Tasauf

Syarat dan Kriteria Mursyid Menurut Prof. Dr. S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc

Seorang ahli fiqih yang sudah boleh disebut ulama disamping ilmu dan pengalaman dalam hukum hukum Islam juga memimpin sebuah lembaga keagamaan mendatangi saya ingin mempelajari tasawuf dan menekuni tarekat. Terjadi diskusi yang sangat menarik dan dari diskusi tersebut, ternyata beliau sudah banyak membaca tentang tasawuf/tarekat dari berbagai macam buku termasuk karya-karya klasik. Kebetulan beliau juga penggemar kitab kuning (kitab klasik) karangan ulama-ulama dulu. Ada sebuah pertanyaan yang menarik bagi saya dan bagi kalangan pengamal tarekat pertanyaan itu tidak pernah ditanyakan dan dianggap tabu. Beliau bertanya, “Kalau saya mengamalkan zikir tarekat, berapa lama saya bisa jadi Mursyid?”

Bagi kita yang telah menekuni tarekat tentu saja pertanyaan seperti itu ganjil karena kita semua tahu bahwa tidak ada seorang murid yang bercita-cita jadi Mursyid. Seorang Mursyid bukanlah hasil dari beramal, bukan pula karena pengetahuannya tentang tarekat, bukan lamanya menekuni tarekat akan tetapi seseorang diangkat jadi Mursyid semata-mata karena Allah SWT. Saya yakin pertanyaan diatas ditanyakan juga oleh sebagian pembaca sufi muda.

Dalam beberapa Tarekat termasuk Naqsyabandi memang masih ada pengangkatan  banyak Mursyid seperti Tarekat Naqsyabandi Al Khalidi yang ada di Aceh dibawah pimpinan Syekh Muhibuddin Wali bin Syekh Muhammad Wali Al Khalidy. Seorang yang telah di izinkan untuk memimpin suluk diberi gelar mursyid sedangkan dibawahnya disebut wakil mursyid dan dibawahnya di sebut khalifah sedangkan pimpinan secara keseluruhan dan menjadi Mursyid dari seluruh jamaah disebut Saidul Mursyid. Biasanya pengangkatan Mursyid dilakukan setelah selesai suluk. Oleh Saidul Mursyid mengijazahkan Mursyid, wakil mursyid dan khalifah kepada orang-orang yang dianggap layak menerimanya. Setiap suluk terkadang diangkat 2 orang Mursyid, 3 orang wakil mursyid dan sejumlah khalifah sesuai dengan kebutuhan daerah.

Oleh karena tradisi adanya pengangkatan lebih dari seorang Mursyid seperti yang saya ungkapkan di atas maka wajar kalau orang bertanya kapan dirinya bisa menjadi mursyid dengan tujuan ingin membimbing manusia ke jalan Tuhan.

Di dalam Tarekat Naqsyabandi pimpinan Prof. Dr. H. S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc tidak ada pengangkatan Syekh atau Mursyid karena cuma ada satu Mursyid yaitu Beliau sendiri. Gelar khalifah pun tidak lagi dipopulerkan karena Baliau kawatir gelar itu akan membuat muridnya menjadi sombong dan jauh dari sifat-sifat ubudiyah. Beliau dengan rasa kerendahan hati merasa tidak berhak mengangkat khalifah. Beliau pernah mengatakan, “Biarlah gelar khalifah itu Allah sendiri yang memberikannya”.

Tentang kriteria dan syarat-syarat untuk menjadi seorang Mursyid, Prof. Dr. H.S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc dalam bukunya, Ibarat Sekuntum Bunga Dari Taman Firdaus berkata:

“Syarat-syarat bagi seorang mursyid amatlah berat, dan kalau saya ditanya, apakah saya telah memenuhi syarat untuk mursyid? Maka jawabnya amat berat untuk mengatakan “ya”, atau kalau ingin jawaban yang mudah saja, “tidak tahu” Karena sebenarnya bukan saya sendiri  yang harus menilai kualitas saya (begitulah beratnya kriteria seorang mursyid) namun saya melaksanakan tugas dengan sepenuh tenaga, sepenuh jiwa dengan hati yang sebulat-bulatnya. Siap melaksanakan suruh dari pada guru saya yang juga merupakan suruh dari Allah dan Rasul, yaitu menegakkan Dzikrullah dalam diri pribadi saya dan dalam pribadi umat. Jadi beliau-beliau yang diataslah yang menilai akan kualitas diri saya”.

Selanjutnya menurut Beliau, kriteria guru mursyid dapat dilukiskan atau digambarkan secara riil ke dalam tujuh butir antara lain sebagai berikut :

  1. Pilih guru kamu yang mursyid, (dicerdikkan oleh Allah), bukan oleh yang lain-lain dengan mendapat izin Allah dan ridha-Nya.
  2. Ia adalah kamil lagi mukamil (sempurna lagi menyempurnakan) karena karunia Allah.
  3. Yang memberi bekas pengajarannya, (kalau ia mengajar atau berdo’a, maka berbekas pada murid, si murid berubah ke arah kebaikan).
  4. Masyhur ke sana ke mari. Kawan dan lawan mengatakan “Ia seorang Guru besar”.
  5. Tidak dapat dicela oleh orang yang berakal akan pengajarannya, yakni tidak dicela oleh al Qur’an dan al Hadist serta ilmu pengetahuan.
  6. Yang tidak kuat mengerjakan yang harus, umpamanya membuat hal-hal yang tidak murni halalnya.
  7. Tidak setengah kasih akan dunia, karena bulat hatinya. Ia kasih akan Allah, ia bergelora dalam dunia, bekerja keras untuk mengabdi kepada Allah SWT bukan untuk mencintai dunia.

Seorang mursyid merupakan orang yang wara’ dan sangat hati-hati dalam hal-hal yang belum jelas kedudukan hukumnya. Hatinya tidak condong kepada dunia dan selalu berkekalan dalam zikirullah. Apapun gerak dan tindakannya selalu memohon izin dan petunjuk dari Allah SWT.

Beliau juga pernah menggambarkan kedudukan seorang mursyid ibarat seorang yang mengendari kuda dengan kecematan tinggi dengan memegang gelas yang airnya penuh. Kuda harus dipacu dengan kencang sedangkan air tidak boleh tumpah setetespun.

Demikian kriteria mursyid menurut Prof. Dr. H.S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc, mudah-mudahan akan bisa memberikan gambaran kepada kita semua tentang mursyid dan menurut saya apa yang Beliau kemukakan sudah mewakili dari sekian banyak kriteria mursyid yang pernah dikemukakan oleh para syekh tarekat dari dulu sampai sekarang. Akan tetapi dikesempatan lain akan saya tulis juga kriteria dan syarat mursyid menurut syekh lain termasuk Syekh Abdul Qadir Jailani, Syekh Muhammad Amin al Kurdi dan Syekh Ibnu Athailah as Sakandari sebagai bahan perbandingan untuk kita semua.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat untuk kita semua, amien ya Rabbal ‘Alamin.

253 Comments

  • quantumillahi

    Terima kasih buanyak Bang Sufimuda atas keterangnnya. Semoga kita mencontoh dokter sebleum menjadi dokter (prosesnya) bukan hasilnya. Hasilnya biar ALLAH SWT dan KEKASIHNYA yg menentukan.
    Sukses dan mhn ijin menyadur di quantum illahi
    Salam hormat dengan kasih sayang yg mendalam

  • adi

    hebat…. berarti kalo bikin tarekat yang baru & menjadi pimpinan …. bisa menjadi mursyid…donk..

    Dilihat dulu donk… lantar belakang pendidikan kepada dia berguru ???
    Bagaimana pembinanaan keluarganya ??? apakah anak2x sudah berpakaian sesuai dengan Islam or masih pake bikini seperti orang kafir??? or ada TV dirumahnya ..nggak????
    Bagaimana dia berinteraksi terhadap lingkungannya ??? dll

    Apa jadinya dunia ini kalo banyak Muryid ????? apakah ente tidak mengakui Pemimpin Negara INI Indonesia yaitu SBY & YK????

  • Sejuk

    @Adi
    Mas, Anda terlalu banyak berkomentar dan sepertinya nada2 anda kurang setuju dgn uraian di atas… boleh kami dicerahkan gmn ciri2 Mursyid menurut anda…?

  • Didiet513

    Bg Sejuk
    kesejukan ab kayaknya langsung menguap…….. duuuh sayang sekali………..

    To Mas Adi……….
    Commentnya bagus cuma……… maaf ………. kurang mendalam!!!!!!!!
    Dikalangan pengamal thariqat sufi seorang pimpinan/mursyid menduduki posisi yang sangat sentral dan sakral karena ruang lingkupnya meliputi lahir dan bathin. Dan yang paling pokok adalah yang berhubungan dengan masalah ke-Illahian.
    Jadi mursyid bukan karena pendidikan…….!!!!!!
    Televisi yang merupakan rahmat Allah dari dunia elektronik bukan barang haram yang harus ditolak keberadaannya jadi mursyid tidak harus anti televisi………khan???
    Terlalu kecil ruangan ini untuk berkomentar……..
    Yang paling terbaik buat Mas Adi kalau ingin mengetahui tentang mursyid thariqat adalah menjadi murid seorang mursyid dan bukan menjadi murid dari seorang yang mengaku sebagai mursyid. Mursyid yang diangkat oleh gurunya yang mursyid.
    (Kalo < smart agak bingung) Mas Adi kata guru saya “Kalau bukan ahlinya, dalam hal apa saja, maka tidak ada kontribusinya untuk berkomentar”

  • SufiMuda

    orang yang membaca judul artikel tanpa membaca isinya dan memberikan komentar biasanya komentarnya memang tidak nyambung sama sekali….

    Atau membaca artikel tapi tidak mengerti sama sekali dengan yang di bahas juga menghasilkan komentar yang tidak nyambung…

    Lebih baik menjadi orang “Tahu Merasa” dari pada “Merasa Tahu”
    Lebih baik menjadi orang “Merasa Bodoh” daripada menjadi orang “merasa pandai”

    Salam

  • ahmad haikal

    asalamualaikum…..
    subhanalloh…. sungguh islam mulia raya, yang tak ada yang di lepaskan,, antara syariat dan tariqat, bagaikan bawang yang amat susah di bedakan antara kulit dan isinya…..
    pungsi mursyid selain sebagai penghubung, mursyid pula sbagai perwujudan / penegakan syariat islam… dimana ALLOH maha kekal serta tidak ada sekutu baginya, jika seorang murid mengerti dan faham siapa sebenarnya sang guru mursyid,, bahwasanya tegaklah syariat dan tariqat beliau,,, dengan kata lahaulawala kuata illabilahil aziyulazim…..
    maaf dengan segala kekurangan…..
    wasalam…..

  • MELOK

    ”Mata mmbca hati berkta…,mmbca artkl 2yg mngndung ”SESUATU”yng tk terhngga..trasa brgtar ruh..hngga mampu memnculkan cermin keglapn hati mnusia yg msih terttup puluhn rbu hijb”.Sy bersykur
    ms adi msh mau
    mmbca & berkomnt dsini,tent krn hidyahNYA juga.SUPORT fr U tetplah tinggl dsini.selami dn cari lebih dlm lag,tntulebih indah drpada riak2nya dipantai.pst ktemu rahasiaNYA.mkash.
    sepuntene ya bng SM sy nyeloteh gk kruan.trims fr all.wasallm.

  • MasWiwid™

    Salam kenal untuk Bang SufiMuda.
    kalo untuk kota kediri jawa timur adakah surau atau iop yang bisa dikunjungi.
    terima kasih. dan minta ijin bolehkan blog ini saya link-kan di blog saya.
    terima kasih.

    Salam

  • SufiMuda

    Wa’alikum salam….
    Salam kenal kembali untuk mas wiwid.
    Tentang iop di kediri ada tapi saya tidak tahu dimana alamatnya, silahkan kawan2 yang lain menginfokannya.
    Silahkan di link ke blog nya kalau memang bermanfaat.

    @goteng718
    Ini forum kita semua 🙂

  • Njebluk's

    Para waliku dibawah naunganku, tiada yang mengenal mereka dan mendekat kepada seorang wali, kecuali jika allah memberikan taufik hidayahnya. Supaya ia langgsung mengenal allah dan kebesarannya yang di berikan kepada seorang manusia yang di kehendakinya.
    Yang tau wali ya wali…….
    Shollu’ala nabi muhammad
    alhamdulillah sekarang banyak yang jadi wali
    semakin damai hati ini.
    tapi banyak juga kok yang menginkarinya karena dia tak mendapatkan nur.
    cara mudah tukbertemu mursyid….
    ikutlah di yang sudah tahu……(SM) misalnya…
    tp karena beliau (mursyid) bukan untukmu ……..
    ya jalan lagi,cari yang lain(karena tidak semua mursyid itu cocok dengan kita…(ITU YANG HARUS DI SADARI)

    HE….HE…. JD NGELANTUR NI………….

  • fery

    to Rindu…..(mbak ya…?)
    Berdoa pada Alloh dgn ikhlas agar ditunjukkan kepada seorang mursyid yang Kamil Mukamil…..
    Alhamdulillah, saya selama bertahun tahun dalam perjalanan menuju kebenaran akhirnya ditunjukkan juga……
    Terimakasih ya Alloh….
    Maturnuwun ya Alloh….

    Mas Sufi Muda, Alhamdulillah meski gak setiap hari baca artikel tapi saya selalu mengikuti perkembangan website sufi muda….
    Semoga sukses dalam berjuang di jalan tasawuf….

    Yaa Muqolibal qulub tsabit qobi ala diniik(a)…

    Wassalam

  • kritik

    Ass.

    Dengan adanya mursyid, ukhuwah Islamiayah tidak akan tercapai. Karena banyak fatwa-fatwa yg tidak sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah Nabi SAW.

    Wass.

  • Didiet513

    Assalamu’alaikum wr wb

    To Tuan Kritik
    Bagusnya ada kejujuran dalam kritik anda termasuk untuk menampilkan nama asli anda sebagai salah bukti bahwa Tuan Kritik adalah orang yang mau mencapai ukhuwah islamiyah.
    Barangkali anda adalah korban dari seorang Mursyid palsu sehingga anda kecewa dengan fatwa-fatwa mursyid palsu ini ?? atau memang tuduhan ini anda lakukan untuk bersembunyi dibalik ketidaktahuan anda tentang Waliyam Mursyida seperti yang disebutkan dalam kitabullah??
    Kalau Tuan Kritik pemeluk Islam coba sekarang buka;
    Q.S Al Kahfi 18 : 17
    Q.S An Nisa’ 4 : 69
    Q.S At Taubah 9 : 119

    Bagaimana Tuan Kritik??
    Apakah Tuan masih mengingkari pernyataan Allah tentang adanya manusia pilihan yang berpredikat sebagai Mursyid?
    Bukankah disitu jelas-jelas Allah menyebutkan tentang Waliyam Mursyida…..??

    Apa mungkin seseorang yang kata Allah bisa memberi petunjuk dari kesesatan fatwa-fatwanya bertentangan dengan Kitabullah dan As Sunnah??

    Satu indikasi yang harus Tuan pegang apabila seorang “mursyid” mengeluarkan fatwa dengan dua hal diatas maka bisa dipastikan itu adalah mursyid gadungan..??

    Saya harap Tuan berhati-hati dalam melakukan kritik apalagi tuduhan karena semua itu akan dipertanggungjawabkan atas diri Tuan.

    Maaf kalau kurang berkenan

    To Neng Rindu
    Neng, untuk bertemu dengan seorang mursyid tidak cukup hanya dengan berdo’a tapi juga harus dicari dan temukan maka Insya Allah akan mendapatkannya.

  • kritik

    Q.S Al Kahfi 18 : 17
    Q.S An Nisa’ 4 : 69
    Q.S At Taubah 9 : 119

    Ayat-ayat tsb diatas dalam thareqah ini penafsirannya dan penyandarannya sangat keliru, mursyid atau wali itu kepada siapa?

    Wass

  • salafysudahgila

    @kritik

    anta bilang sangat keliru (sepertinya anta punya penafsiran sendiri). trus anta malah nanya (spertinya anta tidak mengerti).

    ada yang mengganjal di hati dengan penafsiran anta sendiri? walau sedikit saja?

  • 10

    BISMILLAHIRROCHMANNIRROCHIM
    @ kritik

    menurut anda enaknya gimana lho?kalo nurut anda kita tidak berpegang pada sang mursyid lalu kepada siapa lagi? coba deh di teliti lagi
    kiranya boleh nyaranin coba di buka kitab jami’ ash soghir hall 373 yang diriwayatkan oleh zait bin tsabit

    segala kebenaran hendaklah di sampaikan secara bijaksana Tuan kritik….?!??!?!?!

  • 10

    BISMILLAHIRROCHMANNIRROCHIM
    @ kritik

    kalo masalah ukwah islamiyah gampang????
    wong berukwah islamiyah itu khan juga tidak harus sedalil,sepemahaman saya aja dengan sufi muda juga lain toriqoh tapi…?!?!?!? yo masih bisa nyambung dalam hal pemahaman berkeyakinan

    kalo anda pengin sama dalam berdalil & sepaham wah gampang banget?!?!?!
    di bom aja masjid-masjid? mesti guru anda, guru saya ngomongnya haram tindakan tadi selesai khan
    he…..he…..he….?

  • ajak-ajak

    hmm,, kok tercium baunya asep ya?
    Jadi kangen neh sama asep c.s, dah lama ga ada yg kasih koment tentang ahlul bait.

    Mudah2an dengan artikel diatas semakin banyak ahlul bait yang terbuka hijabnya untuk mencari wali mursyid agar bisa PASTI sampai kehadirat Allah SWT. Dengan demikian semakin banyak pula ummat Nabi Muhammad SAW yang bisa menjalankan Islam secara kaffah.

    Amiin ya Allah.

  • kritik

    Prof. Dr. H. S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc dan saudara-saudaraku sekalian semoga diberi taiufik dan hidayah dari Allah SAW.

    Wass…

  • kritik

    Prof. Dr. H. S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc dan saudara-saudaraku sekalian semoga diberi taufik dan hidayah oleh Allah SWT, amin.

    Wass…

  • Didiet513

    Caelaaaa……………. kayaknya jadi anget karena kealotan pendirian pantang menerima pemahaman orang lain ini………

    Salam Tuan Kritik……..
    Semoga taufiq dan hidayah itu kembali kepada anda, dilunakan hati anda oleh Allah terhadap pemahaman anda sendiri terhadap ayat-ayat Allah yang tidak sembarang orang pandai menafsirkannya…..

    Tuan sangat tidak fair dengan hanya menuduhkan bahwa penafsiran dan penyandaran ayat adalah sangat keliru tanpa anda sendiri mengemukakan pandangan anda berdasarkan apa dan bagaimana…………….
    Kalau dengan cara begini bagaimana bisa tercapai pemahan yang sama. Seperti mencari ujung lingkaran…….
    Bagi penuntut ilmu sangat tidak elok didasari kecurigaan dan tuduhan. Menuntut ilmu haruslah tanpa prasangka jelek dan kejujuran menerima kebenaran….

    Tuan Kritik, maaf, kalau anda mencari kebenaran tanpa anda sendiri siap dengan keberagaman yang akan ditemui maka cukupkanlah usaha anda. Anda hanya akan membuang buang waktu, biaya tenaga dan usia saja. Toh kebenaran hanya milik anda, diluar dari anda adalah salah…………?? Bahkan ayat Allah pun akan anda salahkan kalau itu “sepertinya” berlawanan dengan nalar sehat….

    Semoga hati anda bisa lembut sehingga hidayah Allah bisa masuk………kehati sanubari anda

    Oh iya nampaknya anda kenal sekali dengan guru saya Prof. Dr. H. Kadirun Yahya Muhammad Amin M.Sc sehingga anda “mendo’akan” beliau?????

    Wassalam

  • salafysudahgila

    (gile nih, orang kaya gini emang bisa bikin kocar kacir…. berbahaya sekali…) mengerikan ….

    hm…
    “kritik” ya…

    dari pemilihan nama aja dah jelas….. :))

    makasih ya, mas…

    saya jadi ingat tuk mengkritik diri sendiri. saya emang banyak dosa nie…

    banyak-banyak maaf ya..

  • Didiet513

    Subhanallah………. Atagfirullah…………

    Tuan Kritik ….. terus terang saja ya….. jawaban seperti ini membuat orang jadi ketawa, geleng kepala atau minimal tersenyum kecut………

    Dari awal kritik Tuan nampak sekali kekerasan hati anda dan kemudian semakin menampakkan “belang” siapa sesungguhnya anda. Semua jadi terang karena anda sendiri yang mencoba (maaf sedalam-dalamnya) menutupi kedangkalan pemahaman anda dan berlagak paling mengerti tentang agama Islam Mulia Raya ini.

    Tuan, anda telah melakukan kesalahan fatal karena “mencoba” melakukan kritik terhadap hal yang anda tidak mengerti sama sekali pokok bahasannya. Tapi anda dengan bangganya menyatakan yang lain salah sementara anda sendiri nol dalam pengetahuan tentang mursyid. Anda tidak punya kontribusi dalam hal ini. Bagi yang tidak mengerti maka apa yang anda katakan hanya akan menyesatkan. Bagi yang mengerti maka anda hanya seperti anak kecil yang sering melontarkan celotehan lucu.

    Jadi ada benarnya kata Si salafysudahgila kita jadi banyak dosa aja karena gara-gara anda…..

    Sekali lagi maaf Tuan Kritik

    Semoga kita selalu berada dijalan-Nya yang lurus…..
    Ampuni kesombongan hamba yang tersirat Yaa Allah……..

    Wassalam

  • 'A'

    Ada anak SD umur 7tahun membaca buku matmatika abangnya yg duduk di bangku SLTP, lalu dia melihat ada soal pengurangan sbb:

    5-10=…
    15-45=…
    185-235=…

    terjadilah diskusi:
    SD : BANG..BANG..YG BIKIN SOAL DI BUKU INI SALAH
    YA???
    SLTP: BETUL QO SOALNYA..
    SD :TP MANA BISA BANG 5-10??
    SLTP:BISA DEK!!
    SD :AH,,ABANG NGADA2 AJA!!!!!
    SLTP : ADEK,5 -10=-5 ,KALO ADEK MO BELAJAR
    SUNGGUH2 NANTI KELASNYA SUDAH SAMA DGN
    ABANG PASTI
    NGERTI QO,TP SEKOLAHNYA YG SUNGGUH2 YA…
    SD :AH ABANG INI SUDAH IKUT2AN GILA,,JELAS2 YG
    BIKIN BUKU INI YG SALAH..

    dan pada akhirnya perdebatan itu tiada hentinya..sang adik yg jelas2 salah krn belum tau kebenaran tetap akan memprtahankan pendapatnya,walau kebenaranya dia belom tau sama sekali tentang penjumlahan yg mnggunakan(-)..hehe sang adik pun akan terus mengkritik abangnya,,kita doakan saja agar sang adik mau belajar sungguh2 hingga nanti dia akan duduk di bangku SLTP,dan belajar matematika yg lebih mendetail. jd dia tau deh BAHWA 5 -10=-5 🙂

  • lanang

    Saya awam dengan masalah tasawuf. Namun ada beberapa pertanyaan buat mas sufi muda dan mohon di jawab:
    1. Berapa lama mursid ini nganter muridnya bisa sampai ditujuan mas?
    2. Kalau sudah sampai ditujuan dan si murid tahu tempatnya, tugasnya mursid ngapain apalagi mas. Pulang ketempatnya atau ikut dengerin muridnya ngobrol. Apa dia enggak risih tuh dengernya?
    3. Apa masih perlu pa mursid ini ngater melulu walaupun muridnya sudah tahu tempatnya???
    4. Analoginya miripkah mursid ini dengan makelar, yang tugasnya cuma mempertemukan pembeli dan penjual untuk mendapatkan fee. Setelah terjadi deal urusan bisnis dengan makelar selesai. Apakah demikian?
    Sekian & trimakasih buat jawabannya.

  • ajak-ajak

    @lanang,
    Saya bukan sufimuda, tapi saya coba kasih pembukaan singkat dulu gapapa ya? Sufimuda, mohon ijin ya.

    Mursyid Nabi Muhammad SAW adalah Jibril a.s
    Silahkan dicocokkan sendiri dengan ke empat pertanyaan anda diatas.
    Itu dulu aja sebagai dasar analoginya.
    Lebih bagus lagi kalau lanang baca2 dulu artikel – artikel tentang Mursyid di blog ini. (silahkan lihat di Daftar Isi)

  • lanang

    sory mas jawaban gak nyambung, kalau belum bisa menjawab enggak usah dijawab, wong saya tanya sama mas sufi muda kok, sorry ya.. saya cuma tanya sama yang kompeten dibidangnya. supaya yang gak ngawur jawabannya.

    sekalian nambah tanya. untuk mas sufi muda:
    apakah mursid itu seorang manusia sakti mandraguna, apakah dia itu seorang wali, apa nabi, apa malaikat, atau sebangsa jin atau setan?

    dan apakah mursid itu sekarang dan saat ini masih hidup atau sudah mati?

    sekian dan trima kasih untuk jawabannya.

  • ajak-ajak

    gapapa kok nang, gak perlu minta sorry. Dari awal baca pertanyaan lanang, saya juga sudah sangat ragu kalo lanang bisa nyambung. Makanya tadi saya kasih analogi dasar dulu dan sekalian saranin lanang baca2 dulu artikel2 lain di DAFTAR ISI biar bisa sedikit nyambung.

    Mudah2an lanang bisa mendapatkan jawabannya.

  • lanang

    trims mas… alangkah bijak bila sdr tidak menyarankan untuk membaca. cukup dijawab pertanyaan2 yang ada. selesai.
    karena dari jawaban2 tsb merupakan dasar bagi saya untuk bermursid.

Leave a Reply

Eksplorasi konten lain dari Sufi Muda

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca