-
Tasawuf Tanpa Tarekat (Selesai)
Tentang Ziarah Ke Makam Wali/Ulama Tasawuf adalah dunia rasa dan tidak akan pernah mengetahui tanpa merasakan dan tasawuf juga adalah dunia yang sangat halus, laksana rambut dibelah tujuh, tanpa kehati-hatian bukan Makrifat sebagai puncak tauhid yang didapat akan tetapi malah terjebak dalam kemusyrikan. Para Wali dan Sufi sudah menjadi tradisi mengunjungi makam Wali untuk mengambil berkah dan untuk mendapat petunjuk, petunjuk dan berkah hanya akan didapat kalau memenuhi rukun syaratnya. Kenapa wali atau sufi mengunjungi makam wali karena keduanya mempunyai ikatan atau ada hubungan, apakah hubungan berguru langsung atau makam tersebut salah seorang yang tercantum dalam jalur keguruannya. Sedangkan orang awam, ikut-ikutan mendatangi makam wali tanpa mempunyai ikatan apa-apa…
-
Tasawuf Tanpa Tarekat (3)
Tasawuf Tanpa Tarekat = Teori Tasawuf dari sekian banyak definisi bisa kita persingkat menjadi akhlak yang baik, dengan melaksanakan tasawuf maka akhlak manusia ikut menjadi baik. Rasulullah SAW sebagai teladan kita semua memberikan contoh akhlak yang baik dalam kehidupan Beliau, “Sungguh pada diri Rasulullah terdapat Akhlakul Karimah (akhlak yang baik)”. Dengan membaca karya-karya Tasawuf yang ditulis baik oleh Guru Sufi maupun orang-orang yang ahli tentang tasawuf secara teori mungkin bisa saja membuat perilaku kita berubah, suka menolong orang, rajin beribadah dan sabar dalam segala hal, akan tetapi perubahan itu tidak bersifat permanen tapi hanya sementara, selagi kita membaca dan mengingat apa yang ditulis dalam buku tasawuf saat itu kita menjadi…
-
Tasawuf Tanpa Tarekat (2)
Auliya Allah (Wali Allah) sosok yang saya Idolakan sejak kecil Saya lahir dan besar di desa, dari kecil Nenek saya cerita bahwa di gunung yang ada di desa saya itu tinggal Aulia Allah (Wali Allah). Ketika akan datang musim menanam padi, dipuncak gunung Auliya Allah akan mengibarkan bendera putih tanda mulai musim menanam padi dan kalau bendera itu sudah dinaikkan maka biasanya hasil padi akan baik dan tidak pernah mengalami gagal panen. Nenek saya juga cerita bahwa Auliya Allah tidak hari kerjanya hanya ibadah dan zikir saya dan saat itu saya tidak pernah menanyakan apa yang dimakan Auliya Allah di hutan, apakah mereka makan nasi atau makanan makanan lain. Bahkan…
-
Tasawuf Tanpa Tarekat (1)
Tulisan yang terbagi menjadi 4 bagian ini saya tulis untuk menjawab pertanyaan dari beberapa orang pembaca baik yang dikirim melalui email saya (sufimuda@gmail.com) maupun lewat komentar di blog. Pertanyaanya apakah tasawuf harus mengamalkan tarekat bagaimana kalau ilmu tasawuf tanpa terekat? Disudut kanan blog ini saya membuat sebuah poling tentang ini dengan pertanyaan yang sama, “Apakah Belajar Tasawuf Harus Dibimbing Guru Mursyid?”. Hasilnya (17 Maret 2012) dari 6.898 orang yang ikut poling sebanyak 6.286 atau 91,13% memberikan jawaban YA, 353 orang atau 5,12 % memberikan jawaban TIDAK dan sisanya 259 orang atau 3,75% memberikan jawaban TIDAK TAHU.
-
Tasawuf adalah Ajaran Rasulullah SAW dan Para Sahabat
Saya pernah menulis tentang dukungan para ulama besar Fiqih pendiri 4 mazhab besar dan juga pendapat ulama besar zaman sekarang seperti Syekh Yusuf Al-Qardawi dalam dua tulisan yaitu Kesaksian Ulama Fiqih Tentang Tasawuf dan khusus pendapat Syekh Yusuf Qardawi terhadap tasawuf bisa di baca di Fatwa Al-Qardawi Tentang Tasawuf. Berikut adalah tulisan yang saya kutip sebuah komentar dari blog MutiaraZuhud tentang kehidupan Rasulullah dan Para Sahabat yang menjadi sumber ajaran tasawuf untuk meyakinkan kita semua bahwa ajaran tasawuf adalah benar-benar ajaran Rasulullah SAW.
-
Tidak Berdoa
Melanjutkan tulisan Kenapa Doa Tidak Dikabulkan?, maka kali ini saya akan membahas tentang Tidak Berdoa, kenapa? Bukankah orang yang tidak berdoa itu sombong? dan yang tidak berdoa itu tergolong manusia lemah dan kalau tidak berdoa ibadah kita jadi kurang?
-
Kenapa Doa Tidak Dikabulkan?
“Berdo’alah kalian kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian.” demikian firman Allah memberikan garansi kepada seluruh manusia bahwa Dia akan memenuhi dan mengabulkan setiap doa-doa yang kita panjatkan. Namun pada kenyataannya lebih banyak doa yang tidak dikabulkan dari pada dikabulkan kenapa bisa demikian?