Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the tag “Adab”

DAHULUKAN ADAB-MU SEBELUM BER-AMAL (Bag 2)

Di dalam tarekat, adab menempati kedudukan yang sangat tinggi bahkan melebihi kedudukan ilmu dan karomah itu sendiri. Keseluruhan ajaran Islam yang diturunkan dari Allah SWT melalui Jibril AS kepada Nabi Muhammad SAW adalah adab, hanya itu. Maka diperlukan waktu sampai 13 tahun bagi Nabi untuk menerapkan adab kepada kaum Jahiliyah barulah kemudian Nabi memperkenalkan ibadah-ibadah termasuk shalat.

Tarekat adalah metodologi atau cara atau jalan untuk bisa melaksanakan al-Islam yang sangat hebat ini, tanpa tarekat maka Islam hanya menjadi sebuah formalitas saja, menjadi sebuah budaya dan identitas tanpa memiliki getaran dan ruh nya. Ibarat orang mati, apa sih yang bisa diharapkan dari sebuah mayat? Hanya bisa menghias fisiknya, tidak lebih dari itu. Baca selengkapnya…

Dahulukan Adab mu

cium-tanganAdab yang kita bicarakan disini adalah sopan santun dan budi baik dari penempuh jalan kepada Allah (thareqatullah). Adab memiliki peringkat lebih tinggi dari sopan santun karena adab tidak hanya berupa gerak fisik tapi juga di ikuti oleh gerak hati. Seorang murid harus menjaga adab nya kepada Guru agar dia memperoleh ilmu dari Gurunya dan adab ini harus didahulukan dari yang lain. Guru berpesan, “Dahulukan Adab mu sebelum engkau ber-amal (berdzikir)”. Baca selengkapnya…

Adab : Memberi Namun Tidak Merasa Membeli Gurunya

Sufimuda LogoAda seorang murid Abu Hafs yang menunggu dengan sikap dan kesopanan yang luar biasa. Junaid berkali-kali memandangnya, karena ia sangat terkesan dengan sikap murid Abu Hafs itu. Junaid bertanya kepada Abu Hafs, “Sudah berapa lama ia menjadi muridmu?” “Sepuluh tahun,” jawab Abu Hafs. “Tata kramanya sempurna, ia benar-benar bermartabat, anak muda yang sungguh mengagumkan.” Kata Junaid.

“Ya,” ujar Abu Hafs, “Ia telah menghabiskan 17 ribu dinar uangnya untuk keperluan kami, dan telah meminjam 17 ribu dinar lagi untuk keperluan kami. Namun setelah semua itu, ia masih saja belum berani mengajukan satu pertanyaan pun kepada kami.” Baca selengkapnya…

Adab Ziarah Kubur

ziarah2Sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat kita ketika Idul Fitri tiba mereka biasanya berziarah ke kubur, kadang di lakukan sebelum Idul Fitri. Saya sejak kecil dibawa oleh orang tua berziarah ke makam kakek dan ketika orang tua telah tiada, saya setiap tahun berziarah ke makam orang tua saya. Rasanya belum lengkap Idul Fitri kalau tidak melakukan ziarah kubur. Tentang ziarah kubur Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka ziarahilah (sekarang)! Karena sesungguhnya ziarah kubur dapat mengingatkan kalian akan kematian.” (HR Muslim dari Abu Buraidah). Baca selengkapnya…

Nasehat Guru Sufi Tentang Adab

3-sufi-tale-illustration-water-color1Di dalam buku “Perjalanan Sufimuda Menemukan Tuhan Dalam Keseharian” saya sudah menulis tentang adab atau aturan bagi seorang murid terhadap Gurunya, sesama teman seperguruan, sesama muslim dan adab atau akhlak seorang murid terhadap seluruh manusia dan alam. Dalam tasawuf, adab adalah hal utama diatas ibadah atas pun dzikir. Tanpa adab seluruh amalan tidak bernilai, demikian Guru Sufi selalu menasehati murid-muridnya. Syaidina Abu Bakar Siddiq mengungguli sahabat lain bukan karena amalan atau ibadahnya tapi karena adab/akhlak nya. Rasulullah SAW Bersabda, “Abu Bakar mengungguli kalian bukan karena banyaknya shalat dan banyaknya puasa, tapi karena sesuatu yang bersemayam di hatinya.” (HR at-Tirmidzi). Baca selengkapnya…

Patuh…

berguruDalam dunia sufi, patuh kepada Guru secara zahir dan bathin merupakan syarat mutlak yang tidak bisa di tawar-tawar, hal yang wajib di penuhi oleh seorang murid agar dia berhasil dan tercapai tujuan dari berguru yaitu makrifat kepada Allah dan mendapat rahmat dan karunia-Nya. Dikalangan sufi, ilmu bukanlah hal yang pokok, amalan juga bukan hal utama, yang terpenting dari semua itu adalah PATUH kepada apa yang diperintahkan atau apa yang dilarang oleh Guru.

Baca selengkapnya…

Inilah Akhlak Seorang Murid (4)

Kesembilan, Menerima permintaan maaf saudaramu apabila dia meminta maaf, walaupun dia berbohong. Sebab orang yang meminta kerelaanmu secara lahir, walaupun bathinnya membencimu, ia sungguh telah mentaatimu dan menghormatimu, sekiranya dia tidak terang-terangan menentangmu. Tentang hal ini seorang ‘arif berkata Terimalah udzur orang yang meminta maaf kepadamu tulus maupun dusta permohonanya itu. sungguh, orang yang lahirnya ridha kepada mu telah menaatimu dan yang membantahmu dalam sembunyi pun telah menghormatimu.

Baca selengkapnya…

Post Navigation