Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the tag “Guru”

Guru mu MENGETAHUI……

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha  melawan ego yang sepertinya sia-sia…

Guru mu mengetahui betapa keras engkau sudah berusaha.

 

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih…

Guru mu sudah menghitung airmatamu.

 

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja…

Guru mu sedang menunggu bersama denganmu.

 

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.

Guru mu selalu berada disampingmu.

 

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi…

Guru mu punya jawabannya.

 

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan…

Guru mu dapat menenangkanmu.

 

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…

Guru mu sedang berbisik kepadamu.

 

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur…

Guru mu telah mendoakanmu .

 

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban…

Guru mu telah tersenyum padamu.

 

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk diwujudkan…

Guru mu sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

 

Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap…

Guru mu  MENGETAHUI …………

Sembilan Bulan SUFI MUDA

Waktu terlalu cepat berlalu melewati hari melintas bulan tanpa disadari telah 9 bulan Sufi Muda hadir dalam dunia tidak nyata, dunia maya yang memberikan kebebasan kepada siapapun untuk berkarya  menumpahkan pikiran dan perasaannya untuk dibaca oleh manusia diseluruh dunia tanpa dibatasi oleh sekat-sekat wilayah.

Sufi Muda di awal kehadirannya tidak lain untuk mengisi spasi kosong dari tulisan-tulisan tentang tasawuf yang telah begitu banyak ditulis oleh penulis-penulis hebat dan bermutu. Apa yang disampaikan oleh Sufi Muda hanya perulangan dari kajian-kajian tasawuf yang telah banyak beredar di internet. Sufi Muda hanya membahas dari sudut pengalaman pribadi dalam berguru kemudian menyelaraskan dengan teori-teori dasar tasawuf yang sudah mapan dan lahirlah tulisan-tulisan yang saudaraku sekalian baca.

Baca selengkapnya…

APA TANDA KITA DEKAT DENGAN TUHAN?

Ketika suluk berakhir, seorang Khalifah Senior (umur Beliau lebih kurang 65 tahun) duduk diantara para peserta suluk dengan gaya santai setelah selesai bergotong-royong membersihkan surau baik di bagian dalam maupun bagian luar. Selaku orang yang baru dalam Tarekat, pengalaman-pengalaman murid-murid senior dari Guru sangat menyenangkan untuk didengar dan banyak sekali pelajaran yang bisa diambil karena yang mereka ceritakan bukan hasil dari bacaan tapi merupakan pengalaman nyata. Dalam suasana penuh keakraban, khalifah senior bertanya kepada khalifah yang lain, “Abang-abang sekalian, apa tanda kita dekat dengan Tuhan?”.

Baca selengkapnya…

Anak Muda, Di Dunia Ini Tidak Ada Manusia yang Keramat!

Judul di atas saya ambil dari ucapan Guru saya ketika pertama sekali bertemu Beliau disebuah Surau (tempat zikir). Kejadian itu sudah lama terjadi, akan tetapi sampai sekarang masih tersimpan dalam ingatan saya, menjadi kenangan yang sangat sulit dilupakan.

Suatu hari, saya masih ingat hari itu adalah hari jum’at jam 8 pagi. Seperti biasa Guru saya melayani murid-murid nya, ada yang menyampaikan masalah, mohon di doakan, ingin berobat atau juga sekedar mendengar fatwa-fatwa Beliau yang menyejukkan hati. Sebagai orang baru, saya tidak berani duduk didepan dan Guru saya selalu menyapa semua orang dengan ramah, menanyakan satu persatu. Kalau orang yang belum dikenal biasanya Beliau menyapa dengan panggilan “Anak Muda” untuk orang yang masih muda dan “Bapak” untuk yang setengah baya dan “orang tua” untuk yang telah berumur lanjut.

Ketika Beliau memberikan ceramah dihadapan murid-murid nya (saat itu yang hadir lebih kurang 30 orang), tiba-tiba Beliau menatap saya dan bertanya: “Anak Muda, di dunia ini apa ada orang yang keramat?”. Saya diam tidak berani menjawab, sebenarnya saya ingin sekali menjawab pertanyaan itu, menurut saya di dunia ini memang ada orang keramat (karomah). Sebagai seorang yang suka membaca, saya banyak membaca cerita-cerita para wali yang memiliki kehebatan-kehebatan diluar batas kemampuan manusia, ada yang bisa berjalan di atas air seperti Zunnun al Mishri, memasak tanpa api dilakukan oleh Rabi’ah al-Adawiyah, bahkan ada yang bisa terbang, saya pernah mendengar cerita tentang Syekh Abdul Wahab Rokan yang membantu peperangan di Aceh sampai di abadikan dalam photo oleh salah seorang wartawan perang Belanda, pada saat yang sama Beliau ternyata tidak pernah keluar dari rumahnya. Syekh Bahauddin naqsyabandi menghidupkan orang yang sudah mati dengan ucapan “Hidup kau atas berkat syafaat Guru ku”. Semua kekeramatan itu kalau diceritakan sangat banyak dan saya sendiri pernah bertemu dengan orang yang menceritakan kekeramatan seorang Syekh yang bisa pulang pergi ke Mekkah dalam sekejab. Saya juga mendengar cerita dari abang-abang senior kalau Guru saya juga sangat Keramat. Beliau pernah menolong muridnya yang tenggelam di laut pada saat yang sama Beliau lagi makan dengan santai di rumahnya. Pernah tidak basah dalam hujan dan juga pernah berjalan di atas air. Kekeramatan beliau kalau diceritakan sangat banyak termasuk mengobati orang yang terkena penyakit AIDS/HIV sembuh dalam seminggu, penyakit jantung sembuh dalam 1 hari dan ratusan bahkan ribuan orang disembuhkan dari berbagai jenis penyakit. Bahkan Gunung berapi pun bisa dipadamkan hanya dengan air bekas wudhuk Beliau. Tapi kenapa Beliau mengatakan tidak ada manusia yang keramat?

Baca selengkapnya…

Post Navigation