Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

HOT GATE

Judul di atas terilham dari film 300 sebuah film yang menceritakan pertempuran antara pasukan Sparta yang hanya berjumlah 300 orang melawan pasukan Persia yang berjumlah ratusan ribu orang. 300 orang pasukan Sparta berhasil menahan serangan ratusan ribu pasukan Persia dengan menggunakan taktik bertahan di Hot Gate, celah batu sempit dengan lebar sekitar 5 meter dan tentu saja pasukan Persia dalam jumlah besar tidak ada manfaatnya ketika melewati celah sempit itu. Satu persatu pasukan Persia berhasil dikalahkan oleh 300 orang pasukan Sparta. Walaupun 300 pasukan Sparta itu tewas semua tapi heroisme mereka membangkitkan semangat seluruh Yunani dan mereka mengalahkan serta mengusir Persia dari Eropa di Battle of Salamis (480 BC) & Battle of Plataea. Film ini mendapat kritikan keras dari rakyat Iran karena dalam film ini digambarkan Raja Persia sebagai raja Babar dan cerita dalam film ini penuh rekayasa.

Saya tidak membahas film ini secara panjang lebar, yang menarik perhatian saya adalah HOT GATE, celah sempit yang dipakai pasukan Sparta untuk mengalahkan musuhnya. Musuh dalam jumlah besar sekalipun akan terbatas geraknya dan dengan mudah dapat dikalahkan.

Lalu apa hubungan HOT GATE dengan Tasawuf?

Seperti biasanya sebelum menonton film saya selalu berdo’a, “Ya Tuhan, ajari aku dari film yang akan aku tonton ini”. Biasanya kalau dimulai dengan niat baik pasti selalu ada hikmahnya. Saya teringat pesan Guru bahwa segala sesuatu itu tergantung dari niatnya dan kita dapat selalu belajar dari siapapun dan apapun. “Belajarlah dari alam, karena sesungguhnya alam ini adalah ayat-ayat Tuhan” Begitulah nesehat Guru kepada saya.

Tidak ada bedanya dengan berperang melawan syetan, baik setan dalam diri maupun setan diluar diri membutuhkan strategi dan taktik yang tepat agar bisa menang. HOT GATE dalam film itu ibarat kelambu bagi seorang ahli zikir, disanalah dia memulai dan memenangi perang melawan hawa nafsu dan mengalahkan musuh-musuhnya.

Suatu hari Guru saya bertanya :

“Sufimuda, menurutmu mana lebih mudah menangkap musuh di lapangan terbuka atau menangkap di dalam rumah?”

Saya jawab “Lebih mudah dalam rumah Guru”

“Benar, mana lebih mudah menangkap musuh dalam rumah atau dalam kamar?”

Saya jawab “Lebih mudah dalam kamar, Guru”

“Benar”

Kemudian Guru bertanya lagi, “Mana lebih mudah menangkap musuh dalam kamar ukuran 3meter x 3 meter dengan ruangan yang hanya berukuran 1meter x 1meter?”

Saya jawab, “Lebih mudah dalam ruangan ukuran 1 x 1 Guru”

Kemudian Guru berkata, “Tahukan kamu ruangan 1 x 1 yang aku maksudkan?”

Saya jawab, “Mohon ampun,  itu Kelambu tempat zikir,  Guru”

Sambil tersenyum Guru berkata, “Benar anakku, disanalah tempat paling mudah bagimu untuk mengalahkan musuh, dalam ruang yang sempit itu engkau memulai perang. Ikatlah satu kaki musuhmu maka dengan mudah dapat kau menangi peperangan itu.”

Kemudian Beliau bertanya lagi, “Kaki sebelah mana yang akan kau ikat sufimuda?”

Saya jawab, “Sebelah kiri Guru”.

Guru Bertanya lagi, “Bagaimana cara engkau mengikatnya”

Sambil tersenyum saya menjawab pertanyaan Guru, “Dengan mendudukkan kaki yang kiri Guru”.

Beliau tersenyum mendengarnya, kemudian Beliau berbisik ke telinga saya, “Jangan kau lupakan rumus Vini Vidi Vici”

“Saya Guru”

Ketika menonton film 300 saya jadi teringat lagi nasehat Guru tentang cara mengalahkan musuh dalam ruangan yang sempit. Dengan cara itu kita lebih mudah memantau musuh dan musuh sulit mengalahkan kita. Lewat film ini Tuhan mengajarkan kepada saya banyak hal.

Lalu bagaimana kita mengalahkan musuh yang bernama Iblis beserta bala tentaranya yang berumur jutaan tahun, tamat Universitas langit bisa menyerupai apa saja dan sangat berpengalaman. Tidak ada satupun manusia bisa mengalahkan Iblis, Setan dan kawan-kawannya karena dimensi setan itu di atas dimensi manusia.

Yang bisa mengalahkan adalah sesuatu yang dimensinya lebih tinggi dan tentu saja hanya Nur Allah yang bisa menghancurkan setan beserta balatentaranya.

Hakikat zikir tidak lain adalah menggabungkan rohani murid dengan Nur Allah yang disalurkan lewat dada Mursyid yang kemudian oleh sang murid diarahkan kepada musuh, barulah mencapai kemenangan.

Nasehat Guru saya, “Besertalah kamu dengan yang Maha Menang maka otomatis kamu ikut menang, yang ditakuti itu bukan dirimu, tapi rohani Gurumu yang terbit dari Zat dan Fi’il Allah semata”.

Pada hakikatnya yang berzikir itu bukanlah kita sebagaimana Firman Allah dalam Surat Al Anfal ayat 17:

Bukan Engkau (ya Muhammad) yang melontar, memukul, memanah melainkan Aku (Allah)”.

Yang terlihat melontar, memukul dan memanah dalam perang adalah Nabi Muhammad SAW, lalu kenapa Allah mengatakan yang melakukan itu semua adalah Allah? Karena mamang pada hakikatnya seluruh gerak kita itu adalah atas kudrat dan Iradat Allah.

Zikir yang sempurna adalah apabila kita telah mampu hilang (fana) dalam keabadiaan (kebakaan) Allah SWT. Setiap gerak dalam tubuh seluruhnya memuja Allah, aliran darah dan seluruh rambut di badan memuja-Nya, itulah hakikat dari Zikir Kullu Jasad.

Mudah sekali mengucapkan kata fana akan tetapi sangat sulit untuk menerapkan karena sifat dasar manusia itu adalah sombong, angkuh, ingin terkenal dan ingin mendapat pujian dari setiap yang dikerjakannya.

Mari kita perbanyak zikir di HOT GATE agar musuh-musuh dalam terkalahkan dan tentu saja musuh terbesar bukan diluar diri kita tapi dalam diri kita yaitu hawa nafsu yang telah disusupi setan.

Berkat syafaat Guru kita beserta Para Aulia-Nya, Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim berkenan memberikan kepada kita kemenangan di dunia dan akhirat, amin.

Single Post Navigation

19 thoughts on “HOT GATE

  1. Tulisan yang sangat menggugah hati bagi yang membacanya, sangat penuh makna.
    Salam kenal buat Sufi Muda

  2. Salam kenal..

  3. Terimakasih Mas Sufi Muda….

    Salam sejahtera untuk Beliau.

  4. quantumillahi on said:

    Trima kasih bang Sufimuda atas nasehatnya agar kami rajin zikir dan suluk. Kias dari ilmu yang hebat dan luar biasa. Karena rata-rata kami dulu selalu mencari sisi salah di pihak luar, padahal syetan di dalam diri ini masih gede-gede miri-mirip tidak nampak dan wajib diperangi dengan zikir yang terus berkekalan dengan NUR ALA NUURIN YANG MAHA MENANG. Insya allah akan memperoleh kemenangan yang amat MAHA NYATA. Amin amin ya Robbal alamin.

  5. hamba'79 on said:

    Keywordnya…

    “Jangan kau lupakan rumus Vini Vidi Vici”

    Kalau lah berkenan apakah rumusnya itu..wahai Abangda SM..
    Ajarilah saya yang bodoh..tolol dan dungu ini…
    Amiiin…

    ^_^V

  6. Membaca Tulisanmu…..terbuka apa yang tidak aku ketahui sebelumnya..
    Thanks

  7. Purwahedi on said:

    Benar Mas Sufimuda, Zikir Kulbu Jasad yang sebenarnya memang masih sulit saya terapkan. Sering dalam perjalanan pergi-pulang kerja, mulut saya berzikir, tetapi pikiran masih lebih sering nyangkut di pekerjaan.
    Ya Allah ampunilah aku dan bimbinglah diriku. Amin.

  8. abahselatan on said:

    Taktik., dan tekhnik yang sangat luar biasa….. 🙂

  9. Pengenjadisufi on said:

    Hmmmmm memang mantab sekali rumus yang ditunjukkan oleh Guru Mursyid melalui Ayat-Ayat Tuhan(baca:= lingkungan sekitar kita) untuk bisa menghadapi musuh – musuh yang amat NYATA, dan diantara rumus yang di beri yaitu: tidak akan bisa kita anak cucu adam mampu untuk menghadapi syetan yang memiliki dimensi lebih tinggi dari manusia itu sendiri kecuali bersama Nur ala nurrin yang memiliki dimensi yang tidak terhingga…. terima kasih sufimuda sekali lagi saya diingatkan bahwa sebenarnya ketiadaan kita lah kunci untuk bisa bersamaNYA, kalau kita ada maka DIA tiada, kalau kita tiada maka DIA ada… ampuni aku Tuhan.. HambaMu yang kotor bodoh tolol hina ini…

  10. maulana on said:

    semoga Allah menjadikan kita salik yg teguh dalam menempuh jalan menuju marifatullah….
    Amin.

  11. Udah 3 kali nonton film 300 itu, (tadi malam juga) baru sekarang dapat pencerahan.
    Btw, ceritanya mirip perang badar tuh, jangan2 perang badar yang sebenarnya adalah HOT GATE versi tasawuf???

  12. kafilah sufi on said:

    ass. bang SM
    udah lama saya gak ngikuti perkembangan sufi muda sebelumnya saya menggunakan nama ( young sufi ) sungguh sebuah kias yang sangat menakjubkan dan ilmiah, udah bebrp kali nonton 300 termasuk smlm tp ngudeng2 jg terima kasih bang SM kau telah membuka hijabku

  13. Wa’alaikum salam
    Salam Kenal,
    Sangat indah kalau Allah memberikan kelapangan dalam Hati kita, melimpahkan Nur-Nya sehingga dunia bisa terang benderang.
    Ber Guru kepada Mursyid Kamil Mukamil ibarat belajar kepada Nabi Khidir yang berada dalam lautan ilmu yang tidak putus-putusnya.
    Mari kita saling berbagi agar hidup ini semakin indah 🙂

  14. @ sufimuda

    menurut pengalaman saya gak diapa-apain musah bisa teler sendiri kok… hehe.. *sekalian ngetes nick baru* 😎

  15. weitss.. salah – musah -> musuh 😛

  16. wah nick name Siti Jenang baru keren ada TM nya, dah di daftar ke hak paten ya 😀

  17. Pendosa on said:

    Assalamualaikum wr.wb
    Terimakasi Sufi muda, tulisan diatas sangat bermanfaat bagiku,
    … setan telah menyesakan dadaku
    … dosa-dosaku telah mematikan hatiku
    Astagfirullah….
    Hidupkan aku dengan ampunanMu ……

  18. ABHusin on said:

    ……HOT GATE – “300”……

    Itu sejarah lama, tatakala Empayar Parsi masih beragama Majusi, Zoarestar dll. Sekarang sejarah, tamaddun dan peradapan Iran telah berubah. Mereka tahu Iran adalah satu-satunya negara Islam yang kuat dari sudut militeri dan semangat kental perjuangan rakyatnya, yang amat digeruni oleh musuh-musuh Islam. Pihak Barat sebenarnya sudah takut dikejar oleh bayangan mereka sendiri……

    Mereka sengaja buat movie “300” itu untuk provokasi kepada rakyat Iran supaya memberontak membenci pemerintah, memburuk-burukkan imej Islam dan melemahkan semangat perjuangan rakyat Republik Islam Iran…..

    Berbalik kepersoalan Hot Gate – “300”, mengapa mereka gunakan angka “300” itu…??? Kalo dalam ilmu hurufiah “300” itu adalah huruf “Sim”. Kata sesetengah ahli hurufiah, koq dari huruf “Sim” itulah terbitnya istilah “Syaitan”. Sekarang siapakah sebenarnya itu Syaitan..?? Iran kah atau pihak Barat itukah Syaitan…???

    Berbalik semula kepersoalan Syaitan, pada setiap manusia yang bernama Bani Adam, maka adalah itu Syaitan. Apakah Syaitan kita itu juga bersarang dalam itu Hot Gate, yang dikatakan satu kerajaan tetapi ada dua Raja..?? Kata Pak Guru dan mereka tang tahu, Syaitan kita itu nggak bisa dihapuskan, cumaan hanya bisa dilemahkan……

    Bagaimana caranya gue sendiri pon nggak tahu. Itulah yang kita kena bertanya pada abang-abang sufi kita yang udah jauh perjalanan dan banyak pengalaman…..

    …..Wallahualam…..

    Peace / Salam / Damai…..

  19. Gilang Dahlan on said:

    Assalamu alaikum wr.wb

    Salam kenal bang sufi muda..
    Saat abang berkata ” menduduki kaki kiri ” saya jd teringat dalam sholat kita menduduki kaki kiri sebelum salam..
    Apakah ada hubungannya bang sufimuda ?
    Mohon pencerahannya..
    Salam hormat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: