• Tasauf

    Rahasia Tetaplah Rahasia

    Ketika saya membuat membuat blog ini menulis tentang tasawuf/tarekat tidak sedikit orang menentang baik dikalangan pengamal tarekat maupun orang yang memang menentang tarekat. Orang yang menentang tarekat dan tasawuf menyerang lewat dalil-dalil dengan begitu yakinnya mengklaim bahwa tasawuf adalah ilmu bid’ah yang tidak pernah diajarkan Rasulullah saw. Perdebatan panjangpun terjadi lewat komentar, email, YM dan ketika saya membuat akun Facebook, perdebatan itu berlangsung. Itulah awal-awal saya memulai blog ini dan pada akhirnya secara perlahan perdebatan itupun berkurang dan mulai terbangun sikap saling menghargai walaupun mereka tidak tetap tidak menyukai tarekat.

  • Tasauf

    Sekilas Tentang Makrifat

    Saya pernah menulis status di Facebook tentang beda ilmu dan makrifat, “ilmu mengenalkan kita tentang Allah sedangkan makrifat mengantarkan kita kepada-Nya”. Mungkin banyak  yang penasaran dimana beda ilmu dan makrifat padahal buku-buku tentang tasawuf/tarekat banyak membahas masalah makrifat sebagai ilmu dan bahkan ada buku dengan judul “ilmu makrifat” atau “Pengantar ilmu makrifat”.

  • Tasauf

    Pentingnya seorang Guru

    “Barang siapa yang menuntut ilmu tanpa bimbingan Syekh (Guru Mursyid) maka wajib setan Gurunya” (Abu Yazid al-Bisthami). Ucapan tokoh besar sufi diatas di khususkan untuk yang berhubungan dengan kerohanian, mistik dimana jika kita belajar tanpa ilmu maka setan akan mudah menyusup dalam setiap ilmu yang kita pelajari. Tidak ada Guru menyebabkan tidak ada yang menegur, membimbing dan mengarahkan agar kita agar tetap berada di jalan yang benar.

  • Tasauf

    Tasawuf Tanpa Tarekat (3)

    Tasawuf Tanpa Tarekat = Teori Tasawuf dari sekian banyak definisi bisa kita persingkat menjadi akhlak yang baik, dengan melaksanakan tasawuf maka akhlak manusia ikut menjadi baik. Rasulullah SAW sebagai teladan kita semua memberikan contoh akhlak yang baik dalam kehidupan Beliau, “Sungguh pada diri Rasulullah terdapat Akhlakul Karimah (akhlak yang baik)”. Dengan membaca karya-karya Tasawuf yang ditulis baik oleh Guru Sufi maupun orang-orang yang ahli tentang tasawuf secara teori mungkin bisa saja membuat perilaku kita berubah, suka menolong orang, rajin beribadah dan sabar dalam segala hal, akan tetapi perubahan itu tidak bersifat permanen tapi hanya sementara, selagi kita membaca dan mengingat apa yang ditulis dalam buku tasawuf saat itu kita menjadi…

  • Tasauf

    HOT GATE

    Judul di atas terilham dari film 300 sebuah film yang menceritakan pertempuran antara pasukan Sparta yang hanya berjumlah 300 orang melawan pasukan Persia yang berjumlah ratusan ribu orang. 300 orang pasukan Sparta berhasil menahan serangan ratusan ribu pasukan Persia dengan menggunakan taktik bertahan di Hot Gate, celah batu sempit dengan lebar sekitar 5 meter dan tentu saja pasukan Persia dalam jumlah besar tidak ada manfaatnya ketika melewati celah sempit itu. Satu persatu pasukan Persia berhasil dikalahkan oleh 300 orang pasukan Sparta. Walaupun 300 pasukan Sparta itu tewas semua tapi heroisme mereka membangkitkan semangat seluruh Yunani dan mereka mengalahkan serta mengusir Persia dari Eropa di Battle of Salamis (480 BC) &…

  • Nasehat

    Hakikat Sakit Seorang WALI ALLAH

      Suatu hari aku berziarah kepada Guruku. Saat itu Beliau sedang terbaring di opname dirumah sakit. Bersyukur sekali dalam kedaan darurat aku di izinkan untuk langsung bertemu Beliau. Aku masih ingat saat itu aku menangis lama melihat Guruku yang selama ini gagah dan sehat terbaring lemah di kamar rumah sakit. Aku masuk kekamar dengan pelan agar tidak mengganggu istrahat Beliau. Beliau melirik ke arahku dan berkata:

  • Tasauf

    Berguru Kepada MURSYID

    1.       Dasar-Dasar Al Qur’an Dan Al Hadits Sebagai manusia yang mendapat tugas mengabdi kepada Allah Swt harus melalui atau menapak jalan untuk mencapai suatu tujuan yaitu berjumpa dengan Allah dan mendapatkan ridla-Nya. Untuk mencapai Allah, hamba tidak berkemampuan, karena dimensi manusia sebagai hamba sangat terbatas. Karena itu, sesuai dengan keinginan Allah Swt, ia menciptakan makhluk perantara sekaligus pengantar manusia untuk mempermudah berhubungan dengan Allah Swt dan mengenalnya dengan baik. Firman Allah dalam hadits Qudsi menceritakan pesisa-Nya di kalangan hambanya sebagai berikut : كُنْتُ خَزِيْنَةً خَافِيَةً فَاَرَدْتُ اَنْ اُعْرَفَ فَخَلَقْتُ الْخَلْقَ فَتَعَرَّفْتُ اِلَيْهِمْ فَعَرَّفُوْنِ Adalah Aku satu perbendaharaan yang tersembunyi, maka inginlah Aku supaya diketahui siapa Aku, maka Aku jadikanlah makhluk-Ku.…