-
keikhlasan 36 persen
oleh : Abu Hafidzh Al Faruq Qadha dan qadar adalah salah satu rukun iman yang terpaksa kita hapal ketika SD (sekolah dasar) dulu untuk mendapat nilai bagus pada mata pelajaran agama. Kita mempercayai takdir hidup kita masing masing walau tidak mengetahuinya sehingga setiap peristiwa baik dan buruk kita anggap sebagai takdir baik dan takdir buruk. Kalau tengku (ustadz) di kampung kami mengatakan bahwa ketika manusia hendak dilahirkan kedunia telah ditetapkan terlebih dahulu oleh TUHAN garis hidupnya sebagai takdirnya, jadi apa dia kelak, kapan dan dengan siapa dia kawin sampai kepada kapan matinya. Entah betul atau tidak pendapat tersebut kemudian menjadi perdebatan seru sampai kami SMA (sekolah menengah atas), semisal kalau…
-
Cinta, Celaan dan 3 Nesehat Guru
Mencintai Tuhan tidaklah semudah yang dibayangkan karena setiap cinta pasti membutuhkan pengorbanan. Mencintai gadis yang paling cantik se kampung membutuhkan banyak pengorban baik berupa perasaan maupun harta benda. Sang Gadis pada posisi “yang dipilih” tentu benar-benar menyeleksi dengan baik siapa yang paling cocok dan berkenan dihatinya. Para pemuda sekampung mati-matian merebut perhatian Sang Gadis dengan berbagai cara. Untuk bisa mendapatkan Gadis Pujaan itu bukan hanya harta yang di korbankan akan tetapi juga perasaan dan harga diri. Berapa banyak pengorbanan yang diperlukan untuk mendapatkan Sang Gadis Pujaan. Konon lagi untuk merebut hari seorang gadis yang paling cantik se-kota atau paling cantik di seluruh Indonesia tentu pengorbannya jauh lebih besar.
-
Belajar Dari Kisah Taubat Abu Nawas (2)
Taubat! Kembali ke jalan yang benar, menyesali dengan kesungguhan hati akan segenap dosa-dosa yang pernah ia perbuat, dan juga mengharap sangat akan kemurahan hati Allah untuk bisa mengampuni dosa-dosanya itu. Dan memang seperti itulah, dalam taubat ada suatu pengharapan besar akan kewelas-asihan Allah untuk bisa menerima taubatnya dan untuk bisa memberi maaf terhadap dosa-dosanya. Kepada siapa lagi sang pendosa mengharap pemberian ampun terhadap dosa-dosanya selain kepada Allah, Sang Maha Pengampun. Kepada siapa lagi sang durjana itu mengharap belas kasih untuk menghapuskan dosa-dosanya kecuali kepada Allah, Sang Maha Pengasih?
-
UJIAN SEORANG MURID
Junaid Al-Baghdadi, seorang tokoh sufi, mempunyai anak didik yang amat ia senangi. Santri-santri Junaid yang lain menjadi iri hati. Mereka tak dapat mengerti mengapa Syeikh memberi perhatian khusus kepada anak itu. Suatu saat, Junaid menyuruh semua santrinya untuk membeli ayam di pasar untuk kemudian menyembelihnya. Namun Junaid memberi syarat bahwa mereka harus menyembelih ayam itu di tempat di mana tak ada yang dapat melihat mereka. Sebelum matahari terbenam, mereka harus dapat menyelesaikan tugas itu. Satu demi satu santri kembali ke hadapan Junaid, semua membawa ayam yang telah tersembelih.
-
Hakikat Sakit Seorang WALI ALLAH
Suatu hari aku berziarah kepada Guruku. Saat itu Beliau sedang terbaring di opname dirumah sakit. Bersyukur sekali dalam kedaan darurat aku di izinkan untuk langsung bertemu Beliau. Aku masih ingat saat itu aku menangis lama melihat Guruku yang selama ini gagah dan sehat terbaring lemah di kamar rumah sakit. Aku masuk kekamar dengan pelan agar tidak mengganggu istrahat Beliau. Beliau melirik ke arahku dan berkata:
-
Belajar Dari Taubat Abu Nawas
Dalam Eknsiklopedi Mini Sejarah dan Kebudayaan Islam diterangkan bahwa Abu Nawas sebenarnya lebih dikenal sebagai sastrawan kondang, yang nafas-nafas kehidupannya ia habiskan di Istana Harun Al-Rasyid dengan segala kemewahannya. Dalam blantika sastra nusantara, ia tampil sebagai sosok yang jenaka, cerdas dan kaya dengan humor-humornya yang segar.
-
Surat Imam Al-Ghazali Kepada Muridnya
Anakku… Rasulullah SAW menasehatkan pada ummatnya: “Tanda kemurkaan Allah terhadap hamba-Nya adalah, bila ia tidak mendapat faedah dari hidupnya. Manusia yang umurnya dihabiskan dengan perbuatan-perbuatan yang tidak pantas, tentu akan menyesali perbuatannya. Siapa umurnya yang melebihi 40 tahun, sedang kebaikannya tidak mengungguli keburukannya, maka bersiaplah untuk pergi ke neraka”. Nasehat ini sudah cukup bagi orang yang berilmu.