Coba disimak doa sesudah azan :
Ya Allah, Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan, berilah kepada Nabi Muhamad s.a.w. wasilah dan keutamaan, dan bangkitkanlah ia pada tempat yang terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan… (HR. Bukhari).
Maknanya siapun yang ingin menegakkan Shalat harus terlebih dahulu menemukan WASILAH, menggabungkan rohaninya dengan Rohani Rasulullah sehingga tercapailah Shalat yang Khusyuk dan benar-benar shalat menjadi media untuk Mikraj bagi orang beriman.
Shalat yang khusuk (Rohani yang shalat tersambung dengan rohani Rasulullah yang selalu beserta Allah) akan memberikan “Power” bagi siapapun yang melaksanakan dan benar-benar bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar seperti yang dijanjikan dalam al-Qur’an dan menjadi kunci kemenangan dunia akhirat karena di dalam shalat tersebut akan terjadi dialog langsung antara hamba dengan Tuhannya dan inilah kunci kekuatan Islam Mulia Raya yang tiada tolak tandingnya,
Kaum orientalis (musuh Islam yang mempelajari Islam untuk merusak dan menjatuhkan Islam) mengetahui sumber kekuatan Islam ini, yaitu hubungan yang kuat secara zahir bathin antara ummat dengan Rasulullah dan hubungan ini berusaha diputuskan secara pelan-pelan lewat agen-agen yang menyusup kedalam Islam dan mengkampanyekan gerakan anti Tasawuf untuk melemahkan Islam dari dalam. Orientalis berhasil mempengaruhi orang Arab sehingga dari Arablah muncul aliran yang menentang Tawasul, Rabithah dan traidisi ibadah dalam Tasawuf yang sudah ada sejak zaman Nabi dan diperlihara serta dipertahankan oleh para sahabat dan para ulama selama ribuan. Dengan dalih ingin menegakkan Tauhid, maka dihancurkan situs-situs bersejarah Islam yang dianggap bisa menjadi tempat praktek-praktek ibadah yang mengarah kepada perbuatan syirik.
Kaum orientalis menyelidiki kunci keberhasilan kekhalifahan Islam yang tidak pernah kalah dalam perang karena meraka begitu mencintai sunnah Nabi dan mencintai ulama pewaris ilmu Nabi, hubungan kecintaan dengan Nabi bukan sekedar hubungan secara zahir semata tapi juga secara bathin. Para Nabi dan Para Wali tidaklah mati, mereka hidup disisi Allah, karenanya sampai akhir zamanpun kuburan Nabi dan Wali tetap akan memberikan berkah kepada siapapun yang menziarahinya. Inilah yang dipertahankan oleh ummat Islam selama 1300 tahun sampai datang kelompok baru yang muncul di arab berusaha menghilangkan tradisi ini. Ada kecemburuan dari ummat lain melihat Islam begitu lengkap dan terjaga peninggalan2-peninggalan sejarahnya sehingga mereka berusaha menghilangkan sehingga ummat Islam terpisah dengan sejarah masa lalunya.
Gerakan anti Tasawuf yang berpusat di Arab Saudi melakukan kampanye besar-besaran keseluruh dunia dengan dana kampanye yang luar biasa besar berasal dari minyak telah berhasil mempengaruhi sebagian besar ummat Islam yang awalnya hampir seluruh dunia menolak paham anti Tasawuf ini. Dikuasai dua kota suci umma Islam, Mekkah dan Madinah ikut membantu kampanye mereka karena orang mengganggap praktek ibadah yang dilakukan di dua kota suci tersebut yang paling benar. Gerakan ini sepintas lalu sangat manis nampaknya karena mereka mengajak kembali ke Al-Qur’an dan Hadist dan kembali kepada cara beragama zaman Rasulullah padahal yang terjadi sebenarnya adalah mereka menghilangkan mata rantai Islam yang telah terbangun ribuan tahun sehingga Ummat Islam dipaksa memahami Al-Qur’an dan Hadist menurut pemikiran mereka.
Ketika Teknik berhubungan dengan Allah berupa Wasilah ini dihilangkan oleh sebagian besar ummat Islam (karena dianggap sebagai perbuatan syirik) maka muncullah cara beragama yang kasar dan kaku hilang dari nilai-nilai mistis yang menjadi sumber kekuatan ummat Islam. Timbul sikap tidak toleran kepada orang yang berbeda pemahaman dengan mereka dan ini memang sengaja diciptakan oleh musuh-musuh Islam untuk menyerang Islam dari dalam. Ummat ini tidak menyadari bahaya aliran yang menyerang Tasawuf dan mensejajarkan tasawuf dengan aliran2 sesat yang memang sengaja diciptakan oleh mereka.
Tidak cukup itu saja, orientalis bahkan menciptakan Tarekat-tarekat palsu yang silsilah (jalur keguruan) tidak bersambung kepada Rasulullah dan juga menulis buku-buku kajin tasawuf yang tidak standar sehingga masyarakat semakin “ngeri” melihat Tasawuf.
Tasawuf dengan teknik wasilahnya bukanlah pilihan bagi ummat (memakai atau tidak memakai), ini adalah hal yang WAJIB di ambil agar ummat Islam tidak terus terperosok ke jurang yang dalam. Ummat Islam harus bangkit dengan membawa Api Islam berupa cahaya Allah dalam hidup sehingga kemanapun dia berada akan menjadi Rahmat bagi seluruh Alam. Ummat Islam jangan menjadi buih di lautan yang terombang ambing tanpa pengangan karena tidak lagi berpegang kepada Tali Allah (Wasilah).
Kita hidup di zaman yang sudah akhir, dan menyatukan Ummat Islam dalam satu pemahaman adalah hal yg mustahil karena Nabi sendiri sudah memprediksikan tentang perpecahan ummat ini dalam hadist Beliau. Yang bisa kita lakukan adalah saling menghormati diantara sesama kita bukan saling menjatuhkan atau menghancurkan saudara sendiri. Prinsipnya sangat sederhana, siapapun yang mengakui Allah sebagai Tuhan dan Muhammad sebagai Rasul maka dia adalah saudara kita, perbedaan-perbedaan dalam memaknai Al-Qur’an serta hadist adalah hal yang wajar dan bukan menjadi penghalang bagi kita semua untuk bersatu.
Bagi anda yang selama ini sangat membenci Tasawuf, segeralah bertaubat dan pelajari tasawuf dengan benar dari sumber-sumber yang bisa dipercaya bukan dari orang-orang yang membenci Tasawuf agar anda mendapat informasi yang benar. Saya termasuk orang yang awalnya sangat membenci Tarekat dengan segala praktek ibadahnya, syukur Alhamdulillah akhirnya Allah memberikan hidayah sehingga saya bisa mendapatkan ilmu Tarekat yang benar dan lewat Tarekatlah saya mengetahui hakikat Tuhan dan mengetahui hal-hal yang selama ini menjadi misteri dalam hidup.
Kita semua memimpikan ummat yang SATU, KUAT dalam TALI ALLAH sehingga rahmat Allah akan selalu tercurahkan kepada kita semua selebat hujan yang turun dari langit karena itu mari kita akhiri sikap saling membenci dan memusuhi diantara kita semua. sMOGA Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang menyatukan kita sebagai ummat yang saling menyayangi dan mencintai dan hati kita dengan lapang menerima perbedaan-perbedaan sebagai bagian dari Rahmat dengan demikian ummat Islam akan kembali jaya sampai akhir zaman, amin ya Rabbal ‘Alamin…
Filed under: Tasauf Ditandai: | Sufi, wali Allah, Wasilah

asa.w.w.bangda,adinda mau nggasi saran,gimana kalau di rubik ini dibuat,rubik tentangvidio,gambar,lukisan hasil karya sari para sufi muda,khususnya para ikhwan dari KIBLATUL AMIN 2,seperti vidio adinda ini “keajaiban Allah SWT ” yang baru saja adinda upload di situs you tube,itu saja bangda,adinda tak tau mau komen apa lagi.Tetap semangat dalam puja pujinya…………….wass………………………
Alhamdulillah..ALLAH memberi petunjuk melalui tulisan2 bang SM. Hingga merubah cara pandang saya terhadap tassawuf Doa kan saya ya bang agar dipertemukan sama guru mursyid..
Ditambah zikir kali ya..?
Salam,
http://dsatria.wordpress.com/2012/02/15/salamworld-com-jejaring-sosial-dari-turki/
Aminn
Segala Puji bagi Alloh Azza Wazala sang penghapus duka dan sholawat serta salam semoga tercurah kepada manusia tebaik Muhammad S.A.W, semoga anda sufi muda mau berkenalan dengan aku yg bodoh ini
Kebodohan itu:adalah menentang sesewatu yg kita tdk tahu atau blm tahu.
Ya ALLAH….terus bimbinglah kami di jalan lurus Mu, yaitu JALAN-JALAN yang Engkau Ridhai, bukan jalan-jalan yang Engkau murkai dan SESAT. Aamiin….. Al-Fatihah……
Betapa indahnya persatuan umat, jika mereka mengetahui lebih dalam tentang Islam dalam naungan kalimat tauhid, yg bukan hanya sekedar di mulut saja tetapi sdh menyatu dalam jiwa. Tidak ada lagi saling hujat-menghujat,saling bunuh membunuh sesama muslim. Semoga Alloh SWT…memberikan ampunan dan ilham kepada saudara2 ku semua..seiman, sebangsa & se tanah air….wassalam
Aku berlindung kepada Allah dari perbuatanku yang buruk serta dari ibadahku yang ujub, Syukur Alhamdullilah kepada Bang Sufimuda serta rekan2 disini yang banyak bertutur kata secara bijak.
Saya bertanya, mungkin bang sufi muda ato rekan2 tahu, dimana saya dapat dialog secara online, bagi mereka yang mendalami ilmu Tasawuf
Alhamdulillah ………
Ilahi Antamaksudi Waridhaka Mathlubi, salam satu tiga.
ada sebuah keganjilan bagi saya ketika sholat itu haruslah menghadirkan sosok wasilah (siapapun namanya). bukankah kehadiran hati dikala kita sedang menghadap kepadanya melalui bacaan dan ayat2 Qur’an yang terdapat didalamnya tidakkah cukup menghantarkan kita untuk mi’raj ke hadiratNYa.
Bagaimanakah mungkin sosok Alloh yang maha tinggi tak berbatas dan luas tak berujung tergambarkan dalam sosok seorang guru ataupun rosul ketika kita sedang sholat. Sedang menghadap kepada siapakah kita tatkala kita sholat? Alloh kah? ataukah sosok lain yang dianggap teramat suci hingga mampu mengantikan kedudukanNya, menggantikan wajahNya yang Maha Indah.
Sungguh teramat ringan engkau menjelaskan Nur Muhammad seperti itu, padahal kedudukannya sangtlah tinggi dan hanya segelintir manusia dia awal hingga akhir zaman yang mengetahui sebenarnya tentang NUr Muhammad itu.
Berhati2lah dalam mengejar sebuah hakikat, karena dimensi kedekatan dengan Alloh itu sungguh teramat panjang perjalanannya dan sangatlah rawan akan talabusy Sayathin didalamnya. Kesucian dan kesensitifan diri merupakan modal awal dalam perjalanannya.
Kalaulah memang dibenarkan menghadirkan sosok seorang mursyid bagi seorang murid dikala menghadap Alloh SWT, dan seorang mursyid akan membayangkan gurunya lagi dan begitu seterusnya hingga sampai kepada Rosululloh lalu wajah siapakah yang Rosululloh SAW harus hadirkan dikala sholatnya sebagai wasilah apakah Malaikat Jibril Sebagai guru beliau dan wasila beliau dalam menerima wahyu dari Alloh SWT?,
Di alam ini semuanya mempunyai lapisan termasuk ilmu. SIlahkan menyelami lapisan2 tersebut agar sampai kepada kebenaran Hakiki, salam
segala puja dan puji hanya milik Allah
tulisan pian sangat menambah wawasan ulun yang tidak tahu apa2 ini
salam kenal
justru anda yg menafsirkan qur’an dan hadits dg selera anda.. apakah shahabat,tabi’in,ulama2 besar jg mengajarkan tasawuf? mrk sibuk mempelajari qur!an dan hadits dg pemahaman yg sama tdk spt tasawuf..dari berbagai aliran tasawuf akan bnyk macam ajaran yg berbeda..bahkan ada yg syirik!
Para Sahabat Nabi dan Seluruh Ulama Besar Zaman Dulu adalah pengamal Tasawuf bahkan mereka Guru Tasawuf dan itu fakta sejarah yang tak terbantahkan tapi tentu saja di jidat mereka tidak ditulis kata tasawuf.
Kalau menurut anda ada tasawuf yang syirik, maka carilah tasawuf yang tidak syirik, sederhana kan?
saya sangat ingin belajar Sufi,di mana saya bisa menemukan guru sufi wanita agar lebih nyaman karena saya wanita ?
*selama ini saya belajar sendiri dgn mengumpulkan ilmu dari empat penjuru mata angin,tidak peduli sumbernya dari mana dari Zen sampai OSHO,jika ada yg dekat dgn akar sendiri (islam),maka saya ingin belajar Sufi*
Ass Wr Wb sekedar menanggapi saudari Lia, mohonlah kepada Alloh Swt, agar dipertemukan dengan Guru Mursyid agar dibimbing ke jalan yang diridhoi…
Assalamuaikum.wr.wb.
Saya sangat bersyukur.trnyata ada sebuah artikel yg sangat sejalan dgn pemahanam yg saya anut.
Salam kenal bang SM..
Klw boleh tau bang sm tarekat apa ya
Wa’alaikum salam..
Salam kenal juga, semoga silaturahmi kita diberkahi oleh Allah SWT.
Saya pengamal Tarekat Naqsyabandi..
Subhanalloh….kl udah mengetahui gol kanan,kiri dan tengah/lurus maka “bertasbihlah”….
apa benar kalo belajar ilmu sufi bisa puluhan tahun
Bismillahirromanirrohiem Ass Wr Wb, mohon maaf ikut nimbrung saudara2, Salam kenal buat Sufi Muda, saya secara pribadi salut sama sufi muda yang semangat dan aktif membuat blog dan ajang silaturahmi rekan2 umat Islam dengan Pemimpin Utama Baginda Rasulullah Muhammad SAW, mohon ijin untuk memberikan ulasan sepotong kalimat tak kenal maka tak sayang, ini untuk menanggapi Saudara kita yang masih ganjil dalam sholatnya menghadirkan sosok seorang guru mursyid / pembimbing lantas guru pembimbing ke guru-gurunya sampai kepada Rosululloh lalu wajah siapakah yang Rosululloh SAW harus hadirkan dikala sholatnya sebagai wasilah apakah Malaikat Jibril Sebagai guru beliau dan wasilah beliau dalam menerima wahyu dari Alloh SWT?,
Untuk (Maaf) Orang awan pada umumnya mengartikan bacaan dan kadang memaknai dalam sholatnya kalau yg dilakukan bisa menenangkan hatinya maka hal itu bisa dilakukan, seperti pada kekalifahan Sayidina Umar Bin Khattab ada seorang yg cepat sholatnya maka ditegur oleh Khalifah agar sholatnya tidak terlalu cepat, lantas orang tersebut menuruti anjuran khalifah, akan tetapi malah tidak tenang sholatnya, maka orang tsb mengadu ke Khalifah akhirnya Khalifah mempersilahkan orang tersebut sholat dengan cepat, untuk saudara2 yg bertarekat yg mempunyai guru mursyid dalam hal Robitoh/membayangkan guru dalam sholatnya maka guru mursyid tersebut menyampaikan kepada Alloh SWT bukan kepada guru-gurunya atau malaikat, mudah2an bermanfaat…salam
Ass Wr Wb Tarekat (jalan) dengan Ilmu tassawuf nya sejak diciptakannya Nabi Adam As sudah bertarekat (tassawuf), ketika Nabi Adam As dan Nabi Hawa disatukan maka diperintahkan oleh Alloh Swt membaca Kalimat Syahadat, dan hal ini merupakan wasilah kepada alloh sebuah pelajaran yang diberikan kepada Nabi Adam dan Nabi Hawa As, Kalau rasulullah Muhammad SMudah2an bermanfaat