• Rasulullah

    Mengambil 3 Pelajaran Penting Dari Kisah Nabi

    Ketika nama Muhammad disebut, maka tergambar dalam ingatan seluruh ummat Islam sosok yang begitu luar biasa, hidup sederhana, berkata lemah lembut dan sifat-sifat terpuji lainnya. Sosok Muhamad tidak hanya menginspirasi ummat Islam tapi juga seluruh ummat manusia di dunia ini. Ketika sejarah tentang Beliau ditulis secara jujur tanpa kebencian maka semua orang mengakui akan akhlak Beliau. Muhammad SAW telah meletakkan dasar-dasar nilai kemanusian, persamaan derajat dan cinta kasih melebihi siapapun di zamannya dan apa yang dikampanyekan oleh Beliau 1400 tahun lalu baru bisa dipahami oleh manusia di zaman modern ini.

  • Pemikiran

    Hukum Universal : Berkelimpahan

    Tuhan menciptakan alam ini dengan penuh kelimpahan dan hukum-hukum yang berlaku di alam di rancang agar alam tetap dalam kondisi berkelimpahan. Hukum alam akan memberikan keseimbangan jika ada hal yang dilanggar dan alam akan kembali pada kondisi semula, penuh dengan kelimpahan tanpa kekurangan. Ketika anda menanam sebutir padi maka alam memberikan anda bukan sebutir tapi ratusan butir, ini salah satu contoh sederhana tentang hukum kelimpahan yang berlaku di alam ini.

  • Pemikiran

    Menciptakan Takdir

    Menarik memang untuk di kaji tentang Takdir, ketetapan Allah atas segala sesuatu terutama menyangkut dengan nasib manusia, apakah Allah telah menentukan segala sesuatu dari awal tanpa bisa di ubah sama sekali atau Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk menentukan nasibnya sendiri berdasarkan hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya. Dalam sejarah, Takdir menjadi perdebatan panjang yang tidak selesai sampai sekarang dan mungkin sampai kapan pun. Tentang Takdir ada 3 pendapat berbeda dari masing-masing kelompok besar yakni :

  • Pemikiran

    Serban dan Jubah Haram

    Dalam kitab Sunan Ibn Majah, ada hadis bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang memakai pakaian syuhrah di dunia, Allah SWT akan memakaikannya pakaian kehinaan pada Hari Kiamat, kemudian ia dibakar di api neraka.” Menurut para ulama, pakaian syuhrah adalah pakaian yang berbeda dari pakaian yang dipakai penduduk negeri di mana pemakainya tinggal. Disebut pakaian syuhrah (popularitas) karena pemakainya dengan pakaian tersebut ingin mudah dikenal oleh orang-orang.

  • Pemikiran

    Ahli Kitab…

    Ahli Kitab secara etimologi berasal dari dua suku kata yaitu kata Ahli yang merupakan serapan dari bahasa Arab dan kitab. Kata ahl  adalah bentuk kata benda (isim) dari kata kerja (Fi’il) yaitu kata ahila-ya’halu-ahlan. Al-Ahl yang bermakna juga famili, keluarga, kerabat. Adapun kata Kitab atau Al-Kitab maka sudah masyhur di Indonesia yaitu bermakna buku, dalam makna yang lebih khusus yaitu kitab suci. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa ahlul kitab adalah ahli yaitu orang-orang yang berpegang kepada kitab suci selain al-Qur’an.

  • Kisah Hikmah

    Mengundang Tuhan Makan Malam

    Pada suatu hari, beberaoa orang dari Bani Israil datang menemui Nabi Musa as, dan berkata; “Wahai Musa, bukankah kau boleh berbicara dengan Tuhan? Kami ingin mengundangnya makan malam” Nabi Musa as marah luar biasa, lalu ia berkata;” Tuhan tidak pernah makan dan minum” Ketika Nabi Musa asa datang ke gunung Sinai untuk berbicara dengan Allah, Allah S.W.T bersabda; “Mengapa engkau tidak menyampaikan kepadaKu undangan makan malam dari hambaku?” Nabi Musa as menjawab;

  • Kisah Hikmah

    Karamah Umar bin Abdul Azis, Serigala Jadi Jinak

    Siapa yang tidak kenal dengan sosok khalifah ke-5, Umar bin Abdul Aziz yang terkenal dengan sikap adil dan zuhud. Keramat seputar keadilannya ini terekam dalam sebuah kisah sebagaimana diceritakan dalam kitab “Hikayat Islamiyyah Qablan Naumi lil Atfhal” karya Najwa Husain Abdul Aziz. Suatu ketika ada serigala pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang bercampur dengan ratusan kambing yang digembalakan oleh seseorang.