Tasauf

Jika Gurumu Wali Quthub, Engkau Tidak Perlu Lagi Mencari Imam Mahdi

Allah SWT akan bertanya kepada setiap orang di Hari Akhir nanti, “Apa yang kamu bawa hari ini, wahai hamba-Ku?”  Apakah kamu membawa Qalb-us-Saliim, hati yang murni, hati emas yang mulia?”  Allah SWT meminta setiap orang agar mempunyai hati yang bersih.  Anda hanya bisa mendapatkannya melalui Tarekat.  Mereka yang tidak menjalani tarekat hanya memenuhi hidupnya dengan kehidupan luar, meninggalkan hatinya.  Ada 41 aliran tarekat, 40 di antaranya diturunkan melalui hati Imam ‘Ali RA, KW dan satu lagi, Tarekat Naqsybandi berasal dari Abu Bakar ash-Shiddiq RA.  Rasulullah SAW mempunyai 124.000 sahabat.  Siapa sahabat terdekatnya?  Beliau adalah Abu Bakar RA.  Rasulullah SAW bersabda, “Seluruh hal yang Allah SWT percayakan kepadaku di malam ‘Isra, telah kutanamkan ke dalam hati Abu Bakar RA. 

Sayyidina Ali KW dihubungkan dengan Abu Bakar RA sedemikian rupa sehingga Sayyidina Ali  KW mendapat gelar Kota Pengetahuan.  Hal ini dikenal sangat baik di antara para Syekh pemegang tarekat yang sebenarnya.  Mereka semua menghormati Tarekat Naqsybandi sebagai yang pertama.  Syekh sejati, bukan mereka yang menyebut dirinya sendiri Syekh, seluruh Syekh yang termahsyur, seperti: Jilani QS, Rumi QS, Darqawi QS, Rifa’i QS mereka semua mengetahui posisi sebenarnya dari Tarekat Naqsybandi.  Sekarang jika seseorang berada dalam satu aliran tarekat, mereka bisa saja mengambil Tarekat Naqsybandi dan tetap bebas menjalankan amalan-amalan seperti biasanya atau menjalankan amalan Tarekat Naqsybandi.  Jika hanya melakukan amalan Tarekat Naqsybandi saja itu sudah cukup.  Tidak menjadi masalah apabila anda berasal dari tarekat lain kemudian mengikuti Tarekat Naqsybandi.  Beberapa orang merasa takut kalau Syekhnya mendengar bahwa dia telah menganut tarekat kedua lalu dia akan marah.  Jika dia adalah Syekh sungguhan, bagaimana mungkin dia bisa marah?  Seorang Syekh sejati harus mengetahui apakah muridnya bersama dia di Hari Perjanjian (pada awal penciptaan) atau tidak.  Seorang penggembala mengetahui keadaan biri-birinya, satu dalam seribu, bahkan jika mereka semuanya berwarna putih.  Dia memiliki cahaya di matanya dan mengenal mereka tanpa membuat kesalahan.  Dalam tarekat tidak ada kepiluan bila seorang murid pergi ke Syekh yang lainnya.  Kami berterima kasih kepada Syekh pertama yang telah melatihnya sampai dia bertemu Syekh yang sesungguhnya.

Abu Yazid QS berkata, “Selama melakukan pencarian, Aku bertemu 99 Syekh sebelum Aku bertemu Grandsyekh Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar ash-Shiddiq RA.  Anda bisa bertemu dengan banyak Syekh dan melakukan suatu amalan, tetapi tidak akan menemukan kepuasan sampai akhirnya anda menemui Seorang Saidi Syekh, Pemimpin Para Syekh dan Wali Quthub Penghulu sekalian Wali seperti sungai yang bertemu samudra.  Begitu banyak Syekh yang hanya menjadi pelatih, menunggu sampai akhirnya Saidi Syekh memanggilmu.  Bukan melalui surat, dari hati ke hati, di sana banyak sekali jalan.  Jika seorang Naqsybandi Syekh memberi tarekat, beliau harus memberitahu muridnya siapa Saidi Syekh di Tarekat Naqsybandi saat itu dan beliau harus mengarahkan kepadanya.

Imam Mahdi AS dan ketujuh wazir (panglima) besarnya, 40 khalifah, 99 termasuk 40 orang yang berada di sisi wazir dan 313 Mursyid besar semua berada di Tarekat Naqsybandi.  Di masa ini tidak ada kekuatan bagi tarekat lain untuk membawa seluruh orang mencapai tujuan akhirnya. 

Pertanyaannya siapakah yang akan memimpin ummat ini untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya dihadapan Allah SWT? Siapa yang akan menjadi Imam?  Jika 124.000 sahabat dibawa, siapa yang akan menjadi Imam?  Abu Bakar RA.

Setelah Abu Bakar RA yang kemudian menjadi Imam adalah para penerusnya yang tercantum dalam silsilah Tareqat Naqsyabandi, tentu saja pengangkatannya bukan karena garis keturunan, bukan pula atas persetujuan orang banyak akan tetapi telah di program oleh Allah SWT sejak 1400 tahun silam, “Kun Fayakun” maka tersusunlah Silsilah yang lengkap dari sejak Imam Pertama sampai akhir zaman kelak  dan syukur alhamdulillah sekarang kita telah berada dalam silsilah terakhir yang membawa kita kepada kemenangan dunia akhirat.

Disetiap zaman hanya hidup satu orang Imam yang bergelar Wali Quthub (pemimpin para wali) dan setiap manusia dimuka bumi ini harus ikut kepadanya. Setiap manusia harus datang berbai’at kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju dan harus menyeberangi tujuh samudera. Tahukah anda apa maksud hadist Nabi “Tuntut lah Ilmu walau ke negeri china?” karena Nabi mengetahui kelak di negeri China akan lahir seorang kekasih Allah, seorang Wali Quthub dalam Silsilah Naqsyabandi, Beliau tentu Syekh Muhammad Baba Samasi qs yang merupakan guru dari Syekh Amir Kulal qs guru langsung dari Syekh Bahauddin Naqsyabandi. Andai anda telah bertemu dengan Wali Quthub di zaman ini, maka anda tidak akan sibuk lagi menunggu Imam Mahdi datang atau menunggu Nabi Isa turun karena ibarat biji pepaya semuanya sudah ada di sana. Secara logika, kalau dengan Allah saja anda bisa dijumpakan oleh Beliau, apa sulitnya Beliau kenalkan anda kepada Imam Mahdi?

Imam Mahdi bukanlah seseorang yang telah gaib dan muncul kemudian di akhir zaman, bukan pula orang yang keluar dari tempat persembunyian karena selama ini takut dicari-cari musuh. Pemahaman keliru itu harus anda luruskan agar anda benar-benar bisa berjumpa dengan Imam Mahdi yang anda tunggu-tunggu sebab kalau pemikiran anda belum lurus nanti kalaupun berjumpa dengan Imam Mahdi yang sesunguhnya anda juga tidak akan terbuka hijab. Jangan anda menunggu Imam Mahdi di pinggir laut atau bertapa di dasar sumur karena sudah pasti anda akan disesatkan syetan yang sangat halus dan bisa menyerupai wajah apa saja. Imam Mahdi merupakan pangkat rohani yang disandang oleh orang pilihan Allah untuk meluruskan Iman manusia dan tentu saja Imam Mahdi tidak akan turun kecuali melalui Silsilah Thareqat Naqsyabandi yang merupakan Thareqat utama sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Syekh Bahauddin Naqsyabandi, “Akhir seluruh Tarekat adalah awal dari Tarekat ini (Tarekat Naqsyabandi)”.

Sungguh luar biasa rasa syukur yang tidak terhingga atas karunia Allah SWT dengan diperkenalkannya kita dengan kekasih-Nya, seorang Wali Quthub Arif Billah yang sangat dicari oleh orang diseluruh muka bumi karena lewat Beliau lah pintu langsung untuk berhubungan dengan Allah SWT.

399 Comments

  • Sabath

    assalamu’alaikum kanda sufi muda..
    Syekh Bahauddin Naqsyabandi berkata, “Akhir seluruh Tarekat adalah awal dari Tarekat ini (Tarekat Naqsyabandi)”.
    namun sebelum Syekh Bahauddin Naqsyabandi ini ada dan membuat aliran tharekat ini dengan nama tharekat naqsyabandiah, apa nama tharekat itu? mohon penjelasan kanda sufi muda.. wasslm..

    • SufiMuda

      Zaman Rasulullah SAW dinamakan Thariqatussirriyah, jalan rahasia krn tidak semua ummat zaman itu di ajarkan ilmu ini.

      Zaman Abu Bakar dinamakan Thariqatul “ubudiyah krn kuatnya penghambaan Abu Bakar.

      Zaman setelah Abu Bakar sampai Syekh Abu Yazid dinamakan Thareqat Siddiqiyah untuk mengenang Abu Bakar Siddiq

      Zaman Setelah ABu Yazid sampai Syekh Bahauddin dinamakan Thareqat Taifuriyah untuk menghormati SYekh Abu Yazid yang digelar dengan Syekh Taufur

      demikian

  • rizaly posumah

    aku percaya bahwa aku telah menemukan seorang guru, yang dimaksud saudara. beliau adalah seorang imam yang mungkin di janjikan tuhan sebagai wali quthub, tapi dia bukan dari tharekat naqsyahbandi dan dia bukan imam mahdi yang akan turun di akhir zaman nanti. melainkan pemimpi para wali yang hidup di zaman ini,

    • friz al-kelantani

      saudara cuba perbanyakan zikir kalimah tauhid dalam hati iaitu mengucap dua kalimah syahadah ana yakin hijab akan terbuka.

    • LoE_Q

      Subhanalladzi…………..biyadzi-Hi kullu ‘amrin.
      sodara2 mohon maaf, sesama ikhwah fil Islam……..masalah tulisan diatas jangan dibikin ruwet toch…….

      biarkan dan kita harus saling menghormati t`adzim nya akhy sufi muda kepada syeikh nya, dan jika yang lain sudah ta`dzim kepada syeikh nya di Toriqoh yang berbeda itu juga sangat benar dan harus dibenarkan.
      tujuanya kan sama2 perjalanan mencari cinta Ilahy………..

      Syeikh Kita Mawlana Syeikh Nadzim Efendy `Adil Al Haqqany kan juga sudah menjelaskan ” IKuti Syeikhmu………jangan ragu”
      masalah Toriqoh apa yang terbaik itu adalah sirruLlah………
      bukan level kita mengoreksi.

      salam`alaikum
      LoE_Q

      • dharmo gandul

        iya om,justru itu. kalau soal dia ta’zim sama gurunya itu urusan dia,yang saya tidak setuju adalah pengakuan bahwa metode dia adalah yang terbaik bla bla bla,dari sini muncul ego-nya..bahwa jalan kami adalah yang terbaik..mungkin benar..tapi saya tdk suka dengan kesombongan..jalan dia mungkin benar..tapi dianya yg tdk benar..penyampaiannya kurang tepat..kalau orang diluar toriqoh Naqsyabandi baca pasti bukannya simpati malah lari..ni orang sombong bgt sich…gitu deeech…biasa nya dimana mana Gurunya tu biasa-biasa aja (tawadhu)…muridnya yang suka aneh-aneh..

        • SAPIHITAM

          Ass. wr. wb.
          LAM KENAL BUAT KANG MASE DARMO GUNDUL

          Saya setuju dengan pendapat kang gundul bahwa kesombongan itu tak baik.
          Namun kang gundul jangan emosi gitu dong kenapa harus marah ?? sebenarnya penyampean itupun juga benar tidak salah apalagi sombong. karena mereka ini menemukan yang tepat senagnlah dia…. maksudnya mungkin “berbagilah” kesanangan ini kepada yang mau. tapi kang gundul langsung menolaknya jangan dong.
          Dia ini orang yang lugu dan jujur. cerita apa adanya. karena dia ini sering mendengarkan fatwa dari gurunya
          di gunakanlah fatwa itu. Jadi kang gundul yang sabar dong. memang kalimat itu dari Gurunya. Namun yang menyampaikan muridnya. Oke.

          • fahmi tamari

            Ass. ada beberapa untaian hikmah dari syaikhuna abdullah mubarok ayah dari syaikhuna almukarram syaikh ahmad shohibul wafa tajul ‘arifin, yg berbunyi jangan memeriksa murid orang lain, jgn menyalahkan ajaran orang lain, biarkan saja seorang murid menganggap gurunya atau thoriqohnya terbaik dari guru2, thoriqoh lainnya, akan tetapi yg mempunyai otoritas utk itu semua hanya Allah swt. yg penting kita jalani dan kita yakini bahwa apa yg telah diajarkan oleh guru kita dapat menghantarkan kita menuju Allah swt, dan kita ikhlas menjalankannya, bukan masalah gurunya siapa, thoriqohnya apa yg penting guru mursyid dan thoriqoh yg kita jalani silsilahnya tersambung sampai ke Rasulullah dan akhirnya menuju Allah rabbul ‘izzah. dan klo mau meyakini pasti seluruh murid thoriqoh manapun di dunia ini pasti akan menganggap mursyidnya adalah wali quthub, tp ingat sekali lg semua itu hanya hak Allah dan yang mengetahui wali hanyalah wali itu sendiri. Wassalam

  • jagoanneon

    Penasaran, sebetulnya jaman nabi dulu itu para sahabat yang mencari beliau atau baginda Nabi yang mendakwahkan ilmunya ke orang (yg bukan islam ?) ?

    Apakah juga dilakukan baiat, seperti tarekat ? trus kenapa ada sahabat nabi yg berpaling memusuhi (kaum munafik) ? Apakah semua sahabat nabi juga diajari ilmu tarekat ini ?

    Kalo dulu baginda nabi bisa sukses mengangkat kaum jahiliah arab (dan masuk ke nomor 1 orang paling berpengaruh di dunia), apakah sekarang para rosul2 penerus beliau bisa mengangkat negara indonesia yg jahiliyah ini menjadi negara makmur ?

    Thx
    salam

  • syafiul umam

    Ya saya setuju sekali ama article ini,memang dunia ini akan tamat tanpa Tuhan ciptakan seorang waliNya yang berpangkat Qutbul aqthob,atau Ghoutsu zaman…klo anda hendak berhubungan dengan beliau coba anda pelajari Sholawat Wahidiyah dan ajarannya…hub,Ponpes Kedunglo kediri jawa timur.,,,Sukron ‘alahtimamikum…..

  • rahasia.kehidupan

    setelah masa kepemimpinan Rasulullah SAW … hakikat NUR ALLAH dan NUR MUHAMMAD terpisah menempati wadah (manusia yang berbeda/berpasangan) dimulai dari ABU BAKAR dan IMAM ALI….. demikian seterusnya sampai di zaman ini.

    “Akhir seluruh Tarekat adalah awal dari Tarekat ini (Tarekat Naqsyabandi)”.

    kalimat diatas memberitahukan:

    bahwa akan datang di akhir zaman manusia yang mampu menyatukan kembali NUR ALLAH dan NUR MUHAMMAD sebagaimana menyatunya NUR ALLAH dan NUR MUHAMMAD pada diri MUHAMMAD bin ABDULLAH. (Rasulullah SAW)

  • friz al-kelantani

    salam saudara se tujuan jua kita semua, jangan mengejar makam. amal apa yg diajar oleh murshid mu, istikomah buat ikhlas kerna Allah semata2 untuk mencapai keredhoaanya sahaja dijalan ubudiah (seorang hamba) sebagai pemikul amanah khalifah, kau takkan diredhoinya sehingga kau redho atas segala ketentuannya, jangan ada maksud di sebalik amal, itulah ikhlas, tiada daya dan upaya melaikan dia, sedangkan guru yg sampai pada kehadharatnya pun bulih jadi terpesong lantaran ujub fi nafsi iaitu rasa hairan beza (mulia) dari org lain sedangkan itu rahmat dari tuhan jua, segala amal tarikat ke apa2 sekali pun tak dapat berikan kita apa2 melaikan dia yg berdiri berkehendak dan segala2nya tanpa terbatas atau terpengaruh dengan apa2 jua dialah Allahuakbar jangan syirik dengan amalan itu sendiri sahabat ku, perbanyakkanlah zikir kalimah syahadah atau kalimah tauhid walaupun disaat mana atau dimana iaitu LAILAHAILLALLAHUMUHAMMADURASULULLAH
    ana yakin kebenaran akan terselah. kerna kalimah itu asasnya dan puncaknya.

  • friz al-kelantani

    satu lagi pesan ana jangan duk cari wali kutub cari keredhoaan Allah. setan boleh berupa dalam bermacam rupa saudaraku melainkan nabi Muhammad s.w. guru yg sebenar apa bila kita berjumpa dengan rasulullah sendiri dia akan bagi tahu kita siapa dan kepada siapa kita perlu jumpa itulah tarikat kita jangan tertipu dengan syaitan dan wali syaitan, banyakan zikir kalimah tauhid tu mati pun kita nak sebut yg tu bukan yang lain, itu kata laluan untuk berjumpa Allah melalui muhammad.

  • Anggi

    Apa pertimbangan Sufi Muda memuat tulisan ini? Menurut saya tulisan ini kurang pantas disajikan disini. Imam Mahdi ataupun Wali Quthub bukan urusan kita. Itu adalah urusan Allah. Urusan kita adalah bagaimana memperbaiki akhlak kita sendiri. Bagaimana kita membuang segala macam penyakit yang bersemayam di hati. Urusan kita adalah bagaimana Allah mengampuni segala dosa kita yang memang pasti sudah berdosa. Urusan kita adalah bagaimana mencari seorang Guru yang bisa membimbing kita untuk itu semua. Perkara keyakinan bahwa Guru yang membimbing kita apakah seorang Wali Allah, Wali Quthub ataupun Imam Mahdi, ataupun juga keyakinan bahwa amalan yang kita ikuti adalah yang paling benar, tidak perlu di ungkapkan di media umum yang semua orang bisa membacanya.
    TULISAN INI TERLALU SUBJEKTIF DAN TIDAK MENYEJUKKAN HATI…

  • novel

    memang sang sufi muda terkesan seperti gerombolan burung pipit.tapi dalm nya hati siapa kira?!.kalo pembaca pengikut naqsabandi pasti berbunga2 yg lain tau?!aq teringat akan pengisahan syeh rumi tentang seruling yg merindukan rumpun bambunya ^_^

  • onetwothree

    In my honest opinion,

    Artikel yang disodorkan disini ngga kelihatan menjudge yang lain tuh… saya rasa bang sufi muda hanya mengemukakan point of viewnya dari sudut pandang dia sebagai seorang murid dan knowledge yg telah dipelajarinya, ya wajar bukan sih ?.

    And remember that dalam artikel tersebut tidak ada paksaan untuk mengikuti apa yang dikemukakan bang sufi muda. so why bother bashing the article or him…

    you like it.. take it… you dont like it… leave it…
    As simple as that people…

    Just search for another thing in “google search” if its just making your head full of flame.. :p

    Not defending him nor ignoring him… i just found this article interesting.. Thanx

  • mas telo

    Artikel di atas sangat sangat tidak diragukan dan yang meragukan mungkin belum mengalami merasakan menjadi murit seorang wali kutup
    hanya orang orang pilihan yang bisa menjadi muritnya wali dan mungkin ada orang yang ragu kebenaranya itu hak dia jangan berdebat ambil positifnya aja
    kita jangan terlalu cepat menilai sesuatu ibarat kita menilai rumah dilihat dari luarnya kemudian dalamya kita perhatikan betul betul interior interiornya baru kita bisa menilai rumah itu jelek atao comel kata orang melayu………………
    biar kita jelas al quran surat al kaffi ayat 17 . semoga kita tergolong orang yang dapat petunjuk dan di tunjuki ketemu wali yang kamil mukamil sempurna dirinya dan bisa menyempurnakan muritnya kearah kebaikan. amin………..

    • AXE88AREL88

      alhamdulillah. .., teruskan sahabat.., kadang kala kita terpaksa keras untuk menyampaikan sesuatu.., dan jgn pernah takut menyampaikan sesuatu yg usulnya dari allah…, allah mengangkat siapa yg di kehendakinya dan menurunkan siapa yg di kehendakinya.., isu yg kita hadapi skrg pandangam saya, kita ambil pengajaran dari al quran.., sedang di zamannya nabi musa di suruh oleh allah berjumpa seseorg yg jubah bajunya hijau.., di percayai melalui tafsir kitab2 lama ianya nabi khidir.., ilmu itu luas.., allah memberi ilmunya kepada yg di hendakinya, dan memberi ilmu lain pula pada org lain yg di hendakinya.., masalah yg wujud kini bnyk ahli dengan bangga mengukur darjat pahaman dan pegangan aliran lain dengan iktikad mereka yg paling tepat den melihat muslimin yg lain seperti tenggelam dan sangat malang hanya kerna tidak melihat cara mereka melihat..,

      ada yg komen dengan niat baik dengan mengajak menghormati dan tidak mencela.. , tapi kadang kala kelakuan seperti umar ra juga perlu, seperti cara abu bakar ra juga perlu.., yg pasti akhir zaman ini fitnah nya tak pernah terjadi pada zaman mereka yg terdahulu, jadi sgt perlu berjaga jaga dalam mengangkat manusia lain melebihi sifatnya. yg maksum hanya nabi.., sedangkan allah berfirman sewaktu bapa saudaranya nabi nazak, iaitu ya muhammad ko hanya boleh menyampaikan dan hanya allah lah pemilik hidayah.., allah mampu membolak balik hati hambanya.., tiada yg pasti dan boleh kita bergantung pada zaman fitnah ini.., melainkan hanya pergantungan pada allah.., jadi masakan boleh mahkluk yg lainnya pula boleh membuat sesuatu yg nabi tak boleh buat seperti memberi iman dan menerima islam.di tambah pula artikel membawa maksud imam mahdi di letakkan pada tempat kedua kerna wali qutubnya telah terselah atau di kenalkan dengan mudah pada imam mahdi.., ini mengecilkan kebijaksanaan allah yg al hakim dan al amin.., sepertinya ada manusia yg mampu membaca rancangan allah yg maha sempurna..wallahhuaklam. .., penulisan ini hanya sebagai peringatan pada mereka yg sedang mengaji atau suke mengaji dan tidak sabar mensebarkan dakwah.., igt lah kita semua makin kita ingin kebenaran ada pihak yg telah di izin allah yg akan melakukan tipu dayanya se upanya untuk memesongkan kita.., itu lah ujian buat para pemegang ilmu., kuat atau tidak die menjaga ilmu dari fitnah pada diri sendri atau orang sekelingnya..paling bahaya yg zaman kini pada mereka yg langsung tida pegangan atau usul., manusia dalam berbicara atau berdebat yg kelihatan lancar hujahnya dengan kata2 tidak semestinya die pihak yg benar di sisi allah..,maka memang tepat la pada sifat kita yg hamba dan bodoh ini.., kemungkinan yg kelihatan kalah atau di anggap salah oleh mata manusia sekaliannya juga belum tentu die salah atau bersalah..

      berkenaan dengan al kahfi ayat 17, perlu di lihat dari ayat 13 dan sehingga seterusnya, allah memberi mereka hidayah, dan mereka yg telah di beri hidayah itu juga masih mampu bercakap tentang perlu ada bukti bagi mereka yg menyembah selain allah.., lalu allah asingkan mereka dan terpelihara lah mereka dari segala perkara.., bagaimana pula kita yg zaman ini mampu berkata hanya hati kita saja cukup sudah boleh mematahkan pegangan saudara kita yg lain, sedangkan dlm surah itu kesahnya nyata berlaga bersama mereka yg syirik, kufur dan munafik, dan tentang zaman kita ini pula sesama saudara semuslim sendri.., masakan hujah tentang kerna ada yg mengaku di kurnia allah karamah beramai ramai pada guru dan ahlinya sampai mereka boleh berkata tentang bertapa terpilih dan terlampau tinggi darjat sheiknya sudah cukup memperlihat siapa y benar dan siapa yg salah.., jln yg hak bagi masalah ini adalah berlapang dada.., dan berdakwah sangat di tuntut.., namun memerlukan kebijaksanaan.., nabi isa memesan pada kaumnya bahwa kalian belum bersedia aku beritahu akan dtg pembawa kebenaran pada akan dtg dan jalan di bawanya adalah lurus , rasul kita lah yg di maksudnya.., nabi jugak berhijrah menunjukkan adanya jalan sesuatu perkara itu, dan pergi nya bukan kerna berhajat tidak mau lagi pergi ke mekah, tapi sebahagian dari jalan yg telah di tetapkan oleh allah, jadi penulisan begini, tajuk bergini, dan perbualan lainnya yg kini masing2 sibuk membahas yg lebih memperlihatkan perbalahan adalah 1 perkara bodoh , hanya keretakan, bongkak dan taksub yg terlahir dari hasilnya, yg menyokong ya taksubnya 2 kali ganda, yg membahas mempercerahkan atau teguran ikhlasnya jadi cercacaan.., jadi kita semua di dalam ini hanya memberi menang pada syaitan dengan buka ruang bagi dia.., mohon maaf atas salah silap.., as salam…

  • johan wahyudi

    Assalam Mualaikum Wr Wb ,Buat saudara-saudaraku yang se iman.Islam adalah berkah bagi semua semesta alam.Dengan begitu Islam tanpa kita pun menjadi milik alam semesta.Bukankah kita sebagai makhluk fana yang hilang tumbuh berganti.Sebagai umat Islam bukankah sudah ada amanah bagi penerus perjuangan beliau Nabi Muhammad s.a.w yang kita junjung bersama yaitu al’qur an dan hadits.adapun perbedaan diantara umat juga sudah diamanahkan yaitu untuk kembali dirujukan kepada alqur an dan sunah Nya.Belajar dan mengamalkan Islam adalah tujuan bagi tiap manusia yang dihatinya ada kerinduan dan kenginan untuk selalu mengenal Nabi nya dan Allah s.w.t dalam syair dan bait Al qur an dan sunah Nya tak lekang hingga umur uzur dan akhir hayatnya. Salam Sejahtera Buat Saudaraku Se Iman.

  • jaya

    Assalam Mualaikum Wr Wb.
    diriku ini sangat kecil dan bodoh, tujuan aku membaca ini hanya untuk mencari jawaban dan mengerti semua tentang pertanyataan pertanyataan dalam diriku. Ada yang aneh aku temukan kok hasil yang bisa aku simpulkan semua merasa lebih dari yang lain, aku hanyalah orang bodoh yang selalu mencari tahu apa yang aku pingin tahu. secara runtutan ajaran semua banyak kesamaan sampai pada pimpinan tertinggi tingkatan wali. tapi saat menentukan nama dan siapa pimpinan wali akhir semua mengaku bahwa gurunya adalah orang yang dimaksud pemimpin wali akhir jaman, jadi bingung lagi deh

    saudaraku yang seiman jangan kau robohkan bangunan islam ini dengan kecemburuan atau rasa besar pada diri.

    lihat tetangga kita sedang membangun rumah, menghias tamannya agar kelihatan indah

    lihat lihat cerita cerita kemrosotan kita dimasa lampau.
    kita dulu pernah jaya saudara
    kita dulu pernah jadi panutan dunia

    lalu kita kalah kota kita diduduki, dan dirampas, teknologi diambil alih

    saudaraku mari bina islam ini hingga kuat janga dirobohkan jangan dirobohkan

  • elfan

    Thariqat yang sesuai dengan ajaran Nabi kita Muhammad SAW ialah Thariqat Ihsaniyah. Thariqat Ihsaniyah mengajarkan kepada kita bahwa beribadah dan beramal salehlah kamu dengan seolah-olah kamu melihat Allah SWT, walaupun kamu ‘pasti’ tidak bisa melihat Allah SWT, tapi kamu harus yakin bahwa Tuhan, Allah SWT Maha Melihat dan pasti melihat kamu dan malaikatpun ikut mengawasi kamu di kanan dan di kiri tubuhmu.

  • Muslim

    Assalamualaikum WW.,

    Saudara/i muslim, berbahagialah kita ditakdirkan Allah SWT untuk bertarekat dan mempunyai Mursyid.

    Mengutip KH. Luqman Hakim (Pemred “Cahaya Sufi”). Saat ini orang-orang bertarekat ibarat setitik air dalam lautan….sangat langka.

    Coba kita lihat di kota-kota besar, banyak ustdaz-ustadz yang dengan lantang membid’ahkan tarekat.
    Alhamdulillah, kita bukan golongan itu.

    Apapun tarekatnya, siapapun mursyidnya yang penting ISTIQOMAH menjalankan dzikir-nya.

  • Adli_hakim

    Maaf abang sufi muda klo ga salah ini bukan tulisan anda dech. Tp ceramah dari Saikh Hisyam Kabbani. Sufi muda seharusnya di tulis dong sumber tulisan ini dari siapa. Biar ga salah adab. Klo yg ga tau kan malah menjelekkan dan menyalahkan tulisan ini. Sama saja mereka menjelekan Saikh Hisyam Kabbani..

  • aljimbary

    aduhai indah kali antum ini….wah wah wah..iy ya ya..thoriqoh itu hebat..luar biasa…ibarat …zat khusus[yg bisa merubah apapun bisa menjadi emas] mungkin hibritul ahmar..setiap manusia itu berbeda…muatan ruhaninya ..maka mintalah ppada ALLAh agar ditunjukkan kepada jalan [metode yg cocokdg kadar ruhani kita }

  • Kaunang Na

    SUNGGUH CELAKALAH ORANG YANG MENGANGGAP DIRINYA ATAU KELOMPOKNYA LEBIH BENAR DAN LEBIH MULIA DARI ORANG LAIN, SEBAB HANYA TUHAN LAH YANG MAHA TAHU. SAYA INGATKAN ALLAH TIDAK MELIHAT DARI POLAH HATI APALAGI RAGANYA TETAPI TUHAN MELIHAT DARI CAPAIAN KECEMERLANGAN HATI. PADA SAAT KITA MENILAI BAHWA KITA ATAU KELOMPOK KITALAH YANG PALING BENAR PADAHAL TIDAK ADA DALIL YANG MENGUATKANNYA MAKA HAL ITU SERUPA DENGAN SYIRIK KECIL ATAU HIJAB QALB YANG SANGAT TEBAL. URUSAN TAREQAT ADALAH URUSAN PENYUCIAN HATI TENTANG PROSES ATAU TAREQAT ITU SENDIRI ADALAH TERGANTUNG METODEPENDEKATANNTA MASING2. KITA TIDAK BOLEH MEMAKSAKAN METODE ARAB BERLAKU UMUM UNTUK UMAT SELURUH DUNIA. INGAT BAHWA METODOLOGI SANGAT TERKAIT DENGAN POLA PIKIR BERARTI SANGAT DIPENGARUHI CULTUR BUKAN BERARTI CULTUR ITU SEBAGAI TOP CONTROL TETAPI SEBAGAI PROPERTI DALAM PENDEKATAN PEMAHAMAN. SEBAGAI CONTOH. ORANG MINANGKABAU AKAN LEBIH CEPAT MENERIMA UNGKAPAN SYAIR HIKMAH DALAM SYAIR PANTUN DIBANDING DENGAN CERITA PEWAYANGAN WALAUPUN TERKANDUNG MATERI TEMATIK YANG SAMA. SARAN SAYA BERTOBATLAH DAN SADARLAH BAHWA HANYA ALLAH RABBUL ALAMIN YANG MAHA TAHU MAHA MELIHAT DAN MAHA PEMBERI HIDAYAH

  • Edwar

    Puncak dzikir bukanlah ketenangan apalagi melahirkan mujadalah..
    Marilah kita menari dgn tarian cinta..
    Meneguk anggur..
    Dan menari lagi…
    Tarian cinta lebih indah dari tarian jiwa..
    Kasih ajari aku untk terus menari..
    Menari bersamamu

  • aba cilik Jr,

    ana suka tulisa ini.., memang demikian lah adanya jiwa seorang murid terhadap gurunya.., murid harus yakin kepada gurunya, tidak boleh tidak ! jadi jangan berdebatlah.., lanjutkan !!

  • MURKA

    Tarekat itu sesat!!!!!
    LIhatlah!

    Mereka hanya menghandalkan angapan mereka, bukan dalil dari Al-Quran ataupun Sunnah!

    KETAHUILAH

    ANGGAPAN MEREKA ITU TELAH DIRACUNI OLEH SYAITAN!

  • Syarif Muria Al-Ashar

    syaidina abu bakar ash sidik (KEBOLEHAN)……. tetap mengerjakan apa yang diperbolehkan oleh ALLAH SWT namun tetap bersikap zuhud terhadap dunia, Dasar Hadist : “Kejarlah duniamu seakan engkau hidup selamannya dan kejarlah akheratmu seakan engkau akan mati besok”

    Syaidina Ali RA (KEUTAMAAN)……… mengejar keutamaan membenci dunia karena keindahan dan kenikmatan yang ditawarkan dunia adalah menipu, Dasar Hadist : “barang siapa yang mencari dunia akan celakalah akhiratnya dan barang siapa yang mencari akhirat akan celakalah dunianya”.

    Siapa yang lebih utama Syaidina Abu Bakar atau Syaidina Ali?

    • kreco22

      “Kejarlah duniamu seakan engkau hidup selamannya dan kejarlah akheratmu seakan engkau akan mati besok” itu sepertinya Rasul Marah kepada manusia2 yang pecinta dunia, biar tambah lupa kepada kematian dan akherat dan diperjelas oleh Sayyidina Ali KW barang siapa yang mencari dunia akan celakalah akhiratnya dan barang siapa yang mencari akhirat akan celakalah dunianya”. sedemikian keras pesan nabi dan para sahabat terhadap dunia, karena dunia itu sendiri adalah fitnah dan dikelilingi oleh ular, untuk siapa yg lebih utama dari sahabat Antara Sayyidina ali dan Sahabat Abubakar Sidiq, keduanya sama2 masuk surga tanpa Hisab, dan yang terpenting bagaimana kita bisa masuk surga tanpa hisab seperti para sahabat2 beliau.

  • Ruslianto

    MURKA,….(dia) rupanya : Penganut Thareqat adalah Pengamal Dzikrullah ,…Sedang Dzikrullah dianjurkan Allah SWT :
    (Jika dianjur/diperintahkan Allah maka “wajib” hukumnya untuk dilaksanakan):
    Al Qur’an Suraah Al Ahzab 41,42 :
    Hai orang-orang yang beriman berdzikirlah kamu (dengan menyebut nama) Allah,dengan dzikir sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepadaNya diwaktu pagi dan petang.

    Al Qur’an Suraah Ar Rad, 28 :
    (Yaitu) orang-orang yang beriman dan tenteram hatinya dengan dzikir kepada Allah, Ingatlah ! Hanya dengan dzikir kepada Allah sajalah diperoleh ketenteraman hati.

    Wahai orang MURKA,…Anda telah “mengganggu” ketenteraman orang lain, apakah Anda pernah baca Al Qur’an (diatas)?
    (Bahwa Pengamal Thareqat telah ditenteraman kan hatinya oleh Allah)
    Maaf Kami tidak senaif seperti apa yang anda sangkakan,……sayang anggapan dan komentar Anda telah kerasukan syaitan.
    Namun Saya prihatin dengan Anda wahai orang (sedang) MURKA.

    Wahai suzhi:,…… Saya sangat ngefan’s dengan Guru Mursyid dan itu Lebih baik dari pada anda yang ngefan’s ama Lady Gaga,….. Lady Gaga itu Monster taukah anda , Monster itu apa ? Si MURKA bilang Monster itu “induknya syaiton”.

  • Ruslianto

    Wah Kayanya Sdr.Majnun,… sedang melakukan kemunafikan (maaf), dimanakah posisi keimanan Sodara ? hanya menonton ? apakah ini suatu pertandingan ? ato anda pura-pura tidak mudeng bahwa pengamal thareqat sedang “diserang” oleh orang anti thareqat ? dizaman Rosul Saw, saat berperang melawan tentara Quraiys (dulu) Kaum munafik tak mau ikut berperang “nonton aja keseruannya” dgn alasan sakit,..begitu tentara muslimin menang mereka ikut bersorak. Maaf Sdr.Majnun, saya ingatkan anda, janganlah anda numpang lewat dan menganggap Blog ini “pepesan kosong?” ato suatu “gelanggang pertandingan ?” seharusnya anda membaca visi & misi (dulu) dari Blog ini ,baru anda berkomentar jika memang anda seorang yang Mukmin yang arif. Mukmin ?

    Ada nasehat dari Imam Malik Bin Anas :
    Jangan “malu, hanya diam atau menonton saja ” pada saat sodarumu muslim diajak dan dipengaruhi mengerjakan hal-hal yang tidak benar, Karena Allah SWT berfirman :
    “Sesungguhnya Allah tidak malu untuk mengatakan sebuah kebenaran”.
    Al Qur’an Suraah Al-Ahzab ayat 53.

    Sdr.Majnun saya minta maaf,…. karena dalam kesempatan (ini) tidak lebih, sekedar mengingatkan saja, bahwa komentar yang hadir bukan sekedar pepesan kosong, Lalu bertepuk tangan dan bersorak sorai, karena salah satunya dan yang kalah ? Ingatlah kebenarang yang diusung harus ada argumentasi berdasar Syar’i dan tidak melenceng dari keimanan dan akidah yang diyakini. sekali lagi anda jangan tersinggung (dan jika masih se-akidah). Maaf saya (ini) sedang diserang oleh orang MURKA, dan Sodara hanya nonton. Wass.

  • Ruslianto

    Secangkir Kopi Pak Kiai…
    SEROMBONGAN cendekiawan dan ulama muda datang mengunjungi Kiai Sepuh di sebuah pesantren kecil di desa. Meskipun dari pesantren kecil dan di desa pula, Kiai Sepuh ini kerap sekali menerima tamu dari berbagai kalangan untuk berbagai urusan. Kiai Sepuh ini terkenal dengan kemampuannya menyelesaikan berbagai persoalan yang rumit dengan caranya yang khas – sederhana dan agak mbanyol (ngelawak). Seperti biasa Pak Kiai akan mendengarkan dahulu masalah para tamunya, baru kemudian memberikan solusinya.

    Maka satu demi satu rombongan cendekiawan dan ulama muda tersebut mengutarakan problemnya masing masing. Ada yang mengeluhkan problem dakwahnya yang mengalami hambatan di sana-sini karena kekurangan dana, ada yang mengeluhkan problem keluarganya, ada yang mengeluhkan hedonism masyarakat yang berpikiran serba materi, ada yang mengeluhkan kondisi umat yang semakin jauh dari tuntunan agamanya, ada yang kuatir dengan sisa umurnya, namun Imam Mahdi belum juga muncul, ya kuatir aja gitu apakah Imam Mahdi berjenggot seperti dirinya ato tidak, ada yang ragu dengan Guru Mursyidnya apakah sudah berada dimaqom Khalifah Allah atao belum soalnya selama ini ia berrabithah dengan mursyidnya itu (baru) Khalifah Rasul – Ada mengatakan kekuatirannya dengan iklan mursyid di tetangga sebelah lebih lancar, bernas daripada mursyidnya terus-terusan berada didalam kelambu – sewaktu diluar kelambu ama muridnya engga kenal lagi – dlsb.

    Setelah semua tamunya berkesempatan menyampaikan uneg-uneg mereka, Pak Kiai minta ijin tamunya untuk mengambilkan kopi di belakang – saking sederhananya Pak Kiai ini sampai tidak memiliki pembantu. Tidak lama kemudian Pak Kiai datang dengan membawa teko panas berisi kopi, didampingi istrinya yang membawakan sejumlah cangkir.

    Karena kesederhaannya pula di antara cangkir-cangkir tersebut tidak ada yang sama bentuk, model maupun ukurannya. Menyadari akan adanya rasa penasaran para tamunya, Pak Kiai-pun menjelaskan : “Anu, itu cangkir-cangkir yang ditinggalkan para santri yang sudah lulus dan keluar dari pesantren ini…”. Kemudian dia menyilahkan tamunya : “Silahkan ambil sendiri kopinya…”.

    Setengah berebut, para tamunya memilih cangkir-cangkir yang paling baik untuk mengambil kopinya. Jumlah cangkir memang cukup dan semuanya mendapatkan cangkirnya, tetapi tentu saja yang duluan yang mendapatkan cangkir yang paling bagus.
    Sambil memperhatikan tamunya menikmati kopi dari beraneka ragam cangkir, Pak Kiai –pun siap memberikan satu solusi untuk seluruh keluhan dan masalah yang disampaikan oleh tamu-tamu tersebut.

    “Dari apa yang saya dengarkan tadi, dan dari cangkir-cangkir kopi yang kalian pegang – masalah kalian sebenarnya sederhana”. Dia melanjutkan : “Selama ini terasa rumit, karena kalian fokus pada cangkirnya bukan pada kopinya”. “Yang kalian butuhkan kopi karena yang meredakan dahaga adalah kopi – sedangkan cangkir hanyalah alat untuk bisa minum kopi”. “Bila kalian terlalu fokus pada alat, kalian tidak akan sampai pada tujuan….”

    “Sekarang fokuslah pada kopi kalian, maka cangkir yang berwarna-warni beraneka bentuk tidak akan mengganggu kenikmatan kopi kalian…!”

    Lalu Pak Kiai membacakan surat Ad Dzariyat – ayat 56 “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”
    Lalu beliau menutup nasihat pada para tamunya : “Selama kalian tidak kehilangan fokus pada tujuan hidup kalian yaitu menyembah kepadaNya, selama kalian hanya mengajak masyarakat kalian untuk menyembah kepadaNya, insyaallah kalian tidak akan terganggu oleh aneka persoalan, kepentingan, golongan, pemikiran, partai dan sejenisnya.”
    Para tetamu hanya manggut-manggut sambil menginstrospeksi diri, mereka mengurai permasalahan mereka masing-masing di dalam hati. Dalam hati pula sebagian mereka berkata: “Jadi selama ini kita berebutan cangkir, sampai melupakan kopinya sendiri.”

    Kita ini sesungguhnya seperti para tetamu Pak Kiai tersebut, kita terlalu fokus pada cangkir sehingga malah tidak bisa menikmati kopinya. Pekerjaan kita, usaha kita, komunitas kita dan bahkan juga keluarga kita sesungguhnya hanya cangkir berbagai bentuk tadi. Kopinya adalah tugas kita untuk hanya beribadat kepada Nya.

    Boleh saja membagus-baguskan cangkir tetapi tetap harus dalam rangka untuk dipakai menikmati kopi. Semangat membaguskan cangkir tidak boleh melalaikan kita sampai lupa tidak mengisinya dengan kopi. Cangkir-cangkir tersebut juga bukan pajangan, yang dinikmati keindahannya tetapi tidak digunakan untuk fungsi yang seharusnya – yaitu minum kopi.

    Sekarang waktunya untuk belajar menikmati rasa ‘kopi’ itu, keindahan cangkir bisa menambah kenikmatannya – tetapi jangan melalaikannya. InsyaAllah.*

    • iyan

      Mas Rusli buat lawan si MURKA gak perlu kiayi sepuh,saya aja.

      jika ada yg bilang kepadanya saudaranya SESAT maka dia sendirilah yg SESAT.
      gitu aja kok repot

      • Ruslianto

        Ass.Sdr.(Ku) iyan,…terimakasihku padamu,…semoga selalu mendapat maghfiroh dan rahmat Allah SwT,..(Amiiinnn) ,….Kulo nike
        piyee,… yoo mass – rasa-rasa-nya jika ada yang memusuhiku terang-
        terangan maka aku-pun ingin memerangi pula dengan terang-terangan,.. ah.
        Wass; Maaf Ku,…Sdr.Ku Salam hangat u mu.

  • andriansyah

    Bagaimana dengan pehaman sebagian umatn islam bahwa sahabat nabi yang ustad katakan ialah bagian dari orgnyang berkhianat kepada nabi.

    • kreco22

      Kalau namanya sahabat ya tidak mungkin berkhianat mas, Rasulullah mensyiarkan agama islam di mekkah awal2 selama 13 tahunhanya mendapatkan 8 orang, yang mana ke 8 pengikut beliau sangat2 kuat dan tidak diragukan lagi, salah satunya Sahabat Abubakar dan Sayyidina Ali Kw

  • dinoooo

    agama dan keyakinan itu tidak untuk di perdebatkan…kalau qt sudah mendebat agama di tenggah itu pasti setan…lakumdinnukum whaliadin…agamu agamu, agama ku agama ku….sesama muslim jangan saling menghisab…biar lah Allah yang menghisab manusia…Allahu Akbar

Tinggalkan Balasan ke MajnunBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Sufi Muda

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca