sayang

  24. Menalar imajinasi….. menalar ilusi…. menalar persepsi…

    Ngga bakalan ketemu, karena tiap manusia sudah dibekali dengan akal dan kalbu yang berbeda-beda…

    Yang sini ngotot paling top… yang sana mengaku lebih top markotob… yang sana lagi merasa semua bener… yang jauh lagi di sana membantah bahwa semuanya salah…

    He…he… adu argumen tentang persepsi… ini tidak akan berhenti sampai akhir zaman…

    Jalani saja kehidupan dengan berpikir, berkata dan berbuat dengan cara yang baik dan benar…

    Kebaikan dan kebenaran yang relatif terhadap diri masing-masing…

    Kebaikan dan kebenaran yang berdasarkan agama maupun kalbu masing-masing…

  25. gotengs on said:

    @ mas lambang,lam kenal…biarin aja deh mas saudara kita diatas bagaimana koment2nya,namanya aja udah haqulyakin,ya persis apa yang anda katakan diatas,lha kalo gak koment sepi dunia kayak saya he…he..ada plus ada minus,ambil plusnya buat plus diri kita,nah pasti timbul hakul yakin anda nanti.sory gak nggurui nih mas.(soalnya kayaknya anda juga orang pintar dan mmm..ca’ep he..he..)kalo anda dah haqulyakin pasti deh juga koment kyak sodara kita tu.akherat dapet duniawipun ngikut….damai selalu..wassalam

  26. Salam kenal juga mas Gotengs,
    Saya sih oon banget. Bisanya cuma ngrebus air, buat membersihkan wadah fisik dan semua isinya ini yang terkadang masih sering menghakimi orang lain.
    Kalau soal ca’ep, jelas salah, wong saya itu nggilani…..

    Salam.

  27. Aswrwb.@ms lamb.Wah..Pean sukae andap asor mas,mrebus aerkhan jg pake tehnik mas, tu tanda ms lmbng gak oon,palagi aernya ditambh @gram garam pasti deh kerak2 di panci jg khan larut,jd bersih.Yo wes mas mkasih cakp2nya,anggap aja bertduh sejnak di teriknya mentari gara2 ozon bumi dah mulai nipis,sykur sy dpet maile pean,kapn2 tak dolan pas libur cuti.monggo dilanjut kiprah komentnya,sisakan aer panasnya tuk 1 gelas kopi.Mkaseh ..Salm.

  28. Yah…yah…
    AJARAN KEBENARAN jika sudah di LEMBAGAKAN dalam wadah TUNGGAL yah ujung-ujungnya selalu begonoh…KLAIM KEBENARAN selalu menjadi KABUT HITAM yang MEREDUPKAN pandangan QALBU.

    Setiap DIRI manusia adalah MURSYID bagi DIRINYA sendiri. sang DIRI ini bisa menjadi GURU dan MURID bagi setiap DIRI manusia.
    Lah katanya tek book Kitab GARING ” Tuhan membimbing CAHAYANYA kepada siapa saja yang DIKENDAKI…mengapa kita selalu TERFOKUS kepada salah satu SOSOK, FIGUR dengan ciri-ciri yang seolah-olah hal yang DIPATOK sebagai RULE KEBENARAN…??? 7 ( tujuh ) ciri di atas itu kan yang bikin AKAL-AKALAN Manusia saja yang sangat bergantung pada SIKON letak Geografis. Artinya TIDAK BISA DISERAGAMKAN…

    MURSYID adalah Manusia yang telah menerima KHAIR KEBAJIKAN, AJARAN KESELAMATAN buat DIRINYA juga buat orang lain yang datangnya dari Tuhan. Tugas-tugas seorang MURSYID hanyalah sampai kepada MENGHANTAR manusia yang mengikutinya sebagai SALIK ( murid ) untuk sampai kepada PINTU GERBANG Keselamatan MAUL HAYAT sebagaimana tertulis dalam teks book KITAB GARING QS. At-Taubah 128…!!!.

    Selanjutnya kembali kepada si SALIK…mau berjalan atau hanya DIAM di tempat dengan anggapan seolah-olah sudah SELAMAT di tujuan.

    Hal ini KEBANYAKAN yang MEMBIUS bagi para pejalan Thareqat…seolah-olah dengan memiliki atau berguru pada sang MURSYID…SUDAH PASTI DIJAMIN KUNCI SURGA ada di tangan…
    hhhaaaaaaaaahhks..kaks..kaks…
    Kondisi semacam inilah mayoritas para SALIK terbentuk menjadi sebuah KELOMPOK~GOLONGAN yang Eksklusif dengan memandang sebelah mata bagi orang-orang yang tidak berMURSYID kepada SOSOK figur dengan 7 kriteria seperti di atas…..

    Hmmm…KEBENARAN yang masih SEMU…RELATIF…dan gak ABSOLUT….jika itu masih KATANYA Manusia…sebab KEBENARAN ABSOLUT itu hanya ada ditangan Tuhan ” BAIK DAN BURUK hanya OTORITAS dan WEWENANG Tuhan dalam menentukannya…BUKAN Manusia….apapun ATRIBUT yang telah disandangnya. CAMKAN hal ini….

    Kebenaran yang disampaikan oleh MURSYID adalah KEBENARAN yang telah DILALUINYA melewati berbagai MUJAHADAH dan RIYADAH dalam pendakian SPIRITUAL yang dilakukannya. Dan hal ini belumlah tentu COCOK buat orang lain dalam APLIKASINYA…semua bergantung kepada KEHENDAK sang sumber HIDUP yakni Tuhan Al HAQ…!!!.

    Tiga PILAR Ajaran MURSYID hanya terletak pada MAKNA : DZIKIR~SULUK dan UBUDIYAH yang sangat LUAS jangkauannya. Ini yang harus dipahami hingga menjadi PERSEPSI sang JIWA dan MBALUNG SUMSUM menjadi perilaku untuk saling berlomba dalam memberikan KONTRIBUSI pada jalan KEBAJIKAN dan KEBAIKAN bagi sesama makhluk hidup tanpa kecuali termasuk Alam semesta….!!!.

    Maka TERAPKANLAH SALAM dalam setiap Kehidupan dan Penghidupan di alam semesta ini dengan TANPO PAMRIH. Bagaimana kita memberikan KESELAMATAN~ROHMAT~BAROKAH kepada sesama makhluk dengan landasan CINTA KASIH…RAHMAN~RAHIM….

    Satu HAL yg perlu diingat
    BATAS KENYANG seseorang TIDAK BISA DITENTUKAN oleh orang lain.

    Berguru memang diperlukan sebagai wahana mempercepat LANGKAH untuk mencapai Tujuan, namun kita JUALAH yang memiliki ANDIL dalam menentukan untuk sampai ataupun tidaknya…menuju PARANING DUMADI.

    DAMAI DIHATI…DAMAI DIBUMI…

    Salam – CINTA DAMAI

  29. hmmmmm…..
    bersyukurlah kita yang telah memiliki guru yang mursyid. bersyukurlah kita yang telah paham akan guru mursyid.

    tidak usah berdebat dengan orang yang belum memiliki guru yang mursyid. sampai kiamat mereka tidak akan tau apa itu mursyid, kecuali hati mereka diberikan hidayah oleh Allah SWT.

  30. KangBoed on said:

    Hik.. hik.. hik.. “Hidup hanyalah sekedar SENDA GURAU belaka”, mari kita bentangkan Panggung Sandiwara dan Sinetron sang diri hahahaha… dengan bermain penuh penghayatan… huaaaaaaaakakakak… dalam arahan sang Sutradara dan keinginan sang produser tanpa kita merasa memiliki peran tersebut… yayayaya… tanpa rasa memiliki… padahal sesungguhnya kita hanya sebagai peran sementara saja… yayaya… mungkin hanya keroco… tukang sapu sapu… tukang bersih bersih… office boy… haahahahaha….. karena ketika film selesai dibuat maka kembali… yaaa kembali keasal hahaha….
    Salam Sayang Saudara Saudaraku…..

  31. sufi gila on said:

    salam cinta dan damai saudaraku

    @Santri Gundhul : setiap manusia memiliki perjalanan hidupnya masing2 … saya sepakat sekali … tetapi sebelum manusia menemukan jati dirinya maka sepatutnyalah dia mendekat kepada yg telah dikehendaki ALLAH yaitu para GURU MURSYID … karena kehendak ALLAH ada di kekasih NYA … jadi manusia hidup walau terlahir dengan kehebatan seperti apapun bila tidak mendapat ridho atau ijin baik ijazah yg nyata ataukah secara barzaki dari salah seorang kekasih ALLAH maka belum sempurna … bagi kebanyakan umumnya manusia maka mereka masih sangat membutuhkan suatu tolok ukur yaitu wajah GURU MURSYID … tapi bagi yg telah mengenal NUR maka hilanglah segala bentuk karena bentuk itu adalah awal perjalanan … meningkat menuju RASA dan akhirnya NUR itu sendiri …. saya yakin bahwa apa yg kita kenali adalah sama tapi terkadang kita terlalu cepat mengajarkan sesuatu dan lupa dengan proses hidup kita bahwa perjalanan itu diawali dg sakit sakit dan sakit … KASIHAN adalah seringkali menjadi alasan untuk membuka-buka rahasia KETUHANAN yg tidak seharusnya dibuka bila belum waktunya

  32. Bang,, saya pernah membaca Buku karangan sang Mursyid Kadirun Yahya,,judulnya kalok ngak salah Metafisika,,,,
    Saya sangat menginginkan Buku itu Bang,,,bagaimana saya bisa mendapatkanya,,,, bisa dibantu infonya ya Bang,,,
    terimakasih tulisan Blognya ,,,smoga akan membantu mencerahkan hatiNurani kita,,,

  33. Assalamu’alaikum wr. wb
    Kepada AbangHanda2, ataulah saudara,
    berkaitan tongkat estafet…
    jika figur mursid pembawa wasilah bukan asli (palsu) bagaimana kami sebagai anak2nya?
    wasalam

  34. trus saya gimana bang, setau saya mursyit ya cuman satu, yaitu beliau yang di limpahi NUR MUHAMMAD, bukan kah ini sesuatu yang tidak boleh di tawar2 lagi?, tapi saya sangat bersyukur pada ALLAH karena saya di pertemukan dengan AYAH GURU yang di limpahi NUR MUHAMMAD dan diterima jadi murid Beliau jauh sebelum permasalahan ini ada, ILAHI ROBBI ANTA MAQSUDI WARRIDHOKA MATHLUBI.

  35. Ahmad Kadir AnnaQsyabandi on said:

    ass.
    saya murid ayahanda Guru
    nama saya pun diberi oleh Ayahanda Guru..

    saya mw nanya kepda anda
    insya allah,,
    saya bisa n memusnakaan nya melawan jin atau apa pn itu makhluk halus yang bathil
    tapi menghadapi seorang wwanita saya susah bgt
    gimn saya harus mengontrol hawa nafsu saya..
    terima kasih
    wass……….

    • nikah om..!!!!!!!, bukan kah dah ada haditsnya.. jikalau kamu dah ndak kuat menahan hasrat mu nikahlah, jika kalau kamu belum mampu puasalah.. abang pengen milih puasa apa nikah?????????????

  36. bismillah wal hamdulillah, sy sangat terharu membaca artikel di atas, ternyata syeikh Kadirun sangat rendah hati, sy yakin beliau adalah orang yang ikhlas.
    adapun masalh pewaris dalam tarekat, sudah tentu menggunakan sistem yang telah baku, yaitu ijazah. sistem ini telah berlangsung turun menurun, baik lisan maupun tulisan berupa sertifikat ijazah.
    saya telah membaca banyak maca ijazah tarekat baik yang dari Nusantara maupun dari Mesir, HIjaZ, maupun India. semuanya menyebutkan bahwa seorang murid hanya diberi ijazah, dengan beberapa kriteria:
    pertama: setelah berkhidmah kepada gurunya
    kedua: setelah istikharah mursyid dengan isyarat Allah melalui ruhani para masyaikh silsilah baik yang hidup maupun telah wafat. tiada yang mustahil bagi Allah
    ketiga: setelah terbuka rahasia makrifatullah kepada hati si murid.
    selain itu, di beberapa ijazah disebutkan agar tidak merasa diri ada di hadapan Allah, apalagi merasa lebih tinggi dari orang lain. semoga kita mendapat faydh dan keberkahan doa beliau. syukran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: