• Nasehat

    Syukur…

    Tuhan menganugerahkan begitu banyak nikmat dan karunia sehingga untuk menghitungnya pun kita tidak mampu. Sudah sewajarnya kita sebagai hamba menyampaikan terimakasih yang tak terhingga kepada Pemilik Bumi dan Langit atas segala yang diberikan-Nya. Menyampaikan rasa terimakasih baik dalam bentuk ucapan, perbuatan dan sikap tersebut disebut dengan Syukur. Dalam   Al-Quran   kata  “syukur”  dengan  berbagai  bentuknya ditemukan sebanyak enam puluh empat  kali.

  • Nasehat

    Saya Lapar…

    Di kalangan sufi, lapar adalah hal yang biasa karena itu merupakan bagian dari mujahadah, perang tanpa henti terhadap hawa nafsu. Lapar bukan hanya dirasakan ketika puasa wajib selama sebulan penuh di bulan suci Ramadhan tapi juga di bulan-bulan lain. Puasa sehari, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari adalah puasa tahap awal, sebagai latihan bagi pemula untuk menapaki puasa-puasa selanjutnya yang lebih khusus dan memerlukan kesabaran dan ketabahan yang lebih.

  • Rasulullah

    Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya

    Pernah suatu kali jamaah shalat Jum’at dikagetkan dengan tindakan Nabi Muhammad SAW di sela-sela khotbahnya. Rasulullah mendadak turun dari mimbar lantaran kedua cucunya yang masih kecil, Hasan dan Husain, menangis. Nabi segera menghampiri Hasan dan Husain yang saat itu sedang ikut di masjid dan berusaha menenangkan keduanya. Melalui bahasa isyarat dan kelembutan hatinya, tangisan mereka mereda, dan beliau pun melanjutkan khotbahnya hingga selesai. Tak pernah Nabi membaca khotbah lebih panjang dari shalatnya.

  • Tokoh Sufi

    Detik-detik Wafatnya Syekh Abdul Qadir al-Jailani

    Jasadnya memang sudah terkubur lebih dari delapan abad. Namun nama dan tauladan hidupnya tetap membekas kuat di kalangan umat Islam. Dialah Syekh Abdul Qadir al-Jailani, ulama sufi kelahiran Persia yang kemasyhurannya setingkat dunia. Syekh Abdul Qadir terkenal sebagai pribadi yang teguh dalam berprinsip, sang pencari sejati, dan penyuara kebenaran kepada siapapun, dan dengan risiko apapun. Usianya dihabiskan untuk menekuni jalan tasawuf, hingga ia mengalami pengalaman spiritual dahsyat yang mempengaruhi keseluruhan hidupnya. Jejak Syekh Abdul Qadir juga dijumpai dalam belasan karya orisinalnya.

  • Tasauf

    Khidir, Sosok Misterius Tapi Nyata

    Sebelum kita membahas hakikat dari Nabi Khidir yang menurut banyak sumber hidup abadi sepanjang zaman, ada baiknya kita baca dulu dari berbagai sumber tentang kisah hidup Beliau, mulai dari zaman Nabi Musa sampai setelah zaman Nabi Muhammad SAW. Al-Khiḍr secara harfiah berarti ‘Seseorang yang Hijau’ melambangkan kesegaran jiwa, warna hijau melambangkan kesegaran akan pengetahuan “berlarut langsung dari sumber kehidupan.” Dalam situs Encyclopædia Britannica, dikatakan bahwa Khidr memiliki telah diberikan sebuah nama, yang paling terkenal adalah Balyā bin Malkān

  • Tasauf

    …Ibarat Bawang…

    Tulisan Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat itu Satu yang pernah saya posting disini dan saya masukkan sebagai salah satu dari 40 tulisan terbaik di buku “Perjalanan Sufimuda Menemukan Tuhan Dalam Keseharian” kiranya bisa menjawab pertanyan-pertanyaan tentang perlu atau tidaknya seorang yang telah mencapai makrifat melaksanakan syariat atau sebaliknya perlu atau  tidaknya seorang yang telah paham tentang syariat melaksanakan tingkatan selanjutanya yaitu tarekat. Ke-empat unsur tersebut sebenarnya tidak bisa dipisahkan sama sekali, ibarat bawang dengan kulit bawang.