Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Tasawuf Membentuk Akhlak Mulia

Oleh Marsudi Fitro Wibowo*

Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiqqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An Nisaa'(4):69)

Bagi orang yang belum mengenal apa itu Ilmu Tasawwuf atau Sufi tentu akan merasa asing untuk keduanya, karena tidak tahu orang cendrung untuk menjauhi atau enggan untuk mempelajarinya bahkan sampai mengejeknya. Hal ini serupa dengan awal kedatangan Islam tempo dulu, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw.: “Permulaan Islam ini asing, dan akan kembali asing pula, maka gembiralah orang-orang yang dianggap asing (orang-orang Islam).” HR. Muslim dari Abi Hurairah.

Kaum Sufi bukanlah sekelompok aliran bid’ah yang ajarannya masih saja diperdebatkan, namun dalam memahami Ilmu kesufian hati perlu benar-benar bersih dan jeli untuk menangkap doktrin-doktrin yang diajarkan dalam sufi itu sendiri dengan catatan tidak melenceng dari Islam. Tanpa didampingi ilmu sebagai manusia terlalu gampang untuk mencoreng, mencela dan berprasangka buruk terhadap sesama. Dalam sebuah hadits Nabi Saw.: “Hati-hatilah kalian terhadap prasangka, karena sesungguhnya prasangka itu merupakan perkataan yang paling dusta.” HR. Bukhari & Muslim.

Ilmu kesufian atau Ilmu Tasawwuf adalah ilmu yang didasari oleh Al-Qur’an dan Hadits dengan tujuan utamanya amar ma’ruf nahi munkar. Sejak jaman sahabat Nabi Saw. tanda-tanda sufi dan ilmu kesufian sudah ada, namun nama sufi dan ilmu tersebut belum muncul, sebagaimana ilmu-ilmu lain seperti Ilmu Hadits, Ilmu Kalam, Ilmu Tafsir, Ilmu Fiqh dan lain sebagainya. Barulah pada tahun 150 H atau abad ke-8 M Ilmu Sufi atau Ilmu Tasawwuf ini berdiri sebagai ilmu yang berdiri sendiri yang bersifat Keruhanian. Kontribusi Ilmu Tasawwuf ini banyak dibukukan oleh kalangan orang-orang Sufi sendiri seperti Hasan al-Basri, Abu Hasyim Shufi al-Kufi, al-Hallaj bin Muhammad al-Baidhawi, Sufyan ibn Sa’id ats-Tsauri, Abu Sulaiman ad-Darani, Abu Hafs al-Haddad, Sahl at-Tustari, al-Qusyairi, ad-Dailami, Yusuf ibn Asybat, Basyir al-Haris, as-Suhrawardi, Ain Qudhat al-Hamadhani dan masih banyak yang lainnya hingga kini terus berkembang.

Dalam praktek realisasi ilmu Sufi khusunya tempo dulu, mutasawwif (orang Sufi) memerlukan adaptasi yang amat sangat. Hal ini agar mampu untuk menarik orang-orang yang belum masuk muslim dengan jalan tanpa kekerasan dan paksaan, dengan kata lain berdakwah yang tidak keluar dari tujuan utama yang membuktikan akan cintanya kepada Maha Pencipta yakni Allah SWT. Disisi lain orang-orang sufi menjauhkan diri dari hal keduniaan yang dapat menghijab antara hamba-Nya dengan Allah Swt dalam beribadah. Disinilah Sufi mulai mengembangkan metode-metode bagaimana cara untuk membersihkan jiwa, pembinaan lahir batin, berdzikir, mendekatkan diri pada Allah, membangun jiwa mulia dalam mengenal Allah atau ber-ma’rifat, selain itu berintrospeksi diri siapa diri ini sebenarnya, sesuai dengan hadits Nabi Saw. “Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa Rabbahu” (Barang siapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya)”.

Jelas bahwa Ilmu Tasawwuf dan Sufi adalah merupakan salah satu ilmu dalam Agama Islam yang sangat halus dan mendalam yang mampu menembus alam batin serta sulit sekali untuk di ilmiahkan dan diterangkan secara kongkrit. Hal ini bukan berarti tidak dapat dibuktikan secara ilmiah namun seseorang yang memiliki kebersihan hati dan kecerdasan yang luar biasa yang mampu mecahkannya. Sebab “Al-Islaamu ‘ilmiyyun wa ‘amaliyyun” (Islam adalah ilmiah dan amaliah) HR. Bukhari. Karena halusanya ilmu ini persoalan-persoalan didalamnya bagi orang awam dapat menimbulkan khilafiyah (perbedaan) dan pertentangan-pertentangan. Tapi inilah keindahan Islam berlomba dalam kebaikan selama tidak menyimpang dari aturan Islam.

Dalam kitab Ta’yad Al-Haqiqtul ‘Aliyya hal. 57, salah seorang ulama Fiqh dan Ahli Tafsir Jalaluddin as-Suyuti mengatakan: “Tasawwuf dalam diri mereka adalah ilmu yang paling baik dan terpuji. Dia menjelaskan bagaimana mengikuti Sunah Nabi dan meninggalkan bid’ah”. Sedangkan Al-Junaid seorang pimpinan tokoh Sufi Mazhab Moderat yang berasal dari Baghdad menyatakan tentang ilmu kesufian dalam syairnya: “Ilmu Sufi (Tasawwuf) adalah benar-benar ilmu, yang tidak seorang pun dapat memperolehnya; Kecuali dia yang dikarunia kecerdasan alami, dan berbakat untuk memahaminya. Tak seorang pun dapat berpura menjadi Sufi, kecuali dia yang melihat rahasia nuraninya.”

Ilmu Tasawwuf dan Sufi adakalanya orang mencap sebagai ilmu kolot, ketinggalan jaman, usang, out of date, bahkan disebut aneh. Akan tetapi di balik itu semua bahwa Ilmu Tasawwuf memiliki kekuatan yang sungguh luar biasa untuk lebih mengenal Tuhan serta membangun mental dan akhlak yang mulia. Yang perlu diperhatikan kenapa orang dapat menjadi sesat dan madlarat dalam mempelajari dan mengamalkan Ilmu Tasawwuf. Sehingga ia menjadi orang yang apatis atau mengasingkan diri dari pergaulan masyarakat dan keluarga, meninggalkan keduniaan yang padahal di dunia ini adalah sebagai ladang amal dalam berbuat kebajikan untuk bekal di hari kemudian. Hal demikian dapat terjadi kesesatan pada diri seseorang dengan mempelajari ilmu Tasawwuf tetapi tanpa didampingi dengan Ilmu Kalam (Ushuluddin) dan Ilmu Fiqh.

Menurut Imam Malik ra. (94-179 H/716-795 M) menyatakan: “Man tassawaffa wa lam yatafaqah faqad tazandaqa, wa man tafaqaha wa lam yatsawwaf faqad fasadat, wa man tafaqaha wa tassawafa faqad tahaqqaq. (Barangsiapa mempelajari/mengamalkan tasawwuf tanpa fiqh maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fiqh tanpa tasawwuf dia tersesat, dan siapa yang mempelari tasawwuf dan fiqh dia meraih kebenaran).” Dengan demikian bahwa Ilmu Tasawwuf dan Ilmu Fiqh umpama dua jemari yang tak dapat dipisahkan, dan tidak untuk diabaikan dimana keduanya sama-sama penting suatu perpaduan antara akal dan hati.

Jadi dengan Ilmu Kalam (Ushuluddin) atau Ilmu Tauhid, bahwa Allah SWT. itu ada dan mempercayainya sebagai Tuhan yang wajib disembah. Ilmu Kalam ini adalah Ilmu pokok-pokok kepercayaan dalam Agma Islam. Selain itu pula untuk menghindari dari kemusyrikan serta memperkuat akan Tauhidullah sebagai Esensi Aqidah Islam. Ilmu Fiqh, pemahaman tentang syariat-syariat Islam berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah yang merupakan lautan ilmu yang meluas secara horizontal. Sedangkan dalam Ilmu Tasawwuf adalah mengatur kesempurnaan hubungan dengan Allah dan juga sebagai ilmu yang mampu menembus vertikal kedalam. Dengan mempelajari ketiganya maka akan kuatlah Iman, Islam dan Ihsan kita yang merupakan kesempurnaan dalam Islam, sebagai wujud mempelajari Ilmu Tauhid, Fiqh dan Tasawwuf.

Cintanya orang orang-orang Sufi terhadap Tuhan, bagi mereka adalah suatu kenikmatan tersendiri dalam bertasawwuf, cara ini mampu membersihkan jiwa akan penyakit-penyakit hati (bathiniyah). Tapi penyelewengan dalam dunia Sufi pun dapat saja terjadi seperti halnya al-Hallaj yang mengakuinya dirinya sebagai Allah, dengan teorinya wahdat al-wujud atau pantheisme (Penyatuan Wujud) dan teori al-Hulul atau penitisan (Penjelmaan Tuhan dalam diri Manusia). Perkataan dan perbuatan al-Hallaj ini membuat marah para ahli Kalam (Tauhid), Fiqh dan masyarakat Islam, sehingga ia di hukum mati pada tahun 309 H. Di Indonesia dulu terjadi penyimpangan oleh seorang Waliyullah yaitu Syeikh Siti Jennar yang mirip dengan teori al-Hallaj, ia di hukum mati oleh mahkamah para Wali di Jawa. Namun hanya Allah-lah Yang Maha Tahu akan maksud dan hati seseorang.

**

Keunggulan umat Islam salah satunya adalah Ilmu Tasawwuf ini. Dengan bertasawwuf yang merupakan suatu kekuatan batin untuk mempertebal iman, tauhid, ladang amal, pembersih jiwa, serta untuk memperkuat Ihsan suatu cara untuk lebih mengenal Allah dan mencari keridloan-Nya semata maka secara otomatis akan meningkatkan akhlakul kariimah (Akhlak yang Mulia).

Menurut Prof. DR. Hamka bahwa: “Tasawwuf Islam telah timbul sejak timbulnya Agama Islam itu sendiri. Bertumbuh di dalam jiwa pendiri Islam itu sendiri yaitu Nabi Muhammad Saw. Disauk airnya dari Qur’an sendiri”. (Perkembangan Tasawwuf dari Abad ke Abad). Adapun ciri dari Sufi menurut Imam Nawawi (620-676 H/1223-1278 M) dalam suratnya al-Maqasid at-Tawhid ada lima ciri jalan sufi atau bertasawwuf yaitu: (1) menjaga kehadiran Allah dalam hati pada waktu ramai dan sendiri, (2) mengikuti Sunah Rasullaah Saw. dengan perbuatan dan kata, (3) menghindari ketergantungan kepada orang lain, (4) bersyukur pada pemberian Allah meski sedikit, (5) selalu merujuk masalah kepada Allah swt.

Oleh Karena itu Ilmu Tasawwuf khususnya di Indonesia haruslah mendapat perhatian penuh dari para alim ulama, sarjana, dan para cendekiawan muslim lainnya untuk dapat penyelidikan dan pengupasan secara luas dalam bidang Tasawwuf, untuk menciptakan mental yang Islami dan pemahaman spriritual dalam Islam untuk menjauhkan dari sifat-sifat tercela dan munafik. Sekali lagi bahwa Islam adalah agama Rahmatan lil ‘aalamiin.***

***

*) Penulis adalah Alumni Universitas Langlangbuana Bandung (Yayasan Brata Bhakti POLRI Jawa Barat).

Sumber : media.isnet.org

Single Post Navigation

40 thoughts on “Tasawuf Membentuk Akhlak Mulia

Navigasi komentar

  1. ajak-ajak on said:

    .Iya juga ya? Kalau sudah mengenal diri, sudah mengenal Tuhannya, semua ibadah akan jelas dan pasti. Barulah membekas dalam perilaku sehari-hari.
    Barulah terbukti sholat bisa menegakkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar

  2. lha masalahnya sebagian orang menganggap tasawuf bukan ajaran yg benar. setahu saya kesulitan ajaran batin sepertinya hanya bisa dijelaskan bila orang yg belum merasa benar, berpikiran terbuka, percaya, atau sudah mengalami. mungkin contoh perilaku atau kontribusi nyata yg bisa menjembatani. barangkali.

  3. hm…itulah susah nya kebanyakan manusia sekarang ini…

    banyak yang menanggap bahwa tashawwuf itu adalah sesat…

    mengapa mereka seperti itu ??

    tetapi, bagi kita yang di jalur ini…

    bershabarlah, sesungguhnya AllaaH bersama dengan orang orang yang shabar…

    salaam kenal buat yang menamai dirinya sufi muda 🙂

    trus kan blog ini…
    jangan berhenti…
    ramein juga…
    alatas84.wordpress.com
    syukraan 🙂

  4. sufimuda on said:

    Salam kenal kembali t Pak Alatas
    Trimakasih sudah mampir disini 🙂

  5. Salam…

    Dengan membaca tulisan tsb diatas saya merasakan hidup ini menjadi lebih berarti, tetapi dalam kenyataannya tasawuf melupakan sesuatu hal yang sangat penting yaitu ukhwuah Islamiah.
    Kadang ahli sufi tidak bisa menentukan sikap dengan adanya perkembangan jaman, mereka cenderung menutup diri dengan tharekatnya masing-masing. Dan dalam penggunaan bahasanya / kata-katanya sulit dicerna oleh kebanyakan kaum muslimin.
    Tasawuf bukanlah segalanya, karena tidak bisa dijadikan rujukan oleh kaum muslimin umumnya. Mereka asing karena dalam tarekatnya terkadang berlebihan dalam menafsirkan Al Qur’an terkesan menurut hawa nafsunya sendiri. Gimana cara menyikapinya ?

    Wassalam…

  6. ajak-ajak on said:

    @pano

    Islam itu awalnya asing dan akhirnyapun asing.

    Dulu saya adalah orang yang anti tasawuf/sufi. Saya sering menertawakan orang2 tarekat yang suluk, yang sering menyendiri/berkhalwat, eksklusif, yah terkesan aneh dan janggal lah. Persis seperti yang pano tulis diatas, saya pun berprasangka yang sama.

    Baru-baru ini saja saya terbuka dan menyadari bahwa prasangka saya itu salah besar. Mungkin dulu itu di bisik2i setan dalam diri saya supaya saya membenci/menjauhi tarekat/tasawuf/sufi.
    Coba pano baca artikel2 terkait di blog sufimuda sini, yang diungkapkan sudah bisa menunjukkan perbedaan dengan pemahaman pano terhadap tarekat/tasawuf.

    Tasawuf tidak pernah lepas dari hubungan dengan Allah , manusia dan alam sekitar. Jadi tidak pernah melupakan makna ukhuwah islamiah.
    Ahli sufi tidak menutup diri, kalau ukhuwah islam itu ibarat bangunan, ahli sufi sesekali keluar bangunan (berkhalwat) untuk melihat kondisi bangunan dari luar. Setelah memahami kondisinya, ahlisufi akan membenahi bangunan itu lagi dari dalam agar bangunan tetap bagus diluar dan dalam.
    Bahasa sulit dicerna kebanyakan kaum muslim? hmm,,, mungkin disini maksudnya sulit dicerna pano ya? Sebab kebanyakan kaum muslim justru mengambil kata-kata/ memakai bahasa tasawuf.

    Tasawuf memang bukan segalanya, Allah lah yang Maha Segalanya. Dalam islam pun ada ilmu Tauhid dan Fiqih yang harus sejalan dengan Tasawuf. Dan Tarekat yang benar itu harus berdasarkan pada syariat yang bersih dan lurus.

  7. Pandangan Mas Pano terhadap Tasawuf mirip sekali dengan pandangan kaum wahabi terhadap tasawuf dan juga pandangan kaum orientalis terhadap tasawuf.

    Awal munculnya wahabi yang menjadi sasaran penghancuran mereka adalah kaum sufi yang dianggap melakukan praktik2 bid’ah dan menurut mereka tidak ada dalam Al-Qur’an dan Hadist (mungkin Al-Qur’an yang di baca kaum wahabi kurang lengkap)
    Di Turki, kebencian terhadap Thareqat disebabkan karena menurut mereka Tasawuf itu menghambat kemajuan, kuno, dan terbelakang.

    Itulah gambaran Tasawuf dikalangan ummat Islam pada umumnya, dan citra buruk itu di dukung pula dengan munculnya pengamal2 Tarekat di kalangan bawah, orang2 dipinggiran desa, kurang intelek dan cenderung menutup diri.

    Saidi Syekh Khadirun Yahyah MA M.Sc merupakan satu2 nya tokoh sufi yang menjelaskan ilmu Tasawuf dalam ilmu eksakta yang tidak bisa dibantah. Beliau menjelaskan ilmu tasawuf dengan cara yang sangat ilmiah sehingga banyak profesor2, dan kaum ilmuan masuk menjadi murid Beliau.

    Tasawuf merupakan teknologi Al-Qur’an yang sangat tinggi dan ilmiah, cuma orang2 zaman dahulu tidak bisa menjelaskan dengan baik sehingga seringkali tasawuf dianggap ilmu yang terasing.

    Kini, kita telah tiba di zaman modern, ternyata Islam keras yang diperkenalkan oleh kaum wahabi telah melahirkan kekeringan dalam bidang spiritual. Islam telah tampil dengan wajah sangar, kasar dan kurang beradap. Islam identik dengan teroris. Kenapa? karena Islam ala wahabi adalah Islam yang mengusung paham Tribalisme, Islam kesukuan. Sebenarnya yang didakwahkan oleh kaum wahabi itu bukanlah Islam akan tetapi budaya Arab yang ingin dipaksanakan kepada ummat Islam seluruh dunia.
    Tasawuf akan selalu memberikan angin segar, memberikan kesejukan dan kedamaian kepada ummat Islam khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya.

    Apabila Islam ingin menjadi Rahmatan Lil “Alamin, maka tasawuf merupakan jalan yang paling tepat. membuang Tasawuf sebagai inti sari Islam akan menciptakan Islam yang kaku dan tidak toleran.

    Salam

  8. @ajak-ajak @sufimuda

    Salam kenal

    Anda berdua mengatakan :

    Tasawuf memang bukan segalanya, Allah lah yang Maha Segalanya. Dalam islam pun ada ilmu Tauhid dan Fiqih yang harus sejalan dengan Tasawuf. Dan Tarekat yang benar itu harus berdasarkan pada syariat yang bersih dan lurus.

    Apabila Islam ingin menjadi Rahmatan Lil “Alamin, maka tasawuf merupakan jalan yang paling tepat. membuang Tasawuf sebagai inti sari Islam akan menciptakan Islam yang kaku dan tidak toleran.

    Jawab :
    Iya betul, tasawuf / tarekat yang benar itu harus sesuai pada syariat yang bersih dan lurus. Sehingga Islam menjadi Rahmatan Lil’Alamin. Tasawuf harus menjadi intisari Islam, yg kemudian menciptakan Islam yang flexible / tidak kaku dan toleran dengan pemahaman lainnya.

    Tasawuf juga harus membuka diri dengan kenyataan yang ada dalam perkembangan agama Islam di belahan dunia lainnya. Seperti apa yang digambarkan oleh kang asep dlm posting yg lain.

    Setelah membaca tanggapan dari kang asep, ya itulah mungkin yang dicari selama ini. Mungkin kitanya aja yang secara sadar atau tidak sadar / sengaja atau tidak sengaja / sudah tahu tapi mengabaikannya.
    Telah lalai akan keberadaan Ahlulbait Rasul Saw.
    Saya cukupkan sampai disini, mungkin kang asep yang telah mewakili kehadiran saya disini. Terimakasih telah berbagi ilmu.

    Wasalam…

  9. ajak-ajak on said:

    @pano

    Saya setuju, dalam tasawuf memang diajarkan untuk selalu menjaga aspek hubungan dengan sesama manusia dan alam. Sebab bagaimana mungkin jadi rahmatan lil alamin kalau tidak pernah berhubungan dengan alam?

    Dan kaum tasawuf memang selalu membuka diri dengan kenyataan yang ada dalam perkembangan agama Islam di belahan dunia lainnya. Persis seperti yang diperjuangkan sama asep.

    Sbenarnya pano, tidak pernah ada ajaran tasawuf yang Haq itu yang mengabaikan/ meniadakan Ahlul Bait baik sadar/tidak sadar, sengaja/tidak sengaja. Seluruh Ahlul Bait adalah manusia-manusia yang dikasihi Baginda Rasulullah SAW. Bagaimana mungkin kita mencoba mendapat cinta kasih Nabi SAW kalau kita tidak menghormati keluarga dan Ahlul Bait nya? Begitu pula halnya terhadap para sahabat terdekat Nabi SAW, terutama ke empat Khulafaur Rasyidin.

    Sampai ketemu lagi pano.

  10. @ajak-ajak

    Maksudnya telah lalai disini adalah telah mengabaikan Al Qur’an dan hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Ahlulbait Rasulullah Saw. Seperti hadis al-Ghadir, hadis Tsaqalain, hadis al-Kisa, ayat Thahrir, ayat Mawaddah, hadis as-Safinah dll.

    Pemahaman Ahlulbait yang saya ketahui bahwa Garis Imamah sesudah Rasulullah Saw, dilanjutkan oleh para Imam dari dzuriat (Ahlulbait) Nabi Saw, untuk setiap jaman dan akhir jaman sampai turunnya Imam Mahdi Afs yang telah dijanjikan / dinantikan untuk kedamaian dan kesejahteraan manusia beserta alam semesta dengan segala isinya. Alam dhahir/lahir maupun ghaib/bathin, diantara jin dan manusia.

    Dengan berpegang teguh pada hadis dan ayat tsb diatas. Kepemimpinan umat Islam yang meliputi kewenangan keagamaan dan sekaligus kewenangan politik (pemerintahan) diyakini sebagai hak dari Ahlulbait yang diangkat oleh Allah Swt melalui Rasulullah Saw.

    @asep

    Sep, kamu kan orang Bandung saya orang Surabaya. Alhamdulillah ketemu disini ya. Sep, saya juga punya do’a. Jangan kamu aja yang bisa, gini ya :

    Ya Robby, demi Rasul Pilihan Mu
    Kabulkanlah do’a-do’a kami
    Ampunilah dosa-dosa masa lalu kami
    Wahai sang Maha Pemurah.

    Rasulullah Muhammad,
    Penghulu dunia akhirat
    diantara jin dan manusia
    diantara bangsa Arab dan seluruh bangsa lain di dunia.

    Solawat dan salam selalu kekal abadi,
    bagimu Nabi dan segenap ahlubaitnya yang suci

    Dialah Sang Kekasih
    yang syafa’atNya dimohonkan, didambakan dan diharapkan
    yang pertolonganNya menghapuskan bencana yang mengerikan.

    Ya Robby,
    Jadikanlah harapan-harapanku, sesuai dengan kehendak Mu
    Jadikanlah hari hisabku ringan tiada terhalang disisi Mu

    Kelemah lembutanMu yaa Allah, aku mohonkan bagi hambaMu ini,
    dalam kehidupan dunia dan akhirat,
    yang senantiasa menuntut ketabahan
    niscaya dihari Engkau memanggilnya
    terhapuslah siksa yang menakutkan.

    DariMu ya Allah,
    izin bagi awan gemawan
    Senantiasa bersolawat atas Nabi Mu
    laksana mata air yang senantiasa mengalir.

    Solawat atas Muhammad dan Ali bin Abithalib
    serta ahlil baitnya yang suci,
    Sahabat pilihannya, serta pengikut-pngikutnya yang setia,
    mereka yang selalu menjaga dirinya
    dalam ketakwaan, kesucian, kemulyaan dan penuh kasih.

  11. ajak-ajak on said:

    oooh,, itu toh maksudnya?
    Sah-sah aja kok.

    Mengenai do’a yang buat asep, aku boleh bilang amiin ga? Saling mendo’akan atas nama Allah dalam tali kebenaran kan bagus sekali.

  12. @ajak-ajak

    Oh iya, silahkan silahkan, monggo. Alhamdulillah kita jadi banyak saudara ya, dialam maya ini. Mudah-mudahan dengan ijin Allah Swt langgeng dugi akhir jaman, dunia dan akhirat, amin.

    @asep

    Setelah saya membaca semua tulisan kang asep, Ya, akhirnya kita serahkan saja kepada Allah Swt. Karena hanya dengan taufik dan hidayah Allah Swt semuanya bisa berubah. Yang penting kewajiban kita sudah menyampaikannya. Salam kepada keluarga dan guru kang asep dimana saja berada, semoga kita semua selalu ada dalam lindungan Allah Swt, amin.

  13. @pano

    Iya, benar mas. Manusia hanya berusaha dan Allah Swt yang menentukan segalanya. Kita wajib berikhtiar / mempunyai rencana atau keinginan, tapi keputusan akhirnya hanya dengan kehendak Allah Swt semuanya pasti terjadi. Yah, mudah-mudahan semua ibadah kita sesuai dengan kehendak Allah Swt, amin ya Allah yaa rabbal’alamin.

  14. @pano

    Mas, saya punya hadist mengenai Imam Mahdi Afs dari Imam Hassan Askari As ketika beliau mau shalat, berkata pada anaknya :
    ” Berilah kabar gembira wahai anakku, engkau adalah Shahib az-Zaman, engkau adalah hujjah Allah diatas muka bumi ini, engkau adalah anakku dan washiku, engkau terlahir dariku dan engkau adalah Muhammad bin Hasan bin Ali bin Muhaammad bin Ali bin Musa bin Ja’far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib. Rasulullah menjadikanmu sebagai puteranya dan engkau adalah Imam terakhir dari para Imam yang suci dan Rasulullah Saw telah membawa berita gembira mengenaimu, beliau yang memberi namamu dan menjulukimu seperti itu. Ayahku telah berjanji kepadaku dari ayah-ayahnya yang suci-salawat dan salam Allah tertuju pada Ahlulbait-sesungguhnya Tuhanku Maha Terpuji dan Mahamulia. ‘ Kemudian Hasan bin Ali meninggal-salam sejahtera bagi mereka seluruhnya’ “.
    ( Al-Ghaybah, Syekh Thusi, hal : 165)

  15. …. 🙂

    Hangat benar musyawarahnya di artikel ini,sepertinya saling memaparkan pandangan…

    Mari kita tingkatkan ukuwah islamiyah, saling ingat mengingatkan, dan jangan sekali-kali meruntuhkan dan merendahkan yang lain padahal kita sesama manusia dan bersaudara…

    /

  16. ajak-ajak on said:

    Seperti kata hadis yang pernah saya dengar:
    Perpecahan di kalangan umatku adalah rahmat.

  17. Apakah kalau saya berpindah ke syiah dijamin masuk sorga?
    Apakah (yang paling utama) saya boleh menjumpai TUHAN di dunia apabila berpindah ke aliran asep dan pano?

  18. Salam…

    @asep

    Sep, Alhamdulillah…telah saya baca tulisannya diatas, sehingga akan menambah wawasan bagi saya. Hadis tsb sangatlah penting, karena didalamnya menggambarkan silsilah mengenai Imam Mahdi Afs yang sampai pada Rasulullah Saw. Hal itu sesuai dengan pemahaman saya mengenai garis Imamah sesudah Rasulullah wafat ( baca komentar saya yg diatas kpd sdr ajak-ajak & asep )
    Tolong ya sep, kita harus selalu saling mengingatkan. Karena yang saya ketahui belum tentu asep mengetahui, begitu juga sebaliknya.
    Saya juga punya nih ! mudah-mudahan bisa mengingatkan.

    16 (enam belas) Nasehat Imam Khomeini untuk Membentuk Kepribadian Muslim :
    1. Sedapat-dapatnya berpuasalah setiap senin dan kamis
    2. Shalatlah 5 (lima) waktu tepat pada waktunya dan berusahalah shalat tahajud.
    3. Kurangilah waktu tidur dan perbanyaklah membaca al-Qur’an.
    4. Perhatikan dan tepati sungguh-sungguh janji Anda.
    5. Berinfaklah kepada fakir miskin.
    6. Hindarilah tempat-tempat maksiat.
    7. Hindarilah tempat-tempat pesta pora dan janganlah mengadakannya.
    8. Berpakaianlah secara sederhana.
    9. Janganlah banyak bicara dan seringlah berdoa. Khususnya hari Selasa.
    10. Rajin berolah raga (senam, maraton, mendaki gunung dll)
    11. Banyak-banyaklah menelaah berbagai buku ( agama, sosial, politik, sains, falsafah, sejarah, sastra dll )
    12. Pelajarilah ilmu-ilmu teknik yang dibutuhkab negara Islam.
    13. Pelajatilah ilmu tajwid dan bahasa Arab, serta perdalamlah.
    14. Lupakanlah pekerjaan-pekerjaan baik Anda dan ingatlah dosa-dosa Anda dimasa yang lalu.
    15. Pandanglah fakir miskin dari segi material dan ulama dari segi spiritual.
    16. Ikutilah perkembangan umat Islam sedunia.

    Wasalam…

  19. ajak-ajak on said:

    Nasihat nya cukup bagus, cuma saya beneran belom paham, ada apa dengan hari selasa? Kenapa ga boleh banyak bicara terutama dihari selasa? Dan kenapa sering berdoa terutama di hari Selasa?

    Itu aa sih yang masih bingung, lainnya dah tau semua. Thanks udah ngingetin.

  20. Rindu Damai on said:

    Nasehat masih kurang satu:
    17. Baca sufi muda agar kalian semua mengerti tentang Tuhan 🙂

    Semua nasehat itu benar dan sangat luar biasa…

  21. sufimuda on said:

    Kalau tidak salah Hari selasa adalah hari terbunuhnya nabi Zakaria dan memang banyak kejadian-kejadian buruk yang menimpa orang2 yang menempuh kebenaran di hari selasa.
    Maka kita harus berhati-hati di hari selasa, demikian yang saya tahu, silahkan kawan2 lain memberikan tanggapan…

  22. Wa’alaikumsalam…

    @pano
    Terimakasih mas telah mengingatkan saya, Subhanallah……..
    Almarhum Imam Khomeini adalah seorang revolusioner dengan perjuangannya “Revolusi Islamnya”, sehingga tegaklah “Syariat Islam” di alam semesta ini ( Salam sejahtera kepadanya ). Dengan berpegang teguh kepada Al Qur’an dan ‘Iftrah Alul Bait Nabi Muhammad Saw.

    Hal ini mengingatkan saya kepada Al Qur’an at-Taubah ayat 57 :
    ” Mereka berhendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaNya, walaupun orang-orang yang ingkar membencinya ” (QS. at-Taubah : 57)

    @Aria

    ” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi Maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari ” (QS. al-Hujurat : 1-2)

    @ajak-ajak
    Hari Selasa mungkin hari lahirnya Rasulullah Saw. Memang ada dua versi (polemik) yang satu hari Senin, yang lainnya hari Selasa. Akan tetapi yang penting hari lahirnya Rasulullah Muhammad Saw.

    Wassalamu’alaikum….

  23. ditanya mengenai kepastian masuk surga dan kepastian berjumpa TUHAN malah dijawab dengan ayat tentang penghormatan/adab kepada rasul. apakah berniat masuk surga atau berjumpa TUHAN menjadikan salah adab kepada Rasulullah? Memang aneh,jadi bingung harus bicara bahasa apa. i wonder if i can meet this guys, how pity. u’re not seeking the truth, u’re just seeking for fights.

  24. Surat at-taubah ayat 57 itu lebih cocok ditujukan kepada orang2 yang mencoba buat rusuh di blog ini. coba renungkan saudara2, bukankah lebih bermakna? Memang benarlah Al-Qur’an itu datang dari yang Maha Mengetahui, ‘Maha Benar ALLAH dengan segala firmanNYA’ 🙂

  25. @Aria

    ditanya mengenai kepastian masuk surga dan kepastian berjumpa TUHAN malah dijawab dengan ayat tentang penghormatan/adab kepada rasul. apakah berniat masuk surga atau berjumpa TUHAN menjadikan salah adab kepada Rasulullah? Memang aneh,jadi bingung harus bicara bahasa apa. i wonder if i can meet this guys, how pity. u’re not seeking the truth, u’re just seeking for fights.
    ————————
    Ya, itu jalannya untuk masuk syurga dan berjumpa Tuhan, adab dulu pada Rasul Saw. Baca dong yang teliti !
    ============
    Surat at-taubah ayat 57 itu lebih cocok ditujukan kepada orang2 yang mencoba buat rusuh di blog ini. coba renungkan saudara2, bukankah lebih bermakna? Memang benarlah Al-Qur’an itu datang dari yang Maha Mengetahui, ‘Maha Benar ALLAH dengan segala firmanNYA’ 🙂
    ———————–
    Ah, anda ini. Justru anda yang mulai menebarnya ! pake menghasut segala. Saya ga’ ngerti apa yg anda katakan! lebih bermakna apa ?
    Jangan-jangan orang bule nih ! bhs Inggris sgala !

  26. Saya pernah berjumpa dengan orang2 seperti asep dan pano ini. Malah yang lebih cerdas sehingga enak di ajak diskusi. kl ini malah suka membelit2kan masalah. tentu ujung2nya dari maksud asep dari ayat tentang adab kepada rasul untuk kepastian masuk surga adalah adab kepada ahlul bait sebagai pewarisnya. dari sini saya bisa menganalisa bahwa asep kekurangan referensi terhadap al-qur’an. kalau anda browsing dari pc anda bisa menginstall program al-qur’an digital, lebih gampang mencari ayat yang mengena. kebetulan saya browsing dr ponsel. ayat itu tidak memberikan kepastian berjumpa ALLAH di dunia,mungkin anda kurang bisa membaca,coba dilihat lagi.
    Masalah ini agak rumit. makanya tidak perlu mempertentangkan sunni-syiah di forum tasawuf karena tasawuf tidak mempermasalahkan lagi soal syariat. Hadist gadhir khum itu sangat terkenal,saya tidak memungkirinya. saya membaca hadist itu untuk pertama kali tahun 2001, ketika itulah muncul simpati yang sangat besar terhadap syiah sampai2 dosen agama saya mengira saya orang syiah. sejak itu pencarian saya terus lakukan sampai saya mengenal tarekat pada tahun 2003, semua terang benderang. hadist tentang keutamaan Ali itu tidak bisa dipungkiri,cuma, bagaimana kalau orang lain memandangnya dengan perspektif yang berbeda?
    sekali lagi, memperdebatkan sunni-syiah diforum tasawuf adalah sia2, anda seperti orang yang masih memperdebatkan apakah bumi bulat atau datar di jaman modern, atau seperti anak sd hendak mendebat anak smp bahwa membaca haruslah dengan mengeja.

  27. @Aria

    Sudah saya jawab di posting lainnya.

  28. @Aria

    Oh, anda sudah mengenalnya. Sudah kenal belum tentu memahami hakikat ajaran Ahlul Bait Nabi Saw yang begitu luasnya, sehingga tidak terbatas hanya pada ilmu tasawuf saja.
    Tharekat hanya sebagian kecil dari ajaran Ahlul Bait Nabi Saw.
    ==========
    sekali lagi, memperdebatkan sunni-syiah diforum tasawuf adalah sia2, anda seperti orang yang masih memperdebatkan apakah bumi bulat atau datar di jaman modern, atau seperti anak sd hendak mendebat anak smp bahwa membaca haruslah dengan mengeja.
    ———————-
    Saya tidak mau berdebat diantara dua aliran tersebut dalam ranah ilmu tasawuf. Coba anda baca dan teliti lagi komentar-komentar saya. Belum pernah mengatakan/menuliskan kedua aliran tsb.

  29. We ladala. Kok ada kesan engkel engkelan. Jangan di blok ini dong. Dibaca orang banyak lho. Saya rasa disini tempatnya orang yang merasa bodoh jadi ikutan belajar,seperti aku ini. Semakin mengenal maka akan semakin merasa bodo kaya padi itu lo. Makin isi malah makin tunduk. Pinter itu bagus tapi merasa pinter itu yang tidak bagus. Mohon maaf dhohir dan batin yo. Bismillahi masyaalloh masyaalloh laa haulawalaquata ila billahil aliyil adzim

  30. padimuda on said:

    Nah itu dia ….
    Dari awal dah dibilangin, mau lewat jalan mana saja silahkan, eeh ada yang mau maksain lewat satu jalan aja. Lah,, padahal jalan yang lain juga sama lurusnya, sama akhirnya. Yang penting itu ada penunjuk jalannya. eeeeh,,, malah nyamber kemana2 deh tuh.
    Aku yang sering merasa pinter ini jg minta ma’af lahir batin ya. Itulah susahnya jadi padi muda (ga ada hubungannya sama sufi muda loh,,) heemmm,, dipikir2 bagus juga tuh nick name nya… PADIMUDA. Waaaw,, thanks RAKA! Nick ini gw booking yah!

  31. Aduh biuh jgn ribut diblok ini dong lg….asik2 baca dan merenung eh malah ada yg ribut.Semuanya pada bagus kok ya mas acep,mas ajak ama mas pano…….Ingat loh kita ini bukan apa apa hanya alloh lah Maha benar..ang Maha Tahu Yang Maha Ilmu Yang Maha Segalanya …….SABARRRRRRRRRR…jgn sampai BOM BALI Terulang lg………nanti dihukum mati loh….

  32. siliwangi on said:

    toek jablai wex….nyantai saja justru dengan adanya perdebatan seperti ini yang diuntungkan adalah penontonnya karena kalau kita menjadi penonton yang pintar maka akan banyak sekali hal2x yang kita petik dari perdebatan2x yang kita tonton. disetiap kejadian pastilah ada hikmahnya.

    Salam

  33. Assalamualaikum wr. wb.

    Salam ceria penuh canda alam semestaNya
    Shalawat , kebahagian dan salam semoga tercurah seluas samudra kebahagian Ilahi Robb..kepada junjungan seluruh alam Baginda Nabiyullah Rosulullah Sayyidina Muhammad SAW. beserta Ahlul baitnya, sahabat, keluarga berantai2 s/d kepada kita umatnya…

    diskusi yang mengasyikan asooy banget ,
    Akuur2 aja deh masa akur iya doong akuuur setuju… iyalah ajadeh

  34. @Sufimuda

    Assalamualaikum Wr. Wb…

    ada yang mau ikutan narik ilmu dari blog sufimuda, juga mau bertholabbul ilmi
    Namanya Abenk/red/hinakelana

    Salam kenal buat sufimuda..
    Bagus2loh isi internet sufimuda, pegembara jiwa, membuka cakrawala pencerahan bagi gue Thanks very2 mat for your love of Allah
    Numpang nyicipin makanan dan minum mampir dulu deh gue di cafe pondokan sufimuda, sufi gaul….

    diambil dari Kitab Adab as-Suluk wa at Tawassul ila Manazil al Muluk
    karya emas Sultonul Auliya Syekh Abdul Qadir al Jailani q.s.

    gue demen banget…nih…

    1.MAKANAN HATI DN BEKAL PERJALANAN

    aDA 3 HAL MUTLAK YANG Mesti dipegang oleh seorang mukmin dalam segala kondisi :
    1. Perintah yang harus dilaksanakan
    2. Larangan yang harus dijauhi, dan
    3. Takdir yang harus diterimanya (dengan segala keridhaan)

    Ke3 hal ini merupakan hal2 minimal dimana tidak satu pun diantaranya boleh lepas dari diri seorang Mukmin.
    Seyogianya, ia melekatkannya pada hatinya, membincangkannya dengan nafsu dirinya, dan mengerakan seluruh
    anggota tubunya dalam rangka mewujudkannya.

    2. DENGAN AMAL SEGALA PENGHARAPAN AKAN TERPETIK

    sYEKH – Semoga Allah meridhai dan meridhakannya- berujar : Ikutilah (Sunnah) dan jangan membuat-buat bid’ah! Patuhlah dan jangan melanggar! Bertauhidlah dan jangan menyekutukan! Sucikanlah al-Haqq (Allah swt) dan jangan tuding keburukan kepada-Nya! Mintalah slalu pada-Nya dan jangan pernah kau rasa jemu! Tunggu dan berharaplah, jangan kau ragu dan meragukan (belai kasih-Nya)! Bersabarlah selalu dan jangan gusar Tegardan jangan lari! Bersaudara dan jangan bermusuhan! Bersatulah (bahu-membahu) dalam laku ketaatan dan jangan bercerai-berai! Saling mencintailah dan jangan saling benci! Sucikanlah diri dari keburukan, jangan kau kotori dan nodai diri dengannya! Percantiklah diri dengan ketaatan kepada Tuhanmu dan jangan kau berpaling dari sambutan-Nya. Jangan kau tunda2 tobat. Dan jangan pernah bosan untuk memohon maaf dan ampunan pada Penciptamu, siang dan malam.
    Semoga Dia menganugerahkan belai kasih dan kebahagiaan, menjauhkanmu dari api neraka dan memasukkanmu kedalam Surga, menyibukkanmu dengan kenikmatan dan kesenangan bersama perawan2 dan perjaka di Surga (Dar as-Salam), mengekalkamu didalamnya untuk selamanya, menaikkanmu diatas kendaraan kuda2 putih, menghiburmu dengan bidadari dan bidadara, juga segala macam aroma kebaikan, melodi hamba2 wanita, beserta segala karunia2, kemudian mengangkat derajatmu bersama para Nabi, kaum Shiddikin, para Pahlawan syahid, dan kaum saleh di Surga orang2 yang mulia (Illiyin).

    To be Continue

    Wasalam

    Abenk sibuah simalakama…
    (gue ga ngerti komputer cuma seorang tukang parkir)..gw ikutan baca deh diwarnet dekat gue cari nafkah
    Minta barokahNya dari sohib2 sufi2muda…gue yang baru blajar beriman…

    Makasih deh buat hinakelana yang menyambung
    tali sillaturahim gue dengan sohib2 baru gw
    di dunia maya

    “Kirimlah surat-mu menjelang subuh; surat yang ditulis dengan tinta airmata, dengan kertas pipi, dengan perangko pengabulan, dan dengan alamat Arasy. Sesudah itu nantikan jawabannya…..!?”

  35. @asep dan pano
    aduh kang asep sama mas pano,gimana kalo kalian berdua bikin blog sendiri karena yang kalian bicarakan kita udah sering denger niiiih….
    Bahkan saya dari kecil sd sampe smp udah sering denger dan memahami yang kaya gitu….
    Kayanya kalian salah alamat deh iktan nimbrung di sini, bosen tau bacanya….
    Jangan marah ya…, soalnya kalian terlalu memaksakan kehendak yang tentunya kita semua juga udah tau kok..
    Tapi itu dulu waktu saya masih kecil…
    Saya hanya berfikir cobalah memahami apapun jangan pake nafsu…
    Karena yag pake nafsu itu keliatan kok, walaupun cuma dar tulisan….
    ya udah gitu aja buat kang asep sama mas peno…
    tx ya sufimuda boleh ikutan nimbrung…
    tx ya…

  36. Ping-balik: TASAWUF « Argostar’s Blog

Navigasi komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: