Jika Gurumu Wali Quthub, Engkau Tidak Perlu Lagi Mencari Imam Mahdi
Allah SWT akan bertanya kepada setiap orang di Hari Akhir nanti, “Apa yang kamu bawa hari ini, wahai hamba-Ku?” Apakah kamu membawa Qalb-us-Saliim, hati yang murni, hati emas yang mulia?” Allah SWT meminta setiap orang agar mempunyai hati yang bersih. Anda hanya bisa mendapatkannya melalui Tarekat. Mereka yang tidak menjalani tarekat hanya memenuhi hidupnya dengan kehidupan luar, meninggalkan hatinya. Ada 41 aliran tarekat, 40 di antaranya diturunkan melalui hati Imam ‘Ali RA, KW dan satu lagi, Tarekat Naqsybandi berasal dari Abu Bakar ash-Shiddiq RA. Rasulullah SAW mempunyai 124.000 sahabat. Siapa sahabat terdekatnya? Beliau adalah Abu Bakar RA. Rasulullah SAW bersabda, “Seluruh hal yang Allah SWT percayakan kepadaku di malam ‘Isra, telah kutanamkan ke dalam hati Abu Bakar RA.”
Sayyidina Ali KW dihubungkan dengan Abu Bakar RA sedemikian rupa sehingga Sayyidina Ali KW mendapat gelar Kota Pengetahuan. Hal ini dikenal sangat baik di antara para Syekh pemegang tarekat yang sebenarnya. Mereka semua menghormati Tarekat Naqsybandi sebagai yang pertama. Syekh sejati, bukan mereka yang menyebut dirinya sendiri Syekh, seluruh Syekh yang termahsyur, seperti: Jilani QS, Rumi QS, Darqawi QS, Rifa’i QS mereka semua mengetahui posisi sebenarnya dari Tarekat Naqsybandi. Sekarang jika seseorang berada dalam satu aliran tarekat, mereka bisa saja mengambil Tarekat Naqsybandi dan tetap bebas menjalankan amalan-amalan seperti biasanya atau menjalankan amalan Tarekat Naqsybandi. Jika hanya melakukan amalan Tarekat Naqsybandi saja itu sudah cukup. Tidak menjadi masalah apabila anda berasal dari tarekat lain kemudian mengikuti Tarekat Naqsybandi. Beberapa orang merasa takut kalau Syekhnya mendengar bahwa dia telah menganut tarekat kedua lalu dia akan marah. Jika dia adalah Syekh sungguhan, bagaimana mungkin dia bisa marah? Seorang Syekh sejati harus mengetahui apakah muridnya bersama dia di Hari Perjanjian (pada awal penciptaan) atau tidak. Seorang penggembala mengetahui keadaan biri-birinya, satu dalam seribu, bahkan jika mereka semuanya berwarna putih. Dia memiliki cahaya di matanya dan mengenal mereka tanpa membuat kesalahan. Dalam tarekat tidak ada kepiluan bila seorang murid pergi ke Syekh yang lainnya. Kami berterima kasih kepada Syekh pertama yang telah melatihnya sampai dia bertemu Syekh yang sesungguhnya.
Abu Yazid QS berkata, “Selama melakukan pencarian, Aku bertemu 99 Syekh sebelum Aku bertemu Grandsyekh Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar ash-Shiddiq RA.” Anda bisa bertemu dengan banyak Syekh dan melakukan suatu amalan, tetapi tidak akan menemukan kepuasan sampai akhirnya anda menemui Seorang Saidi Syekh, Pemimpin Para Syekh dan Wali Quthub Penghulu sekalian Wali seperti sungai yang bertemu samudra. Begitu banyak Syekh yang hanya menjadi pelatih, menunggu sampai akhirnya Saidi Syekh memanggilmu. Bukan melalui surat, dari hati ke hati, di sana banyak sekali jalan. Jika seorang Naqsybandi Syekh memberi tarekat, beliau harus memberitahu muridnya siapa Saidi Syekh di Tarekat Naqsybandi saat itu dan beliau harus mengarahkan kepadanya.
Imam Mahdi AS dan ketujuh wazir (panglima) besarnya, 40 khalifah, 99 termasuk 40 orang yang berada di sisi wazir dan 313 Mursyid besar semua berada di Tarekat Naqsybandi. Di masa ini tidak ada kekuatan bagi tarekat lain untuk membawa seluruh orang mencapai tujuan akhirnya.
Pertanyaannya siapakah yang akan memimpin ummat ini untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya dihadapan Allah SWT? Siapa yang akan menjadi Imam? Jika 124.000 sahabat dibawa, siapa yang akan menjadi Imam? Abu Bakar RA.
Setelah Abu Bakar RA yang kemudian menjadi Imam adalah para penerusnya yang tercantum dalam silsilah Tareqat Naqsyabandi, tentu saja pengangkatannya bukan karena garis keturunan, bukan pula atas persetujuan orang banyak akan tetapi telah di program oleh Allah SWT sejak 1400 tahun silam, “Kun Fayakun” maka tersusunlah Silsilah yang lengkap dari sejak Imam Pertama sampai akhir zaman kelak dan syukur alhamdulillah sekarang kita telah berada dalam silsilah terakhir yang membawa kita kepada kemenangan dunia akhirat.
Disetiap zaman hanya hidup satu orang Imam yang bergelar Wali Quthub (pemimpin para wali) dan setiap manusia dimuka bumi ini harus ikut kepadanya. Setiap manusia harus datang berbai’at kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju dan harus menyeberangi tujuh samudera. Tahukah anda apa maksud hadist Nabi “Tuntut lah Ilmu walau ke negeri china?” karena Nabi mengetahui kelak di negeri China akan lahir seorang kekasih Allah, seorang Wali Quthub dalam Silsilah Naqsyabandi, Beliau tentu Syekh Muhammad Baba Samasi qs yang merupakan guru dari Syekh Amir Kulal qs guru langsung dari Syekh Bahauddin Naqsyabandi. Andai anda telah bertemu dengan Wali Quthub di zaman ini, maka anda tidak akan sibuk lagi menunggu Imam Mahdi datang atau menunggu Nabi Isa turun karena ibarat biji pepaya semuanya sudah ada di sana. Secara logika, kalau dengan Allah saja anda bisa dijumpakan oleh Beliau, apa sulitnya Beliau kenalkan anda kepada Imam Mahdi?
Imam Mahdi bukanlah seseorang yang telah gaib dan muncul kemudian di akhir zaman, bukan pula orang yang keluar dari tempat persembunyian karena selama ini takut dicari-cari musuh. Pemahaman keliru itu harus anda luruskan agar anda benar-benar bisa berjumpa dengan Imam Mahdi yang anda tunggu-tunggu sebab kalau pemikiran anda belum lurus nanti kalaupun berjumpa dengan Imam Mahdi yang sesunguhnya anda juga tidak akan terbuka hijab. Jangan anda menunggu Imam Mahdi di pinggir laut atau bertapa di dasar sumur karena sudah pasti anda akan disesatkan syetan yang sangat halus dan bisa menyerupai wajah apa saja. Imam Mahdi merupakan pangkat rohani yang disandang oleh orang pilihan Allah untuk meluruskan Iman manusia dan tentu saja Imam Mahdi tidak akan turun kecuali melalui Silsilah Thareqat Naqsyabandi yang merupakan Thareqat utama sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Syekh Bahauddin Naqsyabandi, “Akhir seluruh Tarekat adalah awal dari Tarekat ini (Tarekat Naqsyabandi)”.
Sungguh luar biasa rasa syukur yang tidak terhingga atas karunia Allah SWT dengan diperkenalkannya kita dengan kekasih-Nya, seorang Wali Quthub Arif Billah yang sangat dicari oleh orang diseluruh muka bumi karena lewat Beliau lah pintu langsung untuk berhubungan dengan Allah SWT.
399 Comments
asep
Hapunten, internetna nembe dianggo raka abdi.
zal
::sufimuda, ada hal yang menjadi pertanyaan :
1. thariqhat itu jalan menuju wali quthub ya…, sedang Allah menyatakan DIAlah yang memahamkan ke Hati melalui perantaraan kalam…
2. Jika Nabiullah berkata saat itu, mengenai “tuntutlah ilmu walau ke negeri china”, sepertinya saat itu juga sudah ada ilmu itu disana, jika entah kapan mungkin sebutannya “nanti dimana jaraknya jauh dari aku, namun mereka percaya kepada Allah dan Rasulnya”
3. Bagaimana jikalau yang dimaksud Imam mahdi itu bukan orang…???
siluettana
kalo Imam Mahdi bukan orang…kaciaan deh kite…
siluettana
“tak perlu keliling dunia, karena Kau ada di sini…”
siluettana
really…really sorry…’bout ma’shout…
siluettana
Imam Mahdi itu kan pangkat rohani (ya, nggak Bang…mohon koreksi nya)
Nabi aja manusia….
Rosa
“BAGAI PELITA dan Cahaya”
ENGKAU-lah PELITA
dan kami hanya cahaya
berjuta-juta cahaya
terpancar dari PELITA yang sama
berganti warna
seiring waktu yang berbeda
PELITA tak pernah berubah
cahaya bertingkat-tingkat
dengan sesama cahaya
satu lenyap tertindih yang lainnya
melebur menjadi cahaya utama
kemudian lenyap
kembali ke dalam PELITA
ENGKAU-lah sumber cahaya
dan kami hanya salah satu cahaya
dari miliaran pendaran cahaya
yang terpancar dari Sang PELITA
(puisi dari Bp Agus Mustafa, dari buku nya ‘bersatu dg Allah’….mohon ma’af, kalau tidak berkenan, tidak sinergi dg blog ini…mohon untuk di hapus..
wallaahu a’lam….makasih Bang…)
sufimuda
@zal & Siluettana
Imam Mahdi itu sudah pasti manusia, kalau berbeda jenis dengan kita bagaimana mungkin kita bisa mengenal dan beriman kepadanya?
Nabi dan Rasul itu juga manusia, tapi bukan manusia biasa karena rohaninya sudah berpangkat Nabi/Rasul.
Lalu bagaimana dengan Malaikat? apakah itu juga pangkat rohani?
@Rosa…
Puisi yang indah, saya juga senang baca buku Agus Mustafa, mencerahkan dan dia berani membahas hal2 tabu menjadi tidak tabu 🙂
zal
::siluetana,…apakah antum, Goen yang dibalik nama itu…masih di saudi..???
::sufimuda, bagaimana Nabiullah Muhammad faham Bahasa Tuhannya…AQ 87 : 6, demikian pula yang lainnya jika kurungnya dihilangkan,
Bukankah Nabiullah Muhammad juga bersaksi atas Rasulnya bukan nabinya… dan ALLAH juga membedakan “dia nabi dan juga rasul”, bahkan syahadat yang sama juga di lafazkan orang Islam lainnya..tidakkah engkau mempertanyakan kepada dirimu sendiri, padahal “tanda-tanda kebesaran Allah diletakkan ..Bahkan pada dirimu sendiri…”
tentang Malaikat.., nanti juga kamu akan tahu sendiri…
::
sufi gaul
saidina Ali RA berkata “Aku diturunkan ilmu itu ada 2 karung yang satu karung siapun boleh dibaca (kafir, yahudi,qurais,nasrani, dll…..), tapi yang satu karung lagi hanya aku bisikkan kepada ahliku” yang satu karung ini janganlah disampaikan ke luar nanti bisa dipenggal lehermu……
sehingga masalah nabi,rasul, malaikat dan Allah ini sangat dalam maknanya dan tidak boleh terlalu dibuka ke umum(orang awam) nanti akan timbul pertentangan…
semua itu jawabannya hanya ada kepada GURU Mursyid yang kamil mukamil khalis muklisin…..
saya yakin sufimuda ini pasti dah tau jawabannya perihal keberadaan malaikat itu sendiri…
::::
Rosa
Terima kasih abang Sufi Muda, atas komentar nya
Cut Nanda Keumala
Kalau Malaikat itu pangkat rohani, berarti ada orangnya donk?!
Bisa jadi yang shalat berjamaah di Mesjid semalam ada malaikat disitu, cuma sayangnya dia nGngak memakai baju kebesarannya, jadi nGngak tau dia itu malaikat 🙂
Apa benar demikian?
sufi gaul
opssssstt……
jangan terlalu kedalam entar bahaya,…
yang belon ngerti entar bingung..bisa-bisa timbul fitnah lagi…
malikat itu adalah pegawai Allah…..
berarti jikaulau hendak bertemu dengan Allah mesti melalui pegawainya dulu,tidak bisa langsung, wong Nabi Muhammad aja ketemunya dengan Jibril AS dulu kok sebelum bertemu dengan Allah…
ibaratkat kita hendak ketemu dengan presiden kan harus melalui prosedur dari RT ke RW kemudian ke LURAH abis itu ke CAMAT-BUPATI-GUBERNUR-MENTRI ASPRI itupun ditanya keperluannya apa?….
setelah melalui seleksi baru bisa bertemu dengan Presiden….
Nah bagaimana Prosedur bertemu dengan ALLAH itu?..
kalau metodenya benar pasti ketemu, sehingga terciptalah shalat yang khusuk,karna sudah melihat siapa yang disembah itu…..
Allah Ta’ala itu bersembunyi ditempat yang terang bagi yang ditunjuki jalan, bagi yang tidak, ya remang-remang teruslah….akibatnya keberadaan Allah itu sendiri hanya kira-kira, akhirnya semua ibadahnya peridikatnya “SEMOGA”, contoh semoga didengar oleh allah,semoga diterima oleh allah semoga masuk surga, ya jadinya spekulatif adanya…..
sehingga kalaulah Allah nya aja dah Kira-kira yang pasti Surganya pun ya kira-kira “kira-kira masuk surga”…
oleh karenanya saudara-saudaraku marilah ini menjadi bahan renungan kita untuk terus mencari dan sungguh-sungguh..
Agama itu bukan untuk diperdebatkan, karna kalau diperdebatkan yang timbul hanyalah Egois sehingga timbullah permusuhan sesama kita muslim…
salam sejahtera…
wassalam…
tahay
“Perbuatan maksiat adalah jauh lebih baik jika menjadikan seseorang merasa rendah dan hina, dari pada ibadah seseorang yang menjadikannya merasa tinggi”
shalatcentergresik
untuk menghindari semakin pecahnya umat islam, ga usaaaaaah mengkultuskan manusia, rasulullah sendiri dawuh dalam salah satu hadist-nya: “bahwa beliau adalah manusia biasa, jangan terlalu melebih-lebihkannya…”. hanya Allah SWT tujuan kita, begitu saja kok repot……….
kalo meminta ya minta saja ke Allah, jangan ke manusia. suatu saat nanti setelah dunia habis dan kita berada di alam yang lain, Nah….Lho…… ketahuan kalian bahwa yang perlu dimintai pertolongan cuma Allah. titik
kepada sufi muda hati-hati lho untuk mengajarkan tarekatmu, Allah sudah cemburu sama kamu
ajak-ajak
@shalatcentergresik (panjang bgt sih? dipanggil mang udel aja yah?udel juga di center (pusat) sih posisinya hehehe 🙂
Mang udel, dalam islam itu sudah jelas bahwa menduakan Tuhan itu adalah syirik. Di tarekat pun so pasti di tegaskan pula bahwa tujuan pengamal tarekat adalah untuk menggapai ridha Allah. CUMA ALLAH yang di tuju. CUMA ALLAH yang dimaksud. Termasuk pada saat bermunajat adalah hanya kepada ALLAH SWT. Dan ALLAH yang disembah juga haruslah jelas dan pasti. Allah nya Nabi Muhammad SAW, Allahnya para sahabat Nabi, Allahnya ahli silsilah (Mursyid) tarekat yang tidak putus hingga sekarang hingga kapanpun yang Allah kehendaki.
Nah mang udel juga harus hati2 saat berdo’a, jangan2 saat berdo’a terlintas pacar/istri/orangtua/teman/musuh/kantor/kerjaan/gunung/bukit/susu/udel/bawahnya udel atau apapun selain ALLAH, nanti malah berarti mang udel sedang bermunajat kepada itu pula. Kan lucu kalo berdoa sama udel.
Niat hati mengirim salam peluk cium untuk Tuhan, e e eeehh, malah kecium udel.
Aku sangat cemburu sama sufimuda dan teman2 lain yang sudah lama mengenal Allah. Coba dulu aku gak antipati sama tarekat, ga ikut macem2, gak sok bisa sendiri menggapai Allah, tentu dah lama juga kenalan sama Allah. Tapi yah, mungkin maunya Allah begitu, masih untung bisa ketemu Mursyid yang berkenan mengantarku kehadirat Allah. Coba kalau enggak, bakal selamanya menyembah udel dan sekitarnya.
Anak Gaul
Ternyata masih banyak yang belum tahu dimana Tuhan berada ya 😉
sufi gaul
@ajak-ajak…
100 sama anda…..
kan enak kalau dah nyambung, apalagi prosesornya dah pentium 4 kan prosesnya cepat…
beda kalau yang belum pentium, apalagi kalau programnya belum “Windows”, dah nyambungnya susah prosesnya lama lagi…
@shalatcentergresik
kalau Allah produksi sampean sendiri mungkin aja dah cemburu,….
tapi kalau Allahnya Nabi Muhammad, Allahnya Para Auliya-Auliya shiddiqin pasti mengacungkan jempol dan mengatakan 100 sama engkau wahai sufimuda, karna telah menghidupkan kembali sendi-sendi Islam yang sudah hampir punah oleh sabotase dari kaum wahabi orientalis, yang mempunyai misi menghancurkan power islam itu dari dalam…
saya yakin inti dari blog ini tidak lain hanya untuk menghidupkan kembali power islam yang sudah hampir hilang dimuka bumi,…
kita tengok sejarah zaman Nabi dimana tentara umat muslim pada saat itu tergolong sedikit, tapi bisa menghancurkan musuhnya yang jumlah nya 10 kali lipat, mengapa bisa demikian, ya karna mereka beserta dengan kekasih Allah yaitu Nabi dan khalifah-khalifahnya…
Tarekat Itu Jalan, Tarekatullah “jalan Menuju kepada Allah” nah untuk menuju kepada Allah harus ada yang membimbing, ga bisa jalan sendiri nanti disambar syetan,….
itulah gunanya diturunkannya Nabi-Nabi, supaya kita tidak salah jalan….
nah setelah nabi sudah tidak ada lagi nabi, tapi yang sejajar/sekedudukan dengan itu tetap masih ada itulah yang disebut dengan Waliyullah..
dalam Al-qur’an dikatakan “menyatakan perang kepada WaliKu/kekasihku adalah menyatakan perang kepadaku” jadi jelas, memusuhi wali Allah sama dengan memusihi Allah itu sendiri….
dan menghormati Wali Allah itu sama juga dengan menghormati Allah langsung…
sesulit-sulit perkataan adalah menyebut nama allah karna dimensi kita tidak sampai kesana, tapi semudah-mudah pekerjaan adalah menyebut nama Allah syaratnya kau sebut nama Kekasihnya, hadist yang berbunyi “Kau sebut nama kekasihku pasti aku disana” karna nama Allah dan Kekasihnya tidak akan bercerai berai dan tidak akan terpisahkan dan hampir-hampir tidak bisa dibedakan, seperti antara Bawang dan kulitnya, mana bawang mana kulitnya kan ga bisa di bedakan….
sehingga didalam tarekat sangat berlaku yang namanya Hadap kepada GURU, bukan hendak mengkultuskan mereka tapi sangat menghormati mereka yang telah menunjukkan bagaimana jalan pulang menuju kehadirat Allah s.w.t, kalau tidak ada hadap maka ga bakalan turun ilmu itu….
menghormati GURU Mursyid sama halnya dengan menghormati Rasul dan juga sama dengan Menghormati Allah s.w.t langsung, itu yang belumanda fahami wahai saudara @shalatcentergresik…
sufi gaul
mari kita melihat lagi setelah Nabi Adam di ciptakan oleh Allah…
seluruh makhluk ciptaan Allah, (malaikat, jin/syetan, dll) dikumpulkan…..
Allah Berfirman “telah aku tiupkan sebahagian RuhKu kedalam jiwa Adam maka sembahlah Adam”..
semua makhluk Allah sujud menyembah kepada Adam, kecuali Jin/Syetan karna yang namanya syetan pasti sombong…..
artinya apa…
Allah sudah mengatakan Aku sudah ada pada Adam jadi yang disembah bukan Adamnya, tapi Allah yang berada didalam diri Adam…dan ini terus menerus diturunkan kepada Nabi-nabi dan rasul setelahnya sampai kepada Auliya-Auliya Akbar pewaris Ahli silsilah,…
siapun pun orangnya harus sujud dan Hormat kepada Mereka, karena didalam dada mereka telah bersemayam Nurun Ala Nurin Yahdillahi wanurihi mayyasa’. yang tidak mau ini lah yang dikatakan golongan jin/syetan itu tadi….
begitu mulia Allah telah menurunkan Nurun AlaNurin itu ke pada Manusia, itupun masih banyak yang protes…. coba kalau Allah menurunkan Nurun Ala nurin itu kepada KAMBING apa mau sujud sama KAMBING?………..
jablai_wex
“kepada sufi muda hati-hati lho untuk mengajarkan tarekatmu, Allah sudah cemburu sama kamu”(by shalatcentergresik)
KAYAKNYA SALAH TULIS TU shalatcentergresik,,SIAPA YANG NGAJARI TAREKAT?perasaan sy, sufimuda gak ada mengajarkan tarekat kalo namanya mengajarkan tentunya ada murid ada guru ada buku ada yg dibaca ada pencil ada yg ditulis ada yang sok benar ada yg kalem bukannya begitu!
“KULTUS” KULTUS UTARA OR KULTUS SELATAN YA?””””!!!! salah alamt……”
Ya gitu deh……..mantab buat sufi gaull n rekan2 sufi lainnya yang telah mencoba mengupgrare komputernya kepentium CORTU DUO hingga bisa mudah mengakses internet ke line TUHAN berdasarkan riset yg telah ditempu dg bimbingan sang guru Mursyid yang kamil mukamil khalis muklisin (JG DALAM2 CERITANYA NTAR EROR.) NOKIA 8210 SAMA NOKIA N90 Jdnya gak nyambung yg satunya udah lengkap yg atunya JADUL…..semoga aja “SHOLATCENTREGRESIK” solatnya bisa khusuk “sholat itu mirajku” kat rosull n “wajahtu wajahiya” semoga tidak memandang wajahku ke sejadah,ke istri,anak,rumah, mobil,sandal baru n dll
sufi gaul
ada satu cerita Kias, yang intinya dilarang berdebat….
semoga ini menjadi satu renungan, sampai dimana pemahan kita tentang agama itu…
“Dahulu kala Nabi perrnah menulis suatu Kitab, namanya kitab AIR BERSIH,..
muncullah beberapa komentar dari sudut pandang yang berbeda dan kesimpulan masing-masing….
1. kata si Kerbau(katanya dulu kerbau bisa ngomong) “apanya yang susah sih…. yang dimaksud Nabi AIR BERSIH itu adalah Air kubangannya itu….
2.datanglah orang kampung sambil berkata ” itulah kau, dasar kerbau-kerbau… mana bisa dikatakan air bersih , disanakan banyak kuman…..
kata si Kerbau “apa kau bilang, buktinya ratusan tahun nenek moyangku mandi disana ga apa-apa itu (ga ada kuman),makin tebal lumpurnya-makin sedap…
ada dua pengertian……..
kalaulah si orang kampung ini tetap ngotot sama si Kerbau, bisa ditanduk si orang kampungnya…
kata orang kampung “yang dimaksud nabi, AIR BERSIH itu air sumur atau air kali yang mengalir dibelakang rumah saya…
3. datang orang Kota…
“itulah kamu orang kampung-orang kampung,…..
yang dimaksud nabi, AIR BERSIH itu air ledeng atau air PAM, sudah diberi zat kaporit kumannya dah mati, bisa langsung dimasak dan dikonsumsi”
didengar si Kerbau “huh.. omongan apa lagi itu, si Kerbaupun langsung pergi.
4.datang DOKTER,……
“itulah kamu tidak sekolah,… aku sekolah Dokter 20 tahun (SD 6th,SMP3th,SMU3th,Kuliah4-5th,koas3th, total 20th)…. yang dimaksud nabi, AIR BERSIH itu adalah Air UAP (Air Infus) sudah steril bisa disuntikkan…
5. datanglah muridnya WAliyullah sinonim dengan muridnya Nabi….. sambil senyum-senyum dia berkata
“gitu aja kok repot…. yang dimaksud Nabi AIR BERSIH itu adalah Air yang sudah dilarutkan dengan kalimah Allah/dzikrullah atau Air yang sudah ditawajuhkan…
ilmu tasawuf adalah ilmu yang mempelajari tata cara metodelogi berhubungan dengan Allah….
untuk belajar ilmu ini tidak cukup dengan melalui buku, tapi belajarlah langsung kepada Ahlinya (GURU Mursyid) tentu saja yang jelas ahli silsilahnya…
dan kalau mau bertanya tentang ilmu ini juga bertanyalah kepada Ahlinya (GURU mursyid)… jangan bertanya kepada orang yang belum sepenuhnya paham serta menguasai ilmu ini,…
karna ilmu ini sangat sensitif dan sangat halus…
syarat masak nasi ada 5:
1.harus ada berasnya, kalau ga ada apa yang mau dimasak…
2. harus ada wadahnya, kalau ga brserak-seraklah beras itu.
3. harus ada airnya, kalau ga nanti gosong nasinya.
4. harus ada apinya, kalau ga, ga masak-masak nasinya.
5. yang terpenting disini adalah harus ada orang yang pandai masak, ga mungkin anak bayi disuruh masak,..
nah begitu juga syarat mau ketuhan itu…..
harus tau rukun islam, rukun iman, kiblat dll semua sudah kita pelajari,…
tapi yang paling penting disini adalah harus ada orang (GURU) yang sudah pulang balik ke tuhan yang mengajarkan kita bagai mana ke Tuhan itu….
jadi kalau kita belajar kepada orang tapi dia sendiri belum mengenal Allah, jadinya ilmunya kosong…
sehingga yang terjadi seseorang ketika dia bertanya kepada seorang ustad,”pak ustad kalau saya rajin sholat kira2 diterima ga ibadah saya” jawabannya pasti”itu bukan wewenang saya katanya” karna dia sendiri masih ragu…
Nabi muhammad saja menjamin ummatnya masuk Surga…
yang jadi masalah apakah semua orang muslim saat ini juga adalah ummatnya Nabi Muhammad.??..
beliau sudah berlindung beberapa ribu tahun yang lalu…
yang mengaku ngaku banyak…
tapi sesungguhnya sama sekali tidak ada hubungan..
GURU Mursyid pewaris ahli silsilah ini sudah pasti ada hubungan yang jelas, karna ilmunya sama… dan ilmu ini tidak berani di robah dan tidak akan dirobah sezarrah pun dan keasliannya bisa dipertanggung jawabkan….
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Cut Nanda Keumala
Seorang Sufi mengatakan :
Yang Mana buih, yang mana ombak dan yang mana pula lautan?
Yang mana Guru, Yang Mana Mursyid dan yang mana pula Allah?
Yang Mana Ya? 🙂
sufi gaul
ambil besi sebesar tangan,bakar pakai api sampai merah…
besi seperti apa?
ya seperti apilah,…
Api kayak Apa?
ya kayak besi lah….
ga percaya juga,……
silahkan jilat,…. bisa gosong lidah itu..
sepertihalnya “cahaya”…
seperti apa bentuknya cahaya?…
kan cahaya itu tidak berbentuk,..
tapi setelah dia masuk ke bohlam,..
ya kayak bohlam….
“gas”,… mana bisa dilihat?
tapi setelah dia masuk ke tabung Gas…
ya seperti tabung itulah….
intinya dia hanya mengambil tempat….
begitu pula rasul….ga ada bentuknya rasul, tapi setelah dia mengambil tempat di dada Nabi muhammad,.. ya seperti itulah adanya rasul…
mana Rasul, mana Muhammad kan ga bisa di bedakan…..
begitu pula Allah dan kekasihnya….
sama saja…. ga bisa dibedakan…
inilah Tasawuf……..
inti saripati dari pada islam,…..
bukanSIAPAsiapa
(saya acoord dg sufi gaul 13 Dec.)
Mau curhat abis-abisan ni Bang…
Kenapa ya…kadang kita merasa hina sekali seolah-olah perjalanan kita jauh nya tak terbatas.
Kadang juga ngiler ngelihat mereka yg dimensi nya besar-besar itu. Mungkin kah kita sampai ke sana Bang…walau 1000 th lagi..?
Atau gimana? atau pertanyaan saya ini cuma nafsu belaka? Kadang kita ngerasa segitu-gitu aja. Sebenarnya bagaimana sih Bang…atau kah itu cuma perasaan saja?
Senang kalau dibalas.
bukanSIAPAsiapa
@sufi gaul
ulasan anda keren sekali…tolong curhat saya di atas
dijawab (sama nyang laen juga boleh)
Terima kasih.
sufi baru
setuju dgn abangda sufi gaul…walau pun itu sebenarnya sudah “dalam” dan ilmiah banget…
tapi memang kita harus ngerti bahwa islam itu memang sangat ilmiah dan bisa di buktikan keilmiahannya…
di blog ini saya ucapkan terima kasih yang setulusnya kepada abangda yang telah menunjukan jalan untuk ketemu tuhan kepada saya….
terima kasih,, biarlah allah yang akan memberikan kemulyaan kepada abangda…
terus berjuang abangda ….”islam”kan lah orang lebih banyak lagi..aku akan siap sedia mendukung abangda…..
terima kasih……..( G – MES…BATAM )
sufi baru
@jablay
kapan jadwal “melingkar” lagi..?
Mr..GMS
jasmin
@ajax-ajax
abang ajax-ajax… cerita “udel”nya seru banget tuh!
(^_^)
abang sufi gaul & sufi baru..
salam kenal yaaaaaaaah..
juga abang2 lainnya…
a'au
@mang udel ..eh shalatcentergresik ya.. jd kbawa abang ajak-ajak nih…ehm..jelas aja nabi bilang beliau manusia biasa..krn buat rasulullah SAW pasti cuma GURU nya yg luar biasa,krn bisa menghantarkanya kehadirat ALLAH SWT. ga munkinlah kalo beliau bangga2in dirinya sendiri..justru kitalah yg hrs membesar2kan nama beliau..krn kalo ga ada rasulullah & para ahli silsilah pewaris ilmu2nya hingga skrng,jadi apa kita????????????????? apalagi saya…pasti dah jd bulan2an para hantu..pasti ancur deh.. udah hina mirip pula..eh kelepasan….hehe… makanya harus kita cari &ikuti pewarisnya yg skrng.. smoga berkenan. Allahuma sholi ala sayidina Muhammad.
sufi baru
@jasmin
salam kenal juga…
semoga kita semua tetap berada dalam lindunganNYA…
ilahi anta maksudi wa ridhoka matlubi…
Jasmin
Amiiin..
Jasmin
Jika guruku wali qutub.. Ah..Tak prlu lah ku cari imam mahdi.. Apalagi nunggu,,
Aku sudah jatuh hati padaNYA..Cukup Dia.. Dan hanya RidhoNYA..
ajak-ajak
@jasmin
Yah, mungkin karena itu cerita nyata sewaktu aku dulu sering memperkosa Tuhan dengan kebinalan nafsuku. Alangkah malunya aku kalau teringat betapa terkutuknya aku memaksa Tuhan menuruti mauku.
Saat sholat, saat berzikir, saat puasa, saat bersedekah, saat bertadarus, saat bermain, saat menyanyi, saat mau tidur, saat pacaran, saat mandi, saat onani,,,, saat,,,
pokoknya dulu itu hampir setiap waktu aku paksa Tuhanku. Kupaksa Dia menyerupai tulisan ALLAH (4jjI), atau mirip bacaan2 sholat, atau seperti satu titik, atau seakan2 cahaya yang teramat silau, atau angan2 ku yang lain tentang Nya.
Ternyata semua itu bukan ALLAH, setanku yang menipuku tuk menganggap Allah seperti yang kumau.
Kalau inget2 cerita lalu, jadi pengen marah, nangis, tapi sekaligus SELALU ADA rasa bahagia dan bersyukur atas dipertemukannya aku dengan Guruku, KekasihNya, Pewaris Nabi&RasulNya Muhammad SAW, yang membuatku memahami dan menikmati indahnya khusyuk saat beribadah.
Just like jablai_wex said: wajahtu wajhiya nya jelas dan pasti. Komunikasi Allah-makhluk nya jelas dan pasti. Bukan pidato atau monolog dari kita sendiri terhadap entah siapa. Dan bukan mimpi.
sufi gaul
@bukanSIAPAsiapa
“Kadang juga ngiler ngelihat mereka yg dimensi nya besar-besar itu. Mungkin kah kita sampai ke sana Bang…walau 1000 th lagi..?”
tidak ada yang tidak mungkin atas kehendak Allah bagi siapaPun orangnya yang mau mencari…….
QS Al-Baqorah ayat: 35 “Yaa ayyuhallazina Amanuttaqqullaha wabatigu ilaihi wasilatan wajahidu fiisabilihi la’allakum tuflihun”
Artinya ” hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu kepada Allah dan cari wasilah (Frekuensi/channel/gelombang) yang langsung menghubungkan kamu dengan Allah dan bersungguh-sungguhlah kamu beramal dijalannya itu layaknya orang yang perang fisabilillah agar kamu memperoleh kemenangan (dunia dan Akhirat)”
“wasilah” ini diturunkan kepada para NABI dan RASUL terus diturunkan kepada Warisatul anbiya Auliya-Auliya Akbar para WALI-WALI ALLAH yang telah mewarisi ilmu Rasulullah s.a.w sebagai GURU Mursyid Ahli silsilah….
dan mereka inilah jembatan untuk menuju kehadirat Allah s.w.t…..
dan mereka bukanlah sebagai perantara akan tetapi media/wadah yang langsung menghubungkan dengan allah s.w.t..
ibaratkan kita hendak berbicara dengan saudara kita di Luar Negri,…
jelas harus ada medianya yang dipakai yaitu HANDPHONE, masukkan nomer yang dituju detik itu juga LANGSUNG bisa berbica ke Luar Negeri, jadi fungsi dari HP ini adalah media yang dapat menghubungkan LANGSUNG kita berkomunikasi ke LN.
contoh lain “malam ini Stasion TV SCTV akan menyiarankan secara langsung pertandingan sepak bola antara Barcelona vs Real Madrict di Stadion Spanyol pada jam 08:00 pm”…..
Teknologi sudah canggih, berapa Kilo Meter jarak antara indonesia dengan spanyol?…
ga usah pergi ke spanyol,….
cukup dengan menghidupkan TV yang ada dirumah, satukan frekuensinya, cari gelombang SCTV detik itu juga LANGSUNG ada hubungan dengan Spanyol….
jadi fungsi TV disini adalah media yang LANGSUNG menghubungkan dengan pertandingan tersebut….
nah dari kiasan -kiasan diatas sama Halnya apabila dihubungkan dengan NABI-NABI dan RASUL diteruskan kepada GURU Mursyid Ahli silsilah pewaris ilmu Nabi Muhammad s.a.w ….
oleh karnanya sudah merupakan suatu keharusan bagi seluruh umat manusia apabila hendak berhubungan dengan Allah harus mencari GURU Mursyid yang kamil mukamil(sempurna dan bisa menyempurnakan,….
GURU Mursyid ini terbagi menjadi dua bahagian:
1. GURU Mursyid yang diangkat oleh orang banyak oleh karena usianya yang lebih tua dan dianggap sudah lama dari saudara-saudara yang lain,…
yang seperti ini maaf…… Powernya masih diragukan.
2. GURU Mursyid yang diangkat oleh langsung dari GURU sebelumnya, dan biasanya Hal ini dirasiakan oleh GURU sebelumnya karna dikhawatirkan terjadinya perpecahan di kalangan Murid itu sendiri, tetapi ada juga yang Langsung di umumkan dihadapan murid murid yang lain, sehingga ilmu yang diajarkan oleh Beliau bisa dipertanggung jawabkan, dan Powernya sangatlah besar sehingga siapun yang menjadi muridnya pasti bisa terselamatkan…
dan GURU Mursyid inilah yang disebut dengan GURU Mursyid Pewaris Ahli Silsilah…
sehingga hati-hatilah dalam mencari GURU Mursyid, pelajari asal usul silsilahnya….
karna kalau silsilahnya tidak jelas bisa-bisa isinya bukan lah Tuhan melainkan Syetan….
Apakah ciri-ciri/tanda orang yang ada hubungan dengan Allah itu ?:…
(maaf keterangan dibawah ini bukanlah untuk mencaci atau bahkan menghina suatu kelompok, akan tetapi suatu ajakan agar kita mau berfikir dan mau mencari kebenaran itu)
1. apakah dia harus memakai Jubah?
Itukan cuman kain, dan bukan menjadi tolak ukur,…
jubah itu siapa pun bisa pakai, tinggal beli kain
kemudian dijahit jadi lah bisa dipake keliling
kampung.
2. Apakah harus dengan jenggotnya panjang?
maaf….. Kambing berapa panjang jenggotnya?..
itu kan cuman masalah bulu, dan bukan menjadi
tolak ukur,… adapun katanya untuk mengukuti
sunnah Nabi, oleh karena pada zamannya Nabi
Muhammad sangat susah di bedakan antara orang
kafir dengan orang Muslimin, jadinya Nabi
menyuruh untuk memanjangkan jenggot agar
bisa dibedakan.. jadi sekali lagi jenggot bukanlah
sebuah ukuran.
3. Apakah orang itu harus fasih bahasa arab?
itukan cuma masalah bahasa dan bukan menjadi
tolak ukur, kalau ga percaya, silahkan pergi ke
tanah Arab, anak yahudi itu pandai2 kok bahasa Arab.
4.Apakah karena dia sudah lama tinggal di Mekkah?
ayo silahkan hitung-hitungan Unta sudah Berapa
Lama tinggal dimekkah?
sehingga ini juga bukanlah menjadi ukuran, karena
ini cuma menyangkut masalah Tempat saja…
kalau begitu apa tolak ukurnya/ciri-cirinya/????
awalnya Agama itu adalah sudah Mengenal ALLAH….
awalnya islam adalah dua kalimah syahadat….
ingat jangan sampai salah….
“asyhadu Allailaahaaillallah wa asyhadu annamuhammadarrasulullah” semua sudah pandai mengucap…
artinya “Aku Bersaksi tiada Tuhan selain ALLAH, dan Muhammad itu adalah utusan/kekasih Allah”
hati-hati disini ada kata “SAKSI” artinya harus dengan mata kepala,..
kalau siapa pun orangnya mengaku hamba allah,ummad Nabi Muhammad tidak pernah menyaksikan dengan mata kepala sendiri tentang adanya ALLAH dan Kekasihnya,….
berarti dia sudah bersaksi palsu…
berarti islamnya belum sempurnah…
kalau diawalnya saja belum sempurna makajangan harap seterusnya…
yang terjadi semua amal ibadahnya hanya sia-sia belaka…
untuk menempuh itu semua maka ikutilah tingkatan Agama itu “Syariat, Tarikat, Hakikat dan Ma’rifat”
saya yakin semua orang islam pasti sudah pandai di syri’at saatnya menaikkan maqomnya lagi…..
maaf ini hanya sekedar sharing bukan hendak mengajari, karna kami juga masih sedang belajar kepada GURU Mursyid yang Qutub….
sekali lagi jika hendak bertanya tentang ilmu Tarekat ataupun tasawuf tanyalah kepada orang yang sudah lama mendalaminya dan sudah merisetnya, jangan bertanya kepada orang yang belum pernah belajar ilmu ini atau orang yang sudah pernah masuk tapi tidak mendalaminya, nanti pasti dikatakan ilmu ini mengada-ngada……
GURU Kami saja sudah mempelajari ilmu ini selama 53 tahun, beliau sudah meriset dan membuktikan bahwa Al-qur’an itu memang dasyat, bahkan bisa mengalahkan Atom Nuklir sekalipun, dan ilmu ini telah beliau ajarkan kepada murid-muridnya hampir seluruh dunia…
salah satu murid beliau adalah Pak AGUS yang selamat dari ledakan BOM di Inggris tahun 2000an,
hadist yang berbunyi “Lailahailallah itu adalah Perkataanku dan adalah Aku kata Allah barang siapa yang menyebutnya maka dia telah masuk kedalam kapsulKu dan Barang siapa yang sudah masukkedalam kapsul Lailahailallah itu maka dia akan dijamin terhindar dari segala malapetaka dan marabahaya di mukabumi ini”…
nah,… Kalimah Lailahailallah yang mana yang dimaksud,,,?
asal menyebutnya gampang banget,.. anak yahudi pun bisa….
inilah yang harus dicari… dan ilmunya ada pada GURU Mursyid yangKamilmukamil khalis muklisin..
tidak semua pertanyaan didalam blog ini dapat dijawab….
kata imam Gozali “tidak semua pertanyaanmu harus kujawab, biarlah nanti kau tahu sendiri”
wassalam…
ajak-ajak
@sufi gaul
sorry baru ngeh maksudnya ‘100 sama anda’ diatas.
Kalau memang ada 100 sama saya, semuanya buat Guruku sajalah. Dia yang mengupgrade processor saya. Saya hanya casing usang dan karatan penuh dengan cacat. Melirik kesaya pun bisa bikin orang lari. Guru sayalah usernya. Saya sekedar berusaha jadi komputer yang baik dan benar untuk membesar2kan Nama Allah SWT.
Salam kenal
Sufi Gila
kebenaran nyata itu adalah rahasia antara Allah dan hambaNya … dan sangatlah tidak bijaksana untuk menceritakan rahasia terdalam Allah kepada khalayak ramai … segala bentuk kesombongan adalah sifat daripada Iblis .. sehingga jangan bermain main dengan api bila belum mampu menjinakkan api …. dan jangan bermain main dengan sifat2 Iblis bila belum mampu menjinakkan Iblis …
kekasihNya adalah rahasiaNya … ungkapkan hanya kepada yang memang berhak … maka telitilah dahulu sebelum menyampaikan siapa gerangan Sang Kekasih Allah … sebab bila kita salah berucap bila kita salah bertingkah maka yang dipandang orang adalah siapa GURU nya bukan siapa yang bicara … maaf bila kurang berkenan … BERKIAS adalah cukup .. memakai bahasa perlambang adalah BIJAKSANA
salam cinta dan damai saudaraku