Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Apa Yang Mesti Ku Lakukan

Apa yang mesti kulakukan, O Muslim? Aku tak mengenal didiku sendiri
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi, bukan Gabar, bukan Muslim
Aku bukan dari Timur, bukan dari Barat, bukan dari darat, bukan dari laut,
Aku bukan dari alam, bukan dari langit berputar,
Aku bukan dari tanah, bukan dari air, bukan dari udara, bukan dari api,
Aku bukan dari cahaya, bukan dari debu, bukan dari wujud dan bukan dari hal
Aku bukan dari India, bukan dari Cina, bukan dari Bulgaria, bukan dari Saqsin,
Aku bukan dari Kerajaan Iraq, bukan dari negeri Korazan.
Aku bukan dari dunia in ataupun dari akhirat, bukan dari Sorga ataupun Neraka
Aku bukan dari Adam, bukan dari Hawa, bukan dari Firdaus bukan dari Rizwan
Tempatku adalah Tanpa tempat, jejakku adalah tak berjejak
Ini bukan raga dan jiwa, sebab aku milik jiwa Kekasih
Telah ku buang anggapan ganda, kulihat dua dunia ini esa
Esa yang kucari, Esa yang kutahu, Esa yang kulihat, Esa yang ku panggil
Ia yang pertama, Ia yang terakhir, Ia yang lahir, Ia yang bathin
Tidak ada yang kuketahui kecuali :Ya Hu” dan “Ya man Hu”
Aku mabok oleh piala Cinta, dua dunia lewat tanpa kutahu
Aku tak berbuat apa pun kecuali mabok gila-gilaan
Kalau sekali saja aku semenit tanpa kau,
Saat itu aku pasti menyesali hidupku
Jika sekali di dunia ini aku pernah sejenak senyum,
Aku akan merambah dua dunia, aku akan menari jaya sepanjang masa.
O Syamsi Tabrizi, aku begitu mabok di dunia ini,
Tak ada yang bisa kukisahkan lagi, kecuali tentang mabok dan gila-gilaan.

Diambil dari Syair Rumi

Single Post Navigation

12 thoughts on “Apa Yang Mesti Ku Lakukan

  1. Subhanallah.. selalu saja saya bergetar jika membeca puisi-puisi rumi… sangat dalam…

  2. hakekat manusia kerap melupakan sang pecipta, cinta dunia hingga lupa diri bahkan tak tahu apa dan siapa sesungguhnya dirinya. subhanallah…., semoga kita tetap dalam Iman dan taqwa kepada Allah SWT. Amin.

  3. ::ayo dapatkan segera sebelum diambil orang, gunakan, jagan ragu ragu..pilih ini Ya Hu..atau Ya Man Hu…sebagai email adress anda…ayooo..yang mau…yang mau…sudah terbuka disini…

  4. basa nya ketinggian ngga nyucuk bin ra mudheng..
    aku cari yang sederhana aja asal paham …
    kalo puisi rumi cukup aku baca saja ntar menafsiri salah tafsir .. ilmunya belum cukup mas..

  5. mukhtar alfaqir on said:

    @pa yg akan kulakukan…! Kita ini masih baca novel yg belum tamat.kita harus bertemu dg sipembuat cerita lalu kita kasih minum yg memabukkan biar Dia tdk bisa membedakan mana khayal mana nyata,makanya para malaikat sujud pd manusia (adam)sebab manusia bagaikan debu yg bercahaya.dari manakah kau debu…! Akan kemanakah …kau tak akan tampak tanpa cahaya……

  6. bagi ALLAH SWT tak ada yg tak mungkin, jika ada seorg hamba yg faqir ilmu dan mrs t’ bisa apa2 sekali pun, apbl Dia berkehendak memahamkannya thd keluasan dan kedalaman ilmuNya, mk “kun fayakun”….jadilah si hamba yg faqir dpt menangkap makna terdalam yg terkandung……

    smg qta sntiasa memiliki ‘ghiroh’ utk belajar shg ALLAH SWT berkenan memberikan setitik ilmuNya sbg nur di qolbu terdalam………

    salam kenal dan sayangx bwt smua….

  7. oya, nambah dikit ya Bang…..

    khusus ttg syair2 Rumi yg super ‘waah’….qta tak perlu memaksakan diri memahami, nanti puziinx lho……….!
    yg trpenting adlh niatan hati lillahi ta’ala utk mndptkan pencerahan qolbu, niscaya Alloh akan mudahkan qta… siapkan hati selapang mungkin, ikhlaskan diri utk menerima hidayahNya, insyaAlloh “nur” akan memancar dariNya dan sp di hati……..sambil menanti “kepahaman” akan syair2 Rumi, akan lbh baik lg kalo diiringi bertadabbur Al-Qur’an, cz seagung-agungnya sebuah syair mk tak ada yg melebihi kalimatuth-thoyyibah Al-Qur’an, dan sebaik-baik bacaan adlh membaca Al-Qur’an……..wallahu a’lam bishowwab…….ok, selamat menanti datangnya cahaya diatas cahaya..

  8. Kulo nuwun.kulo orip sanes sinten2 niki bathang sing mambu kalo gak fungsi ya dikubur dirubong set trus ajor gak sisa.yg dipanggil mek yaa Ayyuhan nafsul mutmainnah lain itu tidak.kita belum pantas melihat Wajah Alloh,gak cocok sek seneng kdtawa ketiwi cangkruk ngombe kopi karo
    Digrang bengok 2 nxelok konco wes pokodd gak pantes2 lek kita selalu dekat dan melihat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: