Tasauf

Syarat dan Kriteria Mursyid Menurut Prof. Dr. S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc

Seorang ahli fiqih yang sudah boleh disebut ulama disamping ilmu dan pengalaman dalam hukum hukum Islam juga memimpin sebuah lembaga keagamaan mendatangi saya ingin mempelajari tasawuf dan menekuni tarekat. Terjadi diskusi yang sangat menarik dan dari diskusi tersebut, ternyata beliau sudah banyak membaca tentang tasawuf/tarekat dari berbagai macam buku termasuk karya-karya klasik. Kebetulan beliau juga penggemar kitab kuning (kitab klasik) karangan ulama-ulama dulu. Ada sebuah pertanyaan yang menarik bagi saya dan bagi kalangan pengamal tarekat pertanyaan itu tidak pernah ditanyakan dan dianggap tabu. Beliau bertanya, “Kalau saya mengamalkan zikir tarekat, berapa lama saya bisa jadi Mursyid?

Bagi kita yang telah menekuni tarekat tentu saja pertanyaan seperti itu ganjil karena kita semua tahu bahwa tidak ada seorang murid yang bercita-cita jadi Mursyid. Seorang Mursyid bukanlah hasil dari beramal, bukan pula karena pengetahuannya tentang tarekat, bukan lamanya menekuni tarekat akan tetapi seseorang diangkat jadi Mursyid semata-mata karena Allah SWT. Saya yakin pertanyaan diatas ditanyakan juga oleh sebagian pembaca sufi muda.

Dalam beberapa Tarekat termasuk Naqsyabandi memang masih ada pengangkatan  banyak Mursyid seperti Tarekat Naqsyabandi Al Khalidi yang ada di Aceh dibawah pimpinan Syekh Muhibuddin Wali bin Syekh Muhammad Wali Al Khalidy. Seorang yang telah di izinkan untuk memimpin suluk diberi gelar mursyid sedangkan dibawahnya disebut wakil mursyid dan dibawahnya di sebut khalifah sedangkan pimpinan secara keseluruhan dan menjadi Mursyid dari seluruh jamaah disebut Saidul Mursyid. Biasanya pengangkatan Mursyid dilakukan setelah selesai suluk. Oleh Saidul Mursyid mengijazahkan Mursyid, wakil mursyid dan khalifah kepada orang-orang yang dianggap layak menerimanya. Setiap suluk terkadang diangkat 2 orang Mursyid, 3 orang wakil mursyid dan sejumlah khalifah sesuai dengan kebutuhan daerah.

Oleh karena tradisi adanya pengangkatan lebih dari seorang Mursyid seperti yang saya ungkapkan di atas maka wajar kalau orang bertanya kapan dirinya bisa menjadi mursyid dengan tujuan ingin membimbing manusia ke jalan Tuhan.

Di dalam Tarekat Naqsyabandi pimpinan Prof. Dr. H. S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc tidak ada pengangkatan Syekh atau Mursyid karena cuma ada satu Mursyid yaitu Beliau sendiri. Gelar khalifah pun tidak lagi dipopulerkan karena Baliau kawatir gelar itu akan membuat muridnya menjadi sombong dan jauh dari sifat-sifat ubudiyah. Beliau dengan rasa kerendahan hati merasa tidak berhak mengangkat khalifah. Beliau pernah mengatakan, “Biarlah gelar khalifah itu Allah sendiri yang memberikannya”.

Tentang kriteria dan syarat-syarat untuk menjadi seorang Mursyid, Prof. Dr. H.S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc dalam bukunya, Ibarat Sekuntum Bunga Dari Taman Firdaus berkata:

“Syarat-syarat bagi seorang mursyid amatlah berat, dan kalau saya ditanya, apakah saya telah memenuhi syarat untuk mursyid? Maka jawabnya amat berat untuk mengatakan “ya”, atau kalau ingin jawaban yang mudah saja, “tidak tahu” Karena sebenarnya bukan saya sendiri  yang harus menilai kualitas saya (begitulah beratnya kriteria seorang mursyid) namun saya melaksanakan tugas dengan sepenuh tenaga, sepenuh jiwa dengan hati yang sebulat-bulatnya. Siap melaksanakan suruh dari pada guru saya yang juga merupakan suruh dari Allah dan Rasul, yaitu menegakkan Dzikrullah dalam diri pribadi saya dan dalam pribadi umat. Jadi beliau-beliau yang diataslah yang menilai akan kualitas diri saya”.

Selanjutnya menurut Beliau, kriteria guru mursyid dapat dilukiskan atau digambarkan secara riil ke dalam tujuh butir antara lain sebagai berikut :

  1. Pilih guru kamu yang mursyid, (dicerdikkan oleh Allah), bukan oleh yang lain-lain dengan mendapat izin Allah dan ridha-Nya.
  2. Ia adalah kamil lagi mukamil (sempurna lagi menyempurnakan) karena karunia Allah.
  3. Yang memberi bekas pengajarannya, (kalau ia mengajar atau berdo’a, maka berbekas pada murid, si murid berubah ke arah kebaikan).
  4. Masyhur ke sana ke mari. Kawan dan lawan mengatakan “Ia seorang Guru besar”.
  5. Tidak dapat dicela oleh orang yang berakal akan pengajarannya, yakni tidak dicela oleh al Qur’an dan al Hadist serta ilmu pengetahuan.
  6. Yang tidak kuat mengerjakan yang harus, umpamanya membuat hal-hal yang tidak murni halalnya.
  7. Tidak setengah kasih akan dunia, karena bulat hatinya. Ia kasih akan Allah, ia bergelora dalam dunia, bekerja keras untuk mengabdi kepada Allah SWT bukan untuk mencintai dunia.

Seorang mursyid merupakan orang yang wara’ dan sangat hati-hati dalam hal-hal yang belum jelas kedudukan hukumnya. Hatinya tidak condong kepada dunia dan selalu berkekalan dalam zikirullah. Apapun gerak dan tindakannya selalu memohon izin dan petunjuk dari Allah SWT.

Beliau juga pernah menggambarkan kedudukan seorang mursyid ibarat seorang yang mengendari kuda dengan kecematan tinggi dengan memegang gelas yang airnya penuh. Kuda harus dipacu dengan kencang sedangkan air tidak boleh tumpah setetespun.

Demikian kriteria mursyid menurut Prof. Dr. H.S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc, mudah-mudahan akan bisa memberikan gambaran kepada kita semua tentang mursyid dan menurut saya apa yang Beliau kemukakan sudah mewakili dari sekian banyak kriteria mursyid yang pernah dikemukakan oleh para syekh tarekat dari dulu sampai sekarang. Akan tetapi dikesempatan lain akan saya tulis juga kriteria dan syarat mursyid menurut syekh lain termasuk Syekh Abdul Qadir Jailani, Syekh Muhammad Amin al Kurdi dan Syekh Ibnu Athailah as Sakandari sebagai bahan perbandingan untuk kita semua.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat untuk kita semua, amien ya Rabbal ‘Alamin.

253 Comments

  • Aria

    @lanang, kritik, asep, farid, de el el cs adalah tipe manusia 2 yang sama.
    hanya asep kayaknya sudah sedikit agak ‘melembut’ ya? hehehe
    Salam buat mas asep kalau masih sering2 mampir kemari.
    Untuk kawan2 memang sebaiknya komentar atau ‘pertanyaan’ mas lanang tidak perlu ditanggapi.
    lanang ini sengaja memberikan pertanyaan menjebak sehingga membuat pengamal atau pendukung tasawuf menanggapinya dengan marah atau sekurang2nya kesal.
    Kalau sudah marah atau kesal hati2, ntar yang kasih komentar/jawaban itu siapa? 🙂
    Biarlah TUHAN sendiri yang menjawab itu. Kalau memang DIA yang menjawab, Aman.
    ada engkau tiada AKU, hilangkan dirimu, AKU disitu 🙂

  • ajak-ajak

    sama-sama nang,,, alangkah nikmat memakan buah apel dengan mengunyah sendiri. Abis kalo dikunyah orang lain trus kita yang nelen, rasanya gimanaaaa gitu.
    Bagi saya, di blog ini sudah banyak buah2an yang dihidangkan tuan rumah. Dan alat2 pengupas juga banyak bertebaran di setiap halamannya.

    Mudah2an ada ikhwan atau sufimuda sendiri yang berkenan menjawab dengan memuaskan pertanyaan2 lanang.

    Dan mudah2an lanang bisa mendapatkan dasar yang kuat dan kokoh dalam bermursyid. Amiiiin

  • Didiet513

    ass mas lanang…….

    saya cuma mau nyemangatin aja. Mungkin maksud anda dengan mendapatkan jawaban langsung dari orang yang mengerti permasalahan akan lebih mudah dicerna dibandingkan dengan sebentuk tulisan yang bersifat kaku?!! Barangkali begitu, ya,….?? Setuju sekali… dalam artian semacam muzakarah……. Dan saya, kalo boleh, do’akan semoga pada akhirnya akan menghantarkan anda kepada pemahaman yang lebih mendalam terhadap agama Islam mulia ini. Lebih penting dari itu lagi anda mendapatkan seorang mursyid sejati.

    Pertanyaan Mas Lanang memang nampak kasar tapi disitu ada kepolosan dari kejujuran dari ketidaktahuan dan menuntut penjelasan. Semoga terbuka hijabnya…..amin..

    wassalam wr wb

  • asep

    Salam semuanya

    Sudah lama saya tidak mengikuti blog ini, ah…ternyata makin meriah saja. Berbicara masalah hidayah dari Allah swt untuk berwilayah kepada cahaya Imam dari Ahlulbait Nabi saw, itu tidak mengenal profesor, doktor, ulama, president, dosen, tukang becak, gelandangan, mursyid, syaikh, habib dlsb. Pendeknya dari orang kecil sampai orang besar, dari orang awam sampai orang kawash.

    @kritik

    Ah…anda mengingatkah saya atas komentar terdahulu. Kalau seandainya umat Islam berpikiran cerdas dan jernih bahwa dengan shalawat semestinya umat Islam sudah ada dalam satu kesatuan pimpinan umat ketika umat Islam dipimpin oleh Rasulullah saw dan tidak akan terjebak kedalam berbagai mazhab, golongan maupun thariqat.

    Yah…(tafakur) saya hanya bisa berharap semoga Allah swt memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada seluruh umat Islam atas segala kekhilafannya selama ini.

    Wassalam

  • Lambang

    Salam Mas Sufi Muda,

    Saya ada beberapa pertanyaan, mohon berkenan menjawabnya :

    Dengan analogi sebuah gelas yang masih kotor, apabila ada air yang suci bersih dituangkan ke dalam gelas tersebut apakah tidak akan terkontaminasi ikut menjadi kotor dan malahan tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan ?

    Di artikel Pendapat Imam Ghazali ditulisan sbb : Di antara hal yang wajib bagi para salik yang menempuh jalan kebenaran adalah bahwa dia harus mempunyai seorang Mursyid dan pendidikan spiritual yang dapat memberinya petunjuk dalam perjalanannya, serta melenyapkan akhlak yang tercela.

    Mencari Mursyid bukan hal yang gampang. Apakah setiap hari libur harus keluyuran keluar masuk gunung untuk mencarinya dan urusan keluarga dikesampingkan dulu sebelum ketemu Mursyid ?
    Ataukah harus meninggalkan duniawi (termasuk pekerjaan) hanya untuk mencari Mursyid, seperti yang dilakukan oleh Imam Ghazali ?

    Kalau kita masih mencari kebenaran, berarti selama ini kita merasa masih salah. Lalu referensi apa yang digunakan untuk menjalankan kehidupan sehari-hari sebelum mencapai pencerahan ? Qur’an dan Hadits ? Itu juga perlu bertahun-tahun untuk menyelami pemahaman bahasa Arabnya dan arti yang tersirat. Itupun juga untung-untungan kalau masih bisa hidup agak panjang. Sudah banyak kita lihat konflik dan adu argumen tentang AlQur’an dan Hadits ini. Semua mau menangnya sendiri.

    Dlam hidup ini tentunya kita butuh semacam Quick Reference Guide yang bisa langsung diterapkan hari ini. Bukan berandai-andai untuk menemukan pencerahan, menemukan Mursyid atau menyelami Al Qur’an dan Hadits yang mungkin baru 10 tahun yad baru selesai.

    Saya mengambil contoh seorang kawan saya. Hidupnya biasa biasa saja, baik budinya, agak pendiam, bukan alim ulama, bukan Ustadz. Tidak pernah bisa ngaji dengan lancar. Buku pegangannya hanya Al-Qur’an dan 1001 ringkasan Hadits. Itupun hanya kadang2 dibaca. Rajin sholat dan puasa. Tidak pernah terbayangkan untuk mampu naik haji.
    Mendadak pertolongan Tuhan datang. Ada saudaranya yang bernazar untuk mengirimkannya naik haji. DIsana, tepat selesai ibadah haji, beliau langsung terserang penyakit yang belum pernah dideritanya. Paru-paru basah. 1 jam di-opname dan langsung meninggal. Tidak pernah mencari mursyid, tidak pernah berusaha keras menyelami Al-Qur’an dan Hadits.

    Kesimpulan saya, hidup itu ngga’ perlu dibuat sulit dengan harus begini begitu, cukup sholat, puasa, dan membahagiakan orang lain. Zakat sudah termasuk dalam membahagiakan orang lain. Ngga perlu latihan sholat khusyu’, ngga perlu mendalami agama di IAIN, ngga perlu beli buku macam2, ngga’ perlu suluk. Semuanya cukup diserahkan saja kepada Allah, kita mau diapakan juga terserah Allah. Pasrah total kepada Sang Pencipta. Kalau mau ditambah sholat da’im juga boleh, untuk mempercepat pencapaian.

    Salam.

  • Didiet513

    Ass……..
    Bg Sufi Muda pasien lo datang tuh, penyakitnya lumayan parah (ma’af Mas Lambang sedikit canda). Gw ga boleh koment, dia nanya ke lo…….
    Wassalam wr wb semuanya……….

  • ajak-ajak

    Mas Didiet513,
    Karena saya juga ga berhak jawab pertanyaannya Lambang, saya berbagi cerita aja ke mas Didiet boleh kan?

    Seorang Sufi bercerita:
    ambil gelas berisi air kotor. Tuang dengan air bersih. Tuang terus terus terus sampai air kotor tadi keluar dari gelas dan tinggallah air bersih di alam gelas itu. Tapi kalau dibiarkan, lama-lama debu dan kotoran akan masuk lagi ke dalam gelas. Tuang lagi sampai hanya air bersih saja di dalam gelas. Terus seperti itu.
    Trus Sufi itu bertanya: Apa yang diperlukan untuk membersihkan air kotor dalam gelas tadi?
    Pertama-tama tentunya air bersih yang MAHA tak terbatas yang tak akan mungkin habis untuk membersihkan gelas berair kotor sampai kapanpun, berapapun banyaknya gelas.
    Kedua yang mesti ada apa? Penuang air bersih tadi. Dia yang bisa melihat di dalam gelas ada air bersih atau kotor? Dia yang tahu kapan harus menuang lagi air bersih tadi. Tentunya Penuang air ini sudah disetujui dan dipilih oleh Pemilik Air bersih.
    Yang ketiga? Tentunya yang punya gelas berisi air kotor ini yang harus mencari Penuang air bersih. Dan menyerahkan pasrah gelas nya kepada Penuang untuk dijaga kebersihan air didalamnya.

    Jadi meskipun yang punya gelas bekerja di sawah atau di pasar atau di kantor selama dia sadar bahwa saat dia butuh air bersih dia akan kembali ke Penuang air bersih.
    Gak perlulah dia nunggu di tempat penuang air bersih selamanya, sementara dia punya anak-istri yang juga butuh air bersih.

    Juga ga mungkin dia teriak2 minta ke Pemilik Air bersih sementara si Pemilik sudah mengumumkan “Minta air bersih sama Penuang yang sudah Ku lisensi”.
    Apalagi sekedar menggeletakkan pasrah gelas air kotor di depan rumah Pemilik Air bersih. Bisa-bisa dianggap bodoh, gak sopan, dan gak digubris sama Pemilik. Atau malah diambil tukang sampah dan diisi air sumur (keliatan bersih)
    atau dilindes kendaraan yang lewat.

    Dimana menemukan Penuang air bersih ini?
    Browsing di internet, baca2 artikel2 blog Pemilik Air bersih, atau tanya sama orang2 yang sudah tau tempat Penuang air Bersih. Atau kalau mau luntang lantung sendirian mencari tempat Penuang ya silahkan.

    Bagus ga mas Didiet hikmah cerita diatas?
    Kalau ada yang kurang atau lebih, mohon kesediaan mas Didiet dan kawan2 lain untuk disempurnakan

  • hati-hati

    @ lambang

    Yep, memang hidup g perlu dibikin sulit dan susah. Sudahlah tuk melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya dan tidak mengerjakan apa yang dilarang Tuhan amatlah susah, mo ditambah susah lagi??

    🙂

    Bertareqat ini bukan untuk bersusah-susah. Itu adalah suatu jalan yang harus dilalui. Menurut Imam Ghazali, seorang mujaddid di zamannya, bertareqat itu fardhu ‘ain hukumnya (wajib hukumnya bagi setiap mukallaf). Artinya wajib bagi setiap orang tuk bertareqat sama halnya sprti ibadah fardhu ‘ain lainnya seperti shalat, puasa, zakat, naik haji.

    Artinya bertareqat adalah perintah Allah. bukan untuk bersusah-susah.

    Teman mas Lambang mgkn karna belum mengetahui sja hal ini. Kalau saja ia mengetahui, mgkin ia akan mencari guru Mursyid juga. Atau ia telah tahu dan senantiasa mencari namun sampai akhir hayatnya belum menemukannya…

  • Didiet513

    Ass………..

    Ya…… ya……….. bugus………. bagus sekali ilustrasinya. Nggak banyak dalil aneh-aneh sudah sangat jelas menggambarkan hubungan fungsi mursyid dan murid (pengikut)………. Disitu juga ada adab yang mesti dijaga, cukup terwakili…..

    Nah, sekarang tinggallah lagi para pencari mursyid, semoga dapat hikmahnya.

    Gimana Mas Lambang, sudah mulai bisa menangkap makna cerita Mas Ajak ajak………

    Semoga hijab kita selalu tetap dibukakan-Nya…….amin

    Wass wr wb

  • njebluk's

    mantap juga kang ajak ajak
    tapi bikin Mumet kang……….
    kalo gelasnya kotor ya di bersihin lah (udah tahu kotor maksa dipakai) kalo gelasnya berisi air kotor ya di buang.
    seorang arif bilang : kalo mau ikut aku ndak usah banyak tanya ndak usah bawa apa apa.
    tinggal ikut kok susah…….

    يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
    “Hai masyarakat jin dan manusia, jika kalian sanggup menembus gugusan langit dan gugusan bumi, maka tembuslah, kalian tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan “Sulthon” (QS. ar-Rahman; 55/33)

    mau terbang ke langit, mau pakai apa bro…? (pakai sadadah pa pakai ufo)
    aku ndak tahu tempatnya,trus mau naik apa,jalannya lewat mana.(padahal dijalan banyak preman yg belum ditangkap polisi)he…he……

    mendingan aku ngikut yang udah pernah kesana, punya SIM.dianterin sampai tujuan (UWENAK TO)
    kalo dah tahu………
    gampang kalo mau balik kesana…………

    bisa ouoooooooooooooooooo……
    ouo……………………………..
    ndak kakean ngomong kayak orang yahudi aja….BRO…BRO

  • njebluk's

    Mengandai dulu ah…………………

    Seandainya gak ada neraka………………

    Seandainya gak ada surga……………….

    Ada gak yang mau sholat…………..?

  • ajak-ajak

    @njebluk’s
    Thanks sudah menambahi. Dan ma’af kalau sudah bikin Mumet. Saya tadi sudah berusaha sebanyak mungkin memotong2 cerita sang Sufi agar singkat. Kalo masih terlalu banyak ya sorry deh.

    Kalaulah membersihkan diri semudah membersihkan gelas atau seringan membuang air kotor dalam gelas,,, waaah,, bakalan lebih banyak penghuni syurga dari penghuni neraka. Dan Nabi Muhammad gak bakalan nunggu 15 tahun dulu untuk jadi Rasul. Wong beliau manusia pilihan kok.

    Nah kalo tinggal ngikutnya aku yo setuju. Ittttuuu yang ada di cerita Sufi diatas. Paling mudah ya begiitu. Tinggal memastikan apakah yang diikuti ini polisi atau preman. Kalo njebluk’s sudah ketemu orang yang sudah pernah kesana ya Alhamdulillah. Apalagi sudah diantar kesana. Artinya orang itulah Mursyid sampeyan. Selamat ya!

    Tapi Kok masih nanya mas mau ke langit pake apa? Orang yahudi aja tau kalau Nabi Muhammad itu Isra’ Mi’raj naik Buroq. Mungkin karena sering kakean ngomong si yahudi jadi tahu rahasianya. Akhirnya berusahalah dia supaya gak banyak orang yang tahu rahasia ini. Supaya gak banyak yang mencontoh Nabi.
    Kalau tidak mencontoh Nabi , mau ngikutin siapa… Mas,, Mas,,,

    Haduh kepanjangan lagi ya? hehehe ma’af bluk. Mungkin karena dulunya kelamaan jadi Islam Atheis hehehehe,,

  • Lambang

    Salam untuk semua,

    Maaf, pasien akut mau berobat jalan lagi.

    Resep dari Mas Didiet513:
    Lho resepnya jatuh dimana tadi ? Jangan hanya amien saja ah. 🙂 Mbok saya diberi resepnya, siapa tahu resep mas Didiet lebih manjur.

    Resep dari ajak-ajak:
    Dimana menemukan Penuang air bersih ini?
    Browsing di internet, baca2 artikel2 blog Pemilik Air bersih, atau tanya sama orang2 yang sudah tau tempat Penuang air Bersih.
    ………………
    Tinggal memastikan apakah yang diikuti ini polisi atau preman.
    ………………
    Browsing di daratan dan internet sudah tahunan. Tapi ketemunya ya hanya air buangan di daur ulang. Kelihatannya Mas ajak-ajak ini sudah punya apotik sendiri, tapi masih belum bersedia berbagi info. Atau mungkin harus diminta dulu. Please Mas, minta resep dan alamat apotiknya (kalau bisa sama apotekernya sekalian).
    Jangan apotik yang preman ya Mas, nanti malah bikin akut stadium empat.

    Resep dari Mas hati-hati:
    Artinya wajib bagi setiap orang tuk bertareqat sama halnya sprti ibadah fardhu ‘ain lainnya seperti shalat, puasa, zakat, naik haji.
    Fardhu ‘ain Mas ? Wuih, dosa besar ya kalau meninggalkannya.

    Resep dari njebluk’s:
    seorang arif bilang : kalo mau ikut aku ndak usah banyak tanya ndak usah bawa apa apa. tinggal ikut kok susah……
    ndak kakean ngomong kayak orang yahudi aja….
    Uh, kenapa agak burem ya mata saya…. tapi mudah2an mas njebluk udah punya resep dan alamat apotiknya.

    Jadi, sekali lagi saya mohon bantuan informasi dari Bapak-bapak, kalau ambil obatnya di Jakarta ada dimana ? Barangkali ada tips untuk membedakan mana yang polisi mana yang preman, bolehkah saya ikutan tahu ?
    Mudah-mudahan apotiknya terbuka untuk umum, dan ngga perlu membership atau referensi dari pengobat atau apoteker lain.
    Kalau ngga mampu nebus obatnya dan bayar membership, ya mungkin beli separo dulu, sisanya ngutang atau tinggalin hape :).
    Kalau informasi-nya masuk klasifikasi rahasia, bukan konsumsi publik, mohon email di islamabangan at gmail dot com.

    Salam.

  • njebluk's

    he………he…
    kang ajak2 ayak ayak wae.
    maaf kang jikalau ane kurang sopan…..
    pertanyaan itu yang bisa jawab ya yang sudah pernah menembus langit dan bumi. kalo blom berarti dia ……….( ? )
    Bukan khusus buat kang ajak-ajak.
    yang khusus buat kang ajak ajak (susah dipahami oleh orang awam kayak ane ini,gc doang.
    kayak si njebluk’s ini kang banyak ngomong tapi kosong (kata kang boet botole kosong)
    slamat yang sudah tahu jalan masuk dan kluarnya pulang dengan selamat dan membawa kabar gembira.
    gelas,air kan cuma pralambang to kang…
    makan aja sesuap sesuap kang,kan gak sepiring langsung kang.pastinya lewat cara dan bimbingan yang benar.
    kalo gelas itu kotor (pasti isinya akan ikut kotor pula)
    kalo gelas itu sudah berisi tapi isinya kotor,Kuraslah…..! hingga bersih. kalo susah, kita harus mengupgade kapasitas tampunyangan kita (nambah gelas yang kosong dan bersih)
    kalo gelas yang kosong ini terisi dengan yang bersih. terserah kita mau pilih yang kotor atau yang bersih……..
    semua terserah kita.
    @ lambang
    1. kalo anda merasa sakit carilah dokter yang tak akan tertular oleh pasiennya.
    Banyak dokter-dokter yang tersebar di jagat raya ini..
    Dokter ini adalah rahasia allah. jikalau saudara berjodoh anda akan di pertemukan(itupun harus ada usaha dan keinginan sebagai sunatullah yang tak akan berubah sampai kapanpun)
    2. kalo anda pinter. gunakan kepintaran anda untuk menembus gugusan bumi dan langit, mau pakai kendaraan apapun silahkan…….
    3. Kalau anda menguji kami ,kami hanyalah makluk yang tak berdaya yang mengikuti kemauan sang penciptaNya,itupun atas ijinNya, lewat para kekasih kekasihnya. Do’akan kami yang fakir ini untuk bisa istiqomah dalam pengapdian kami.

  • lanang

    Belajar lagi ahhh sama MAS SUFI MUDA yang luas ilmunya, mudah-mudah pertanyaan2 ini beliau mau menjawabnya, yang kemarin anggap saja angin lalu dan jangan dimasukan ke hati ya masss.
    semoga mas sufi muda senantiasa sehat wal afiat, supaya bisa mengobati para pasiennya.
    1. apakah mas sufi muda sudah pernah bertemu Tuhan yang dipertemukan oleh mursid tuan?
    2. butuh waktu berapa puluh tahun mursid tuan mempertemuakan mas sufi muda untuk bertemu dengan Tuhan?
    3. rasionya kalau orang sudah sampai dan sering bolak-balik, seharusnya waktunya tidak lama-lama bukan? Apa yang terjadi sebenarnya??? Jangan2 nyasar!!!
    4. perlu dipertanyakan kebenarannya. BENARKAH mursid tuan sudah bertemu dengan TUHAN?
    5. mas sufi muda, Tuhan itu maha dekat apa maha jauh?
    6. mas sufi lebih percaya kepada siapa guidenya. alquran dan hadis atau mursid
    7. mas sufi apakah mursid itu manusia suci yang terhindar dari noda & dosa? dari mana mas tahu kalau dia itu tidak berdosa?
    8. murid & mursid, sama2 manusia yg selalu bawa2 kotoran. siapa yang harus dipatuhi perintah & larangannya. mursid anda atau Tuhan tuan
    9. pada waktu isro mi’roj, nabi muhammad menghadap Allah, apakah malaikat jibril ikutan menghadap beserta nabi?
    moga-moga para sufi pada murah hati & ramah-ramah menyambut pertanyaan2 ini dengan lapang hati. wassalam

  • ajak-ajak

    😛
    yups. Memang perlu dikuras sungguh2. Allah menyuruh kita bermujahadah dan beristiqomah dalam ibadah. Tentunya perlu ada yang Bimbing cara menguras yang benar dan sesuai dengan maunya Allah SWT.
    Beruntunglah kita sudah bertemu dengan mursyid yang berkenan membimbing kita sampai kehadiratNYA.

  • lanang

    lucu … sangat diplomatis kaya politisi aja. partai mana mas… caleg ya…. he3 bercanda.
    kenapa sih mesti tertutup? mengapa? adakah sesuatu yang ganjil? yang bagini ini yang membuat jidat jadi mengkerut dalam tanda tanya yang BESAR? Ada apa sih gerangan dengan mursid? seolah2 kaya orang sakit darah tinggi saja pada enggan makan daging kambing????? MURSID juga MANUSIA, perlu juga di audit kebenarannya?

  • wedok

    MURSID juga MANUSIA…
    Rosul Manusia gak ya….?
    Nabi manusia gak ya…..?

    hayo siapa yang bertugas ngaudit …………

  • lanang

    kalau saya jawab, gampang2 saja mas..
    kalau wedok masih ragu sama Muhammad Rasulullah silahkan.. mas..

    kalau saya JELAS RAGU dengan mursid,
    makanya saya tanya sama anda2 yang ngaku sufi2 disini, kaya gitu lo…
    karena sampai saat ini belum ada 1 orangpun yang ngaku sufi diblog ini berani menjawab pertanyaan2 saya.
    ADA APA YA

    gito lho masss

  • lanang

    @aria
    aria2 sudah kaya wali aja ngomongnya.
    jangan omdo kali
    emangnya ente tahu sama yang bathin itu apa?

    lain waktu saya mau belajar lagi sama sufi muda
    sekian wasalam

  • Lambang

    @njebluk’s:
    Terima kasih atas jawabannya, walaupun masih belum merupakan jawaban.
    Quote: Kalau anda menguji kami ,kami hanyalah…”
    Saya bukan dosen koq Mas, saya calon murid yang perlu bantuan. Mosok nanya disangka menguji……

    @ajak-ajak:
    Quote: “Beruntunglah kita sudah bertemu dengan mursyid yang berkenan membimbing kita sampai kehadiratNYA.”
    Terima kasih petunjuknya. Masih rahasia ya Mas, ya sudah pertanyaan saya tarik kembali.

    @Didiet513:
    Masih ditunggu resep dan alamat apotiknya di japri.

    @lanang:
    Kayanya kita senasib. Ngga diterima oleh suatu lingkungan yang terkesan tertutup dan eksklusif. Padahal memberi alamat kan bukan pekerjaan yang sulit. Padahal saya sudah siap di OSPEK sebagai member baru. Padahal saya sangat butuh bantuan rekan2 yang merasa sudah bertemu Sang Mursyid.
    Ya sudahlah, mudah2an Allah akan memberi jalan yang lain kepada saya…….

    Ada sedikit tambahan wawasan buat Mas lanang, Mursyid adalah mutiara terpendam yang sangat sulit mencarinya. Quote Imam Ghazali, seperti mencari jarum di antara setumpukan jerami. Teman2 yang sudah menemukan jarumnya, tampaknya keberatan berbagi. Mungkin dengan pikiran “Enak aja minta alamat…. Saya kan setengah mati carinya. Jadi Anda harus setengah mati juga (kalau perlu tiga perempat mati) karena memang syaratnya harus demikian. Harus sulit.”

    Salam.

  • Wedok

    wah….wah…….
    Anak lanang
    kang Lambang
    sebenarya kalo nak lanang dan kang Lambang mau mengubah frekuwensi (cenel)anda ke frekuensi yang bang SM siarkan anda akan mendapatkan berpuluh puluh jawaban.
    kalo anda tetep pakai frekuensi yang anda yakini benar maka tidak akan mendapatkan apa apa hanya perbedaan
    yang gak ada artinya…..

    @kenapa ada perbedaan antara mursid dan nabi (padahal beliau juga makan ,krja layaknya manusia biasa)
    maka yang membedakan manusia satu dengan yang lainnya adalah derajat ketakwaan.
    bisakah kita mengukur ketakwaan seseorang ?
    ketakwaan diri sendiri aja masih dipertanyakan.

    ajak2
    he….he…….
    Coz ada yang mau audit………
    jadi lucu………

  • Didiet513

    @Mas Lambang, maaf ya kalau kita ini terkesan tertutup dan eksklusif. Bukan itu maunya, kami hanya pingin berhati-hati dan tidak menimbulkan fitnah…….. memang…………

    Sudahlah……… kalau perlu contact pribadi send aja ke e-mail saya:

    drusmadi@yahoo.co.id

    sebagai tambahan atau klarifikasi, saya bukan seorang sufi tapi hanya murid dari sufi yang mursyid. Manalah saya berani atau merasa sebagai sufi, jauuuuuhh……….. masih sangat jauh!!
    entahlah kalau yang lain

    Mudah-mudahan Allah memberikan jalan-Nya.

    wassalam…………..

  • salafysudahgila

    Tuk ente-ente sekalian yang bukan ahlusunnah wal jamaah:

    Tak perlu sodara susah-susah. Nanti akan datang masanya sodaras akan mengetahui semuanya.

    Kalian semua kalo bukan ahlussunnah wal jamaah, ga usah bertele-tele deh :D.

    Tanya aja begini:
    kalo menurut sunny/ahlussunnahwaljamaah/menurut Imam Abu Hasan Ali Al Asy’ari perkara-perkara berikut ini penjelasannya bagaimana:

    1. bla bla bla
    2. bla bla bla
    3. dst

    kan jelas!

    ente-ente ini berperangai perusak dan pengacau. ente berlagak bertanya, padahal ente-enta punya niat beda….

    Dari kalimat dan pertanyaan ente-ente, ga kerasa bahwa ente orang yang benar-benar pengen tahu dan mau tahu…..

    Mengacaulah diluar sana…

  • Lambang

    @salafysudahgila:

    He… he… tadinya saya pikir yang akut hanya saya, ternyata ada yang lebih parah, dan memang mengakui bahwa dirinya sudah gila. Akut stadium empat, tinggal nunggu dikasih sajen aja. Gelasnya juga kelihatan udah retak-retak.

    Mas Didiet513, ada pasien gawat darurat nih, masih ada kamar kosong apa ngga’ ? Kalau ngga ada apa ditaruh di garasi aja? 😆

  • Rindu Damai

    @lanang
    Membaca komentar2 anda disini memberikan gambaran kepada saya bahwa anda orang yang tidak mengerti sama sekali tentang tasawuf tapi berlagak tahu.
    9 pertanyaan anda untuk sufi muda adalah jenis pertanyaan yang tidak perlu di jawab karena jawabannya nanti akan menimbulkan pertanyaan baru.

    Mencari kebenaran lewat nalar pada akhirnya akan membingungkan & tidak akan pernah mencapai ketenangan dan tidak akan pernah menemukan kebenaran sejati.

    Perdebatan tentang kebenaran hanya akan memuaskan EGO semata.

    Ketika anda membayangkan mursyid itu sebagai “sosok” disitulah sumber segala kekeliruan anda. Ketidaktahuan anda tentang mursyid menyebabkan anda bertanya, apakah mursyid tidak berdosa, mana yang di pilih al qur’an hadist atau mursyid, atau pertanyaan apakah nabi muhammad bertemu Tuhan didampingi jibril.

    Lanang
    saya bisa maklum akan kebodohan anda, tapi yang ingin saya kritik kalau ingin mencari kebenaran jangan berlagak sok tahu agar anda bisa mencapai cahaya-Nya.

    Saya senang kalau lanang tersinggung dengan komentar saya agar ego anda sedikit terobati 🙂

    Salam Damai

  • gotengs

    hmmmm…fenomena yg rruaar biasa bila menyngkut soal mursyd…jadi smkin yqin aku bahwa nur ILLAHI berdmpingn dg nur MUHAMAD.maksih sodra2ku..wasslam.

  • adefadlee

    Jangan salahkan nyamuk karena menggigit kita, karena memang sudah kerjanya nyamuk itu kerjanya menggigit kita. Begitu pula tidak usah pula salahkan orang-orang yang mengacau di blog ini, karena sebenarnya ALLAH mau uji dan lihat kesabaran dan kerendahan hati kita…

    -Hamba yang dhaif dan berdosa-

  • lanang

    @ rindu damai
    salam damai juga…, yang dibaca kok cuma 9, diatasnya itu lo… masih banyak, baca juga ya…, rindu2… segitu aja kok emosi, kaya orang kebakaran jenggot, istigfar mas istigfar…, wong yang ditanya saja adem ayem, anda kok marah2, yang marah2 itu pertanda apa mas…? pertanda, dekat sama etan, wudu dulu ya… biar etannya pada kabur. ehhh.. obrol2 kamu murid kelas berapa ya? kalau masih SD, saya kasih saran sebaiknya tidak usah dibaca, kalaupun dibaca PASTI kamu TIDAK NGERTI isi & muatannya. PERCUMA, hasilnya bakal marah2 juga, emosi, akalnya NGANGGUR, yang keluar nafsu hewannya, maaf 99X.

    @ lambang
    tul mas lambang, trims ya..

  • lanang

    @ wedok
    siapa bilang perbedaan gak ada artinya??? temuan dari mana itu????????? kanan kiri itu beda mas, benar salah itu beda, baik buruk itu beda, surga neraka itu beda???
    mas wedok2…., PERNYATAAN SAUDARA ITU TERBALIK, tulalit. SALAH.

    orang kuat itu mengayomi yang lemah, orang pintar lebih mengerti orang awam, bukan sebaliknya. kalau dari pernyataan2 anda sudah amburadul, tidak terstruktur, bagaimana mungkin saudara tahu persis posisi diri anda ada dilevel apa? rt, rw atau dibawahnya?.

    membuka jalur dialog itu penting mas, agar jelas & terang adanya, sama pentingnya wedok memberikan penjelasan2 yang gamblang & terang ke frekwensi yang dibawahnya agar mudah dicerna, dimengerti dan diphami, supaya tidak terjadi salah tangkap dan salah tafsir atas sesuatu. INGAT lho mas!!!… bukan kebalikkanya. masalahnya bisa apa belum memberi penerangan? gitu loh….

    lihat aja mas tu matahari, setiap hari kasih penerangan gratis, supaya orang2 yang matanya melek pada bisa lihat dengan jelas dan gamblang, dan semuanya tidak ada yang ditutup-tutupi.

  • Wedok

    maklum kang lanang uteku lagi njebluk ya kayak gini ……..
    gak njebluk aja kayak gitu apa lagi njebluk ya…..
    dasar njebluk, ngalor ngidul yo njebluk.
    Foor oul (kayak bs bahasa jin aja ni)
    boleh ngaji sama @ kang Lanang ya,yang lain juga boleh byar kertularan ilmunya
    Kata banyak orang manusia itu ada jasmani dan ruhani
    kebutuhan jasmani dan ruhani harus seimbang
    Jasmani lahir didunia butuh bantuan dukun,bidan kadang Cesar lagi.
    Kalo Ruhani itu lahir atau nyatu dengan jasmani ya….
    Makanan jasmani dengan rohani itu sama gak ya (kalo sama kan enak makan nasi ayam kenyang deh)

    ”Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan”(QS.al-Hijr/47)

  • Wedok

    geh mas
    Yang belum dapat ijin untuk menerangi ngak bakalan bisa menerangi malah bikin suram.
    OK
    SETUJA kata BAng TUKUL

    سَوَابِقُ الْهِمَمِ لَا تَخْرُقُ اَسْوَارَ اْلأقْدَارِ

    “Kemauan yang menggelora tidak akan mampu menembus tirai takdir”.

Tinggalkan Balasan ke hati-hatiBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Sufi Muda

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca