Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

SURAT UNTUK ALLAH

SURAT UNTUK ALLAH

(Izinkan Aku Mencium-MU sekali saja)

Ya Allah ya Rahman Ya Rahim…

Dari depan Mihrab-Mu nan suci dan agung, izinkan aku menulis surat ini sebagai rasa kerinduan tanpa batas aku pada-Mu, sebagai ganti pertemuan terakhir kita disaat aku berziarah kepada-Mu dalam istana yang Maha Indah, Istana yang seluruh makhluk dimuka bumi mencarinya, tapi hanya segelintir orang-orang pilihan yang Kau izinkan singgah disana, terima kasih yang tak terhingga atas karunia ini, Engkau izinkan diri hina dina ini tuk menatap wajah agung-Mu, dalam Istana-Mu, dalam Surga-Mu. Setiap kali kita berjumpa, Engkau selalu meyakinkan aku dengan firmanMu: “datanglah pada-Ku, kaki kiri hapus dosa dan kaki kanan bikin pahala”. Tuhanku… bukan aku tidak mau dosaku dihapus, tapi aku malu, amat malu, setiap kali Engkau hapus dosa, setelah aku meninggalkan istana-Mu, kembali aku melakukan dosa yang sama. Bukan pula aku tidak ingin derajatku naik di dunia dan akhirat, sungguh tidaklah pantas aku menerimanya, aku hanyalah debu kecil di telapak-Mu, hanyalah setetes air didalam samudera-Mu yang Maha Luas, Engkau izinkan aku menatap wajah-Mu saja sudah merupakan karunia yang tidak bisa ku balas walau dengan nyawa sekalipun.

 

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim…

Saat Engkau berikan aku cobaan, teramat berat dan menyakitkan, pernah aku ingin lari dari takdir-Mu, meninggalkan semua rencana-rencana yang telah Engkau firmankan kepadaku, pernah aku setengah kesal dengan-Mu, ampuni aku wahai pemilik kasih, ampuni kejujuran ini dan tanpa ku sampaikan melalui surat inipun Engkau Maha Mengetahui. Setelah semua badai kehidupan berlalu, barulah aku tersadar bahwa seburuk apapun kemalangan menimpa masih jauh lebih indah jika masih beserta-Mu.

 

Ya Allah Yang Maharahman dan Maharahim, yang senatiasa membentangkan tangan-Nya pada waktu malam agar bertaubat orang yang melakukan kesalahan di siang hari, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari agar bertaubat orang yang melakukan kesalahan dimalam hari, terus dan terus hingga matahari terbit dari barat. Ampuni aku yang belum bisa mencintai-Mu, sebagaimana Engkau yang senantiasa menghadirkan cinta dan pengampunan. Yang tak mampu menghadirkan tangis kerinduan, sebagaimana tangisan dan kerinduan Muhammad di Jabal Nur. Yang tak mampu melamunkan-Mu, sebagaimana kekhusukan Imam Ali yang mengalahkan datangnya maut.

 

Ya Allah Yang Maharahman dan Maharahim,

izinkan aku untuk terus bisa berkunjung ke istana-Mu,

izinkan aku untuk bisa mengenal para kekasih-Mu agar aku bisa ikut mencintai mereka karena Engkau pernah berfirman: “mencintai yang Aku cinta maka Aku cinta”.

Izinkan aku untuk bisa bergaul dengan sahabat-sahabat-Mu agar aku bisa terus merasakan getaran cinta-Mu lewat mereka.

 

Ya Allah Yang Maharahman dan Maharahim,

Ajarkan aku cara mencintai-Mu

Ajarkan aku untuk menyayangi-Mu

Ajarkan aku mengasihi-Mu,

Aku ingin wahai junjunganku Engkau merasakan setiap getaran yang ku kirim disaat malam pekat, dengan linangan air mata dan rasa bersalah nan teramat dalam.

 

Ya Allah Yang Maharahman dan maharahim. Ampuni aku yang untuk pertama kalinya menulis surat untuk-Mu, terlalu sibuk akan dunia yang tiada berguna ini, ampuni aku kalau surat ini tidak ada perasaan cinta dan hambar saat Kau cicipi, mungkin juga cintaku masih gombal kepada-Mu

 

Ya Allah Yang Maha Rahman dan Maharahim. Aku bermohon pada-Mu, jika saatnya tiba, izinkan aku membaca surat-surat-Mu lagi, izinkan aku menulis sepucuk surat terakhir kalinya untuk-Mu. Mungkin surat cinta, bisa jadi surat kerinduan, dan tak mustahil lamunan-lamunan kegilaanku pada-Mu. Sungguh, jika saatnya tiba, ijinkan aku mencium-Mu sekali saja.

 

 

Sembah Sujudku pada-Mu

 

 

Sufimuda

 

 

 

Single Post Navigation

92 thoughts on “SURAT UNTUK ALLAH

Navigasi komentar

  1. Asl.

    Subhanallah, mengingatkan kita pd Sang Maha Pecinta. nice posting.

    salam kenal mas. salam persahabtan slalu, sy link ya

  2. aria7x7 on said:

    Bagaimana caranya bisa merasakan cinta sedahsyat itu?

  3. sufimuda on said:

    salam kenal juga t mas alex, Dalam paradigma kaum Puritan (al qaeda, salafi, wahabi, dll), hubungan manusia dengan Tuhan bersifat formal dan berjarak, hubungan kaku antara Yang Superior dan yang inferior. Tuhan harus ditakuti dan ditaati, dan ketakutan akan balasan Tuhanlah yang menentukan kesalehan sejati. Puasa, Shalat, dan seluruh ibadah dilakukan agar mendapat syurga dan takut akan Neraka, tidak ada gambaran keindahan sedikitpun mengenai Tuhan, Waktu saya kecil ketika ditanya tentang Tuhan, saya cenderung menatap langit karena saya yakin sekali bahwa Tuhan itu bersemayam disana. Apakah memang demikian? Sufimuda ingin menampilkan Tuhan dalam pendekatan humanistik, penuh nilai2 kemanusiaan, karena DIA merupakan perbendaharaan yang tersembunyi yang ingin dikenal oleh seluruh makhluk, itulah gunanya DIA menciptakan makhluk. Dalam sebuah Hadist Qudsi Allah berfirman: “Telah Ku ciptakan rupaKu sebagaimana rupa hambaKu”, itulah alasan kenapa Rasulullah SAW wajahnya tidak bisa ditiru oleh Syetan karena dalam wajah beliau telah ada unsur2 Ketuhanan, ada Zat dan sifat Allah SWT disana. Namun demikian Nabi tetaplah seorang manusia dan Allah tetaplah Tuhan yang Maha Agung, tidak ada unsur “bersyerikat” disana maka Allah mengancam jangan mensyarikatkan Nya. Ibarat kabel listrik, tentu amat berbeda dengan Listrik, akan tetapi jika ingin kita mengetahui bentuk listrik tentu cukuplah kita melihat kabelnya karena listrik ada dalam kabel tersebut. Bagai mana bentuk air? dia akan mempunyai bentuk seperti wadah yang ditempatinya, kalau di dalam gelas ya seperti gelas. Maka nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Barang siapa melihat aku niscaya dia telah melihat AL-HAQQ”. Analogi dengan kata gelas: “barangsiapa melihat aku niscaa dia telah melihat hakikat air”.

    Pahamilah Tuhan dari sudut kemanusiaan, dari sanalah kita akan memperoleh kebenaran hakiki.

    Salam kembali t Alex dan aria 7×7

  4. kang4roo on said:

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SITUS “Leoxa.com”
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

  5. mata_hari on said:

    doanya keren..
    tp ternyata penjelasannya
    JAUH LEBIH KEREEEN LAGI !!..
    gimme more.. 🙂

  6. dinda on said:

    🙂
    Amiennnn

  7. sufimuda on said:

    🙂

  8. salam kenal mas
    terima kasih atas artikelnya

  9. sufimuda on said:

    Trimakasih kembali, kalau mas Din punya artikel tentang tasauf jangan segan2 ya kirim ke sufimuda@gmail.com, biar sufimuda tmbah meriah, seru en rame 😀

  10. abc547 on said:

    klulah diizinkan ingin ku aminin selalu setiap helai doa. yang dikasihiNya. sadaqta..sadaqta…sadaqta

  11. suara langit on said:

    setiap tanah adalah karbala,setiap hari adalah asyura

  12. sufimuda on said:

    setiap langkah adalah kasih-Nya

  13. TUHAN….
    bila dengan surat dapat ku kirimkan pada MU.,
    tentu dapat ku melihat MU.,
    walau ku tahu.
    jangan kan daku TUHAN… Musa pun tak mampu melihat MU..

    TUHAN…
    bila dengan surat dapat ku kirimkan pada MU…
    tak mustahil daku bertemu dengan MU…

    TUHAN…
    tak ku pelajari zak MU, karena mustahaq MU…
    ku hanya ingin titisan cinta dari MU dengan titisan ilmu cinta..
    walau daku seorang penggombal cinta…
    walau daku tak dapat berkorban tuk mencintai MU..

    TUHAN….
    daku malu atas cinta dan kasih sayang yang ENGKAU… berikan

    TUHAN…
    sungguh syahdu akan lanyutan irama kasih MU..
    indah terasa rasa sayang MU… tak dapat kulupakan
    terbuai rasa daku dalam dekapan MU…

    TUHAN..,
    terimalah sujudku pada MU…
    walaupun daku seorang penggombal

    salam tuk sufi muda., dan saudara-saudara ku sekalian..

  14. sufimuda on said:

    Duhai Musafir kelana…
    Lembah mana lagi yang mau kau selami
    Bukit mana lagi yang hendak kau daki
    AKU tidak di sana…
    AKU tidak di Gereja.
    tidak di Mesjid
    bukan pula dalam biara
    Jangan kau cari aku di Ka’bah
    Sungguh AKU tidak akan betah
    Jangan kau paksa mencari aku di Mesjid
    Sungguh engkau hanya jumpa dengan granit
    Jangan kau merasa aku di Biara
    engkau hanya berjumpa dengan berhala
    Hambaku, jangan engkau temui aku di gereja
    nanti kau akan kecewa, aku tidak disana

    AKU ada dalam diri hamba-KU, ada dalam dirimu..
    bukankah telah KU sampaikan dalam kitab-KU,
    “Tidak memuat zatKu antara bumi dan langit, yang memuat zatku hanya hati mukmin yang lembut lagi tenang”
    Masih kah dikau mencari aku dimana-mana?
    Berapa umur yang kau punya?
    masihkah kau memasuki 72 Sekte itu?
    Carilah Mukmin itu wahai hambaKu
    carilah Mukmin itu…
    Carilah Mukmin itu
    carilah….

  15. anggun on said:

    chk.. ckh.. ckh..
    keren banget, seumur hidup baru x ni gue baca surat ‘tuk Allah?!?
    tq sufi muda,
    menurut gue blog ini unique, cool en bla bla bla
    kalau boleh tau sufimuda co apa ce ya?
    ya Tuhan… moga2 aza co 😉

  16. the blues on said:

    realy nice post.
    benar surat yang mengandung power yang teramat dahsyat didalamnya.
    sungguh melambangkan hubungan yang tak berbatas antara makhluk dan khalik.
    TUHAN sungguh aku merindukanMU…
    ingin aku berada di SISIMU selalu dan tak beranjak.
    ampunilah aku yang teramat hina dan penuh dosa ini…
    Surat ini benar2 ungkapan yang teramat sederhana namun begitu sempurna.

    terima kasih SUFIMUDA…!

  17. SubhanALLAH., nice post

    “surat yang sangat indah”

    by the way ni sufi muda puitis banget, dari komentar-komentar di sini saya lihat ada berbalas pantunnya,

    salam kenal buat saudara-saudara ku, dan tentu buat sang sufi muda… !

  18. sufimuda on said:

    mudah-an kita bisa terus diberi kesempatan berkirim surat kepada-Nya, melalui Shalat, zikir dan perenungan kita, sungguh Dia amat Pengasih Penyayang, Maha Lembut, Maha Mendengar jeritan hati yang paling halus sekalipun dan Maha Segala-galanya, Allahu Akbar!
    Salam kenal juga, mari kita tempuh jalan kepada-Nya,
    yang udah nyampe mari bersujud dalam rumah-Nya,
    yang sudah berjumpa mari kita menikmati keindahan wajah-Nya,
    yang sudah sayang mari wujudkan kerinduan kita kepada-Nya.
    yang sudah cinta mari kita serap cinta-Nya agar bisa kita mencintai-Nya sesuai keinginan-Nya.
    yang sudah kasih…… no comment lah 🙂
    mari kita berabdi kepada-Nya dengan sebenar-benar pengabdian.

  19. abi…..:)
    aldo kangen
    surat cintanya keuren abiiiiz

    😉

  20. sufimuda on said:

    😉

  21. CINTA yang sperti ini memang mahal….
    tak ada tandingannya….
    andai saja harganya berupa emas segunung…
    maka akan ditukarlah gunung emas itu…
    lainsyakartum laadziidannakum….
    bersyukur atas cintaNYA itu bagaimana caranya sih??
    ada yang tahu ga??

  22. sufimuda on said:

    Ya cinta yang teramat mahal, yang harus ditebus dengan derita…
    harus melewati Maqam Taubat dan
    harus melewati Maqam yang amat sulit dan menyakitkan yaitu MAQAM KEHINAAN.

    Sungguh cinta kepada Allah tidak ada bandingannya dengan apapun,

    Menatap wajah-Nya membuat seluruh badan bergetar,
    Rindu kepada-Nya membuat hati melayang dan jiwa terbang…

    Tak ada yang bisa mengobati rinduku kepada-Mu

    Kalau aku sanggup menahan semua derita-Mu bagaimana mungkin aku bisa sanggup berpisah dengan-Mu

    Sobat…
    Maha Guruku pernah berkata tantang Cinta kepada-Nya,
    “TAK ADA DERITA ATAS NAMA CINTA”

  23. Adinata on said:

    Tuhan, Sufimuda tlah membantu ingatan hamba akan kenikmatan saat memandang wajahMu.
    Menggugah kehinaan hamba yang sangat sombong ini.
    Menampar kelemahan hamba yang selalu beralasan saat mengemban tugasMu.
    Tuhan, mohon bukakan hijab hamba dan ikhwan2 yang mengunjungi blog ini, agar kami semua dapat dengan jelas dan pasti menyembahMu.
    Agar kami tidak lagi mempersekutukanMu dengan citra dalam benak kami.
    Deraskanlah anugrah ilmuMu pada sufimuda khususnya dan pengunjung blog ini juga, agar jiwa-jiwa kami dapat lebih sering lagi tersiram dan terselamatkan dari dahaga akanMu.
    Tuhan, ijinkan hamba turut berkunjung keistanaMu …………… lagi.

  24. sufimuda on said:

    Getaran cinta hanya bisa dirasakan oleh sang pecinta
    Getaran Rindu hanya bisa dirasakan oleh sang Perindu
    Getaran Tuhan hanya bisa dirasakan oleh Hamba-Nya
    Hamba-Nya yang berhati Lembut lagi tenang sebagai wadah tempat Nur Ilahi bersemayam..

  25. Masya allah…
    Hambamu ini ingin menangis!

  26. Rindu Damai on said:

    Kapan sufimuda tulis surat untuk Allah lagi?
    kami pengen membacanya 🙂

  27. budikv on said:

    wow……

  28. BISMILLAHIRROCMANNIRROCHIM
    YA ALLOH BUKAKANLAH PINTU HIJAB UNTUK SAUDARAKU……..INI…………….
    BUKANKAH DIA YANG ENGKAU KEHENDAKI
    BERILAH KEBENARAN ATAS SANGKAANNYA PADAMU ………YA ALLOH

    WAHAI SAUDARAKU MASUKKANLAH DIRIMU KEPADA SAMUDRA YANG TIADA BERTEPI
    DI MANA HANYA ADA SATU YANG TUNGGAL
    HIASILAH WAJAHMU DENGAN SINARNYA
    RENGKUHLAH………
    RAIHLAH………
    MENYATULAH……………

    YA ALLOH TERIMALAH HAMBAMU YANG BERSERAH
    TERIMALAH DIA SEBAGAI TAMU YANG AGUNG BAGIMU

    SESENGGUHNYA DIA MENINGGALKAN YANG FANA
    DAN MEMASUKI YAMG BAQO’
    .
    SELAMAT SAUDARA KU SUFI MUDA
    TIADA YANG INDAH SELAIN DIA ( HU ALLOH)
    ALLOHU- -HUALLOH

  29. sufimuda on said:

    Amin… Amin… Amin…
    Ya Rabbal ‘Alamin

  30. sufimuda.I.Luv.You on said:

    thats why i Love YOU so..

  31. Orang Macazzart on said:

    Aku sungguh iri dengan dgn apa yg telah didapatkan oleh Sufimuda, sungguh beruntung engkau bisa merasakan kerinduan pada-Nya…, sungguh beruntung engkau dapat merasakan cinta-Nya… wahai kawan amalan apa yg telah kau lakukan tuk bs meraih itu semua …?

  32. moonlight on said:

    do’a yang indah..
    melebihi indahnya matahari terbit dan terbenam..
    melampaui indahnya bulan purnama yg terang benderang..
    do’a yang menyejukkan hati..
    sesejuk embun pagi..
    membasuh setiap helai daun yg kering..
    sekering jiwa ku ini…
    terimakasih sufimuda…

  33. Surat yang romantis banget, jadi terharu…..

    Sufi Muda:
    Semoga Pemilik Bumi dan Langit ikut terharu ….

  34. Rindu Damai on said:

    Sufimuda…
    Cuma Anda yang berani menulis surat untuk Allah sebagai wujud rasa cinta kasih kepada-Nya…
    Ditunggu surat berikutnya 🙂

    Salam Damai

  35. Suratnya indah… Namun terkadang ketika keimanan kita sedang turun karena berbagai hal, perjalanan jadi terasa berat…. 🙂
    Padahal intinya sih cuma harus lebih banyak istighfar dan bersyukur…..

  36. andaikan aja sufi muda co yg msh single q brhrp qt bs brjodoh
    walau tdk di dunia mgkn di alam rohani qt bs ktmu

Navigasi komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: