Adab Seorang Murid Kepada Guru (Pertama)

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

 

Salah satu adab seorang murid kepada gurunya adalah tidak melawan gurunya secara lahir dan tidak menolaknya dalam batin. Orang yang durhaka secara lahir berarti meninggalkan adabnya. Orang yang menolak secara batin berarti menolak pemberiannya. Bahkan, sikap tersebut bisa menjadi permusuhan dengan gurunya. Karena itu, dia harus bisa menahan diri untuk tidak menentang guru secara lahir maupun secara batin dan banyak membaca do’a:

“Wahai Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman terlebih dahulu daripada kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun dan Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Hasyr: 10).

Apabila melihat dari gurunya ada sesuatu yang dibenci dalam agama, hendaklah dia mencari tahu mengani hal itu dengan perumpamaan agar tidak menyebabkan gurunya kurang senang kepadanya. Manakala melihat sesuatu aib pada gurunya, hendaklah murid menutupi serat berprasangka buruk terhadap dirinya sendiri dan menakwilkan bahwa gurunya dalam batas agama. Apabila dia menemukan alas an bagi gurunya yang dibenarkan dalam agama, maka hendaklah dia memohonkan ampun untuk gurunya dan mohon agar gurunya diberi taufik, sadar, dan terpelihara. Jangan menganggap gurunya tersesat dan jangan memberitahukan hal itu kepada orang lain. Ketika kembali kepada gurunya pada hari atau waktu yang lain, hendaklah dia menganggap bahwa kekeliruan gurunya itu telah hilang, dan sesungguhnya gurunya telah berpindah ke tingkatan yang lebih tinggi yang belum dijangkaunya.

Kekeliruan terjadi karena kelalaian, suatu kejadian atau pemisah di antara dua keadaan. Karena pada tiap-tiap dua keadaan itu ada pemisah dan kembali kepada kemurahan agama, seperti tanah kosong diantara dua kampong atau halaman di antara dua rumah. Selesai dari tingkatan pertama dan akan memasuki tingkatan berikutnya. Pindah dari suatu kewalian kepada tingkat kewalian yang berikutnya. Dia melepas sebuah mahkota kewalian dan mengenakan mahkota kewalian yang lain, yang lebih tinggi dan lebih mulia. Setiap hari, kedekatan mereka bertambah kepada Allah SWT.

Apabila guru sedang marah dan wajahnya terlihat tidak menyenangkan, janganlah meninggalkannya. Tetapi dia harus memeriksa batinnya, mungkinkah dia telah melakukan adab yang kurang baik terhadap gurunya atau telah melakukan suatu kemaksiatan kepada Allah SWT dengan meninggalkan perintah atau melakukan pelanggaran?. Dia harus memohon ampun dan barutaubat kepada-Nya. Dia juga harus bertekad tidak akan mengulanginya, meminta maaf kepada guru, merendahkan diri di hadapannya, menyenangkannya dengan tidak akan melawannya, menemaninya selalu, dan menjadikannya sebagai perantara antara dia dengan Tuhannya, serta jalan yang akan menyampaikannya kepada-Nya. Seperti orang yang hendak datang kepada raja, sedang raja tidak mengenalinya, maka dia harus berusaha untuk setiap halangan yang menghadangnya, atau mengajak salah seorang yang dekat dengan raja untuk menunjukkan bagaimana caranya dapat berjumpa dengan raja. Dia harus belajar adab dan tata cara bercakap-cakap dengan raja atau hadiah apa yang sesuai untuknya, atau sesuatu yang tidak dimilikinya dan apa yang mesti diperbanyak.

Selanjutnya, dia harus mendatangi istana dari pintu depan. Jangan lewat pintu belakang sehingga nanti akan dicela dan mendapatkan kehinaan serta tidak memperoleh apa yang dia inginkan dari sang raja. Sesungguhnya, setiap orang yang hendak memasuki sebuah istana mesti ada tata cara dan ada pelayan atau petugas yang akan membimbing tangannya atau memberikan isyarat kepadanya untuk mempersilahkan duduk di tempat yang telah disediakan. Dia mesti mengikuti supaya tidak mendapatkan kehinaan atau dituduh sebagai orang yang tidak beradab dan bodoh.

 

Bersambung …..

11 Tanggapan

  1. ya Tuhan bimbing dan tuntunlah Kami ini agar kami tidak bersalahan kepada kekasihMU didunia ini
    Ya Tuhan ajarilah kami cara membahagiakan kekasihMU.
    Ya Tuhan jangan biarkan kami inii dalam kesesatan.

    amin ya rabbal ‘alaimin

  2. Mudah2an kita diberi taufiq untuk mengamalkan ilmu tentang adab kpd guru.

  3. Bimbingan GURU yang sangat di inginkan para murid dan umat seluruhnya… :)

  4. tanpa adab, sukar untuk kita perolehi ilmu yang diredai oleh-NYA…walau ilmu itu kita perolehi namun ia tidak seberkat seperti mana mereka2 yang menjaga adab kepada GURUnya…

    semoga kita tidak lalai dalam beradab kepada GURU kita…

    jadilah murid yang beradab bukan biadap !

    AMPUN BPND…

  5. Ya TUHAN,
    ampuni kami yg selalu berbuat dosa kepada MU..
    Ya GURUKU,
    ajari kami yg selalu bersalahan hadab kepadaMu..
    Ya Sufi Muda,
    bimbing kami yg selalu ingin dekat kepadaNYA..

  6. Trimakasih Tuhan….
    Karena bimbingan Guru, aku menjadi manusia yang lebih baik….
    Tapi ampuni aku Tuhan ….
    Karena aku hanya mengingat Guruku ketika hatiku gundah……

  7. Semakin sering kita megucapkan Terimakasih atas karunia Tuhan maka akan semakin ditambah nikmat dan karunia-Nya…
    Mengingat Guru dikala hati gundah sudah berawal baik, mari lanjutkan mengingat dalam segala kondisi…

    Mari kita perbanyak mengingat Allah SWT karena sesuai dengan firmannya, “ingatlah akan AKU maka niscaya AKU akan ingat akan engkau”

    • @Bang Sufimuda

      Lebih afdolnya firman Allah disertai /dicantumkan nama suratnya dlm Al Qur’an atau Hadits nya…terimakasih

  8. Ya Rosullulloh…
    Betapa sulitnya mendapatkan tali wasilah mu…
    Jangan kan untuk beradab ke pada mu
    Beradab dengan para mursyid pun aku tak mampu
    Yaa Allah…
    Hanya kepada engkau aku memohon pertolongan
    Dari nafsu nafsu ku yang tidak baik.

  9. Terimakasih atas penjelasannya semoga banyak bermanfaat, saya pengen tahu pengertian adab secara harfiah dari alif , dal dan ba.. siapa yang bisa menjelaskan masalah adab secara harfiah didalam ilmu… Tolong Ya…

  10. seorang guru bertanya kepada muridnya : macam mana kalau aku memakan daging babi ? spontan sang murid menjawab : “baru sah guruku”., begitulah kira-kira adab berguru yg baik..,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 13.017 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: