• Cerita Sufi

    Belajar Hakikat dari Ikan Tua

    Sekelompok ikan yang masih muda berkelana mencari samudera. Konon kabarnya menurut keyakinan mereka kalau samudera ditemukan maka mereka mendapatkan kehidupan yang abadi, bahagia selamanya karena samudera merupakan tujuan hidup hakiki. Begitu hebatnya samudera dalam pandangan mereka sehingga mereka meyakini bahwa samudera itu terletak di tempat yang sangat jauh dan sulit terjangkau, memerlukan perjalanan panjang untuk mencapainya.

  • Tasauf

    Memahami Hakikat Tuhan Lewat Kelapa

    Sebenarnya tidak ada bahasa yang bisa mengungkapkan misteri tentang Tuhan dan tidak ada pula pembahasan yang bisa dengan sempurna menggambarkan hakikat Tuhan. Tuhan, dalam sepanjang sejarah peradaban manusia akan menjadi misteri dan akan terus misteri kalau proses pencariannya hanya dengan menggunakan ilmu akal semata. Untuk memudahkan manusia memahami hakikat Tuhan, maka di dalam kitab suci Tuhan memberikan perumpamaan-perumpamaan agar manusia lebih akrab mengenal-Nya.

  • Nasehat

    Hikmah Di Balik Celaan

    Di dalam Kasyf Al-Mahjub sebuah kitab Tasawuf klasik karya Abul Hasan Ali bin Ali Al-Ghaznawi Al-Jullubi Al-Hujwiri atau dikenal dengan Al-Hujwiri, diceritakan bahwa suatu hari Syaikh Abu Thahir Harami terlihat di pasar, menunggang seekor keledai dan diikuti oleh salah seorang seorang muridnya. Seseorang berteriak, “Ini dia si tua penganut aliran berfikir bebas!”. Sang murid yang merasa jengkel dengan ejekan terhadap Gurunya kemudian menyerang orang yang berteriak itu, berusaha memukulnya, dan seisi pasar menjadi gaduh.

  • Nasehat

    Intan

    Seorang petani yang berada di desa di balik desa nun jauh disana mendengar informasi bahwa di dunia ini yang paling mahal harganya adalah intan. Intan itu bentuknya berkilau, indah di pandang mata. Intan terpendam di dalam tanah, untuk bisa mendapatkan intan kita harus menggali tanah terlebih dulu. Demikian informasi singkat dan ringkas yang diketahui oleh si petani dan dia se umur hidup belum pernah melihat intan apalagi memegangnya, hanya mendengar cerita dari orang-orang.

  • Tasauf

    …Gurumu adalah Guruku Juga… (Selesai)

    Mursyid itu SATU. Pada hakikatnya Guru Mursyid itu SATU, karena memang “isi” nya adalah sama yaitu Kalimah Allah Yang Maha Esa. Setiap Guru Mursyid membawa kebenaran dari Rasulullah SAW, menyebarkan Tauhid yang murni agar manusia tidak hanyut dalam kemusyrikan, inilah inti utama dakwah dari Guru Mursyid.

  • Tasauf

    …Gurumu itu adalah Guruku Juga…(2)

    Guru kita Benar, Guru lain juga Benar. Sangat wajar dan sempurna bagi seorang murid menganggap Gurunya adalah paling utama dan paling hebat di dunia, khalifah utama Rasulullah dan seterusnya. Satu hal yang lazim dalam tarekat memposisikan hanya Guru nya yang bisa menyampaikan orang kepada Tuhan, selain dari itu diragukan. Didikan ini satu sisi sangat bagus, karena memang seorang murid harus fokus kepada satu orang Guru. Bahkan dalam Adab (sopan santun) seorang Guru yang di tulis dalam kitab Tanwiril Qulub karya Syekh Amin al-Kurdi, Guru berhak melarang muridnya untuk berkunjung kepada Syekh lain dan salah satu Adab dari murid tidak boleh berkunjung kepada Guru Mursyid lain tanpa se izin dari Gurunya.

  • Tasauf

    …Gurumu itu adalah Guruku juga…

    Syukur yang begitu mendalam kepada Allah SWT atas kesehatan dan karunia yang begitu melimpah diberikan di bulan suci ini, diberi kekuatan untuk beribadah baik wajib maupun sunat. Salam takzim yang se khalis-khalisnya kita haturkan kepada baginda Rasulullah SAW, kepada para Sahabat, kepada sekalian Guru Mursyid yang dengan ikhlas membimbing dan menuntun para murid tidak terkecuali saya pribadi sehingga bisa merasakan nikmatnya beribadah di bulan  penuh rahmat ini. Walaupun telah berlalu satu minggu, saya mengucapkan selamat memasuki bulan Ramadhan kepada para sahabat sekalian, memasuki bulan latihan menuju kesempurnaan. Tulisan “…Gurumu itu adalah Guruku juga..” terilham dari pengalaman pribadi saya bertemu secara rohani dengan seorang Syekh yang telah lama wafat, artinya Beliau…