-
Setelah Shalat Subuh (2)
Pagi ini badan saya terasa sudah membaik dan segar kembali setelah selama seminggu lebih kondisinya kurang stabil. Saya merasakan kondisi yang benar-benar segar, setelah selesai shalat shubuh tadi saya teringat untuk mencoba menulis karena sudah sekian lama saya tidak menulis. Tentang shalat subuh saya teringat nasehat Guru, “Tidak ada hakikat untuk orang yang meninggalkan shalat maghrib dan subuh” dan saya belum pernah melihat Guru meninggalkan shalat dalam kondisi sakit sekalipun terutama shalat subuh dan magrib. Tentang menulis, bagi saya menuangkan apa yang saya ketahui dalam bentuk tulisan sudah menjadi kebutuhan dan memberikan perasaan bahagia tersendiri bagi saya. Tanggal 20 Juni lalu saya memaksakan diri dalam kondisi sakit untuk berziarah ke…
-
Khalwat Yang Berubah Makna
Sebelum Muhammad diangkat menjadi nabi, Beliau sering menyendiri di gua hira, bersunyi diri untuk mendekatkan diri dengan Allah, aktifitas ini disebut dengan khalwat. Beliau melakukan khalwat selama 5 tahun, setiap 5 hari 5 malam Beliau turun untuk mengambil bekal, sampai akhirnya Jibril datang menyampaikan wahyu kepada Beliau, inilah titik awal perubahan yang sangat besar dalam diri Muhammad dari seorang manusia biasa menjadi seorang utusan Allah. Kegiatan menyendiri ini kemudian tetap dilaksanakan oleh Nabi tapi tidak lagi di gua sebagaimana yang Beliau lakukan sebelum diangkat jadi Nabi. Beliau melakukan khalwat di rumah di 10 akhir bulan ramadhan, kegiatan ini sering disebut dengan iktikaf sebagaimana hadist yang disampaikan oleh Aisyah. Dari Aisyah…
-
Sabar, Tunggu Waktunya Tiba! (Selesai)
Makrifat bukan merupakan ilmu tapi sebuah anugerah, sebuah pencapaian hasil dari mujahadah hamba sehingga Allah berkenan memperlihatkan keindahan wajah-Nya kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh karena itu makrifat tidak bisa diperoleh dengan hasil diskusi apalagi perdebatan. Makrifat tidak akan pernah bisa diperoleh dengan membaca buku dan meneliti kitab-kitab tasawuf bahkan semakin banyak akan semakin sulit untuk mencapainya.
-
Sabar, Tunggu Waktunya Tiba! (2)
Makrifat itu bukan benda yang bisa diberikan dengan begitu mudah apalagi bisa dijanjikan dengan sekehendak hati. Makrifat akan tercapai ketika hamba terbuka hijabnya sehingga mampu memandang kebesaran Allah SWT. Hijab pada diri manusia tidak lain adalah hawa nafsunya sendiri termasuk hawa nafsu untuk mencapai tahap Makrifat. Lalu bagaimana mungkin seorang hamba bisa mengendalikan hawa nafsunya tanpa melalui mujahadah, perjuangan dengan sungguh-sungguh.
-
Sabar, Tunggu Waktunya Tiba! (1)
Agama adalah sarana bagi manusia untuk mencapai sebuah tujuan yaitu makrifatullah atau mengenal Allah. Ketika Makrifat kepada Allah dicapai maka manusia akan lebih sempurna melakukan pengabdian kepada Allah lewat ibadah dan amal-amal kebaikan yang diperintahkan Allah di dalam agama. Dengan agama manusia akan lebih memahami hakikat hidup dan ketika makrifat dicapai maka tindakan-tindakannya secara otomatis akan selaras dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan Tuhan dalam agama. Sayangnya orang terlalu fokus kepada Agama sebagai sarana atau wadah dan melupakan tujuan dari agama itu sendiri yaitu Tuhan.
-
Bangunlah Dari Mimpi! (Selesai)
Nabi mengatakan bahwa ibadah akan ditolak oleh Allah kalau ibadah itu tidak dilakukan dengan Ikhlas. Bagaimana mungkin ibadah bisa ikhlas kalau dalam hati sanubari masih bersemayam unsur yang menyebabkan hati tidak ikhlas yaitu Iblis beserta bala tentaranya. Selama Iblis dan tentaranya masih bersemayam dalam hati manusia maka selamanya manusia tidak ikhlas beribadah dan ibadahnya akan ditolak. Iblis tidak akan takut dengan bacaan ayat-ayat Tuhan yang diproduksi oleh mulut kita bahkan Iblis sangat fasih melantunkan ayat-ayat Tuhan. Bagaimana mungkin Iblis bisa dilawan, umurnya jutaan tahun, bisa keluar masuk kemana saja bahkan dia bisa keluar masuk ke surga, sedangkan kita???
-
Bangunlah Dari Mimpi (2)
Ketika ruhani diajarkan agama oleh Arwahul Muqadasyah Rasulullah saw yang disalurkan oleh waliyamursyida, maka ruhani manusia akan mampu memandang hal-hal yang selama ini dianggap gaib. Ketika ruhani telah “dihidupkan” maka dia akan mampu mencapai alam Rabbani sehingga hal yang paling gaib sekalipun akan menjadi nyata. Benar ucapan Ali bin Abi Thalib: “Manusia di dunia ini sesungguhnya sedang tidur. Manakala mati, mereka bangun” karena alam setelah kematian menjadi gaib atau abstrak bagi manusia yang sedang hidup, ketika manusia meninggal, alam kubur menjadi nyata dan alam dunia ini akan menjadi alam gaib atau abstrak baginya. Bagi orang yang telah meninggal dunia, alam kubur dengan segala isinya akan menjadi nyata (hidup) dan alam…