SHALAT KHUSYUK SALAH KAPRAH
Pertanyaan yang sering sekali ditanyakan oleh pengunjung sufimuda kepada saya lewat email adalah bagaimana shalat bisa menjadi khusyuk, apakah kita bisa melaksanakan shalat khusyuk dan ada juga yang berpendapat bahwa hanya nabi Muhammad SAW berserta sahabat-sahabatnya dan ulama salafush shalih saja yang benar-benar bisa melaksanakan shalat dengan khusyuk selain dari mereka tidak ada yang bisa melaksanakan shalat khusyuk.
Terhadap pendapat terakhir saya kurang setuju karena kalau memang cuma Nabi dan para sahabat yang bisa shalat khusyuk maka hampir semua orang dimuka bumi ini akan masuk neraka wail, dengan demikian fungsi Al-Qur’an dan hadist sia-sia, juga peran ulama sebagai penyambung dakwah dan sebagai pewaris ilmu nabi juga tidak akan berguna sama sekali.
Khusyuk menurut Guru Ngaji Saya
Saya masih ingat ketika masih kelas 1 SMP waktu itu masih berumur 12 tahun, saya diajarkan cara shalat khusyuk oleh guru ngaji. Beliau mengatakan untuk bisa mencapai shalat khusyuk kita harus mengetahui makna dari ayat-ayat yang dibaca dalam shalat, kemudian harus kita hayati dalam hati. Antara ucapan dan gerak badan harus selaras, mengucapkan harus benar-benar masuk kedalam hati bukan hanya di bibir saja. Kemudian Beliau memberikan tanda-tanda shalat kita itu sudah khusyuk. Ketika mata kita menatap ke sajadah perhatikan dalam-dalam, nanti akan ada bayangan bulat samara-samar, saat itulah shalat kita menjadi khusyuk.
Saya meyakini apa yang diajarkan oleh guru ngaji saya, saat muncul bayangan bulat itu saya sangat senang karena saya yakin sekali kalau shalat saya sudah mencapai tahap khusyuk dan ketika bayangan itu tidak muncul maka saya jadi sedih. Saya yakin sekali apa yang diajarkan oleh guru ngaji, karena beliau adalah alumni salah satu pasantren terkenal di daerah saya.
Metode shalat khusyuk yang disampaikan oleh ustad saya itu tidak ada bedanya dengan metode pelatihan shalat khusyuk yang disampaikan oleh ustad Abu Sangkan. Setiap sore saya menyempatkan diri untuk menonton acara di Metro TV tentang pelatihan shalat khusyuk yang dibawakan oleh ustad Abu Sangkan.
Seperti juga guru ngaji saya dulu, Abu Sangkan berkeyakinan bahwa shalat khusyuk itu identik dengan ketenangan dan hilangnya kesadaran. Abu Sangkan mengatakan bahwa ketika bertakbiratul ihram kita harus membuang ingatan kita terhadap apapun. “Tidak ada Guru Mursyid, tidak ada Syekh Tarikat dan tidak ada zikir yang ada hanyalah Allah semata-mata”. Persis sekali yang diajarkan oleh guru ngaji saya, cuma Abu sangkan menyampaikannya lebih lengkap disertai dengan kajian-kajian ilmiah. Apa memang demikian shalat khusyuk?
Shalat khusyuk bukanlah mengosongkan pikiran seperti dalam meditasi yoga, karena kalau kita memaksakan pikiran untuk kosong pada saat itulah timbul nafsu kita dan syetan sangat halus dan sangat lihai untuk menyusup di alam bawah sadar kita. Sama juga orang yang mencapai shalat khusyuk lewat alat-alat elektronik, mendengarkan lagu yang dibuat khusus agar kerja otak menjadi berimbang antara kiri dan kanan. Cara seperti ini memang akan mencapai ketenangan akan tetapi kita juga harus pertanyakan lagi apakah memang ketenangan seperti itu yang dinamakan khusyuk, dan apakah memang demikian yang dikehendaki oleh Allah SWT?
Khusyuk di atas dengan berbagai jenis pelatihan bagaimanapun masih pada tataran akal dan kita merasa khusyuk menurut sendiri. Ustad Abu Sangkan menulis buku dengan judul “Spiritual Salah Kaprah” untuk mengkritik ESQ, pelatihan lewat musik untuk menstimulasi otak yang bersifat instant dan kita tidak pernah bisa mencapai kesempurnaan spiritual yang dilakukan oleh kaum sufi, demikian pendapat Abu Sangkan.
Menurut saya pelatihan shalat khusyuk yang diperkenalkan oleh Abu Sangkan juga masih dalam tataran otak dan pemikiran, karena menafikan sama sekali fungsi Mursyid dan sudah pasti yang di dapat bukan Nur Allah akan tetapi ketenangan yang tidak tahu berasal dari unsur apa. Berbicara masalah rasa (tenang, damai, dll) itu masih bersifat sangat subjektif. Maka saya menyebutkan pelatihan khusyuk ala Abu Sangkan sebagai Shalat Khusyuk Salah Kaprah.
Khusyuk Menurut Sufi
Menurut golongan sufi, khusyuk itu bukan tidak mengingat sesuatu, akan tetapi seseorang dikatakan khusyuk apabila dia terus menerus bisa memandang wajah Allah SWT. Kalau kita ingin menghilangkan pikiran terhadap hal-hal yang bersifat kebendaan bukan berarti kita mengosongkan pikiran sama sekali karena di dunia ini tidak ada yang kosong. Setiap yang kosong itu mesti di isi oleh dua unsur; Haq atau Bathil.
Shalat khusyuk adalah kondisi dimana sang hamba bisa berdialog dengan Tuhannya di alam rabbani, maka disebutkan “Shalat itu adalah Mi’raj bagi orang mukmin”. Pada saat shalat maka rohani kita akan terangkat ke Alam Rabbani, alam yang ada hanya Allah SWT.
Mengingat wajah Muryid dalam shalat bagi seorang pemula jauh lebih terbimbing sebelum seseorang mencapai maqam makrifat dari pada mengosongkan fikiran yang justru sangat mudah disusupi oleh syetan tanpa kita sadari. Wajah Guru Mursyid yang kamil mukamil dan khalis mukhlisin tidak akan bisa ditiru oleh syetan dan kalau ada syetan yang mencoba meniru wajah Mursyid akan langsung terbakar. Jangankan Guru Mursyid, photonya saja tidak akan bisa didekati oleh jin dan sejenisnya termasuk para dukun yang menyembah jin. Kalau seorang Guru Muryid belum mencapai tahap itu berarti kadar dan keotentikan kemursyidannya perlu dipertanyakan lagi.
Kunci pertama untuk bisa mencapai shalat khusyuk adalah Makrifatulllah, mengetahui hakikat Allah sehingga selalu bisa berdialog dalam shalat. Tanpa mencapai tahap makrifat bagaimanapun canggihnya pelatihan shalat tidak akan mencapai shalat khusyuk yang sesungguhnya karena dalam hati masih bersemayang dan berbisik-bisik syetan yang sangat berbahaya seperti yang disebutkan dalam surat An-Naas.
Bagi pengamal Tarikat, bermakrifat kepada mursyid merupakan awal dari tercapainya shalat khusyuk karena sesungguhnya makrifat kepada Mursyid adalah awal dari makrifat kepada Allah. Daripada anda mengeluarkan biaya yang banyak untuk pelatihan shalat khusyuk dan belum tentu mencapai alam Tuhan lebih baik anda berbaiat kepada salah seorang Guru Muryid yang akan membimbing anda kehadirat Allah SWT. Pelatihan shalat khusyuk mungkin diperlukan oleh orang-orang yang tidak menekuni Tarikatullah agar shalatnya lebih tenang. Pelatihan ini tidak diperlukan sama sekali bagi orang yang telah mempunyai Guru Mursyid apalagi yang telah mencapai tahap makrifat. Apabila anda telah bermakrifat (berjumpa) dengan Allah SWT masih perlukah anda berlatih shalat khusyuk?
Berlatih sopan santun tata cara menghadap Raja hanya diperlukan bagi orang yang akan berjumpa dengan Raja, pelatihan itu tidak diperlukan lagi bagi orang yang telah duduk bercengkerama bersama Raja, karena segala aturan terserah kepada Raja. Mengatur tutur kata berbicara dengan Raja diperlukan oleh orang yang akan menjumpai raja dan tidak akan diperlukan oleh orang yang berulangkali berjumpa dengan raja, karena segala dialog itu terserah kepada kehendak Raja.
Semoga Maharaja Manusia akan selalu memberikan kita kesempatan kepada kita untuk terus bisa singgah di istana-Nya, menikmati perjamuan-Nya dan bisa melayani tamu-Nya. Amien ya Rabbal ‘Alamin
412 Comments
syaeful
Pada materi ini kita akan menelaah sebuah hadits yang terdapat dalam kitab hadits “SHAHIH BUKHARI” Cetakan Ketigabelas 1992, diterbitkan oleh Penerbit ”Widjaya” Jakarta. hadits tersebut mengkisahkan perihal Peristiwa Rasulullah Lupa Rakaat dalam Shalat. Yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia,
1 Shahih Bukhari Hadits No. 453
Diceritakan oleh Abdullah bin Buhainah ra. (dia berasal dari Bani Azdi Syanuah, sahabat – dalam suatu perjanjian persahabatan – dengan Bani Abdu Manaf, dan juga salah seorang sahabat Nabi SAW), dia mengabarkan, bahwasanya Nabi SAW pernah shalat Zuhur dengan orang banyak. Setelah raka’at kedua beliau terus saja berdiri tanpa duduk tasyahud pertama, dan orang banyak pun berdiri pula. Setelah shalat hampir selesai dan sedang menanti-nanti Nabi hendak memberi salam, tiba-tiba takbir, padahal ia sedang duduk. Kemudian sujud dua kali (sujud sahwi, red) dan setelah itu barulah beliau memberi salam.
2 Shahih Bukhari Hadits No. 286
Hadits ini dari Abu Hurairah ra., waktu itu Rasulullah sedang shalat salah satu dari dua shalat petang bersama sahabat. Di antara jama’ah waktu itu terdapat juga Abu Bakar dan Umar. Pada waktu itu Rasulullah seolah-olah lupa bilangan rakaat shalat sehingga orang-orang bertanya-tanya,”Apakah shalat diperpendek?” Di dalam jama’ah itu terdapat seorang sahabat yang bernama Dzul Yadain, dan dia bertanya kepada Rasul,”Ya Rasulullah, apakah Anda lupa ataukah memang shalat dipersingkat?”
Nabi menjawab,”Saya tidak lupa dan shalat tidak pula dipersingkat.” Lalu beliau bertanya (kepada jama’ah),”Betulkah itu apa yang ditanyakan Dzul Yadain?”
Jawab jama’ah,”Betul!”
Karena itu Nabi SAW berdiri kembali menyempurnakan rakaat yang tinggal, kemudian beliau memberi salam. Sesudah itu beliau takbir dan sujud seperti sujudnya dalam shalat atau lebih. Kemudian beliau mengangkat kepala sambil takbir, sesudah itu sujud pula seperti sujud shalat atau lebih, kemudian beliau mengangkat kepala sambil takbir. (sujud sahwi, red)
3 Shahih Bukhari Hadits No. 644
Diceritakan oleh Abdullah bin Buhainah ra., bahwa Rasulullah SAW sesudah dua rakaat Zuhur langsung berdiri tanpa duduk (antara rakaat kedua dengan ketiga). Tatkala beliau telah selesai shalat, beliau sujud (sahwi) dua kali, dan sesudah itu membaca salam (tanda selesai).
4 Shahih Bukhari hadist No. 645
Dari Abu Hurairah r.a., katanya “kami shalat Zuhur (atau mungkin ‘Ashar) bersama-sama dengan nabi Saw. Setelah selesai shalat, Dzulyadain bertanya kepada beliau, “kurangkah shalat ya, rasulullah?” Beliaupun bertanya pula kepada jama’ah, “Betulkah apa yang ditanyakannya itu?” Jawab Jama’ah, “Benar!” lalu nabi saw. Shalat lagi dua rakaat, sesudah itu sujud (sahwi) dua kali”
5 Shahih Bukhari Hadits No. 646
Dari Abu Hurairah ra., dia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya waktu seseorang kamu sedang shalat, setan datang menggodanya, sehingga tidak diketahuinya telah berapa rakaat dia shalat. Maka apabila kejadian seperti itu terjadi pada kamu, sujudlah dua kali waktu duduk.
Kajian:
. Hadist Ini secara Logika dan matan Bertentangan dengan Isi Al-Quran,
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalat, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. (Q.S. Al Mu’minuun: 1-3)
Pertama :
Kita akan membahas sekilas tentang bagaimana kedudukan Rasulullah dihadapan Allah berdasarkan Al-Quran.
1. Kedukan Rasulullah QS. 3:81: ” Dan ketika Allah mengambil janji dari para nabi: “Aku telah berikan kepada kalian al-kitab dan al-hikmah, maka ketika Rasul itu (Mu-hammad saw) datang kepada kalian, yang membenarkan apa yang ada pada kalian, kali-an benar-benar harus beriman kepadanya dan membelanya.” Dia (Allah) berkata: “Apakah ka-lian menerima dan berjanji akan memenuhi perintah-Ku ini?” Mereka berkata: “Ya, kami berjanji untuk melakukan itu.” Dia berkata: “Kalau begitu persaksikanlah dan Aku menjadi saksi bersama kalian.”
Setiap kali Allah mengutus seorang nabi, mulai dari Nabi Adam sampai seterusnya, maka kepada nabi-nabi itu Allah menuntut janji setia mereka bahwa jika nanti Nabi Muhammad saw diutus, mereka akan ber-iman padanya, membelanya dan mengam-bil janji setia dari kaumnya untuk melaku-kan hal yang sama.
2. Nabi Muhammad saw adalah manu-sia suci. Tidak pernah berbuat kesalahan, apalagi dosa.. Allah berfirman dalam QS. 33:33: Sesungguhnya yang dikehendaki Allah ialah menjauhkan kamu wahai Ahlul Bait dari segala kotoran dan mensucikan kamu sesuci-sucinya.
3.Nabi Muhammad selalu dibimbing Allah Swt. Ucapannya, perbuatannya, tutur katanya dan sebagainya semuanya di bawah pengarahan dan bimbingan Allah Swt.
“Sesungguhnya dia (Muhammad saw) tidak bertu-tur kata atas dasar hawa nafsu, melainkan se-muanya semata-mata adalah wahyu yang di-wahyukan kepadanya “(QS. 53:3-4).
4.orang-orang beriman diperintah-kan untuk tidak memperla-kukan Rasulullah sebagai-mana perlakuan mereka ter-hadap sesama mereka. Jika berbicara kepada Rasul ha-rus dengan suara yang pe-lan, tidak boleh teriak-teri-ak, karena hal itu akan meng-hapus pahala amal mereka (QS. 49:2-3).
Wahai para pencinta Allah dan Rasulullah, kemanakah iman anda dengan mengimani hadist tersebut?? Bukalah mata hati dan pikiran sehat anda!!!
Siapakah Pimpinan Para Nabi dan Rasul ? Rasulullah saw
Siapakah Pimpinan Orang yang beriman ? Rasulullah saw
Siapakah Yang mengutus Rasulullah ? Alllah swt
Kedua
Hadist tersebut telah menyudutkan, memfitnah dan menurunkan derajat kenabian baginda Rasulullah saww. Dan menfitnah Rasulullah sebagai pemimpin para nabi telah berbuat lalai/lupa bahkan ragu terhadap amanah yang telah diperintahkan Yaitu Shalat,
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalat, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. (Q.S. Al Mu’minuun: 1-3)
Siapakah yang khusu’ dalam Shalat dalam ayat tsb? Yaitu orang beriman,
Jika Rasulullah sampai lupa Rakaat shalat bukankah berarti Rasulullah tidak khusyu’ dalam shalat?, subhanallah, berarti hadist ini telah menfitnah Rasulullah telah jatuh maqom/derajatnya dibawah orang beriman??????? dan Allah sangat marah terhadap fitnah tersebut.
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku. (Q.S. Al Baqarah: 152)
Rasulullah SAW yang merupakan guru dari sekalian para nabi dan rasul dan guru sekalian alam semesta, merupakan orang yang telah mencapai maqam tertinggi kenabian sehingga tidak mungkin Rasulullah sampai lupa rakaat shalat. Apalagi shalat yang diajarkan Rasulullah kepada umatnya adalah shalat untuk mencapai kekhusyu’an secara lahir dan batin, sehingga umatnya memahami dan mengetahui rukun Qauliyah (perkataan), Fi’liyah (perbuatan), dan Qolbiyah (hati).
Rasulullah adalah orang yang senantiasa berzikir (mengingat) Allah dalam setiap perbuatan maupun desiran nafas beliau, apalagi dalam shalat. Sehingga jika kita merujuk Hadist No. 646 di atas, tidak mungkin setan mampu menggoda Rasulullah untuk melalaikan beliau dari pelaksanaan shalat secara lahir dan batin yaitu hudurul qalbi ma’allah.
Ketiga
Mari kita teliti ancaman bagi para pelaku shalat yang Lalai dalam shalatnya .
Qs. Al-Maa’uun/107 :1-7 :”
1. tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,
3. dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin.
4. Maka Neraka Wail lah bagi orang-orang yang (Sedang Melaksanakan) shalat,
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
6. orang-orang yang berbuat riya
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna.
Ayat 4 dan 5 dijelaskan, bahwa Penghuni Nereka wail adalah bagi para pelaku-pelaku shalat, yang lalai / tidak khusu’ ketika melaksanakan shalatnya, Jika kita mengimani Hadist ini, maka kita sama dengan mengimani Bahwa Rasulullah akan masuk kedalam neraka wailun (Neraka Para Pelaku Shalat yang lalai dalam Shalat) subhanallah,
Wahai para pencinta Allah dan Rasulullah, kemanakah iman anda dengan mengimani hadist tersebut?? Bukalah mata hati dan pikiran sehat anda!!! kalian merasa paling beriman kepada Allah, kenapa kalian masih menfitnah Rasulullah dengan mengimani hadist ini?.
Keempat
Jika Rasulullah ingin mengajarkan kepada Umat, bagaimana jika Lupa Rakaat dalam shalat, atau Rasulullah akan mengajarkan sujud sahwi kepada para sahabat, Rasulullah tidak perlu sampai “melalaikan” shalat yang merupakan ibadah yang sangat penting, cukuplah Rasulullah bersabda, Shahih Bukhari Hadits No. 646
Dari Abu Hurairah ra., dia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya waktu seseorang kamu sedang shalat, setan datang menggodanya, sehingga tidak diketahuinya telah berapa rakaat dia shalat. Maka apabila kejadian seperti itu terjadi pada kamu, sujudlah dua kali waktu duduk.”
Kesimpulannya , Hadits no. 453,286,644,645 – kitab hadits “SHAHIH BUKHARI” Cetakan Ketigabelas 1992, diterbitkan oleh Penerbit ”Widjaya” Jakarta, hadits tersebut mengkisahkan perihal Peristiwa Rasulullah lupa rakaat Shalat. adalah SANGAT BERTENTANGAN DENGAN AL-QURAN, SEHINGGA HADIST INI TELAH MENGHINA, MEMFITNAH DAN MENYESATKAN UMMAT ISLAM.
Atau anda masih mau membantah dan menfitnah Rasulullah sudah pernah Lupa/lalai/tidak khusu’ dalam ShalatNya, dan seolah Kedudukan orang beriman lebih tinggi dibanding kedudukan Rasulullah??,
juga kedudukan perawi hadist, yang merawikan hadist ini, lebih utama dari Rasulullah karena para perawi tidak pernah salah?, bahkan Hadist tersebut tetap anda yakini hanya karena yg merawikan Imam bukhari, ingat mas, imam bukhari tidak maksum, yg maksum hanyalah Rasulullah dan Ahlul Byt,
Marilah kita sandarkan semua Hadist kepada Al-quran-janganlah terjebak dengan kemasyuran Ulama maka melupakan ttng prinsip dasar dlm beragama yaitu Islam Berlandaskan kepada Al-Quran dan Sunnah yang senafas dengan Al-Quran.
Apalah arti semua amal jika kita masih mempunyai itikad memfitnah Allah dan Rasulullah, baik sengaja dan tidak sengaja, karena sesungguhnya Syafaat Rasulullah hanya akan diberikan kepada umat – umat pencinta Rasulullah yang murni tanpa ada sedikitpun dalam hatinya ada fitnah thd Kesempurnaan Rasulullah saww.
Allahumma shali ala sayyidina muhammad wa ala aaly sayyidina muhammad.
Agus Satia
khusyuk dan lalai sama kah???
mas hari
ya allah ya allah ya robbi…… Engkaulah yang maha ber ilmu dan engkaulahh yng mempunyai segala macam ilmu ya allah engkaulah yng maha bijaksana… Bimbinglah kami dan ajarilah kami dalam beragama ini agar kami tidak salah kaprah dalam beragama ini agar kami tidak salah dalam menuhankan engkau ya robbi…ampinilah kami yng ternyata selama ini kami telah menuhankan pengetahuan kami… Menuhankan cara berdakwah kami … Menuhankan ilmu kami… Menuhankan guru2 kami… Menuhankan ego kami… Menuhankan pendapat2 kami…menuhankan apa yng kami anggap benar… Ya robbi hanya engkaulah tuhan sejati kami
mas hari
ya Allah… ya Allah… ya robbi…. ENgkaulah yng maha bijaksana engkaulah yang maha berilmu dan mempunyai ilmu…bimbinglah kami ajarilah kami dalam beragama ini, agar kami tidak salah kaprah dalam menuhankan engkau yang selama ini kami tlah menuhankan ilmu kami… Menuhankan cara berdakwah kami…. Menuhankan pendapat kami… Menuhankan guru guru kami… Menuhankan golongan kami karena sesungguhnya engkaulah tuhan sejati kami…
Ruslianto
Wah___Do’a nya mas hari,..bagus. Apakah ada kaitannya dengan tulisan sebelumnya ?
Ruslianto
Abu Sangkan (Metro TV 21-08-2011)………..”Tawajuh_bertawajuh” artinya berhadap-hadapan (dengan Allah) dengan berdalih ” QS Suraah Al Baqarah 45-46 :
Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ ; (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka (akan) menemui Tuhannya dan
bahwa mereka kembali kepada-Nya.
Dengan bertawajuh (berhadap-hadapan dgn Allah) artinya menurut Abu Sangkan (AS),……… Lalu pertanyaan saya : Pada diri kita yang “mana” yang berhadap-hadapan dengan Allah ? Apakah jasad/jasmani ini ?… tentu bukan ya Abu ?
( Mana mungkin Reseiver “nyambung” dengan………….)
jika jasmani dengan jasmani, Wah Tuhan macam manusia dong ! itu istilah orang “minang” “elok sangko” namanya. Allah berfirman : Bumi dan Langit-Ku tak berdaya menjangkau Aku, namun Aku telah dijangkau oleh Ruh/Hati hamba-Ku yang tenang (yang Ruhnya berisikan Nurun ala Nurin) (HR.Ahmad). Hm,..apa lagi berhadap-hadapan ‘kan Abu ?.
Lalu murid AS menyanggah saya ; …”Kepada Allah itu langsung,… Saya jawab : Ya ialah kepada Allah itu langsung,…tapi langsung yang bagaima na dan siapa yang langsung itu ? Kalau Gayus Tambunan dan M.Nazarud din bisa langsung dan “urat leher” mereka “dekat” dengan Allah …. Saya pastikan mereka TIDAK KORUPSI. ( Depan nama Nazaruddin pake Muhammad pula itu ).
Mudah-mudahan Abu Sangkan “bisa” Langsung, tapi belakangan ini Sang Abu (maaf) “disibukkan” dengan penomena bahwa murid-murid yang ingin dan sedang belajar”metode sholat khusyuk” adalah (kebanyakkan) orang- orang sakit (Langka menurut medis) yg ingin sembuh,….Alhamdulillah,…
(firasat) mungkin AS diarahkan Allah menjadi tabib.
Namun begitu(pun) saya “coba” carikan solusi buat AS yaitu ;…. diam- diam agar mendatangi Sufi Muda (SM) beberapa bulan belajar “thareqat” dengan beliau tapi jgn asal TN ,..sekarang ini banyak thareqat (maaf) “kampoeng” yg tersebar dipelosok yg Guru Mursyidnya (sekali lagi mohon maaf) tak nyambung ke Rasulullah Saw (awas hati-hati)… engga ada power dia. Hm,.. udah percaya aja dengan SM (ini), Nah,… nanti terbuka cakrawala (hijab) mengertilah kita apa itu “Aku lebih dekat dari pada urat lehermu” dan “Langsung (berhadap-hadapan dengan Allah saat tawajuh),
… taulah kita arti illahi rojiun (itu) yang sebenar-benarnya.
Saya menghimbau (maaf) kpd yg membaca artikel ini ; “Jangan” meng gransi begitu “remeh / ringan” pada kehidupan yang hanya sekali (ini) di dunia ini manfaat-kan-lah dgn sebaik-baiknya (karena semua ini akan diminta pertanggung jawaban kelak diakherat, percaya-lah),.. Khusus bagi insan yang gandrung pd jalan spritual ,..jalanilah jalan thareqat (sufi) ini karena jalan ini telah “teruji” kebenarannya sejak zaman Rasulullah Saw.
Saya ingin bertanya pada Anda :
Apakah Allah di dunia sama dengan Allah di akherat nanti ?
pasti sama. Apakah Nabi Muhammad (Nabi kita Saw) di dunia ini sama dengan yang kita harapkan safaatnya kelak di akherat nanti ? Pasti Sama
MENGAPA ANDA TIDAK MELAKUKAN UJI COBA DI DUNIA INI. ?
Dan mengapa Anda mengatakan mudah-mudahan kami masuk syurga ? berarti Anda sama dengan orang Agama Nasrani dan Hindu atau atau agama lain, mereka mengatakan : Mudah-mudahn Tuhan Bapa membawa kami ke Firdaus,…Lalu Agama Hindu berdoa : Semoga kami masuki Nirwana,….. Apakah Anda orang Islam Mudah-mudahan juga ? Ah ber arti sama dong ,…katakan TIDAK ! karena Islam katakan PASTI membawa kita ke Syurga. (Itu ‘kan JanjiNya Tuhan kalau Janji Tuhan itu PASTI).
Wassallam : Mohon maaf Saya pada yang sangat dimuliakan orang banyak,
Maaf Saya juga pada Sufi Muda dan Mursyidnya;
Maaf Saya juga pada Abu Sangkan dan segenap murudnya.
Ar Rohmaan Rohimmin irhamnaa ya Mursyidana.
atmim19
mengingat wajah mursyid memang mendekatkan diri kpd Allah.
tetapi tidak ada jaminan dari Al-Quran dan Hadits bahwa wajah mursyid tidak bisa ditiru oleh setan.
yg tdk bisa ditiru oleh setan hanyalah wajah dan sosok Nabi Muhammad saw.
dan sufi hanya sufi sejati bila selaras dgn Al-Quran dan Hadits.
inilah jalan tasawuf Hujjatul Islam Imam al-Ghozali, Syeikh Abdul Qodir Jailani, dsb.
dan inilah inti thoriqot al-‘Alawiyyah, induk segala tasawuf.
mas hari
setuju mas… atmim jangan keluar dari yang dua itu ( Al Quran Dan Hadits ….
Lareangon
masalahnya gan…kaga smua orang beruntung ‘;dipertemukan’ dgn mursyid….
lebih parah lg, kalau ‘bertemu’ mursyid aja g pernah bagaimana mungkin bisa menjadi ‘arif (ma’rifat – pen)…???
lebih sial lg, udh bertemu tp g mudeng2 ilmunya……………. x.x
lebih sial bin apesnya, udh ketemu tp melaknat sang mursyid dgn tuduhan kafir/sesat/ngarang2/dll….
kita hanya wayang gan….terima nasib ini apa adanya…tentu dgn ikhlas setelah berusaha setulus hati menghadap mencari wajahNya…
duh gusti…smoga kita trmasuk org2 yg beruntung dan diberuntungkan….amin..
jabat erat wal salam takzim ane bt agan2 berwawasan luas dimari…mari kita bersatu saling asah asih asuh mewujudkan perdamaian dimuka bumi demi kejayaan negeri…
salam _/\_
ACEHSAKETI
saya ingin bertanya sama pemilik blog, dari mana anda mendapatkan bahwa
Mengingat wajah Muryid dalam shalat bagi seorang pemula jauh lebih terbimbing sebelum seseorang mencapai maqam makrifat dari pada mengosongkan fikiran yang justru sangat mudah disusupi oleh syetan tanpa kita sadari.
coba baca ihya alghazaly sangat jelas khusuk bagi pemula adalah
1. hadir hati
2. tafahhum
3. tadhim
4. raja
5.khauf
6. haya
saya rasa al-ghazaly lebih dari anda. sufi muda sufi muda, kalau berpendapat jangan sepihak. yang jadi masalah adalah.
1. secara hukum fiqih adal ada rukun qauli, qalbi, dan fi’li abis perkara.
2. dalam hukum tauhid asal mengenal sifat itiqad 50 udah cukup
3 dalam tasawuf asal tak ada sifat tercela dan ada sifat mulia abis perkara.
masalah tajalli itu bukan untuk orang awam mas. nah adakah ulama ulama yang membantah apa yang dilakukan oleh abu sangkan, dikitab apa dan siapa pengarangnya?????. kalau khusuk abu sangkan lebih kepada shalat sebagai jalan ketengan batin dan penyembuhan, apakah itu melanggar sunnah?????. siapa ulama yang melarang shalat seperti itu selain wahabi dan sufi muda, entah mutabarah ataukah tidak.
derajat khusyuk itu beda beda, menurut yang ditemukan oleh jiwa. jadi tidak boleh menyalahkan orang lain dulu. baca syarah ihaya sadatul muttaqin derajat orang dalam mebaca fatihah. gak ada seperti penjelasan anda bayang wajah mursyid.
SufiMuda
Silahkan berguru kepada yang Ahli agar anda mengetahui dengan benar.
Al Ghazali itu benar, cuma cara anda memahami karya al-ghazali itu yang harus diperbaiki.
Silahkan belajar lagi..
salam
Sufi Tua
Sufi muda terlalu beretorika. TEORI…!
SufiMuda
Saya sudah lama mempraktekkannya…
bukan sufi muda
apa itu syariat………………….?
apa itu syrik…………………….?
apa itu nifaq……………………?
apa itu tasawuf………………..?
apa itu tauhid………………….?
apa itu hakekat……………….?
apa itu sima’……………………?
apa itu zuhud………………….?
apa itu wara’…………………..?
apa itu tabatul………………..?
apa itu raja’……………………?
apa itu muroqobah………….?
apa itu ikhlas…………………?
apa itu sabar…………………?
apa itu ridho………………….?
apa itu ihsan………………….?
apa itu akhlaq………………..?
apa itu mahabah…………….?
apa itu tawajuh……………….?
apa itu musyahadah………..?
apa itu mukhasafah…………?
apa itu makrifat……………….?
apa itu fana……………………?
apa itu baqo…………………..?
mari kita belajar bersama dan berdoa kepada Allah agar kita di fahamkan… sehinngga hati kita tidak tergelincir…..dalam menempuh perjalanan……. karena kita tidak bisa dan tidak kuasa Hanya Allah yang serba bisa karena Allah maha tahu….maha kuasa…dan maha segalanya…..
SufiMuda
Silahkan baca buku2 tasawuf, semua pertanyaan anda ada disana. Tapi untuk bisa mencapai maqam di atas anda harus ada pembimbing…
amy
baca terlalu panjang… jawab aja “itu semua pelatihan atau jalan” tujuannya tetap njalankan perintah Allah Agar termasuk hambanya ihdinas sirothol mustaqim….
rakhman
Rukuk dan Sujudlah beserta yang Merukukan dan Mensujudkan…
Jalal & Jamal permainan tadjridnya,,,kalau sudah DIA yang bermain,,,
dimana lalainya,,,?
ridho crosby shackle
sholat yg tuma’ninah aj, gk perlu salah menxalahkn.!it urusan allah.
Hamba Allah
Astaughfirullah,selama ada yg merasa LEBIH BENAR islam akan terpecah2,saling nasehat menasehati biar tetap dlm kebenaran.Jangan saling cela,menghujat,menyalahkan.Itulah pentingnya silaturahim.Jangan hanya lewat dunia maya.
amy
yg bikin heboh tuhkan yg nanya dan yang jawab nggak tau maksudnya,misal kalau nanya cara bikin kopi gimana ya jelas jawabnya : serbuk kopi+gula +air panas ok deh… masalah taruh cankir, ember, gelas tuh lain hal… nihkan macam itu…mintanya taruh gelas, jd kalau ada yg jawab taruh cangkir salah, sebab mak nya biasanya bikin kopi di gelas…
sular
Hamba Allah… ???
Q setuju….
krn q awam, byk dosa…..tp ttp pengin/berharap ridhoNya….
mhn. . .ampunanNya…
q jg berusaha dg sebaik2nya….(menurut kemampuanq) sesuai quran n hadits…
stlh itu q kembalikan k raja diraja jagad alam raya….. biar Dia yg menilai tingkat keikhlasanq….
tdk lupa …. sllu memohon petunjuk dlm setiap langkah (maunya tiap detik…tp blm bsa)
krn . . .walaupun yg q yakini adalh kebenaran….aku tidak pantas merasa paling benar di antara sesama…..apalagi menyalahkan…..bukan urusan sy tp urusan Allah…
q mhn ampunanmu ya Allah…. dr kesalahanku
q mhn bimbinganmu ya Allah dr segala kebodohanku..
herman
ayooo siapa lagi yang merasa paling benar…?!! silahkan coment yang panjang….. yah inilah umat Islam negeri ini… astaghfirullaaah…
Ruslianto
Maaf,..banyak dizaman ini Para Guru dan Ustadz “mengajar ilmu tauhid” , tanpa mengajar WASILAH, sehingga ummat mencari hubungan LANGSUNG KE-TUHAN secara AWAM, (ini) Jelas tidak akan berhasil ! ; Maaf sekalilagi Maaf- TUHAN BUKAN ZAHIR SEPERTI KITA.
DIMENSI-NYA BUKAN SEPERTI MANUSIA dan FREKWENSI-NYA PUN BUKAN SEPERTI MANUSIA ! DIMANA MUNGKIN IA DAPAT DIHUBUNGI SEPERTI MANUSIA ! (secara AWAM).
Disamping beribadat secara Manusia Zahir, TUHAN MEMERINTAHKAN KITA MENCARI WASILAH DAN MENEMUKANNYA !
QS.Suraah Al-Maidah ayat 35 :
Hai orang yang beriman, Taqwalah pada Allah, dan Carilah/ Temukanlah Wasilah, yang membawa engkau pada Allah, sungguh-sungguhlah engkau di “jalan” itu, niscaya engkau MENANG (dunia – Akhirat).
…. dan mereka mengajarkan shalat, tanpa melanjutkan pengajaran nya, sesudah sang murid dewasa, bagaimana metodologinya dari cara pelaksanaan teknis, agar shalat itu dapat khusuk.
Sehingga akhirnya sang murid meninggal dunia, yang fana ini dalam lanjut usia, dengan masih tetap dengan ilmu shalatnya yang dipero- leh nya sewaktu ia umur 7 tahun (kasihan/prihatin rasanya kita).
Ia (Insan tersebut) tidak pernah diajar bagaimana cara pelaksanaan teknis memusnah kan AL IBLIS dalam Hati Sanubarinya, yang sebe nar nya adalah POKOK / PANGKAL dari shalat yang tidak khusuk.
Ia hanya diajarkan menyebut A’udzubillahi minasy syaithoonir rojiimm, yang “diproduksinya” sendiri secara awam, ia hanya baru diajarkan “meniru bunyi”, tanpa pernah diajarkan bagaimana cara pelaksanaan teknisnya “menyalurkan” Ayat tersebut. dari Sumbernya yang Maha Dasyat,yang diarahkan pada sasarannya sehingga musnah sama sekali Sang Iblis dalam dirinya.
Dalam hal yang begini rupa, Insan tersebut akan mengalami kecelaka an besar, yaitu ia akan kembali ke alam baqa dengan masih bersama sama dengan iblis dihatinya, karena ia tidak pernah mampu memus nah kannya selama hayatnya. (karena tak pernah mengetahui cara metode pelaksanaan teknisnya).
ALANGKAH NGERINYA, …………………………
Rasulullah pernah bersabda kepada para Sahabatnya yang kira-kira berbunyi : “Kita telah kembali dari memenangkan suatu peperangan kecil di medan laga, sekarang kita mulai menghadapi suatu pepera ngan besar, yaitu memusnahkan Iblis Laknatullah yang berada di sanubari kita sendiri !”.
ILMU TAUHID YANG SEBENARNYA, mampu memusnahkan Iblis dalam hati sanubari dengan strategi perang yang gilang gemilang yang tak ada taranya, yang termaktub dalam ilmu Thareqatullah yang Brilliant..
Wass, maaf bagi yang tak berkenan,maaf kepada Sufi Muda dan maaf kepada Abu Sangkan dan seluruh murid2nya.
odi
bah, macam-macam nya semua sdh dapat jaminan dari tuhan Ahhhh
abdullah
ah.. biasalah, namanya juga anak muda 🙂
amy
mantafffffffff
sufialmakassari
Reblogged this on sufialmakassari.
umar
Assalamu’alaikum,
Saya bukan ahli agama dan belum pernah belajar agama secara mendalam, pemahaman saya sangat dangkal.
Tentu saja saya ingin masuk syurga nantinya. Mohon izin untuk membuat terjemahan khusyuk untuk diri saya sendiri.
Apakah boleh menterjemahkan shalat khusyuk itu dengan shalat yang mampu membimbing hati dan perilaku kita diluar shalat. Maksud saya, secara sederhana merasa bahwa semua perilaku kita diluar shalat sama dengan perilaku kita pada saat sedang shalat…terpelihara dari dosa-dosa dalam hati, niat, prasangka maupun perilaku.
Membaca diskusi2 diatas, saya merasa seperti dalam arena pertarungan silat antara pendekar2 kelas atas…padahal menurut saya agama ini seharusnya sama sekali tidak rumit.
afwan
wassalam
Suroso Tenabang
Cari dan temukan Wasilah (AlMaidah 35), mudah2an kerumitan dapat di urai, tks.
Ruslianto
MENGAPA RASULULLAH SAW DISEBUT ALLAH SEBAGAI RAHMATAL LIL ‘ALAMIIN
Wa maa arsal naaka illa rahmatal lil alamiin (Qur’an Suraah Al Anbia ayat 107) Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.
Ada pertanyaan menggelitik (berbunyi seperti ini) : Rahmatal lil ‘alamiin- itu berarti Rahmat bagi seluruh alam,(seluruh jenis alam, alam dunia/sampai kiamat, alam ghaib,alam Kubur,alam Malakut,alam akhirat, alam Ilahiyah dll) sedangkan saat ini (alam dunia) belum kiamat, padahal Rasulullah sudah berlindung (telah berpulang kerahmatullah ). Bagaimana Rahmat (yang difirmankan Allah SWT/Janji Allah SWT ) itu dapat diterima oleh seorang Hamba Allah dan Kaum Muslimin, sepeninggal Rasulullah ?
Jawabnya ialah : Karena didalam Arwahul Muqadasahnya, sesungguhnya“ tertanam/membawa” WASILAH yang Maha Akbar yang langsung dari Allah SWT yang mengandung frekwensi dan dimensinya luar biasa , yang mampu membuatnya dapat berkomunikasi secara langsung dengan Allah SWT- Naah,… maka sekarang dapat-lah kita fahami pula, bahwa Arwahul Muqadasah dari anak Abdullah itu tiada mati, tetapi hidup terus pada sisi Allah SWT, hanya jasmaninyalah yang berlindung , sedang Arwahnya membawa “THE BIG MISSING LINK” dari Allah SWT ( Wasilah itu bukan manusia, tetapi Rasulullah is the “Wasillah Carrier”)
Nah sekarang sadar-lah kita, bahwa yang dimaksud dengan Rahmatal lil’alamiin, adalah “Wasilah”. Yang tertanam dalam Arwahul Mukadasahnya Rasulullah, karena Rasulullah dengan “Wasilah-Nya”(itu) merupakan corong yang tak habis-habisnya dari Rahmatal lil’alamiin, yang mengalir-kan Rahmat Allah SWT, Rahmat yang sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di pantai serta sangat luas dan dalam sedalam lautan.
Selama ini “Wasilah” sulit dimengerti , wasilah hanya dapat diuraikan dengan Ilmiah Fisika Tinggi bersama dengan Ilmu Tasauf Islam; maka selama itu pula persoalan “wasilah” selalu saja di kesampingkan oleh kebanyakan umat Islam, karena rumit dan payah dimengerti sama sekali !! Padahal Wasilah Allah adalah kunci terbesar “pembuka Rahmat Allah”serta (kata Guru-ku) mengandung frekwensi yang tak terhingga, yang mampu menyampaikan Amaliah kita langsung kepada Allah SWT. Maka oleh sebab itu siapa yang beruntung dapat menggabungkan Arwah/”Spirit”nya dengan Arwahul Mukaddasah Rasulullah, Ya-TENTU arwahulnya “disucikan” pula terlebih dahulu, seperti Rasulullah juga disucikan Arwahnya, maka Spiritnya kita itu akan mampu pula akhirnya untuk memiliki Wasilah (yang sama) Yang Maha berharga itu.(Al-Maidah 35)
Siapakah yang beruntung memiliki Wasilah itu ??, Apakah ia seluruh kaum muslimin, (jika memang benar ? begitu), maka pasti keseluruhan kaum muslimin itu akan menjadi Khalifah Allah yang hebat di atas bumi, karena ia akan mampu pula menyalurkan Rahmat Allah SWT kepada kelilingnya, karena ia (orang tsb) mampu pula berkomunikasi langsung dengan Allah SWT seperti Para Rasul-Rasul yang terdahulu, karena Wasilah/Komputer yang dipakainya adalah SAMA.
Jika kamu lihat seorang laki-laki yang menebarkan rahmat-rahmatKu kepada orang banyak, maka naik saksilah engkau bahwa laki-laki itu adalah seorang Kekasih-Ku yang Ku-tugaskan untuk menebarkan rahmat-Ku pada ummat-Ku ! (Hadist Qudsi).
Wahai Saudara-Ku Terus-lah sampean berkekalan berdzikir dengan bermursyid berwasilah pasti engkau Menang (karena sesuai dengan janji Allah, itu sebab janji Allah itu adalah pasti bukan mudah-mudahan).
Wa maa arsalnaaka illaa rahmatal lil ‘aalamiin.
Wass: Mohon maaf, Buat Yth. Sdr.Ku Sufi Muda Teruslah berkarya.
dan Yth.Bg.Suroso T,…hayoo keluar dari kelambu,..sebar-kan dakwahkan yang benar itu adalah benar dan ta’ada tolok banding,
masih banyak yg buta keblinger.
amy
maaf ya saudara semua, perasaan dari dulu sufi tuh nggak pernah ribut masalah ilmunya orang, sebab mereka dah sibuk dengan urusan ilmunya sendiri
amy
kusuk kalau dibahas nggak bakal ada habisnya, siapa yang berani jamin 1 sendok gula udah manis atau kurang manis… kusuk tuh sama dengan itu… soal rasa… , terus kusuk biyarlah Allah yang nilai, yang kita jaga niatnya aja , jangan sampai niat putus dah cukup… bangkitkan niat sholat yang enggak ada embel” males aja masih susah dah bingung masalah diatasnya… ingat kusuk tuh batasnya pada yakin…kan dah umum tuh “kalau nggak bisa liat yakinlah dia liat (maaf nggak hafal) tlg yg hafal diperjelas
Ruslianto
Mungkin maksud Dik amy, yang berani jamin hanya Abu Sangkan, Ya
dan beliau telah menerbitkan buku Pelatihan Shalat Khusyu’ dan buku Berguru Kepada Allah, kedua-duanya buku ini best seller.,….
Apa Dik amy,…pernah baca buku itu ? (jangan-jangan engga pernah denger lagi).
Lalu Dik amy mengatakan (seakan-akan,paling tau) , …….”ingat kusuk itu batasnya pada yakin”,…. lalu bisa liat,…(liat,..opo?) engga hafal pula lagi,…? udah itu nyuruh-nyuruh orang yang hapal supaya njelasin,..? opo iki , njelasin opo deeek…? .mudeng ya ora mudeng.
Nih ada pepatah (melayu) : Kalo kail panjang sejengkal,…….
Jangan Laut hendak di duga.
Wass.
FAQIR PENGEMBARA KSA
S@lam rekan2 semuanya……..
Sufimuda dan Abu Sangkan itu orang hebat……..kita ini harus banyak belajar pada mereka……..Bagaimana memahami Allah……..Apa Allah bisa kita fahami…..? Aku ini bodoh dan terus….dan terus bodoh….belajar dan terus belajar……saya belajar dari komentator2 di blog ini kayak mas Ruslianto dan sohib2 semuanya……dan tetap bodoh dan terus bodoh….dalam salatku aku belum khusuk…..Belajar dan belajar…..”from FAQIR PENGEMBARA KSA”
Ruslianto
SILLAHTURRAHIM DAN SILLAHTURRAHMI
Bersillahturrahim = Menyambung yang pernah terputus
Bersillahturrahmi = Menyambung rasa
Pilih mana ?
Yang namanya manusia (zahir & bathin) dalam perjalanan hidupnya, selama hayat di kandung badan doeloe sewaktu menjadi orok pernah bertemu dengan Allah, dan setelah kelahirannya “hubungan” itu ternoda di alam dunia, sehingga “terputus” maka manusia yang arief dan cerdas akan berupaya mencari “sambungan” (itu) agar tak celaka di dunia dan di akhirat namun bagi manusia yang “lalai” dan “buta” merasa tak butuh dan tak perlu mencari sambungan (itu) dan ada juga yang merasa perlu dan butuh, namun tak mendapat petunjuk.
Bagi ia (Sang Salik) akan terus bermujahadah dalam upaya menyambung kembali yang pernah terputus,…. Mereka disebut juga bersillahturrahim.
Begitu pula halnya hubungan raga, yang pernah terputus (jeda) juga pada orangtua, sanak family Mereka rame-rame “mudik” dalam upaya menyambung kembali yang pernah terputus,…… Mereka juga bersillahturrahim.
Kadangkala ada rasa sakit hati,tersinggung baik tutur kata, maupun tingkah laku, dan lain sebagainya dalam upaya BERSILLAHTURRAHMI untuk menghilangkan dendam itu mereka saling memaaf-kan. (Seorang Muslim tidak boleh Dendam).
Dan bagi pengamal thareqat (Sang Salik), munajat dalam upaya bersillaturrahmi (pula), yaitu menyambung rasa kepada Allah,….. dengan dzikirnya,….Fazkuruuni azkurkum , Ingatlah engkau padaKu, Aku pun akan ingat padamu,… (QS.Al-baqarah-152), rasa “nyambung” ini , terjawab mengakibatkan ketenangan jiwa (QS.Ar-Ra’du-28) ,… Sang Salik (pun) merasa bahagia dalam ketenangan (itu) dan Allah berfirman (QS:Al-Fajr-27,28,29,30) Hai Jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoiNya, masuklah dalam golongan hamba-hambaKu, dan masuklah dalam sorgaKu. (Amiinn)
Bersillahturrahim, menyambung yang pernah terputus sedangkan Bersillahturrahmi, menyambung rasa.
Saya ucapkan Selamat Idul Fitri 1433H Minal aidin wal faizin, Mohon maaf Lahir dan Bathin.
Wass.
Selsius Saputra
Wasalam……….
Kayak nya tuh sufi muda dan para pembela2 nya satu tempat berguru dengan ku alias satu mursyid nya, jadi saran ku wahai abangda ingat lah kata2 yg Mulia “Mungkin ini menggempar kan buat mu tp belum tentu menggempar kn buat orang2 di luar sana” jadi tolong abangda jangan di buka hal2 yg kau belum layak untuk membuka nya di kahalayak ramai kr nanti bisa salah adab dan orang yg tidak mengerti dengan maksud mu jadi membenci mu, seperti kata yang Mulia lagi “jangan lah kalian saling membenci karena yg berbeda hanya pemahaman yg satu yg di dalam itu saja tp yg lain nya kan sama”, harus nya mereka yg sudah di beri izin dakwah harus nya tahu mana yg layak mana yg tabu, wahai abangda jika bahasa adinda kurang sopan mohon di maaf kan, wasalam bagi semua nya…..
Ruslianto
Astaghfirullaah al ‘ajiiim,.. Minta ampun aku akan Allah
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun,.. Lagi Pengasih Lagi Penyayang,… Minta ampun aku,…….. sekalian dosa aku,…..
Dosa Lahir dan dosa bathin.
Astaghfirullaah al ‘ajiiim,…………………………
Astaghfirullaah al ‘ajiiim,…………………………
Wass.
Damai itu indah
Yang ga bener itu yang ga sholat…, yang ga mau belajar untuk sholat…
Saipul Bahri
selagi kamu yang sholat kamu tidak bakal khusus’ kalau kamu yang di sholatkan itu baru khusu’
SufiMuda
Kalau tidak menemukan pembimbing mungkin saja begitu, menunggu di shalatkan.
edi pb
shalat itu menyembah Allah mas, bila membayangkan wajah seseorang, sambung pada Allah Tuhan semesta alam bisa putus. seperti yg dipraktekkan para penyembah batu dulu, kata mereka, merela tidak menyembah batu, batu tersebut hanya mediasi saja
bascarajaya
assalamu`alaikum wr wb.Kpd anda anda .terhormat yg sdg menebar ilmu lewat dunia maya ini tolong;
-sampaikan dg bhs yg santun shg semua fihak dpt mmrima dg mudah
-tidak saling menyalahkan uraian yg berdasar nas yg qoth`i
– jauhkan diri dari nafsu lawwamah,riya` dll
-selamat menebarkan ilmu dan amal
semoga bermanfa`at bagi kita semua.amin .wassalamu`alaikum wr wb.
Rakhman Toding Rante
ampuuun….ribuuut terus….
INGAT pesan Rasulullah…apabila kau ragu kembalikan pd Al-Qur’an dan Hadist…
selebihnya biarlah Allah SWT yg menuntun…
Khusyu’ ato tidak shalat kita….akan terasa dgn sendirinya…karena Allah SWT yg bisa menilai dan yg sholatlah yg bisa merasakan getarannya….peace ya g usah ribut…malu ma agama laen…
yunus
Bljr sholat bagi pemula tarekat membayangkan wajah Mursyid. Seakan-akan (alam nasut) Beliau menjadi imam sholat kita. Itu kan terus bersambung hingga ke Rasulullah SAW. Dengan syafaat Beliau, kita dapat merasakan sholat yang khusuk. Walahualam bi shoab
SufiMuda
Benar, beriman-imam sampai kepada Rasulullah sebagai Imam dari segala Imam
ajipamuji
Θΐ ingatkan kok malah ngeyel, dikandhani malah ngajari.. Piyeeeeeee to Jane sedulur2 Ku kuabeh iki.. Dikandani ndang golek ono taline, ҝℓσ udah ketemu talinya baru layangan itu bisa naek, ҝℓσ layangan itu dilepas ϑΐ angin kencang tanpa tali yo ilang, mungkin gitu kali Ўªãª perumpamaan Чάπƍ sederhana… Wasalam.. Peace Mas bro semua..
Firdaus
Saya mau tanya bang SM, kalo guru mursyid di daerah Sumenep (Madura) sapa yagh? biar saya tambah mantep belajarnya…….hehehe
sakija
Saya bnyk sekali menimba ilmu dari blog sufi muda ini…saya juga pernah membaca sholat khusuk abu sangkan…saya sangat menghormati keduanya karena punya bnyk ilmu yg dibagikan untuk umat….Jika saja…semua golongan di dalam tubuh islam bersatu…jgn ada kata yg bernada menyalahkan satu sama lain…karena semuanya sungguh memperkaya dan menyempurnakan islam bukankah yg Alloh swt lihat adalah niat. …saling tawadhu…dan sadar kebenaran hakiki hanyalah milik Alloh…kita hanya mengerjakan apa yg kita yakini … Bersatulah Umat Islam…saya yakin akan mengalami kejayaan kembali seperti masa Lalu…Dunia Islam yg sejuk..akan mempercepat keberhasilan Dakwah dan akan lebih memperluas manusia untuk bisa mengenal agama Islam..karena masih bnyk diluar sana yg belum mengenal islam bahkan belum mengenal Tuhan….
sujamak
lu punya solat sesat, apaan dengan lu punya guru murshid, setan boleh tiru. Bal Am bin Bauro bisa sesat juga.
arwam kurniawan
Bener2 bingung . . Pernah saya bertanya kepada paman ku..”trus gmn nasib orang yang belum tau tentang ma’rifat??”..jawab pamanku “tiap diri manusia ada tahapannya” trus kalo lum sampai tahapan ma’rifat dia meninggal dunia??apa masuk neraka??” Jawab pamanku “masalah surga atau neraka itu hak NYA ALLAH SWT,yang penting niat nya beribadah,keikhlasan beribadah,bersyukur dalam setiap keadaan,semuanya yang di perdebatkan orang itu hanyalah CARA,cara bagaimana mendapat ridho dari ALLAH SWT,tetapi tujuannya adalah sama,selama niatnya sama dan tujuannya sama,tidak perlu di perdebatkan,tidak perlu di salahkan,malah orang yang saling menyalahkan itu yang tidak perlu..dan apa tujuan agama??yaitu untuk membangun budi pekerti yang baik.apakah budi pekerti yang baik itu berdebat??kalo sudah menang berdebat trus dapat apa??dapat pujian??kalo dapat pujian bisa terjerumus dalam kesombongan,, astaghfirullah..apakah ini budi pekerti yang baik??
Semoga bermanfaat.
Sava' Ahmad
إهدنا الصراط المستقيم
Jenggot
Assw,
QS 2.45 dan mohonlah pertolongan(kepada Allah) dengan sabar dan
Sholat ,Dan sholat itu sungguh BERAT, Kecuali bagi org-org
yg khusuk.
QS 2.46 Yaitu mereka yang yakin bahwa mereka akan akan menemui
Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepadanya.
QS87.14 Sungguh beruntung org yg menyucikan dirinya(dengan
beriman)
QS 87.15 dan mengingat nama Tuhannya lalu dia Sholat
kesimpulan; sholat khusuk hanya bisa di dapat oleh org yang berkeyakinan sesungguh nya yaitu haqqul yakin dan tahap keyakinan tersebut hanya dapat dilalui oleh org yang melakukan tazkiyatun nafs(tasauf) dengan metode(tarikat)Yg haq Pula .metode pembersihan jiwa oleh kaum sufi adalah dengan dzikir atas bimbingan Mursyd dan diatas syariat yan benar ,mohon maaf atas atas kesalahan. wsss
Jenggot
Ass wb,
dan sholat tanpa adanya pengertian dan penghayatan yang mendalam adalah hambar(expresinya mana),akan terasa lebih syahdu nikmat yang luar biasa jika para pengamal tarekat melaksanakan sholat dibarengi dengan pengertian dan penghayatan tentang bacaan dan gerakan sholat(ente cobain deh Saudara-saudaraku/abang-abang ku tersayang).syariat(Fiqih) tanpa tarikat hendak di bawa kemana,ibarat perahu tanpa kemudi.Tarikat tanpa Syariat(Fiqih) ibarat kemudi tidak ada perahunya,
Kebenaran jika tidak di sampaikan, Allah akan benci.Tapi jika disampaikan dengan cara kurang bijak tidaklah elok,itulah tantangan untuk berdakwah agar bisa diterima oleh semua kalangan,
mohon maaf jika adikmu yang bodoh ini salah dan lancang.
wassalam