Tasauf

Jika Gurumu Wali Quthub, Engkau Tidak Perlu Lagi Mencari Imam Mahdi

Allah SWT akan bertanya kepada setiap orang di Hari Akhir nanti, “Apa yang kamu bawa hari ini, wahai hamba-Ku?”  Apakah kamu membawa Qalb-us-Saliim, hati yang murni, hati emas yang mulia?”  Allah SWT meminta setiap orang agar mempunyai hati yang bersih.  Anda hanya bisa mendapatkannya melalui Tarekat.  Mereka yang tidak menjalani tarekat hanya memenuhi hidupnya dengan kehidupan luar, meninggalkan hatinya.  Ada 41 aliran tarekat, 40 di antaranya diturunkan melalui hati Imam ‘Ali RA, KW dan satu lagi, Tarekat Naqsybandi berasal dari Abu Bakar ash-Shiddiq RA.  Rasulullah SAW mempunyai 124.000 sahabat.  Siapa sahabat terdekatnya?  Beliau adalah Abu Bakar RA.  Rasulullah SAW bersabda, “Seluruh hal yang Allah SWT percayakan kepadaku di malam ‘Isra, telah kutanamkan ke dalam hati Abu Bakar RA. 

Sayyidina Ali KW dihubungkan dengan Abu Bakar RA sedemikian rupa sehingga Sayyidina Ali  KW mendapat gelar Kota Pengetahuan.  Hal ini dikenal sangat baik di antara para Syekh pemegang tarekat yang sebenarnya.  Mereka semua menghormati Tarekat Naqsybandi sebagai yang pertama.  Syekh sejati, bukan mereka yang menyebut dirinya sendiri Syekh, seluruh Syekh yang termahsyur, seperti: Jilani QS, Rumi QS, Darqawi QS, Rifa’i QS mereka semua mengetahui posisi sebenarnya dari Tarekat Naqsybandi.  Sekarang jika seseorang berada dalam satu aliran tarekat, mereka bisa saja mengambil Tarekat Naqsybandi dan tetap bebas menjalankan amalan-amalan seperti biasanya atau menjalankan amalan Tarekat Naqsybandi.  Jika hanya melakukan amalan Tarekat Naqsybandi saja itu sudah cukup.  Tidak menjadi masalah apabila anda berasal dari tarekat lain kemudian mengikuti Tarekat Naqsybandi.  Beberapa orang merasa takut kalau Syekhnya mendengar bahwa dia telah menganut tarekat kedua lalu dia akan marah.  Jika dia adalah Syekh sungguhan, bagaimana mungkin dia bisa marah?  Seorang Syekh sejati harus mengetahui apakah muridnya bersama dia di Hari Perjanjian (pada awal penciptaan) atau tidak.  Seorang penggembala mengetahui keadaan biri-birinya, satu dalam seribu, bahkan jika mereka semuanya berwarna putih.  Dia memiliki cahaya di matanya dan mengenal mereka tanpa membuat kesalahan.  Dalam tarekat tidak ada kepiluan bila seorang murid pergi ke Syekh yang lainnya.  Kami berterima kasih kepada Syekh pertama yang telah melatihnya sampai dia bertemu Syekh yang sesungguhnya.

Abu Yazid QS berkata, “Selama melakukan pencarian, Aku bertemu 99 Syekh sebelum Aku bertemu Grandsyekh Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar ash-Shiddiq RA.  Anda bisa bertemu dengan banyak Syekh dan melakukan suatu amalan, tetapi tidak akan menemukan kepuasan sampai akhirnya anda menemui Seorang Saidi Syekh, Pemimpin Para Syekh dan Wali Quthub Penghulu sekalian Wali seperti sungai yang bertemu samudra.  Begitu banyak Syekh yang hanya menjadi pelatih, menunggu sampai akhirnya Saidi Syekh memanggilmu.  Bukan melalui surat, dari hati ke hati, di sana banyak sekali jalan.  Jika seorang Naqsybandi Syekh memberi tarekat, beliau harus memberitahu muridnya siapa Saidi Syekh di Tarekat Naqsybandi saat itu dan beliau harus mengarahkan kepadanya.

Imam Mahdi AS dan ketujuh wazir (panglima) besarnya, 40 khalifah, 99 termasuk 40 orang yang berada di sisi wazir dan 313 Mursyid besar semua berada di Tarekat Naqsybandi.  Di masa ini tidak ada kekuatan bagi tarekat lain untuk membawa seluruh orang mencapai tujuan akhirnya. 

Pertanyaannya siapakah yang akan memimpin ummat ini untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya dihadapan Allah SWT? Siapa yang akan menjadi Imam?  Jika 124.000 sahabat dibawa, siapa yang akan menjadi Imam?  Abu Bakar RA.

Setelah Abu Bakar RA yang kemudian menjadi Imam adalah para penerusnya yang tercantum dalam silsilah Tareqat Naqsyabandi, tentu saja pengangkatannya bukan karena garis keturunan, bukan pula atas persetujuan orang banyak akan tetapi telah di program oleh Allah SWT sejak 1400 tahun silam, “Kun Fayakun” maka tersusunlah Silsilah yang lengkap dari sejak Imam Pertama sampai akhir zaman kelak  dan syukur alhamdulillah sekarang kita telah berada dalam silsilah terakhir yang membawa kita kepada kemenangan dunia akhirat.

Disetiap zaman hanya hidup satu orang Imam yang bergelar Wali Quthub (pemimpin para wali) dan setiap manusia dimuka bumi ini harus ikut kepadanya. Setiap manusia harus datang berbai’at kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju dan harus menyeberangi tujuh samudera. Tahukah anda apa maksud hadist Nabi “Tuntut lah Ilmu walau ke negeri china?” karena Nabi mengetahui kelak di negeri China akan lahir seorang kekasih Allah, seorang Wali Quthub dalam Silsilah Naqsyabandi, Beliau tentu Syekh Muhammad Baba Samasi qs yang merupakan guru dari Syekh Amir Kulal qs guru langsung dari Syekh Bahauddin Naqsyabandi. Andai anda telah bertemu dengan Wali Quthub di zaman ini, maka anda tidak akan sibuk lagi menunggu Imam Mahdi datang atau menunggu Nabi Isa turun karena ibarat biji pepaya semuanya sudah ada di sana. Secara logika, kalau dengan Allah saja anda bisa dijumpakan oleh Beliau, apa sulitnya Beliau kenalkan anda kepada Imam Mahdi?

Imam Mahdi bukanlah seseorang yang telah gaib dan muncul kemudian di akhir zaman, bukan pula orang yang keluar dari tempat persembunyian karena selama ini takut dicari-cari musuh. Pemahaman keliru itu harus anda luruskan agar anda benar-benar bisa berjumpa dengan Imam Mahdi yang anda tunggu-tunggu sebab kalau pemikiran anda belum lurus nanti kalaupun berjumpa dengan Imam Mahdi yang sesunguhnya anda juga tidak akan terbuka hijab. Jangan anda menunggu Imam Mahdi di pinggir laut atau bertapa di dasar sumur karena sudah pasti anda akan disesatkan syetan yang sangat halus dan bisa menyerupai wajah apa saja. Imam Mahdi merupakan pangkat rohani yang disandang oleh orang pilihan Allah untuk meluruskan Iman manusia dan tentu saja Imam Mahdi tidak akan turun kecuali melalui Silsilah Thareqat Naqsyabandi yang merupakan Thareqat utama sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Syekh Bahauddin Naqsyabandi, “Akhir seluruh Tarekat adalah awal dari Tarekat ini (Tarekat Naqsyabandi)”.

Sungguh luar biasa rasa syukur yang tidak terhingga atas karunia Allah SWT dengan diperkenalkannya kita dengan kekasih-Nya, seorang Wali Quthub Arif Billah yang sangat dicari oleh orang diseluruh muka bumi karena lewat Beliau lah pintu langsung untuk berhubungan dengan Allah SWT.

399 Comments

  • aam

    bung sufimuda pernah mengatakan akan meng-email saya untuk menjelaskan tenteng keQutuban mursyidnya sufimuda.ini sdh seminggu lebih sy tunggu emailnya belum jg dikirim.mhn utk segera mengemail sy, utk pencerahan.matur nuwun

  • padimuda

    Allahuma sholli ala sayyidina Muhammad.
    Betul sufimuda, Semua hal-hal yang Ghaib termasuk siapa Al muntazar Imam Mahdi tentunya dalam rahasia Allah. Kalau mau tau pasti, ya kita tanyakan kepada Nya atau kepada kekasih Nya.

    Salam sejahtera atas Baginda Rasulullah SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.

  • mujahidahwanita

    Bismilahirrohmanirrohim…….

    Kebenaran itu datangnya dari pada Allah, dan hanya Allah lah sebaik2 yang memutuskan tentang kebenaran.

    Untuk mengungkap misteri ttng siapakah Imam Mahdi, tidak bisa di pandang dari satu sisi/golongan saja. Sebab siapapun ia (Imam Mahdi) itu pastilah sebagai pilar pemersatu Islam. Sehingga bagi saya ia berada diluar dari Golongan/Aliran/Mazhab tetapi mempersatukan Golongan/Aliran/Mazhab kepada yang satu yaitu Islam Indallah yang berlandaskan Tauhidullah wa Tauhidurrasul dan berpedoman kepada Ajaran yang Lurus…………….

    Beliau akan memurnikan kembali Ajaran dari Rosulullah Saw yaitu Islam tanpa Aliran. Tetapi yang ada hanya satu Islam…. ya… Islam. dengan Mazhab yaitu Mazhab Rosulullah, dengan Tarikat yaitu Tarikatullah, dengan Zikir yaitu Zikrullah dengan Ma’rifat yaitu Ma’rifatullah dan dengan Islam yaitu Islam Indallah…….

    Semoga anda berkenan

    Salam

  • hamba'79

    ””Andai anda telah bertemu dengan Wali Quthub di zaman ini, maka anda tidak akan sibuk lagi menunggu Imam Mahdi datang atau menunggu Nabi Isa turun karena ibarat biji pepaya semuanya sudah ada di sana. Secara logika, kalau dengan Allah saja anda bisa dijumpakan oleh Beliau, apa sulitnya Beliau kenalkan anda kepada Imam Mahdi?””

    Alhamdulillah…akhirnya mas sufimuda telah membukakan pengetahuan ku… kalau ditanya kapan sih imam mahdi turun?? ..dari dulu kalo ditanya gitu..jawabnya pasti ntar akhir zaman deh..yang selalu menerawang dan tidak ada kepastiannya…
    hihi

    ^__^V
    PIISss

  • ZahaRA

    Bang… Tengqyu buat tulisan-tulisan nya…

    Punten kalo tulisannya aku copy dan paste di blog friendster ku… Tanpa mengurangi ato menambahkan isi..(gak berani deh..)

    Buat aku yang pengetahuan dan praktek thariqat nya masih “bayi”, blon berani punya tulisan sendiri tapi pengen berbagi.. Jadi begitu ada blog bang Sufimuda, so helpful…

  • jablai_wex

    CAKEP BUANGET ULASANNYA……………betul apa kata om sufi dari pada nunggu gak jelas akhirnya kebablas kekubur jd kufur trus subur……….padahal udah jelas tu di alquran disuruh nyari wasilah……meskipun harus merangkak ke gunung es salju (abu daud jg dah kate…) tinggal tanya ama wali qutub deh pasti terjawab imam mahdi yg mane, nabi isa yg mane (yg penting zikirnya jg lewat trus…….)CAPE DEH NUNGGU YG GAK PASTI…………so cari yg pasti dong……………………………….

  • soposiro

    Oh ketahuan jadinya, sufimuda jalur naqsabandi ya? Bagus dech kalau merasa paling benar, ngamalkanya mantab. Untungnya saya belajar di jalur Qadriyah yang didirikan syaikh sbdul qadir jilany yang moderat, sehingga tidak mengharamkan untuk tabarrukan dengan guru-guru lain jalur.

  • sufimuda

    Mas soposiro dan kawan2 lain….
    Tulisan di atas saya sadur dari Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS
    Mercy Oceans Book 2,
    kebetulan lupa saya cantumkan sumbernya. Setiap Syekh pasti menceritakan bahwa Tarekat nya lebih unggul agar muridnya sunguh2 dalam menekuni Terekat. Ibarat di sebuah Universitas ada banyak fakultas, tentu saja setiap fakultas akan merasa fakultasnya yang paling unggul akan tetapi ketika berbicara almamater secara luas maka seluruh fakultas akan mengatakan bahwa universitasnya paling benar.
    Tentu saja tulisan di atas tidak sepenuhnya mewakili isi hati saya.

    Ketika saya menamakan blog ini sufi muda maka secara otomatis akan mewakili seluruh tarekat dan seluruh pengamal Tasawuf

    Kakek saya kebetulan pengamal Tarekat Sattariyah yang jalurnya bersambung kepada Syekh Abdul Qadir Jailani dan tentu saja silsilahnya sampai kepada Rasulullah SAW lewat Saidina Ali kw. Maka di sufimuda juga saya tampilkan tulisan khusus tentang Tarekat Qadiriyah, silahkan di lihat di daftar isi

    Trimakasih Mas atas kritiknya dan salam kenal

    Wasalam

  • Rosa

    apa yg dimaksud dg kata “kita berada pd silsilah terakhir ” (alinea ke 6 kalo tidak salah)
    Bang, memang seyogya nya kita harus tahu siapa orang no 1 (WALI QUTUB) di suatu zaman, walau kita belum menjadi yang terbaik. Betul, tidak Bang?
    Oh ya Bang bagaimana men sinergikan “illaahi anta maqsuudi wa ridlaaka matluubi” dg cita-cita ingin mendapatkan Guru yg no 1.?

  • Rosa

    BANG, TULISAN DI ATAS, SEBAIK NYA TIDAK BERANJAK DARI SITUS INI….STAY TERUS…muara dahaga tanya ku….melegakan tenggorokan ku.

  • a'au

    imam mahdi.. dulu kau kunanti dan terus kunanti..
    aku sangat ingin bertemu dan ingin mengikuti..
    setiap langkah dan gerak memperjuangkan islam yang hakiki..
    aku selalu membayangkan saat langkahmu ku iringi..
    tuk tegakkan panji-panji illahi..
    kucari kau keseluruh negri..karna bayang2 akhir zaman selalu menghantui..
    tapi apa daya sampai kini tak pernah kutemui, sedang akhir zaman pun kian goyah..bumi seakan segera mati..
    seakan tiada lagi cinta di dunia ini..semua hanya benci menghiasi.. ketakutanpun kian menjadi..
    tak mungkin bila aku hanya harus tetap menunggumu yang datang entah kapan pasti..
    apa jadinya bila kumenanti tapi kau tak kunjung tiba hingga aku mati..
    bisa jadi jahannam yang kudapati,karna di dunia aku tak pernah mampu temui pemilik langit dan bumi..
    mana mungkin DIA mau kutemui di akhirat nanti..

    tapi kini cerita berganti..
    karna tlah kutemui Guru sejati.. kekasih Ilahi..
    sang kekasih yang selalu mengasihi,, yang sempurna lagi menyempurnakan..
    Sang Wali yang Qutub..
    yang akan selalu membimbing langkahku dijalan dengan tujuan pasti..
    yang selalu ada saat bahagi dan sakitku..
    selalu ada saat ku butuh pertolongan di ramai atau sepi..
    tempatku bercerita, mengadu, menangis, dan tertawa..
    lengkap sudah rasanya..
    dan kurasa, tak perlu lagi kunanti imam mahdi..
    karna kuyakin, Allah telah menentukan segala yang pasti..
    karna manusia tak mungkin diciptakan hanya untuk menanti sesuatu yang entah kapan akan terjadi..
    waktu pun akan tetap terus berganti.. takkan mungkin kita yang tak berarti..
    yang harus kita lakukan adalah berbuat dan terus mengabdi.. berkarya untuk kebesaran Illahi ..
    dan kini.. cukup Guru sajalah yang ku ikuti..
    karna hanya Dia-lah yang bisa menghantarkanku kehadirat-Nya..
    bukankah itu berarti tak sulit jua bagi-Nya untuk temukanku pada imam mahdi..
    karna wali yang qutub dan imam mahdi, bukankah keduanya adalah penerus perjuangan para nabi..
    atau bisa jadi.. Guruku sang wali qutub adalah imam mahdi……….

  • selembe

    unggul tak unggul apa ada yang mengetahui?, saya terus terang gak tau. yang penting ya kompas nya ada kapal nya kokoh, arahnya ada, sampai deh. hehehe

  • sindy

    Bid’ahnya seperti yg dikatakan mas a’au, masa wali qutub dismakan dengan imam mahdi (hanya kira-kira saja). Tharikat ini suka menambahkan hal yg baru kepada syariat Islam.

  • sindy

    “Seluruh hal yang Allah SWT percayakan kepadaku di malam ‘Isra, telah kutanamkan ke dalam hati Abu Bakar RA.”

    “Akhir seluruh Tarekat adalah awal dari Tarekat ini (Tarekat Naqsyabandi)”.

    Pernyataan diatas juga bid’ah. Hanya fatwa saja bla bla bla…., aneh juga banyak yg percaya.

  • asep

    @Sindy

    Salam kenal

    Sdri Sindy bisa mengambil hikmah dari postingan tsb diatas. Walaupun kurang berkenan dengan pemahaman Sdri. Mungkin saudara-saudara kita ini masih dalam proses mencari kebenaran. Kita sama-sama belajar. Ilmu Allah swt Mahaluas, meliputi segala sesuatu.

    Wassalam

  • Habib Khalil

    Dalam Al-Qur’an dan Hadist ada dalil tentang Wali Allah

    “Ketahuilah sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada ketakutan pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati, iaitu orang-orang yang beriman dan mereka senantiasa bertaqwa”. (Yunus: 62-63).

    Barang siapa yang memusuhi Wali-Ku akan kunyatakan perang kepadanya (HR Bukhari)

    Hashabul Kahfi, Lukman Hakim adalah Wali Allah hidup sebelum zaman Nabi Muhammad SAW yang diceritakan dalam Al-Qur’an.

    Wali Quthub adalah peringkat Wali dan tentu saja tidak harus dijelaskan dengan lengkap dalam Al-Qur’an karena al quran hanya memuat hal-hal pokok.

    Dalam Hadist Nabi hanya menyebut istilah Ulama untuk orang berilmu akan tetapi tidak ada penjelasan tentang susunan Ulama dan pangkatnya. Hal-hal seperti ini berkembang kemudian.

    Istilah Rukun 13 (rukun Shalat) tidak ada dalam alqur’an
    Nabi mengatakan dalam hadist Shalat lah kamu sebagaimana aku shalat. Oleh Ulama membuat susunannya berdasarkan apa yang dikerjakan Nabi

    Rukun Iman dan Rukun Islam juga tidak ada dalam Al-Qur’an akan tetapi unsur2 penyusun kedua rukun tersebut disebutkan dalam al qur’an kemudian oleh ulama menyusunnya agar memudahkan kita dalam memahaminya.

    Sangat berbeda orang yang memahami Al Qur’an secara Tekstual dengan pemahaman orang yang ber Guru.

    Semoga Allah merahmati kita semua

  • asep

    @Sindy

    Setiap mazhab/golongan/thariqat mempunyai penafsiran dan pemahaman yg berbeda-beda mengenai Al Qur’an dan hadist Nabi saw, termasuk sdri Sindy. Jadi kita dalam menyikapinya haruslah berlapang dada. Coba baca komentar saya di posting Sudahkah saya Ber “ISLAM KAFFAH” (Bag. 3). Mudah-mudahan sdri Sindy menemukan apa yg dicari selama ini.

    Wassalam

  • Jasmin

    Jd teringat sebuah lirik lagu nih..
    “aku percaya KAMU,, melebihi apa yg org katakan kepadaku..
    aku percaya KAMU,, tak peduli apa yg org katakan tentang KAMU..
    Yang ku tau KAU slalu sejukan ‘hati’ku,yg ku tau KAU slalu ada disaat ku membutuhkanMU.. KAU selalu ada..”

    (^_-)

  • sufi baru

    @ sindy & @ asep

    memang kami dulunya sibuk dlam proses pencarian kebenaran dan alhamdulilah kami sudh menemukannya..
    dan itupun harus melewati berbagai riset agar kita baru merasa haqqul yakin terhadap kebenaran tsb…

    ulama sekedar pandai baca qur’an saat ini banyak bertebaran di muka bumi..
    akan tetapi ulama” PRAKTEK” sangatlah sedikit…

    dan alquran itu sagat dalam sekali tidk akan bisa di pahami lewat bacaan yang tersurat saja..karena alquran itu tidak hanya yang tersurat / tertulis saja akan tetapi juga mengandung makna yang tersirat dan tersembunyi..

    sebagai contoh : dalm surat al Hasyr :21 di katakan :
    Seandainya Alquran ini di letakkan di atas sebuah gunung pun maka gunung itu akan segera hancur lebur saking takut dan tunduknya pada Alquran…..

    Pertanyaannya : Alquran yang mana? apakah Alquran yang terdapat di toko2 buku atau dilemari rumah kang asep itu ? kok rumahnya nggak hancur2 ?

    ayooo kang asep yang ahli baca …coba di jelaskan maksud ayat diatas…..? he he

    buat Sindy.. saya pun dulu sebelum mempelajari tasawuf berpandangan sama seperti saudara..bahkan lebih extrem lagi..tetapi alhamdulilah skrng udh mulai ngerti gmn cara beragama itu walaupun baru sedikit..

    sama halnya dengan hujjatul islam IMAM AL – GHOZALI yang dulu sangat menguasai ilmu tentang islam akan tetapi setelah mempelajari ilmu tasawuf baru sadar dan berucap
    ” seandainya aku tahu dari dulu mutiara ilmu ini sungguh aku telah melalaikan usia ku selama ini..”

    Jadi tidak ada salahnya kita mencoba dulu kalau merasa cocok teruskan kalau tidak kita bisa berhenti..

    segala sesuatu itu ada cara dan metodenya..demikian juga dengan berketuhanan…

    Ibarat makan buah Manggis…janganlah kita langsung menggigit buahnya karena bukan rasa manis yang akan kita dapatkan akan tetapi rasa pahit karena cara makannya bukan lah seperti itu..
    tapi cobalah di ” BUKA ” dulu KULITNYA maka baru akan kelihatan “ISI” nya setelah itu baru bisa di makan..wuih sedap sekali rasanya….

    Sang “GURU” pernah berkata : kalau tahu cara Ber TUHAN itu maka akan manis terasa.. kalau tidak tahu maka akan terasa PAHIT….

    semoga berkenan bagi yang dalam proses pencarian..

    Ampun tuhan..jadikan ini sarana ubudiyah bagi hamba yang hina dina dini……
    ilahi anta maksudi waridhloka matlubi

  • a'au

    mba cindy, kayanya saya ngg perlu jawab lagi ya, udah dijelasin tuh sama bang habib khalil dan bang sufi baru. mereka lebih mengerti dari saya, thanks ya abang2. abis kalau saya ngga tau apa2, yang saya bisa cuma minta tolong sama guru saya untuk menghantarkan saya yang kotor ini ke hadirat Allah SWT. habis yang saya tau muhammad SAW yang manusia pilihan saja masih harus dihantarkan oleh jibril AS apalagi saya yang kotor ini, mana mampulah kalau sendiri, yang engga2 aja heehe. ya berbedalah sama mba cindy yang bisa sendiri ” kesanannya “. mba cindy kan pengetahuannya luas sampai-sampai lupa kalau tentang wali2 itu banyak terdapat di kalamullah dan hadist apalagi mas asep yang udah mampu menemukan jalan yang paling benarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr, jadi salah terus deh yang lain….semoga berkenan.

    illahi anta maksudi waridhloka matlubi

  • solihin

    Assalam wrwb
    Iqra…
    Jika qt akn menjabarkan buah jeruk di hadpn hlyk ramai(anak2s/drang tua arif or bangka) apa yg hrs qt lakukan. Jabarkanlah dgn arif,teliti,open,sabar.yakinlah semua org tdk tau semua secara keseluruhan dri buah trsebut.

  • solihin

    Qt ksih penjelasan secara meyeluruh dan sedetail mungkin. Dari mulai bibit,cra tanam, proses pemeliharaan, terjadinya pembuahan,cara pengambilan buah yg baik, mengupas buah dan cra makan

  • solihin

    Qt ksih penjelasan secara meyeluruh dan sedetail mungkin. Dari mulai bibit,cra tanam, proses pemeliharaan, terjadinya pembuahan,cara pengambilan buah yg baik, mengupas buah dan cra makan yg baik.bgi org tua, itu akn lucu bgi c ank itu ilmu.
    Wass wrwb…

  • Rosa

    kalau hati kita yang paling dalam memohon untuk mendapat kan Guru yg No 1…insya Allah.
    Hari gini…. open minded ajah mbak Cindy…
    Semoga Allah menunjuki mu…
    Semoga Allah menuntun ku…dalam menggilai NYA.
    Illahi anta maksuudi, wa ridlaaka matluubi…
    (gimana kalo…kita iseng2 memikirkan….siapa ya…Wali Qutub tuk sa’at ini…pasti ada donk…u/ kurun waktu ttt.)

  • Rosa

    HAYYYAAAAAAAAA……..
    I LOVE THIS BLOG……
    MUACccccccccccH…….
    nyang penting….buka hati
    open minded….berjiwa BUESSSAAAAR
    JANGAN sampai menyalahkan orang yg lebih
    ‘benar taqwa’ nya dari kita
    bersatu kita teguh….bercerai…kawin lagii…

  • Solihin

    Assalam wrwb…
    Berargumenlah dgn baik jgn smpai memojokan dan merasa paling baik,malaikat yg menulis semua ucapan qt, tapi ALLAH SWT yg melihat hati qt, santai saja lah…
    Sebarkanlah ilmu dgn damai & ahlakul karomah.
    Wassalam wrwb…

  • rona

    @Solihin

    Sawalerna, numawi abdi teh teuacan tiasa ngagunakeun email. Maklum nembe ngawitan belajar. Naon atuh nu dimaksad?

    Wassalam

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Sufi Muda

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca