Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Mereka Yang Membenci Thariqat

Syekh Naqsybandi QS, pilar utama Tarekat Naqsybandi memberi nasihat kepada khalifahnya, Syekh Ala’ud-Din al-Bukhari QS, “Jangan dengarkan orang terpelajar yang menyangkal tarekat. Jika engkau mendengarnya, maka selama tiga hari Setan akan mengendalikan dirimu. Jika engkau tidak bertobat dalam tiga hari, dia akan menguasai orang itu selama 40 hari, dan jika tidak bertobat dalam 40 hari, engkau akan menerima kutukan selama 1 tahun.”

Kini di masa kita, banyak sekali orang yang menyangkal tarekat. Tinggalkan mereka, jangan berargumen dengan mereka. Mereka seperti Abu Jahal, Rasulullah SAW berkata kepadanya, tetapi ia tidak menerimanya. Kita tidak lebih kuat daripada Rasulullah SAW. (Syekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS)

Single Post Navigation

28 thoughts on “Mereka Yang Membenci Thariqat

  1. yudistira on said:

    a ‘uzubillahiminasyaitanirrazim…

    belindung kepada ALLAH … dari godaan abu jahal cs.
    🙂

  2. PenGembara on said:

    sungguh sangat malang bagi yang tak mendapat petunjuk
    mari saudaraku., kita berlindung dari siksaan dan kutukan..

  3. Mereka yang belum mengerti tentang islam akan melihat Islam itu secara luarnya, akan tetapi mereka yang telah mempelajari islam secara HAQ tentunya akan mengerti kejalan (thariqat) yang benar. Dan jika ada yang membeci jalan itu sama dengan dia membenci ISLAM yang sebenarnya…

    sama dengan MUSUH utama yang harus dihancurkan
    sama dengan Abu Jahal yang selalu disebut dalam Al-Qur’an

    jika ada yang telah membuat amandemen kebencian terhadap tarekat…
    mari kita MAJU …. menghancur kan musuh itu………..

  4. malangnya orang yang membenci thariqat karena inilah jalan satu-satunya menuju surga

  5. QA management on said:

    membenci Thariqat….berarti membenci jalan menuju Allah…benarkah sufimuda? 😦

  6. sufimuda on said:

    Benar, karena Thareqat Naqsyabandi itu terbitnya dari Pada Allah SWT dan dari padanya diturunkan kepada Rasulullah SAW dan daripadanya diturunkan kepada kesekalian Guru pemegang amanah Rasulullah SAW sampai kepada Maha Guru yang terakhir.
    Tali Allah tidak akan putus, dari sanalah kita berhubungan langsung dengan Allah SWT.

    Thariqat, dibawa oleh Para Kekasih Allah SWT, membenci ajaran para Kekasih Allah otomatis membenci Kekasih Allah dan membenci Kekasih Allah sama dengan ……

  7. banditjahil on said:

    setuju 😉
    tapi.. tarikat itu seperti apa dan dimana? apakah hal tersebut hanya sebuah pemikiran?
    maaf saya bertanya karena memang tidak mengerti, tanpa maksud menyinggung

    • ini lho pekerjaan orang yang bertarikat, orang yang bertarikat itu mempunyai salah satunya amalan dizikir, zikir di mulut, zikir di hati,yang cenderung untuk diistiqomaahkan untuk diamalkan dengan cara yang didapatkan dari guru yang diangkat oleh kakek guru dan seterusnya sehingga secara sadar atau tidak seseorang yang bertariqot itu akan selalu berzikir kapan saja tidak hanya dalam shalat/sehabis shalat. anda hanya tau rasanya gula ketika anda sudah mencicipinya, sehingga ketika akhir hayat insya Allah hanya orang yang terbiasa zikir yang akan tetap zikir karena hatinya sudah berzikir secara otomatis.
      Ala bizikrillahi tatmainnal qulub.
      Yaa Ayyatuhanfsul mutmainnah irjii ilaa rabbika …..
      dicoba aja tapi hati-hati memilih guru.

  8. QA management on said:

    berarti…merugilah orang2 yg membenci Thariqat yah 😉 sinonim membenci Allah yah?? 🙂

  9. Saling mengingatkan akan kebenaran dan kesabaran adalah tugas kita semua… jangan ada kebencian diantara kita. mengkritik, menasehati,memperingatkan bukan berati membenci…

  10. Mata Hati on said:

    Setiap kata ada maknanya, makna kata keluar dari rasa sang pembicara , artinya boleh kita saling kritik, menasehati, memperingati, tapi apakah semua itu di ikuti oleh rasa ingin membangun atau dengan rasa benci? kita kembalikan ke masing2 personal.
    Pendek kata… apapun yang terjadi dan siapa pun yang menentang THARIQAT ini, yang rugi adalah mahluk yang menentang itu sendiri. TANPA KRITIK,NASEHAT, PERINGATAN dari mahluk, JALAN THARIQAT ALLAH akan MAJU TERUSSSSS

  11. saya tidak membenci Thariqat, tetapi menafikkan dunia adalah jg suatu kedholiman. sampai dg saat ini, Thariqat saya lihat adl org2 yg berzikir di masjid tanpa kenal waktu.bukannkah doa kita adal ‘robbana atina fidddunya hasanah wa fil aqiroti hasanah’ ya alloh berikan kebaikan di Dunia dan di Akhirat.kita adl kholifah di muka bumi ini.negra barat sdh sampai ke bulan dan menemukan teknologi2 yg paling mutakhir,masa bs kita bersaing dg mereka dg hanya dzikir di masjid dan berharap keaajaiban akan terjadi.seharusnya kita malu pd negara2 barat yg bukan islam,tp mereka lebih maju daripada kita.
    wallohu a’lam

  12. sufi muda:’Thareqat Naqsyabandi itu terbitnya dari Pada Allah SWT dan dari padanya diturunkan kepada Rasulullah SAW dan daripadanya diturunkan kepada kesekalian Guru pemegang amanah Rasulullah SAW sampai kepada Maha Guru yang terakhir.’

    maaf,klo nurut saya tanpa mengurangi rasa hormat, ini sudah bentuk ‘arogansi’ jamaah.karena seakan2 yg tidak ikut thareqat anda adl sesat dan tak pantas di surga. betapa tdiak adilnya Alloh klo cm jamaah anda yg benar.
    maaf ya!!!
    wallohu a’lam

    • adityajason on said:

      surga adalah tujuan, tujuan perlu ujian, ujian adalah dunia. Sebelum Putus Nyawa dari Badan belum lah tahu nasib manusia di neraka atau di syurga, termasuk para salik sekalipun.
      Kecuali orang-orang telah Mendapat Kemulyaan Disisi-Nya.

      Kawan2 yang bertariqat, berhati-hatilah memberikan penjelasan, kalau sekira penjelasan hanya menjadi sesuatu yang makin membingungkan, baiklah ditahan.

      • jika masih memandang syurga sebagai balasan bermakna masih memandang amal. Sedangkan thariqat tidak memandang amal. Semua mengikut redha Allah. Maaf cakap sama seperti orang bekerja mahu dibayar upah. Maaf kekadang thariqat itu tegas.

    • bertarekat on said:

      1) perintah berthoriqoh adlah perintah Allah, bukan perintah guru/mursyid, tetapi adalah perintah Allah.
      QS: 46:30
      QS:4:168
      QS:72:16

      2)KEYAKINAN DENGAN ILMU ADALAH WAJIB, berkeyakinan thd thoriqot yang di ikuti sampai kepada Rasulullah adalah Wajib diyakini,

      3) thoriqoh ini banyak jalur, tetapi semuanya bermuara kepada Rasulullah, blog ini adalah blognya thoriqoh Naqsyabandiya Buya Kadirun Yahya, jadi punya haq dong nulis apapun, yg thoriqoh yang lain silahkan membuat blog sendiri. gitu aja kok repot.

      4). Semua jalur Majelis Thoriqoh Harus JUJUR, Terhadap Kebenaran Sanad silsilah Keilmuannya.

      5) semua jalur majelis Thoriqoh harus JUJUR JUGA, terhadap Akhir Mata pelajaran dari sang Guru/mursyid,
      apakah mursyid tersebut hanya bisa Talqin?, Mimpin Suluk? mimpin Tawajuh?, atau bahkan sudah dapat Keputusan Kaji sebagai Mursyid Kamil Mukamil?,
      kuncinya harus jujur dan tau bagaimana memposisikan sesuai Maqom/tingkatannya tanpa kepentingan pribadi.

      DEMI UMAT RASULULLAH…

  13. gus Sufimuda saya mau tanya….sekarang Thoriqoh Naqshabandi Haqqani yang di Amerika membuka baiat lewat Internet bagi yang belum diberi kesempatan bertemu dengan Yang Mulia Sulthonil Awliya Sayyidy Syaikh Muhammad Hisyam Al Kabbani Al-Haqqani…menurut gus Sufimuda bagaimana ?

  14. MEREKA MEMBENCI KARENA BELUM TAHU, MUDAH-MUDAHAN MEREKA DIBERIKAN PETUNJUK

  15. semoga kita segera dibukakan “mata hati”nya sehingga kita bicarapun nantinya dengan “kata hati”…

  16. sufimuda on said:

    =============================================
    gus Sufimuda saya mau tanya….sekarang Thoriqoh Naqshabandi Haqqani yang di Amerika membuka baiat lewat Internet bagi yang belum diberi kesempatan bertemu dengan Yang Mulia Sulthonil Awliya Sayyidy Syaikh Muhammad Hisyam Al Kabbani Al-Haqqani…menurut gus Sufimuda bagaimana ?
    ==============================================
    Mohon maaf pertanyaannya baru bisa sufimuda jawab sekarang.
    Dalam tradisi Thariqat yang namanya bait itu mesti langsung bertemu antara murid dan Guru Mursyid atau dengan Khalifah Guru Mursyid yang telah diizinkan untuk mentalkinkan zikir…
    Selebihnya saya kurang paham, yang saya tahu seorang Guru Mursyid itu tidak perlu murid akan tetapi murid lah yang memerlukan Guru.

  17. sufimuda on said:

    =============================================
    sufi muda:’Thareqat Naqsyabandi itu terbitnya dari Pada Allah SWT dan dari padanya diturunkan kepada Rasulullah SAW dan daripadanya diturunkan kepada kesekalian Guru pemegang amanah Rasulullah SAW sampai kepada Maha Guru yang terakhir.’

    maaf,klo nurut saya tanpa mengurangi rasa hormat, ini sudah bentuk ‘arogansi’ jamaah.karena seakan2 yg tidak ikut thareqat anda adl sesat dan tak pantas di surga. betapa tdiak adilnya Alloh klo cm jamaah anda yg benar.
    maaf ya!!!
    wallohu a’lam
    ==============================================
    Saya tidak mengklaim yang tidak ikut thariqat tidak masuk syurga, cuma Allah ber firman dalam Al-Qur’an,
    “…..Barang siapa yang disesatkan tidak ada seorang Wali Mursyid pun memberi petunjutk…”
    artinya orang yang tidak mempunyai Pembimbing Rohani (mursyid) digolongkan oleh Allah sebagai orang yang sesat.
    Masalah syurga urusan Allah, lagian orang sufi beribadah bukan untuk berebut kapling surga kok 🙂
    berbadah semata-mata karena mengharapkan Ridho-Nya.

    Kita tidak bisa mengukur keadilan Allah dengan logika kita, kalau kita mau kritis apa adil Allah yang menelantarkan orang2 di Negara komunis, tidak pernah bersentuhan dengan agama, trus kalau mereka masuk neraka siapa yang salah? siapa yang tidak adil?

    Berusahalah untuk tidak mengukur keadilan Allah, Dia Tuhan Maha Adil, jadilah hamba yang baik

  18. Allah ada dimana-mana,di dunia dan di akhirat,Allah bisa dilihat di dunia dan di akhirat dan Allah selalu bersama kita

  19. yudistira on said:

    ===============================================
    saya tidak membenci Thariqat, tetapi menafikkan dunia adalah jg suatu kedholiman. sampai dg saat ini, Thariqat saya lihat adl org2 yg berzikir di masjid tanpa kenal waktu.bukannkah doa kita adal ‘robbana atina fidddunya hasanah wa fil aqiroti hasanah’ ya alloh berikan kebaikan di Dunia dan di Akhirat.kita adl kholifah di muka bumi ini.negra barat sdh sampai ke bulan dan menemukan teknologi2 yg paling mutakhir,masa bs kita bersaing dg mereka dg hanya dzikir di masjid dan berharap keaajaiban akan terjadi.seharusnya kita malu pd negara2 barat yg bukan islam,tp mereka lebih maju daripada kita.
    wallohu a’lam
    ==============================================

    salam mas ridho……
    yang mas lihat itu tariqat mana tuh……..
    ya… emang sih tariqat seperti itu ada, contohnya dikampung halaman saya…..
    yang ikut tariqat itupun orang-orang yang sudah bau tanah, heeeeeeeee, alias sudah tua maksudnya.
    ya …. kalau gitu wajar donk ….

    tapi tariqat yang saya jalani sekarang ini justru kebalikannya mas ridho.
    GURU saya justru menganjurkan murid2nya untuk berpacu dalam mengejar dunianya….tanpa meninggalkan akhirat tentunya…..

    peace:-)

  20. terserah,mau namanya tharekat a sampai z.yang jelas Allah sudah berfirman bagaiman caranya sekali lagi caranya kita mencintai Allah,dan rasul juga sudah mengajarkan umatnya bagaimana cara mencintainya.jadi ada etika dalam beribadah.maksud kita cinta tapi Allah dan Rasul gak suka sama Aja bohong.kita aja kalau di cintai sama seseorang pasti memilih seseorang yang mengungkapkan caranya dengan yang kita suka.bayangin aja kalo ada orang mengungkapkannya teriak-teriak di tengah orang banyak apa kita gak malu.beribadah itu selain ikhlas harus benar.apalagi komentar di atas bahwa thariqat inilah sebenar-benarnya islam.berarti islam menurut anda gak sempurna dunk,kalo yang saya fahami thariqat,sufi itu lebih mencintai imamnya daripada Rasul sendiri.naudzubillah.semoga kita selalu diberi hidayah oleh Allah.amin.apakah anda tau arti dari shalawat yang selain di anjurkan oleh Allah dan Rasulnya?apakah anda tau memjang foto2 yang anda anggap imam kata rasul seperti orang yahudi?

  21. happy hell on said:

    Copy paste komentar diatas dikit:
    apalagi komentar di atas bahwa thariqat inilah sebenar-benarnya islam.berarti islam menurut anda gak sempurna dunk,kalo yang saya fahami thariqat,sufi itu lebih mencintai imamnya daripada Rasul sendiri.
    ———————————————————————-

    HUAhuahuahuahuahuahuahua…
    Sudah jelas-jelas salah paham, masih aja komentar sok tau panjang lebar.
    Bang sufimuda,, apa ini yang dimaksud oleh nasihat pada artikel diatas?
    Kalo iya, waaaaa,, terlanjur donk..

  22. Hanya orang kaji kuno yang lebih faham sepeti Syatriyah. Malah Thariqat ini yang terdahulu sampai ke Aceh dan Pariaman. Yang lain aku tak tahu. Sama tapi tak serupa.

  23. manusia memeng macem2.ada yg sesat dan sedikit yg selamat,hiadayah ada padaNya.gk usah banyak komentar.yg jelas Islam itu hanya satu. dan menyangkut semua aspek.di luar itu bohoong

  24. Apakah thariqah naqshabandi haqqani ini hanya untuk orang2 dijakarta dan dijawa saja ????? karena dikalimnatan tidak ada mursyidnya yg membaiat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: