-
TAKZIM, SANTRI DAN ASHABUL KAHFI
Memberi penghormatan kepada yang lebih tua, lebih berilmu atau kedudukannya lebih tinggi di dalam masyarakat, apakah pemimpin biasa, seorang Raja atau tokoh spiritual merupakan hal yang wajar berlaku diseluruh dunia terutama di dunia belahan timur.
-
TEKNOLOGI METAFISIKA SOLUSI UNTUK PALESTINA
Kita berada di zaman dimana teknologi berada di fase puncak. Apa yang dicapai manusia saat ini adalah puncak dari perjalanan panjang manusia dari zaman pra sejarah sampai kepada zaman modern sekarang ini. Dalam bidang persenjataan, manusia sudah dikejutkan oleh begitu dahsyatnya bom atom yang dijatuhkan di Hirosima dan Nagasaki dan tentu saja kelanjutan dari bom atom adalah senjata nuklir yang mencapai fase sedemikian berbahaya. Jika terjadi perang nuklir maka bumi ini seperti di shutdown, akan kembali lagi ke zaman batu dimana segala teknologi yang pernah dicapai akan hilang seketika.
-
WIBAWA IMAM JA’FAR ASH-SHADIQ YANG DIWARISKAN.
Imam Ja’far Ash-Shadiq nama lengkapnya adalah Ja’far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abu Thalib. Beliau dilahirkan di kota Madinah pada tahun 83 Hijriyah. Panggilannya adalah Abu Abdullah dan Abu Ismail. Gelar kehormatannya adalah Ash-shadiq, Al-Fadil, dan At-Thahir. Imam Ja’far Ash-Shadiq hidup di masa dinasti Abbasiyah, pada waktu itu Khalifahnya adalah Abu Ja’far Al-Mansur. Nama populernya adalah Al-Mansur. Beliau adalah Khalifah kedua dinasti Abbasiyah. Di bawah ini adalah kisah Imam Ja’far Ash-Shadiq ketika diundang Khalifah Al-Mansur untuk datang ke istananya. Adapun kisahnya sebagai berikut:
-
Persekutuan Ulama-Negara Penyebab Kemunduran Islam
Ulama yang hidup di generasi awal sampai abad ke 11 masehi memiliki kemandirian di dalam ekonomi mereka melakukan perdagangan dan berhubungan dengan para pengusaha atau mereka sendiri menjadi pengusaha sehingga mereka sangat mandiri dalam finansial dengan demikian berpengaruh pula kepada kebebasan mereka dalam mengemukakan pendapat (fatwa). Imam Hanafi sebagai contoh adalah seorang pedagang yang kaya bahkan orang yang belajar kepada Beliau di biayai. Kemandirian secara ekonomi ini menyebabkan ulama mampu mengembangkan ilmu secara mandiri tanpa khawatir di tekan oleh siapapun dan kita tahu Islam yang sampai ke nusantara di bawa oleh para pedagang dan itu tidak lain adalah para ulama yang memang berprofesi sebagai pedagang.