Jika Gurumu Wali Quthub, Engkau Tidak Perlu Lagi Mencari Imam Mahdi
Allah SWT akan bertanya kepada setiap orang di Hari Akhir nanti, “Apa yang kamu bawa hari ini, wahai hamba-Ku?” Apakah kamu membawa Qalb-us-Saliim, hati yang murni, hati emas yang mulia?” Allah SWT meminta setiap orang agar mempunyai hati yang bersih. Anda hanya bisa mendapatkannya melalui Tarekat. Mereka yang tidak menjalani tarekat hanya memenuhi hidupnya dengan kehidupan luar, meninggalkan hatinya. Ada 41 aliran tarekat, 40 di antaranya diturunkan melalui hati Imam ‘Ali RA, KW dan satu lagi, Tarekat Naqsybandi berasal dari Abu Bakar ash-Shiddiq RA. Rasulullah SAW mempunyai 124.000 sahabat. Siapa sahabat terdekatnya? Beliau adalah Abu Bakar RA. Rasulullah SAW bersabda, “Seluruh hal yang Allah SWT percayakan kepadaku di malam ‘Isra, telah kutanamkan ke dalam hati Abu Bakar RA.”
Sayyidina Ali KW dihubungkan dengan Abu Bakar RA sedemikian rupa sehingga Sayyidina Ali KW mendapat gelar Kota Pengetahuan. Hal ini dikenal sangat baik di antara para Syekh pemegang tarekat yang sebenarnya. Mereka semua menghormati Tarekat Naqsybandi sebagai yang pertama. Syekh sejati, bukan mereka yang menyebut dirinya sendiri Syekh, seluruh Syekh yang termahsyur, seperti: Jilani QS, Rumi QS, Darqawi QS, Rifa’i QS mereka semua mengetahui posisi sebenarnya dari Tarekat Naqsybandi. Sekarang jika seseorang berada dalam satu aliran tarekat, mereka bisa saja mengambil Tarekat Naqsybandi dan tetap bebas menjalankan amalan-amalan seperti biasanya atau menjalankan amalan Tarekat Naqsybandi. Jika hanya melakukan amalan Tarekat Naqsybandi saja itu sudah cukup. Tidak menjadi masalah apabila anda berasal dari tarekat lain kemudian mengikuti Tarekat Naqsybandi. Beberapa orang merasa takut kalau Syekhnya mendengar bahwa dia telah menganut tarekat kedua lalu dia akan marah. Jika dia adalah Syekh sungguhan, bagaimana mungkin dia bisa marah? Seorang Syekh sejati harus mengetahui apakah muridnya bersama dia di Hari Perjanjian (pada awal penciptaan) atau tidak. Seorang penggembala mengetahui keadaan biri-birinya, satu dalam seribu, bahkan jika mereka semuanya berwarna putih. Dia memiliki cahaya di matanya dan mengenal mereka tanpa membuat kesalahan. Dalam tarekat tidak ada kepiluan bila seorang murid pergi ke Syekh yang lainnya. Kami berterima kasih kepada Syekh pertama yang telah melatihnya sampai dia bertemu Syekh yang sesungguhnya.
Abu Yazid QS berkata, “Selama melakukan pencarian, Aku bertemu 99 Syekh sebelum Aku bertemu Grandsyekh Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar ash-Shiddiq RA.” Anda bisa bertemu dengan banyak Syekh dan melakukan suatu amalan, tetapi tidak akan menemukan kepuasan sampai akhirnya anda menemui Seorang Saidi Syekh, Pemimpin Para Syekh dan Wali Quthub Penghulu sekalian Wali seperti sungai yang bertemu samudra. Begitu banyak Syekh yang hanya menjadi pelatih, menunggu sampai akhirnya Saidi Syekh memanggilmu. Bukan melalui surat, dari hati ke hati, di sana banyak sekali jalan. Jika seorang Naqsybandi Syekh memberi tarekat, beliau harus memberitahu muridnya siapa Saidi Syekh di Tarekat Naqsybandi saat itu dan beliau harus mengarahkan kepadanya.
Imam Mahdi AS dan ketujuh wazir (panglima) besarnya, 40 khalifah, 99 termasuk 40 orang yang berada di sisi wazir dan 313 Mursyid besar semua berada di Tarekat Naqsybandi. Di masa ini tidak ada kekuatan bagi tarekat lain untuk membawa seluruh orang mencapai tujuan akhirnya.
Pertanyaannya siapakah yang akan memimpin ummat ini untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya dihadapan Allah SWT? Siapa yang akan menjadi Imam? Jika 124.000 sahabat dibawa, siapa yang akan menjadi Imam? Abu Bakar RA.
Setelah Abu Bakar RA yang kemudian menjadi Imam adalah para penerusnya yang tercantum dalam silsilah Tareqat Naqsyabandi, tentu saja pengangkatannya bukan karena garis keturunan, bukan pula atas persetujuan orang banyak akan tetapi telah di program oleh Allah SWT sejak 1400 tahun silam, “Kun Fayakun” maka tersusunlah Silsilah yang lengkap dari sejak Imam Pertama sampai akhir zaman kelak dan syukur alhamdulillah sekarang kita telah berada dalam silsilah terakhir yang membawa kita kepada kemenangan dunia akhirat.
Disetiap zaman hanya hidup satu orang Imam yang bergelar Wali Quthub (pemimpin para wali) dan setiap manusia dimuka bumi ini harus ikut kepadanya. Setiap manusia harus datang berbai’at kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju dan harus menyeberangi tujuh samudera. Tahukah anda apa maksud hadist Nabi “Tuntut lah Ilmu walau ke negeri china?” karena Nabi mengetahui kelak di negeri China akan lahir seorang kekasih Allah, seorang Wali Quthub dalam Silsilah Naqsyabandi, Beliau tentu Syekh Muhammad Baba Samasi qs yang merupakan guru dari Syekh Amir Kulal qs guru langsung dari Syekh Bahauddin Naqsyabandi. Andai anda telah bertemu dengan Wali Quthub di zaman ini, maka anda tidak akan sibuk lagi menunggu Imam Mahdi datang atau menunggu Nabi Isa turun karena ibarat biji pepaya semuanya sudah ada di sana. Secara logika, kalau dengan Allah saja anda bisa dijumpakan oleh Beliau, apa sulitnya Beliau kenalkan anda kepada Imam Mahdi?
Imam Mahdi bukanlah seseorang yang telah gaib dan muncul kemudian di akhir zaman, bukan pula orang yang keluar dari tempat persembunyian karena selama ini takut dicari-cari musuh. Pemahaman keliru itu harus anda luruskan agar anda benar-benar bisa berjumpa dengan Imam Mahdi yang anda tunggu-tunggu sebab kalau pemikiran anda belum lurus nanti kalaupun berjumpa dengan Imam Mahdi yang sesunguhnya anda juga tidak akan terbuka hijab. Jangan anda menunggu Imam Mahdi di pinggir laut atau bertapa di dasar sumur karena sudah pasti anda akan disesatkan syetan yang sangat halus dan bisa menyerupai wajah apa saja. Imam Mahdi merupakan pangkat rohani yang disandang oleh orang pilihan Allah untuk meluruskan Iman manusia dan tentu saja Imam Mahdi tidak akan turun kecuali melalui Silsilah Thareqat Naqsyabandi yang merupakan Thareqat utama sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Syekh Bahauddin Naqsyabandi, “Akhir seluruh Tarekat adalah awal dari Tarekat ini (Tarekat Naqsyabandi)”.
Sungguh luar biasa rasa syukur yang tidak terhingga atas karunia Allah SWT dengan diperkenalkannya kita dengan kekasih-Nya, seorang Wali Quthub Arif Billah yang sangat dicari oleh orang diseluruh muka bumi karena lewat Beliau lah pintu langsung untuk berhubungan dengan Allah SWT.
399 Comments
sufi gaul
Assalamu a’laikum ya saudaraku Abangda Sufi Gila……..
begitu susahnya Da’wah dizaman sekarang ini, apalagi dikatakan bahwa saat ini adalah akhir zaman….
kalaulah ilmu yang maha tinggi ini selalu ditutu-tutupi, kapan lagi orang-orang yang belum memahami mau mencari…..
GURU sering berkata,…….
Yang buka-bukaan saja belum tentu kau mengerti,…
Apalagi yang Berkias……
dan kita sudah sama-sama meriset di bawah bimbingan GURU Mursyid yang qutub, jadi apalagi yang ditakutkan……..
salam sejahtera selalu saudaraku……
iseng
sesuai kutipan tulisan diatas:
“..Akhir seluruh Tarekat adalah awal dari Tarekat ini (Tarekat Naqsyabandi)”……
———————————————————————————————————————–
jika kita pilah kalimat diatas maka akan mengandung arti:
akhir seluruh tarekat =(akhir zaman)
adalah = (seperti)
awal dari tarekat ini = (zaman rasulullah SAW)
ini berarti bahwa di akhir zaman nanti kehidupan manusia seperti keadaan dizaman Rasulullah SAW sehingga akan ada khalifah/pemimpin yang memiliki potensi seperti RASULULLAH SAW.
Maha benar ALLAH dengan segala FirmanNYA …sedangkan diri ini cuman iseng2 aja koq….hihihihhihi………….mohon maaf dan koreksi jika ada ikhtiar dalam kata dan perbuatan yang salah…..
Sufi Gila
salam cinta damai saudaraku
sekedar ingat mengingatkan … hanya itu tujuan kita … bukankah telah disampaikan dalam risalah para rasul bahwa “tidaklah Kuturunkan utusan selain hanyalah sebagai penyampai kabar gembira dan sebagai saksi” serta di risalah lain menyatakan “datangilah Fir’aun dengan lemah lembut” dan sesungguhnya lemah lembut adalah sifat dan nama Allah … dan barangsiapa yg beserta dengan Nya maka dzikr sifat dan dzikr asma adalah salah satu cirinya yaitu beserta dengan sifat Allah dan nama Allah
tapi dalam sejarah selalu ada yg disertai sifat dan nama Allah yg lain dengan memakai jubah Khidir AS jubah Al-Hallaj jubah Syekh Siti Jenar … berjalanlah terus wahai saudaraku bila memang itu adalah takdir yang digariskan Allah akanmu … yg jelas kita akan bertemu dalam alam keabadian dalam suasana penuh cinta dan damai walau apapun sandiwara dunia yang kita perankan
alam keabadian alam tanpa topeng alam tanpa sandiwara alam tanpa hijab …. sampai jumpa saudaraku
iseng
@sufi gila:
sebagai penghias rasa dan penghilang rasa takut sih asik juga denger kalimat bang sufi gila diatas…..tapi tanpa pernah jumpa di dunia ini apakah kita bisa saling mengenal disana nanti???
mungkin blog SM perlu juga nih reunian jadi disana nanti bisa tetap saling kenal….heheheheehe…
salam reuni di dunia..
young sufi
salam damai bagi semua
salam hormat bagi sdr sdr sufi
Pembahasannya sgt jelas dan kaya makna semoga yang belum mengerti akan segera terbuka hijabnya…..
sedikit berfilsafat
ilmu adalah gudang pengetahuan
mempelajari ilmu sama dengan proses mencari jati diri,
jati diri sejati ada pada rohani
jdkanlah rohani ini rindu akan asma Allah
dan menjadi lapar serta dahaga akan kehadiranNya
karena sesungguhnya rohani inilah yang sampai kpd Allah dan abadi disisiNya.
imam al-ghazali berkata ” tidak semua pertanyaan harus kujawab ” yang berarti kita harus mencari jawaban atas pertanyaan yang ada di hati dan semua hanya terjawab apabila kita beribadah dengan metode yang benar dan dalam gelombang keimanan yang di pancarkan oleh seorang guru yang wali qutub
joni
Salam kenal !!! Klo boleh berkomentar, kenapa Syekh dikatakan Syekh sejati, padahal jati itukan kualitas kayu masa manusia disamakan denagn kayu…!gengsi doooong!
Ekhmm….!Klo sepengetahuan saya yang jumlahnya satu diantara martabat wali Allah adalah Sulthan Aulia,benar tidak yah..?Trm Ksh
Thariqat Almahmudiyyah
Antum terlalu berlebihan dalam berthariqat sehingga terjebak dalam ashobiyyah. Seharusnya kita memahami thariqat sebagai salah satu jalan dalam mencapai ma’rifatullah, tentu saja masih banyak jalan yang lain selain thariqat.
Kita juga harus benar – benar paham bagaimana aqidah dan risalah yang di bawa Rasulullah SAW sehingga tidak menganggap bahwa seseorang akan selamat dan mulia jika hanya masuk ke thariqat naqsyabandi.
Saat ini antum tidak menyadari bahwa ajaran Thariqat telah terasuki oleh klenik dan filsafat yang tidak berasal dari islam.
Cobalah untuk mencari ilmu di luar Thariqat seperti saya dulu yang pernah terjebak di thariqat Qadiriah wa naqsyabandiyah dan thariqat tijaniyah. tapi akhirnya bersikap yang wajar dalam berthariqat setelah mencari ilmu di kalangan muhammadiyyah, tarbiyah, salafiyah, persis dan lain – lain. dan juga galilah ilmu lewat Al Qur’an dan Hadits karena itu yang paling utama
iseng
Mang benar komentnya diatas tapi kentara banget berat sebelah…koq cuman tarikat aja yang bisa terasuki???? menurut saya hadits yang dibaca dari buku2 justru lebih rentan dengan distorsi seperti keterangan saudara2 lain diatas……..
kalo dulu saya selalu mengguman dan berteriak…… ALLAH tidak Adil……ALLAH sungguh tidak Adil.!!!! masa umat zaman dulu diberi penuntun hidup yang bisa ditanyai, dipanuti, disayangi sedangkan sekarang kita disuruh patuh pada buku ?????(dimana setiap pembaca akan memiliki penafsiran masing2 mengenai maksudnya) dan mau nanya ulama gak ada jaminan dari ALLAH dan RAsulNYA ….ditambah lagi perilaku ulama sekarang kebanyakan nafsunya tersembunyi oleh kopiah/sorban???? …. sekali Lagi.. ALLAH tidak ADILLL!!!!!
Alhamdulillah ALLAH mempertemukan diri ini dengan seorang Guru pewaris Haq ilmu Rasulullah SAW yang memiliki “Alqur’an yang hidup” yang apabila dia berkata maka perkataannya digolongkan kedalam golongan firman dan hadits……..
(jika firman dan hadits keluar dari mulut Rasulullah SAW??? maka sudah tentulah Murid yang menerima secara utuh dan sempurna ilmu/NUR dari RAsulullah SAW pasti bisa melakukannya pula dengan sempurna)
so.. mau gak dapet Alqur’an, firman dan hadits yang hidup??? yang dijanjikan oleh ALLAH dengan firmanNYA: ” apabila Al-qur;an itu diletakkan diatas gunung maka hancurlah gunung itu…”(bisa gak ya alqur’an yang dijual ditoko ditaruh digunung dan gunung pada jadi hancur????)
PAda sabdaNYA yang lain”..AKU pula yang Menjaga Alqur’an itu…”
(hehehehe… bagaimana mau dirubah2 Alqur’an yang dimaKSUD ALLAH diatas..wong bentuknya ghaib dan maha halus…ilmu berupa NUR )
yah udah.. mau berpegang pada alqur’an dan hadits yang berasal dari buku atau yang dibawa dan diwariskan oleh Rasulullah kepada manusia WALI ALLAH terserah masing2…….untukmu agamamu untukku agamaku……silahkan menjalankan ibadah masing2..
yah udah…legah dan uenak tenannnn…. sekarang… ternyata memang ALLAH itu MAHA ADIL terhadap Hambanya….hiks…hiks… jadi malu kalo ingat dulu suka teriakin ALLAH….. astagfirullah3x
padimuda
@Thariqat Almahmudiyyah
jarang nonton empat mata nya tukul ya?
martin
wah, bagus banget isinya..
semua isinya bisa diterima dengan akal dan logika.
semoga Tarekat Naqsyabandi semakin besar.
salam
martin,bayu,pras,agus (kiblatul amin 2, batam)
a,au
@Thariqat Almahmudiyyah
memang prnah jd pengamal tarekat naksyabandi???
kalo saya liat2 mas mahmud masuk tarekat2 yg d sebutin krn suka coba2 aja..mo ngumpulin amalan2 doang,pengen sakti,pengen kaya, pengen hebat…tp maunya yg instan..hehe,,,mo pintar?makanya belajar..hehe…ntar jgn2 bulan dpn mas mahmud kasih coment yg isinya jelek2in muhammadiyyah, tarbiyah, salafiyah dll..jgn2 mas mahmud yg sudah terasuki oleh klenik dan filsafat yang tidak berasal dari islam.hehe..boleh aja kan sya nebak2….mas mahmud aja nebak2,,,btw coba kalo mas mo ngerasain manisnya nasi,kalo makan jgn buru2 ditelen..tp dikunyah lama2,,biar tau dan haqul yaqin bahwa nasi itu sebenarnya manis,,kalo kunyahnya cuma beberapa kali aja pasti mas mahmud taunya kalo nasi itu anyep…ga ada rasanya..
a,au
@Thariqat Almahmudiyyah
memang prnah jd pengamal tarekat naksyabandi???
kalo saya liat2 mas mahmud masuk tarekat2 yg d sebutin krn suka coba2 aja..mo ngumpulin amalan2 doang,pengen sakti,pengen kaya, pengen hebat…tp maunya yg instan..hehe,,,mo pintar?makanya belajar..hehe…ntar jgn2 bulan dpn mas mahmud kasih coment yg isinya jelek2in muhammadiyyah, tarbiyah, salafiyah dll.jgn2 mas mahmud yg sudah terasuki oleh klenik dan filsafat yang tidak berasal dari islam.hehe..boleh aja kan sya nebak2….mas mahmud aja nebak2,,,btw coba kalo mas mo ngerasain manisnya nasi,kalo makan jgn buru2 ditelen..tp dikunyah lama2,,biar tau dan haqul yaqin bahwa nasi itu sebenarnya manis,,kalo kunyahnya cuma beberapa kali aja pasti mas mahmud taunya kalo nasi itu anyep…ga ada rasanya..
a,au
@Thariqat Almahmudiyyah
qadiriyah wa naqsyabandiyah beda sama naqsyabandiyah,alias ga sama mas..mau dipandang dr segi manapun ga akan sama…kalo ga tau lebih baik gak usah sok tau mas..so,ga usah bahas2 naqsyabandi.
“sok tau itu gak keren sama sekali lho mas”
peace&love
Allahuma sholli ala’ sayidina Muhammad
andriadi
Assalamualaikum wr wb.
Maap pertama-tama saya mo minta maap dulu maklum ga ngerti apa-apa,
tarekat sammaniyah dan naqshabandy apakah sama?
atau samakah dengan tarekat alawiyyin, maap saya belon tahu apa-apa muhun penjelasannya…
ABHusin
Salam….
Maaf numpang lalu….
Tareqat ertinya jalan, jalan-jalannya menuju kepada Dia.
Ibarat jalannya Nafas keluar masuk, turun dan naik
(Taraqqi Tanazzul)…. Pada asasnya yang dimaksod yang
dituju dan dicari adalah sama, cumaan furuk-furuknya aja
yang berbeda. Maka dialam Nusantara ini terdapat
belbagai nama Tareqat….Semuanya baik dan benar
belaka, selagi ianya tidak keluar dari 2 Kalimah
Syahadah…..
Satu lagi Tareqat adalah Tareqat yang tidak bernama.
Sebagaimana Allah perintahkan Musa berguru mencari
seorang Hamba Allah yang beriman dipertemuan dua
laut….
kangBoed
hihihi….. apalah artinya semuanya perbedaan…. semua menjadi sia sia belaka jikaaaa:
Syariatmu tidak mengantar kepada Syariattullah
Tarekatmu tidak mengantar kepada Tarekatullah
Hakikatmu tidak mengantar kepada Hakekatullah
Ma’rifatmu tidak mengantar kepada Ma’rifatullah
yayaya….. hanya hati hati yang hancur… hati yang bergetar…. hati yang dimurnikan… murni dalam ketiadaan… hilang rasa pemilikan… hilang keakuan dan keinginan untuk diaku aku dan dirasa rasa…. yaitu yang telah menyadari bahwa tiada daya dan upaya sang diri ini untuk bergerak dan diam….. yayaya hanya ALLAH yang menyebabkan kita bergerak dan diam…. ketika sang diri menyadari ketiadaannya meliputi lahir dan bathin maka inilah diri diri yang telah bebaaas, merdeka, diri diri yang hidup semakin hidup dan tambah hiduuup….. semua telah kembali olehNYA untukNYA bagiNYA karenaNYA… yayaya lenyap lah sang diri dalam rengkuhanNYA… AKU memuji AKU… AKU menyembah AKU…. karena aku meliputi lahir dan bathin telah lenyaaaaaaaaaaaap…. ooo luar biasa….. dahsyaaaaat maaan..
ABHusin
Topik Asal :
“GURU MUSYID / WALI QUTUB / IMAM MAHDI”
TAREQAT TIDAK BERNAMA :
Orang lain mencari Tareqat yang bernama, namun
bagi-ku aku menjalani “Tareqat Tidak Bernama”. Aku
katakan tidak bernama kerana “Dia ada dalam sebutan, tetapi Dia tidak ada pada kenyataan”. Aku ketemui itu jalan setelah aku didorong oleh-Nya seperti jalannnya Musa mencari seorang “Hamba Allah Yang Beriman” di “Pertemuan Dua Laut” (Surat Al-Kahfi).
Untuk memahami jalannya, aku merenung jauh tetapi dekat, kisah perjalanan dan perguruannya Musa. Musa bangga akan Kenabiannya dan dirasakannya dijaman itu beliau saja yang cukup beriman kepada Allah. Lalu Allah uji keimanan Musa, di Perintahkan-Nya Musa mendalami perguruannya, pergi lagi mengaji dan berguru, mencari seorang “Hamba Allah Yang Beriman” di “Pertemuan Dua Laut”. Hamba Allah itu tidak lain, itulah “NABI KHIDIR” namanya……
Diringkaskan riwayatnya, maka ketemulah Musa sama itu Khidir. Maka diberitahu oleh Khidir, syaratnya kalo mahu berguru dengannya, jangan sekali-kali bertanya apa jua yang terjadi sepanjang dalam perguruan. Maka bermulalah mereka berjalan dan berjalan di Dua Persimpangan Jalan. Maka belum sempat lagi sampai kedestinasi di Pertemuan Dua Lautan, Khidir sudah tidak mahu menerima Musa sebagai Muridnya. Maka belum pun tamat perguruan dan perjalanan mereka, maka terputuslah perguruannya Musa dengan Gurunya itu Khidir……
Apa sebab Khidir tidak mahu mengajar Musa??? Sebab utamanya Musa “tidak kenal” siapa sebenarnya itu Khidir. Sebab Musa telah melanggar syarat-syaratnya perguruan dan perjalanannya Khidir. Sebab Musa banyak bertanya dan bertanya menggunakan akal egonya yang sesuai dengan Ilmu Syariatnya, hinggakan Musa membantah segala perbuatannya Khidir yang dianggapnya telah melanggar Hukum Syariat……
Sedangkan setiap perbuatannya Khidir itu adalah Ilmu Hikmah, mencarik adat, yang diluar akal dan pengetahuan pengajian Ilmu Syariat…. Itulah ilmunya Khidir, yang Allah telah Nobatkan kepada beliau sebagai memegang Ilmu Sirr Nabuah yang dinamakn “ILMU LADUNI”, yang dibangsakan kepada Allah : “ILMU DI-SISI-KU.”…………
Siapakah Dia sebenar-benarnya itu KHIDIR……???
….. Wallahualam …..
Sekadar dibuat renungan aja……
Dari kerana lain padang lain belalang,
lain orang lain pula perjalanan dan kefahamnnyanya….
(Sedikit Kutipan Dari Diari Perjalanan Al-Marhom Mursyid-ku “SI-SEPULUH” – Jakarta)
syaefullah
Khirdr adalah Nabi, Tetapi sangat lebih tinggi makom baginda Rasulullah,
jika Saja Khidir menurut anda mempunyai ilmu laduni yang luar biasa, apalagi Rasulullah (Pemimpin Ulul Azmi).
jadi jika dikalangan Nabi, hanya Muhammad Rasulullah yang paling utama, dan paling pantas diagungkan
Santri Gundhul
Hmmm…Sahabat SUFI MUDA yang dirahmati Allah.
Rasanya hampir kebanyakan para si SALIK ( pengamal Thareqat ) BLUNDER dalam pemahaman tentang MURSYID. Sang MURSYID dipandang seolah SOSOK manusia pilihan yang bisa menentukan ABANG~IJO~KUNING setiap Salik yang berguru kepadanya. Pedahal kebanyakan si SALIK lupa, bahwa yang menentukan BAIK~BURUK…BENAR~SALAH hanyalah Tuhan Pencipta Langit dan Bumi…sebagaimana tertulis dalam teks book Kitab KERING AQ. Kewenangan seorang MURSYID hanyalah sebatas QS. At Taubah 128…!!!
Mursyid hanya dipandang sebagai SOSOK FIGUR yang jumlahnya hanya SATU di belahan dunia ini…
Terminologi ” Barang siapa yang tidak ber-MURSYID dalam kehidupan ini, maka MURSYIDNYA adalah SYAITON “…dipahami hanya berhenti dan mandheg sebatas AKAL dan PIKIRAN saja. Ujar-ujar seperti ini memang tepat dan pas adanya, namun hal ini jika bisa dipahami tidak dalam satu sisi, sudut pandang saja.
Perhatikan QS. Ibrahim 4…!!!
Salam
kangBoed
yayaya…. saya setuju sekali dengan saudaraku mas Santri Gundul yang baik….. kepada sahabatku Sufi Muda…. tolonglah bangkitkan kembali dan luruskan…. mengenai euforia yang sedang terjadi di sini… saya melihatnya waaaah…. sepertinya hmmmm……
salam persahabatan
sufi gila
salam cinta dan damai
@kang boed @Santri Gundhul …. ya ya ya bagus banget ulasannya … biar para salikin ini mulai sadar dan mengerti bahwa islam itu nggak hanya ada di dalam kaumnya aja … dan bahwa kebenaran itu nggak hanya ada di kelompoknya aja … biar nggak kayak katak dalam tempurung … sangat wajar kalau seorang murid bangga dan cinta akan gurunya tapi bukan buta sehingga nggak sanggup melihat Tuhan di tempat lain …. pandang yg banyak kau pandang satu … pandang satu kau pandang banyak …. ya ya ya hahahahahaha
ABHusin
” GURU MURSYID / WALI QUTUB / IMAM MAHDI ”
KATA KIASAN :
Maaf ya, kata kiasan ini tiada dalil nyatanya. Keariffan Guru
Mursyid mengkiaskannya supaya Si-Murid akan merenung
jauh mencari jawapannya………. (Mursyid Si-Sepuluh)
Berkata Nabi Musa AS dengan bangganya : “Aku adalah
Nabi. Aku ada kitab, Kitab Taurat namanya. Aku ada ramai
ummat, ummat-ku Bani Israel namanya”.
Berkata pula Khidir AS : “Aku pun Nabi juga, tetapi aku Nabi
Ghaib. Aku tiada kitab, aku mengajar tidak pakai kitab, Ilmu
Laduni namanya. Aku tiada Ummat, tetapi aku ada Murid.
Murid-ku ramai sepanjang zaman adanya…..”
Apakah anda juga mahu jadi Anak Murid nya Khidir…???
Kalo anda mahu jadi Anak Murid Khidir, jangan anda ikut
lakunya Musa. Oleh itu carilah Dia itu Khidir di “Pertemuan
Dua Laut”……
….. Wallahualam …..
(Dari Tareqat Tidak Bernama – SI-SEPULUH…..)
curious
ABHusin,
menarik cerita anda diatas. Kisah para Nabi dan Rasul memang bukan sekedar dongeng atau kebanggaan semata bagi kita. Tapi banyak yang bisa /perlu ditiru dan diamalkan.
Seperti halnya RasulNya Ibrahim a.s yang mencari Tuhan sementara seluruh lingkungannya menyembah Tuhan yang satu, berhala. Juga tentang kisah sakitnya Nabi Ayub a.s yang sudah di praktekkan di artikel lain blog ini.
Demikian pula anda dengan cerita Nabi Musa dan Khidir.
Yang jadi perhatian saya, dimana keterkaitan ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW, dengan pencarian Khidir diantara dua laut ini?
Secara ada yang menafsirkan laut sebagai kiasan dari Ilmu Allah, ada pula yang mengharfiahkanya pada suatu lokasi metafisik.
Labih tegasnya saya berpendapat, kok rasa2nya Nabi Muhammad SAW diutus sebagai penyempurna ajaran Nabi2 sebelumnya, tapi kenapa banyak sekali yag memakai kaidah yang belum sempurna untuk menemui kesempurnaan Yang Maha Sempurna?
Salam Damai Selalu
Sufi Gemblung
Tentang film Sunan Kali Jaga dan Syech Siti Jenar (Sekelumit penjelasan yang logik)
Suatu sore Kanjeng Sunan Kali Jaga disuruh oleh ke sembilan Wali Songo, untuk menemui Syech Siti Jenar, sebab tersebar isu bahwa Siti Jenar menyebarkan aliran sesat. Yaitu menyekutukan Tuhan. Jenar harus menghadiri sidang wali songo di Kasunanan Kudus untuk klarifikasi tentang masalah itu.
Sore itu, Siti Jenar sedang meditasi di sentong tengah padepokannya, dan Sunan Kali Jaga masuk memanggil-manggil Syech Jenar.
SKJ : Jenar, dimanakah engkau? aku diutus para wali untuk mengajakmu ke Kudus.
Jenar : Jenar tidak ada.
SKJ : Jenar cepat pergi untuk menghadiri rapat dengan Wali Songo
Jenar : Jenar tidak ada, disini tidak ada Jenar
SKJ : Bukahkah yang berbicara itu Jenar? Kenapa bilang Jenar tidak ada?
Jenar : Jenar tidak ada, disini tidak ada Jenar.
SKJ : Lalu siapakah yang duduk meditasi itu, bukankah itu Jenar?
Jenar : Jenar tidak ada, yang ada Guru Sejati Hadiningrat
SKJ : Jenar sadarlah …
Jenar : Jenar tidak ada, yang ada adalah Guru Sejati Hadiningrat.
Kemudian dalam sidang para wali, Sunan Kali Jaga mengadukan bahwa Jenar telah menyekutukan Tuhan dengannya, sebab Guru Sejati Hadiningrat adalah Allah Tuhan Semesta. Ajaran Manungaling Kawulo Lan Gusti dianggab sesat oleh para wali, Jenar harus dihukum mati dengan memenggal lehernya, tapi konon, begitu Jenar dipenggal lehernya, darahnya tersembur keluar membentuk tulisan ALLAH.
Sebenarnya Jenar betul, Sunan Kali Jaga juga tidak 100 % betul. Jika sahabatku telah mengalami apa yang Jenar alami, yaitu bersatunya Roh Kudus dalam tubuhnya, maka cerita di atas benar adanya.
Pada waktu meditasi/ZIKIR, ruh Siti Jenar kedatangan RohNya yang dahsyat, ruh manusia disucikan dengan Roh Tuhan (yang merupakan Guru Sejatinya), karena dimensi Roh Tuhan sangat Tinggi (Kata Beliau : Higher Dimension Rule Lower Dimension), maka ruh manusia Jenar terliputinya. Ketika ditanya Sunan Kanjeng Kali Jaga, maka Roh Tuhalah yang menjawab: DISINI TIDAK ADA JENAR, YANG ADA GURU SEJATI HADININGRAT. (Atau lebih jelasnya RUH JENAR BERSATU DENGAN ROH TUHAN, DAN YANG ADA HANYA TUHAN/GURU SEJATI HADININGRAT):
ABHusin
“GURU MURSYID / WALI QUTUB / IMAM MAHDI”
Salam Abang Curious……
Terlalu sukar bagi kami untuk menjelaskan akan kisahnya Musa dengan nya Khidir itu, jika mahu dikaitkan dengan “Ajaran Islam” yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Kerana Abang bertanyakan dari sudut “Ajaran Islam”, sedangkan kisahnya Musa dengannya itu Khidir yang dikiaskan dan dilambangkan itu, adalah kisah “Ilmu Alam Hakeqat”, yaitu kisah disebalik tabir…. (Surah Al-Kahfi)
Contohnya seperti pesanan Nabi SAW kepada Sayyidina Ali, tolong cari Qutubul Ghaus Awis Al-Qirani, orang Yaman itu, dan sampaikan hadiah “JUBAH” dan “SERBAN” Baginda SAW kepada beliau. Awis hidup sezaman dengan Rasulullah SAW, namun mereka tidak pernah bersua muka secara zahir. Namun Awis amat mengenali Rasulullah SAW, dan Rasulullah SAW juga amat mengenali akan Awis itu lebeh daripada Sayyidina Ali dan Para Sahabat yang lain…..
Kita sudah tahu, Rasullulah SAW itu sudah cukup lengkap dan sempurna. Tetapi mengapa Baginda SAW berpesan pada Sayyidina Ali mencari Awis itu….??? Sebenarnya pada Awis itulah adanya itu “ILMU LADUNI”, dari kerana Gurunya Awis itu adalah “NABI KHIDIR AS”…..
Sekarang coba renungkan semula kisahnya Musa. Beliau gagal berguru dengannya Khidir, kerana beliau tidak kenal siapa itu Khidir. Sedangkan Sayyidina Ali mengenali itu Awis Al-Qirani, kerana beliau telah diajar olih Nabi SAW cara-cara mengenali itu Awis…….
(Dari Syeikh Ahmad Muhammad Abdullah & Kitab KUN LADUNI)
Begitulah kata kias dan lambangnya dalam Ilmu Hakeqat itu. Semuanya jalan-jalannya menuju kepada Dia adalah baik lagi benar belaka. Jalannya banyak, jalannya berliku-liku, jalannya banyak persimpangan jalan. Antara persimpangan jalan, carilah jalan tengah. Nabi SAW ada berpesan : “Dalam apa jua urusan, carilah Jalan Pertengahan…..”
Mudah-mudahan kata kias dan lambang itu bisa difahami.
Selamat merenung jauh, tetapi dekat…..
….. Wallahulam …..
( Tareqat Tidak Bernama – SI-SEPULUH – Jakarta )
FRANCE BERNAT
ah.. itu semua cerita usang.. yang terpenting sekarang yg benar2 mursid itu dimana ganti bajunya..?
suluk 1
masuk kelambuuuu, ber-amal ber-amal samapai tau siapa sesungguhnya Guru kita. yo diamalkan saja, jika di kaji di kaji saja jangan dikaji kaji kalo mau dinalar ya dinalar saja jangan dinalar nalar. masuk kelambu kenali diri
ABHusin
…..JIKA MURSYID MU WALI QUTUB, KAMU TIDAK PERLU LAGI MENCARI IMAM MAHDI…..
Topik abang Sufimuda yang diatas ini sangat menarik. Pada dasarnya kalo dari sudut ilmiah memang benar maksodnya. Dari kerana makna guru/mursyid itu orang yang telah diberikan Petunjuk dan Nur Hidayah dari Allah, bertitik mulanya dari Asmak “AL-HADI”……
Maka dari perkataan Asmak “AL-HADI” itulah tersiratnya perkataan “MAHDI” . Maka perkataan “IMAM MAHDI” itu satu makna yang tersembunyi, yang nggak bisa dibicarakan secara nalar akal, melainkan ditadbirkan maksodnya oleh mereka yang benar-benar berdarjat Ariffbillah. Maka makna “IMAM MAHDI” yang membawa “TUGAS SEMESTA” itu adalah Urusan Allah Yang Maha Mentadbir…..
Maka berbalik kita kepersoalan Guru Musyid dan Tareqat. Maka kalo seseorang Guru itu sudah cukup syaratnya, dia pula yang akan membimbing orang lain yang dinamakan muridnya. Maka rasanya perlu diperkatakan satu persatu bermula dari titik mulanya supaya kita bisa ketemu maksod yang dituju.
TAREQAT : Tareqat ertinya jalan. Diambil dari perkataan Tariqq. Kalo Taraqqi maknanya perjalanan naik. Seperti dalam ilmiah Ilmu Nafas, dengan pergerakan nafas keluar / masuk dan turun / naik itu yang dinamakan Taraqqi / Tanazzul.. Maka dasarnya Tareqat itu ada dua (2) jalan :
(1) TAREQAT TIDAK BERNAMA – Adalah Tareqat yang disampaikan oleh Rasulullah SAW kepada Nasabnya yang dinamakan “AHLUL BAIT”, seperti kepada Sayyina Ali, Siti Fatimah dan lain-lain ahli keluar dari Nasabnya. Namun ada juga tareqat yang dibawakan oleh Ahlul Bait itu diberikan nama oleh pengikut / muridnya, seperti Tareqat yang diasaskan oleh Sayyidina Ali, Syeikh Abdul Qadir Jailani dan sebagainya…..
(2) TAREQAT YANG BERNAMA – Adalah Tareqat yang diajarkan oleh Nabi SAW kepada “PARA SAHABAT”, seperti kepada Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Omar, Sayyidina Othman dan para sahabat yang lain. Tareqat dari Para Sahabat inilah yang lebeh meluas dan berkembang, yang telah diberikan pelbagai Nama dan kaedah perjalanan….
Walau pun sekali imbas ada sedikit berbedaan, namun kedua-dua asas asalnya Tareqat itu, pada dasarnya adalah dari Rasulullah SAW. Ada yang dianggap jalan pintas dan ada yang dikatakan jalan jauh, namun matalamatnya masih satu destiny. Banyak dan pelbagainya nama-nama Tareqat itu, tidak lain adalah cermin-cermin yang banyak itu yang akhirnya tetap menuju kembali kepada asalnya, kepada yang satu itu jua…..
Dari kerana Junjungan Agung kita Nabi Muhammad SAW itulah “GURU MURSYID AGUNG” yang sebenar bagi kita ummat Muhammad SAW. Seperti sabdanya : ” Ana Abual Ruh, Adam Abual Basyar” – “Aku adalah Bapak Sekelian Ruh, Adam adalah Bapa Sekelian Tubuh”……
“SEBENAR-BENAR GURU MURSYID ITU, ADALAH BAPA SEKELIAN NYAWA”…..
….Wallahualam…..
asianto riswong
wahai sufi muda,, saya mau nanya.
apa makna dari kata seorang sufi besar ini
“aku adalah sandaran pedangmu”
asianto riswong
wahai sufi muda, tolong dijawab:
1.apa sebenarnya makna batin dari sholat?
2. bagaimana cara sholat yang khusyuk?
SufiMuda
Salam kenal untuk Mas Asianto R, terimakasih atas kunjungannya. Ungkapan yang ada berikan di atas belum pernah saya dengar, kalau boleh sufi besar yang mana yang mengatakan ungkapan itu?
Dua pertanyaan anda saya jawab langsung
1. Pada hakikatnya shalat adalah pertemuan antara hamba dengan Tuhan. Dalam shalat kita menghadapkan wajah kita kepada wajah-Nya. Dalam shalat terjadi dialog yang sangat mesra antara Tuhan dengan hamba-Nya.
2. Kita harus terlebih dahulu menyingkirkan hal-hal yang mengganggu kekusyukan kita. Kusyuk adalah dimana hati seorang hamba benar-benar terbebas dari hal-hal selain Allah. Kenapa kalau shalat yang terbayang adalah hal-hal yang berhubungan dengan dunia karena ruh kita belum sepenuhnya sampai kehadirat-Nya.
“Shalat itu adalah mikraj bagi orang mukmin”. Hanya hati bersih yang bisa mendapatkan shalat yang khusyuk. Untuk membersihkan hati harus dengan zikir. Untuk sempurna berzikir harus ada seorang Guru yang mengajarkan tata cara zikir yang benar sekaligus membimbing rohani kita agar sampai kehadirat-Nya
Semoga berkenan
Wasalam
mahirin
ngaco semua…..dalam islam untuk sampai pada Allah gak ada banyak jalan cuma ada 1 jalan doang tau……
“Bangsa Yahudi telah terpecah-belah menjadi 71 golongan. Dan umat Nashara telah tercerai-berai menjadi 72 golongan. Dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya berada di neraka, kecuali satu (golongan),” kemudian ada yang bertanya: “Siapakah mereka, wahai Rasulullah,” beliau menjawab: “(Yaitu golongan) yang berada di atas jalanku sekarang ini dan para sahabatku”.
[Hadits shahih, diriwayatkan oleh sejumlah sahabat. Lafazh di atas riwayat dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al Ash. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (2641), al Hakim (1/129-128), Ibnu Wadhdhah dalam al Bida’ (hlm. 15-16), al Ajurri dalam asy-Syari’ah (16), al Lalikai dalam Syarhu Ushulil-I’tiqad (147) dll. Dishahihkan oleh Syaikh al Albani di dalam ash-Shahihah. Menjadi shahih karena keberadaan beberapa syahid (penguat). Al Hakim mengatakan tentang hadits ini: “Ini adalah hadits penting dalam masalah ushul”. Syaikh al Albani di kitab yang sama, mengutip tash-hih dari para ulama sebelumnya. Misalnya Ibnu Hajr, Ibnu Taimiyah, asy-Syathibi, al ‘Iraqi rahimahullah .
Agama Islam saat permulaan penyebarannya sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dan hingga kedatangan masa para khulafaur-rasyidin adalah Islam yang satu; Islam (berdasarkan) al Kitab dan as-Sunnah dan ajaran-ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Selanjutnya, muncullah golongan-golongan, aliran-aliran pemikiran dan kelompok-kelompok. Masing-masing menggagas metode tersendiri untuk memahami agama. Silang pendapat ini kebanyakan bersifat ikhtilaf tadhadd (kontradiktif). Golongan-golongan yang banyak dan bermacam-macam ini, masing-masing mengklaim diri berada di atas Islam yang shahih, berada di atas kebenaran; sekalipun mereka adalah ahli bid’ah, saat melangsungkan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan bid’ah-bid’ah (ibadah ciptaan mereka), (dan) mereka menyangka sedang menjalankan sebuah kebajikan. Atas dasar ini, bid’ah lebih berbahaya daripada maksiat. Pasalnya, orang yang bermaksiat tidak berpikir sedang beribadah dengan kemaksiatan-kemaksiatan yang dilakukannya. Sedangkan ahli bid’ah, maka setan menghias amalan bid’ah pada pandangan ahli bid’ah, sehingga ia memandangnya sebagai kebaikan. Karena itu, Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata:
“Bid’ah lebih disukai oleh iblis ketimbang maksiat-maksiat. Karena maksiat masih disesali dengan taubat. Sedangkan bid’ah tidak disesali dengan bertaubat”
[Syarhul-Ushulil-I’tiqad, al Lalikai (1185). Syaikhul-Islam menerangkan maksud pernyataan di atas dengan berkata: “Sesungguhnya ahli bid’ah mengikuti ajaran yang tidak disyari’atkan Allah dan Rasul-Nya. Setan telah memperindah amalan buruknya itu, hingga ia memandangnya baik. Ia tidak bertaubat selama menilai amalannya baik. Sebab, permulaan taubat dimulai dengan ilmu, bahwa tindakannya buruk untuk disesali. Atau lantaran ia meninggalkan suatu yang baik, yang wajib maupun sunnah. Dia bertaubat dan berjanji melaksanakannya. Selama orang itu melihat tindakannya merupakan amalan baik, padahal amalannya buruk, karenanya, ia tidak bertaubat”. Lihat Majmu’ al Fatawa (10/9). Dinukil dari Ilmu Ushulil-Bida’ karya Ali bin Hasan al Halabi, hlm. 218]
SufiMuda
Bung Mahirin
Berkata tidak semudah menjalankan…
Islam yang kita jalankan ini telah menempuh rentang waktu 14 Abad. Di Mulai zaman Rasulullah SAW, kemudian diteruskan oleh para Sahabat dengan Khulafaur Rasyidin sebagai pemimpin ummat zaman itu.
Pada zaman khulafaur Rasyidin terutama zaman saidina Umar banyak hal baru hasil itjihad Beliau dijadikan sebagai pegangan kaum Muslim sampai saat ini.
Salah satunya shalat Tarawih berjamaah dari segi ibadah yang tidak pernah ada Zaman Nabi (Nabi shalat tarawih sendiri) dan membatalkan hukum pembagian rampasan perang (pada zaman nabi di bagi rata).
Islam pernah bernaung pada Zaman Dinasty yang sangat otoriter, segala bentuk tafsiran harus sesuai dengan kehendak penguasa. Zaman itu berlangsung sangat lama mulai dari Bany Ummayah sampai dengan Turki Ustmani.
Pada zaman itu muncul banyak sekali hadist2 pesanan.
Hadist nabi yang mengatakan Islam terpecah menjadi 73 bagian dan hanya satu yang benar, yaitu yang mengikuti sunnah Nabi…
Pertanyaannya, siapakah kelompok yang paling mengikuti sunnah Nabi tsb?
Semua meng klaim kelompoknya yang paling benar…
Yang mana golongan yang satu itu? Wahaby kah?, salafy kah? atau golongan Ahlul Sunnah sendiri?
Anda mengutip ucapan Sufyan ats-Tsauri rahimahullah yang hidup se zaman dengan Imam Abu Hanifah tentang bid’ah. Beliau adalah salah seorang Imam Tasawuf dan seorang yang zahid. Ucapannya anda ambil lalu bagaimana dengan amalan zikir2 yang Beliau kerjakan, apakah anda buang?
Kaum Sufi adalah kaum yang sangat anti dengan bid’ah buruk. Pengertian bid’ah kaum sufi tidak sesempit pengertian bid’ah kaum wahabi…
Orang2 yang menuduh orang lain berbuat bid’ah dan mensyerikatkan Tuhan terkadang perbuatannya tanpa sadar justru mensyerikatkan Tuhan…
Jadi, Memeliki kebenaran atas tafsiran ayat dan hadist itu boleh2 saja, yang tidak boleh adalah merasa benar dan menuduh orang lain sesat…
Salam Damai
happy hell
siapa yang menuduh sesat kepada yang lain sementara itu tidak benar, maka keseseatan itu akan kembali kepadanya (si penuduh)
bukan begitu bang?
mahirin
Sufyan ats-Tsauri rahimahullah emang imam tasawuf? gak tau saya…..tasawuf apa?
Shalat tarawih berjamaah dianggap sunah walau Nabi SAW kadang mengerjakan shalat tarawih tidak berjamaah. mengapa? karena yang mewajibkan shalat tarawih berjamaah adalah Umar RA ( sahabat nabi ). dan ketika hal ini di tetapkan oleh Umar, tidak ada satupun sahabat Nabi yang lain di kala itu menentangnya. dalam hal ini berarti mereka telah sepakat, maka shalat tarawih berjamaah adalah sunah bukan bidah. sesui dengan hadist:
“Hendaklah kamu berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah para khulafaur rasyidin sepeninggalku. Peganglah ia erat-erat, gigitlah dengan gigi gerahammu (pertahankanlah). Dan jauhilah perkara-perkara baru (dalam dien), karena setiap bid’ah itu kesesatan…”.
[Hadis riwayat Ibnu Abi Ashim di dalam Kitabus Sunnah, jilid I, hal.19-29 hadits no. 31, 54 dan dinilai shahih oleh Al-Albani. Semua perawinya tsiqat, hadits ini diriwayatkan juga di dalam kitab-kitab as-sunnah dan musnad. Lihat pula Syarah al-Aqidah al-Wasithiyyah, karya Muhammad Khalil Harras, hal. 179]
Kemudian mas sufimuda gak usah bingung, takut apa lagi sampai prustasi karena banyaknya hadist palsu yang beredar, apalagi bingung tentang aliran islam yang mana yang benar, karena perbedaan hadist palsu dengan hadist yang asli sangat mencolok, jika mas sufimuda mau mencermati.
jalan2 menuju kebaikan semunya sudah di contohkan oleh Rosul dan parasahabat, tidak ada kebaikan yang belum mereka kerjakan ( dalam agama ) kita hanya tinggal mencontoh saja, tidak lebih.
masa tentang buang air saja hadistnya jelas dan gamblang, apa lagi hadist tentang jalan menuju kepada Allah….
sekarang mas sufimuda tinggal kroscek saja antara amalan mas dengan amalan yang di contoh oleh Nabi berserta parasahabat jika amalan mas sama dengan amalan mereka maka teruskan jika beda maka tinggalkan.
“Dari Imran bin Hushain radhiallahu anhu bahwa Rasulullah salallahu alaihi wa sallam bersabda: ‘Sebaik-baik ummatku adalah yang semasa denganku kemudian generasi sesudahnya (yakni tabi’in), kemudian generasi yang sesudahnya lagi (yakni tabi’it tabi’in). Imran mengatakan: ‘Aku tidak tahu apakah Rasulullah menyebutkan sesudah masa beliau itu dua generasi atau tiga.’ Kemudian Rasulullah salallahu alaihi wa sallam bersabda: ‘Kemudian sesungguhnya setelah kalian akan datang suatu kaum yang memberi persaksian padahal ia tidak diminta persaksiannya, dan ia suka berkhianat dan tidak bisa dipercaya, dan mereka suka bernadzar dan tidak memenuhi nadzarnya, dan mereka berbadan gemuk yakni gambaran orang-orang yang serakah kepadanya’.”(HR Bukhari)
”Telah aku tinggalkan dua hal untuk kalian, yang kalian tidak akan pernah tersesat setelahnya selama kalian berpegang kepada keduanya, yaitu Kitabullâh dan sunnahku. Dan kalian tidak akan pernah berpisah sampai kalian menemui telagaku (di hari kiamat kelak).” [Dikeluarkan oleh Imâm Mâlik dan Hâkim, dan beliau menshahîhkannya].
@goes
salam buat abang2 semua….
ilahi anta maksudi waridhaka matlubi
aq bertemu tuhan dengan tuhanku….
tuhan yg sangat nyata dan bersembunyi ditempat yg terang…
carilah dia berpeganglah dgnnya jgn putuskan tali kasih dgnnya…..
tidak begitu atheis
@ tuan mahirin
tuan dulu saya seorang yang mengamalkan islam yang tekstual seperti anda tapi pada akhirnya setelah tersadar ternyata saya terjebak dalam doktrin agama yang membodohkan. padahal kata Rosullullah SAW bahwa islam itu ilmiah dan amaliah. cara beragama saya yang dulu sebelum saya masuk masa atheisme dan pada akhirnya kembali pada pencerahan islam yang terang benderang, saya sangat haus akan ilmiah tetapi kondisi saya waktu itu tak bisa penuhi ilmiahku, belum lagi kehausan akan amaliah yang menjadi obat dahaga dari pada rohaniahku, sama sekali tak terpenuhi. anda ada seperti sy masa itu yaitu masa ketidak sadaran jahiliah dan merasa benar meskipun tanpa bukti.
mahirin
@ tidak begitu atheis
argumen anda tidak ilmiah, siapa pun bisa berkilah seperti anda!!!
Q
saya geli denger hadist Rasul tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina…haha..gak nyasar tu..buktikan keshohihannya dunk.selama percakapan anda(sufimuda) lebih sering di tuntut bukti dalil yang shohih tapi anda tidak pernah sanggup membuktikannya.tul gak.saya nyesel dulu kuliah selalu dapat A untuk mata kuliah filsafat,tasawuf,dan ilmu kalam,ilmu yang tidak bermanfaat.semoga hidayah selalu terlimpah oleh kita semua.amin
Ahli Hadist
sufimuda, komentar spt ini gak usah di tanggapi, biasanya kalau orang baru pandai baca emang gini model komentarnya.
Kalaupun hadist nya sahihpun pasti dia bilang, “tafsir anda terhadap hadist itu salah”.
wong orang cuma cari2 salah orang…
Yaah orang udah jumpa ama Nabi ini masih debat tentabg sahih atau gak… basii gitu lho
Kuliah di Filsafat, Tasawuf ya, dapat nilai A?
Cari kebenaran kok lewat kuliah, itulah dungu nya anda.
Kuliah itu untuk dapat ilmu, itu aja titik!!!.
inilah dia hamba baca yang berlagak sebagai hamba Allah…
Ahli Hadist
Kaum orientalis bukan hanya tamatan sarjana Tasawuf tapi udah prof tasawuf, profesor fiqih tapi karena gak dapat hidayah spt si Q maka mereka bilang :
“sia-sia aku kuliah”
Yaah dapat kebenaran kok lewat otak..
mmm…yaah gmana ya menghadapi orang dungu …
kasih makan aja mungkin dia senang 🙂
Mima
to Q :
1 hal yang perlu anda tanamkan secara logika.
Kekuasaan Allah itu luas dan tak terbatas.AKAL, LOGIKA kita tak mampu sekedar untuk mencapai itu semua.Contohnya berfikir Allah itu seperti apa? itu saja sudah dosa.itulah mengapa mengenai Allah maupun Rasul, Qur’an, Hadist dan segala macam jangan hanya dikaji sebatas akal (luarnya saja) tinggal terima jadi. Tapi kajilah mengapa itu diturunkan, mengapa demikian.Allah menyuruh kita merenungi segala ciptaannya, jangan hanya sekedar diterima, diamalkan.disuru ini itu seperti robot tapi tidak tahu maknanya.
iseng
Q:
sesama bus dilarang saling mendahului…hihihihi…
kalo bang SufiMuda gak tau kebenaran asal usul hadit s karena seperti tulisan diatas bahwa jarak kehidupan yang kita jalani sangat jauh antaranya denga zaman Rasulullah SAW hidup.sama juga dengan bang q.
kalo tidak salah pedoman bang q mengenai hadits sahih dan tidak hanyalah berasal dari tulisan dibuku juga kan???? yang mengatakan hadits ini sah…hadits ini palsu….
Apakah bang q tau dengan pasti pernyataan ulama yang mengatakan ini sah ini palsu????? nah kalo ternyata ada distorsi bagaimana bang q mempertanggungjawabkan hadits itu????? kenalkah anda dengan perawi haditsnya????? atau dengan penerbitnya????? adakah jaminan tidak terjadi proses editing pada saat pembuatan????? atau proses pembuatan dalam kondisi tekanan Penguasa tertentu??????
sungguh…tidak ada satupun jaminan……
menilik Sunnatullah maka sebenarnya tidak ada anjuran atau perintah dari Rasulullah untuk menyatukan Firman kedalam bentuk buku….hal ini hanyalah ijtihad dari sahabat utama umar dan usman sebagai khalifah waktu itu.
Pada saat Rasulullah berpesan agar umatnya berpedoman pada AL-qur’an dan hadits maka pada saat itu belum ada KITAB/Buku Alqur’an dan hadits…..
lalu al-Qur’an dan hadits yang manakah yang dimaksud Rasulullah????
sesuai sabdaNYA ” …akupula yang menjaga Al-quran itu…” tetapi yang dimaksud alqur’an yang mana???? kata ALLAH lagi: “apabila alqur’an itu diletakkan diatas gunung maka hancurlah gunung itu….”;….
nah kira2 alqur’an yang berupa buku2 di toko mampu menghancurkan gunung gak ya?????
kembali lagi…sesama DAMRI dilarang saling mendahului……. ok..
grogol…grogol…depok….semanggi….semanggiii……(mending jadi karnet aja ah….hihihihihihi……)