Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Cinta, Celaan dan 3 Nesehat Guru

Mencintai Tuhan tidaklah semudah yang dibayangkan karena setiap cinta pasti membutuhkan pengorbanan. Mencintai gadis yang paling cantik se kampung membutuhkan banyak pengorban baik berupa perasaan maupun harta benda. Sang Gadis pada posisi “yang dipilih” tentu benar-benar menyeleksi dengan baik siapa yang paling cocok dan berkenan dihatinya. Para pemuda sekampung mati-matian merebut perhatian Sang Gadis dengan berbagai cara. Untuk bisa mendapatkan Gadis Pujaan itu bukan hanya harta yang di korbankan akan tetapi juga perasaan dan harga diri. Berapa banyak pengorbanan yang diperlukan untuk mendapatkan Sang Gadis Pujaan. Konon lagi untuk merebut hari seorang gadis yang paling cantik se-kota atau paling cantik di seluruh Indonesia tentu pengorbannya jauh lebih besar.

Ada persamaan dengan memperebutkan Cinta Ilahi, sosok yang paling Jamal diseluruh alam ini, yang paling hebat dan paling diperebutkan oleh manusia dimuka bumi ini, tentu membutuhkan pengorbanan yang luar biasa. Segenap jiwa dan raga dipertaruhkan untuk mendapatkan dan mempertahankan cinta-Nya.

Pengorbanan terbesar dalam menggapai cinta Ilahi adalah korban perasaan. Tuhan Maha Cemburu dan Dia akan terus menguji hati hamba yang mencintai-Nya dengan berbagai macam ujian, mulai dari pujian sampai kepada celaan.

Ketika hati telah memilih Tuhan sebagai tujuan cinta, maka tidak satu makhlukpun bisa memalingkan perhatian kita dari cinta-Nya.

Rasulullah SAW, yang menjadi teladan dan pemimpin orang-orang yang mengikuti kebenaran, dan yang mengungguli derajat pecinta-pecinta Tuhan, dihormati dan martabatnya diakui semua orang. Akan tetapi ketika Beliau menerima wahyu berupa kebenaran hakiki dan disampaikan kepada manusia kemudian orang-orang dengan sembarang mencela Beliau. Sebagian orang mengatakan, “Dia seorang yang mengada-ada” yang lain, “Dia seorang pendusta” bahkan ada yang mengadakan Beliau sebagai orang gila.

Tuhan Yang Maha Suci lagi Maha Mulia hendaknya diperlakukan dengan sebenar-benar perlakukan dan menyembahnya dengan sebenar-benar perendahan hati dengan perasaan tiada berdaya. Tidak mengherankan, kadangkala seorang penempuh jalan kebenaran yang kaya raya kemudian diambil hartanya oleh Tuhan agar hatinya tetap terus menerus memuja Tuhan dan tidak terpengaruh dan disibukkan dengan harta. Maqam yang tinggi dan sulit sekali untuk capai oleh manusia adalah Maqam “Abid yaitu Maqam Hamba. Bagaimana mungkin kita mengatakan sebagai hamba-Nya sementara kita memperlakukan dia seperti budak kita?

Kita hanya mengerti berdoa meminta kemakmuran sementara tidak bernah berfikir bagaimana cara memakmurkan Dia dan memakmurkan Agama-Nya?

Kita hanya mengerti disenangkan sementara tidak pernah berusaha menyenangkan-Nya?

Kita lebih sering menjadi tuan dari pada menjadi hamba, karenanya kalau diberi sedikit saja kesusahan dengan serta merta kita menyalahkan Tuhan dan kita selalu pada posisi yang benar.

Itulah sebabnya para Sufi zaman dulu lebih memelih menjadi fakir dan berpakaian apa adanya untuk menjaga hatinya tetap mengingat Allah dan mereka tidak memperdulikan celaan dan hinaan orang lain bahkan mereka menganggap celaan itu sebagai ujian cinta.

Di dalam kitab Kasyful Mahjub karya Al-Hujwiri diceritakan suatu hari Syekh Abu Thahir Harami berjalan melewati pasar, mengunggang seekor keledai dan diikuti salah seorang muridnya. Seseorang berteriak, “Ini dia si tua penganut aliran berfikir bebas!” Sang murid yang merasa jengkel Gurunya dihina lalu menyerang orang yang berteriak itu, berusaha memukulnya, dan seisi pasar menjadi gaduh. Syekh itu berkata kepada muridnya: “Jika engkau mau diam, aku akan tunjukkan kepadamu sesuatu yang akan menyelamatkan engkau dari keresahan semacam ini”. Ketika mereka pulang, dia memerintahkan muridnya membawa sebuah kotak yang berisi surat-surat, dan menyuruh sang murid melihat surat-surat itu. “Perhatikan,” kata Syekh kepada muridnya, “Bagaimana penulis-penulis surat ini berkata kepadaku. Ada yang memanggilku Syekh Islam, ada yang menyebut Syekh Suci, Syekh Zuhud, Syekh Dua Tempat Suci, dan seterusnya. Semuanya itu adalah gelar, tidak ada yang menyebut namaku. Aku sama sekali bukanlah gelar-gelar itu, tetapi setiap orang memberiku gelar menurut kepercayaannya mengenai diriku. Jika orang yang tak mengerti dipasar tadi baru saja melakukan hal yang sama, mengapa engkau mesti bertengkar dengannya?”

Hati yang diliputi cinta dan benar-benar mencari Cinta Sejati Tuhan tidak akan terpengarah oleh celaan. Seorang Guru Sufi Agung memberikan nasehat kepada murid yang dikasihinya, “Kalau suatu saat nanti sejuta orang mengatakan engkau masuk neraka, tidak usah kau takut asal jangankan yang SATU itu”. Maksudnya, kalau seluruh manusia ini memberikan penilaian buruk terhadapnya, tidak usah dihiraukan selagi Tuhan masih menyertainya. Guru Sufi Agung mengetahui bahwa kelak muridnya ini akan menjadi penerusnya dan akan mendapat banyak sekali celaan dari sesama murid dan orang lain. Ternyata sang murid kemudian benar-benar menjadi penerus Guru dan menjadi seorang Syekh Besar namun dalam perjalanan dakwahnya tetap saja murid-murid Guru Sufi Agung mencelanya.

Bagi penempuh jalan kebenaran, berusaha untuk tidak memberikan penilaian buruk kepada sesama murid dan kepada orang lain agar hati tidak bersih. Dalam hal ini Guru saya memberikan 2 buah Nasehat kepada saya yang sampai saat ini sangat berbekas di hati sebagai nasehat yang luar biasa:

  1. Jangan kau menjelek-jelekkan orang lain, belum tentu yang kau jelekkan itu lebih buruk dari kamu
  2. Jangan engkau menjatuhkan saudaramu tapi angkatlah saudaramu yang sedang terpuruk. Mencari-cari kesalahan orang lain itu sangat mudah tapi sikap itu tidak disukai oleh Tuhan.
  3. Bicarakanlah Guru mu di tempat yang baik niscaya Tuhan akan membicarakan engkau di tempat yang lebih baik

Single Post Navigation

24 thoughts on “Cinta, Celaan dan 3 Nesehat Guru

  1. 🙂 Tuhan…bukakan lah hijab antara kami dengan Engkau

  2. amiinn

  3. Alif - Ya on said:

    Assalamu’alaikum

  4. bhayhu on said:

    dihancurkan, diremukkan, hingga tak bersisa, tiada daya, tiada kemampuan, hanya Tuhan meliputi diri. dibangkitkan, dihancurkan lagi, hingga tiada lagi cinta, kesukaan, kesenangan, dunia dan warna warni. cuma Tuhan meliputi diri.

  5. kangBoed on said:

    Hidup tanpa Cinta bagaikan sayur tanpa garam… sudah saatnya kita menyadari adanya kita… gerak kita.. langkah kita… perbuatan kita… ada karena CINTA… yayaya karena CINTA dari SANG MAHA PENCINTA… mari berjalanlah dalam CINTA tegakkan spirit ISLAM dalam RAHMATAN LIL ALLAMIN…
    Salam Sayang
    Salam Hormat
    Salam Taklim
    Salam Sejati

  6. SUFI BARU on said:

    Terima kasih abangda Sufi Muda..tulisan di atas telah menyadarkan hamba yang telah lalai dalam hati ini…untuk mengingatNYA….

    DUH…..kangennya dengan BAPANDA GURU….!!

  7. sarung kutak kutak on said:

    entah kenapa lebih enak mencela teman sendiri, entah kenapa lebih senang menjatuhkan saudara sendiri…. apa memang hati ini udah sangat busuk ?? hingga nga ada celah lagi untuk dibersihkAN… terima kasih sufi muda yang telah mengingatkan … aku terlalu banyak menyakiti saudaraku

  8. gotengs on said:

    ass.wr.wb
    abangku….kalau adik boleh memilih gadis….adik milih yang mantan artis aja..,yang sudah suluk ato pulang suluk..pasti deh cantiknya minta ampun..(sebentar…sambil bayangin…) wahhh…gak kuat…!!.
    Mohon ampun Tuhan….!
    nanti adik ajak sang gadis untuk selalu suluk bersama,ziarah bersama, ubudiyah bersama.,agar Sang Maha Cemburu tak lagi cemburu..,begitu sebaliknya bila adik tinggal sang gadis sendirian dirumah melaksanakan tugas kerohanian tak cemburu pada adik.(tapi semua ini kayaknya cuman teori ya abang…)
    sebab saat ini kayaknya Tuhan lagi cemburu sama adik. mohon doanya abangku,semoga adik bisa melewati ujian ini,tapi adik sadar bahwa semua ini salah adik sendiri yang tidak istiqomah melaksanakan ajaran GURU.hingga setan mampu menerobos masuk. doain ya abangku…makasih…
    sejahtera senantiasa bersamaNYA…Amin3x

  9. Tapi terkadang semuanya tak bisa terhindar dari diri kita…

  10. Makasih bang atas nasehatnya. Mmg diri ini lebih suka mencela orang lain.

  11. hamba'79 on said:

    Huff…menerima celaan dengan berbesar hati .. hanya dimiliki oleh manusia yang berjiwa “Besar” juga…

  12. “Kalau suatu saat nanti sejuta orang mengatakan engkau masuk neraka, tidak usah kau takut asal jangankan yang SATU itu”

    T_T ……

  13. kafilah sufi on said:

    ” Izinkanlah hamba yang fakir akan cinta dan kasihMu menikmati kesejukan hati dan cintaMU “

  14. @gotengs:

    masalahnya, apakah diri kita cukup pantas untuk mendapatkan orang yang seperti kita idam-idamkan?

    setiap lelaki ingin bersanding dengan Siti, namun hanya Sang Datuk yang cukup pantas untuk bersanding dengan sang Diva.

    maaf ya numpang lewat azza hehehe…(jadi inget dulu waktu belum dapet jodoh, tiap suluk selaluuuu do’a minta jodoh hehehe – sampe pernah – mohon ampun – kesel sama Tuhan, “koq do’a gue ngga dikabul-kabul yak?” ternyata…setelah dapat…alamakk…sang wanita langsung ngebet mau sulukk…mohon ampun kami ya Tuhan yang belum paham rencanaMu ini…hikzzz)

  15. Salam kenal!

    Kalau ada sempat, mampir ke blogku : http://celetukansegar.blogspot.com

    Apakah yang saya uraikan di blog tersebut dalam kategori pencelaan? Namun, jujur saja niatnya untuk pencerahan.

  16. rifa haikal on said:

    sebaik-baiknya orang di hadapanrobb-Nya adalah orang yang saling nasehat menasehati dalam kebaikan seperti termaktub dalam suratal ashr. waalahu alam bissawab

  17. MenCintai-Nya berarti menjaga dan menjalankan syareat-Nya sesuai dengan Syareat iang dibawa oleh Nabi-Nya Nabi Muhammad SAW.jika tidak maka Cintanyah itu Dusta belaka’

  18. Badui Dalam on said:

    Terima kasih guru …….nasehatmu semakin menguatkan hati ini untuk menuju Allah Azza wa-Jalla Sang pemilik cinta……meskipun celaan dan caci maki datang siling berganti.

  19. FAQIR PENGEMBARA KSA on said:

    Betapa manisnya celaan itu….membuat Dia merasa iba…Cinta merupakan rahasia tidak perlu diungkapkan….cinta yang penuh airmata takkan mudah terlupakan…Salam rindu utk yang kucintai bang SufiMuda….From ” Faqir Pengembara KSA “

  20. SantriGendeng on said:

    keberada,anku di alam fana ini, hanya utk, membayar hutang,
    jika di minta oleh-NYA sekarang,
    maka celakalah aku.

  21. Cinta itu amanah yg harus di jaga kesuciannya. jgn cinta seperti makan tebu, habis manis sepah dibuang. Aku lebih suka dicela dari pada di puji. Ayo buktikan cintamu!!!!.

  22. woyoo..

  23. Guru sy menyuruh untuk segera menikah supaya tidak dikejar tukang pelet/tukang gendam pake ilmu gendam sampai syaraf2 otak sy sakit dan lemah ingatan,bahkan sy hampir bunuh diri karena menahan amarah dikejar tukang gendam yg jg seorang ustadz asal Riau tp mondok di jawa-banten,,sampai akhirnya sy mencintai salah seorang Guru Mursyid yg menurut pandangan batin sy,beliau ini belum menikah,.semoga sy segera bertemu dengan beliau ,sy tidak sabar ingin ikut bimbingan ruhani secara langsung,dosa sy sepenuh jagad karena sering protes kepada TUHAN.

  24. Moon maaf jika ugkapan sy keluar dati topik pembicaraan..sy tak sabar ingin bisa ibadah yg khusyuk,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: