Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Tidak Berdoa

Melanjutkan tulisan Kenapa Doa Tidak Dikabulkan?, maka kali ini saya akan membahas tentang Tidak Berdoa, kenapa? Bukankah orang yang tidak berdoa itu sombong? dan yang tidak berdoa itu tergolong manusia lemah dan kalau tidak berdoa ibadah kita jadi kurang?

Berdoa atau tidak berdoa itu bukanlah pilihan, tapi itu tergantung kondisi dan maqam (kedudukan) anda dihadapan Tuhan. Kalau dalam hati anda ingin berdoa dan meminta sesuatu kepada Tuhan maka ada tidak bisa mengingkari bisikan hati tersebut dan kalau anda merasa bahwa Tuhan akan mengurus anda dalam segala hal, tanpa diminta pun dia mengetahui keperluan anda, maka anda bersikap menerima apapun yang diberikan Tuhan kepada anda. Baik dan buruk itu terserah sepenuhnya kepada Dia. Bisa jadi saat ini maqam anda berada pada kedudukan memohon karena kawatir akan masalah-masalah yang anda hadapi namun dilain waktu akan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah, pasrah terhadap apa yang diberikan-Nya, dan kondisi ini tetap.

Untuk mudah memahami, saya memberikan contoh dalam bentuk cerita. Ada seorang yang kaya raya memiliki dua orang anak laki-laki dan keduanya memiliki sifat yang sangat berbeda. Anak pertama sifatnya manja, suka jajan dan setiap hari kerjanya hanya main saja sedangkan anak kedua lebih mandiri, bertanggung jawab, suka membantu dan disiplin. Setelah besarpun sifat anak pertama tidak berubah, hanya menghabiskan harta orang tuanya, setiap hari dia minta uang kepada Bapaknya sedangkan anak kedua tidak pernah meminta apa-apa dari orang tuanya namun orang tuanya selalu memperhatikan keperluan anaknya. Karena merasa orang tuanya kaya, anak pertama minta dibelikan macam-macam sama Bapaknya dan sering kali Bapaknya kesal dengan tingkah laku anaknya. Anak kedua setiap hari mengerjakan perkerjaan rumah seperti menyiram tanaman, membersihkan lantai dan mencuci mobil. Suatu hari setelah selesai mencuci mobil Bapaknya, anak kedua duduk diteras rumah, kelihatannya dia lagi bersedih. Bapaknya memperhatikan anak keduanya, kemudian Bapaknya mendekati anaknya dan berkata, “Anakku, kenapa kamu sedih, apa yang belum Bapak berikan kepada kamu, apapun yang kamu mau akan Bapak berikan”. Sang Anak dengan menangis menjawab, “Pak, ananda tidak menginginkan apa-apa, menjadi anak Bapak saja ananda sudah sangat bahagia…”. Kemudian Bapak memeluk anaknya dan keduanya menangis terharu.

Bayangkanlah anda menjadi seorang anak yang baik di hadapan Allah, tidak pernah meminta akan tetapi semua tugas-tugas yang diberikan-Nya anda lakukan dengan baik dan sungguh-sungguh maka niscaya Tilik Kasih Dia akan datang kepada anda dan tanpa anda memintapun dia mempersiapkan segala keperluan anda. Jika anda mengalami masalah berat, yakinlah bahwa Tuhan menginginkan anda melakukan tugas-tugas yang lebih besar, maka  perbanyak zikir dan “Bersabarlah serta Merabhit-lah” agar tugas-tugas besar dari Tuhan bisa anda selesaikan dengan baik.

Dalam tulisan Apa Tanda Kita Dekat Dengan Tuhan disana di bahas bahwa semakin dekat orang kepada Tuhan maka semakin tidak bisa dia meminta untuk dirinya tapi doanya akan makbul jika berdoa untuk orang lain. Kalau doa anda tidak dikabulkan Tuhan, maka anda harus bersyukur bahwa anda telah berada dalam “Pangkuan-Nya” karenanya perbanyaklah berdoa untuk orang lain, untuk anak istri, untuk sahabat-sahabat anda dan untuk siapun yang anda kenal agar mereka bisa hidup lebih baik dengan demikian mereka akan bersyukur kepada Allah. Kalau Tuhan mengabulkan doa anda maka hanya satu orang yang bersyukur tapi kalau anda berdoa untuk banyak orang kemudian Allah mengabulkan maka akan banyak pula orang yang bersyukur.

Ada sebuah nasehat, “Kalau anda belum bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain maka berusahalah untuk tidak menyusahkan orang lain”. Rasulullah memberikan teladan kepada kita untuk menjadi orang yang memberi bukan orang yang meminta. Doa adalah sesuatu yang sangat tinggi dan mulia namun anda tidak harus mengeluarkan uang untuk berdoa karena itu mari kita saling mendoakan karena salah satu doa yang makbul adalah doa dari seorang sahabat kepada sahabatnya tanpa diketahui orang yang di doakan. Mudah-mudahan dengan doa yang kita panjatkan kepada saudara kita dan kepada siapapun maka Tuhan akan menitipkan sifat Ikhlas di hati kita, karena hakikat memberi adalah menerima, hakikat berdoa adalah menerima doa.

Demikian!

Single Post Navigation

6 thoughts on “Tidak Berdoa

  1. abuhafidzh on said:

    aku menangis membaca tulisan ini..

  2. seperti itulah seharusnya…

  3. Mantab..,aku mohon mas sufi muda mau terus berbagi ilmu.!

  4. hakikat memberi adalah menerima, hakikat berdoa adalah menerima doa….mahasuci ALLAH SWT….trims abangda SM..

  5. YA ILLAHI ROBBI, ENGKAU menggerakkan jiwa ragaku untuk membuka situs ini ternyata ilmu2 yg ENGKAU ajarkan diuraikan disini,,
    Salam sejahtera..

  6. iskandar on said:

    Mohon izin share bang SM..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: