• Sahabat Nabi

    Ketika Salman Al Farisi Melihat Punggung Rasulullah

    Seperti biasa, Salman al-Farisi menjalankan tugasnya sebagai seorang hamba sahaya di Kota Yatsrib. Hari itu dia bertugas di ladang kurma tuannya, seorang Yahudi dari Bani Quraizhah. Tatkala sedang berada di atas pohon kurma, seseorang datang menyampaikan berita dengan nada marah kepada tuannya yang sedang duduk di bawah pohon kurma. “Celakalah Bani Qailah. Sekarang mereka berkumpul di Quba’ menyambut kedatangan laki-laki dari Makkah yang mendakwakan dirinya Nabi.”

  • Pemikiran

    Pemimpin Yang Ideal Dalam Islam

    T. Muhammad Jafar** Islam adalah agama yang hadir sebagai rahmat bagi semesta alam. Pada awal kehadirannya Islam adalah agama yang menentang segala bentuk diskriminasi, eksploitasi manusia dan perendahan martabat kemanusiaan, oleh karena itu salah satu misi kerasulan Nabi Muhammad SAW adalah pembebasan manusia secara utuh sebagai makhluk terbaik diantara berbagai elemen kehidupan yang lain. Kepemimpinan adalah penopang utama berjalannya sebuah mekanisme atau sistem pemenuhan segala kebaikan, kemaslahatan, kemakmuran dan kesejahteraan manusia tersebut. Kepemimpinan dalam Islam adalah sebuah hal yang sangat penting dan dijaga eksistensi serta keberlansungannya dan pemimpin menempati posisi yang strategis, yang disebut dengan “Ulil Amri”, dimana rakyat dituntut ketataannya kepada “Ulil Amri” tersebut.

  • Tasauf

    Hanya Wali yang kenal dengan Wali…

    Saya memulai tulisan ini dengan doa, “Yang Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang serta Maha Memberi Petunjuk, tuntun dan bimbilah kami agar mengenal salah seorang kekasih-Mu di muka bumi ini sehingga atas bimbingan kekasih-Mu kami bias mengenal Engkau sebagai mana diri-Mu ingin dikenal, Amin”. Imam Al-Ghazali ketika ditanya tentang Seorang Pembimbing Rohani, Guru Mursyid yang tidak lain adalah seorang Wali Allah, Beliau berkata, “Menemukan Guru Mursyid itu Lebih mudah menemukan sebatang jarum yang disembunyikan di padang pasir yang gelap gulita”. Bisa kita bayangkan bagaimana sulitnya menemukan sebatang jarum ditengah padang pasir di gelap gulita, dalam kondisi terang pun akan sulit menemukannya. Ungkapan Al-Ghazali yang digelar sebagai “Hujjatul Islam” tidaklah berlebihan,…

  • Tasauf

    Belajar Terakat Harus Umur 40 Tahun?

    Saya membaca ulang tulisan berjudul Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat adalah SATU yang saya tulis 25 April 2013 dan ingin melanjutkan pembahasan tentang isi tulisan tersebut karena ini merupakan hal yang pokok di dalam kita menjalankan agama. Sebagian kita pernah mendengar nasehat tentang kehati-hatian di dalam melaksanakan tarekat dan hal-hal yang berhubungan dengan mistisme Islam. Sebagian memberikan nasehat agar kita mencukupkan umur dulu sampai 40 tahun baru kemudian menekuni tarekat agar lebih serius dalam menjalankannya sementara ada yang berpendapat seseorang harus sempurna terlebih dahulu syariatnya baru kemudian dia menekuni tarekat agar dalam melaksanakan amalan tarekat tidak menyimpang dari ajaran Agama.

  • Tokoh Sufi

    Sang Wali Akbar

    Tahun 1974, Seorang Guru Sufi menunaikan ibadah haji ditemani 4 orang murid Beliau. Beliau berangkat dengan kloter 28 dari bandara Polonia Medan. Setelah menunaikan ibadah haji, tiba-tiba Beliau ingin pulang lebih cepat dengan kloter 1. Beliau mengatakan kepada muridnya, “Saya mendapat firasat kalau kloter-1 akan mengalami kecelakaan, dengan saya berada disana mudah-mudahan bencana itu bisa terhindari”.