Hakikat Sakit Seorang WALI ALLAH
Suatu hari aku berziarah kepada Guruku. Saat itu Beliau sedang terbaring di opname dirumah sakit. Bersyukur sekali dalam kedaan darurat aku di izinkan untuk langsung bertemu Beliau. Aku masih ingat saat itu aku menangis lama melihat Guruku yang selama ini gagah dan sehat terbaring lemah di kamar rumah sakit. Aku masuk kekamar dengan pelan agar tidak mengganggu istrahat Beliau. Beliau melirik ke arahku dan berkata:
“Kapan kau datang?”
“Baru 1 jam yang lalu Guru”
Kemudian Beliau menatap langit-langit kamar seakan ingin mengatakan sesuatu tapi tidak sempat keluar dari mulut Beliau. Dalam hatiku berkata, bagaimana mungkin seorang wali Allah bisa sakit, padahal segala jenis penyakit sembuh berkat doa dan syafaat Beliau. Saat aku sedang mengucapkan itu dalam hati, kemudia Beliau menoleh kepadaku dan berkata:
“Sufi Muda, rohani Gurumu itu tidak pernah sakit karena dia berasal dari Yang Maha Sehat dan akan terus mengalirkan syafaat serta terus menerus menyalurkan rahmat dan karunia Allah lewat dadanya, akan tetapi fisik Gurumu akan tunduk kepada Firman Afaqi sesuai dengan hukum-hukum alam yang telah ditetapkan Tuhan. Salah satu sifat dari Nabi adalah HARUS dia seperti manusia biasa. Kalau Nabi terkena api harus dirasakan panas seperti layaknya manusia begitu juga kalau nabi berjalan di tengah malam akan merasakan dingin. Begitu juga berlaku kepada wali-Nya, akan tunduk kepada hukum alam ini. Sifat HARUS seperti manusia itu juga salah satu cara Tuhan menyembunyikan Kekasih-Nya dari pandangan dunia ini. Junjungan kita Nabi Muhammad SAW berani dilempari kotoran unta dikarenakan orang kafir terhijab oleh hijab Insani”.
Aku hanya diam di sudut ranjang, menatap mata Guru yang amat aku sayangi dan setiap pertemuan aku dengan Guruku selalu aku rasakan hal baru yang sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata. Benar sekali apa yang dikemukan oleh para sufi bahwa bertemu dengan Guru Mursyid itu adalah satu karunia Allah yang sangat besar. Saat menatap mata Beliau seakan-akan ruhani ini terbawa melayang langsung ke Alam Rabbani. Salah satu hadab bertemu dengan Guru adalah tidak diperkenankan kita banyak berbicara dan baiknya hanya mendengar dan ketika ditanya oleh Guru haruslah menjawabnya dengan bahasa yang sopan dan dalam hati terlebih dahulu harus memperbanyak Istikhfar, memohon ampun kepada-Nya agar dalam mengucapkan kata-kata kepada Guru nanti tidak disusupi oleh nafsu dan setan.
Dalam hatiku kembali timbul pertanyaan, bukankah Guru bisa berdoa kepada Allah agar disembuhkan dari penyakit ini? Sebagai Wali Allah tentu saja Beliau bisa mendengar suara hatiku, tiba-tiba guruku berkata, “Tidak seperti itu Sufimuda….”
“Pernahkah kau mendengar kisah tentang Nabi Ayyub?”
“Pernah Guru”
“Apa yang kau ketahui tentang Nabi Ayyub?”
“Nabi Ayyub adalah nabi yang paling banyak mengalami sakit, Guru” jawabku.
Kemudian Beliau dengan senyum berkata, “Nabi Ayyub, sakit-sakitan dia, kemudian dia berdoa kepada Allah, ‘Ya Allah sembuhkanlah penyakitku ini’, kemudian Allah berfirman, ‘Apa kau ucapkan Ayyub?’ nabi Ayyyub kembali mengulang do’anya: ‘tolong sembuhkanlah penyakitku ini’ dengan marah Tuhan berkata kepada Nabi Ayyub: ‘Hai Ayyub, sekali lagi kau berdo’a seperti itu aku tampar engkau nanti’ Kemudian dengan polosnya nabi Ayyub bertanya kepada Allah: ‘Ya Allah, berarti engkau senang kalau aku sakit?’ dengan tegas Allah menjawab: ‘Ya, Aku senang kau sakit’. Setelah Nabi Ayyub tahu Tuhan senang kalau dia sakit maka diapun dengan senang menjalani sakitnya itu. Setiap dia mau ambil wudhuk dia pindahkan ulat yang ada di badannya dan setelah selesai beribadah kembali diambil ulat tadi diletakkan di badannya sambil berkata kepadda ulat, ‘hai ulat, kembali kau kesini, Tuhan senang aku sakit’. Begitulah yang dialami nabi Ayyub, maka Gurumu ada persamaan seperti itu”.
Sambil minum segelas air putih kembali Beliau berkata kepadaku, “Aku sudah berjanji kepada Tuhan agar terus memuja-Nya dan berdakwah, makanya setiap aku cerita tentang Tuhan maka badanku terasa enak”.
“Sufi Muda….”
“Saya Guru…”
“Suatu saat nanti kau pasti tahu kenapa aku sakit, silahkan baca dan renungi 2 ayat terakhir dari surat at-Taubah, disana kau menemukan jawabannya. Bacalah Laqadjaakum dengan pelan dan mesra jangan seperti burung beo yang tidak pernah tahu makna dari ucapannya”.
Kemudian Beliau membacakan surat at-Taubah sambil menangis, “Laqadjaakum Rasulun min anfusikum, azizun alaihi ma anittum, harisun alaikum bil mukminina raufur rahim….”
Aku merasakan dadaku bergemuruh dan berguncang hebat mendengar ayat yang Beliau bacakan. Serasa rontok dada ini, dan seluruh tubuh berguncang hebat, aku menangis dengan sejadi-jadinya. Apalagi Beliau membacakan arti ayat tersebut, “…. Berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan keimanan dan keselamatan, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin….”
Sungguh lama aku tenggelam dalam tangisan sambil menatap wajah Guruku yang mulia. Firman Allah yang dibacakan oleh kekasih Allah sangat berbeda dengan ayat Allah yang dibacakan oleh pada umumnya orang. Benar seperti yang dikemukan oleh Para Syekh Besar bahwa apabila Wali-Nya membacakan ayat-Nya pastilah Dia hadir menyertai bacaan Kekasih-Nya.
Aku memangis menyesali diri yang selama ini hanya menjadi beban Guru, hanya bisa meminta tapi belum bisa memberi, hanya bisa membebani belum bisa berbhakti, hanya mementingkan diri sendiri tanpa mau peduli, hanya mengharapkan kasih sayang tanpa mau menyayangi.
“Sufi Muda….”
“Saya Guru…”
“Jangan pernah engkau patah semangat kalau melihat Gurumu seperti ini, seluruh dokter di dunia ini tidak akan bisa menyembuhkan sakitku ini. Tuhan ingin menunjukkan kebesaran-Nya. Dan Tuhan sekarang sedang bekerja ke arah sana. Yang kau lihat keramat dan gagah dalam nyata dan mimpimu itu bukanlah aku, tapi itu adalah pancarahan dari Nur Ilahi. Aku hanyalah seorang hamba yang tiada berdaya. Muridku….yang Hebat itu Tuhan saja”
Kemudian Beliau membacakan surat Al-Mujaadilah ayat 21: “Kataballahu La Aghlibanna anaa wa rusulii, innallahaa qawiyum ‘azii zun (Allah telah menetapkan, bahwa tiada kamus kalah bagi Ku dan rasul-rasul-Ku. Sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Gagah”.
Ketika aku berpamitan sambil mencium tangannya
Barulah aku tahu bahwa sakit seorang Wali itu bukan sakit biasa akan tetapi sakit karunia. Sakit menanggung beban dari orang-orang yang selalu bersamanya bahkan beban dunia ini. Seminggu kemudian Beliau sembuh, sehat wal afiat bahkan lebih sehat seperti sebelumnya. Terimakasih Tuhan atas berkenannya Engkau mengabulkan do’aku sehingga Guruku sehat kembali.
Ya Tuhan,
Berilah panjang umur dan kesehatan kepada Guruku agar beliau lebih lama lagi membimbing dan menuntun aku yang bodoh dan dungu ini ke jalan-Mu yang Maha lurus.
Ya Tuhan,
Andai masih ada karunia berupa kesenangan dunia yang kelak akan Engkau berikan sepanjang hidupku, berikanlah kesenangan itu kepada Guruku agar Beliau selalu bahagia dan sejahtera.
Ya Tuhan,
Jadikanlah aku orang yang selalu bisa merasakan apa yang dirasakan Guruku, senyumnya menjadi senyumku, deritanya menjadi deritaku, kepedihannya menjadi kepedihanku agar aku bisa mengerti makna dan tujuan hidup di dunia ini.
Ya Tuhan,
Jangan engkau memasukkan aku kedalam orang-orang yang merasa dekat kepada kekasih-Mu yang tanpa sadar justru lebih banyak menyakiti hatinya. Janganlah aku menyayangi kekasih-Mu seperti sayangnya anak kecil kepada seekor kuncing yang terus menerus didekap dalam pelukannya sehingga kucing itu sulit bernafas dan akhirnya mati. Jadikanlah rasa sayangku kepada Guruku sebagaimana Ia ingin disayang.
Ya Tuhan,
Ajari aku yang bodoh, lemah dan tiada berdaya ini untuk bisa mencintai kekasih-Mu sebagaimana ia ingin dicintai.
Ya Tuhan,
Izinkanlah aku bisa terus bersama kekasih-Mu dan bisa melayaninya dengan baik.
Ya Tuhan
Perkenankanlah doaku ini….
Koeta Radja, 9 Maret ’09
165 Comments
quantumillahi
trima kasih bang sufimuda atas tulisan yang enak dibaca, semoga kami senantiasa Lurus dalam setiap MAUNYA.
Ibnu Turob
Amiiin, Amiiin, Amiiin……..
Ya Allah…
perkenankanlah hamba memanjatkan do’a kepadaMu,
sebagaimana Sufi Muda telah menjatkan do’anya…
qabulkanlah do’aku sebagaimana ENGAKU mengabulkan do’anya…..
Cut Nanda Keumala
Sungguh luar biasa do’anya, teramat tulus…
Ya Allah…
Izinkanlah aku bisa merasakan cinta kepada-Mu sebagaimana yang dirasakan oleh Sufi Muda…
mukhtar alfaqir
“aku iri pada matamu yang melihat, dan mataku iri pada telingamu yg mendengar, begitu juga telingaku iri pada hatimu yg menjelma, yg tak pernah kufami”semoga hati sufi muda menyinari hatiku.
ajak-ajak
ampun Tuhan. aku masih sangat-sangat bodoh dan dungu.
Terima kasih bang SM dan kawan2 komentator yang menyadarkan saya.
Cinta dan Sayang ku selama ini masih belum benar.
"JELATANG"
walaupun aku hanya rumput jelatang ditaman-MU,izinkan aku untuk ikut berdoa bersama SM ya ALLAH…ya TUHAN… kabulkanlah segala do’a kami…
sufilajang
Amien…
Ampun Tuhan terhadap dosa2ku terhadap GURUku, sudah sangat lama aku tak menziarahinya, disaat dia senang saja aku tidak tahu, apalagi dukanya 🙁
aziz
MasyaAllah.. cerita antum bisa buat saya meneteskan air mata dalam ketulusan cinta dan kerinduan kepada mursyid..
madadd yaa sayyidi ya Rosulullaah…
ahmad
Terima kasih ya, Tuhan…
makasih ya bang sufi muda…
kang kolis
Amin-amin-amin ya mujibassaa’ilin
gotengs
Ya…Tuhan…tambah tambkan terus rahmatMU kpd abngku sufi muda,agr juga smpai rahmtMU kepada kami agr menjdikan kami juga ikhlas mengabdi sebagai abdiMU. Amin…
kangBoed
hihihi… boleh ikutan melamun ah…. weleh weleeeh dasar tukang ngelamun… yayaya… silahkan… mari.. wahai nabi Ayub mengapa engkau tersenyum dengan tulus dalam keadaan sakitmu ini, bahkan kalau kubayangkan dirimu hidup di saat sekarang ini… entahlah mengais sampahpun engkau akan diusir karena sakit dan bau tubuhmu.. seandainya kau punya uangpun maka tetaplah engkau terbuang…. tapi mengapa ?? mengapa engkau tersenyum dalam keadaanmu?? oooo sungguh senyuman yang tulus ikhlas….. eeee beliau berkata anaaakku inilah kemurahan anugerah Tuhan yang terbesar yang aku terima dariNYA….. oooo bingung tambah bingung nii ci oon… jangan bingung dan bertanya tanya… ketahuilah anakKU dalam sakitku aku bisa dekat dan bertemu serta bergaul mesra dengan ALLAH dalam kehinaanku aku disambut dan dipelukNYA setiap hari hidupku selalu hangat dalam dekapanNYA dan jiwaku bersenang senang bercanda mesra denganNYA…. semua itu anakku takkan pernah kudapatkan jika aku sehaat, kuaaat naaah itulah makna perjalananku anakku sehingga jiwaku riang gembira…. camkan baik baik itu anakku.. itulah sejatinya diri ini…. sehingga engkau dapat bertemu denganNYA… berbahagia dan bersyukurlah dalam setiap kondisi karena dalam ketenangan engkau akan dibukakan makna kehidupanmu… wassallam… eeeee koook ngilang kemana… ooo terbangun rupanya dalam lamunanku eee setengah bobo ya… ooo ternyata ditepuk isteriku suruh beli telur di warung… hihihi.. ada ada saja dasar tukang ngelamun yayaya lamunan gila bin gendeng bin sableng… hahaha… bebas lepas….
Salam Sayang Selalu buat semua…
kafka_nafisa
subhanallah….betapa mulianya seorang guru,bahkan dia mengetahui apa yg ada ddlm hati kita,sblm kt melafazkannya…nmun,ada sdkt kt yg msh ana ragu,seorg rasul tntu tdk pntas mdpt sebuah pnykit yg menjijikkan,krn itu dpt mjtuhkn izzahnya sbg seorang rasul,ddlm menyampaikn wahyu ALLAH kpd manusia.trims,,,mgkn ada kt2 yg plu diralat
suroso
Yth, Kafka Nafisa…
Salam sejahtera untuk kita semua.
Mbak/Mas…seorang rasul,Nabi,Waliullah…adalah manusia juga, seperti Mas Sufimuda sampaikan …seorang manusia akan tunduk kepada Firman Afaqi sesuai dengan hukum-hukum alam yang telah ditetapkan Tuhan. Salah satu sifat dari Nabi adalah HARUS dia seperti manusia biasa. Kalau Nabi terkena api harus dirasakan panas seperti layaknya manusia begitu juga kalau nabi berjalan di tengah malam akan merasakan dingin…..
Jadi seluruh keturunan manusia, baik itu yang berpangkat Rasul, Nabi dst pasti mengalami apayang dinamakan sakit.
Mengenai sakit yang cukup panjang ini tidak hanya dialami oleh Nabiullah Ayyub saja, tetapi juga dialami oleh Manusia pertama, Nabi Adam.
Sebagai manusia produk Surga… Nabiullah Adam AS, beliau mengalami penderitaan (yang luar biasa) yang belum pernah dialami oleh siapapun…
Kulit beliau terasa sangat sakit, gatal2 terkena tanah/bumi..
menyentuh bebatuan terasa sakit, menyentuh dedaunan juga demikian. Seluruh indera nya belum dapat beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
Begitu juga dengan pencernaannya…..untuk dapat melangsungkan kehidupan…
Belum lagi penderitaan secara psikis..
Konon penderitaan yang di alami oleh Nabiullah Adam AS ini paling lama yang di alami oleh manusia berikutnya, sekaligus juga datangnya Rahmat tentang ke ilmu an yang ada sekarang.
Terimakasih Mas Sufimuda.
Aria
Amin,…
sanggardewa
Allahu Akbar……..!!!
duakum ya akhi…
sufi gila
salam cinta dan damai saudaraku
@kafka_nafisa
ada-ada aja pernyataannya hehehehe … apa nggak pernah baca kisah kisah masa lalu atau cuman becanda nih … bukankah setiap utusan Tuhan mempunyai model yg berbeda beda ? ada yg penyakitan ada yg ahli menyembuhkan ada yg kaya ada yg nggak suka kekayaan ada yg miskin ada yg nggak suka kemiskinan ada yg pandai ada yg gila ada yg mati terbunug ada yg melia di mata manusia dlll …. jadi tidak bisa kita jadikan tolok ukur kedekatan seseorang thdp Tuhan dengan kondisi jasmaninya … karena Tuhan tahu apa kondisi yg terbaik bagi setiap utusan Nya ….
yg jelas tiada takdir Tuhan yg mengandung unsur kejelekan karena semua takdir adalah yg terbaik asalkan kita bisa menangkap hikmah dibalik segala kejadian … jangan mau tertipu oleh indera kita yg mengajak kita merasakan sakit sedih menderita dll sebagainya … ikutilah qolbumu yg selalu menyerukan kebahagiaan dalam cinta dan damai
mahdalena90
ya,,trims ya akhi ats comennya…tp kt jg plu berhati2 ktk mmbaca sejarah2,,,krn ada sejarah2 yg kt baca sekarang,tlh bnyk di ubah2 oleh org2 yg ingn mjtuhkn citra islam…syukran….
Bang Izi
Siapakah GURU yang terbaring yang abang Sufi Muda maksudkan, dan pada masa itu ada di mana….. Jika Guru yang SM maksudkan adalah Ayahan Guru….?
Saya usulkan untuk memuat kisah, fatwa2 Ayahanda Guru, perjalanan Ziarah, kesaksian kekaromahan Ayahanda Guru, dan segala hal peristiwa yg dialami Ayah Guru….sumbernya dapat dari para petoto senior… sehingga akan membantu mengenal Ayah Guru walau kita tdk berjumpa secara fisik….. Cintaku, kangengku, sayangku hanya kepada AyahGuru.
hamba'79
Ya Allah..sehatkan lah selalu GURU ku..
Ya Allah..kuatkan lah batang tubuh-NYA…
Agar aku dapat terus bersama-NYA…
Agar aku dapat terus melihat tawa dan canda-NYA…
Agar aku dapat terus mendengar Fatwa-NYA..
Agar aku dapat terus memperoleh hidayah dan bimbingan-NYA..
Ya Allah..kabulkan lah doa hamba-MU ini yang berdosa..hina..bodoh..lagi papa ini..
hiks…hiks…hiks…
Umi_Thia
Bang sufi muda,,,
saya benar2 terharu membacanya,,,
karena apa yang antum katakan itu pula yang sedang saya rasakan… saya menangis, sakit sekali mengingat guru yang sedang tidak sehat
guru mursyidku sedang sakit, dan akan dioperasi hari ini…
aku tidak bisa membantunya dengan harta, tenaga, tapi do’aku terus melantun untuk Beliau.. semoga beliau disembuhkan oleh Allah.. tentu saja saya berdo’a dan berwasilah pada rohaninya. semoga disembuhkan supaya terus membimbing umat di jalan yang LURUS.
Aku sangat mencintai guru mursyidku..
SufiMuda :
SUFI BARU
tak terasa air mata inipun turut menetes secara otomatis begitu membaca tulisan abangda SM diatas,teringat saat terakhir ketika saya bertemu dengan YANG MAHA MULIA BAPANDA GURU saat suluk bulan maret kemaren dimana saat itu walaupun dalam kondisi kesehatan yang sangat tidak bagus dan dengan selang oksigen di hidungnya tapi beliau tetap muncul untuk memenuhi dahaga para muridnya,,,,..
setiap kita sangat merindukan fatwa2 beliau..dan dalam mendengarkan fatwa2 tsb kita seakan dibawa ke alam rabbani …”sesaat kau FANA pada KU sama dengan beribadah 1000 bulan…Sesaat kau JUMPA denganKU maka sama dengan beribadah 1000 tahun”…masya allah.
YA ALLAH YA TUHAN KAMI…BERIKANLAH KESELAMATAN DAN KESEJAHTERAAN KEPADA BAPANDA GURU KAMI..
YA ALLAH YA TUHAN KAMI… SEHATKANLAH BATANG TUBUH BAPANDA GURU KAMI DAN PANJANGKANLAH USIANYA AGAR BISA LEBIH LAMA LAGI MENUNTUN DAN MEMBIMBING KAMI DI JALANMU YANG LURUS INI YA ALLAH…
MURIDMU YANG SELALU MERINDUKANMU…
ILAHI ANTA MAKSUDI WA RIDHOKA MATLUBI..
Sejuk
Ketika aku berkunjung ke rumah Guruku. Pesan beliau “Jangan kau pukul anak kau kalau dia nakal, tapi nasehati dia… sayangi dia karena dia itu tdk tahu apa2, justru kau harus bersyukur karena dijadikannya orang dekatmu sendiri sebagai ujian untuk menaikkan derajatmu. Tanpa terasa air mataku sdh mengalir dipipiku… betapa aku menyesal dgn masa laluku yg sgt kasar terhadap anak2ku…
Terima kasih Ya Allah,
Amat besar kasihMu… ternyata Engkau telah menuntun aku berjumpa dgn seorang Guru yg aku yakini sangat sulit menemukan orang seperti beliau…tak ada yg bisa menyamai kesabarannya, pengorbanannya, ketulusannya, kemurnian kasihnya dlm membimbing murid-muridNya…
Ya Allah,
Andai Engkau memanjangkan umurku … janganlah Engkau memisahkan aku dari-Nya.
Ya Allah.
Ajari aku Cinta
Ajari aku kasih …
Yaitu Cinta dan kasih kepada Guruku
Amin
suroso
Yth, Mas SufiMuda…
Nabi Ayub tidak berlama-lama mengalami sakit…
setelah Beliau menuju ke daerah pegunungan, sakit Beliau sembuh…
Dan setelah itu Beliau berdakwah ke segenap penjuru negeri…kekuatan dan kesehatan Beliau bertambah. pengikutnya juga bertambah banyak di setiap negeri.
Konon masa sakitnya Beliau di ganti berpuluh-puluh kali lipat dengan masa sehatnya Beliau kemudian….dan umur Beliau di panjangkan oleh Allah SWT…..Amin 7x Ya Rabbal Alamin.
Salam untuk semuanya.
pengembara
semoga ada presiden RI kedepan yang persis sepei abang sufimuda.
“cerdas, tulus, bijaksana” 🙂
amin…
Sufi Sangat Muda
Sufi Muda, kenapa tdk dijawab, siapakah Guru yang terbaring itu…
addicted to jilb4ber
Subhanalloh…..
Ternyata…sakitnya sang mursyid -secara khusus- adalah karena menanggung beban [bc:nambeli-jawa-] para murid beliau yg kurang tata krama dlm bersimpuh diharibaanNya,dan -secara umum- menanggung beban [bc:ma’siat] seluruh alam.Intinya,sakit sang mursyid adalah sebagai kafarot [bc:penebus] kekurangan murid dlm meniti jalan lurusNYa.
Dan tdk diragukan lagi,bhw skit yg semacam ini merupakan proses [bc;state] yg akn meningkatkan sekaligus melejitkan maqom sang mursyid disisiNya.
Saat ini guru kami jg sedang ginanjar gerah.sudah setahun lebih,beliau berada dikursi roda,sehingga kuantitas beliau memimpin acara haul & majlis dzikir di beberapa daerah pun berkurang.kami ingin sedikit share dg ‘ibadulloh assholihin yang ada di forum ini :sebenarnya,sikap[bc:adab] yang pas,bagi seorang murid dalam menyikapi sakit sang guru itu gimana??apakah mendoakan kesembuhan beliau?mengingat,secara fisik beliau kesakitan [bc:ringkeh-jawa-],atau kita diam saja[bc:tdk mendoakan kesembuhan beliau] mengingat,beliau sangat ‘menikmati’ keadaan ini,dan berpijak bahwa sakit bliau adalah proses bagi kenaikan maqom di sisiNya???mohon tanggapan nya..
Akhirnya,kmi sangat mengapresiasi blog ini dan sufi-sufi yang mengawal perjalanan blog ini,semoga usaha ini tercatat sebagai amal sholih di sisi Nya,sehingga bs menggembirakan hati orang tua kita,menggembirakan guru-guru kita,lebih-lebih menggembirakan hati Rosulillah SAAW.semoga……
demoffy
tapi bagi saya, kenapa saya selalu meras jauh dengan allah…
dan hanya waktu merasakan “jatuhnya” saya baru saya merasa akan kasih sayang nya allah… mengapa ya?
suluk 1
memanglah GURU sangat kasih pada umat, suluk yang aturannya jelas aja ribut ndak jaga hadap 21 belum lagi hadap 9nya. ampun ya ALLAH, ampun Ya Rosul, Ampun Guru. semoga keselamatan kesejahteraan, kesehatan, kebahagiaan dan keberkatan bagimu yaa Guru. Yaa Tuhan turunkan karuniamu bagi Guru……. bimbing kami biar ndak bandel lagi ya tuhan
Musafir Gendeng
@ addicted to jilb4ber
salam silaturohmi teruntuk spean……..
Pondok sepuh tgl 6 April.
sr bg SM………
dak bs comen…..
Coz sy ndak berada di posisi itu…..
entar di bilang bo……ong
Salam sejahtera teruntuk semuanya……..
smg hasil,slamet
kabur………………
kangBoed
Salam Sayang untuk semuanya
hihiihiii…. sama ah takut dibilang bo..ongan lebih baik…. mas Musafir Gendeng tunggu… tunggu… ikutan kabur.. ahhh
addicted to jilb4ber
kq g ada yg nannggepin c :'(
@musafir gendeng
‘dulur’ q ki kayak na 😀
haul pndok sepuh hadir maz ??
pagi na mubaya’ah d’Al Fithrah
Tabah
TUHAN…….
Ku Mohon Panjang kan umur BAPANDA GURU….
Kuatkan Batang TUbuhnya…
Tanpa Beliau, Kami tidak akan terlahir seperti ini…
TUhan… Aq kembali menangis untuk sekian lama…
lelah aq menahan tangisku ini…
Tak tau knapa harus menangis.. tapi terus menangis..
karena aq tak mampu menahan getaran dari-MU TUHAN
Mohon dengan sangat akan keridhaan-MU…
ILAHI ANTA MAKSUDI WA RIDHOKA MATLUBI..
Musafir Gendeng
@ addicted to jilb4ber
haul pndok sepuh ……………
pagi na mubaya’ah d’Al Fithrah
ketone mboten.coz ws akeh mbolose….
tunggu kang boet!!!!!!!!!!!!!
ni sedulurku masih ketinggal disini……..
takjae kabur pisan, ayo kabur………………..
addicted to jilb4ber
@musafir gendeng
napo kabur kang ???:-!
Q CEK Krasan d’sini owg..cp teu ada jilb4ber bening dsni 😛
Musafir Gendeng
Sori bang minjem blognya sebentar ya..hehehe…..
@ addicted to jilb4ber
maksute kabur ki,halaman iki kanggo WALI……..
yen ora nang posisi kuwi wa……(aku wedi kwalat je)
mangkane aq kabur…..,nang halaman liayane sing cocok
Monggo poro WALI dipun lanjutakaen dalem nderek ake mawon