Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

ILMU TEBU

tebuGuru saya selalu menyampaikan pesan-pesan moral kepada murid-muridnya lewat cerita pendek yang bersahaja dan mudah untuk dipahami. Disamping cerita pendek, Beliau juga menyampaikan tamsilan-tamsilan tentang hakikat dan makrifat dalam bentuk yang sederhana sehingga bisa diterima oleh semua kalangan baik murid lama maupun yang baru belajar thariqat. Salah satu cerita yang sering Beliau sampaikan setelah zikir bersama (tawajuh) adalah Ilmu Tebu

Siapa diantara kalian yang belum pernah melihat tebu?” begitulah Beliau membuka cerita setelah terlebih dahulu menyampaikan puji-pujian kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi SAW beserta para sahabat dan pengikut-pengikutnya serta kepada seluruh auliya-auliya akbar Thariqat Nadsyabandi. Beliau selalu mengingatkan kami bahwa para Nabi dan para Wali itu tidak pernah mati, mereka hanya berlindung disisi Allah SWT.

Kemudian Beliau bertanya lagi,”Kalau kalian perhatikan tebu, bagian mana yang paling manis, ujungnya atau pangkalnya?”. Serentak murid-murid Beliau menjawab, “Pangkalnya Guru!”.

Benar, tebu itu yang manis adalah pangkalnya semakin ke ujung maka akan semakin hambar. Coba kalian perhatian tebu apabila ditiup angin. Bagian yang bergoyang mengikuti arah angin adalah pucuknya. Kalau angin datang dari timur maka dia akan menghadap kebarat begitu juga sebaliknya kalau angina datang dari utara maka ujung tebu akan mengikuti arah angin menuju ke selatan. Bagian ujungnya itu tidak ada pendirian, terombang ambing menurut keadaan.

Guru diam sejenak kemudian Beliau kembali melanjutkan ceramahnya, “Begitulah gambaran orang yang belum menemukan seorang pembimbing rohani, dia akan terus menerus mencari kebenaran tanpa batas waktu padahal umur yang diberikan Tuhan hanya sebentar. Apabila didengar ada ulama A disana keramat maka dia akan ke ulama A, besoknya didengar lagi ada kiayi Z sangat hebat maka dia mendatangi kiayi Z. Orang seperti ini adalah ibarat sama dengan buih dilautan yang akan mengikuti arus laut dan tidak mempunyai pendirian.

Seseorang yang telah menemukan kebenaran tidak akan pernah bisa digoyahkan oleh apapun, dia tetap ditempatnya seperti pangkal tebu dan  istiqamah dijalan yang ditempuhnya. Inilah orang-orang yang telah diberikan pencerahan dan dibukakan hijab oleh Tuhan

Begitulah Guru saya bercerita tentang ilmu tebu. Cerita itu sudah lama sekali saya dengar dan sangat membekas di hati. Saya sangat terkesan dengan apa yang Beliau sampaikan karena sebenarnya saya dulunya adalah ujung tebu yang terombang ambing oleh angin. Saya adalah seorang pencari yang tidak mengerti apa yang saya cari sehingga sekian banyak orang saya jumpai namun tidak membuat saya bisa menemukan ketenangan hati apalagi menemukan Tuhan.

Syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT yang telah memberikan petunjuk kepada saya sehingga berjumpa dengan seorang ulama pewaris Nabi, memiliki kekeramatan yang luar biasa sehingga sampai saat ini saya benar-benar terbimbing kejalan-Nya.

Lewat tulisan ini saya sampaikan kepada sahabat semua bahwa kita semua telah dipertemukan dengan seorang Khalifah Rasul, dengan seorang Ulama Akhir Zaman yang sangat keramat maka perpegang teguhlah kepada Beliau.

Semoga Allah SWT akan membukakan hijab kita untuk menyaksikan kebesaran-Nya dan rawatlah biji zikir yang telah ditanam dalam Qalbu sehingga nanti akan berbuah dan bisa dinikmati oleh sekalian manusia dimuka bumi. Mari kita menebarkan salam dan kebajikan kepada seluruh manusia sebagai bagian dari bhakti kasih kita kepada Guru dan sebagai bagian dari amal ibadah kita kepada Allah SWT. Semoga Allah memberikan kesehatan dan umur panjang kepada Ulama Pewaris Nabi sehingga akan terus bisa membimbing dan menuntun kita ke jalan-Nya, Amien Ya Allah, Amien Ya Rahman, Amien Ya Rahim, Amien Ya Rabbal ‘Alamin

Single Post Navigation

18 thoughts on “ILMU TEBU

  1. Terima kasih ustadz,kisah ini mudah2n bs djdkan i’tbar buat sy pribdi khussnya dan buat pr pmbaca pd ummnya.
    Ustadz,ilmu tebu ini sama ga dg ilmu padi?

  2. seliparmalaysia on said:

    bang sufimuda,

    maaf saya bertanya, bagaimana pula dgn cerita manis di pangkal tebu??

    Apa kaitannya dengan org2 tareqat..?

    tq..ainunmalaysia…

  3. sufimuda on said:

    Bang Jamhur…
    Ilmu Tebu itu berhubungan dengan Istiqamah seseorang dalam menuntut ilmu sedangkan. Tidak ragu-ragu dalam menuntut ilmu
    Ilmu Padi adalah gambaran terhadap sikap rendah hati terhadap ilmu yang dimiliki. Ilmu padi semakin lama semakin merunduk.

  4. sufimuda on said:

    Untuk Selipar malaysia
    Cerita tebu itu memang berkaitan sekali dengan orang Tareqat.
    Ujung tebu adalah orang yang belum mengenal dengan sebanarnya siapa gurunya sedangkan pangkal tebu adalah orang yang telah mengenal siapa Gurunya

    • Assalamu Alaikum Warahmatullah
      Sufi Muda….ana ingin tau…
      nama gurunya sufi muda siapa…?
      Dan satu lagi sufi muda…ma’af sebelum dan sesudahnya…kalau boleh tulisan yang diatas di ralat kembali karena kata amien sepertinya tidak patut di sebut atau ditulis sedemikian dan kata Amien“!!! Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien)
      dihindari, karena ucapan “Amien” yang lazim
      dilafadzkan oleh penyembah berhala
      (Paganisme) setelah do ’a ini sesungguhnya
      berasal dari nama seorang Dewa Matahari
      Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya
      Amun-Ra)….
      Sekali lagi ma’af….ini hanya sekedar info

  5. ya Allah…
    Tetapkanlah hati kami dijalam Mu yg lurus ini.
    Sehatkanlah GURU kami, panjangkanlah usia NYA agar dapat trus membimbing kami bermunajat ke hadirat Mu. Amien

    Sufimuda:
    Amien Ya Rabbal ‘Alamin

  6. ……. 🙂

  7. Satu gayung air suci dan menyucikan mungkin hanya bisa untuk berwudu satu atau dua orang saja, itu saja dengan syarat air dalam ember tidak terkena najis.

    Tapi air meskipun mutanajis kalau bergabung dan berkumpul bekerja sama di sungai dan lautan akan menjadi air suci dan menyucikan. Bahkan manfaatnya pun lebih banyak.

    Itulah pentingnya bergaul menggabungkan diri dalam jamaah yang satu fikir, satu kerja, satu tujuan.

  8. Subhanallah..

    Allah sendiri telah memberikan banyak perumpamaan-perumpamaan dalam Al Quran dan “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu.”(QS.Al Baqarah : 26 )

    Silakan kunjungi situs Usaha Dawah dan Tabligh di http://usahadawah.com/ semoga silaturahim kita umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam tetap terjaga.

    Dan kita tingkatkan semangat saling maenasihati antar saudara muslim dengan hikmah dan musyawarah.

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Sufi Muda:
    Wa’alaikum salam wr. wb, Terimakasih atas kunjungan dan info nya, semoga Allah akan selalu memberikan kita kekuatan untuk berdakwah menyebarkan Kebenaran Hakiki dan hati kita terus dijaga agar selalu tetap di jalan-Nya, amien

  9. ReMBuLaN on said:

    pangkal tebu,
    kokoh..
    manis..
    banyak manfaatnya.
    untuk jadi seperti itu, perlu wkt yg “agak” lama..
    gak bisa instan..
    tul gak mas Sufi Muda?

  10. sufimuda on said:

    Memang demikian Rembulan…
    semua ada prosesnya

  11. Ilmu tebu
    kasar di luar
    manis di dalam
    kuat di tanam
    akar terhujam

    sang akar jadi pegangan
    si ujung berkibar2
    meski berkibar selembar
    pangkalnya sang guru sejati
    meski terombang ambing
    tapi nyambung terus dengan akar
    aliran manisnya akan mewarna

    sang guru jauh kitapun jauh
    sang guru dekat kitapun merapat

    “maaf kalau gak nyambung 😀

  12. sufimuda on said:

    Komentarnnya nyambung pak 🙂

  13. wahai Sang pengembara rohani, artikel ini menarik banget saya gasab yah buat di sini
    syukron… 😀

    SufiMuda:
    Terima Makasih mas, saya merasa tersanjung nich 🙂
    Mudah2an Tulisan itu akan bermanfaat, Amien

  14. salam..
    saat ini saya menjual CD cara berkebun tebu yang benar, hanya dengan harga 60 ribu (sudah ongkos kirim).
    CD bukan berisi ebook PDF atau paparan data melainkan video interaktif/audio visual bagaimana prakteknyalangsung di lapangan.
    dan tersedia juga buku panduannya (berwarna dan bergambar) harga 60 ribu.
    jika berminat silahkan hub.saya di 081-911857815 atau email rozi679@gmail.com.
    terima kasih

  15. mamo cemani gombong on said:

    dibulan ramadhan ini aku merasa masih jadi ujung tebu…….yaa Alloh berilah petunjukmu….. amiin

  16. Ping-balik: ILMU TEBU | sufialmakassari

  17. Ping-balik: Murid Yang Shiddiq | Sufi Muda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: