Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Pendapat Imam Al Ghazali Tentang Pentingnya Mursyid

Bergabung dengan kalangan sufi adalah fardhu ‘ain. Sebab tidak seorangpun terbebas dari aib dan kesalahan kecuali para Nabi. (Imam Al-Ghazali)

 

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’I dikenal dengan nama Imam al Ghazali lahir tahun 450 H/1058 M di propinsi Khurasan Irak. Beliau mempunyai daya ingat yang kuat dan bijak dalam berhujjah sehingga digelar sebagai hujjatul Islam. Diantara banyak karya tasawuf yang beliau karang yang sangat terkenal sampai sekarang adalah Ihya Ulumuddin (Kebangkitan ilmu-ilmu Agama).

Imam al Gahazali pada mulanya bukanlah pengamal tasawuf bahkan beliau tidak begitu mempercayai penomena-penomena kekeramatan yang di alami oleh orang-orang shaleh sampai Allah memberikan petunjuk kepada beliau sebagai mana yang beliau ceritakan berikut yang kami kutip dari buku Abdul Qadir Isa, Hakikat Tasawuf :

Pada awalnya aku adalah orang mengingkari kondisi spiritual orang-orang shaleh dan derajat-derajat yang dicapai oleh para ahli makrifat. Hal ini terus berlanjut sampai akhirnya aku bergaul dengan Mursyid-ku, Yusuf an Nasaj. Dia terus mendorongku untuk melakukan mujahadah, hingga akhirnya aku memperoleh karunia-karunia ilahiyah. Aku dapat melihat Allah dalam mimpi. Dia berkata kepadaku, “wahai Abu Hamid, tinggalkanlah segala kesibukanmu. Bergaullah dengan orang-orang yang telah Aku jadikan tempat untuk pandangan-Ku di bumi-Ku. Mereka adalah orang-orang yang menggadaikan dunia dan akhirat karena mencintai Aku.” Aku berkata, “Demi kemulyaan-Mu, aku tidak akan melakukannya kecuali Engkau membuatku dapat merasakan sejuknya berbaik sangka kepada mereka.” Allah berfirman, “Sungguh Aku telah melakukannya. Yang memutuskan hubungan antara engkau dan mereka adalah kesibukanmu mencintai dunia. Maka keluarlah dari kesibukanmu mencintai dunia dengan suka rela sebelum engkau keluar dari dunia dengan penuh kehinaan. Aku telah melimpahkan kepadamu cahaya-cahaya dari sisi-Ku Yang Maha Suci.” Aku bangun dengan penuh gembira. Lalu aku mendatangi Syekh-ku, Yusuf an Nasaj, dan menceritakan tentang mimpiku itu. Dia tersenyum sambil berkata, “Wahai Abu Hamid, itu hanyalah lembaran-lembaran yang pernah kami peroleh di fase awal perjalanan kami. Jika engkau tetap bergaul denganku, maka matahati mu akan semakin tajam.”

Pengalaman Imam Al Ghazali berjumpa dengan Allah dalam mimpi atas bimbingan Guru Mursyidnya menyebabkan beliau sangat yakin dengan ilmu tasawuf yang selama ini tidak menjadi perhatiannya. Pengalaman yang tidak pernah Beliau alami sebelumnya walaupun telah hapal Al Qur’an, ribuan hadist dan berbagai karya ulama-ulama besar. Dan dari keterangan Guru Mursyid beliau ternyata perjumpaa dengan Allah dalam mimpi yang dialami oleh Imam Al Ghazali itu hanyalah fase awal dari perjalanan rohani. Tentu saja pengalaman-pengalaman spiritual yang dialami oleh Imam al Ghazali bisa juga dialami oleh orang lain asal memenuhi rukun dan syaratnya.

Imam al Ghazali berpendapat bahwa sangat penting bagi seseorang yang menempuh perjalan rohani mempunyai seorang Guru Mursyid yang membimbing agar tidak tersesat sebagaimana yang beliau kemukakan :

“Di antara hal yang wajib bagi para salik yang menempuh jalan kebenaran adalah bahwa dia haru mempunyai seorang Mursyid dan pendidikan spiritual yang dapat memberinya petunjuk dalam perjalanannya, serta melenyapkan akhlak yang tercela. Yang dimaksud pendidikan di sini, hendaknya seorang pendidik spiritual menjadi seperti petani yang merawat tanamannya. Setiap kali melihat batu atau tumbuhan yang membahayakan tanamannya, maka dia langsung mencabut dan membuangnya. Dia juga selalu menyirami tanamannya agar dapat tumbuh dengan baik dan terawat, sehingga menjadi lebih baik dari tanaman lainnya. Apabila engkau telah mengetahui bahwa tanaman membutuhkan perawat, maka engkau akan mengetahui bahwa seorang salik harus mempunyai seorang mursyid. Sebab Allah mengutus para Rasul kepada umat manusia untuk membimbing mereka ke jalan lurus. Dan sebelum Rasulullah SAW`wafat, Beliau telah menetapkan para Khalifah sebagai wakil Beliau untuk menunjukkan manusia ke jalan Allah. Begitulah seterusnya, sampai hari kiamat. Oleh karena itu, seorang salik mutlak membutuhkan seorang Mursyid.”

Menurut Imam al Gahazali, pada umumnya manusia tidak bisa melihat penyakit-penyakit jiwa mereka sendiri kecuali orang-orang yang telah terbuka hijabnya dan telah tercerahkan lewat bimbingan Mursyid. Seseorang hanya dapat melihat korotan saudaranya tapi dia tidak bisa melihat kotorannya sendiri. Seorang Mursyid atas karunia Allah mengetahui penyakit-penyakit hati manusia. Oleh karenanya kata Imam Al Ghazali apabila menusia ingin mengetahui penyakit-penyakit jiwanya hendaknya dia duduk dihadapan Mursyid yang mengetahui penyakit-penyakit jiwa  dan menyingkap aib-aib yang tersembunyi. Dia harus mengendalikan hawa nafsunya dan mengikuti petunjuk Mursyidnya itu dalam melakukan mujahadah. Inilah sikap seorang murid terhadap mursyidnya atau sikap seorang pelajar terhadap gurunya. Dengan demikian, Mursyid atau gurunya akan dapat mengenalkannya tentang penyakit penyakit yang ada dalam jiwanya dan cara mengobatinya.

Zaman sekarang orang menyibukkan diri dengan mempelajari ilmu-ilmu yang tidak berhubungan dengan dirinya sendiri dan melupakan tentang ilmu mengenal diri. Tasawuf adalah ilmu untuk penyucian hati dan ilmu untuk mengenal diri agar bisa mengenal Tuhan. Tasawuf bukan sekedar ilmu yang dibaca dan dihapal lalu dipraktekkan menurut selera masing-masing. Tasawuf pada intinya adalah ilmu kerohanian yang membutuhkan seorang Master yang ahli untuk membimbing manusia kepada Tuhan. Dialah Mursyid yang bukan hanya mengatakan bahwa Allah itu Esa dengan segala sifat-sifat-Nya tapi juga bisa mengantarkan muridnya langsung bertemu dengan Allah sebagaimana pengalaman Imam Al Ghazali diantarkan kehadirat Allah oleh Guru Mursyidnya.

Saya selalu bersyukur kehadirat Allah SWT atas karunia-Nya yang tidak terhingga dengan diperkenalkan saya dengan salah seorang Auliya-Nya. Beliau lah yang membimbing saya kehadirat Allah SWT menemukan cahaya dalam kegelapan hati. Tanpa Mursyid, sungguh saya hanyalah seorang hamba baca yang merasa tahu tanpa bisa merasakan apa-apa.

Semoga Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim akan selalu mengekalkan kita dalam karunia-Nya bersama dengan kekasih-Nya di muka bumi, memberikan kesempatan untuk terus menyaksikan keindahan wajah-Nya, mengizinkan kita untuk terus mendengar firman-Nya yang Maha Menggetarkan. Semoga!

 

 

Single Post Navigation

197 thoughts on “Pendapat Imam Al Ghazali Tentang Pentingnya Mursyid

Comment navigation

  1. SAPIHITAM on said:

    Dimana itu bang buan ???

  2. terima kasih kawan!

  3. bambang on said:

    tlg info tntg mursyid di mojokerto jatim.syukron,

  4. Imdeathnow on said:

    Maaf Koreksi jika salah _

    bkan kah Al Imam Al Ghazaly di penghujung Hidupnya , meninggal kan Tasawuf _

    berdasarkan literatur yg saya baca Imam Al Ghazaly meninggalkan Tasawuf , dan Kembali ke Al Qur ‘an dan Sunnah

    wassalam _

  5. abuaghis on said:

    untuk imdeathnow
    diliteratur mana anda mendapatkan bahwa imam ghazali meninggalkan tasawuf. tolong sebutkan nama kitab dan penulisnya. sebab jika kita membaca sebuah kitab kita harus lihat siapa penulisnya, apa kecenderungan dan fahamnya? semua itu penting untuk melihat hasil pendapatnya. apalagi kalo hanya sumbernya adalah kata orang, berarti kita telah membuat fitnah thdp seseorang dan menjadi penyebab orang yang membaca atau mendengarnya akan mengatakan hal yang sama. akhirnya kita masuk kategori fitnah murokkab. fitnah di atas fitnah. berhati-hatilah akhi..

    • Benar Abuaghis,
      Saya sampai sekarang belum pernah menemukan referensi yang menyatakan Imam Ghazali meninggalkan tasawuf.
      Bahasa, “meninggalkan tasawuf kembali ke Al Qur’an dan Hadist” ini agak rancu. Seolah-olah tasawuf tidak sesuai dengan Al Qur’an hadist.
      Saya sepakat dengan Abuaghis, kita harus hati2 terhadap informasi ini.

      • blax blaxan on said:

        berhati2 itu emang baik tp berprasangka baik trhdp semua mkhluk itu lebih baik,bi idznillah.
        kita ambil hikmahnya saja dr kisah diatas tuan…,

      • Assalamualaikum saudara-saudara mukminin,.

        Diriwayatkan juga tentang al-Ghazali, ketika di akhir hayatnya, beliau telah mempelajari hadith al-Bukhari dan Muslim dan menghafalnya dari Abu Sahl Muhammad Abdillah al-Hafsi dan mempelajari Sunan Abi Daud daripada al-Qadhi Abi al-Fath al-Hakimi al-Tusi (sila lihat Tobaqaat al-Subki 4/110). Al-Syeikh Safar al-Hawali di dalam salah satu kuliahnya menyebut bahawa al-Ghazali ketika akhir hayatnya telah kembali kepada hadith Nabi saw dan beliau mati dalam keadaan kitab Sahih al-Bukhari berada di atas dadanya (sila lihat http://www.alhawali.com), ini semua sebagai syarat dari al-Ghazali yang ia telah meninggalkan fahaman-fahaman yang jauh dari panduan al-Sunnah dan kembali kepada al-sunnah dengan mempelajari hadith-hadith Nabi saw.

        Di antaranya sabda Rasulullah s.a.w.:

        “Telah terpecah orang-orang Yahudi menjadi tujuh puluh satu golongan dan terpecah orang Nasrani menjadi tujuh puluh dua golongan. Akan terpecah umatku menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya dalam neraka, kecuali satu golongan.” Para sahabat bertanya: “Siapakah mereka, wahai Rasulullah?” Baginda menjawab: “Mereka adalah orang yang berdiri di atas apa yang aku dan para sahabatku berdiri di atasnya.” (Riwayat Abu Daud)

        • pencari mursyid on said:

          Ini adalah fitnah dari kaum wahabi/salafiyun ketika mereka tidak bisa melawan hujjah dari ulama besar spt Imam Al Ghazali, tidak mampu merubah kitab-kitabnya karangannya, maka mereka melakukan fitnah dengan menuduh sang ulama melakukan tobat. Astaghfirullah… naudzubillahi min dzalik…

          • Imam Al-Ghazali wafat tahun 1111 Masehi sedangkan aliran wahabi muncul di arab saudi tahun 1840-an ciptaan Muhammad bin Abdul Wahab yang dipengarui oleh Orientalis. Jadi lucu kalau orang wahabi menilai ulama yang hidupnya 700 tahun sebelum mereka muncul.
            Kalau tentang fitnah wahabi itu banyak sekali dan cenderung aneh dan tidak masuk akal…
            Mudah2an Allah melindungi ummat ini dari gerakan yang nampak bagus diluar tapi busuk di dalam, merongrong agama Islam pelan pelan..

    • guru edy on said:

      kajian diatas saya lihat sedikit infonya namun banyak argunya, argu mengarahkan ttg pentingnya guru muryid yg diluar. coba tanya pada yg diluar maka masih bisa dusta. skrg coba tanya yg didalam, nuranimu maka tak ada dusta. kata Allah swt “ku ilhamkan pada hati manusia bisikan keburukan dan bisikan ketagwaan” ikutilah kata hati yg tagwa itulah sebenar-benar guru mursyid sampai akhir zaman. adapun kembalinya Ghazali pada Qur’an dan Sunnah karena beliau mensyariati, memberikan contoh kepada umumnya muslim yg belum mukmin. syariat tareqat hakekat makrifat kemudian syariat lagi namun bagaikan kekasih Allah sepulang dari Mi’raj

  6. Subhanallah. Mohon izin copas Akhi.

  7. semoga allah senantiasa hadir dan selalu membimbing kita agar kita memperoleh ridhonya.

  8. wew keren tulisanya..ijin ngelink boleh?

  9. benarlah yg mngatakan ”hapal jutaan kitab blm tentu dpt menjadi insan bertambah taqwanya”. Krn klu cuma hapal derajatnya tak lebih deri rak buku atau disket letop yg bisa menyimpan jutaan data.
    Saya adalah pendosa yg bodoh, butuh bimbingan dari mursyid. Tp selama ini karena kebodohan saya, saya menganggap ahli-ahli agama disekitar saya tak lebih dari ”disket”. Hal ini jg bukan sekedar karena kebodohan saya, tapi ditambah pergaulan saya yang jauh dari orang- soleh. Atau mungkin karena kebobrokan hati saya hingga tak dapat mengetahui para hamba-hanba Allah yg sholeh. Bisakah anda membantu mencari tahu seorang wali Allah atau mursyid yg berada di pulau Bangka atau propinsi Banten & sekitarnya???

  10. Hamba Allah on said:

    Assalamualaikum saudaraku semua.Menurut pendapat sy,mencari seorang Mursyid yg Kamil Mukamil saat ini adalah KEHARUSAN bagi para penempuh jln rohani ataupun masyarakat umum.Begitupun mempelajari ilmu Tasawuf adalah menjadi bagian yg tdk terpisahkan dr Hakikat untuk menemukan Mursyid yg Kamil Mukamil td.Banyaknya faham2 keagamaan yg menyimpang saat ini,spt wahabi,salafy & zionisme berkedok ajaran kemanusiaan dpt direduksi & dihadang oleh Tasawuf & bimbingan Mursyid yg Kamil Mukamil.Semoga kita semua akan menemukan guru sejati/Mursyid agar dpt meneladani Ahlakul karimah Nabi Besar Muhamad saw,sahabat,ulama2 sholeh.Amiiin

  11. zaman sekarang memang sulit menemukan guru mursyid, tp saya mendapat pesan dari almarhum guru saya salah satu caranya adalah dengan mengistiqamahkan membaca shalawat (dalail, dll) selain Al-qur’an tentunya, maka Tuhan nantinya akan menunjukkan syekh murabbi mursyid, entah secara rohani (bertemu orang shaleh/nabi dalam mimpi/kenyataan) maupun secara fisik.
    So… yg jelas pembimbing kita adalah Rasulullah melalui suruhannya yg nyata dan jelas, maka kerjakanlah: shalat 5 waktu, tahajjud, dhuha dll.

  12. Subagio Al Abiyyu on said:

    Assalamualaikum wr wb, maaf saudara-saudaraku……….. Dalam pencariian guru sudah saya lakukan dari dulu, namun sampai sekarang belum juga ketemu. mohon doanya dari saudara2ku skalian, semoga kita semua selalu dalam lindungan dan bimbingan Alllah SWT. Klo ada info Mursyid di sekitar Martapura, OKU TIMUR tolong di kasih tahu. Wassalam

  13. bila ingin memiliki seorang mursyid maka brjalanlah di muka bumi Allah dg bermunajad kpdNya agar di prtemukan kita dg para waliNya,bukan dg angan2 belaka,karena para wali itu adalah rahasia Allah yg di tempatkan di tengah2 keramaian manusia,tdk ada yg mengenal mereka selain yg di beri petunjuk olh Allah.

  14. Bima widodo on said:

    Keyakinan tdk brbekas dlm prbuatan,bnyk org briman tp tk berakal ada yg berakal tp tak paham,ada yg paham tp tak mmberi tauladan (roda keimanan sdh trgilas oleh masa)

  15. sy kurang faham,mengapa banyak orang cepat menyalahkan orang/faham lain…kenapa mereka mengaku beriman padahal belum mencapai kondisi yg dijelaskan ALLOH SWT dalam surat An-Anfal :2 dan Az-Zumar:23 ?

  16. Kita memang perlu belajar banyak dari para ahlinya. trims sgaringnya.
    Salam

  17. avatar winning on said:

    mohon ijin untuk copas ya Pak… untuk saya jadikan catatan pribadi. makasih

  18. Cinta ku bersandar pada Nya
    Yang memberi Cinta
    Yang mencintai
    Yang Harus diCintai
    Diri ini Hanya lah mahluk yang tak berdaya dan penuh dosa…..
    moga paring i Ridho Dan ampunan Darinya….amin

  19. iphunk on said:

    ngaji dulu baru komment?????????

  20. Mintalah petunjuk kepada Alloh SWT agar kt bs bertemu dg Guru Mursyd yang kamil mukamil. Hanya Alloh lah yg tahu keberadaan beliau. Distiap Zaman ada seorang Wahiduz Zaman/Shultonul auliya/Ghoutsu Hadzaz Zaman (penolong manusia pada zamannya) Bagi manusia yg bertemu dg beliau..sungguh suatu keberuntungan yg sangat besar bagi kehidupannya didunia (baca Kitab Alhikam Syekh Ibnu Atthoillah assakandari). Perbanyak baca Fatiha untuk beliau Ghoutsu Hadzaz Zaman ra dilanjutkan dengan membaca Istighoutsah “Yaa Ayyuhal Ghoutsu Salaamulloh..’Alaika Robbini Bi idznillah..Wanzhur ilayya Sayyidii Binazhroh..Muushilati lilhadhrotril ‘Aliyyah” atau perbanyak “Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh” baik lisan maupun dalam hati. Mohon kpd Rosuululloh SAW agar Alloh SWT memberikan pertunjuk kpd kita dimana beliau berada. Insya Alloh pencarain untuk menemukan Guru Mursyid yg kamil mukamil akan berhasil. Jika sdh bertemu dg beliau wajib hukumnya mengikuti apa yang beliau perintahkan. Sesungguh berguru dg beliau amatlah berat, banyak yg tdk sanggup/tdk lulus. Seperti nabi musa berguru dg nabi Khidir AS. Sangat berat ..karena garapannya adalah hati/jiwa. Kt diajak berperang melawan hawa nafsu kita sendiri. Menundukkan Nafsu yg liar,pongah, sombong, hasad,egois,merasa lbh baik dr orang lain. Diajak tirakat (riadhoh), Sedangkan jebakan2 nafsu sgtlah halus. Tdk akan bs kt mencapai ikhlasul ‘Arifin tanpa bimbingan Guru Mursyid Yg kamil Mukamil ai Ghoutsu Hadzaz Zaman ra. Bagi org2 yg telah menemukan AlGhoust Fi Zamaanihi dan menjadi muridnya, Maka dia akan dihantar menuju Hadhrotulloh..Terbebas dari Hijab Dzulmah (dosa) atau Hijab Nur (Ilmu)..Disinilah pentingnya perkataan Imam Ghozali ra, bahwa memiliki guru mursyid itu wajib hukumnya bagi seorang salik. Sekali lagi bahwa maslh jiwa/hati itu ada ahlinya..sedikit skali ulama yg ahli dibidang ini. kebanyakan yg beredar sekarang ini ulama2 ahli Zhohir saja. Maka wajar jika fatwanya/pendapatnya tdk menyejukkan ummat malah sabliknya. Saatnya kt sempurnakan agma kita dg dua dimensi. dimensi Zhohir & bathin (jiwa)..dg berguru kpd seorang Mursyid Yg Kamil Mukamil, Agar jiwa kt menjadi jiwa yg tenang, yg kembali kpd Tuhannya dg Ridho & di Ridhoi. Amiin (Sungguh Indah Jiwa Orang Yg bertasawuf dibawah bimbingan Mursyd Yg Kamil Mukamil). Wallallohu ‘alam..

  21. anakkambing on said:

    SUDAH KETEMU TATAP MUKA DENGAN GURU MURSYIDPUN BELUM TENTU..DIA BISA MELIHATNYA KALAU MEMANG BELUM DIBERI KARUNIA…….SEPERTI DULU JAMAN NABI…ORANG BISA BERBICARA DENGAN SEORANG NABI TAPI BELUM TENTU DAPAT MELIHAT KENABIANNYA…….KALAU MEMANG BELUM KARUNIA.

  22. assalamu alaikum. bagi saudara2 yg hendak mencari guru yg mursyid, cba jlan2 ke gowa, makasar, sulawesi selatan, krna disana juga trdapat seorang mursyid .

  23. Ping-balik: Pentingnya Mursid | Ulahnya Aska Srg II

  24. Dedi Rizal on said:

    minta tolong dg sangat, saya sedang mencari mursyid daerah mojokerto jawa timur. karena mau benar2 di bimbing untuk mendekat kepadaNya.
    mungkin ada yg pny info??
    contact saya : 085733312350

  25. Ruslianto on said:

    Ass, Saya berharap Bang SM, seharusnya sudah memiliki peta kecil keberadaan Surau-surau Tharekat Muktabaroh,berbagai daerah di Indonesia,……… sehingga hamba Allah seperti Sdr.Dedi Rizal ini permintaannya dapat tertolong, bukankah diantaranya sodara-sodara tsb,….berminat karena membaca artikel SM ?. Hal ini bukankah tindak lanjut dari Visi dan Misi keberadaan Blog (ini).
    Maaf jika saran saya (ini) dianggap kurang paas.
    Wass.

    • Wa’alaikum salam
      Mas Ruslianto
      Kalau pertanyaan tentang Mursyid lewat komentar blog saya memberikan kesempatan kepada seluruh pengunjung untuk memberikan rekomendasi Guru Mursyid mana yang menurut mereka memiliki kriteria yang tepat.
      Kalau pertanyaan diajukan ke email saya maka saya menjawab, memberikan rekomendasi alamat Guru Mursyid atau alamat khalifah dari Guru Mursyid yang bisa di hubungi.
      Dalam Tarekat Tentang Guru Mursyid adalah hal yang sensitif. Pembaca blog ini terdiri dari berbagai jenis tarekat dan tentu memiliki Guru Mursyid yang berbeda juga.
      Kalau saya memberikan rekomendasi salah seorang Guru Mursyid akan membuat pengunjung lain tidak nyaman ketika Guru mereka tidak direkomendasikan.
      Karenanya, kalau mas Ruslianto memiliki rekomendasi silahkan di sampaikan dan saudara lain juga boleh menyampaikan disini.
      Usulan yang sangat bagus jika kita mencantumkan seluruh alamat Guru Mursyid dari Tharekat Muktabarah tapi harus diingat juga bahwa dalam satu tarekat pun mempunyai penerus Mursyid yang berbeda dan ini hal yang sensitif.
      Kalau pendapat saya, orang yang benar-benar mencari dan memang kehendak Allah pasti akan menemukan kekasih-Nya walaupun seribu rintangan menghadang…
      demikian

      • Ruslianto on said:

        Alhamdulillah,..Bang SM, Saya pun tercerahkan dengan jawaban Abangda. harapan saya agar mereka dapat menghubungi lewat email Abangda.
        Wass.

  26. Sgt bijk bang SM, tonggak keberhasilan seseorang dlm ma’rifatullah stlh mllui ikhtiar dan do’a dgn sghx,adlh “menemukan” guru mursyid,ats izin dan karunia Allah swt.Stlh itu,istiqomah dgn washilah yg tlh ddptkan,anugerah dr Allah swt . . .

  27. abeng alparabi on said:

    Aslm…klo tdk kberatan mhn inpo syekh mursyid di daerah bandung jabar.. Jazakumulloh.. abengalparabi@gmail.com

  28. Aslmlkm..mohon rekomendasi mursyid d daerah aceh..trmksh sblm’a..

  29. Ping-balik: Menyembah Ka’bah Bag-2 | SUFI MUDA

Comment navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 14.811 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: