Hakikat Sakit Seorang WALI ALLAH
Suatu hari aku berziarah kepada Guruku. Saat itu Beliau sedang terbaring di opname dirumah sakit. Bersyukur sekali dalam kedaan darurat aku di izinkan untuk langsung bertemu Beliau. Aku masih ingat saat itu aku menangis lama melihat Guruku yang selama ini gagah dan sehat terbaring lemah di kamar rumah sakit. Aku masuk kekamar dengan pelan agar tidak mengganggu istrahat Beliau. Beliau melirik ke arahku dan berkata:
“Kapan kau datang?”
“Baru 1 jam yang lalu Guru”
Kemudian Beliau menatap langit-langit kamar seakan ingin mengatakan sesuatu tapi tidak sempat keluar dari mulut Beliau. Dalam hatiku berkata, bagaimana mungkin seorang wali Allah bisa sakit, padahal segala jenis penyakit sembuh berkat doa dan syafaat Beliau. Saat aku sedang mengucapkan itu dalam hati, kemudia Beliau menoleh kepadaku dan berkata:
“Sufi Muda, rohani Gurumu itu tidak pernah sakit karena dia berasal dari Yang Maha Sehat dan akan terus mengalirkan syafaat serta terus menerus menyalurkan rahmat dan karunia Allah lewat dadanya, akan tetapi fisik Gurumu akan tunduk kepada Firman Afaqi sesuai dengan hukum-hukum alam yang telah ditetapkan Tuhan. Salah satu sifat dari Nabi adalah HARUS dia seperti manusia biasa. Kalau Nabi terkena api harus dirasakan panas seperti layaknya manusia begitu juga kalau nabi berjalan di tengah malam akan merasakan dingin. Begitu juga berlaku kepada wali-Nya, akan tunduk kepada hukum alam ini. Sifat HARUS seperti manusia itu juga salah satu cara Tuhan menyembunyikan Kekasih-Nya dari pandangan dunia ini. Junjungan kita Nabi Muhammad SAW berani dilempari kotoran unta dikarenakan orang kafir terhijab oleh hijab Insani”.
Aku hanya diam di sudut ranjang, menatap mata Guru yang amat aku sayangi dan setiap pertemuan aku dengan Guruku selalu aku rasakan hal baru yang sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata. Benar sekali apa yang dikemukan oleh para sufi bahwa bertemu dengan Guru Mursyid itu adalah satu karunia Allah yang sangat besar. Saat menatap mata Beliau seakan-akan ruhani ini terbawa melayang langsung ke Alam Rabbani. Salah satu hadab bertemu dengan Guru adalah tidak diperkenankan kita banyak berbicara dan baiknya hanya mendengar dan ketika ditanya oleh Guru haruslah menjawabnya dengan bahasa yang sopan dan dalam hati terlebih dahulu harus memperbanyak Istikhfar, memohon ampun kepada-Nya agar dalam mengucapkan kata-kata kepada Guru nanti tidak disusupi oleh nafsu dan setan.
Dalam hatiku kembali timbul pertanyaan, bukankah Guru bisa berdoa kepada Allah agar disembuhkan dari penyakit ini? Sebagai Wali Allah tentu saja Beliau bisa mendengar suara hatiku, tiba-tiba guruku berkata, “Tidak seperti itu Sufimuda….”
“Pernahkah kau mendengar kisah tentang Nabi Ayyub?”
“Pernah Guru”
“Apa yang kau ketahui tentang Nabi Ayyub?”
“Nabi Ayyub adalah nabi yang paling banyak mengalami sakit, Guru” jawabku.
Kemudian Beliau dengan senyum berkata, “Nabi Ayyub, sakit-sakitan dia, kemudian dia berdoa kepada Allah, ‘Ya Allah sembuhkanlah penyakitku ini’, kemudian Allah berfirman, ‘Apa kau ucapkan Ayyub?’ nabi Ayyyub kembali mengulang do’anya: ‘tolong sembuhkanlah penyakitku ini’ dengan marah Tuhan berkata kepada Nabi Ayyub: ‘Hai Ayyub, sekali lagi kau berdo’a seperti itu aku tampar engkau nanti’ Kemudian dengan polosnya nabi Ayyub bertanya kepada Allah: ‘Ya Allah, berarti engkau senang kalau aku sakit?’ dengan tegas Allah menjawab: ‘Ya, Aku senang kau sakit’. Setelah Nabi Ayyub tahu Tuhan senang kalau dia sakit maka diapun dengan senang menjalani sakitnya itu. Setiap dia mau ambil wudhuk dia pindahkan ulat yang ada di badannya dan setelah selesai beribadah kembali diambil ulat tadi diletakkan di badannya sambil berkata kepadda ulat, ‘hai ulat, kembali kau kesini, Tuhan senang aku sakit’. Begitulah yang dialami nabi Ayyub, maka Gurumu ada persamaan seperti itu”.
Sambil minum segelas air putih kembali Beliau berkata kepadaku, “Aku sudah berjanji kepada Tuhan agar terus memuja-Nya dan berdakwah, makanya setiap aku cerita tentang Tuhan maka badanku terasa enak”.
“Sufi Muda….”
“Saya Guru…”
“Suatu saat nanti kau pasti tahu kenapa aku sakit, silahkan baca dan renungi 2 ayat terakhir dari surat at-Taubah, disana kau menemukan jawabannya. Bacalah Laqadjaakum dengan pelan dan mesra jangan seperti burung beo yang tidak pernah tahu makna dari ucapannya”.
Kemudian Beliau membacakan surat at-Taubah sambil menangis, “Laqadjaakum Rasulun min anfusikum, azizun alaihi ma anittum, harisun alaikum bil mukminina raufur rahim….”
Aku merasakan dadaku bergemuruh dan berguncang hebat mendengar ayat yang Beliau bacakan. Serasa rontok dada ini, dan seluruh tubuh berguncang hebat, aku menangis dengan sejadi-jadinya. Apalagi Beliau membacakan arti ayat tersebut, “…. Berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan keimanan dan keselamatan, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin….”
Sungguh lama aku tenggelam dalam tangisan sambil menatap wajah Guruku yang mulia. Firman Allah yang dibacakan oleh kekasih Allah sangat berbeda dengan ayat Allah yang dibacakan oleh pada umumnya orang. Benar seperti yang dikemukan oleh Para Syekh Besar bahwa apabila Wali-Nya membacakan ayat-Nya pastilah Dia hadir menyertai bacaan Kekasih-Nya.
Aku memangis menyesali diri yang selama ini hanya menjadi beban Guru, hanya bisa meminta tapi belum bisa memberi, hanya bisa membebani belum bisa berbhakti, hanya mementingkan diri sendiri tanpa mau peduli, hanya mengharapkan kasih sayang tanpa mau menyayangi.
“Sufi Muda….”
“Saya Guru…”
“Jangan pernah engkau patah semangat kalau melihat Gurumu seperti ini, seluruh dokter di dunia ini tidak akan bisa menyembuhkan sakitku ini. Tuhan ingin menunjukkan kebesaran-Nya. Dan Tuhan sekarang sedang bekerja ke arah sana. Yang kau lihat keramat dan gagah dalam nyata dan mimpimu itu bukanlah aku, tapi itu adalah pancarahan dari Nur Ilahi. Aku hanyalah seorang hamba yang tiada berdaya. Muridku….yang Hebat itu Tuhan saja”
Kemudian Beliau membacakan surat Al-Mujaadilah ayat 21: “Kataballahu La Aghlibanna anaa wa rusulii, innallahaa qawiyum ‘azii zun (Allah telah menetapkan, bahwa tiada kamus kalah bagi Ku dan rasul-rasul-Ku. Sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Gagah”.
Ketika aku berpamitan sambil mencium tangannya
Barulah aku tahu bahwa sakit seorang Wali itu bukan sakit biasa akan tetapi sakit karunia. Sakit menanggung beban dari orang-orang yang selalu bersamanya bahkan beban dunia ini. Seminggu kemudian Beliau sembuh, sehat wal afiat bahkan lebih sehat seperti sebelumnya. Terimakasih Tuhan atas berkenannya Engkau mengabulkan do’aku sehingga Guruku sehat kembali.
Ya Tuhan,
Berilah panjang umur dan kesehatan kepada Guruku agar beliau lebih lama lagi membimbing dan menuntun aku yang bodoh dan dungu ini ke jalan-Mu yang Maha lurus.
Ya Tuhan,
Andai masih ada karunia berupa kesenangan dunia yang kelak akan Engkau berikan sepanjang hidupku, berikanlah kesenangan itu kepada Guruku agar Beliau selalu bahagia dan sejahtera.
Ya Tuhan,
Jadikanlah aku orang yang selalu bisa merasakan apa yang dirasakan Guruku, senyumnya menjadi senyumku, deritanya menjadi deritaku, kepedihannya menjadi kepedihanku agar aku bisa mengerti makna dan tujuan hidup di dunia ini.
Ya Tuhan,
Jangan engkau memasukkan aku kedalam orang-orang yang merasa dekat kepada kekasih-Mu yang tanpa sadar justru lebih banyak menyakiti hatinya. Janganlah aku menyayangi kekasih-Mu seperti sayangnya anak kecil kepada seekor kuncing yang terus menerus didekap dalam pelukannya sehingga kucing itu sulit bernafas dan akhirnya mati. Jadikanlah rasa sayangku kepada Guruku sebagaimana Ia ingin disayang.
Ya Tuhan,
Ajari aku yang bodoh, lemah dan tiada berdaya ini untuk bisa mencintai kekasih-Mu sebagaimana ia ingin dicintai.
Ya Tuhan,
Izinkanlah aku bisa terus bersama kekasih-Mu dan bisa melayaninya dengan baik.
Ya Tuhan
Perkenankanlah doaku ini….
Koeta Radja, 9 Maret ’09
165 Comments
addicted to jilb4ber
beu….mosok to kang??? #emot confused#
au ndolek wali sng mbarokahi ae … jo sng malati
Musafir Gendeng
sing gawe wedi aq ki, iki kang (Hakikat Sakit Seorang WALI ALLAH)
walah cedak we durung,,,,,,
pean kan saben dino to kang…..
kayak bang SM karena beliau dekat sama WALI, Insya allah akan paham… (ILMU LADUNI)
Aq………………?
uwa adohhhhhhhhhhhhhhhh
mampir gonku wae kang (ko ndak d seneni bang SM)
damai_alfadrisy
Assalamualaikum wr wb
salam ukhwah bang sufi muda !
apa yang ana rasakan ketika membaca kisah antum, sama dengan apa yang saudara2 pembaca sblm ana rasakan,
haru biru bersatu dalam kalbu yang merindukan perjumpaan pada Guru Mursyid yang murobii ruhina wa mursyidina ….
setidaknya kisah dan doa antum menjadi cahaya penerang untuk ana ( yang hakikatnya dari Allah ) agar taat , taslim dan mahabah pada Guru Mursyid dengan sunguh-sungguh.
Jazakillah
doakan Mursyid ana
baru selesai menjalani operasi bag punggung, semoga Beliau dapat hadir kembali secara lahiriah dalam majlis ta’lim dan dzikir .
wasalam
yudistira
MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMAN NYA…..
addicted to jilb4ber
@MUSAFIR NDENG
walah……jo gawe bhsa isyaroh…g fham au…lagi:logat smg ndezow ne jgn dipake…. 😛
sufi gila
salam cinta dan damai
@ addicted to jilb4ber
kalau menurut saya doa tertinggi adalah diam hehehehehe … nggak pake ngomong soalnya kalau ngomong jadi salah wakakakaka …. o ya apalagi yg didoakan Gurunya … berarti belum 10000 % yakinnya sama Guru … kalau nggak yakin ngapain berguru ya nggak mungkin dapat manfaat dari orang yg belum diyakini lah ….
HAKIKAT SAKIT SEORANG GURU adalah untuk menyembunyikan keberadaan seorang kekasih Allah … karena dengan sakit itu maka semakin hilang lah keyakinan seorang murid terhadap gurunya heheheheehe … jadi bukan masalah menanggung beban atau apapun menurut saya … itu menurut saya loh … jangan dimarahi kalau nggak cocok hehehehehehehe
masih atheis
hmmmmm mmmmmmm
zal
::Bang SM salam.
jangan sedihkan guru yg sakit, sedangkan Beliau sudah mengenal Sang Kekasih, Dengan Pesan Pada Attaubah 128, ada yg hendak dikenalkan Beliau kepada abang tentang sesuatu yg Beliau kenal..”man arofa nafsuhu faqod arofa rabbahu”, menurutku akan tidak sukses seorang guru jika pandangan salik malah jatuh padanya,
“Percayalah kepada Allah”, itulah pesan para Nabi, namun kata Allah percaya kepada RasulKUpun cukuplah bagimu…
addicted to jilb4ber
@sufi gila
mikir mode ON,…
INYina gmn bang??:skp murid yg pas nyikapin sakit na guru?didoakan pa g???
gw
ya didoakanlah
masa di doakan donk
khakhakha….
yang paling utama adalah kita menjadi orang seperti yang guru kita inginkan. itulah obat yang paling mantabs baginya, itulah yang paling bisa membahagiakan hati guru.
“….sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu….”
begitu kan….
wah, tp susaaaaah banget. moga-moga dengan niat sayang pada guru, kita dibantu dan dimudahkan oleh Allah SWT menjadi seperti apa yang guru mau….
Brata
Saya Guru,… :'(
kangBoed
“HAKIKAT SAKIT SEORANG WALI ALLAH”
weleh weleeeeeh dijaman sekarang ini baru saya tahu begitu banyaknya orang yang bergelar Walliyullah…. apa gak salah tuuu…. jaman dulu aja nyari mereka entu sulit sekali…. kok sekarang banyak yaaaa… bingung daaaaah semua murid Waliyullah…. yayaya…. Andai aku dapat bertemu dengan Waliyullah…. hmm….
Santri Gundhul
Weeeeeee…lah..Kang Boed,
Sampeyan kuwi kan juga wes kategori WALIYULLAH…Chasingnya saja yg beda..haaaaaaa…
Saudara-saudaraku semua,
Sejatinya ” GURU dan MURID ” sudah ada di dalam setiap DIRI. Guru MURSYID hanyalah Manusia pilihan yang mendapatkan AMANAH AJARAN KESELAMATAN melalui QALAM Illahi dalam Mujahadah yang ditekuni, dijalani dalam kurun waktu yang sangat panjang lagi melelahkan demi untuk mengaplikasikan perintah QS. At Taubah 128. Selanjutnya semua berpulang kepada si Salik mampukah dalam menjalani Kehidupan dan Penghidupan di Alam Semesta ini mengaplikasikan Al Isra’ 81dalam WUJUD KARYA NYATA yakni menerapkan SALAM kepada sesama makhluk. Baru endingnya adalah ” WOLO~WOLO KUWOTO ” serahkan segalanya kepada Gusti Ingkang Moho Suci sebagaimana tertulis dalam QS., Al Isra’ 84.
Kiro-kiro lak ngono seh Kang Boed..???.
Ukuran paling simpel
BECIK KETITIK OLO KETORO
OPO KANG SIRO TANDUR,
SIRO BAKAL NGUNDHUH,
salam
gw
@santri gundhul
www.
mas, jangan pake boso jowo donk.
saia ora ngerti omongan sampeyan. pake bahasa indonesia aja lah….
apa tu ” WOLO~WOLO KUWOTO”??
naon iyeu teh maksudna:
BECIK KETITIK OLO KETORO
OPO KANG SIRO TANDUR,
SIRO BAKAL NGUNDHUH,
binun saia…
halah….
piye tho, mas….
sufi gila
salam cinta dan damai dalam kasih Allah
weleh weleh kang boed …. yang ada ntu wali ulo hehehehe … mbulet koyok ulo sawah …. orang2 ini gurunya sakit kok malah bingung … siapa suruh ngebahas gurunya ntar malah pusing kepala …. jalani takdir aja lah nggak usah banyak mikir … lha wong hidup ini sudah ada takarannya kok … nggak usah di pas pasin pasti pas sendiri kok … wali wali itu biasa becanda ama muridnya soalnya muridnya itu mbulet mbulet makanya sekalian di bikin kebingungan sampe nyerah … lha kalau udah nyerah itu ngajarinya gampang hehehehe …. jadi kata2 sang wali itu selalu bikin mumeeeeeeettt kalau dipikirin
Santri Gundhul
…@ Kadang SUFI GILA,
Leres nopo ingkang dados pangandikaning panjenengan. Ddalam banyak hal Guru MURSYID selalu memberikan AJARAN dengan bahasa KIAS yang bersandar pada RASA ( ROSO PANGROSO ) jadi gak bisa melulu bisa dicerna dan dipahami dengan sebatas AKAL dan PIKIRAN. Persoalan WALI SAKIT…kok digathuk-gathukno karo METAFISIS…
Lah Guru Mursyid kan masih kanggonan ROGO??? mosok gak oleh loro??? Njih nopo mboten…???heeee….Semua dan segala yang DICIPTAKAN akan berjalan menurut HUKUM KEJATEN. Yang berasal dari TANAH akan kembali menjadi asal mulanya. Dan JIWA yang TENANG akan kembali kepada sang EMPUNYA.
DZIKIR yang diajarkan oleh Guru MURSYID jangan sampai menjadikan si SALIK ” GEDHE RUMONGSO lan RUMONGSO BISO ” semestinya si SALIK harus ” BISO NGRUMANGSANI “.
DAMAI DIHATI….DAMAI DIBUMI
Salam
bibs
iya GURU…
saya GURU…
siap GURU…
ampun GURU…
SubhanaAllah…
yunus
Terimakasih Abangda SufiMuda,setelah membaca tulisan Abangda sy belum ad ap2-y berbuat untuk GURU,saya ini hanya menyusahkan GURU saja,ajari saya bagaimana bisa menyenangkan GURU,sy ziarah yang dekat saja susah apa lag yang jauh,,
Tolong BAPANDA GURU berilah kemudahan aku untuk ziarah kepadaMU agar aku bisa merasakan apa yang GURU rasakan.
kangBoed
hihihi…. Saudaraku SUFI gila…. mereka semua lucu lucu yaa… tanggung jawab sampeyan lhooo… hihihi… sebagai satu komunitas… hahahahaha…. lucu bener bener lucu…… wah sampai sakit rasanya perut ini…. hati hatilah saudara saudaraku semua jangan kalian bentuk dinding dinding itu dan jangan biarkan dinding itu semakiin tebal…. buang semuanya buang buang buang jauh jauh… masuklah seorang diri dengan telanjang bulat yayaya…. jangan malu malu telanjang bulatlah engkau dihadapanNYA karena hanya yang telanjang dan tak membawa apa apalah yang dapat berjalan kepadaNYA…. temukan fitrah diri dalam sejatinya la hwalla walla quwatta… oops sorrry ya
Salam Sayang
yunus
apa uang lucu…………./?????????????
curious
Salam damai semua…
Setelah lama keliling-keliling, kali ini mampir kesini lagi..
Blog ini unique karena banyak bendera dan busana.
Malah kangBoed gak pake busana sama sekali. hahaha… 🙂
Cerita artikel SM melukiskan ketabahan dan ketulusan seorang Guru Mursyid akan semua kehendakNYA. Secara gak langsung sang Guru menyadarkan kita bahwa kesatuan terdiri dari bagian. Dan bagian-bagian memiliki karakter berbeda yang memungkinkan untuk mengoptimalisasi kesatuan.
Perbedaan karakter masing2 bagian tidak bisa disamakan, karena setiapnya memiliki fungsi dan prinsip kerja berbeda. Jika ingin disamakan, pengoptimalisasian kesatuan bisa menjadi berkurang atau gagal.
Mirip sekali dengan perbedaan bendera/busana/tanpa busana yang tampak dari para komentator diatas. Nampaknya SM sudah bisa meresponse seluruh komentator di artikel ini, bahkan sebelum komentar itu diketik. Luar biasa..
Salut buat SM…
Salam damai semua…
Sufi Gemblung
Saudaraku seperguruan, ini saya tuliskan nasehat AyahGuru di tahun 1978
PESAN AYAHANDA GURU PAGI INI (DIAMBIL DAN DISADUR DARI KASET KHADAM AYAHI PADA WAKTU CERAMAH AYAHANDA GURU SETELAH SHOLAT SUBUH)
1. Kalau dikasih berkat, mengucap Alhamdulilah, supaya berkat itu jadi rahmat sebab banyak orang dikasih berkat tetapi mengakibatkan bala, karena kurang bisa berterima kasih kepada Allah SWT
2. Kalau berbuat maksiat, baik sengaja ataupun tidak sengaja, mengucap Istifar, maka dosa dihapuskan dan bala itu jadi rahmat.
3. Bila mendapat Bala, tetap tawakal, sabar dan menyerahkan ke Allah, maka bala itu akan jadi Rahmat dan penghapusan dosa kita.
Mahluth
sungguh tak ada rasa malu dlm do’a yg tlah terucapkan…..dmn dlm setiap do’a yg dianjatkan meminta,yg berarti Allah tak prnah tau atau buta akan apa yg lbh baik bagi hamba2nya…..walau ada ayat yang artinya”mintalah dan pasti Aku berikan”….tapi inilah konsekuensi dr sopan santun berTuhan!!!!
Dan orang yg tdk pernah(tidak mau) berdoa adalah orang yg memakai baju kebesaran Allah dan Allah sangat membenci orang yg memakai baju kebesaranNya……
Hanya basa basi yg tak berarti!!!!!!!!
ruky
aq g bsa ber kata bnyk bung,yg ku aq bs hnylah mnngis
terimakasih bung,,
Lare Banyuwangi
لا اله الا انا فاعبدنى
muh solichan anwar
shadaqAllahul’adzim wa shadaqa rasuluhunnabiyyul karim
biarkanlah Allah berkehendak semua yang terbaik untuk makhluqNya, termasuk para wali-walinya, dan ingat wali utama kita tetap Rasulullah SAW
fauzi
Ya Allah mas dalam perjalananku aku menemukan blog njenengan.. Alhamdulillah Ya Allah engkau mempertemukan dengan teman seperjalanan kepada – Mu..
tidak ada yang bisa dikomentari mas semua begitu jelas dan gamblang..
Hidup hanya pengembaraan .. semoga Allah menguatkan kita agar bisa kembali ke kampung halaman yang hakiki
Laila Sabila
Tuhan….
hamba yang hina ini pergi membasuh diri untuk mengadapMu oh tuhan……
lemah lututku berdiri, dihadapanMu tangisanku keharuan….
hamba yang lemah serta hina,
Engkau terima jua mendekati….
sujudku dibawah Duli kebesaranMu……
Salam kenal buat Sufimuda. Semoga blog ini terus menjadi penyambung kalam Ilahi ke seluruh dunia. Amin.
pengabdi
Blog yg sangat mencerahkan..
Setiono
Saudara-saudaraku seiman mohon ikut membaca cerita-cerita ini semoga dapat menambah pengetahuan bagi saya matur sembah nuwun.
Ponidin
Hidup adalah kodrat takdir Allah, beruntung bg org yg beriman dan berakal. Trus gmn dg org yg tak tahu baca ? Bgm mereka bisa belajar dan mengenal tuhan, dan mengucapkan asma Allah, tp mereka dlm hdp jalani dg baik. Tp kurang sholat dsb ?
buta aksara
Salah ya, komentarku, ?
Artinya byk org baik, tp buta huruf, kyk jaman dulu, brarti tdk bs mencapai makrifat ? Yo to bc aja ndak bisa, apalg bc quran. Kasihan ya, mkanya kl padi di tanam di tanah subur pasti berkembang, kena rembesan. Tp kalau di tempat isolir bgm mau bljr agama, tdk ada ustad, wali, yg ngajari, memang tugas para wali, berantas buta aksara, berantas buta iman, dan arahkan ke jalan yg benar. Yo to, pelajaran pake sanepo, ibarat untuk anak kuliah, yg bisa analisa, atau memahami, kalau buta aksara atau anak sd, susah. Makanya belajar, jgn bolos, he he he he
FRANCE BERNAT
sesungguhnya allah itu duduk diam tanpa kata dan bahasa.
muhammad ialah nabiyil umiyi.. cobalah belajar pada anak balita… dia itu benar saktinya..
streeeees killer
hah kurang galak,g garang masih mensucikan orang yang nyata2 terbuiat dari tanah!!!!!
Murid Tuan Guru Bagindo Ameh
Nabi Muhammad adalah manusia biasa, cuma dalam diri Beliau ada Nur Allah, itu yang membuat Beliau berbedA dengan yang lain. Begfitu juga dengan Mursyid…
wAHYUDIN
Salam kenal, saya ingin skl berkenalan dgn sufi muda, alamatnya ? Saya merasa hampa dlm kehidupan ini. tolong saya !