-
TIDAK SEMUA PERTANYAAN MU HARUS KU JAWAB…(2)
Lama saya merenung dan meresapi ucapan Guru saya, kenapa tidak harus dijawab? Kenapa seorang guru membiarkan muridnya tidak menemukan jawaban?. Kemudian baru saya paham, bahwa cara bertanya kepada Guru Mursyid itu berbeda dengan bertanya kepada Guru Syariat. Guru syariat menjawab pertanyaan yang dia tahu sedangkan Guru Mursyid hanya menjawab pertanyaan ketika ada izin dari Allah, ada “tanda-tanda” yang mengizinkan Beliau untuk menjawabnya. Ketika “tanda-tanda” itu tidak ada maka Beliau tidak menjawabnya walaupun Beliau mengetahui jawabanya. Setelah sekian lama berguru akhirnya saya sendiri paham akan “tanda-tanda” tersebut yang merupakan ilmu khusus di dalam tarekat yang tidak semua orang mendapatkannya.
-
TIDAK SEMUA PERTANYAAN MU HARUS KU JAWAB…
Tulisan ini saya buat untuk menjelaskan status di Facebook yang saya update tadi pagi. Statusnya seperti ini : Imam syafii berkata, “Kalau engkau menjumpai ada orang yg menjawab semua pertanyaan yg diajukan maka yakinlah itu adalah orang bodoh“. Imam Syafi’I juga menceritakan bahwa Imam malik ketika diajukan 50 pertanyaan tentang agama, beliau hanya menjawab 10 pertanyaan selebihnya Beliau menjawab dengan “Saya tidak tahu”.
-
Intan
Seorang petani yang berada di desa di balik desa nun jauh disana mendengar informasi bahwa di dunia ini yang paling mahal harganya adalah intan. Intan itu bentuknya berkilau, indah di pandang mata. Intan terpendam di dalam tanah, untuk bisa mendapatkan intan kita harus menggali tanah terlebih dulu. Demikian informasi singkat dan ringkas yang diketahui oleh si petani dan dia se umur hidup belum pernah melihat intan apalagi memegangnya, hanya mendengar cerita dari orang-orang.
-
Mengetahui Aib Diri
Rasulullah saw bersabda,”Jika Allah menginginkan kebaikan bagi seorang hamba, maka Ia akan memperlihatkan aib orang tersebut kepada dirinya sendiri”. Ada beberapa cara untuk mengetahui aib diri. Cara yang paling tinggi adalah duduk di hadapan seorang Syekh dan melaksanakan apa yang diperintahkannya. Dengan begitu, sesekali ia akan menyingkap aib dirinya sendiri, dan sesekali sang Syekh yang menyingkap aib itu, lalu memberitahukan kepadanya. Inilah cara terbaik dan menduduki posisi tertinggi untuk mengetahui aib diri, namun cara ini sangat sulit dijumpai pada masa sekarang ini.
-
Mari Saling Menghargai
Saya membaca ulang tulisan Desember 2012 tentang ucapan-ucapan unik dari tokoh sufi dengan judul Jangan Pernah Menilai Ucapan Orang Yang Jatuh Cinta. Kesimpulan dari tulisan itu adalah “Jangan pernah menilai ucapan orang yang sedang jatuh cinta karena ucapannya tidak bisa dijadikan dasar hukum sebagai benar atau salah. Hanya orang yang tenggelam dalam cinta saja yang bisa memahami ucapan orang yang dimabuk cinta”.
-
Belajar Dari Pohon
Suatu ketika, seorang guru bertanya pada Sang Maha Guru, “Wahai Maha Guru, aku ingin menjadi guru yang sejati bagi anakku, juga bagi murid-muridku. Apakah Maha Guru memiliki pesan untukku, agar setiap kali mengajar aku akan selalu teringat pesan bijaksanamu?” Sang Maha Guru terdiam sejenak. Lalu sambil tersenyum arif ia bertanya, “Apakah kamu pernah melihat pepohonan di sekitarmu?” “Ya, tentu saja,” kata si guru. Sang Maha Guru bertanya kembali, “Apakah kamu benar-benar melihat dan memperhatikan apa yang mereka lakukan?” Si guru menggaruk-garuk kepalanya, “Setahuku mereka diam saja dan tidak melakukan apa-apa.”
-
Orang Hebat
Seorang laki-laki paruh baya, suatu ketika lewat di depan sebuah masjid. Kebetulan di dalam masjid, sedang dilangsungkan tabligh akbar. Seorang Ustad muda, nampak berada di atas mimbar. Dengan menggebu-gebu, Ia menyampaikan banyak hal, salah satunya tentang tema karomah. ”Banyak cerita, para kekasih Allah yang lantaran karomahnya, wali tadi bisa berjalan mengambang diatas air, ada juga yang bisa terbang ke awang-awang, nglempit bumi juga bisa, merekalah orang-orang hebat” tandas Ustadz muda.