Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Guru mu MENGETAHUI……

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha  melawan ego yang sepertinya sia-sia…

Guru mu mengetahui betapa keras engkau sudah berusaha.

 

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih…

Guru mu sudah menghitung airmatamu.

 

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja…

Guru mu sedang menunggu bersama denganmu.

 

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.

Guru mu selalu berada disampingmu.

 

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi…

Guru mu punya jawabannya.

 

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan…

Guru mu dapat menenangkanmu.

 

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…

Guru mu sedang berbisik kepadamu.

 

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur…

Guru mu telah mendoakanmu .

 

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban…

Guru mu telah tersenyum padamu.

 

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk diwujudkan…

Guru mu sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

 

Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap…

Guru mu  MENGETAHUI …………

Single Post Navigation

61 thoughts on “Guru mu MENGETAHUI……

Navigasi komentar

  1. pengenjadisufi on said:

    Ampuuuuunnni aku Tuhan…… hambamu yang lemah, bodoh dan tolol yang selalu jauh dariMu yang selalu berbuat salah dan dosa di hadapanMu padahal Engkau Maha mengeTahui…. Ampuuuunnnn Tuhannn..
    terima kasih bang sufimuda, sangat bermanfaat….

  2. Duhh…BngSM luluh lantak belulangku saat kubaca bait demi bait goresan anda,pula anda hadirkan YANG PUNYA NAMA didpan qolbuku…bnarkah tlah terhtung deraiku ini..?srasa tlah terobati jeritanku slama ini.Yg tak bisa lepas meski sesaat dr cengkraman duniawi.Trima ksih.Salm dr saya

  3. abahselatan on said:

    … TUHAN… guru KU mengetahui semua isi hati ku, perbuatan ku, kenistaan ku…

    TUHAN… panjangkan usia GURU ku, kuatkan batang tubuh Nya., agar lebih lama lagi Dia membimbing ku di jalan MU…

    TUHAN… tak tau harus ku membalas semua kasih sayang Nya…

    setiap kesedihan, Dia yang menjadi pelipur lara, di saat kesusahaan, Dia yang terus jadi pegembira, dan di saat kenistaan, Dia yang mengangkat daku ke hadirat MU…

    TUHAN.. bila ENGKAU menginzinkan., daku Ingin seribu tahun lagi bersama sang GURU….

    …. ^_^ …..

  4. Puisi indah tentang seorang guru.

  5. al-Baqir on said:

    Siip……..!

  6. tak ada daya secuilpun u/membalas jasaMU GURU…
    LUV U SO MUCH GURU..

  7. Hemmm.kalau aku baru aja mau dapet guru.
    Jadi yach,blum bisa merasakan…

  8. sufi gila on said:

    salam cinta dan damai saudaraku

    sang Guru pernah berucap tuk menjawab pertanyaanku saat aku menjadi tukang pijit Beliau …. pertanyaanku sangatlah kurang ajar tapi Beliau memaksa aku untuk mengungkapkannya …. beginilah perbincangannya :

    Guru : ada yg mau kau tanyakan ? nggak usah kau bohong
    Aku : maaf Guru … sebenarnya ada tapi pertanyaannya lurang ajar
    Guru : Nggak papa kalau nggak kurang ajar nggak diajari
    Aku : maaf Guru … kata Guru semua yg ada di alam dunia itu semu menipu …. (lalu aku ragu untuk meneruskan)
    Guru : kok berhenti ? ya betul apa yg kau ucapkan … terus ?
    Aku : maaf Guru …. (kukumpulkan keberanian untuk bicara)
    Guru : sudah lanjutkan saja pertanyaanmu
    Aku : berarti jasad sang Guru juga sering nipu2 muridnya
    Guru : Hahahahahahahahahahaahahahaha … tajam betul pertanyaanmu ….. (sambil melotot)

    beberapa saat kami berdua terdiam lalu Guru kembali berkata

    Guru : ya ya ya betul sekali yg kau ucapkan …..
    Aku : trus bagaimana kau tahu yg haq dan yg bathil ?????
    Guru : kan aku sudah kasih tahu caranya …. hening bening larut dalam dzikr serta hilangkan nafsumu dalam puasa … nanti engkau akan tahu dengan sendirinya … hahahahahaha

    terima kasih Guru karena sebenarnya Engkau adalah aktor yg telah dipilih oleh Tuhan sebagai juru bicara untuk menyampaikan ucapanNya …. sehingga melalui engkau aku dapatkan banyak pelajaran untuk mengisi akalku dan pikiranku serta qolbuku sehingga dapat menjadi dasar untuk memahami segala hal tentang Mu ya Allah

    sang Guru tahu karena kehendak Allah …. karena sungguh tanpa kehendak Nya beliaupun adalah manusia biasa sama seperti kita ……..

  9. sufi gila on said:

    salam cinta dan damai saudaraku

    saat kita telah paham makna ” berguru itu jauh tak berjarak dekat tak bersentuhan ” maka kita kan paham bahwa sebenarnya mursyid itu bukan manusia …. dan sebenarnya yg nampak di mata dhahir kita hanyalah wajah yg kita jadikan tolok ukur hadirnya Tuhan dalam peristiwa keruhanian kita masing2 ….. gampangannya bila datang wajah Guru itulah berarti Tuhan memberikan pengajaran pada kita melalui sosok yg kita kenal ….. tapi itupun baru dimensi baharu atau alam wajah …. langit ketujuh hanya sendiri tanpa hadirnya jibril …. sendiri seperti keberadaan Tuhan itu sendiri … sendiri tiada yg menyertai dan disertai …. waduuuhhhhhh di mana Guru yah hehehehehehehehe

  10. bro, artikel yang sangat mendalam,

    saya yakin, kita semua punya guru,
    dan guru yang sebenar-benarnya guru itu
    ada pada diri kita ini.

    sekarang saatnya mengenalinya,
    persoalannya, apakah semua orang mengenalnya?
    bagaimana cara mengenal si guru itu?
    tentu ada jalannya…

    wes..meski rahasia, say tau, yang punya blog, banyak menyimpan rahasia yang sulit terungkap..
    heheheeh

    salam kenal

    by: sang penghujat.

  11. ampun TUHAN…

    Sungguh Engkau MAHA akan segalanya…..

    mohon ampuni aq atas semua tindakan bodoh qu…

  12. ajak-ajak on said:

    SM, maaf ya mau ikutan meniru gaya puisi diatas.
    Cuma mau bikin tambahan dari pengalaman pribadi.
    Mudah-mudahan bisa terus mengingatkan saya sendiri.

    Saat kau merasa aman dan wajar dalam berbuat ‘sedikit’ kejahatan atau maksiat
    Gurumu Menyaksikan
    Saat kau berbangga karena tlah mengenal Tuhan (pun atas ijinNYA dan diantar kekasihNYA)
    Guru kan sedih dan berkata: Jangan kau merasa dekat, siapapun engkau.

    T_T

    aku bodoh ya Guru?

  13. sufi gila on said:

    hahahahaha males dah pake salam2 an

    @semua termasuk saya sendiri
    banyak orang pinter ngaku bodoh …. sekedar pemanis bibir kah ? atau sekedar jaim hehehehehe …. ngaku bodoh tapi nasihatnya seperti yg sudah lewat aja hahahahaha …. hidup ini yg terang2 ajalah nggak usah pake pemanis2 begitu …. kalau A ya A aja …. sama2 pada tahu kok …. semua kalau dibahas nggak ada yg bener deh …. tapi semua juga sudah maunNya kok …. kalau menyadari bahwa Dia Maha Sutradara ya udah emang udah bagiannya yg jadi Mursyid dan emang sudah bagiannya yg jadi Murid … cuman beda Sy aja kok hehehehehehe

    kalau buat aku hidup tuh dijalani aja karena nggak mungkin kita lari dari suratan takdir Tuhan … segala dalil itu yg ada membingungkan …. dan biasanya manusia itu kalau enak nggak mau pake dalil tapi yg nggak enak dicari dalil pendukungnya supaya hukum tidak berjalan

    sekalian aja nggak usah pake dalil ok ….. selamet nggak alam matinya ? hehehehehe …. ada yg datang untuk menolong ? atau cuman sendirian tanpa penolong ? atau sendirian tapi tidak terusik apapun karena memang sudah sendiri ? bingung kan ? hidup cuman ilusi …. melayani di alam dunia itupun cuma ilusi …. terlalu percaya surga dunia maka hilanglah alam akhirat ….. kacau daehhhhhhh

    walah … jadi ngelantur huahahahahahahaha

  14. sufi gila on said:

    sekedar pertanyaan sederhana

    apakah Guru mu sekalian bener2 tahu segala hal ? apakah Guru mu sekalian bener2 tahu semuanya ? coba kau tanya detail tentang hidupmu maka pasti beliau tidak akan menjawab … karena pertanyaan yg tidak pada tempatnya ditanyakan pada manusia … ataukah kita hanya terjebak dalam dogma lagi ? ataukah kita terjebak dalam memper Tuhan kan selain dzat yg satu ?

    Hormat ku yg setinggi tingginya pada seluruh sekalian Guru2 apalagi para Guru2ku …. sungguh manusia telah terjebak dalam kesesatan yg nyata …. bila manusia telah mencampur adukkan antara dunia ruh dengan dunia nyata maka hilanglah tauhid ….

    maaf kalau kurang enak didengar tapi saya yakin
    para Guru tahu apa yg aku maksudkan hehehehehe

  15. Didiet513 on said:

    Ass wr wb

    sekedar pertanyaan sederhana………

    memang tapi kalau yang satu ini malah bikin gw takut jadi tenggeng……….. pengamat aja ahh……….

    Wass wr wb

  16. sufi gila on said:

    @Didiet513

    takut ? hahahahahahaha
    tanda para wali adalah tiada takut akan apapun … begitu juga para muridnya heheheheheh …. kalau nggak kurang ajar nggak akan diajari …. ketakutanmu adalah belenggu … segala belenggu akan menghalangi kita untuk mencapai kesadaran ber keTuhanan ….. termasuk ketakutan atas kuasa Guru … ketakutan atas murka Guru …. karena sungguh dibalik murka Guru tersimpan kasih sayang yang tiada berhingga karena hakikatnya adalah kasih sayang Allah semata

  17. Murka guru???

    Waduuuhh……udah ngrasain bolak-balik…

    Mulai dari muncul wajah MARAH sampai wajah senyum dibarengin amarah… O,,o,,o

    All I know… The Guru LOVES me much….

    Ampuunn Guru…
    Bengalku masih rada susah ngeremnya…

  18. Didiet513 on said:

    Ass wr wb

    @sufi gila…….

    ohh… yeah…….. biarin s’bodo amat…….. pokoknya pengamat aja……..

    Wass wr wb

  19. Umi_Thia on said:

    ass…
    bang sufi..
    kajian di blog ini bgus banget..
    kaji juga di sini dog al-idrisiyyah.com

    Sufi Muda :

    Wa’alaikum Salam
    Insya Allah
    Makasih ya atas kunjungannya

  20. @Sufi Gila:

    Ikutan menyimak tutorial-nya Pak Sufi Gila….

    Barangkali Bapak bisa memberikan tips-nya untuk kalimat kalimat di bawah ini:

    “maka kita kan paham bahwa sebenarnya mursyid itu bukan manusia…”

    Sejenis malaikatkah? Atau sejenis makhluk lain yang belum pernah kita kenalkah? Bagaimana cara memunculkannya dalam ilusi kita?

    hidup cuman ilusi …. melayani di alam dunia itupun cuma ilusi ….

    Mohon tips lagi, bagaimana membedakan ilusi yang muncul dalam kalbu, apakah mursyid yang bukan manusia tadi adalah benar-benar mursyid atau makhluk lain yang pura2 jadi mursyid?

    Salam.

  21. Lanjut…..lanjut….

    senang hati ini membaca komentar para sahabat……

    Semoga bermanfaat….amin3x.

  22. Rindu Damai on said:

    Guru
    Terimakasih atas jasamu mengenalkanku kepada Tuhan Yang Amat Nyata.

    Masih aku ingat nasehat Guru :
    “Tentang hadap, Lebih baik kamu banyak takut dari pada banyak berani. Kebanyakan orang sok berani dengan Guru nya yang tanpa sadar membuat dia durhaka dan jauh dari rahmat Tuhan”.

  23. adi isa on said:

    @sufi gila…

    emang loe, agak gila ya…hihihihi

  24. sufi lajang on said:

    GURU akan slalu menyertai kita ketika kita menyertaiNYA 🙂

  25. gandrungsufi on said:

    @adi di..Iya kalo lg ktawa jd sufigila.Tapi kalo pas hadab guru jadi b

  26. ajak-ajak on said:

    hmmm,,, hehehehe,,,
    Rindu Damai, setuju sekali.
    Kalau terlalu berani lama lama malah merasa sama seperti Guru. Malah bisa-bisa mengaku sebagai guru. Sebab pelan-pelan tapi pasti, syetan masuk.
    Pernah ada cerita seorang wali mau menghancurkan kerajaan syetan. Raja setan menantang duel dan kalah oleh si wali. Si setan membujuk akan memberikan emas setiap bulan agar si wali bisa menggunakannya membangun mesjid dan bersedekah lainnya. Deal, si wali tidak jadi menghancurkan kerajaan syetan. Setelah sekian tahun syetan tak lagi memberikan emas, si wali marah dan mau menghancurkan kerajaannya tanpa kompromi. Tapi pas duel lawan anak buah syetan, si wali kalah dan mati.
    Ternyata si wali berperang tanpa membawa Aku, justru aku nyalah yang dikira bisa menang. Ya selamat beradu aku lah kalau begitu, sebab Aku tak pernah mau diduakan.

    Guru, aku ini kok bodoh sekali ya?

  27. "jelatang" on said:

    @smua

    GURU saya pernah berpesan:

    “jin itu lulusan Universitas langit,jin itu juga suka curi2 berita langit,bisa keluar masuk surga,bahkan sempat menggoda ADAM AS sampe2 dia d turunkan ke dunia..bahkan sekarang ga cuma di dunia nyata saja..dunia maya pun tembusssss…hafal semua ayat,hadist,bahkan semua kitab..sukanya bikin ribut,bikin bimbang,menciptakan was2 di dalam dada manusia,bisa menyerupai apa saja..masuk keris persis keris,masuk batu persis batu,masuk manusia persis sama manusia yg dimasukinya,,,suka pake nama apaaaaa saja,,pocong,ifrit,gondoruwo,vampir,bahkan pake nama sufi gila/tenggeng..tp bisa jg sih pake nama “jelatang” 🙂
    suka menyesatkan,bikin resah,mempertajam konflik,suka juga bikin manusia jadi merasa aman berbuat dosa,karna dia membisik2kan bahwa semua yg terjadi dan yg akan terjadi adalah murni skenario dari ALLAH..jd ga ada yg namanya dosa,manusia saling bunuh,saling benci,perang,merkosa,mencuri,onany(ups..sorry kalo ada yg tersinggung),bahkan kalo ada yg merkosa istri setan pun itu sudah maunya TUHAN..hihi….entah TUHAN/HANTU.. tapi yg jelas saya ingat kata guru..”berguru itu gak ada ujungnya,firman ALLAH itu bila dikupas dan ditulis,bila kau gunakan air laut sebagai tinta dan ranting pohon seluruh dunia sbg pena tak akan cukup untuk menuliskanya..jadi kita memiliki pembimbing untuk mengerti ayat demi ayat,baru bisa mengamalkanya.harus tetap punya penuntun untuk kehadirat-NYA sampai mati.tak akan bisa kalau tanpa penghubung.

    @sufi gila/tenggeng/mas “R”

    ….langit ketujuh hanya sendiri tanpa hadirnya jibril …
    langit ketujuh yg anda jumpai jgn2 ilusi juga tuh,,hehe,
    saya gak pernah liat anda lewat langit ke enam qo…lewat mana ya?????
    dilangit ketujuhpun gak ada batang hidungmu…hihi 🙂 selamat menyelami samudera ilusi yg anda selalu bangga2kan.

    salam kenal.

  28. Abu Tausi on said:

    Mursyid akan selalu menyertai dimana kita berada.
    Syariat hanya mengajarkan kita sampai kepada Maqam IHSAN : “Beribadah seolah-olah melihat Tuhan”

    Mari lanjutkan ke Maqam berikutnya, yaitu Makrifatullah, “Beribadah sebenar-benar melihat Tuhan”

    Salut buat Sufi Muda atas karya-karyanya, teruskan saudaraku, Tuhan akan selalu menyertaimu,

  29. sufigila on said:

    salam cinta dan damai saudaraku

    terima kasih atas komentar2nya hehehehehe …. nggak usah pake emosi gitu lah …. kalau emang nggak cocok ya udah, toh saya juga nggak pernah memaksakan apa yg saya jalani …. perbedaan memang adalah sunnatullah sehingga timbullah gesekan, itulah hukum Tuhan …. maaf deh kalau ada yg tersinggung oleh tulisan saya …. manusia kan banyak kekurangan jadi wajar kaau masih salah2 …. tapi kan masih merupakan hak Tuhan untuk menyalahkan manusia ? ataukah hak itu sudah dilimpahkan pada sekalian saudara2ku yg saya muliakan ?

    @adi isa
    emang aku gila kok … kalau nggak gila nggak mungkin aku nyari Guru dan sujud pada sekalian Guru2ku … terima kasih mengingatkan aku

    @jelatang
    apakah semua yg lewat di langit 6 pasti ketemu anda ? apakah yg masuk langit ke 7 harus ijin pada anda ? apakah ada hak anda memvonis diriku yg gila ini ? ataukah dibalik sifat merendah anda tersimpan rasa sombong sehingga merasa berhak menghakimi saya ? cintaku selalu pada yg menguasai jiwa anda

  30. AMPUUNN PAK GURUU….!!

  31. curious on said:

    Kok puisinya seperti pemujaan terhadap suatu kekuasaan yang Sangat Hebat yang biasanya dimiliki Allah ya? Kenapa kata-kata Guru dalam puisi diatas tidak diganti dengan Allah? Bukankah Allah lebih lebih lebih dari guru?

    Any answer?

  32. Abu Tausi on said:

    @curious
    Apakah anda sudah kenal dengan Allah?
    Semua manusia di dunia ini mengatakan bahwa Allah itu Maha Hebat, tapi bagaimana cara memujinya yang benar?

    Ada pujian terhadap Nabi,
    “Engkaulah bulan engkaulah bintang, engkaulah cahaya di atas cahaya”
    Apa pendapat anda terhadap itu. Apakah sahabat2 Nabi memuji nabi atau yang di puji sesuatu dalam diri Nabi?

    Dalam hadist diterangkan bahwa Menyebut Nama Allah itu ada 3 :
    ALLAH
    LA ILAHAA ILLALLAH
    Menyebut Nama Kekasih Allah

    Apa pendapat anda terhadap itu?

    Salam

  33. yang benar bro,…? Janji muluk aja!!!

  34. curious on said:

    @Abu Tausi,
    Cara memuji Allah yang benar tentunya sesuai dengan yang ada dalam Al-Quran dan Hadis karena keduanya berasal dari Allah dan Rasul Nya.

    Pujian terhadap Nabi semacam itu tentunya ditujukan pada Nabi baik lahir maupun batin. Lucu rasanya kalau merasakan kopi itu nikmat tapi yang dibilang baik dan bagus itu gelasnya.

    Kalau hadist menyebut nama Allah diatas menurut saya kalimah syahadah itu. Dalam syahadah kita megesakan Allah dan mengakui kerasulan Muhammad SAW.

    So? Apakah yang anda maksud Guru adalah Rasulullah SAW? Atau sosok Guru anda sekarang adalah seorang Rasul juga?

  35. Didiet513 on said:

    Ass wr wb

    Maaf diluar konteks diatas…..

    To semuanya yg ada disini, terutama yang mengaku pengikut dan pengamal thariqat sufi, coba kalian berkunjung ke blognya Abu Salafy. Saya perhatikan Abu Salafy cuma sendirian mengcounter serangan para pengikut Salafy. Jadi menurut saya ada baiknya sekali2 kita menghalau kekurangajaran para pengikut salafy, yang selalu mendiskreditkan thariqat, ini dengan segala komentarnya.

    Ayo…. langsung saja klik blog Abu Salafy disebelah kiri halaman ini……..

    Wass wr wb

  36. WALIdin bin joko on said:

    ueeeee yang mau di cari GURU apa TUHAN to? yang dipuja-puja kok GURU, bukannya segala puja dan puji bagi TUHAN

Navigasi komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: