Sahabat Nabi

Perlombaan antara Umar dan Abu Bakar

Bismillahir rahmanir rahiem

"Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka ber-lomba2-lah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allahlah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan." (QS 5:48)

Umar bin Khaththab (ra) meriwayatkan, "Suatu ketika [1] Rasulullah (saw) memerintahkan kami untuk bersedekah."

"Waktu itu aku memiliki sedikit harta kekayaan. Akupun merenung, betapa hingga saat itu Abu Bakar (ra) selalu membelanjakan hartanya lebih daripada yang aku belanjakan di jalan Allah. Lalu aku berharap dengan karunia Allah, semoga kali ini aku dapat membelanjakan hartaku lebih daripadanya, karena saat itu aku mempunyai harta yang cukup untuk aku belanjakan. Aku pulang ke rumah dengan perasaan gembira sambil membayangkan buah pikiran tadi. Selanjutnya, segala yang ada di rumah aku ambil setengahnya."

Melihat betapa banyaknya harta yang diberikan Umar ((ra) maka, Rasulullah (saw) bertanya, "Apa ada yang kamu tinggalkan untuk keluargamu, ya Umar?"

Jawab Umar (ra), "Ya, ada yang aku tinggalkan buat mereka, ya Rasululllah."

Rasulullah (saw) bertanya lagi, "Berapa banyak yang telah kamu tinggalkan?"

Jawab Umar (ra), "Aku telah tinggalkan setengahnya."

Tidak berapa lama kemudian, Abu Bakar (ra) datang dengan membawa harta bendanya.
Umar (ra) berkata, "Aku mengetahui kemudian bahwa dia telah membawa seluruh miliknya sebagaimana yang aku dengar dari pembicaraannya dengan Rasulullah."
Rasulullah (saw) bertanya, "Apakah yang kamu tinggalkan untuk keluargamu, ya Abu Bakar?"

Jawab Abu Bakar (ra), "Aku tinggalkan bagi mereka Allah dan rasul-Nya."
Lalu Umar (ra) berkata, "
Sejak saat itu aku mengetahui bahwa se-kali2 aku tidak dapat melebihi Abu Bakar." Subhanallah.

 

Sumber : imanyakin.modblog.com

94 Comments

  • SufiMuda

    @sandi
    Makasih atas kunjungan dan komentarnya
    Penulis Barat itu ada yang Muslim ada juga yang bukan Muslim.
    Kalau saya tidak melihat apakah dia Muslim atau tidak tapi lebih kepada apa yang disampaikannya.
    Seperti pendapat Padimuda, untuk bisa melihat rumah kita harus keluar sebentar dari rumah.

    Karena itu pemikiran bebas tentu saja tidak cocok di ungkapkan di sini, mungkin harus dibuat sebuah blog dengan judul pikiranbebas.wordpress.com ha ha ha.

    Kebebasan berfikir saya tentu saja masih dalam kerangka Al Qur’an dan hadist cuma kan cara kita memaknai Al Qur’an itu kan ada secara harfiah ada juga secara metaforis.
    Untuk bisa berfikir bebas tentu saja pikiran kita tidak hanya terikat pada makna harfiah yang sudah baku namun harus bisa mengerti makna secara permisalan.
    Al-Qur’an kan banyak ayat yang mempunyai banyak makna.

    Tasawuf tidak hanya semata-mata membicarakan Tuhan akan tetapi juga mendidik manusia untuk bisa bebas berfikir tanpa ada rasa takut.

    Berpikir Bebas tanpa mengenal Tuhan akan menciptakan pikiran yang salah kaprah.
    Manurut saya manusia itu harus ber Makrifat kepada Allah terlebih dahulu barulah bisa menggunakan akal pikirannya dengan sempurna. Karena Akal juag bisa disusupi oleh setan.
    Maksud hati ingin mencari kebenaran lewat akal malah jadi tersesat.

    Salam

  • padimuda

    Setuju sama sufimuda.
    Itu tadi maksud saya,
    melihat rumah dari luar bukan berarti tidak menjadi penghuni rumah lagi.
    Pandangan orang diluar rumah terkadang lebih objektif, terkadang pula memang penuh iri dengki.
    Kita ambil yang pandangan tetangga yang menurut si Mpunya rumah terbaik untuk memperindah rumah.
    Kalo cuma dari sisi penghuni rumah, kayaknya sih everything just fine. Masih sama seperti ‘dulu’. Padahal seiring dengan waktu, banyak semak yang mesti dipangkas, banyak sarang laba2 dan debu yang mesti dibersihkan. Itulah perlunya pendapat dari luar selain kita sendiri juga melihat keluar.

  • Sandi

    @SufiMuda

    Betul supaya kita bebas mengeluarkan pendapat dari berbagai macam pemahaman, spt kata anda:

    Tasawuf tidak hanya semata-mata membicarakan Tuhan akan tetapi juga mendidik manusia untuk bisa bebas berfikir tanpa ada rasa takut.

    Tidak usah dibikin blog lagi, sudah saja disini biar tambah semarak lagi.

    Salam

  • padimuda

    sandi, senang berbisnis dengan anda 😛
    Mari kita sama2 memperindah rumah kita.
    Supaya Yang Punya Rumah senang.
    Supaya Yang Punya Rumah berkenan
    Supaya semakin banyak saudara2 kita yang mau menjadi penghuni rumah penuh rahmat ini.
    Amiiin

  • Sandi

    @Padimuda

    Begitu juga saya senang berkenalan dengan anda yg begitu lugas memperbaiki rumah kita. Sehingga semakin indah terang benderang dengan sinar-Nya.

    Salam

  • asep

    @Sandi

    Salam kenal

    Ya betul, kebebasan berpikir seperti abang Sufimuda perlu didukung. Makanya saya betah lama-lama di blog ini karena bebas mengeluarkan pendapat diberbagai macam pemahaman dan pemikiran diantara mazhab, golongan maupun thariqah.

    Wassalam

  • Zulkad

    Salam,
    Kenapa saya ingin berkunjung kesini? soalnya tuan rumah banyak makanannya. Manusia ada baiknya ada buruknya, begitu juga sahabat. andaikan Abu Bakar ra atau Umar ra seuntai buah anggur, dan buahnya ada yang baik dan yang buruk, mana yang akan kalian makan? kalau saya sih makan yang baik aja, yang buruknya buang. Saya tidak peduli apakah buah yang baik itu milik Abu Bakar ra, Umar ra atau yang lain, yang penting enaaakkk, perut kenyaaang.
    Saya tidak suka adu dalil atau adu referensi, soalnya saya tidak tahu banyak, makanya saya kesini. Disini ada bang sufimuda, dan para pengunjung , yang saya yakin pasti luas pengetahuannya. Bayangkan Profesor saja, ketika menganjurkan bang sufimuda untuk tidak memasuki area yang rawan. Tapi setelah bang sufimuda memberi sedikit penjelasan, akhirnya Prof tadi mengijinkannya. Apalagi kalau saya baca tulisan sembillan bulan SUFIMUDA – O iya . . .selamat sembilan bulan (kira-kira kapan bayinya lahir? he he)- temannya siap dengan hadis-hadis shahih lengkap dari seluruh Imam Hadis. Akhirnya saya ingin tanya, shahihkah hadis yang menerangkan pecahnya umat islam menjadi 73 golongan? Sudikah kiranya bang sufimuda memberikan keterangan/hadisnya yang agak lengkap. soalnya saya dengar tidak hanya umat islam saja yang terpecah, yahudi dan nasrani juga. Terima kasih banyak.
    Wasalam.

  • Enang.tangerang

    @Sufi muda
    Entah apa yang hendak saya katakan lagi melihat tanggapan yang anda utarakan dalam menanggapi opini saya. Teryata anda adalah orang yang sangat memiliki pandangan luas dan pengetahuan yang dalam. Perlu diketahui saya hadir bukan untuk menjatuhkan karya-karya anda,tidak ada niatan dalam diri saya untuk berbuat kezaliman pemikiran yang Rosulullah sendiri mendukung perbedaan pemikiran sebagai suatu rahmat. Tapi saya sangat menyayangkan atas tulisan ini yang anda sudah pasti tahu ada perbedaan tauladan atas penokohan tersebut. Saya sebagai tamu tidak etis rasanya apabila membuat tuan rumah tidak nyaman. Disini saya hanya ingin tuan rumah mau mendengar tetangganya yang merasa tali ukhuwahnya semakin kendur. Saya ingin kita kembali kepada payung islam secara utuh,dengan menanggalkan serpihan fanatisme yang melukai wajah islam.
    @Padi muda @Sandi
    salam kenal, semoga perkenalan ini di ridhoi oleh Allah SWT dan kita mendapat manfaat darinya. seandainya saya seorang tetangga tidaklah mungkin merusak rumah tetangganya,karena saya tahu tetangga saya memiliki aqidah yang sama. Dan kalaupun tetangga saya mamiliki rumah yang indah dan megah maka saya harus bersyukur atas nikmat yang teleh dilimpahkan kepadanya,tetapi bila rumah itu rusak maka saya akan membantu memperbaikinya itupun atas seizin tuan rumah. TApi kedatangan saya kali tidak untuk kedua hal tersebut . Adakah kebaikan jika kita menampung umat kedalam rumah-rumah kita yang terdapat fanatisme sedangkan masjid Rosulullah sebagai tempat yang dirahmati dan simbol ukhuwah kosong melongpong. Saya ingin mengajak untuk bersama-sama menuju mesjid rosulullah dimana ukhuwa terbina kuat. wassalam.

  • padimuda

    ehem,, mudah2an bukan suatu salah paham lagi. Rumah yang saya maksudkan diatas adalah Islam yang Maha Menang, bukan blog ini. Pengelola blog ini insya Allah adalah sufimuda, tapi pengelola rumah Nya diatas ya si Mpunya Rumah. Tetangga saya maksudkan sebagai non Muslim.

    @Enang
    Saya sangat yakin bahwa semua komentar ikhwan2 dalam blog ini adalah dalam rangka transfer ilmu dan kebenaran yang dipanggul masing2 komentator. Saya rasa semua kaum muslim saat ini (penghuni rumah) masih menyakini bahwa rumah ini adalah yang terMegah dan terIndah. Atau setidaknya ‘dulu’ begitu dan ‘dijanjikan’ begitu. Sangat memudahkan kita tentunya dengan kehadiran blog ini. Kita bisa lebih mengenal karakter saudara serumah. Mudah2an kita bisa berdiskusi demi bertambah Megah dan Indahnya rumah yang di redhai ALLAH SWT ini.
    Amiiin.

  • Sandi

    @Padimuda

    Benar apa yg dikatakan Padimuda maksud Rumah disini adalah Islam yg waktu Rasulullah SAW sudah mencapai kejayaan yg gilang gemilang di alam semesta ini. Namun kini setelah beliau wafat seakan sinar-Nya sinar tsb redup.

    @Enang

    Bagaimana dengan pertanyaan saya, kenapa belum dijawab. Kan itu sesuai dengan komentar anda, supaya Islam memperoleh kejayaan kembali. Saya tunggu penjelasannya.

    Wassalam

  • Sandi

    @Enang

    Perlu diingatkan kembali kata SufiMuda,

    Tasawuf tidak hanya semata-mata membicarakan Tuhan akan tetapi juga mendidik manusia untuk bisa bebas berfikir tanpa ada rasa takut.

    Klo seperti yg anda maksudkan rumah adalah pemilik blog, maka tuan rumah sudah memberikan kebebasan untuk berfikir dan mengeluarkan pendapat tanpa perlu rasa takut.

    Salam

  • Sandi

    @SufiMuda,

    Komentar anda buat kang Enang di/pada Januari 9th, 2009 pada 7:02 am Dikatakan:

    Rasulullah SAW` menganjurkan kita untuk tidak membuka aib saudara kita sendiri baik masih hidup maupun sesudah meninggal apa lagi iab dari para sahabat Nabi.

    Sepertinya pernyataan diatas bertentangan dengan Al Qur’an. Karena Al Qur’an tidak memandang sahabat ataupun bukan sahabat. Klo seandainya sahabat tsb takwa, berbuat baik, ingkar, berbuat fasik, lalai dsb, tentunya terkena ayat mutaqin, munafikun, kafirun, fasikun, murtadun dsb. Karena fungsi Al Qur’an adalah sebagai pembeda antara yg haq dengan yg bathil.

    Salam

  • padimuda

    Sandi
    Umat terbaik adalah di jaman Rasulullah Muhammad SAW, kemudian dua jaman setelahnya. Saya rasa maksud sufimuda: Daripada hanya mencari2 kesalahan para sahabat di ketiga jaman tsb, kenapa tidak kita telaah mengapa mereka bisa menjadi umat terbaik? Lalu kita contoh kebaikan2 mereka. Yang jelek2nya biar Allah saja yang menilai sebab bukan hak kita. Meskipun sebagai sahabat mereka tetap manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, tapi mereka termasuk dalam umat terbaik dan beberapa dijanjikan syurga oleh Rasulullah SAW. Siapalah kita kalau hanya mengorek aib2 para sahabat dan keluarga Baginda Muhammad SAW yang mulia?
    Kebebasan berfikir toh bukan berarti menjadikan sso berhak memastikan status keimanan orang lain, apalagi keimanan para sahabat.
    Biarlah kebebasan berfikir itu bisa membawa kita untuk membenahi diri kita sendiri dulu, agar kita bisa menemui Tuhan yang amat NYATA melalui bimbingan Mursyid yang dikasihiNYA.

    Enang,
    Seperti yang saya jelaskan mengenai rumah diatas, saya menganggap enang sebagai saudara saya, sesama penghuni rumah NYA. Saya yakin enang dan yang lainnya akan saling bantumembantu memperindah/mempermegah rumah Nya ini. Mudah2an masing2 kita mendapat peran dari si Pemilik Rumah untuk membantu merawat rumahNya ini dengan kemampuan kita yang juga datang dariNya.

  • Enang.tangerang

    @padi muda @sandi
    Salam,saya merasa bersyukur karena anda mengerti maksud saya yaitu tidak menyekat-nyekat islam dalam fanatisme golongan. Ternyata kita sudah dapat melihat dari kejauhan masjid rosulullah yang dulu dikenal kemegahannya.
    @sandi
    entah lah apa yang hendak saya harus lakukan melihat keinginan anda untuk mengetahui dalil-dalil disatu sisi dalil merupakan fakta sejarah dan disisi lain dalil adalah alat penguasa untuk mengokohkan kekuasaannya,karena banyak nya bukti antara dalil saling menjatuhkan dan mendhaifkan. Andai saya memaksakan dalil tertentu kepada selain saya maka dengan mudah mereka mengeluarkan dalil yang menurutnya shahih dan menolak dalil yang lain. Tidak benar rasanya andai kita mencari kebenaran dengan merujuk pada sesuatu yang di dalamnya masih banyak pertentangan. Sedangkan kebenaran dapat dilihat dan dirasakan,terlebih bagi mereka yang mau berfikir. Wassalam

  • Sandi

    @Padimuda

    Namun kenyataannya kaum Muslimin di daerah saya ataupun di belahan bumi lainnya, masih saja terpecah-pecah menjadi golongan2x. Seperti pertanyaan saya dan pernyataan kang Enang. Menurut saya itu semua tidak adanya kesatuan pemahaman mengenai kepemimpinan kaum Muslimin. Spt yg terjadi sekarang di Palestina, kenapa kaum Muslimin seakan diam dan menanti pergerakan diantara golongan2x tsb? Yah… mungkin belum adanya kesatuan perintah dari kepemimpinan Islam. Yang nyata-nyata terjadi pembantaian oleh kaum Zionis Israel terhadap kaum Muslimin. Lalu kenapa kaum Muslimin tidak bersatu? tentu saja ada latar belakang sejarahnya yg menghiasi lembaran kelamnya. Saya kira kang Enang disini ingin membongkar kembali sejarah tsb yg kemudian memperbaiki kembali serpihan2x yg tercecer dan mungkin atau memang sudah menjadi kewajiban kita sebagai kaum muslimin mengetahui latar belakang sejarah umat Islam dan membenahi Rumah yg berserakan di dalam maupun di luar. Agar kembali mengalami kejayaan yg gilang gemilang di masa keemasan Rasulullah SAW.

    Salam

  • Sandi

    @Enang

    Sungguh saya ingin mengetahuinya kebenaran yg dapat dilihat dan dirasakan dan saya juga mau berfikir. Kebenaran haruslah disampaikan, walaupun pahit mengatakannya.

    Salam

  • padimuda

    Enang,
    Mari kita sama2 menjadikan blog ini atau blog2 islami di dunia maya ini sebagai penyokong2 mesjid rasulullah SAW.

  • Sandi

    @Enang

    Sungguh saya ingin mengetahuinya kebenaran yg dapat dilihat dan dirasakan. Dan saya juga mau berfikir. Kebenaran haruslah disampaikan, walaupun pahit mengatakannya. Atau anda membiarkan kaum muslimin tetap ter-pecah2x dalam golongan2x?

    Salam

  • asep

    @Sandi

    Salam

    Mungkin anda sekarang sedang menunggu jawaban dari kang Enang. Sebagai selingan saya akan menjawab terlebih dahulu. Semoga kang Enang dapat mengerti dan mema’afkan saya yang telah lancang ini dan apabila ada yang kurang berkenan, mohon saudara-saudara sekalian memaklumi dan mengkoreksinya.

    Sesungguhnya umat Islam selama ini telah dijauhkan atau terjauhkan selama berabad-abad dari hadist ats-Tsaqalain yaitu 2 (dua) pusaka peninggalan Nabi saw yakni Al-Qur’an dan Ithrah Ahlulbait Nabi saw yg disucikan dalam QS al-Ahzab: 33 dan hadist Ghadir Khum yakni pengangkatan wilayah Imam Ali as sebagai pemimpin umat Islam oleh Rasulullah saw atas perintah Allah swt dalam QS Al-Maidah: 67.

    Hal ini dilakukan oleh penguasa thagut (Muawiyah dan Abbasiyah), dimana semua Imam as dari Ahlulbait Nabi saw semua syahid dibunuh dan diracun oleh kedua penguasa thagut tsb. Kecuali Imam Muhammad al-Mahdi as yang mengalami masa keghaiban Sughra dan Kubra atas kehendak Allah swt.

    Kedua penguasa tsb dengan pengaruh kekuasaannya membuat propaganda dengan mempengaruhi sahabat dan para alim ulama pada zamannya untuk membuat hadist-hadist palsu dan tafsir Al Qur’an yang keliru demi kepentingan kekuasaannya. Diantara sahabat tsb adalah Abu Hurairah yg paling banyak meriwayatkan hadist sampai puluhan ribu dan diberi kedudukan sebagai gubernur Damaskus pada waktu itu. Padahal orang tsb hidup bersama Nabi saw selama kurang dari 3 (tiga) tahun setelah perang Khaibar. Sedangkan sahabat utama yg termasuk Khulafur Rasyidin hanya sedikit saja meriwayatkannya. Bahkan Imam Ali as hidup dibawah bimbingan Nabi saw dan diangkat anak semenjak umur 5 (lima) tahun. Dan sebelum Rasulullah saw menikahkan dengan puterinya Fathimah az Zahra as. Allah swt telah menikahkan di atas Arsy-Nya.

    Kalau kita menelaah kitab Bukhari Muslim disitu banyak sekali hadist yg diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Sepertinya dengan logika saja sudah dapat diketahui siapa sesungguhnya Abu Hurairah itu dengan ribuan hadistnya. Semestinya umat Islam dan para alim ulamanya yg mayoritas harus sudah bisa mengerti dengan kitab shahihnya yakni Bukhari Muslim sepertinya harus lebih selektif lagi diambil sebagai bahan rujukan.

    Begitu dasyatnya propaganda kedua penguasa thagut tsb, sehingga hadist-hadist palsu dan tafsir Al-Qur’an tersebut sampai sekarang merambah diperbagai ilmu Tauhid, Fiqih, Akhlak, Kalam, Ushuluddin, Furu’ dsb atau dalam tingkatan ilmu Ma’rifat yakni Syari’at, Thariqat dan Haqikat.

    Demikian dulu penjelasan dari saya, semoga berkenan. Kalau saudara-saudara sekalian ingin menambahkan atau mengkoreksinya silahkan.

    Wassalam

  • Enang tangerang

    @Kang asep
    salam kenal,maafkan saya jikalau saya tidak menjawab banyak pertanyaan kang sandi di karenakan saya punya penilaian sendiri atas setiap permasalahan yang menyebabkan umat ini terpecah-belah. Saya tidak menampik kebenaran yang kang asep utarakan tapi apakah dengan ini jalan keluar yang sebelumnya saya lihat semakin dekat bisa dicapai. Seperti tanggapan tuan rumah blog ini yaitu saudaraku sufi muda,tidaklah etis kiranya pembahasan yang sangat sensitif itu terucap dan bergulir ditengah pembahasan tasawuf.
    @Padi muda @Sandi
    senang rasanya kita mulai menemukan kesamaan tujuan,kita sama-sama merasakan kalau dunia nyata terasa asing untuk kita sehingga kita betah berlama-lama didunia maya ini. dimanapun blognya apapun topiknya rasanya islam takkan pernah habis untuk dikupas karena islam mempunyai nilai-nilai luhur yang sangat di idam-idamkan oleh umat manusia sepanjang perjalanan kehidupan. Untuk menuju hal itu saya ingin bertanya kepada anda beberapa pertayaan sebagai berikut:
    1. adakah islam menjadi agama yang rahmatan lil’alamin sekarang ini?
    2. Adakah kita sadar keterasingan islam dalam dunia modern tidak sejalan dengan slogan islam yaitu agama untuk umat akhir zaman?
    3. Kaum tasawuf dalam berbagai bentuknya adalah pengawal kemurnian islam,tapi apa yang terlihat ternyata tasawuf berdiam diri dan senang bersunyi-sunyi dalam kajian diri sedangkan umat menunggu action yang nyata?
    maaf jikalau membuat anda berfikir,memang lebih nimat memuji tuhan dalam kata-kata tapi sulit untuk memujinya lewat perbuatan yang nyata. terima kasih wassalam.

  • asep

    @Enang

    Alhamdulillah–terimakasih atas sikap anda yg tidak menampik kebenaran atas komentar saya. Akan tetapi sungguh ironis sekali dengan pernyataan anda sebelumnya. Saya mengemukakan masalah tsb diatas tiada lain ingin menegaskan kembali, kenapa umat Islam terjebak kedalam berbagai mazhab, golongan maupun thariqah dalam tasawuf. Hal ini dikarenakan terjadinya krisis kepemimpinan umat Islam yg mayoritas di dunia ini seperti apa dikemukakan oleh kang Sandi yg terjadi di Palestina dan anda juga mengatakan bahwa umat Islam menunggu action yang nyata.

    Memang sungguh sulit sekali untuk meyakinkan seluruh umat Islam bahwa kepemimpinan telah ditentukan atas perintah Allah swt kepada Rasulullah saw dalam QS Al-Maidah 67, hadist ats Tsaqalain, Ghadir Khum, Safinah, ayat at Thahrir QS Al-Ahzab 33 dll yg berhubungan dengan wilayah Imam dari Ahlulbait Nabi saw.

    Kalau seandainya perintah Allah swt dalam Al Qur’an dan hadist Nabi saw tsb diatas dipegang teguh oleh seluruh umat Islam mis: Ulama Fiqih 4 Mazhab, Mursyid Thariqah, Syaikh, Habib, Cendikiawan Muslim, Presiden, tukang becak, para santri, anggota DPR, Menteri dll. Pendeknya dari orang kecil sampai orang besar, dari orang awam sampai orang kawash. Tentunya umat Islam ada dalam kesatuan kepemimpinan umat.

    Jadi tidak ada lagi berbagai fatwa diantara mazhab, golongan maupun thariqah. Kapankah hal ini terjadi? Sudah dulu ah…

    Wassalam

  • Sandi

    @Asep

    Sungguh itulah yg saya harapkan penjelasan dari kang Asep. Dengan adanya satu kepemimpinan kaum muslimin, maka tidak ada lagi keraguan didalamnya karena pimpinan tsb ditentukan atas perintah Allah SWT dlm Al Qur’an dan Al Hadist Nabi SAW. Alhamdulillah, terimakasih kang Asep atas ilmunya. Semoga hari-hari anda selalu ada dalam rakhmat dan hidayah Allah SWT, amin.

    @Enang

    Anda ini bagaimana? tidak ada satupun pertanyaan saya yg dijawab oleh anda. Ingat kata-kata Sufimuda tentang kebebasan berfikir dan mengeluarkan pendapat, jadi tidak perlu takut. Eh malah anda bertanya kepada saya, namun baiklah akan saya jawab pertanyaan anda.

    1. Islam sebagai agama yg rahmatan lil’alamin pada zaman sekarang ini yakni apabila Islam dibawah satu kepemimpinan umat seperti ketika Rasulullah SAW memimpin Islam, sehingga mencapai kejayaan yg gilang gemilang.

    2. Saya sadar bahwa Islam terasa asing pd zaman modern ini, karena hanya sedikit sekali kaum muslimin yg keyakinannya seperti kang Asep.

    3. Sebenarnya dalam tasawuf yg dikaji adalah tingkatan ilmu Ma’rifat yakni Syari’at, Thariqat dan Haqikat (maaf copas dari kang Asep). Hanya saja mungkin ada thariqah yg mengamalkannya dengan bersunyi-sunyi dalam khalwat dengan harapan ingin mempunyai ilmu Laduni seperti Nabi Khidir atau ingin mempunyai kekuatan ghaib. Klo terlalu lama begitu mungkin action nyata dibidang ilmu tekhnolodi yg dibutuhkan kaum muslimin akan terlambat. Seperti sekarang ini bangsa Palestina sedang dibantai oleh kaum Zionis Yahudi.

    Ayo kita berjihad untuk bumi Palestina dengan memboikot seluruh produk Amerika dan Israel di bumi Indonesia ini sebagai perlawanan kaum muslimin di negeri ini. Semoga seruan ini didengar oleh seluruh kaum muslimin dibelahan dunia lainnya, sehingga menjadi pergerakan kaum muslimin di seluruh dunia.

    Semoga kang Enang berkenan.

    Salam

  • sufi gila

    salam cinta dan damai

    perpecahan menjadi golongan2 bukan dalam artian sempit … karena bisa jadi beda golongan beda organisasi tapi tetap satu akidah tauhidnya … yg penting tauhidnya benar maka bagi saya mereka adalah satu golongan … yg dikatakan satu adalah satu pemahaman hati/qolbu tentang hakikat Tuhannya … dan manusia seperti ini tidak lagi mempermasalahkan sejarah tidak lagi mempermasalahkan perbedaan ajaran karena dia mendapatkan pemahaman itu melalui transformasi hati /qolbu bukan transformasi otak … sehingga apabila mereka telah paham secara hati/qolbu maka mereka tidak lagi melihat pertengkaran di alam dunia melainkan hanyalah sebuah sandiwara akbar yg digelar oleh Tuhan di jagad alam semesta raya ini …. jadi apa2 yg kita lihat di alam jasad ini nggak akan sama bila kita lihat di alam ruh atau dengan penglihatan hati … sungguh tiada ada pertengkaran bagi Abu Bakar dan Ali di alam keabadian dan sungguh hanya mereka yg buta yg menyimpulkan bahwa terjadi pertikaian di qolbu para sahabat Rasul … mereka sekedar menjalani takdir hidupnya saja bahwa mereka harus mati di jalan yg telah ditentukan oleh Tuhannya … dan oleh karena pemahaman qolbu yg seperti itulah maka mereka adalah manusia2 yg selamat … selamat dari apa ? selamat dari penyesalan dalam hidup dan mati dalam keadaan mulia yaitu penuh rasa syukur atas seluruh takdir Tuhannya … berpulang dalam kondisi ridho pada dirinya dan di ridhoi Tuhannya … sungguh tiada manusia yg lebih mulia dari manusia yg lainnya karena sebenarnya tiap manusia adalah wujud dari kekuasaan Tuhan

  • Enang.tangerang

    Salam semuanya,
    indah sekali apa yang di utarakan oleh anda saudara ku sufi gila (maafkan, saya tidak bermaksud merendahkan) andai semua pemahaman kita sama mungkin kita akan mudah sekali kembali akan kebenaran dan mengakui akan hak rosulullah atas umatnya setelah wafatnya. Dan sepanjang perjalanan risalah beliau sering mengulang-ulang dan menekankan bahwa ketetapan akan pemimpin umat sungguh bukan keputusan sepihak atau pribadi rosul,melainkan keputusan allah SWT. Maka saya membenarkan apa yang terurai oleh tulisan kang asep. Sehingga turunlah Qs,Almaidah:3. Dalam makna yang terkandung kesempurnaan bukan lah permasalahan beribadah sebab itu jauh sudah sempurna sebelum rosulullah hijrah, melainkan penunjukkan pemimpin oleh Allah dan di sampaikan oleh rosulullah di ghadir khum. Mengenai pertanyaan saya tentang islam sebagai rahmatan …. Dan keterasingan islam dalam masanya dan pengawalan sufi akan kemurnian islam. Dapat dijawab dengan satu jawaban yaitu kepemimpinan umat tidak lagi pada ridho Allah SWT. Maka terbukti lah kalau sejarah terulang kembali yaitu kita seperti bani israel umatnya nabi musa as dan seperti umatnya nabi nuh as. Dan seperti umat-umat terdahulu yang ingkar kepada utusanNYA. Maka kehancuran benar benar sudah melanda, dan untuk palestina darah mu merupakan hujan yang turun guna membasahi tanah islam yang kering. Maka tidak akan pernah sia-sia melainkan menyuburkan tanah islam dengan kesuburan yang tidak pernah dipikirkan oleh kaum zionisme. Semoga allah meridhoi perjuanganmu,dan menimpahkan azab kepada penzalim (israel).

  • asep

    @Enang

    Subhanallah…, dari pemaparan tsb diatas ternyata anda mempunyai ilmu dan hikmah yg sangat dalam atas perjalanan risalah Rasulullah saw dalam QS Al Maidah :3 yaitu bahwa Allah swt telah menyempurnakan dan meridhai Islam sebagai agama, setelah perintah Allah swt dalam QS Al Maidah 67 kepada Rasul-Nya untuk menyampaikan Ats-Tsaqalain dan Ghadir Khum, mengenai kepemimpinan umat Islam setelah Rasulullah saw wafat.

    Memang sejarah agama samawi dari semenjak Nabi Adam as sampai Nabi Muhammad saw akan selalu terulang kembali. Karena pada setiap zamannya akan selalu saja ada umatnya yang ingkar kepada Nabi-Nya, sehingga azab Allah swt akan menimpa umatnya yang ingkar.

    Dulu tanah Karbala dibanjiri darah keluarga suci Rasulullah saw dan sahabat setianya. Pasukan Yazid bin Muawiyah membantai mereka secara sadis dan tragis. Kaum wanita dari keluarga suci Rasulullah saw dan anak-anak kecil menjerit histeris menyaksikan langsung pembantaian terhadap Al-Husein as, keluarga dan sahabat-sahabat setianya yang berjumlah 72 orang.

    Kini bersamaan datangnya bulan Muharram 1430 H, jeritan Gaza menggema ke seluruh penjuru negeri sampai ke dusun-dusun kecil. Jeritan anak-anak kecil dan orang-orang tak berdosa menembus ruang angkasa. Langit menangis, bumi pun menjerit. Penghuni langit berduka, penghuni bumi menderita. Darahpun membasahi tanah Palestina yang kering oleh keimanan dan ketaqwaan.

    Ya Allah, ya Rasulullah
    Saksikan kezaliman dan penindasan telah melanda dunia
    Teguhkan pijakan kakiku pada kebenaran di sisi-Mu bersama Al-Husein as dan sahabat-sahabat Al-Husein as yang telah mencurahkan segala usaha dan kemampuannya untuk membela Islam.

    Salam atasmu duhai para syuhada’ Gaza
    Semoga Allah swt menghimpunmu bersama Rasulullah saw dan keluarga sucinya
    Semoga Allah saw menghimpunmu bersama Al-Husein as dan para syuhada’ Karbala.

    Allaahumma sholli alaa Muhammad wa aali Muhammad

    Ma’af kang Enang saya telah salah menilai anda dengan mengatakan ironis. Semoga anda selalu diberi keteguhan iman dan taqwa oleh Allah swt atas segala ujian dan cobaan-Nya, amin ya arhamarrohimin.

    Wassalam

  • "????"

    @ asep
    dengan menyebut NAMA ALLAH
    —————————————————————————
    Kalau seandainya perintah Allah swt dalam Al Qur’an dan hadist Nabi saw tsb diatas dipegang teguh oleh seluruh umat Islam mis: Ulama Fiqih 4 Mazhab, Mursyid Thariqah, Syaikh, Habib, Cendikiawan Muslim, Presiden, tukang becak, para santri, anggota DPR, Menteri dll. Pendeknya dari orang kecil sampai orang besar, dari orang awam sampai orang kawash. Tentunya umat Islam ada dalam kesatuan kepemimpinan umat.
    ———————————————————————————-
    zaman gini ada satu kepemimpinan untuk umat islam???? bagus juga tuh..emang imam ahlulbait rasulullah SAW skrng ada brp??? trus cara milih salah satunya zaman skrng gmana ya??? pemilu?? trus pake kampanye gitu??? ntar ada money politik lagi????hehe…maaf saya org awam… emang kalo ahlulbait sudah pasti bersih dr hawa nafsu ya kang???? maaf sebelomnya kalo pertanyaanya terlalu polos..

    @enang

    koleksi kitab2 “aib” sahabat2 NABI yg djamin masuk surga ya???? knapa ga coba beralih untuk koleksi buku2 tentang keistimewaan sahabat2 NABI????
    tapi kalo bisa coba untuk koreksi diri sendiri dulu… LEBIH MULIAKAH ANDA BILA DIBANDINGKAN ABU BAKAR RA /UMAR BIN KHATAB RA?????????????

    SEGALA PUJA & PUJI HANYA BAGI ALLAH.

  • asep

    @”???”

    Salam kenal,

    Yang dimaksud dengan kepemimpinan umat Islam dalam setiap zaman adalah wilayah imam dari Ahlulbait Nabi saw adalah sbb:

    Rasulullah saw bersabda:

    “Agama ini akan terus tegak berdiri sampai datangnya hari kiamat, sehingga datang kepadamu dua belas khalifah (imam), yang semuanya berasal dari suku Quraisy” (Muslim III hal 1453, Bukhari III hal 101, Turmudzi IV hal 501)

    Hadist ini muttawatir dan shahih dari sanad dan matannya serta diterima oleh berbagai mazhab dan golongan maupun thariqah. Adapun yang dimaksud dua belas khalifah (wilayah imam dari Ahlulbait Nabi saw) adalah:

    Imam ke-1 : Ali bin Abi Thalib as.
    Imam ke-2 : Hasan bin Ali al-Mujtaba as.
    Imam ke-3 : Husain bin Ali Sayyidusy-syuhada as.
    Imam ke-4 : Ali Zainal Abidin as-Sajjad as.
    Imam ke-5 : Muhammad al-Baqir as.
    Imam ke-6 : Ja’far ash-Shadiq as.
    Imam ke-7 : Musa al-Kazhim as.
    Imam ke-8 : Ali ar-Ridha as.
    Imam ke-9 : Muhammad al-Jawad as.
    Imam ke-10 : Ali al-Hadi as
    Imam ke-11 : Hasan al-Askary as
    Imam ke-12 : Muhammad al-Mahdi as (Ghaib Kubra)

    Imam zaman sekarang di dunia dan di akhirat adalah Imam Muhammad al-Mahdi as, karena Rasulullah saw bersabda:

    “Barangsiapa mati akan tetapi tidak mengenal kepada imam zamannya, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah”

    Di setiap zaman ada seorang Imam yang menjadi saksi bagi umat Rasulullah saw. Allah swt berfirman:

    “Dan ingatlah mengenai hari Kami utus bagi setiap umat seorang saksi bagi mereka dan dari jenis mereka sendiri dan Kami hadirkan dirimu sebagai saksi bagi mereka semua” (QS an-Nahl:89)

    Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

    Wasalam

  • padimuda

    Eneng, Sandi, Asep
    Pemimpin yang mampu mambawa kegemilangan islam tentunya adalah pemimpin yang dipilih oleh Allah SWT. Apa Harus dari keluarga Nabi Muhammad SAW? Terserah Allah.
    Yang jelas Sang Pemimpin tentunya harus membawa/menjalankan Islam sebagai pewaris Nabi. Yang diwarisi tentunya bukan sebatas darah dan daging saja, tapi ruhaninya Nabi yang mulia lah yang diwarisi. Sangat banyak pemimpin islam sekarang ini yang menyatakan sebagai pembawa panji2 islam. Dan itu ada dimana2, Saudi, Iran, Malaysia, India, Indonesia apa lagi. Seabrek2. Yang mana yang dipilih Allah? Mana yang terdekat dengan Allah SWT? Allah saja yang tahu pasti. Kalau mau tau, ya tanyakan pada Allah SWT saja. Atau kalau mau menunggu ya silahkan, mudah2an bisa bertemu pemimpin tsb.
    Yang jelas, pemimpin yang berasal dari Allah, tentu dipilih oleh Allah, dan menjalankan agama seperti Kekasih Nya Muhammad SAW. Otomatis beliaupun berstatus sebagai Kekasih Allah . Dan status Kekasih Allah ini bukan dari keturunan, tapi dari SANG KEKASIH sendiri meskipun ‘mungkin juga’ berasal dari keturunan Nabi Muhammad SAW.

    Maha Benar Allah dan KekasihNya.

    Salam

  • padimuda

    Enang , sandi
    Pertanyaan anda berdua tgl 11 Jan lalu saya rasa serupa:
    1. adakah islam menjadi agama yang rahmatan lil’alamin sekarang ini?
    2. Adakah kita sadar keterasingan islam dalam dunia modern tidak sejalan dengan slogan islam yaitu agama untuk umat akhir zaman?
    3. Kaum tasawuf dalam berbagai bentuknya adalah pengawal kemurnian islam,tapi apa yang terlihat ternyata tasawuf berdiam diri dan senang bersunyi-sunyi dalam kajian diri sedangkan umat menunggu action yang nyata?
    ——————
    Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin untuk setiap zaman. Dari nabi Adam sampai akhir zaman, Islamlah yang diredhoi Allah SWT. Dan kemenangan adalah hasil Pasti bagi pemeluk agama Yang Maha Menang ini. Kemenangan yang mana? tentunya kemenangan dunia-akhirat.

    Tapi itu untuk pemeluk agama Islam loh.
    Cukuplah untuk pertanyaan nomer 1 dan 2.

    untuk yang nomor 3 saya sebelumnya mau tanya dulu sama enang dan sandi (terkait jawaban sandi atas pertanyaan ini sebelumnya), apakah enang dan sandi termasuk pengamal tasawuf?

  • asep

    @Padimuda

    Ok saya setuju dengan pernyataan anda yaitu pemimpin yang mampu mambawa kegemilangan Islam tentunya adalah pemimpin yang dipilih oleh Allah swt.

    Saya juga sudah mengatakan berulang kali mengenai garis kepemimpinan Islam yang dipilih berdasarkan perintah Allah swt dalam Al Qur’an dan Hadist Nabi saw tsb diatas.

    Sesungguhnya para Imam as dari Nabi saw adalah guru-guru syari’ah, para mursyid thariqah dan para quthub haqiqah. Mereka adalah para khalifah dan wakil Allah swt di langit dan di bumi. Mereka adalah manifestasi kekuatan dan kekuasaan Allah swt dalam mulk-Nya (kerajaan-Nya di bumi dan di langit) dan di alam malakut-Nya (alam rukh dan malaikat). Melalui mereka kehidupan diawali dan diakhiri. Dan melalui mereka pula dapat dibedakan syurga dan neraka. Inilah pengertian dari perkataan Allah swt kepada Nabi saw: “Kalaulah bukan karenamu, niscaya Aku tidak akan menciptakan alam semesta”

    Wassalam

  • asep

    @Padimuda

    Ma’af saya akan menjawab poin no 3 yg ditujukan buat kang Enang dan Sandi. Setiap muslim diwajibkan untuk shalat, sebenarnya hal ini sudah merangkum seluruh perintah Allah swt dalam berma’rifat kepada-Nya. Akan tetapi banyak orang muslim yang tidak menyadarinya. Memang betul apa yang dikatakan saudaraku Padimuda, maka dibutuhkan seorang mursyid untuk membimbingnya.

    Sesungguhnya shalat adalah untuk bermakrifat kepada Allah swt sebagai pelayanan (khidmah), kedekatan (qurbah) dan kehadiran (wuslah). Pelayanan adalah syari’ah, kedekatan adalah thariqah dan kehadiran adalah haqiqah. Lebih jauh, kata shalat merangkum ketiga tingkatan makna tsb. Allah swt menyebut tiga tingkatan tsb dengan ungkapan yang berbeda yaitu ‘ilm al-yaqin (pengetahuan tentang keyakinan), ‘ain al-yaqin (penglihatan atau pengamalan keyakinan) dan haqq al-yaqin (kebenaran tentang hakikat keyakinan).

    Wassalam

  • Enang.tangerang

    @padi muda
    sepertinya anda tidak memahami pertanyaan saya, baiklah akan saya tambahkan penjelasan untuk anda, sebenarnya pertanyaan saya hanya menanyakan tentang kesadaran kita akan semboyan islam sebagai rahmatan lil ‘alamin dan agama (pedoman) umat akhir zaman,karena saya melihat islam sekarang ini tidak menempati slogan tersebut diatas. Dan penyebabnya seperti pada jawaban terdahulu. Mengenai pertanyaan anda sebelum saya menjawab pertanyaan anda sudikah kiranya anda menerangkan tasawuf menurut anda terlebih jika anda pengamal tasawuf, karena tasawuf memiliki banyak definisi ?

  • padimuda

    @enang
    Sepertinya jawaban saya perlu dipahami lebih jelas lagi. Islam yang disisi Allah adalah Islam yang di redhoi, Islam yang Tinggi dan tak ada yang lebih Tinggi daripadanya. Islam yang memperoleh Kemenangan dari Sang Maha Menang.
    Banyak semboyan (istilah anda) Islam yang menjanjikan nomor satu. Dan saya sudah nyatakan diatas bahwa itu berlaku untuk pemeluk agama Islam sepanjang zaman (saya kok agak kurang sreg membaca islam itu agama untuk akhir zaman. Awal dan pertengahan zaman gimana dong) Dan Slogan (istilah anda) tsb baru terwujud kalau manusia2nya benar2 menjalankan Islam secara kaffah yang ditentukan /di tetapkan Allah dan RasulNYA (seistilah Allah dan KekasihNya).
    Anda sudah menjawab sendiri bahwa tasawuf memiliki banyak definisi. Artinya pernyataan anda di pertanyaan nomer 3>
    [3. Kaum tasawuf dalam berbagai bentuknya adalah pengawal kemurnian islam,tapi apa yang terlihat ternyata tasawuf berdiam diri dan senang bersunyi-sunyi dalam kajian diri sedangkan umat menunggu action yang nyata?]
    saya anggap sebagai tasawuf berdasarkan definisi anda atau yang anda jalankan selama ini.
    Kalau anda baca beberapa artikel sufimuda terkait tasawuf, akan anda temui perbedaan dalam pengamalan si tasawuf anda dan sufimuda. Jadi saya rasa pertanyaan anda sudah anda jawab sendiri.

  • padimuda

    @asep
    yang saya pahami mirip2 seperti itu.
    Tauhid fiqih tasawuf, syariat thareqat hakekat makrifat, iman islam ihsan, ilmu ain haqqul yaqqin, dan lain2nya adalah satu. Seorang islam tidak untuk beriman saja tanpa berihsan. Seseorang tidak bisa mengaku bertuhan sementara dia tidak menjalankan kehambaannya. Seseorang tidak bisa dibilang pengamal tasawuf sejati kalau dia tidak berilmu dan beramal.
    Guruku bilang: Tharekat yang benar HARUS berawal dari syariat yang putih bersih dan lurussssssss.

  • sufi gila

    salam cinta dan damai saudaraku

    lebih baik kita tutup aja perselisihan yg selalu bermuara pada istilah tafsir dalil sejarah kesalahan masa lalu dendam masa lalu penghianatan di masa lalu …. apa tidak lebih baik kita ciptakan kembali nuansa atmosfir yg penuh dengan pemakluman … biarlah kita kembalikan semua kepada Allah yg memiliki takdir … tapi kalau emang masih senang nerusin ya monggo dilanjut hehehehe … berarti emang udah takdirNya

    marilah hidup berdampingan dalam perbedaan … walau aku yakin hal itu nggak akan pernah terwujud sebelum kekacauan besar melanda manusia … karena memang hanya itu rumus pemersatu manusia … masalah yg sama menyatukan manusia …. mari kita tunggu masa di saat segala tangan kaki otak manusia tidak mampu menyelesaikan problem di bumi … itulah zaman kekacauan besar … di saat itulah maka semua manusia akan bersimpuh pasrah ke pada Tuhan … pasrah dan berserah diri pada Tuhan itulah ISLAM … maka jelas tiada manusia yg pasrah apabila masih sanggup berbuat itulah kesombongan manusia …. terlalu tinggi angan-angannya untuk merubah dunia sementara merubah akhlaknya sendiri belum sanggup … karena hanya Tuhan yg sanggup

    KERJAKAN APA YG KITA BISA WALAU TERNYATA HANYA MENGURUS DIRI SENDIRI … JANGAN TINGGI ANGAN-ANGAN KARENA ANGAN-ANGAN ADALAH RACUN JIWA … JANGAN URUSI KEYAKINAN ORANG LAIN SEKEDAR DISKUSI ITU NGGAK MASALAH TAPI JANGAN BERDEBAT … APA CIRI BERDEBAT ? BILA HATI MULAI TERASA PANAS DAN DETAK JANTUNG MAKIN CEPAT … SELAMAT BERKARYA

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Sufi Muda

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca