Nasehat

APA TANDA KITA DEKAT DENGAN TUHAN?

Ketika suluk berakhir, seorang Khalifah Senior (umur Beliau lebih kurang 65 tahun) duduk diantara para peserta suluk dengan gaya santai setelah selesai bergotong-royong membersihkan surau baik di bagian dalam maupun bagian luar. Selaku orang yang baru dalam Tarekat, pengalaman-pengalaman murid-murid senior dari Guru sangat menyenangkan untuk didengar dan banyak sekali pelajaran yang bisa diambil karena yang mereka ceritakan bukan hasil dari bacaan tapi merupakan pengalaman nyata. Dalam suasana penuh keakraban, khalifah senior bertanya kepada khalifah yang lain, “Abang-abang sekalian, apa tanda kita dekat dengan Tuhan?”.

Demikian khalifah senior bertanya kepada kami yang masih muda dan memang di surau sangat dijaga hadap (sopan santun) walaupun usia kita lebih tua tetap memanggil Abang kepada saudara seperguruan. Pertanyaan sederhana itu tidak ada yang bisa menjawab, semua diam dan memperhatikan dengan seksama wajah dari khalifah senior tersebut. Saya hadir disitu dan peristiwa itu lebih kurang 10 tahun yang lalu. Khalifah Senior dengan senyum berkata, “Semakin dekat kita dengan Tuhan maka semakin kita tidak bisa meminta kepada-Nya, seorang yang dekat dengan Tuhan ibarat seorang bayi dipangkuan ibunya, dia tidak pernah berprasangka buruk kepada ibunya, apakah ibunya memberikan makan atau tidak, membiarkan dia haus atau bahkan ibu membuangnya begitu saja, dia tetap pasrah dalam pangkuan ibunya

Kata-kata Khalifah Senior itu sangat berbekas dalam hati saya dan kata-kata ini memberikan sebuah kesadaran kepada saya bahwa sampai saat ini saya belum dekat dengan Tuhan karena begitu banyak permintaan dalam doa, begitu banyak pula hasrat untuk menggengam dunia ini. Keluhan kalau mengalami sakit dan derita menandakan kita belum dekat dengan Tuhan. Mungkin kita telah mengenal-Nya, telah bersimpuh dikaki-Nya, telah merasakan betapa nikmat memandang wajah-Nya namun kita masih tergolong orang-orang yang dekat dihati-Nya.

Lalu bagaimana dengan ucapan Nabi bahwa kita harus selalu meminta kepada Tuhan dan orang yang tidak mau meminta digolongkan kepada orang-orang yang sombong? Bagi orang yang jauh dari Tuhan maka dia akan selalu meminta untuk kepentingan dirinya, tidak pernah dia mau berdoa untuk orang lain.

Khalifah Senior tersenyum diantara kebingungan para jamaah suluk, kemudian saya memberanikan diri bertanya, “Abangda, kalau ukuran dekat dengan Tuhan tidak bisa meminta kepada-Nya, bagaimana dengan Guru kita yang selalu mendo’akan kita, bukankah Beliau juga meminta kepada Tuhan? Dan yang saya tahu Guru kita sangat dekat dengan Tuhan

Masih dengan senyum yang khas Beliau berkata, “Anak Muda, Seorang yang dekat dengan Tuhan itu tidak bisa meminta untuk dirinya tapi doanya sangat makbul untuk orang lain dan dia selalu berdoa untuk orang lain, seperti Guru kita. Guru kita hanya memikirkan murid-muridnya, mana pernah Beliau berdoa agar diri nya kaya? Sudah puluhan tahun saya mengikuti Beliau dan saya tahu persis bahwa yang Beliau doakan hanya muridnya, ya… kita-kita ini yang selalu menjadi beban Beliau dan terkadang tidak tahu diri….” Ucapan terakhir tidak lagi disertai senyum namun dengan wajah sedih dan linangan air mata.

Beliau melanjutkan, “Kita ini lah yang harus mendoakan Guru kita, agar semua cita-citanya dikabulkan Tuhan, itulah bukti rasa cinta dan kasih kita kepada Beliau….

Berulang kali saya berbuat kesalahan kepada Beliau, tapi selalu Beliau memaafkannya ….

Kemudian Khalifah Senior melanjutkan nasehatnya, “Jangan pernah abang-abang sekalian durhaka kepada Guru kita karena kalau durhaka kepada Guru tidak akan beruntung selama-lamanya…

Setelah saya memahami hakikat Ketuhanan dan kebenaran dari Tariqatullah dan saya meyakini bahwa betapa hebatnya Ilmu zikir yang dapat mengantarkan orang kepada Allah, saya memberanikan diri untuk bertanya kepada Guru, “Guru, begitu hebatnya ilmu zikir dalam tarekat ini, kenapa tidak semua manusia mau mengikuti jalan ini?

Guru tersenyum dan berkata, “Hanya sedikit orang yang bisa bersyukur….

Saat itu saya tidak begitu paham dengan apa yang beliau sampaikan baru sekarang saya memahaminya, bahwa begitu banyak karunia diberikan oleh Allah kepada manusia namun sedikit sekali yang mau menyembah-Nya dengan cara yang benar, sedikit sekali orang yang sungguh-sungguh mencari jalan untuk kembali kepada-Nya, sedikit sekali orang yang bersyukur. Saya jadi ingat kisah Nabi yang shalat semalaman dan ketika ditanya oleh Aisyah kenapa Beliau shalat begitu banyak sampai kaki bengkak padahal Beliau sudah dijamin masuk surga dan nabi menjawab, “Aku ingin menjadi ABDAN SYAKURA (hamba yang pandai bersyukur)

103 Comments

  • sufi baru

    bersyukurlah kita kepadaNYA…karena dari bermilyar2 manusia di muka bumi ini….hanya sedikit yang mau menerima jalan ini..dan memang sudah sewajibnya kita mengabdi padaNYA…bukankah allah berfirman:
    “TIDAK KU JADIKAN JIN DAN MANUSIA KECUALI UNTUK BERIBADAH KEPADAKU..”

    ilahi anta maksudi wa ridhoka matluubi…

  • Dono.

    Ass.wr.wb bang sufimuda,
    Apakah melihat jibril dan melihat Nur Illahi dengan mata hati lebih dari satu kali berarti tanda dekat dengan Tuhan?

    Wassalam, Dono.

  • sufi baru

    sufi gokil..kill..dekil…wah namanya unik neh….tapi kyaknya makna nya dalam.tapi saya yakin pasti orangnya nggak kayak namanya…gokil and dekil ….gitu..ha ha ha …becanda abangda….

    salam kenal neh dari saudaramu yang seiman…..
    peace…

  • padimuda

    @sufimuda, numpang curhat panjang yah.
    Kalo ada yang ga pantes di hapus aja. Abis baca artikel diatas jadi ingat cerita tentang bertemu Allah.

    Seorang Wali bertanya ke murid-muridnya:
    Wali: Sudah bertemu Tuhan?
    Murid1: ….. ??? (diam seribu basa sambil noleh kanan kiri cari dukungan)
    Murid2: sudah

    Wali: bagi yang belum, silahkan diperbaiki ibadahnya, sebab Islam itu ilmu pasti. PASTI bertemu Tuhannya. Baik di dunia maupun di akhirat.
    Bagi yang sudah bertemu Allah, apakah sudah bertemu malaikat?

    Murid1: Sudah , Jibril, Israfil, Raqib, Atid, Munkar, Nankir, Malik, Ridwan, dan sebagainya semua sudah.

    Murid2: Belum , belum mengerti caranya dan belum kenal.

    Wali: Bagi yang belum kenal malaikat, kok bisa? Masa Raja mengenalkan ajudannya kepadamu? Tinggi sekali pangkat si ajudan. Seharusnya ajudannya yang membawa mu menghadap Raja.
    Nah bagaimana anda bisa bilang sudah bertemu Allah kalau belum bertemu malaikatNya? Coba dibenahi lagi zikirnya.
    Nabi saja bertemu malaikat dulu sebelum bertemu Allah.

    Cerita ikhwan2 tarekat sehabis zikir:
    Bagi yang sudah bertemu malaikat dan Allah, itu biasa bagi orang tarekat.
    Bagi orang diluar tarekat, harus di cek dulu itu malaikat asli atau setan pura2 jadi malaikat? Disitu perlu Guru Mursyid yang mengenali mana malaikat asli petugas Allah dan mana syetan yang menyamar jadi malaikat. Sebab Mursyid sudah mengenal betul semua petugas2Nya. Wong Mursyid sering bolak-balik keArsy kok.
    Banyak sekarang Syetan mengaku malaikat untuk membohongi manusia. Cuma satu tujuan, agar manusia semakin tersesat.
    Sebab hanya di dalam wasilah yang lurus saja manusia bisa bertemu ALLAH di dunia.

    Kata Guru:
    Hati-hati kalian, kenal itu belum jadi jaminan kalian selamat. Banyak cerita terkenal tentang ahli ibadah yang tertipu syaitan. Sebab syaitan itu halus permainannya.
    Meskipun sudah bertemu Allah, coba lebih di mesra-i. JANGAN PERNAH KAU MERASA DEKAT DENGAN ALLAH, siapapun dirimu. Sombong nantinya, syetan masuk.

    So rekans,
    Selalu merendah dan bersujud adalah pekerjaan Nabi. Bukan mau menjadi Nabi, tapi CONTOHLAH Nabi. Seperti cerita diatas, sudah dijamin selamat tetap saja Baginda Muhammad SAW beribadah malam sampai bengkak2 kakinya. Mungkin karena Beliau tidak merasa dekat. Mungkin karena Beliau merasa dirinya hanyalah seorang HAMBA yang tiada tanpa Tuhannya. Mungkin beliau merasa hanya Allah yang memutuskan status apakah seseorang dekat atau jauh dariNya.

    Semoga kita terhindar dari MERASA / SOK DEKAT dengan Allah meskipun sudah bertemu dengan malaikatNya atau denganNya
    Semoga kita bisa menjadi Hamba yang pandai bersyukur seperti Nabi Muhammad SAW.
    Amiin

    • kesehatan141

      Maaf tak ada yang bisa bertemu Allah, baik rasul nabi kalau ada pengetahuan atau ajaran kalian mengatakan rasul atau nabi bertemu dengan Allah…berarti sdh menyalahi AlQuran..yg bertemu dengan Allah yaitu Ruh..baca Alqur’an.

      • SufiMuda

        Silahkan belajar lagi tentang al-Qur’an, jangan buru2 ambil kesimpulan karena akan rugi dunia akhirat. Kalau anda menafsirkan al-Qur’an menurut akal fikiran maka pasti tersesat, itu nasehat Nabi

  • a'au

    @ ab.sufimuda

    ceritanya bikin sedih T_T
    aku ini memang murid yg ga tau diri…. ga pernah bisa berbuat untuk guru…bisanya nyusahin terus…bodohnya….

  • a'au

    @ ab.padimuda

    memang lebih baik kita merasa jauh dan dimurkai…..jadi kita selalu minta ampun kepada-NYA, daripada kita ngerasa sudah dekat,,nanti bisa besar kepala,ngerasa ibadah kita udah paling sempurna,trus jd sombong deh…hiiiii…serrrreeeem….pdhl yg berhak sombong kan TUHAN aja..masa’ kita yg hina ini mo saingan sm DIA… bisa di pecat kita jd makhluk-NYA..
    GURU prnah cerita:
    ada 2jenis hamba…
    “yg pertama”,salahnya di benarkan,benarnya diridhoi.
    “yg kedua”, benarnya disalahkan,salahnya dimurkai.
    trus GURU tanya sama seorang murid:mana yg kau pilih??????…….
    si murid jawab:” yg kedua” GURU.
    GURU jawab:SERATUS sama kau!!!(sambil mengacungkan jempol).

  • Dono.

    Ass.wr.wb,pak a’au,
    Saya pusing deh melihat komentnya, sudah diridhoi mintanya dimurkai kok goblok banget sih.
    Kalau menurut saya yg bener tetaplah bener dan yg salah harap diperbaiki, gitu ken?
    Astagfirullah alazim.

    Wassalam.

  • padimuda

    @Bang a,au
    Betul, daripada merasa dekat dengan Allah, mending selalu merasa hina dan dimurkaiNya. Jadi kita bisa selalu menghambakan diri dihadapanNya.

    @Mas Dono,
    Benar salah manusia selalu relatif. Kebenaran mutlak adalah milik Allah. Kita menjalankan kebenaran sepemahaman kita berdasarkan referensi dariNya. Hasil nya bagaimana tetap terserah Dia. Repotnya kalau kita merasa benar padahal menurut Dia salah, gimana? Kebanyakan orang akan terlena dengan kebenarannya sendiri, merasa suci, merasa everything is OK, merasa Allah sudah bersamanya disetiap waktu, merasa Allah memilihnya sebagai orang suci dan merasa akan masuk syurga, padahal? ya padahal.
    Saya masih jauh mas dari dekat dengan Allah. Kalo Guru saya sudah dekat, Beliau adalah waliNya. Saya cuma sekedar murid yang berusaha mendekatiNya melalui Guru saya. Gak mungkin Allah mendatangi saya (meskipun melalui malaikatNya) kalo saya ga bersama orang yang sudah dekat denganNya. Kan ada hadis: besertalah dengan Ku, atau besertalah dengan orang2 yang beserta Aku, mereka yang akan menyampaikanmu padaKu.
    Saya kotor sekali mas, mustahil mendekati Yang Maha Suci dengan kekotoran saya. Itulah kenapa saya berguru. Biar ada yang membimbing saya untuk mensucikan kekotoran diri.

    Salam

  • a'au

    @ mas dono

    ‘sudah diridhoi mintanya dimurkai kok goblok banget sih.’

    saya gak prnh bilang sudah diridhoi…tp pilihan kedua:”benarnya disalahkan,salahnya dimurkai.”,saya selalu menganggap diri saya bodoh&hina dihadapan ALLAH SWT..karna yg selalu bener&mulia hanyalah ALLAH ta’ala semata..ALLAH itu MAHA (+),ga mungkin mo nangkep yg merasa (+) juga,,,krn (+)ketemu (+)sudah pasti bertolakan,tp kalo (+)ketemu(-), kutub (+)akan narik kutub(-), ALLAH YG MAHA PINTER(+) ga akan mau terima kalo ada hamba yg merasa paling pintar(+)/jgn2 cuma SOK PINTAR(+ / – ???),yg suka nge-goblokin orang lain..pdhl belom tentu dirinya lebih benar dr org yg direndahkan.krn yg BERHAK NENTUIN salah/benar cuma ALLAH.INGAT!!!!kebenaran hanya milik ALLAH..makanya saya lebih milih jd hamba yg selalu merasa penuh kekurangan dan penuh dosa, jd saya merasa selalu butuh ampunan-NYA daripada jd hamba yg merasa sudah benar seperti ANDA…Astagfirullah alazim

    “Kalau menurut saya yg bener tetaplah bener dan yg salah harap diperbaiki, gitu ken?”

    benar mnrut kita belum berarti benar menurut-NYA…benar menurut-NYA sudah pasti benar untuk semua..tp lebih sering kita tidak mau menerimanya..inget cerita NABI MUSA.AS saat brtemu dengan NABI KHIDIR.AS…MUSA.AS banyak memprotes sikap2 NABI KHIDIR AS yg bertentangan dgn kebenaran mnrut MUSA AS… pdhl khidir lbh tahu kebenaran yg sesungguhnya,kebenaran yg asalnya lngsung dari-NYA…
    sekian saja saya rasa mas dono yg PINTAR….smoga brkenan.

    SELAMAT SEJAHTRA SELALU TERCURAH KAHARIBAAN RASULLULLAH SAW.
    ampuni aku,hamba yg paling bodoh ini YA ALLAH…
    Astagfirullah alazim

  • a'au

    @ mas dono

    sudah diridhoi mintanya dimurkai kok goblok banget sih.

    saya gak prnh bilang sudah diridhoi…tp pilihan kedua:”benarnya disalahkan,salahnya dimurkai.”,saya selalu menganggap diri saya bodoh&hina dihadapan ALLAH SWT..karna yg selalu bener&mulia hanyalah ALLAH ta’ala semata..ALLAH itu MAHA (+),ga mungkin mo nangkep yg merasa (+) juga,,,krn (+)ketemu (+)sudah pasti bertolakan,tp kalo (+)ketemu(-), kutub (+)akan narik kutub(-), ALLAH YG MAHA PINTER(+) ga akan mau terima kalo ada hamba yg merasa paling pintar(+)/jgn2 cuma SOK PINTAR(+ / – ???),yg suka nge-goblokin orang lain..pdhl belom tentu dirinya lebih benar dr org yg direndahkan.krn yg BERHAK NENTUIN salah/benar cuma ALLAH.INGAT!!!!kebenaran hanya milik ALLAH..makanya saya lebih milih jd hamba yg selalu merasa penuh kekurangan dan penuh dosa, jd saya merasa selalu butuh ampunan-NYA daripada jd hamba yg merasa sudah benar seperti ANDA…Astagfirullah alazim

    “Kalau menurut saya yg bener tetaplah bener dan yg salah harap diperbaiki, gitu ken?”

    benar mnrut kita belum berarti benar menurut-NYA…benar menurut-NYA sudah pasti benar untuk semua..tp lebih sering kita tidak mau menerimanya..inget cerita NABI MUSA.AS saat brtemu dengan NABI KHIDIR.AS…MUSA.AS banyak memprotes sikap2 NABI KHIDIR AS yg bertentangan dgn kebenaran mnrut MUSA AS… pdhl khidir lbh tahu kebenaran yg sesungguhnya,kebenaran yg asalnya lngsung dari-NYA…
    sekian saja saya rasa mas dono yg PINTAR….smoga brkenan.

    SELAMAT SEJAHTRA SELALU TERCURAH KAHARIBAAN RASULLULLAH SAW.
    ampuni aku,hamba yg paling bodoh ini YA ALLAH…
    Astagfirullah alazim

  • Dono.

    Ass.wr.wb,pak a’au,
    “benarnya disalahkan,salahnya dimurkai”.
    Sebenarnya siapa yang menyalahkan kebenaran? dan memurkai kesalahan?
    Janganlah merendahkan diri dan janganlah meninggikannya ambilah jalan tengahnya.
    Salam sejahtera,
    Wassalam,

    Ass.wr.wb,pak padimuda.
    Untuk Allah tidak ada yg mustahil, Allah mengetahui isi hati hambaNYA dan memberi petunjuk kepada siapa yg dikehendakiNYA.
    Bukankah Allah berhak untuk mengenalkan diriNYA kepada hambaNYA.
    Dan untuk koment bapak diatas:mending selalu merasa hina dan dimurkaiNya. Jadi kita bisa selalu menghambakan diri dihadapanNya.
    Kalo merasa hina ,itu hak pribadi bapak cuma perkataan dimurkai, ini saya kurang sepaham karena klo bapak merasa hina di hadapan Allah mustahil bagi Allah yang Maha Pemaaf memurkai bapak tentulah Allah menyayangi bapak sebagai hambaNYA kan begitu pak.
    salam sejahtera,

    Wassalam,

  • padimuda

    Waalaikum salam wr. wb mas dono
    Untuk Allah tidak ada yg mustahil, Allah mengetahui isi hati hambaNYA dan memberi petunjuk kepada siapa yg dikehendakiNYA.
    Bukankah Allah berhak untuk mengenalkan diriNYA kepada hambaNYA
    —-
    Betul, Allah berhak memberikan petunjuk pada siapa yang dikehendakiNYA. Nah apa kita merasa Allah menghendaki kita?Atau mau memaksa Allah menghendaki kita. Bagaimana kita tahu bahwa Allah lah yang menghendaki kita? siapa tau syetan yang sangat menginginkan kita tuk jadi temannya di neraka? Untuk membedakannya perlu belajar mas sama orang2 yang memang sudah dekat dengaNYA. Hidayah bukan mak bedunduk datang sendiri. Pasti ada sebab atau perantara / wasilah yang menyertainya. Dan wasilah itu tentulah harus berasal dariNYA atau yang sefrekuensi denganNYA. Kalau ALLAH tahu isi hati kita bukan DIA, sementara kita merasa kalau isi hati kita adalah DIA, match ga? Itu gunanya Guru yang bisa membawa kita kehadapanNya. Kalau kita sudah pernah berhadapan dengan NYA, kita bisa pastikan isi hati kita adalah DIA. Kalau belum pernah ketemu, gimana mau bilang sudah kenal? Allah berhak memperkenalkan diriNYA kepada makhlukNYA. Tapi yang diperkenalkan adalah tanda2 kekuasaanNYA. Supaya manusia mau mencari jalan untuk bisa sampai kehadiratNYA. Kalau sudah sampai, barulah bisa bilang sudah ketemu dan sudah kenal.
    Tentang koment saya, katanya itu hak pribadi saya, kok malah dikoment? hehehe
    Kan disitu saya buat ‘mending merasa’. Kalau kita merasa pinter, jadi malas belajar. Merasa bodoh, rajin belajar. Kalau merasa cantik/ganteng, malas berdandan. Merasa jelek, rajin berdandan. Merasa kaya, malas menabung. Nah, kalau saya merasa hina, tentunya saya akan berusaha rajin tuk bisa menggapai kemuliaanNya. Kalau saya merasa selalu dimurkai, saya akan selalu berusaha mendekatiNYA agar bisa mengambil hatiNYA, bisa menangis saat menciumi kakiNYA memohon ampunan, bisa pasrah atas apapun yang akan saya terima dariNYA. Kalau saya merasa sudah dekat denganNYA, merasa sudah disayangiNYA, merasa ALLAH gak mungkin memarahiku, waaaah… bisa2 saya malas lagi mas. Apakah AKTUALNYA saya disayang atau dibenciNYA, YA meneketehe hehehhehe.. terserah Dia ajalah. Kita cuma berusaha agar DIA berkenan mengelus punggung kita saat kita bersimpuh di kakiNYA memohon ampunan atas kebodohan dan kelemahan kita. Itu saja sudah nikmat mas.
    Salam sejahtera juga.

    Wassalam

  • asep

    Salam

    Apa tanda kita dekat dengan Allah? Mungkin tandanya adalah sudah sampai sejauh manakah pemahaman kita terhadap agama Islam. Saya jadi ingin tahu apa saja komentar saudara-saudaraku para sufi untuk menjelaskan pengertian mengenai agama Islam. Mohon pencerahannya. Sebelumnya saya mengucapkan banyak terimakasih.

    Wassalam

  • santribuntet

    Mencerahkan… kang Sufimuda.
    saya jadi teringat guru saya yang sangat peduli kepada muridnya hingga tidak memiikirkan kehidupannya (hanya sebatas kebutuhan saja) muridnya bermewah2 hingga ada muridnya yang setia itu memiiki taksi udara (helikopter) puluhan biji. Namun sang guru saya itu rumahpun masih mengontrak dengan kondisi yang tidak lebih baik dari tetangganya.

    Subhanallah, semoga orang2 seperti cerita di atas ditambahkan di dunia ini..

  • a'au

    @ dono

    Al anbiya:87
    laila ha illa anta subhanaka inni kuntu minadzzalimin(tiada TUHAN selain ENGKAU,maha suci ENGKAU,sesungguhnya aku termasuk orang yang berbuat dzalim)..Wah betapa mulianya…Seorang NABIpun(Yunus AS) selalu merendahkan dirinya dihadapan sang KHALIK dgn menganggap dirinya termasuk golongan orang2 yg dzalim,pdhl BELIAU seorang yg sudah jelas PILIHAN ..Krn Beliau lebih tahu drpd kita, hanya ada satu jalan untuk mendekat kpd YG Maha Tinggi…Yaitu merendah kepada-NYA.,bukanya mengambil jalan tengah seperti golongan orang2 yg merasa Paling PINTAR,dan Paling TINGGI…Saya ucapkan trmkasih buat mas dono atas saranya mengambil jln tengah..Tp saya mo tetep ikut jalan NABI2 aja mas,Untuk mas dono selamat melewati jalan tengah ya..Smoga selamat smp tujuan…
    Smoga berkenan.

  • zal

    ::a’au, mungkin maksud mas dono, seperti kalimah “engkau tak mungkin menembus bumi dan tidak mungkin setinggi gunung, menghinakan diri, tidak mustahil menghilangkan kemuliaan,
    biarkanlah dirimu seperti air tawar…apa adanya…sehingga bisa dibuat kopi atau syrop.
    sesungguhnya Kemuliaan ada pada masing-masing diri, jika kau menghendaki kehinaan pada dirimu bagaimana Kemuliaan akan tampil…biarlah Sang Kemuliaan yang menetapkan mau seperti apa tampilannya…pada dirimu…
    ::Bang sufimuda, sang guru, pasti tak lagi berdo’a untuk dirinya atau yang lainnya, namun akan mengajak yang lainnya berdoa, untuk menemukan alasan mengapa tak lagi berdo’a sebagaimana biasanya…

  • teruterubozu-298.blog.friendster.com

    Speechless…

    Gonna be the great answer for our “brotherhood”

    Sometimes we forget, if we had the answer of our question… so close

    But we never realize…

    KArena kita terlalu sibuk mempertanyakan “kenapa..?” “Ada Apa..??” “Koq Bisa..??”

  • ya sudah mati

    Tuhanku……
    Engkaulah maha segalagalanya>>>
    tiada kata sedih …
    tiada kata gembira….
    karena sebnarnya takdir telah tertulis…
    kami bersukur krn Kau beri hati…
    ketika kami bisa sedih tidakkah kami bersukur masih Engkau beri rasa sedih????
    begitu pulakami bisa gembira….

    sudah sekian lama aku tdk berdoa utk diriku sendiri???
    aku sudah lama tidak bisa memikirkan diri sendiri???
    seluruh jiwa dan hartaku sudah kupergunakan untuk org lain…?

    apakah aku sudah dekat????
    sudah sekian lama hati berkelana……
    kenapa ini……

    ternyata tidak..
    siapa yang menggerakan hati????
    apakah aku yang berkorban utk org lain???
    tidak!!!!
    ALLAH yg menggerakan hati kita??
    maka kita hanya bisa BERSYUKUR ALHAMDULILLAH….

    kenapa Engkau ciptakan Dosa?
    sehingga kami mjd manusia hina…..
    hina sekali hingga….air mata ini tidak cukup lagi berderai….
    dan tiada yang bisa terucap kecuali ASTAGFIRULLAH….

    Iyyaka na’budu va iyyaka nasta’in. Ihdinas-sirotol mustaqim. Sirotol-laziyna an’amta alayhim. G’oyril mag’zubi alayhim valazzollin..amin

  • sufimuda

    @Dono
    Wa’alaikum salam
    Melihat tanda kenal dan dikenal, tapi belum berarti dekat. Sering2 berjumpa dan mengabdi kepada-Nya itu bagian tanda dekat kepada-Nya, bukan kah kedekatan kita dengan Tuhan juga bertingkat?
    Salam

    @Poenoe
    Takdir ditetapkan oleh Tuhan, karena Tuhan tidak memberitahukan rahasia takdir kepada manusia maka kita diwajibkan untuk ikhtiar (berusaha) agar sejalan dengan takdir-Nya

    @Zal
    Ketika sudah dekat dengan Tuhan maka meleburlah diri insan ke dalam Rabb nya, hilanglah dirinya…
    Bagaimana mungkin bisa berdo’a untuk diri kalau diri sudah hilang? 🙂
    Maka do’a seorang Nabi akan memberikan syafaat (pertolongan) kepada ummatnya di dunia dan akhirat, yang mendapat syafaat tentu saja hanya ummat nya.
    Nabi adalah orang yang dekat dengan Tuhan, sampai akhir hayat Beliau hanya memanggil “ummati….ummati…” karena sayangnya Beliau kepada ummat nya dan Beliau selalu mendo’akan ummat nya

  • songgon

    Abah… Ayah…. Gus Salim…….
    Terima kasih telah membebaskan aku dari belenggu kebodohan dan kesombongan syariat…….
    Al fatehah…………

  • jablai_wex

    @ Dono warkop

    Laksana pepatah mengatakan TONG KOSONG NYARING BUNYINYA merasa jd kentongan pengin nyaring bunyinya.Bukankah lebih baik kita merasa bodoh dihadapan Allah dibandingkan merasa pintar dihadapannya.Wajar ajalah Mas dono warkop bisa membodohi orang karna mas dono warkop sendiri bodoh dalam memahami Allah.Ingat….ingat….”KENALILAH DIRIMU MAKA KAU AKAN KENAL TUHANMU YANG AMAT NYATA” gimana bisa mengenali sendiri siapakah AKU ini dimuka bumi klo setan dlm diri membodoh-bodohi perkataan orang kate orang INTROPEKSI mas.sejarah nabi banyak mencotohkan agar kita bisa mengambil hikmah darinya.ada cerita sedikit….. Anak SD bersikeras mengatakan bodoh kepada abangnya yang SMP” mana bisa 5 – 10 gak mungkin,bodoh abang ni, gila abang ya, kemuddian abangnya dg sabar menjawab “bisa dek 5 – 10 = -5 nanti kamu mengerti kok klo udah masuk ke SMP, coba tanya ke guru adek pasti jawaban abang gak salah” sekian…

    wassalam

  • Donzee.

    Ass.wr.wb,pak jablai wex.
    Siapa bilang saya pinter?
    mending tong kosong bisa diisi ilmu darapada tong yg penuh berisikan kebodohan.

    Maaf iya pak jablai, kita sesama muslim alangkah baiknya menyapa assalamualaikum sesama muslim mengingat ajaran rasulallah .
    Rupanya yg tingkatan sd disini adalah tong penuh yg berisikan kebodohan.

    Wassalam.

  • Donzee.

    Ass.wr.wb,pak zal.
    Rupanya ada juga yg mau membantu saya.
    terimakasih pak zal, semoga pengetahuan bertambah.

    Wassalam.

  • abdul muznibu

    asw.

    hilangkan mazmumah. jangan berselisih. cari persamaan, bukan perbedaan.

    begitulah…

    saya teringat sebuah ungkapan logika:

    jika ada 2 pihak berselisih, tidak mungkin keduanya benar. Salah satu pasti salah atau kedua-duanya yang salah.

    hilangkan mazmumah. jangan berselisih. cari persamaan, bukan perbedaan.

    tolong ingatkan saya.

    wassalam

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Sufi Muda

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca